Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TUMBUHAN
Pemisahan Pigmen Fotosintetik Daun Andong (Cordyline
fructicosa) pada Lingkungan Industri dan Lingkungan
Non Industri dengan Kromatografi Kertas

Oleh :
DINI LUKLUUM MAKNUN
15030204046

KELAS : PENDIDIKAN BIOLOGI A 2015

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
2017
A. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam praktikum ini adalah :
Bagaimana pigmen yang muncul pada daun tanaman andong (Cordyline
fructicasa) yang hidup di lingkungan industi dan non industri dengan
menggunakan kromatrografi kertas ?
B. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan percobaan ini adalah untukmengidentifikasi macam pigmen
Mengetahui dan mendeskripsikan pigmen yang muncul pada daun
tanaman andong (Cordyline fructicasa) yang hidup di lingkungan industi
dan non industri dengan menggunakan kromatrografi kertas.
C. Hipotesis
Terdapat perbedaan pigmen fotosintetik berbagai daun dari suatu tanaman
yang berbeda lingkungan yakni pada daun tanaman andong (Cordyline
fructicasa) yang hidup di lingkungan industi dan non industri..
D. Kajian Pustaka
a. Pigmen fotosintetik
Pigmen fotosintetik yang terdapat pada membrane internal atau
yang disebut dengan tilakoid yang dapat mengubah cahay matahari
menjadi energi kimia. Klorofil dan karotenoid merupakan pigmen
fotosintesis yang utama. Klorofil merupakan komponen kloroplas yang
utama dan kandungan klorofil relatif mempunyai kolerasi postif dengan
laju fotosintesis. Sintesis klorofil terjadi pada daun dan memerankan
fungsi sebagai penangkap cahaya matahari yang berbeda-beda jumlahnya
untuk setiap spesies. Sintesis klorofil dipengaruhi oleh berbagai faktor
sepeeti cahaya, gula atau karbohidrat, air temperature, faktor genetic,
unsur-unsur hara seperti N, Mg, Fe, Mn, Cu, Zn, S dan O (Firdaus, 2006).
Proses laju fotosintesis dan kandungan klorofil menjadi tolak ukur
pertumbuhan pada produksi tanaman. Klorofil merupakan pigmen yang
terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai
energi untuk reaksi-reaksi fotosintesis. Pigmen-pigmen tersebut
merupakan unit-unit fotosistem di dalam membrane tilakoid yang masing-
masing terdiri atas klorofil a sebagai pusat reaksi dikelilingi oleh molekul-
molekul antenna (Proklamaningsih, 2012).
Klorofil sebagai pigmen menjadi salah satu faktor yang
mempengaruhi kapasitas fotosintesis. Kandungan klorofil dapat berkurang
atau tidak berubah pada cengkaman kekeringan dan intensitasnya
bergantung pada tingkat stress dan durasi. Kandungan klorofil daun
merupakan indikator kemampuan fotosintesis jaringan tanaman. Cekaman
kekeringan tidak terlalu berpengaruh terhadap klorofil, namun pantulan
cahaya daun meningkat seiring dengan meningkatnya cekaman kekeringan
(Lakitan, 2007).
Pada umumya terdapat 3 macam pigmen yakni :
1. Klorofil merupakan zat hijau atau pemberi warna hijau pada
daun. Klorofil mempunyai peranan yang esensisal dalam prose
fotosintesis. Klorofil berperan sangat penting sebagai perangkat
penangkap energy sinar matahari yang dalam fotosintesis akan
menghasilkan ATP dan NADPH (Nafisatul, 2014).
2. Karotenoid merupakan suatu senyawa hidrokarbon, karatenoid
juga dapat disebut dengan xantofil. Pigmen karotenoid
merupakan salah satu sumber provitamin A yang sangat
menjanjikan, karena terbukti dapat dikonversikan menjadi
vitamin A oleh tubuh. Karotenoid juga dapat memberikan
warna jungga pada tanaman.
3. Antosianin merupakan pigmen alami yang aman digunakan
karena tidak mengandung logam berat. Antosianin mudah larut
dalam pelarut yang polae dan lebih stabil dalam kondisis asam
(Nafisatul, 2014).
Pigmen-pigmen tanaman biasanya dijumpai serta dalam vakuola.
Tipe-tipe plastid ialah kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
Kloroplas memiliki warna hijau sebagai akibat adanya pigmen
klorofil yang lebih banyak. Kromoplas berwarna kuning, jingga
atau merah karena pigme karotenoid. Leukoplas merupakan plastid
tanpa pigmen, biasanya terdapat pada jaringan yang tidak terkena
cahaya. (Salisbury, 1995)
Warna hijau ditimbulkan oleh klorofil yang terdapat di
dalam kloroplas. Dalam kloroplas juga dijumpai karotenoid yaitu
pigmen kuning sampai merah, akan tetapi di tutupi oleh klorofil.
Karotenoid akan tampak jika hanya terdapat sedikit atau tidak ada
korofil sama sekali. Untuk terjadinya peristiwa fotosintesis, energi
dalam bentuk electron yang tereksitasi pad berbagai oigmen harus
disalurkan ke pigmen ke pigmen pengumpul energi yang disebut
sebagai pusat reaksi. Terdapat dua macam pusat reaksi pada
membrane tilakoid, keduanya merupakan molekul klorofil a yang
berasosiasi dengan protein tertentu dan kmponen-komponen
membrane lainnya (Lakitan, 2007).
Pigmen pada membran tilakoid sebagian besar dari dua
jenis klorofil hijau, yakni klorofil a dan klorofil b, juga terdapat
pigmen kuning sampai jingga yang digolongkan sebagai
karotenoid. Ada dua macam karotenoid, yakni karotenoid
hidrokarbon murni dan xantofil yang mengandung oksigen.
Karotenoid tertentu juga ditemukan pada selimut kloroplas yang
memberinya warna kekuningan, sedangkan klorofil tidak dijumpai
pada selimut tersebut (Salisbury, 1995).
Pada dasarnya fungsi utama dari sejumlah pigmen tersebut
adalah untuk melindungi tumbuhan terhadap solarisasi dengan cara
menyerap kelebihan energi cahaya dan kemudian dilepas sebagai
karotenoid. Pigmen-pigmen yang lain dalam kloroplas
memindahkan energinya untuk perang kepada P700 atau P680.
Alasan ini karena klorofil b mengandung karotenoid dan sebagian
besar dari molekul-molekul klorofil a terkadang dinamai pigmen
pigmen antenna. Masing-masing di setel untuk menyerap panjang
gelombang tertentu dari cahaya secara paling efisien. Kemudian
energi yang diterima diteruskan kepada P700 dan P680. Hanya
P700 dan P680 teroksidasi manakala cahaya mengenal kloroplas
utuh. Karena peran redoks genting yang dilakukan, maka P700 dan
P690 disebut pigmen pusat reaksi (Salisbury, 1995).
Selain klorofil, didaalam kloroplas juga terdapat pigmen
karotenoid, antosianin dan fikobilin. Karotenoid mampu menyerap
cahaya biru kehijauan dan biru keunguan. Karotenoid mampu
menyerap cahaya biru kehijauan dan biru kekuningan. Karotenoid
memantulkan cahaya merah, jingga dan kuning. Karotenoid ini
banyak ditemukan pada bunga, buah dan sayuran. Antosianin dan
fikobilin merupakan pigmen merah dan biru. Antosianin banyak
ditemukan pada bunga. Fikobilin banyak ditemukan pada
kelompok ganggang merah dan Cyanobacteria (Firdaus, 2006).
Daun sebagai organ fotosintetik memiliki bermacam-
macam pigmen aseptor elektron yang mendukung proses
fotosintesis. Sehingga untuk melihat macam pigmen harus
dilakukan ekstraksi jaringan daun, kemudian dilakukan pemisahan.
Dengan menggunakan pengembang yang sesuai untuk bermacam-
macam pigmen, maka dapat dikelompokkan molekul menurut
besar kecilnya ukuran. Molekul tersebut akan merambat naik
dalam kertas kromatografi dan menjadi terpisah-pisah. Beberapa
kelompok pigmen ada yang dapat dilihat dengan mata biasa, dan
juga ada beberapa senyawa pigmen yang dapat dilihat dengan
bantuan larutan penyemprot bercak dan dilihat dibawah lampu UV
(Suyitno, 2008).

