Anda di halaman 1dari 26

Diagnosa Keperawatan

Kegiatan Belajar III

TUJUAN
Pembelajaran Umum
Setelah selesai mempelajari materi pembelajaran yang
diuraikan pada Kegiatan Pembelajaran-3, diharapkan Anda
mampu menyusun diagnosa keperawatan

TUJUAN
Pembelajaran Khusus
Setelah selesai mempelajari materi pembela-
jaran yang diuraikan pada Kegiatan Pembe-
Pokok-pokok Materi :
lajaran-3, diharapkan Anda mampu:
1. Pengertian Diagnosa Keperawatan
1. Menjelaskan Pengertian Diagnosa
Keperawatan 2. Tujuan Diagnosa Keperawatan
2. Menjelaskan Tujuan Diagnosa Keper- 3. Langkah-langkah dalam menentukan
awatan Diagnosa Keperawatan
3. Menjelaskan Langkah-langkah Dalam 4. Pernyataan Diagnosa Keperawatan
Menentukan Diagnosa Keperawatan
5. Tipe-tipe Diagnosa Keperawatan
4. Merumuskan Pernyataan Diagnosa
Keperawatan 6. Diagnose Keperawatan dan Masalah
Kolaboratif
5. Membedakan Tipe-tipe Diagnosa
Keperawatan 7. Dokumentasi Diagnosa Keperawatan

6. Membedakan Diagnose Keperawatan


dan Masalah Kolaboratif

7. Menyusun Dokumentasi Diagnosa


Keperawatan

1
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Uraian Materi
Materi yang akan di bahas dalam unit kegiatan-3 ini terdiri dari : Penger-
tian Diagnosa Keperawatan, Tujuan Diagnosa Keperawatan, Langkah-langkah
dalam menentukan Diagnosa Keperawatan, Pernyataan Diagnosa Keperawatan.
Tipe-tipe Diagnosa Keperawatan, Diagnose keperawatan dan masalah kolaborat-
if, Dokumentasi Diagnosa keperawatan

1. Pengertian Diagnosis Keperawatan

Apakah Anda tahu, pengertian dari diagnosa keperawatan itu? Coba Anda tu-
liskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

Diagnosa Keperawatan merupakan suatu pertanyaan yang menggam-


barkan respons manusia (keadaan sehat atau perubahan pola interaksi actual/
potensial ) dari individu atau kelompok tempat Anda secara legal mengidentifi-
kasi dan Anda dapat memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga ststus
kesehatan atau untuk mengurangi, menyingkirkan, atau mencegah perubahan.

Selanjutnya pengertian lain menyebutkan bahwa diagnose keperawatan


merupakan penilaian klinis tentang respons individu, keluarga, atau komunitas
terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan actual ataupun potensial
sebagai dasar pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai hasil tempat
perawat bertanggung jawab.

2. Tujuan Diagnosis Keperawatan

Nah, setelah Anda memahami pengertian diagnose keperawatan, apakah


Anda tahu kenapa Anda harus merumuskan diagnose keperawatan ? Coba

2
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Anda tuliskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

Tujuan diagnosis keperwatan adalah memungkinkan Anda sebagai


perawat untuk menganalisis dan mensintesis data yang telah dikelompokkan,
selain itu diagnosis keperawatan digunakan untuk mengidentifikasi masalah,
factor penyebab masalah, dan kemampuan klien untuk dapat mencegah atau
memecahkan masalah.

3. Langkah Langkah Menentukan Diagnosis Keperawatan

Bagaimana cara Anda menentukan diagnose keperawatan? Coba Anda tu-


liskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

Pertama Anda harus melakukan klasifikasi Data, Klasifikasi data ada-


lah aktivitas pengelompokakan data-data klien atau keadaan tertentu tempat
klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kri-
teria permasalahannya. Klasifikasi ini berdasarkan pada kebutuhan dasar ma-
nusia yang dikelompokkan dalam data subjektif dan data objektif.

Kedua Anda harus membuat Interpretasi Data, Anda bertugas mem-


buat interpretasi atas data yang sudah dikelompokkan dalam bentuk masalah
keperawatan atau masalah kolaboratif.

3
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Ketiga Anda harus Menentukan Hubungan Sebab Akibat, Dari masalah


keperawatan yang telah Anda tentukan kemudian, Anda harus menentukan
factor-faktor yang berhubungan atau faktor risiko yang menjadi kemungkinan
penyebab dari masalah yang terjadi. Kemungkinan penyebab harus mengacu
pola kelompok data yang sudah ada.

Keempat Anda harus Merumuskan Diagnosis Keperawatan, Perumu-


san diagnosis keperawatan yang Anda buat didasarkan pada pola identifikasi
masalah dan kemungkinan penyebab.

