Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman

1. Subjektif:
Pasien perempuan datang dengan keluhan nyeri di kaki sebelah kanan sekitar 1 minggu yang lalu, awalnya merah kemudian membengkak,
awalnya kecil dan menyebar diseluruh kaki bagian bawah, batasnya tidak jelas. Luka tersebut tidak sembuh tetapi justru membengkak dengan
cepat. Luka tersebut bila ditekan atau di pegang terasa nyeri, kaki pasien tampak bengkak kemerahan dan terasa panas. Benjolan berisi air
disangkal. Keluhan tersebut disertai dengan mual dan muntah 3 hari ini. Panas badan tinggi dan nyeri kepala. BAK sering disangkal,
penurunan BB disangkal. Riwayat DM disangkal. Pasien seorang ibu rumh tangga.
2. Objektif:
Hasil pemeriksaan fisik
KU : Lemah
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : 456
Vital Sign :
TD : 150/90 RR : 22x/menit BB : 70kg
N : 92x/menit t : 39,3 C TB : 160cm
Jantung:
Iktus cordis tampak pada ICS V midclavicular line sinistra, Iktus cordis teraba di ICS midclavicular line sinistra, kuat angkat, Batas kanan
jantung di ICS IV parasternal line dextra, Batas kiri jantung di ICS V midclavicular line sinistra, S1 S2 tunggal, S3 S4 sulit dievaluasi
Paru
Simetris, Fremitus TDE, Sonor dikedua lapang paru, Vesikuler +/+, Rhonki : -/-, Whezing : -/-
Abdomen
Bentuk rata, Kulit dalam batas normal, Bising usus (+) normal, Hipertimpani di regio epigastrium, nyeri (-), hepar/lien tak teraba, ginjal
tak teraba, Nyeri ketok ginjal(/-)
Ekstremitas :
Regio pedis dextra terdapat makula eritematous cerah, batas tidak jelas, dengan tepi luka yang tidak rata, nyeri tekan dan bengkak

pada daerah sekitar luka teraba hangat.

Hasil Pemeriksaan Penunjang


Leukosit 26.200, GDA : 270
3. Assessment
Diagnosa Selulitis pedis dextra dengan diabetes melitus tipe II ditegakkan karena ditemukan :
Anamnesis: nyeri di kaki sebelah kanan sekitar 1 minggu yang lalu, awalnya merah kemudian membengkak, awalnya kecil dan menyebar
diseluruh kaki bagian bawah, batasnya tidak jelas. Luka tersebut tidak sembuh tetapi justru membengkak dengan cepat. Luka tersebut bila
ditekan atau di pegang terasa nyeri. Panas badan tinggi, mual dan muntah.
Pemeriksaan fisik: suhu 39,3 C, Regio pedis dextra terdapat makula eritematous cerah, batas tidak jelas, dengan tepi luka yang tidak rata,
nyeri tekan dan bengkak pada daerah sekitar luka teraba hangat.
Pemeriksaan penunjang: Leukosit 26.200, GDA : 270
Hal ini sesuai dengan gejala selulitis itu sendiri biasanya didahului oleh gejala sistemik seperti demam, menggigil, dan malaise. Daerah yang
terkena terdapat 4 kardinal peradangan yaitu rubor (eritema), color (hangat), dolor (nyeri) dan tumor (pembengkakan). Faktor predisposisi
terjadinya selulitis salah satunya adalah diabetes melitus. Lokasi selulitis pada orang dewasa paling sering di ekstremitas karena
berhubungan dengan riwayat seringnya trauma di ekstremitas. Pada pemeriksaan darah tepi selulitis terdapat leukositosis (15.000-400.000)

Gejala dan tanda Selulitis


Gejala prodormal : Demam, malaise, nyeri sendi dan menggigil
Daerah predileksi : Ekstremitas atas dan bawah, wajah, badan dan
genitalia
Makula eritematous : Eritema cerah
Tepi : Batas tidak tegas
Penonjolan : Tidak terlalu menonjol
Vesikel atau bula : Biasanya disertai dengan vesikel atau bula
Edema : Edema
Hangat : Tidak terlalu hangat
Fluktuasi : Fluktuasi
4. Planning
Diagnosis: Selulitis pedis dextra dengan susp DM type II
Pengobatan: IVFD RL 20 tpm, Inj. Ceftriaxone 2 x 1g, Inj Anteain 3x 1 amp, Inj. Ranitidine 2x1 amp, Inj. Ondansetron 2 x 8mg , Paracetamol
3x500mg.
Konsultasi: Dijelaskan secara rasional tentang penatalaksanaan yang dilakukan.
Rujukan: Pada pasien ini dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam
Kontrol:
Kegiatan Periode Hasil yang diharapkan
- Edukasi gejala klinis, diagnosis, - Pasien Rawat Inap - Timbul kesadaran pasien tentang
penyebab, faktor resiko, dan pengobatan penyakit yang diderita
serta merujuk pasien ke bagian Spesialis
penyakit dalam agar mendapatkan
penatalaksanaan lebih lanjut