Anda di halaman 1dari 34

PESC (PNB ENGINEERING SCIENTIFIC COMPETITION) 2017

Penggunaan Cangkang Kelapa Sawit dan Ground Granulated Blast


Furnace Slag sebagai campuran Beton Ringan Mutu Tinggi

OLEH:

MAKABON
Moh. Gama Subarkah 1606951001
Gina Fairuz 1606950970
M. Rifandy Fadhillah 1606951014

UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, JAWA BARAT
2017
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul : Penggunaan Cangkang Kelapa Sawit dan
Ground Granulated Blast Furnace Slag sebagai
campuran Beton Ringan Mutu Tinggi
2. Nama Perguruan Tinggi : Universitas Indonesia
3. Nama Tim : Makabon
4. Ketua Tim
a. Nama Lengkap : Moh. Gama Subarkah
b. Tahun Angkatan : 2016
c. Alamat Rumah : Jalan KH Hasbullah No 111 RT/RT 03/09,
Kampung Mekarsari, Garut-Jawa Barat
d. No. Hp : 081318160275
e. Alamat E-mail : mogasoe@gmail.com
5. Anggota Tim
a. Nama Anggota Tim ke-1 : Gina Fairuz
NIM : 1606950970
Tahun Angkatan : 2016
b. Nama Anggota Tim ke-2 : M. Rifandy Fadhillah
NIM : 1606951014
Tahun Angkatan : 2016
6. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar : Nuraziz Handika
NUP : 041203026
Alamat Rumah : Jalan Pangkalan Jati VI. No.36 RT 005 RW 05.
Kec. Makassar Kel. Cipinang, Melayu, Jakarta
Timur, 13620
No. Hp : 081381473262
b. Nama Lengkap dan Gelar : Imam Jauhari Maknum
NUP : 041103032
Alamat Rumah : Jalan Juragan Sinda Raya no.26 A, Kukusan,
Beji, Depok, 16424
No. Hp : 081213148961
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini. Penulisan makalah
ini dibuat dalam rangka mengikuti kegiatan Lomba Beton Nasional PESC (PNB
ENGINEERING SCIENTIFIC COMPETITION) yang diselenggarakan oleh para
mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali yang bertema High Strength
Lightweight Concrete. Kami menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak, makalah ini tidak akan dapat diselesaikan tepat waktu. oleh karena
itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr.Dipl.-Ing. Nuraziz Handika, ST., MT., M.Sc. selaku dosen pembimbing satu
yang telah menyediakan waktu, tenaga serta pikiran beliau untuk mengarahkan
kami dalam penulisan makalah ini
2. Dr.Imam Jauhari Maknum, ST., MT., M.Sc. selaku dosen pembimbing dua
yang telah menyediakan waktu, tenaga serta pikiran beliau untuk mengarahkan
kami dalam penulisan makalah ini
3. Para Laboran di laboratorium Struktur dan Material Fakultas Teknik UI yang
telah menyediakan waktu, tenaga, serta pikiran untuk membantu kami dalam
melakukan penelitian.
4. Orang tua dan keluarga kami yang telah memberikan dukungan moral serta
material untuk kegiatan lomba ini.
5. Teman-teman Departemen Teknik Sipil 2015, Ikatan Mahasiswa Sipil FTUI
dan Cartala FTUI dan lain-lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu
persatu.Terima kasih karena telah banyak membantu kami dalam melakukan
penelitian dan penyusunan makalah ini.
Akhir kata kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
material. Masyarakat menjadi lebih mengenal mengenai beton ringan mutu tinggi
dan pentingnya inovasi beton ringan mutu tinggi dalam mendukung laju pesatnya
pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Penulis,
Agustus 2017
DAFTAR ISI