4. Pernyataan Diagnosis Keperawatan

Apakah Anda tahu bentuk pernyataan diagnose keperawatan ? Coba Anda


tuliskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

Pernyataan diagnose keperawatan menggunakan pola seperti di bawah ini

FORMAT : P + E + S

Gb.3 Format PES

Apakah Anda tahu format tersebut?....... ya baiklah mari kita cermati pembaha-
san berikut ini

Format tersebut di kemukakan oleh salah satu pakar keperawatan


yaitu Gordon, maksud dari format tersebut yaitu :

P artinya Problem/Masalah : menjelaskan status kesehatan dengan singkat


dan jelas.

E artinya Etiologi/Penyebab : penyebab masalah yang meliputi faktor


penunjang dan faktor yang terdiri dari:

4
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

a. Patofisiologi yaitu semua proses penyakit yang dapat menimbulkan


tanda/gejala yang menjadi penyebab timbulnya masalah keperawatan.

b. Situasional yaitu sistuasi personal (hubungan dengan klien sebagai in-


dividu ), dan environment (hubungan dengan lingkungan yang berint-
eraksi dengan klien).

c. Medicational/Treatment yaitu pengobatan atau tindakan yang diberikan


yang memungkinkan terjadinya efek yang tidak menyenangkan yang
dapat diantisipasi atau dicegah dengan tindakan keperawatan.

d. Maturasional yaitu tingkat kematangan atau kedewasaan klien, dalam


hal ini berhubungan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan.

S artinya Simtom/Tanda : definisi karakteristik tentang data subjektif atau


objektif sebagai pendukung diagnosis actual.

Bagaimana, apakah Anda sudah memahami format tersebut? Baiklah untuk


selanjutnya Anda bisa membuat suatu formulasi diagnose keperawatan den-
gan menggunakan formulasi di bawah ini.

Formulasi Diagnosis Keperawatan :


Problem yang berhubungan dengan
Etiologi Ditandai Dengan Simtom

Gb.4 Formulasi Diagnosa Keperawatan

Selanjutnya marilah kita lanjut dengan materi selanjutnya tentang

5. Tipe Diagnosis Keperawatan

Apakah Anda tahu tipe diagnose keperawatan? Coba Anda tuliskan jawaban
Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

5
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

a. Pertama, Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis Keperawatan actual adalah diagnosis yang menjelaskan


masalah yang nyata terjadi saat ini., pada saat Anda menyusun diagnose
keperawatan harus ada unsur PES. Simptom harus memenuhi crite-
ria mayor (80-100%) dan sebagian criteria minor. Komponen Diagnosis
Keperawatan Aktual adalah:

1) Label yaitu perubahan, kerusakan, ketidakefektifan, gangguan, dan


lain-lain.

2) Definisi yaitu konseptuala dan konsisten dengan label dan batasan


karakteristik merupakan arti yang tepat dari diagnosis keperawatan
yang sedang terjadi.

3) Batasan karakteristik yaitu memenuhi 80% atau lebih criteria mayor.

4) Faktor yang berhubungan sama dengan etiologi

Rumusan : P + E + S

Contoh : Hipertermi yang berhubungan dengan pemajuan lingkungan


panas ditandai dengan suhu 40 derajat celcius.

b. Kedua, Diagnosis Keperawatan Risiko/Risisko Tinggi

Diagnosis keperawatan risiko/risiko tinggi adalah keputusan klinis


bahwa individu, keluarga/ komunitas sangat rentan untuk mengalami ma-
salah dibandingkan yang lain pada situasi yang sama atau hampir sama.
Pengertian yang lain menyebutkan diagnosis keperawatan risiko adalah
keputusan klinis yang divalidasi oleh faktor risiko. Komponen Diagnosis
Kperawatan Risiko/Risti adalah:

1) Label : risiko atau risiko tinggi

2) Definisi : konsep yang jelas dan konsisten dengan label dan faktor
risiko.

Faktor faktor risiko = etiologi.

6
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Rumusan : P + E

Contoh : - Risiko konstipasi yang berhubungan dengan diet rendah serat.

- Risiko tinggi hipotermi yang berhubungan dengan prematuritas bayi.

c. Ketiga, Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan merupakan pertanyaan ten-


tang masalah yang diduga akan terjadi atau masih memerlukan data tamba-
han .Data tambahan diperlukan untuk : Memastikan adanya tAnda / gejala
utama (actual), Faktor risiko (diagnosis keperawatan risiko), Mengesamping-
kan adanya diagnosis. Komponen Diagnosis Keperawatan Kemungkinan :

Label : kemungkinan

Faktor-faktor yang diduga dapat menjadi penyebab = etiologi.

Rumusan : P + E

o Contoh : kemungkinan konstipasi yang berhubungan dengan bed rest.

d. Keempat, Diagnosis Keperawatan Sindrom

Diagnosis yang terdiri dari kelompok diagnosis keperawatan actu-


al/risiko/risiko tinggi yang diperkirakan akan muncul karena suatu kejad-
ian atau situasi tertentu.Sekelompok / kumpulan dari beberapa diagno-
sis keperawatan yang terjadi secara bersamaan yang memiliki penyebab
tunggal. Komponen diagnose ini adalah

Label : sindrom.

