Anda di halaman 1dari 10

RUMAH SAKIT UMUM SIAGA MEDIKA PEMALANG

Jl. Perintis Kemerdekaan No. 1 Beji ( Gandulan ) Pemalang


Telp. (0284) - 324777, Fax. (0284) - 324111
Email: siagamedika.pml@gmail.com

KEPUTUSAN DIREKTUR RSU SIAGA MEDIKA PEMALANG


NOMOR : 274/RSMP-DIR/KEP/IX/2016

TENTANG
PANDUAN TRIAGE

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM SIAGA MEDIKA PEMALANG


Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan
pemenuhan kebutuhan bagi pasien di RSU Siaga Medika
Pemalang, maka diperlukan pengelolaan triage.
b. bahwa agar pengelolaan triage pasien dapat terlaksana
dengan baik, perlu adanya panduan skrining pasien sebagai
landasan bagi penyelenggaraan triage pasien.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan b diatas, perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Siaga Medika Pemalang.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2009
tentang Praktek Kedokteran.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009
tentang Kesehatan.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit.
4. Keputusan Direktur RSU Siaga Medika Pemalang Nomor:
273/RSMP-DIR/KEP/IX/2016 tentang Kebijakan Triage.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RSU SIAGA MEDIKA

2
PEMALANG TENTANG PANDUAN TRIAGE
KEDUA : Memberlakukan panduan triage sebagaimana terlampir sejak
ditetapkan
KETIGA : Apabila dikemudian hari terdapat kekurangan dan/atau
kekeliruan dalam Keputusan Direktur ini maka akan diadakan
perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Pemalang
Pada tanggal : 07 September 2016

DIREKTUR;
RSU SIAGA MEDIKA PEMALANG

dr. Ofi Dwi Antoro


NIK. 1311.21.1.00329

3
Lampiran : Keputusan Direktur RSU Siaga Medika Pemalang
Nomor : 274/RSMP-DIR/KEP/IX/2016
Tanggal : 07 September 2016

PANDUAN TRIAGE

BAB I
DEFINISI

1. Pengertian
Triage adalah suatu system pembagian/ kelasifikasi prioritas klien berdasarkan
berat ringannya kondisi klien/ yang memerlukan tindakan segera. Dalam Triage ,
perawat dan dokter mempunyai batasan waktu (Respon Time) untuk mengkaji
keadaan dan memberikan intervensi secepatnya yaitu 5 Menit

4
BAB II
RUANG LINGKUP

Panduan Triage ini berlaku pada pasien yang datang di Rumah Sakit Umum Siaga
Medika Pemalang.
1. Didalam rumah sakit
Semua pasien yang datang akan dilakukan Triage oleh dokter jaga atau perawat
yang kompeten untuk mendapatkan prioritas pelayanan yang sesuai dengan
kegawatdaruratannya .
2. Dalam keadaan bencana
Pasien yang datang dapat dari keadaan bencana baik dari dalam maupun dari
luar Rumah Sakit

Adapun bentuk yang ada di RSU Siaga Medika Pemalang :


a. Triage rutin atau sehari-hari
Memprioritaskan kasus-kasus yang benar-benar gawat darurat (True
Emergency) dengan tepat dan cepat (Live Saving).
b. Triage Disaster atau dalam keadaan bencana
Bila terjadi bencana baik dari dalam maupun dari luar Rumah Sakit dimana
pasien yang datang lebih dari 10 orang dalam waktu yang bersamaan, maka
criteria Triage berdasarkan kemungkinan hidup pasien yang lebih besar.

5
BAB III
TATA LAKSANA

Rumah sakit melaksanakan proses triase berbasis bukti dengan memprioritaskan


pasien sesuai dengan kegawatannya.

Triage di RSU Siaga Medika Pemalang menggunakan system labeling warna, pasien
ditentukan apakah gawat darurat, gawat tidak darurat, atau darurat tidak gawat atau
tidak gawat tidak darurat. Pasien yang telah di seleksi diberi label warna pada listnya,
sesuai dengan tingkat kegawatannya.

Adapun pemberian labeling warna sesuai dengan tingkat kegawatannya, sebagai


berikut :
1. Segera - Immediate (merah). Pasien mengalami cedera mengancam jiwa
yang kemungkinan besar dapat hidup bila ditolong segera.
2. Tunda Delayed (kuning). Pasien memerlukan tindakan definitive tetapi
tidak ada ancaman jiwa segera.
3. Minimal (hijau). Pasien mendapat edera minimal, dapat berjalan dan
menolong diri sendiri atau mencari pertolongan.
4. Expectant (hitam). Pasien mengalami cedera mematikan dan akan
meninggal meskipun mendapat pertolongan.

Triage dapat dibagi menjadi :


a. Triage dalam keadaan sehari-hari
1) Emergency (Label Merah)
Penderita gawat dan darurat.
Penderita ini harus mendapat pertolongan dengan prioritas penanganan
pertama.