HALAMAN MUKA MAKALAH


LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
1.3 Tujuan ........................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ......................................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA BETON RINGAN MUTU TINGGI .............. 4
2.1 Beton Ringan Mutu Tinggi ........................................................................... 4
2.2 Semen ............................................................................................................ 4
2.3 Agregat Ringan ............................................................................................. 4
2.4 Air ................................................................................................................. 5
2.6 Faktor Air Semen .......................................................................................... 5
2.7 Admixture dan Aditif .................................................................................... 6
2.7.1 Superplasticizer .................................................................................... 6
2.7.2 Ground Granulated Blast Furnace Slag................................................ 6
2.7.3 Fly Ash ................................................................................................. 6
2.8 Cangkang Kelapa Sawit (Oil Palm Shell) ..................................................... 6
2.8.1 Spesifikasi Agregat OPS ...................................................................... 7
2.8.2 Treatment OPS ..................................................................................... 8
BAB III METODOLOGI .................................................................................... 9
3.1 Pemilihan Material ........................................................................................ 9
3.1.1 Persiapan Material ................................................................................ 9
3.1.2 Properti Material .................................................................................. 10
3.1.2.1 Material Utama......................................................................... 10
3.1.2.2 Material Tambahan .................................................................. 10
3.2 Pengujian Material ........................................................................................ 11
3.3 Perencanaan Mix Design .............................................................................. 11
3.4 Metode Pembuatan Beton ............................................................................. 12
3.5 Metode Perawatan Beton .............................................................................. 13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 14
4.1 Data Pengujian Material ................................................................................ 14
4.2 Mix Design .................................................................................................... 14
4.3 Rincian Biaya per m3 .................................................................................... 18
4.4 Hasil Uji meliputi Berat Beton, Bacaan Dial dan Kuat Tekan ..................... 19
4.5 Pembahasan serta pemanfaatan ari inovasi beton yang dibuat ..................... 19
BAB V PENUTUP .............................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1 Dokumentasi Kegiatan
LAMPIRAN 2 Hasil Uji Tekan Beton dari Laboratorium
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jenis Agregat Ringan yang dipilih Bedasarkan Tujuan Konstruksi
Tabel 2.2 Ekspetasi Produksi Minyak Kelapa Sawit 2016
Tabel 2.3 Spesifikasi Agregat OPS Berdasarkan Percobaan
Tabel 3.1 Proporsi Campuran
Tabel 4.1 Data Pengujian Material
Tabel 4.2 Fraksi Volume Agregat Kasar yang Disarankan
Tabel 4.3 Estimasi Pertama Kebutuhan Air Pencampuran dan Kadar Udara
Beton Segar Bedasarkan Pasir dengan 35% Rongga Udara
Tabel 4.4 Rasio W/(c+p) untuk beton dengan superplasticizer
Tabel 4.5 Komposisi Campuran Beton
Tabel 4.6 Rencana Anggaran Biaya
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Cangkang Kelapa Sawit


Gambar 3.1 Diagram Alir Pembuatan Benda Uji
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Dokumentasi Kegiatan


Lampiran 2 Hasil Uji Tekan Beton dari Laboratorium
BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Perkembangan zaman telah mengubah cara berfikir manusia dalam
berinovasi dan berkreatifitas. Hal ini terjadi juga dalam dunia konstruksi, baik
desain bentuk konstruksi maupun dari segi material yang digunakan. Kita mengenal
bahwa manusia terdahulu membuat bangunan besar dengan menggunakan batu
yang dibuat persegi dan ditumpuk sedemikian rupa seperti halnya candi, pyramid
ataupun bangunan besar lainnya. Namun dengan material tersebut dianggap tidak
praktis dan efisien baik dari segi sumber material maupun proses konstruksi atau
pemasangannya.
Sekarang ini, zaman batu sudah lama ditinggalkan dan manusia telah
mengubahnya dengan membuat batu tiruan sebagai konstruksi bangunan yaitu
beton. Beton adalah campuran antara semen potland atau semen hidraulik yang lain,
agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan yang
membentuk masa padat (SNI 03-2847-2002). Beton dipilih karena harganya relatif
murah, mudah dibentuk, kemampuan gaya tekan yang tinggi, serta ketahanan yang
baik terhadap cuaca dan lingkungan sekitar jika dibandingkan dengan bahan
konstruksi lainnya. Namun ada kekurangan untuk jenis struktur ini, dimana
penggunaan bahan beton yang dinilai besar sehingga berat beton melebihi bahan-
bahan lainnya.
Masa beton yang cukup berat membuat kesulitan untuk digunakan
khususnya pada bangunan bertingkat atau gedung tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan
pengembangan pada teknologi beton dengan inovasi beton ringan. Beton ringan
bukanlah hal baru, karena sudah banyak penelitian mengenai beton ringan ini.
Namun pengembangan harus terus dilakukan agar inovasi beton ringan terus
berkembang. Pengembangan ini bisa dilakukan dengan berinovasi dalam hal
material atau cara pembuatannya.
Kelapa sawit menjadi salah satu komoditi unggulan di bidang perkebunan
di Indonesia. Menjadi salah satu negara pengekspor kelapa sawit terbesar dunia,
maka indutri kelapa sawit pun menjadi besar. Namun limbah kelapa sawit menjadi

1
salah satu permasalahan yang belum dikelola dengan baik, yaitu tempurung kelapa
sawit. Dan setelah diteliti ternyata tempurung kelapa sawit (Palm Oil Shell) ini bisa
digunakan sebagai bahan agrega kasar untuk pembuatan beton ringan (Effects of
Oil Palm Shell Coarse Aggregate Species on High Strength Lightweight Concrete,
2014). Dan dalam kesempatan ini, penulis membuat inovasi dalam bidang beton
ringan guna mengikuti Lomba Beton Nasional PESC 2017. Dan judul yang
diangkat penulis adalah Penggunaan Cangkang Kelapa Sawit dan Ground
Granulated Blast Furnace Slag sebagai campuran Beton Ringan Mutu Tinggi.