Rumusan : P

o Contoh : Sindrom kurang perawatan diri Terdiri dari :

7
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

- Kurang perawatan diri : makan

- Kurang perawatan diri : mandi

- Kurang perawatan diri : berpakain/berhias

- Kuang perawatan diri : toileting

- Kurang perawatan diri : instrumental

- Kurang perawatan diri : kesadaran.

e. Kelima, Diagnosis Keperawatan Sejahtera

Diagnosis Keperawatan Sejahtera/Positif merupakan Keputusan


klinis yang divalidasi oleh ungkapan subjektif yang Positif ketika pola
fungsi dalam keadaan afektif. Keputusan klinis tentang keadaan individu,
keluarga, atau masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ke
tingkat sejahtera yang lebih tinggi. Komponen Diagnosis Keperawatan Se-
hat yaitu:

o Label : potensial peningkatan,

Etiologi tidak ada atau bila ada etiologinya adalah potensi klien yang akan dit-
ingkatkan.

Rumusan : P atau P + E

o Contoh : Potensial terhadap peningkatan peran menjdai orangtua.

Pada dasarnya diagnosis sejahtera Anda gunakan hanya pada kasus


yang berfokus pada perbaikan fungsi dan tujuannya adalah kemajuan dari
satu tingkat kesejahteraan ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Carpeni-
to (1995) memberikan dua syarat yang menunjukkan pembenaran untuk men-
egakkan diagnosis keperawatan sejahtera : (1) keinginan untuk mencapai kes-
ejahteraan yang lebih tinggi, (2) status atau pola fungsi dalam keadaan efektif.
Syarat ini mengharuskan bahwa jika masalah yang Anda angkat merupakan
kekuatan klien, faktor yang berhubungan harus menunjukkan kekuatan juga
(bila diagnosi keperawatan sejahtera dinyatakan dalam dua bagian). Jika tidak
diagnosis masih pada perilaku negative atau defisit.

Stolte (1994) menyatakan bahwa diagnosis keperawatan sejahtera se-


bagai suatu kesimpulan dari pengkajian data yang berfokus pada pola kes-
ejahteraaan, respons kesehatan, atau kekuatan klien.Pendekatan proses ber-

8
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

fokus pada perolehan tingkah laku sehat yang progresif atau pencapaian tugas
perkembangan. Pendekatan ini mencakup situasi ketika perawat membantu
klien menyelesaikan transisi perkembangan, mencapai tingkat kesejahteraan
yang lebih tinggi, atau mencapai kondisi sejahtera. Hal ini juga memberi pen-
gakuan dan kredibilitas pada posisi keperawatan dalam situasi tersebut.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa diagnosis keper-


awatan sejahtera dapat dituliskan dalam satu atau dua bagian. Bila etiologi
dapat diidentifikasi, pertanyaan dituliskan dalam dua bagian (problem dan eti-
ologi). Dengan demikian, tindakan keperawatan diarahkan untuk meningkat-
kan kondisi menjadi etiologi serta membantu klien berkembang melalui proses
tersebut.

Dalam tatanan praktik, sering didapatkan hambatan untuk menegak-


kan diagnosis sejahtera. Hal yang masih diperdebatkan antara lain adalah se-
bagai berikut :

1) Masalah keperawatan yang bersifat negative atau deficit sudah banyak


sehingga penggunaan diagnosis sejahtera menetapkan tanggung jawab
tambahan pada sumber daya yang saat ini sangat terbatas.

2) Klien yang tidak memiliki masalah tidak memerlukan asuhan keperawatan.

3) Hanya sedikit reward yang tersedia saat ini untuk perawatan kesejahteraan.

Penjelasan tentang keberatan tersebut di atas adalah sebagai berikut.


Sebuah kombinasi antara diagnosis keperawatan berorientasi kesejahteraan
dan berorientasi masalah bermanfaat ketika klien mengalami penyakut akut
atau kronik. Pada umumnya, klien yang berpenyakitan akut membawa banyak
kekuatan dan pengalaman masa lalu untuk memunculkan kemampuan mereka
menghadapi penyakit pada saat ini. Kenyataannya klien memiliki respons sehat
banyak dari pada respon tidak sehat.

Identifikasi kekuatan yang dimiliki klien memberikan bukti tentang ke-


mampuan koping masa lalu dan mendorong pengakuan bahwa klien dapat
menangani situasi saat ini. Dengan demikian, kekuatan ini bukan hanya satu
bagian dari diagnosis, melainkan ada peran serta Anda sebagai perawat se-
cara aktif untuk memudahkan perkembangan lebih lanjut dan menggunakan
kemampuan ini. Pray (1992) dalam Stolte (2004) menyatakan kekuatan yang
dimiliki klien merupakan kompetensi dan keunikan klien yang perlu dimasukan
dalam rencana tindakan keperawatan.