E. Variabel Penelitian
Variabel manipulasi : kondisi lingkungan industri dan non industri
Variabel kontrol : jenis tanaman (andong), jenis dan volume alkohol
Variabel respon : pigmen fotosintetik daun andong
F. Definisi Operasional Variabel
1. Variabel manipulasi merupakan variabel yang sengaja dimanipulasi
dalam suatu kondisi tertentu. Variabel manipulasi berpengaruh pada
perubahan variabel yang lain yakni variabel respon. Variabel
manipulasi pada praktikum ini adalah kondisi lingkungan industri dan
non industri. Lingkungan industri merupakan kondisi lingkungan yang
berada di sekitar wilayah perindustrian dalam hal ini sampel diambil
dari area industri di kawasan berikat Ngoro Industi Persada di daerah
Mojokerto. Lingkungan ini terindikasi tercemar karena banyak polutan
dan limbah yang dihasilkan dari industri-industri tersebut sehingga
akan mempengaruhi aktivitas ekosistem di daerah industri khususnya
pada proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang hidup di
lingkungan tersebut. Sedangkan lingkungan yang non industri
merupakan lingkungan yang tidak tercemar dan jauh dari kawasan
penghasil polutan dan limbah.
2. Variabel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat
konstan sehingga pengaruh variabel terhadap variabel yang diamati
tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol
pada praktikum ini adalah jenis tanaman (andong), jenis dan volume
alkohol 95%.
3. Variabel respon merupakan variabel yang berubah sebagai hasil akibat
dari perubahan variabel manipulasi. Variabel respon pada praktikum
ini adalah kadar klorofil. Terdapat 3 macam kadar klorofil yakni kadar
klorofil a, kadar klorofil b dan kadar klorofil total.