1.2 Rumusan Masalah


Di dalam makalah proposal ini, perancangan campuran beton yang dibuat
dibatasi sebagai berikut:
1. Bentuk benda uji beton yang dibuat dengan bentuk silinder berdiameter 15 cm
dan tinggi 30 cm.
2. Berat isi beton < 1900 kg/m3 sesuai SNI 03-2847-2002.
3. Memiliki kuat tekan yang tinggi fc > 41 Mpa, berdasarkan SNI 03-6468-2000
dan ACI 363 R-92.
4. Tidak menambahkan bahan apapun sebagai tulangan beton seperti kayu,
bamboo, karet, plastic, baja, dan pipa besi serta bahan lain yang dinilai tidak
layak sebagai bahan campuran beton.

1.3 Tujuan
Tujuan dari perancangan inovasi beton ringan mutu tinggi (High Strength
Lightweight Concrete) adalah untuk mengembangkan dan mencipatakan inovasi
terbaru di dalam bidang beton ringan mutu tinggi (High Strength Lightweight
Concrete) di Indonesia.

2
1.4 Manfaat
Manfaat dari perancangan inovasi beton ringan mutu tinggi (High Strength
Lightweight Concrete) adalah:
1. Untuk menumbuhkan ide kreatif dan inovatif baru bagi penulis dalam
pengembangan dan pembuatan inovasi terbaru di bidang beton ringan mutu
tinggi (High Strength Lightweight Concrete) di Indonesia.
2. Untuk mengaplikasikan ilmu ketekniksipilan yang dimiliki penulis di bidang
struktur beton.
3. Untuk memperdalam kemampuan penulis dalam pembuatan beton, khususnya
beton ringan mutu tinggi (High Strength Lightweight Concrete).

3
BAB II
Tinjauan Pustaka Beton Ringan Mutu Tinggi (High Strength Lightweight
Concrete)

2.1 Beton Ringan Mutu Tinggi


Menurut SNI-03-2847-2002 beton adalah campuran antara semen Portland
atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau
tanpa bahan tambahan yang membentuk padat. Dan untuk beton ringan ini adalah
beton yang mempunyai agregat ringan dan mempunyai berat satuan tidak lebih dari
1900 kg/m3. Dan untuk beton ringan mutu tinggi didefinisikan sebagai beton ringan
yang memiliki kuat tekan yang disyaratkan fc > 41,4 MPa.

2.2 Semen
Semen Portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara
menggiling terak semen Portland terutama yang terdiri atas kalsium yang bersifat
hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih
bentuk Kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah bahan lainnya. Semen
yang digunakan harus memenuhi SNI 15-2049-1994 tentang Mutu dan Cara Uji
Semen Portland.

2.3 Agregat Ringan


Agregat ringan digunakan dalam pembuatan beton ringan mutu tinggi
dengan mempertimbangkan ringan bobotnya dan tinggi kekuatannya. Menurut SNI
03-3449-2002, jenis agregat ringan yang dipilih bedasarkan tujuan konstruksi
adalah sebagai berikut:

4
Tabel 2.1 Jenis Agregat Ringan yang dipilih Bedasarkan Tujuan Konstruksi

Sumber: SNI 03-3449-2002

Adapun ketentuan untuk agregat yang digunakan untuk mutu tinggi adalah:
1. Agregat halus yang digunakan adalah agregat halus dengan modulus
kehalusan antara 2,5 sampai dengan 3,2.
2. Agregat kasar yang digunakan adalah dengan ukuran nominal agregat
maksimum 20 mm atau 25 mm untuk kekuata sampai 62,1 MPa. Dan ukuran
10 mm atau 15 mm untuk digunakan pada beton berkekuatan lebih besar
dari 62,1 MPa.

2.4 Air
Air yang digunakan harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang
Spesifikasi Bahan Bangunan bagian A (Bahan Bangunan bukan Logam).

2.6 Faktor Air Semen


Faktor air semen (fas, w/c) adalah angka yang menunjukan perbandingan
antara berat air dan berat semen. Faktor air semen yang rendah, merupakan factor
yang paling menentukan dalam menghasilkan beton mutu tinggi, dengan tujuan
untuk mengurangi seminimal mungkin porositas beton yang dihasilkan. Untuk
membuat beton bermutu tinggi fas yang digunakan antara 0,28 sampai dengan 0,38.
(Jianxin Ma dalam Pujianto)

5
2.7 Admixture dan Aditif
Beton ringan mutu tinggi dihasilkan dengan memberi campuran tambahan
berupa superplasticizer (high range water reducer) dan aditif mineral yang bersifat
cementitious yaitu berupa : abu terbang (fly ash), GGBS (Ground Granulated Blast
Furnace Slag) dan mikrosilika (silicafume) dengan kadar yang tepat.