9
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Jika ada keberatan, karena klien yang tidak bermasalah, kita kemba-
likan bahwa fungsi penting diagnosis keperawatan adalah untuk memfokus-
kan pada tugas perkembangan/pendewasaan yang perlu diselesaikan selama
beragam transisi kehidupan. Klien dapat menyelesaikan tugas ini tanpa bantu-
an Anda, tetapi dalam masyarakat yang dinamis, beberapa orang kekurangan
dukungan social, mengalami stress yang tinggi, dan kekurangan sumber daya.
Dengan dukungan social dan sumber daya yang lain, seperti pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuan koping yang adaptif, akan memudahkan klien
untuk menyelesaikan tugas perkembangan ini. Dengan demikian, tugas terse-
but dapat dicapai lebih cepat dan atau dengan stress yang lebih rendah.

Penjelasan untuk hambatan yang ketiga memang sampai saat ini tidak
semua rumah sakit mempunyai kebijakan yang sama dalam hal reward dari
diagnosis keperawatan yang diangkat, tetapi secara tidak langsung jumlah di-
agnosis keperawatan yang ditegakkan akan mempengaruhi nilai angka kredit
yang dipakai untuk kenaikan pangkat.

Walaupun masih ada pro dan kontra tentang pengguanaan diagnosis


ini, mengingat keuntungan-keuntungan yang diperoleh, sebaiknya perlu Anda
pertimbangkan untuk diaplikasikan di tempat Anda bekerja. Anda juga perlu
berlatih untuk selalu dapat mengidentifikasi kekuatan klien sehingga dapat
memunculkan diagnosis keperawatan sejahtera.

Jika Anda sudah memahami pemaparan diatas,


marilah kita lanjutkan pembahasan berikutnya

6. Masalah Kolaboratif

Apakah Anda tahu, apa itu masalah kolaboratif ? Coba Anda tuliskan jawa-
ban Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

10
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Masalah kolaboratif merupakan komplikasi fisiologis yang diakibatkan


oleh patofisiologi, behubungan dengan pengobatan, dan situasi yang lain, tu-
gas Anda adalah memonitor untuk mendeteksi status klien, dan berkolaborasi
dengan tim medis. Komponen dari masalah kolaboratif yaitu

o Label ; potensial Komplikasi

o Tugas Anda sebagai perawat : memonitor untuk mendeteksi status pasien


dan kolaborasi dengan tenaga medis.

o Contoh masalah kolaboratif

- PK (Potensial Komplikasi) hipoglikemia.

- PK (Potensial Komplikasi) perdarahan.

- Pk (Potensial Komplikasi) sepsis.

Selanjutnya untuk memantapkan pamahaman Anda mengenai materi pem-


belajaran ini, cobalah Anda diskusikan dengan teman-teman sesama per-
awat mengenai prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam membeda-
kan diagnose keperawatan dengan masalah kolaboratif. Coba Anda tuliskan
jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

Bagaimana hasil diskusinya?, baiklah mari kita cermati table di bawah


ini, Anda bandingkan dengan hasil diskusinya

11
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

PERBEDAAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN DENGAN


MASALAH KOLABORATIF

Masalah Kolaboratif Diagnosis Keperawatan


Disusun oleh Anda dan Disusun oleh Anda
dokter
Tindakannya monitor untuk Tindakanya menyelesaikan-
mendeteksi masalah ,mengurangi mencegah
masalah
Tipe tujuan tanpa criteria Tipe tujuan dengan criteria
hasil hasil

Tabel 1. Perbedaan Diagnosis Keperawatan dengan Masalah Kolaboratif

7. Perbedaan Diagnosis Keperawatan dan Diagnosis Medis

Bagaimana menurut Anda perbedaan diagnose keperawatan dan diagnose


medis? Coba Anda tuliskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

...........................................................................................................

...........................................................................................................

...........................................................................................................

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengan pendapat berikut:

Baiklah, mari kita cermati tabel di bawah ini

Diagnosis Medis Diagnosis Keperawatan

Fokus respons klien ter-


hadap perubahan fungsi/
Fokus pengobatan penyakit.
anatomi tubuh dan tindakan
medis/ perawat.

Orientasi kebutuhan dasar


Orientasi: keadaan pothologis
individu

12
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Cenderung tetap, mulai sakit Berubah sesuai perubahan


sampai sembuh respons klien

Mengarah pada fungsi


Mengarah pada tindakan me-
mandiri Anda dalam melak-
dis yang sebagian dilimpahkan
sanakan tindakan dan eval-
pada Anda
uasinya

Melengkapi Diagnosis Keper-


Melengkapi Diagnosis Medis
awatan

Tabel 2. Perbedaan Diagnosis Keperawatan dan Diagnosis Medis

Selanjutnya di bawah ini contoh format analisa data, silahkan Anda cermati

FORMAT ANALISIS DATA

TANGGAL/
PENGELOMPOKAN KEMUNGKINAN
MASALAH
DATA PENYEBAB
JAM

Tabel 3. Format Analisis Data

Bagaimana cara mengisi format tersebut? Marilah ikuti petunjuk pengisian for-
mat di bawah ini

PEDOMAN PENGISIAN FORMAT ANALISI DATA

1.Tanggal/Jam

Kolom ini Anda isi dengan tanggal, bulan, tahun, dan jam waktu analisis itu
dilakukan.