G. Alat dan Bahan


Alat-alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah :
1. Backer gelas 1 buah
2. Klip penjebit kertas 1 buah
3. Statif 1 buah
4. Cawan petri 1 buah
5. Kertas saring secukupnya
6. Filtrat daun tanaman andong secukupnya
yang hidup di lingkungan
industri dan non industri
H. Rancangan Percobaan

Daun

-Menimbang sebanyak 1 gram


-Memotong kecil-kecil

Potongan Daun

-Menggerus dalam mortal porselin hingga


halus
-Mengekstraksi dengan 50 ml alkohol 95%

Ekstrak
-Menyaring sampai volume akhir sebanyak
100 ml
Filtrat
- Menuangkan ke dalam wadah

- Mengambil kertas saring dan menjepit


salah satu ujungnya menggunkaan
penjepit kertas pada statif
- Mencelupkan bagian ujung kertas saring
lainnya ke dalam estrak klorofil
- Mebiarkan kertas saring tergantung
sampai terlihat pemisahan pigmen

Mengamati
warna pigmen
pada kertas
saring
I. Langkah Kerja
1. Menimbang 0,5 gram daun tanaman andong yang masih segar dan
memotongnya menjadi kecil-kecil.
2. Menggerus potongan-potongan tersebut dengan menggunakan
lumpang porselin sampai halus.
3. Mengekstrak gerusan daun tersebut dengan alcohol 100 ml konsentrasi
95 %.
4. Menyaring ekstrak tersebut dengan menggunakan kertas saring hingga
volume 50 ml (Menambahkan alkohol apabila filtrat tidak mencapai
volume 50 ml).
5. Menuang masing-maisng cairan ekstrak ke dalam gelas yang berbeda.
6. Mengambil kertas saring dan menjepit salah satu ujungnya dengan
menggunakan penjepit kertas.
7. Mencelupkan bagian ujung kertas saring lainnya ke dalam ekstrak
klorofil daun yang hidup di lingkungan industri dan non industri,
kemudian membiarkan kertas saring tersebut tergantung untuk
beberapa lama, sampai terlihat pemisahan pigmen yang terkandung di
dalamnya.
8. Memerhatikan ada berapa pigmen yang dapat diperoleh melalui
ekstrak daun muda tersebut.

J. Rancangan Tabel Pengamatan


Pada praktikum ini, diperoleh data bahwa daun andong yang hidup
di lingkungan industri dan non industri. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Pemisahan pigmen daun andong yang hidup di lingkungan
industri dan non industri
Perbedaan Warna yang Muncul pada Pigmen Fotosintesis
Jenis Daun
Lingkungan Kromatografi Kertas