2.7.1 Superplasticizer atau high range water reducer dalam hal ini sangat
diperlukan karena kondisi fas untuk beton mutu tinggi adalah sangat rendah,
sehingga untuk mengontrol dan menghasilkan nilai slump yang baik pada beton
segar (workability). Untuk penambahan superplasticizer ini diperlukan dosis 2%,
atau dilakukan beberapa percobaan (trial mixes) dengan variasi dosis penambahan
untuk mendapatkan hasil yang optimum.

2.7.2 GGBS atau Ground Granulated Blast Furnace Slag merupakan produk
yang dihasilkan dari proses pembuatan besi menggunakan tanur tinggi, selanjutnya
diproses lagi menggunakan alat BallMill sehingga butirannya menjadi seperti
semen. Kandungan kimia yang terdapat dalam GGBS yaitu kalsium oksida, silika,
alumina dan magnesia. Karena kandungannya tersebut, penggunaan GGBS bisa
sebagai bahan pengganti semen. Selain itu hasil kekuatan yang dihasilkan dari
penggunaan GGBS ini sangat tinggi, tergantung pada kadar penggunaan GGBS
yang sesuai.

2.7.3 Abu Terbang atau Fly Ash yang digunakan dalam beton kekuatan tinggi
adalah yang mempunyai nilai hilang pijar maksimum 3%, kehalusan butir yang
tinggi, dan berasal dari suatu sumber dengan mutu yang seragam (sesuai dengan
ketentuan SNI 03-2460-1991)

2.8 Cangkang Kelapa Sawit (Oil Palm Shell)


Oil Palm Shell atau cangkang kelapa sawit merupakan limbah hasil aktivitas
produksi pabrik kelapa sawit. Pada dasarnya, limbah cangkang kelapa sawit ini
dimanfaatkan sebagai bahan bakar ketel uap untuk memasok kebutuhan uap panas
dan pembangkitan listrik. Indonesia sendiri merupakan produsen kelapa sawit

6
terbesar di dunia, hal ini dapat dilihat pada Tabel 2.2 Ekspetasi Produksi Minyak
Kelapa Sawit 2016

Tabel 2.2 Ekspetasi Produksi Minyak Kelapa Sawit 2016

Sumber: Index Mundi

Berdasarkan data pada Tabel 2.2 diatas, dapat ditunjukkan produksi OPS pada
tahun 2016 mencapai 36 juta ton metrik. Maka dari itu, dapat diketahui jumlah
limbah cangkang kelapa sawit pada tahun 2016 adalah 10% dari total produksi
minyak kelapa sawit atau sekitar 3.6 juta ton metric. Oleh karena itu pemanfaatan
limbah berupa cangkang kelapa sawit sebagai penunjang material agregat ringan
beton ringan sangat potensial.

Gambar 2.1 Cangkang Kelapa Sawit

Sumber: Data Pribadi

2.8.1 Spesifikasi Agregat OPS


Limbah cangkang kelapa sawit yang digunakan pada pengujian ini diambil
dari kebun kelapa sawit yang ada di Lampung. Pengujian karakteristik dari agregat

7
cangkang kelapa sawit yang di lakukan di Laboratorium Material dan Struktur
Universitas Indonesia dihasilkan :

Tabel 2.3 Spesifikasi Agregat OPS Berdasarkan Percobaan


Spesifikasi Nilai Karakteristik
Berat Jenis 1.21
Fineness Modulus 7.186
Berat Isi 670 Kg/m3
Penyerapan Air 15.6%
Sumber : Data Pribadi

Dari hasil nilai karakteristik spesifikasi yang dihasilkan jika dibandingkan dengan
spesifikasi agregat ringan yang terdapat dalam SNI 03 2461 2002 tentang
Spesifikasi Agregat Ringan untuk Beton Ringan Struktural, agregat cangkang
kelapa sawit termasuk kedalam spesifikasi agregat ringan untuk beton ringan
struktural.

2.8.2 Treatment OPS


Cangkang kelapa sawit dihancurkan dengan menggunakan mesin Stone
Crusher menjadi butiran agregat kasar sesuai dengan ukuran tertentu, selanjutnya
dilakukan pencucian untuk menghilangkan kadar zat organik seperti kadar minyak
dan serabut yang terdapat pada buah kelapa sawit. Lalu cangkang kelapa sawit
dikeringkan dan disaring dengan menggunakan saringan no.4 (ASTM) dan ukuran
12.5 mm agar didapat ukuran butiran yang sesuai dengan spesifikasi agregat kasar
untuk campuran beton ringan structural.