2. Pengelompokan Data

a. Kelompokkan data Anda menjadi data subjektif dan data objektif (DS-
DO).

13
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

b. Kelompok data Anda yang terdiri dari data-data yang menunjang dan
sesuai untuk satu kebutuhan.

c. Kelompokkan data Anda yang hanya berasal dari data yang sudah diper-
oleh dari data pengkajian.

d. Kumpulan satu DS dan DO hanya untuk satu masalah keperawatan.

e. Bila data subjektif tidak ada tulislah DS :-

f. Bila data objektif tidak ada tulislah DO : -

g. Jangan sekali-kali Anda membuat intervensi data, jadi tulislah data Anda
apa adanya sesuai dengan hasil pengkajian.

3. Masalah

a. Tulislah interpretasi masalah keperawatan sesuai dengan hasil pengelom-


pokan data yang sudah Anda buat.

b. Sedapat mungkin tulislah masalah sesuai dengan daftar masalah yang


teridentifikasi dalam daftar diagnosis keperawatan NANDA.

c. -Tulislah label dari setiap masalah yang terjadi (perubahan, ketidakefek-


tifan, gangguan, kerusakan, risiko, risiko tinggi, kemungkinan, sisndrom,
potensial peningkatkan terhadap, dan potensial komplikasi).

d. Jangan menuliskan masalah dengan kebutuhan atau simtom (oksigenasi.


Eliminasi, istirahat, sesak, gelisah, nadi meningkat, dan lain-lain).

e. -Jangan membuat singkatan yang tidak umum.

4. Kemungkinan Penyebab

a. Tulislah kemungkinan penyebab yang sesuai dengan kelompok data sub-


jektif atau data objektif.

b. Jangan sekali-kali Anda menuliskan kemungkinan penyebab yang tidak


teridentifikasi dalam DS atau DO.

c. Bila Anda temukan kemungkinan penyebab lebih dari satu, pilih kemungk-
inan penyebab yang paling utama.

d. Pastikan bahwa kemungkinan penyebab memang ada hubungan sebab


akibat dengan masalah yang terjadi dan didukung dengan data-data yang
memadai.

14
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Nah, untuk lebih meningkatkan pemahaman Anda , kita cermati contoh-con-


toh analisa data di bawah ini:

1) CONTOH ANALISIS DATA MASALAH KEPERAWATAN AKTUAL

PENGELOMPOKAN KEMUNGKINAN
TANGGAL/JAM MASALAH
DATA PENYEBAB

DS :
Perut terasa mel-
ilit setelah makan
makanan yang pedas,
4 Juli 2013
mencret 8x/hari. Makan makanan
jam: 10.30 Diare
DO : yang mengiritasi
WITA
Bab cair ada ampas,
tidak ada darah,
Bising usus 10x/
menit,nada tinggi.

Tabel 4. Analisis Data Masalah Keperawatan Aktual

2) CONTOH ANALISIS DATA MASAlAH KEPERAWATAN RISIKO/RISIKO


TINGGI

PENGELOMPOKAN KEMUNGKINAN PENYE-


TANGGAL/JAM MASALAH
DATA BAB

DS :-
Status neonatus Risiko hipotermi
DO :
4-7-2013/10.30 Berat badan lahir
WITA 3000 gr
Lahir aterm
Usia 1 hari

DS : -
DO : Status neonates prematur
Risiko tinggi
Berat badan lahir
hipotermi
1900 gr
Lahir premature
Usia 1 hari

Tabel 5. Analisis Data Masalah Keperawatan Risiko/Risiko Tinggi

15
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

3) CONTOH ANALISIS DATA MASALAH KEPERAWATAN KEMUNGKINAN

PENGELOMPOKAN KEMUNGKINAN
TANGGAL/JAM MASALAH
DATA PENYEBAB

DS : -
DO :
- Terpasang infus
Kemungkinan
ditangan kanan
Terpasang infuse ditangan kurangnya per-
4-7-2013/10.30 WITA - Tekanan darah 9060
kanan awatan diri:
mmHg
makan
- Nadi 88x/menit
- Suhu 37 derajat
celcius

Tabel 6. Analisis Data Masalah Keperawatan Kemungkinan

4) CONTOH ANALISIS DATA MASALAH KEPERAWATAN SEJAHTERA

PENGELOMPOKAN KEMUNGKINAN
TANGGAL/JAM MASALAH
DATA PENYEBAB

DS : Saya
bersyukur anak
saya lahir den-
gan selamat,
saya ingin
merawatnya
sendiri dengan
baik.
DO : Potensial meningkat
4-7-2013/10.30 WITA
- P1-1A0 peran menjadi orang tua.
- Lahir spontan per-
vagina
- TFU 1 jari bawah
pusat
- Lokhea rubra
- Perineum AS
7-8,BB 3000 g, PB
50 cm

16
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Tabel 7. Analisis Data Masalah Keperawatan Sejahtera

5) CONTOH ANALISIS DATA MASALAH KEPERAWATAN SINDROM

KEMUNGKINAN
TANGGAL/JAM PENGELOMPOKAN DATA MASALAH
PENYEBAB
DS : -

DO :

- GCS 11

- Aktivitas mandi, berpa-


kaian, berhias, makan, Penurunan Sindrom kurang
4-7-2013/10.30 WITA
minum, dan toileting kesadaran perawatan diri
tergantung penuh.