6
Untuk pasien-pasien atau korban yang membutuhkan stabilisasi segera :
1) Syok oleh berbagai sebab

2) Gangguan pernafasan

3) Trauma kepala dengan penurunan kesadaran

4) Perdarahan eksternal masive

5) Gangguan jantung yang mengancam

6) Luka bakar > 50% atau luka bakar didaerah thoraks

2) Urgent (Label Kuning)


Pasien tidak gawat tapi darurat atau pasien darurat tidak gawat
Penderita ini harus mendapat pertolongan dengan prioritas penanganan
kedua
Untuk pasien/ korban yang memerlukan pengawasan ketat dan perawatan
dapat ditunda sementara seperti :
1) Pasien/ korban dengan resiko syok

a. Korban dengan gangguan irama jantung

b. Trauma abdomen berat

2) Fraktur multiple

3) Fraktur femur atau pelvis

4) Luka bakar luas

5) Gangguan kesadaran

6) Korban dengan status tak jelas


7
3) Non Urgent (Label hijau)
Penderita tidak gawat dan tidak darurat
Penderita ini mendapat prioritas penaganan ketiga
Untuk korban atau pasien yang tidak memerlukan pengobatan segera atau
pengobatan dapat ditunda.
1) Fraktur minor

2) Luka minor, luka bakar minor atau tanpa luka

3) Batuk pilek

4) Dll

4) Penderita sudah meninggal dunia (Label Hitam)

Untuk korban/ pasien yang sudah meninggal dunia.

b. Triage dalam keadaan Bencana


Bencana atau musibah masal adalah suatu keadaan dimana terjadi kecelakaan
atau bencana alam dan atau bencana yang dibuat oleh manusia yang
mengakibatkan penderita dalam jumlah banyak (>20 orang):
1) Label Merah
Penanda kelompok yang memerlukan pertolongan segera
2) Label Kuning
Penanda kelompok yang tidak memerlukan pengawasan ketat dan
perawatan sementara dapat ditunda
3) Label Hijau
Penanda kelompok korban yang tidak memerlukan pengobatan atau
pengobatan dapat ditunda
8
4) Label hitam
Penanda kelompok korban yang sudah meninggal dunia.
Initial Assesment (Penilaian Awal) Pasien yang masuk melalui IGD (Instalasi
Gawat Darurat) maupun poliklinik memerlukan penilaian dan pengelolaan
yang cepat dan tepat. Waktu berperan sangat penting, oleh karena itu
diperlukan cara yang mudah, cepat dan tepat. Proses awal ini dikenal dengan
initial assessment (Penilaian awal).

1) Triage IGD
Untuk di triage IGD petugas melakukan penilaian kesadaran dengan
menggunakan criteria AVPU :
A : Alert
V : Respon to verbal
P : Respon to pain
U : Unrespon

Penilaian awal ini intinya adalah


1. Primary Survey yaitu penanganan ABCDE dan resusitasi. Disini dicari
keadaan yang mengancam nyawa dan apabila menemukan harus dilakukan
resusitasi. Penanganan ABCDE yang dimaksud adalah :
A : Airway dengan control cervical
B : Breathing dan ventilasi
C : Circulation dengan control perdarahan
D : Disability, status neurologis dan nilai GCS
E : Exposure buka baju penderita tapi cegah hipotermi

9
Langkah selanjutnya harus dipertimbangkan pemakaian kateter urin (folly
catheter), Kateter lambung (NGT), pemasangan heart monitor dan
pemeriksaan laboratorium atau rontgen.

2. Secondary survey
Pemeriksaan teliti yang dilakukan dari ujung rambut sampai ujung kaki,
dari depan sampai belakang dan setiap lubang dimasukan jari (tub finger
in every orifice).
a. Anamnesis melalui pasien, keluarga atau petugas pra hospital yang
meliputi :
A : Alergi
M : Medikasi/ obat-obatan
P : Past illness/ penyakit sebelumnya yang menyertai
L : Last meal/ terakhir makan jam berapa bukan makan apa
E : Event/ hal-hal yang bersangkutan dengan sebab cedera
b. Pemeriksaan fisik, meliputi inspeksi, auskultasi, palpasi dan perkusi.
Periksa dengan teliti apakah ada perubahan bentuk, tumor, luka dan
sakit (BTLS). Pemeriksaan punggung dilakukan dengan log roll
(memiringkan penderita dengan tetap menjaga kesegarisan tubuh).
Cek tanda-tanda vital.

2.) Triage Poliklinik


a. Petugas melihat kondisi umum pasien;
b. Petugas melakukan anamnesa terhadap keluhan pasien pada saat itu, jika
ternyata ditemukan kondisi kegawat daruratan maka pasien diarahkan ke
IGD, jika tidak ditemukan kondisi tidak kegawat daruratan maka pasien
diarahkan ke poli yang dituju.

10
BAB IV
DOKUMENTASI

1. Form Assesmen Pasien IGD


2. SPO Triage.

11