8
BAB III
METODOLOGI

Dalam tahap pembuatan benda uji untuk mengikuti Lomba Beton dengan
tema Beton Ringan Ringan Mutu Tinggi ini, kami menggunakan acuan SNI, ACI
dan ASTM untuk ketentuan spesifikasi dan proporsi campuran beton ringan. Alur
pembuatan benda uji dijelaskan dalam diagram alir dibawah ini:

Gambar 3.1. Diagram Alir Pembuatan Benda Uji


Sumber: Data Pribadi

3.1 Pemilihan Material


3.1.1 Persiapan Material
Dalam tahap persiapan ini, kami menyiapkan material yang digunakan
dalam proses pembuatan ini. Menyaring agregat kasar dan halus sesuai dengan
kriteria yang kami gunakan, menyaring silica fume dan ground granulated blas
furnace slag sebagai bahan aditif, mempersiapkan semen, air dan admixture. Lalu,
tahap ini dilanjutkan dengan pengujian profil dari agregat kasar dan agregat
halus yang kami gunakan agar dapat memenuhi kualitas, mutu dan kelayakan yang
ingin diraih.

9
3.1.2 Properti Material
3.1.2.1 Material Utama
Semen Portland
Semen Portland yang digunakan harus memenuhi SNI-15-2049-1994.
Semen yang digunakan kali ini adalah Semen Portland Tipe I (Ordinary Portland
Cement) yang diproduksi oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa.

Agregat Kasar
Agregat kasar yang digunakan adalah agregat alami yang sesuai dengan
SNI 03-1750-1990 tentang Mutu dan Cara Uji Agregat Beton. Pada kali ini
digunakan agregat berukuran maksimum 12.5 mm sesuai dengan ASTM C33 yaitu
agregat nomor 7.

Agregat Halus
Agregat halus yang digunakan harus memenuhi SNI 03-1750-1990. Pada
kali ini, agregat halus yang digunakan adalah pasir bangka yang didapatkan dari
PT. Adhimix memiliki modulus kehalusan yang tinggi kira-kira 2.5-3.2 agar dapat
mencapai beton dengan kekuatan yang tinggi.

Air
Air harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan
Bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam)

3.1.2.2 Material Tambahan


GGBS
GGBS atau Ground Granulated Blast Furnace Slag yang digunakan pada
campuran semen adalah sebesar 5% dari berat semen. Granulated Blast Furnace
Slag diproduksi oleh PT. Krakatau Semen Indonesia yang selanjutnya dilakukan
penggilingan di Puslitbang Tekmira sehingga dihasilkan Ground Granulated Blast
Furnace Slag. Standar penggunaan GGBS belum tersedia di Indonesia, sehingga
digunakan kadar sesuai referensi jurnal.

10
Silica Fume
Silica Fume yang digunakan adalah silica fume dengan merek
MasterLife SF 100 yang diproduksi oleh PT. BASF Indonesia.

Superplasticizer
Superplasticizer harus memenuhi SNI 03-2495-1991 tentang
Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton. Superplasticizer yang digunakan
bermerek MasterGlenium SKY 8233 yang diproduksi oleh PT. BASF
Indonesia.

Fly Ash
Abu terbang yang digunakan dalam beton kekuatan tinggi adalah yang
mempunyai nilai hilang pijar maksimum 3%, kehalusan butir yang tinggi, dan
berasal dari suatu sumber dengan mutu yang seragam (sesuai dengan ketentuan SNI
03-2460-1991) yang didapatkan dari PT. Adhimix

3.2 Pengujian Material


Terdapat dua pengujian yang dilakukan pada adukan beton dan beton, yaitu
pengujian slump dan pengujian kuat tekan beton. Pengujian slump dilakukan pada
saat beton masih segar pada saat setelah pengadukan dan campuran beton sudah
homogen.
Acuan yang dipakai untuk pengujian mengacu pada Standard Nasional
Indonesia (SNI). Untuk pengujian slump dilakukan sesuai dengan peraturan SNI
03-1968-1990 tentang Metode Pengujian Slump. Pengujian selanjutnya adalah
pengujian kuat tekan beton pada umur beton 7 hari dan 28 hari sesuai dengan
peraturan SNI 03-1974-1990 tentang Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Yang
sebelumnya dilakukan pengujian berat isi terlebih dahulu dengan menimbang berat
benda uji.

3.3 Perencanaan Mix Design


Perhitungan mix design Beton Ringan Mutu Tinggi menggunakan SNI
03-6468-2000 dan ACI 363 R-92. Dari perhitungan mix design didapatkan proporsi

11
campuran dengan target kuat tekan sebesar fc-index = 41 MPa seperti ditunjukkan
pada Tabel 3.1 berikut,

Tabel 3.1 Proporsi Campuran

Kadar Campuran*
Material
(Kg/m3)
Agregat Kasar (Cangkang Kelapa Sawit) 454.195
Agreat Halus (Pasir Bangka) 477.204
Semen Portland 380.596
Air 180.26
Superplasticizer 7.6
Ground Granulated Blast Furnace Slag 25.37
Fly Ash 40.59
Silica Fume 60.894
*Proporsi campuran optimum dari hasil trial and error berdasarkan penelitian sebelumnya