- Kuku panjang, rambut


tidak tersisir, bibir pecah-
pecah, bau mulut tidak
sedap.

Tabel 8. Analisis Data Masalah Keperawatan Sindrom

6) CONTOH ANALISIS DATA MASALAH KOLABOTARIF

PENGELOMPOKKAN KEMUNGKINAN
TANGGAL/JAM MASALAH
DATA PENYEBAB

DS :
Saya takut gulan-
ya tambah tinggi
kalau makan
terlalu banyak,
jadi saya habiskan PK : Hipoglike-
4-7-2013/10.30 WITA
hanya porsi. mia
- Saya juga rutin olahraga
15 menit/hari.
DO :
- GDA 160 mg%
- GDP 100 mg%

Tabel 9. Analisis Data malasalah Kolaboratif

17
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Bagaimana, apakah Anda dapat memahami contoh-contoh analisa data diatas?,


baiklah mari kita lanjutkan pemaparan berikut ini

CONTOH FORMAT DAFTAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN/ MASALAH KO-


LABORATIF BERDASARKAN URUTAN PRIORITAS

DIAGNOSIS KEPERAWATAN MA-


NO TANGGAL/PUKUL PARAF
SALAH KOLABORATIF

Table 10. Contoh format diagnose keperawatan/masalah kolaboratif berdasar-


kan urutan prioritas

Bagaimana cara mengisi format tersebut?


Baiklah mari kita cermati petunjuk di bawah ini

PEDOMAN PENGISIAN FORMAT DIAGNOSA KEPERAWATAN/ MASALAH


KOLABORATIF

1. Nomor

a. Tulislah nomor urut dari diagnose keperawatan / masalah kolaboratif yang


Anda rumuskan

b. Nomor urut menAndakan adanya urutan prioritas

2. Tanggal/jam

- Tulislah tanggal, bulan, tahun, dan jam waktu diagnosa itu dirumuskan

3. Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaboratif

a. Tulislah diagnose keperawatan/ malasalah kolaboratif Anda sesuai dengan


masalah yang sudah teridentifikasi dalam analisa data

18
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

b. Jangan sekali-kali menggunakan masalah atau redaksi masalah yang ber-


beda dengan redaksi masalah yang sudah teridentifikasi dalam analisa
data.

c. Untuk tipe diagnosa keperawatan aktual, tulislah dalam formulasi PES.

d. Untuk tipe diagnosa keperawatan risiko,risiko tinggi,dan kemungkinan,tu-


lislah dalam formulasi PE.

e. Untuk tipe diagnosa keperawatan sindrom dan sejahtera, tulislah dalam


formulasi P atau PE.

f. Gunakan singkatan ybd untuk menghubungkan antara problem dan eti-


ologi, yang artinya yang berhubungan dengan .

g. Gunakan sngkatan dd untuk menghubungkan antara etiologi dan sin-


drom, yang artinya ditAndai dengan

h. Gunakan singkatan st untuk menghubungkan antara etiologi kedua den-


gan etiologi utama, yang artinya sekunder terhadap.

i. Tulislah 1-3 simptom hanya untuk simptom yang paling utama (pada um-
umnya masuk dalam kategori batasan karakteristik mayor) pada masalah
keperawatan aktual.

j. Gunakan singkatan PK untul label masalah kolaboratif , yang artinya po-


tensial komplikasi .

4. Paraf

- Tuliskan paraf dan nama terang.

Nah, demikian petunjuk pengisian format daftar diagnosis keperawatan/ ma-


salah kolaboratif berdasarkan urutan prioritas, selanjutnya, mari kita cermati
beberapa Contoh penulisan diagnosa keperawatan dan masalah kolaboratif
yang diambil dari contoh analisis data di atas :

1). CONTOH DIAGNOSIS KEPERAWATAN AKTUAL

19
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

DIAGNOSIS KEPERAWATAN /MASALAH


NO TANGGAL/JAM PARAF
KOLABORATIF
1. 4-7-2013/10.30 Diare yang b/d makan makanan yang men-
wita giritasi dd Bab cair ada ampas 8x/hari
Tabel 11. Contoh Diagnosis Kperawatan Aktual

2). CONTOH DIAGNOSIS KEPERAWATAN RISIKO/RISIKO TINGGI

DIAGNOSIS KEPERAWATAN
NO TANGGAL/JAM PARAF
MASALAH KOLABORATIF
1. 4-7-2013/10.30 Risiko hipotermi yang b/d status neonatus
wita
Risiko tinggi hipotermi yang b/d status neo-
natus prematur

