Anda di halaman 1dari 4

TUGAS Ujian Akhir Semester

Kapita Selekta Kewirausahaan

Oleh:

DWI WULAN SARI /135080300111010/ T06

DEPARTEMEN TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2017
Kreatifitas Dalam Berbisnis

UD. Merpati merupakan tempat usaha pengolahan rumput laut dibawah

binaan Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

UD. Merpati didirikan oleh ibu Nisrokhah pada tahun 2011. Ibu Nisrokhah merintis

usaha pengolahan rumput laut ini dilatar belakangi oleh penyediaan bahan baku

rumput laut yang melimpah di kawasan pulau Lombok dan juga karena usaha yang

dijalani sebelumnya tidak memberikan keuntungan seperti yang diharapkan. Pada

mulanya ibu Nisrokhah menjalani usaha pembuatan kue basah, namun karena

pesaing yang begitu banyak akhirnya ibu Nisrokhah berinisiatif untuk membuka

usaha pengolahan rumput laut. UD. Merpati memproduksi 4 macam olahan rumput

laut yaitu dodol rumput laut, manisan rumput laut, pilus kangkung rumput laut dan

kerupuk tahu rumput laut.

Modal atau dana yang digunakan oleh ibu Nisrokhah untuk menjalankan

usahanya berasal dari dana pinjaman, hal tersebut dilakukan ibu Nisrokhah karena

kondisi ekonomi yang tidak mencukupi untuk mendirikan usaha pengolahan rumput

laut. Dana pinjaman awal sebesar Rp 5.000.000,00.


UD. Merpati merupakan unit usaha yang bergerak dalam bidang industri

pengolahan hasil perikanan dengan hasil produksi berupa aneka macam produk

olahan E. cottonii yaitu dodol, manisan, pilus, dan kerupuk. Unit usaha ini

merupakan produsen, penjual sekaligus pemasok produk pembuatan makanan

olahan rumput laut ke 8 toko oleh oleh yang ada di Lombok. Usaha ini bisa

dibilang sudah cukup lama, saat ini sudah berjalan 5 tahun, selain proses

pembuatannya yang cukup rumit dan harus telaten ditengah banyaknya persaingan

antara pengusahapengusaha sejenis di wilayah Nusa Tenggara Barat dan

khususnya pulau Lombok.

UD. Merpati memproduksi dodol rumput laut yaitu 3 kali dalam satu minggu,

5 kali dalam seminggu untuk produksi manisan rumput laut dan 1 kali dalam 1

minggu untuk produksi pilus rumput laut. Banyaknya produksi yang dilakukan yaitu

disesuaikan dengan banyaknya pesanan. UD. Merpati mempunyai 4 pegawai tetap

yang berdomisili tidak jauh dari tempat produksi. Dalam satu kali produksi dihasilkan

60 kotak produk dodol, 80 kotak produk manisan dan 20 bungkus produk pilus

rumput laut. Harga yang ditetapkan untuk produk dodol dan manisan yaitu Rp
12.000,00 per kotak dan Rp 10.000,00 untuk produk pilus per bungkusnya.

Keuntungan yang didapat memang tidak terlalu besar. Semakin banyaknya

persaingan dalam bisnis ini membuat UD. Merpati berusaha keras untuk bisa

membuat produk dengan ciri khas sendiri untuk dapat memperluas pasar. Produk

dari UD. Merpati ini masih dipasarkan secara lokal. Sistem pemasarannya juga

cukup mudah dikarenakan jarak tempuh antara tempat produksi dan tempat

penjualan bisa ditempuh dalam waktu 10 menit.

Dalam menjalankan suatu bisnis sangat diperlukan kreatifitas dimana hal ini

akan berdampak pada diterima atau ditolaknya suatu produk atau yang dipasarkan.

Kreatifitas diperlukan untuk dapat menghadapi para pesaing. Hal ini sudah

dibuktikan oleh UD. Merpati yang mana meskipun produk yang dipasarkan bukan

merupakan produk yang baru melainkan produk yang sudah ada dan dengan

dilakukan modifikasi sedikit pada proses pengolahan dan pengemasan sehingga

dapat menarik para pelanggan. UD. Merpati mengandalkan dari rasa yang

ditimbulkan oleh produk yang dipasarkan. Rasa yang berbeda dari produk para

pesaing. Hal ini sangat diperlukan dalam menjalankan suatu bisnis. Saat ini UD.

Merpati sedang berusaha untuk dapat memasarkan produk nya sampai keluar

daerah.

Demikian kisah motivatif yang bisa saya sampaikan. Kisah diatas


membuktikan bahwa dalam menjalankan suatu bisnis memerlukan sebuah
kreatifitas.