Hijau Klorofil
Industri Antosianin
Ungu
Andong
Hijau Klorofil
Non Industri Antosianin
Ungu
K. Rencana Analisis Data
Terdapat berbagai macam pigmen daun tanaman andong yang
hidup di lingkungan industri dan non industri yaitu diantaranya adalah
mengandung pigmen klorofil dan antosianin.
L. Hasil Analisis Data
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dengan menggunakan
bahan berupa daun tanaman andong yang hidup di lingkungan industri dan
non industri pada nodus ke tiga.
Ekstrak daun tanaman andong yang hidup di lingkungan industri
dan daun tanaman andong yang hidup di lingkungan non industri
menunjukkan adanya perbedaan warna. Warna ekstrak daun tanaman
andong yang hidup di lingkungan non industri lebih hijau daripada warna
ekstrak daun tanaman andong yang hidup di lingkungan industri.
Ekstrak dari larutan klorofil tersebut terlihat berwarna hijau.
Setelah didapatkan ekstrak, maka dilakukan penyaringan dengan
menggunakan kertas saring. Kemudian menuangkan cairan ekstrak
kedalam cawan petri dan memberi tanda pada cawan petri sesuai
lingkungan hidup daun andong. Uji kandungan klorofil dilakukan dengan
kertas saring yang digantungkan dengan penjepit pada benang yang telah
diikatkan ke statif. Teknik tersebut disebut dengan teknik kormatografi.
Daun tanaman andong (Cordyline fructicasa) baik yang hidup di
lingkungan industri maupun non industri pada saat dilakukan uji
kromografi sama-sama menghasilkan warna yang mucul yaitu hijau yang
mengindikasikan adanya pigmen fotosintetik klorofil dan warna ungu
mengindikasikan adanya pigmen antosianin.
Pada umumnya daun tanaman andong memiliki pigmen yang
hampir sama dengan tanaman yang lainnya. hanya saja pada praktikum ini
tidak muncul warna kuning yang artinya daun andong tersebut tidak
mengandung pigmen karetenoid
Pada dasarnya pigmen dapat dibagi menjadi 3 bagian beserta
fungsinya yakni
1. Klorofil merupakan zat hijau atau pemberi warna hijau pada
daun. Klorofil mempunyai peranan yang esensial dalam proses
fotosintesis. Klorofil berperan penting sebagai perangkat
penangkap energi sinar matahari yang dalam fotosintetis akan
menghasilkan ATP dan NADPH (Anggarwulan, 2007).
2. Karotenoid merupakan suatu senyawa hidrokarbon, karotenoid
juga disebut dengan xantofil. Pigmen karotenoid merupakan
salah satu sumber provitamin A yang sangat menjanjikan
karena terbukti dapat dikonversikan menjadi vitamin A oleh
tubuh. Karotenoid juga dapat ,memberi warna jingga pada
tanaman.
3. Antosianin merupakan pigmen alami yang aman digunakan
karena tidak mengandung logam berat. Antosianin mudah larut
didalam pelarut polar dan lebih stabil dalam kondisi asam
(Kristiana, 2013). Warna pigmen antosianin dapat dibagi
menjadi tiga berdasarkan kondisi lingkungannya. Apabila
lingkungan menunjukan kondisi yang terlalu asam maka
pigmennya akan berubah menjadi merah apabila lingkungan
basa, maka akan menghasilkan pigmen biru sedangkan pada
kondisi netral maka akan berwarna ungu.

M. Simpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan
bahwa pigmen fotosintetik pada daun tanaman andong yang hidup di
lingkungan industri dan non industri memiliki pigmen fotosintetik yang
sama yakni klorofil a dan antosianin yang ditunjukkan dengan adanya
warna hijau dan ungu.
N. Daftar Pustaka

Ai, N.S. 2012. Evolusi Fotosintesis pada Tumbuhan Ilmiah Sains. 12(2).
28-34
Firdaus, L.N. 2006. Fisiologi Tumbuhan. Pusat Pengembangan Pendidikan
Riau: Universitas Riau Press

Lakitan, Benyamin. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:


Raja Grafindo Persada

Nafisatul, Nur. 2014. Pemisahan pigmen dalam Daun dan Penetapan


Kandungan Klorofil. Jember : Fakultas Pertanian Universitas Negeri
Jember

Salisbury, Fb, Ross Wc. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Bandung,


Indonesia: ITB Press

Suyitno. 2008. Modul Praktikum Analisis Klorofil/Pigmen Fotosintesis.


Yoyakarta : UNY Press

Proklamsiningsih, E, dkk. 2012. Laju Fotosintesis dan Kandungan Klorofil


Kedelai pada Media Tanam Masam dengan Pemberian Garam
Aluminium. Agotrop
Rahayu, Yuni Sri dan Yuliani. 2017. Petunjuk Praktikum Fisiologi
Tumbuhan. Surabaya: Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan
Biologi FMIPA Unesa
LAMPIRAN

Pembuatan ekstrak andong dengan Pembuatan filtrate dengan

penggerusan 0,5 gram daun + 50 ml menyaring ekstrak menggunkaan

alkohol 95% kertas saring

Filtrat yang diperoleh pada daun


Proses kormatografi pada daun
andong yang hidup di lingkungan
andong
industri dan non industri

Daun di lingkungan industri memiliki pigmen klorofil dan antosianin,


bagitu juga daun di lingkungan non industri juga memiliki pigmen
klorofil dan antosianin