Tabel 12. Contoh Diagnosis Keperawatan Risiko/Risiko Tinggi

3). CONTOH DIAGNOSIS KEPERAWATAN KEMUNGKINAN

DIAGNOSA KEPERAWATAN/
NO TANGGAL/JAM PARAF
MASALAH KOLABORATIF

4-7-2013/10.30 Kemungkinan kurang perawatn diri : makan


1 WITA yang b/d infus terpasang di tangan kanan

Tabel 13. Contoh Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

4). CONTOH DIAGNOSIS KEPERAWATAN SEJAHTERA

TANGGAL/ DIAGNOSA KEPERAWATAN/MASALAH


NO PARAF
PUKUL KOLABORATIF

1 4-7-2013/10.30 Potensial terhadap peningkatan peran men-


WITA jadi orang tua

Tabel 14. Contoh Diagnosis Keperawatan Sejahtera

20
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

5) CONTOH DIAGNOSIS KEPERAWATAN SINDROM

DIAGNOSA KEPERAWATAN/MASALAH
NO TANGGAL/JAM PARAF
KOLABORATIF
1 4-7-2013/10.30 Sindrom kurang perawatan diri
WITA

Tabel 15. Contoh Diagnosis Keperawatan Sindrom

7) CONTOH MASALAH KOLABORATIF

DIAGNOSA KEPERAWATAN/MASALAH
NO TANGGAL/JAM PARAF
KOLABORATIF
1 4-7-2013/10.30 PK : Hipoglikemia
WITA

Tabel 16. Contoh Masalah Kolaboratif

Nah, sampai di sini uraian materi pembelajaran Kegiatan Belajar-3, secara garis
besar, tentulah Anda telah memahaminya. Namun, untuk lebih memantapkan
pemahaman Anda mengenai materi pembelajaran yang baru saja Anda pelajari,
bacalah secara cermat rangkuman berikut ini dan Untuk lebih mempelajari leb-
ih mendalam tentang tahapan berikutnya dalam proses keperawatan , silahkan
Anda melanjutkan pada Unit Kegiatan belajar berikutnya

21
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Rangkuman
Selamat, Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar-3 tentang Diagnosa Keper-
awatan, dengan demikian Anda sebagai perawat telah menguasai tentang
merumuskan diagnosa Keperawatan. Hal-hal penting yang telah Anda pelajari
dalam kegiatan belajar-3 ini adalah sebagai berikut :
1. Diagnosa Keperawatan merupakan suatu pertanyaan yang menggambarkan
respons manusia (keadaan sehat atau perubahan pola interaksi actual/potensi-
al ) dari individu atau kelompok tempat Anda secara legal mengidentifikasi dan
Anda dapat memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status keseha-
tan atau untuk mengurangi, menyingkirkan, atau mencegah perubahan.

2. Tujuan Diagnosis Keperawatan adalah memungkinkan Anda sebagai per-


awat untuk menganalisis dan mensintesis data yang telah dikelompokkan,
selain itu diagnosis keperawatan digunakan untuk mengidentifikasi masalah,
factor penyebab masalah, dan kemampuan klien untuk dapat mencegah atau
memecahkan masalah.

3. Langkah Langkah Menentukan Diagnosis Keperawatan yaitu Anda harus


melakukan klasifikasi Data, Kedua Anda harus membuat Interpretasi Data, ke-
tiga Anda harus Menentukan Hubungan Sebab Akibat, yang terakhir Anda ha-
rus Merumuskan Diagnosis Keperawatan, Perumusan diagnosis keperawatan
yang Anda buat didasarkan pada pola identifikasi masalah dan kemungkinan
penyebab.

4. Pernyataan diagnose keperawatan menggunakan pola P + E + S

5. TIpe diagnose keperawatan terdiri dari : Pertama, Diagnosis Keperawatan


Aktual , Kedua, Diagnosis Keperawatan Risiko/Risisko Tinggi, Ketiga, Diagnosis
Keperawatan Kemungkinan , Keempat, Diagnosis Keperawatan Sindrom, Keli-
ma, Diagnosis Keperawatan Sejahtera

6. Masalah Kolaboratif merupakan komplikasi fisiologis yang diakibatkan oleh


patofisiologi, behubungan dengan pengobatan, dan situasi yang lain, tugas
Anda adalah memonitor untuk mendeteksi status klien, dan berkolaborasi
dengan tim medis.

22
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Test Formatif
Petunjuk:
Bacalah setiap butir soal berikut ini dengan cermat dan kerjakanlah terlebih dahu-
lu butir soal yang menurut Anda relatif lebih mudah. Usahakanlah untuk menger-
jakan semua butir soal Test Formatif. Waktu yang disediakan adalah 20 menit.
Apabila masih tersisa waktu, periksalah kembali lembar jawaban Anda, apakah
masih ada butir soal yang belum terjawab, selamat mengerjakan Test Formatif
dan sukses bagi Anda.

