Anda di halaman 1dari 3

No Diagosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional

1 Resiko mencederai diri sendiri, Setelah dilakukan tindakan 1. Bina Hubungan saling percaya 1. Hubungan saling percaya sebagai
keperawatan selama 4 hari pasien a. Salam terapeutik dasar interaksi yang terapeutik
orang lain dan lingkungan b/d
tidak memperlihatkan perilaku b. Perkenalkan diri antara perawat dan klien
halusinasi kekersan dengan criteria hasil : c. Jelaskan tujuan interaksi
Dapat mengidentifikasi d. Buat kontrak yang jelas
penyebab, tanda dan gejala, 2. Adakan kontak secara singkat tetapi 2. Mengurangi waktu kosong bagi
bentuk perilaku kekerasan seta sering secara bertahap (waktu klien untuk menyendiri.
akibat dari perilaku kekerasan disesuaikan dengan kondisi klien)
Dapat terlibat dalam aktivitas 3. Diskusikan penyebab, tanda dan 3. Meningkatkan pemahaman pasien
kelompok gejala, bentuk dan akibat perilaku tentang perilaku kekerasan
Dapat terlibat dalam terapi kekerasan
bermain 4. Latih pasien untuk mencegah 4. Agar pasien dapat mengontrol
Dapat mengkonsumsi obat terjadinya perilaku kekerasan seperti : perilaku kekerasan
dengan teratur a. secara fisik (relaksasi, olah raga)
b. Secara verbal
(sharing/menceritakan kepada
orang lain )
c. Secara spiritual (berdoa)
d. Secara farmakologis (minum obat)
5. Bantu dalam mempraktekan cara yang 5. Membantu pasien dalam
telah diajarkan memahami perilaku kekerasan
6. anjurkan pasien untuk memilih cara 6. Memberi kesempatan kepada
mengontrol perilaku kekerasan yang pasien untuk memilih cara sesuai
sesuai kehendak dan kemampuannya
7. anjurkan pasien untuk memasukkan 7. Membantu pasien untuk tidak lupa
cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara yang telah diajarkan
yang telah dipilih kedalam jadwal.
8. jauhkan benda-benda yang berbahaya 8. Mencegah terjadinya perilaku
di lingkungan pasien kekerasan yang lebih parah
9. libatkan pasien dalam terapi aktivitas 9. Terapi aktivitas kelompok
kelompok merupakan salah satu cara untuk
melatih kebersamaan pasien
dalam kelompok
10. kolaborasi dengan dokter dalam 10. terapi medik dapat membantu
pemberian terapi obat antipsikotik dalam mengontrol halusinasi

2 Perubahan sensorik persepsi Setelah dilakukan tidakan 1. Bina hubungan saling percaya 1. Hubungan saling percaya sebagai
keperawatan selama 4 hari pasien a. Buat kontrak dengan klien dasar interaksi yang terapeutik
halusinasi b/d menarik diri
dapat mengontrol halusinasi yang b. Lakukan perkenalan antara perawat dan klien
dialaminya dengan criteria hasil : c. Panggil nama kesukaan
Dapat membina hubungan d. Ajak klien bercakap-cakap dengan
saling percaya ramah
Dapat mengenal jenis, waktu, 2. Identifikasi jenis, waktu, isi, frekuensi 2. Melibatkan pasien dalam mnegnal
isi, frekuensi halusinasi, halusinasi, respon terhadap halusinasi halusinasinya
respon terhadap halusinasi dan dan tindakan yang dilakukan
tindakan yang sudah dilakukan 3. Ajarkan pasien cara mengontrol 3. Memberikan informasi dan
serta keberhasilannya halusinasi alternatif cara mengatasi
Dapat menyebutkan dan dan halusinasi pada pasien
mempraktikkan cara 4. Anjurkan pasien untuk 4. Mengetahui pemahaman pasien
mengontrol halusinasi mendemonstrasikan cara mengontrol tentang cara yang telah diajarkan
Dapat minum obat dengan halusinasi yang telah diajarkan
bantuan minimal 5. anjurkan pasien untuk memasukkan 5. Agar pasien dapat mempraktekan
Mengungkapkan halusinasi dalam jadwal kegiatan harian rumah cara yang telah diajarkan sehari-
sudah hilang atau terkontrol sakit hari di rumah sakit
6. Anjurkan pasien untuk minum obat 6. Mengobservasi keefektivitas
secara teratur program pengobatan
7. Kolaborasi dengan dokter dalam 7. Terapi dokter untuk proses
pemberian terapi obat penyembuhan pasien
3 Isolasi sosial : menarik diri Setelah dilakukan tindakan 1. Bina Hubungan saling percaya 1. Hubungan saling percaya sebagai
keperawatan selama 4 hari pasien a. Salam terapeutik dasar interaksi yang terapeutik
berhubungan dengan harga diri
dapat berinteraksi dengan orang b. Perkenalkan diri antara perawat dan klien
rendah. lain baik secara individu maupun c. Jelaskan tujuan interaksi
berkelompok dengan criteria hasil d. Buat kontrak yang jelas
: 2. Identifikasi penyebab isolasi social 2. Untuk mengetahui penyebab
Pasien dapat membina pasien pasien suka menyendiri
hubungan saling percaya 3. diskusikan bersama pasien tentang 3. Meningkatkan penhgetahuan
Dapat menyebutkan penyebab manfaat berhubungan dengan orang pasien tentang manfaat
isolasi social lain dan kerugian jika tidak berhubungan dengan orang lain
Dapat menyebutkan berhubungan dengan orang lain
keuntungan berhubugan 4. ajarkan pasien cara berkenalan dengan 4. Memudahkan pasien dalam
dengan orang lain orang lain melakukan interaksi dengan orang
Dapat menyebutkan kerugian lain
tidak berhubungan dengan 5. libatkan pasien dalam terapi aktivitas 5. meningkatkan rasa kebersamaan
orang lain kelompok pasien dalam berkelompok
Dapat berkenalan dan 6. tunjukkan sikap menerima dengan cara 6. Mengurangi waktu kosong bagi
bercakap-cakap dengan orang melakukan kontak singkat tetapi sering klien untuk menyendiri.
lain
Terlibat dalam aktivitas
kelompok bermain
Dapat minum obat dengan
bantuan minimal