Sumber: Dokumen Pribadi

3.4 Metode Pembuatan Beton


a. Menimbang material-material yang akan digunakan sebagai bahan dalam
campuran beton. Material dikelompokkan sesuai jenisnya agar
memudahkan proses pengecoran.
b. Menyiapkan cetakan silinder yang akan digunakan dengan melakukan
pengecekan terhadap kualitas cetakan tersebut, kemudian membersihkan
kotoran dan mengoleskan sedikit pelumas (oli) untuk mempermudah
proses pelepasan campuran beton dari cetakan.
c. Memasukkan material yang sudah disiapkan kedalam mesin pengaduk,
material yang pertama dimasukkan adalah agregat halus dan agregat kasar,
lalu diaduk sampai tercampur merata. Lalu memasukkan campuran semen,
fly ash, GGBS, silica fume dan diaduk sampai merata. Kemudian
memasukkan campuran air dan superplasticizer secara perlahan sambal
diaduk.

12
d. Setelah campuran tercampur secara merata, persiapkan komponen untuk
pengujian slump flow. Lalu diikuti dengan memindahkan campuran beton
kedalam tabung pengujian slump flow.
e. Setelah tercapai slump yang diharapkan, siapkan cetakan silinder
yang telah diberi pelumas, lalu memasukkan campuran beton bertahap
kedalam silinder sembari dilakukan perataan agar tidak terdapat rongga
udara menggunakan vibrator. Setelah itu meratakan permukaan bekisting
dengan menggunakan alat yang tersedia.
f. Setelah cetakan terisi penuh, diamkan campuran tersebut kuran lebih
selama 30 menit agar campuran sedikit mengeras, lalu diberi koin nominal
duaratus rupiah sebagai tanda.
g. Setelah mengeras selama kurang lebih 24 jam, beton dilepas dari
cetakan silinder, lalu memasukkan kedalam air untuk memulai masa
curing hingga umur pengetesan.

3.5 Metode Perawatan Beton


Beton yang menjalani masa curing lalu diangkat satu hari sebelum
melakukan pengujian kuat tekan. Beton dikeluarkan dari bak perendam untuk
menjaga kelembaban dan temperatur bagi proses hidrasi semen

13
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Pengujian Material


Data hasil pengujian material yang digunakan dalam mix design beton ringan
mutu tinggi dapat dilihat pada Tabel 4.1 Data Pengujian Material sebagai berikut

Tabel 4.1 Data Pengujian Material


Spesifikasi Nilai karakteristik
Berat isi pasir 1621 kg/m3
Berat isi agregat kasar (kelapa sawit) 683 kg/m3
Berat jenis semu agregat kasar (kelapa sawit) 1.21
Berat jenis pasir 2.5
Sumber: Dokumen Pribadi

4.2. Mix Design


Perhitungan mix design menggunakan SNI 03-6468-2000, tahapannya sebagai
berikut

a. Menentukan kuat tekan rata-rata yang ditargetkan ( )


+ 9.66
=
0.9
41 + 9.66
= = 56.28
0.9

= Kuat tekan rata-rata yang ditargetkan


= Kuat tekan rata-rata yang disyaratkan

b. Menentukan ukuran agregat kasar maksimum


Menggunakan agregat kasar gradasi nomor 7 pada ASTM C 33

14
c. Menentukan kadar agregat kasar optimum
Besar fraksi volume agregat padat kering oven yang disarankan bedasarkan
besarnya ukuran agregat maksimum, tercantum dalam Tabel 4.2 Fraksi Volume
Agregat Kasar yang Disarankan berikut ini

Tabel 4.2 Fraksi Volume Agregat Kasar yang Disarankan


Ukuran (mm) 10 15 20 25
Fraksi Volume Padat Kering Oven 0.65 0.68 0.72 0.75
Sumber: SNI 03-6468-2000

Ukuran agregat yang digunakan adalah 12.5 sehingga nilai fraksi volume padat
kering oven diinterpolasi antara ukuran 10 dengan 15, didapatkan fraksi volume
padat kering oven sebesar 0.665

Berat agregat kasar padat kering oven per m3 beton = 0.665 x 683 kg/m3
= 454.195 kg/m3

d. Estimasi kadar air dan kadar udara


Estimasi pertama kebutuhan air dan kadar udara untuk beton segar diberikan
pada Tabel 4.3 yaitu tabel Estimasi Pertama Kebutuhan Air Pencampuran dan
Kadar Udara Beton Segar Bedasarkan Pasir dengan 35% Rongga Udara.

Tabel 4.3 Estimasi Pertama Kebutuhan Air Pencampuran dan Kadar Udara Beton
Segar Bedasarkan Pasir dengan 35% Rongga Udara

Sumber: SNI 03-6468-2000

15
Nilai slump = 50~75 mm
Ukuran Agregat Kasar Maksimum = 12.5 mm
Jika nilai air pencampur ukuran agregat kasar maksimum 10 mm dan 15
diinterpolasi maka dihasilkan nilai air pencampur dengan ukuran agregat kasar
maksium 12.5 mm adalah 187 liter/m3 dengan kadar udara 2.25%
Selanjutnya menghitung koreksi kadar air adalah sebagai berikut
V = {1-(Berat Isi / SG Agregat Halus*1000)}*100

= [1-(1621/2.5*1000)]*10

= 35.16%

Penyesuaian air campuran = (V-35)* 4.75


= (35.16-25)* 4.75
= 0.76 liter/m3

Total air yang dibutuhkan = 187+ 0.76 = 187.76 liter/m3

e. Menentukan Rasio Air dengan Bahan Bersifat Semen W/(c+p)


Rasio W/(c+p) untuk beton dengan superplasticizer dihitung dengan Tabel 4.4

Tabel 4.4 Rasio W/(c+p) untuk beton dengan superplasticizer

Sumber: SNI 03-6468-2000

Dengan Rasio W/(c+p) = 0.37 yang didapatkan dari interpolasi, maka


Kadar semen = 187.76 / 0.37 = 507.45 kg/m3

16
f. Menghitung agregat halus yang dibutuhkan
Semen = 507.45 / 3.15*1000 = 0.16
Air = 187.76 / 1*1000 = 0.187
Agregat Kasar = 454.19 / 1.21*1000 = 0.375
Kadar Udara = 2.25 / 100 = 0.025
Total = 0.747
Volume Agregat Halus = 1-0.747 = 0.253
Berat Agregat Halus = 442.36 kg/m3

g. Menghitung additive dan admixture yang dipakai (dihitung dari berat semen)
Silica Fume = 12% * 507.45 = 60.894
Superplasticizer = 1.5% * 507.45 = 7.6
Fly Ash = 8% * 507.45 = 40.59
GGBS = 5% * 507.45 = 25.37
Koreksi jumlah air dan semen
Koreksi Semen = 380.596 kg/m3
Koreksi air = 180.16 liter/m3

h. Rasio Perbandingan Semen, Agregat Halus, Agregat Kasar dan Air


Semen : Agregat Halus : Agregat Kasar : Air
1 : 0.8 : 0.8 : 0.3

i. Perbandingan Material Campuran Beton


Pada kali ini, kami menghasilkan 3 silinder beton dengan diameter 15cm dan
tinggi 30 cm. Perbandingan antara kebutuhan material dalam satuan meter kubik
dan kebutuhan untuk tiga silinder beton tercantum dalam table berikut:

Tabel 4.5 Komposisi Campuran Beton


Material Kebutuhan per meter kubik Kebutuhan untuk 6
(kg/m3) silinder
Semen 380.596 15.73 kg
Air 187.76 7.76 liter
Agregat Kasar 454.19 18.77 kg

17
Material Kebutuhan per meter kubik Kebutuhan untuk 6
(kg/m3) silinder
Agregat Halus 442.36 18.28 kg
Fly Ash 40.59 1.67 kg
Silica Fume 60.894 2.5 kg
GGBS 25.37 1.05 kg
Superplasticizer 7.6 0.3 kg
Sumber: Dokumen Pribadi

4.3 Rincian Biaya per m3


Perhitungan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan
beton yang diperoleh dari hasil trial and error dari mix design, disajikan pada tabel
4.6 dibawah ini :

Tabel 4.6 Rencana Anggaran Biaya

Pekerjaan : Pembuatan Beton Ringan Agregat Cangkang Kelapa Sawit per M


Proyek : PNB Engineering Scientific Competition

HARGA
NO URAIAN QTY SATUAN SATUAN JUMLAH HARGA (Rp)
(Rp)
I Material Beton Ringan
a. Semen Portland (OPC) 383.145 kg 1,300.00 498,088.50
b. Pasir Bangka 442.36 kg 280 123,860.80
c. Cangkang Kelapa Sawit 454.19 kg 800 363,352.00
II Bahan Tambah
d. Superplasticizer 7.6 kg 350 2,660.00
Ground Granulated Blast
e. 25.37 kg 650 16,490.50
Furnace Slag
f. Fly Ash 40.59 kg 375 15,221.25
g. Silica Fume 50.745 kg 7500 380,587.50
TOTAL HARGA 1,400,260.55
PEMBULATAN 1,400,300.00
Sumber: Dokumen Pribadi

18
4.4 Hasil Uji meliputi Berat Beton, Bacaan Dial dan Kuat Tekan
Penggunaan Cangkang Kelapa Sawit dan Ground Granulated Blast
Furnace Slag sebagai campuran bahan beton ringan mutu tinggi didapatkan
hasil uji kuat tekan beton yang bisa dilihat pada Lampiran 2 Hasil Uji Tekan
Beton dari Laboratorium, ringkasannya bisa dilihat pada Tabel 4.7 sebagai
berikut

Tabel 4.7 Hasil Uji Kuat Tekan Beton umur 7 hari


Bacaan Dial Berat isi beton Kuat Tekan
No. Nama Beton Berat Beton
(kN) (kg/m3) (N/mm2)
1. MKB 1 9.10 kg 395.64 1692.47 22.39
2. MKB 2 9.02 kg 378.29 1657.42 21.41
3. MKB 3 9.06 kg 334.80 1605.44 18.95
Sumber: Dokumen Pribadi

4.5 Pembahasan serta pemanfaatan dari inovasi beton yang dibuat


Beton yang telah kami buat mencakup beberapa inovasi yang salah satunya
adalah memakai limbah pada peleburan besi yang berupa slag (terak besi). Terak
besi ini digunakan sebagai bahan tambah pada beton untuk menambahkan kekuatan
tekan pada beton tersebut, selain itu kami juga memanfaatkan cangkang kelapa
sawit yang selama ini digunakan sebagai bahan bakar pada boiler di pabrik kaena
daya bakarnya yang kuat dan tahan lama, namun pada pembuatan beton kali ini
kami menggunakan cangkang kelapa sawit sebagai agregat kasar yang juga dapat
meningkatkan kekuatan beton. Beton ringan mutu tinggi yang kami buat memenuhi
persyaratan pada berat isi beton yaitu <1900kg/m3 dan juga memiliki kuat tekan
>41 Mpa pada umur ke 28 hari sesuai dengan referensi SNI yang kami pakai.
Pemanfaatan beton hasil percobaan kami bermanfaat untuk penggunaan kebutuhan
beton ringan mutu tinggi pada proyek-proyek besar yang mengharuskan kondisi
beton tersebut mampu menahan beban yang besar tetapi juga ringan dari sisi berat
isinya. Sehingga penggunaan beton tersebut menjadi lebih efisien dan ekonomis
serta tahan lama.

19
BAB V
PENUTUP

Kesimpulan yang didapatkan dari hasil perancangan beton ringan mutu


tinggi dengan menggunakan cangkang kelapa sawit dan ground granulated blast
furnace slag adalah sebagai berikut:
1. Didapatkan komposisi material per 1 m3
Semen = 380.596 kg/m3
Pasir = 187.76 kg/m3
Camgkang Kelapa Sawit = 454.19 kg/m3
Air = 187.76 kg/m3
Fly Ash (8%) = 40.59 kg/m3
GGBS (5%) = 25.37 kg/m3
Silica Fume (7%) = 60.894 kg/m3
Superplasticizer (1.5%) = 7.6 liter/m3
2. Kebutuhan untuk 6 silinder
Semen = 15.73 kg
Pasir = 18.28 kg
Camgkang Kelapa Sawit = 18.77 kg
Air = 7.76 liter
Fly Ash (8%) = 1.67 kg
GGBS (5%) = 1.05 kg
Silica Fume (7%) = 2.5 kg
Superplasticizer (1.5%) = 0.3 kg
3. Hasil pengujian rata-rata kuat tekan beton umur 7 hari dari ketiga sampel adalah
20.92 N/mm2
4. Berat jenis rata-rata dari beton umur 7 hari dari ketiga sampel adalah 1652 kg/m3
5. Estimasi biaya untuk membuat beton ringan mutu tinggi dengan menggunakan
cangkang kelapa sawit dan GGBS adalah Rp 1.400.300,00

20
DAFTAR PUSTAKA

ACI. 1997. State of the Art Report on High Strength Concrete. (ACI 363R-
92)

Indonesia, Standar Nasional. 2004. Semen Portland (SNI-15-2049-2004).


Jakarta: BSN

Indonesia, Standar Nasional. 2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton


Untuk Bangunan Gedung (Beta Version). (SNI-03-2847-2002). Jakarta:
BSN

Indonesia, Standar Nasional. 2000. Tata Cara Perencanaan Campuran


Tinggi Dengan Semen Protland Dengan Abu Terbang

Iskandar, Darmansyah Tjitradi, Eliatun. 2005. Nilai Slump Ideal Untuk


Perencanaan Campuran Beton Mutu 50 MPa. [Jurnal] Volume 13 No. 2,
Edisi XXXII Juni 2005

Safigh, P.,Jumaat, M.Z., Mahmud, H., & Alengaram, J. (2011). A New


Method of Producing High Strength Oil Palm Shell Lightweight Concrete.
Journal of Material and Designs, 32, 4893-4843.

http://sawitindonesia.com/profil-produk/pt-padico-indonesia-meraup-
untung-dari-cangkang-sawit
LAMPIRAN 1
Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1. Pasir bangka yang Gambar 2. Uji karakteristik


didapatkan dari PT. Adhimix cangkang kelapa sawit

Gambar 3. Ground Granulated Gambar 4. Treatment cangkang


Blast Furnace Blast yang kelapa sawit
didapatkan dari PT. Krakatau
Semen Indonesia
Gambar 5. Proses pengecoran trial Gambar 6. Proses curing beton trial
mix mix
LAMPIRAN 2
Hasil Uji Tekan Beton dari Laboratorium