1. Diagnosa keperawatan merupakan keputusan klinis tentang individu dan kelu-


arga / komunitas yang berespon terhadap masalah kesehatan, dimana mem-
punyai manfaat sebagai berikut:

a. Memfasilitasi komunikasi antar perawat

b.Membantu perawat memfokuskan tindakan keperawatan mandiri

c.Memfasilitasi asuhan keperawatan yang komprehensif

d.Memudahkan dalam evaluasi klien

2. Dalam proses asuhan keperawatan, masalah klien dibedakan menjadi masalah


keperawatan dan masalah kolaborasi. Dimana masalah kolaborasi mempunyai
karakteristik sebagai berikut:

a. Intervensi kolaborasi lebih dominan

b.Perlu adanya intervensi medis


c.Masalah klien dapat diatasi cukup dengan intervensi keperawatan mandiri

d. Masalah klien merupakan potensial komplikasi

3.Pernyataan di bawah ini merupakan diagnosa keperawatan, diagnosa keper-


awatan yang mengacu pada kesejahteraan adalah, kecuali .

a.Efektif manajemen aturan terapiutik

b.Inefektif pola nafas

c.Menyusui efektif

d.Kesiapan dalam peningkatan tidur

23
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

4. penulisan diagnosa keperawatan yang benar adalah sebagai berikut :

a.Problem b.d etiologi d.d symtom

b.Ds Do b.d problem d.d etiologi

c.Problem b.d etiologi d.d DsDo

d.Problem b.d DsDo d.d symtom

5. Bapak B usia 56 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri dengan skala 5 dan
gatal disemua bagian tubuhnya, seluruh tubuh bapak B tampak menghitam
seperti memar. Tekanan darah 160/90 mmHg, RR 30 x/menit, S 37,1 C. Klien
tampak lemah, bapak B merasa cemas dengan kondisi dengan kesehatannya.
Masalah keperawatan utama yang muncul pada kasus diatas adalah

a. nyeri

b. ansietas

c. hipertermi

d.bersihan jalan nafas tidak efektif

6. Langkah pertama Menentukan Diagnosis Keperawatan yaitu

a. Melakukan klasifikasi Data,

b. Membuat Interpretasi Data,

c. Menentukan Hubungan Sebab Akibat

d. Merumuskan Diagnosis Keperawatan

7. Langkah kedua Menentukan Diagnosis Keperawatan yaitu

a. Melakukan klasifikasi Data,

b. Membuat Interpretasi Data,

c. Menentukan Hubungan Sebab Akibat

d. Merumuskan Diagnosis Keperawatan

8. Komplikasi fisiologis yang diakibatkan oleh patofisiologi, behubungan dengan


pengobatan, dan situasi yang lain

a. Masalah Keperawatan

b. Masalah Kesehatan

24
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

c. Masalah kolaboratif

d. Diagnosa Keperawatan

9. TIpe diagnose keperawatan terdiri dari :

a. Diagnosis Keperawatan Aktual

b.Diagnosis Keperawatan Risiko

c. Diagnosis Keperawatan Sejahtera

d. Diagnosis Keperawatan Kolaboratif

10. Karakteristik tentang data subjektif atau objektif sebagai pendukung diagno-
sis actual disebut

a. Problem

b. Etiologi

c. Simptom

d. Diagnosa

TUGAS

Berikut ini diberikan soal-soal tugas. Anda diminta mengerjakan di lembar kertas
tersendiri (tidak di dalam modul). Apabila semua soal tugas sudah selesai Anda
kerjakan, maka Anda diperkenankan untuk melanjutkan mempelajari materi, maka
Anda diperkenankan untuk melanjutkan mempelajari materi pembelajaran yang
diuraikan pada Kegiatan Belajar-4. Semoga Anda berhasil.

1) Lakukan analisis data terhadap hasil pengkajian yang saudara buat sebel-
umnya, minimal 5 analisis data.

2) Rumuskan diagnosis keperaatan/masalah kolaboratifnya.

3) Diskusikan dalam kelompok kecil (4-5 orang ) diagnosis keperawatan yang


telah saudara buat.

4) Tulislah kesimpulan dari diskusi yang saudara lakukan dalam kelompok


kecil.

25
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Bagaimana jawaban Anda? Tentunya ke empat soal tadi sudah selesai Anda
kerjakan. Jika belum, cobalah pelajari kembali materi yang masih kurang Anda
pahami dan jangan lupa kerjakan soal tugas yang belum selesai Anda kerjakan.
Apabila semua soal tugas sudah selesai Anda kerjakan, diskusikanlah dengan
fasilitator..

Bagaimana hasil jawaban Anda? Semoga semua jawaban Anda benar. Nah,
Selamat atas keberhasilan Anda. Apabila belum sepenuhnya berhasil atau belum
mencapai 80% benar, sebaiknya Anda pelajari kembali materi pembelajaran Ke-
giatan Belajar-3 terutama materi pembelajaran yang belum Anda pahami. Setelah
itu, cobalah kerjakan kembali soal tugas Kegiatan Belajar-3. Semoga kali ini Anda
dapat menyelesaikannya dengan benar.

Bagaimana? Apabila memang Anda telah berhasil menyelesaikan semua soal


tugas dengan benar atau setidak-tidaknya 80% benar, Anda diperkenankan un-
tuk mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-4.
Selamat Belajar dan Sukses mempelajari materi pembelajaran Kegiatan Belajar-4.

26
Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas