Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PENJASKES

D
I
S
U
OLEH :
MUH. LAHAMUDDIN S
KELAS VIII1
SMP NEGERI 1
U ANGGERAJA

N
PENGERTIAN TENTANG OLAHRAGA LEMPAR CAKRAM

Lempar Cakram adalah salah satu nomor perlombaan lempar yang

utama dalam atletik. Namun dalam perlombaan atletik indoor, nomor

Lempar Cakram tidak diperlombakan. Olahraga ini telah ada sejak

olimpiade kuno. Dalam perlombaan Lempar Cakram, atlet berlomba

melemparkan objek berbentuk cakram sejauh mungkin dengan

mengikuti peraturan yang berlaku.

Lempar Cakram juga merupakan salah satu perlombaan atletik yang

dapat menimbulkan bahaya dalam perlombaan atletik tingkat

professional, para atlet mampu melemparkan Cakram dengan sangat

jauh, tentu saja hal ini dapat menimbulkan akibat yang fatal jika

Cakram mengenai seseorang. Untuk itu, diperlukan semacam pagar

khusus di sekeliling lapangan Lempar Cakram. Pagar berupa jaring

tersebut dipasang dengan tinggi 4 m. dari segi bentuk dan ukuran,

sebenarnya lapangan Lempar Cakram sama persis dengan lapangan

lempar martil.

Dalam perlombaan atletik resmi, diberi kesempatan melempar

sebanyak tiga kali. Kemudian dari sejumlah atlet babak awal, akan
dipilih delapan atlet terbaik, yang akan diberi kesempatan tiga kali

lagi. Lempar Cakram diperlombakan bagi laki-laki maupun perempuan.

Permainan dan olahraga atletik untuk nomor lempar yakni Lempar

Cakram sangat menarik dan menantang bagi anak-anak terutama

berkaitan dengan seberapa jauh ia mampu melempar Cakram itu.

Anak-anak sangat senang dengan kompetesi dengan teman yang lain,

apalagi mereka selalu ingin membuktikan siapa yang mampu melempar

terjauh.

Untuk dapat mendapatkan hasil lemparan yang jauh dengan teknik

yang benar, anak-anak melakukan teknik latihan cara melempar yang

baik dan benar. Adapun dalam memperaktikkan Lempar Cakram

meliputi beberapa tahapan yakni:

A. Cara Awalan Yang Baik dan Benar

B. Cara Melemparkan Cakram

C. Cara Mengukur Hasil Lemparan Lempar Cakram

D. Peraturan Keselamatan dalam Melakukan Lempar Cakram


BENTUK-BENTUK CAKRAM

Cakram berbentuk piringan yang terbuat dari kayu atau logam. Untuk

melemparkannya, atlet memegang cakram dengan satu tangan. Ia

harus menentangkan lengannya dan telapak tangan menelungkup.

Sembari memutarkan tubuhnya beberapa kali menuju kedalam

lingkaran berdiameter 2,5 m, ia segera melemparkan cakramnya.

Untuk laki-laki, diameter cakram berkisar antara 219 mm sampai 221

mm, tebal 44 mm hingga 46 mm, dan berat 2 kg. Adapun diameter

cakram untuk perempuan pada semua kelas adalah sekitar 180 mm

sampai 182 mm, tebal 37 mm hingga 39 mm, dan berat 1 kg.

Ditingkat pelajar, anak laki-laki memakai cakram yang berdiameter

180 mm sampai 182 mm, tebal 37 mm hingga 39 mm, dan berat 1,25

kg. Adapun anak perempuan menggunakan cakram dengan diameter

145 mm sampai 170 mm, tebal 25 mm hingga 35 mm, dan berat 0,75

kg.
CARA AWALAN YANG BAIK DAN BENAR DALAM BERMAIN

LEMPAR CAKRAM

Awalan yang baik dalam melakukan lemparan cakram adalah diawali

dengan bagaiman posisi pertama ketika akan melempar. Posisi awal

ketika akan melakukan lemparan adalah berdiri tegak dengan

melangkahkan kaki kiri ke depan kemudian posisi kaki kanan berada

di belakang, setelah itu diikuti dengan posisi badan yang menghadap

ke arah lemparan atau dimana cakram itu nantinya akan jatuh

setelah dilempar. Tangan kanan memegang cakram dengan baik dan

benar serta tidak kaku, sedangkan tangan kiri menjaga keseimbangan

badan dan ini dapat dilakukan sebaliknya apabila pelempar cakram

kidal. Cara melakukan awalan lemparan cakram adalah:

1. Mencondongkan badan ke depan;

2. Kaki kiri melangkah ke depan kemudian lutut kaki kiri ditekuk;

3. Perlahan namun pasti ayunkan cakram ke depan dan ke belakang

dengan tangan kanan dan tangan kiri menjaga keseimbangan badan

dengan baik;

4. Apabila hasil ayunan lengan sudah maksimal artinya cakram siap

dilemparkan dimulai dari posisi cakram berada di belakang, setelah


itu diikuti dengan putaran badan ke kiri dimana hasil dari putaran itu

badan akan menghadap ke arah lemparan, posisi tangan terus

mengayunkan cakram dari belakang, ke samping, ke atas, ke depan.

CARA DAN TEKHNIK MELEMPAR CAKRAM

Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya

yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah

lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan

diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan

sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan

kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari

pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya

cakram diikuti badan condong ke depan.

Pada posisi terakhir si pelempar akan melepaskan cakram ketika

cakram sudah diayunkan dari belakang ke depan beberpa kali dan

cakram terakhir berada di depan wajah si pelempar. Adapun cara

melempar cakram adalah Lepas cakram dari tangan pada saat ayunan

lengan maksimal yakni cakram berada di depan muka si pelempar.


1. Cakram lepas dari tangan dengan posisi telapak tangan

menghadap ke tanah;

2. Cakram sudah terlepas dari tangan;

Memegang cakram pada saat mengayunkan sampai melempar

sehingga terlepas harus dengan pegangan yang kuat dan benar, cara

memegang cakram adalah

1. Cakram diawali dengan tangan kanan;

2. Tangan kanan diletakkan di atas cakram dengan posisi jari-jari

tangan terbuka selebar-selebarnya sehingga mampu memegang

pinggiran cakram dengan baik, diperkirakan kalau diayunkan cakram

tidak terlepas dari pegangan;

3. Ruas-ruas jari tangan siap memegang bagian pinggir cakram.

Setelah tahu cara melempar dan posisi akhir dari si pelempar harus

diikuti dengan beberapa gerakan yakni gerakan lengan dan badan.

Gerakan itu antara lain melakukan lompatan kecil ke depan yakni kaki

kanan mendarat dan kaki kiri sebagai penahan keseimbangan badan

yang baik dimana badan tidak sampai keluar dari tempat melempar

cakram.
CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM

Sebelum melakukan pengukuran terhadap hasil lemparan lempar

cakram ada beberapa bagian penting yang harus dipahami oleh anak-

anak yakni, si pelempar tidak boleh keluar dari tempat dimana ia

diberikan kesempatan untuk melempar. Kedua, hasil lemparan tidak

keluar dari garis tepi kanan dan tepi kiri atau garis pembatas pinggir

dari lapangan lempar cakram.

Apabila sudah melakukan dengan cara melempar yang benar, tidak

keluar dari tempat lemparan dan tidak keluar dari area melempar

pengukuran dapat dilakukan dari tempat dimana cakram jatuh

pertama kali di tanah kemudian ditarik ke garis terdepan bagian

pinggir dari lapangan lempar cakram maka akan diperoleh berapa

meter hasil lemparan tersebut.

Setiap diberi kesempatan sampai tiga kali untuk melakukan lemparan

cakram, lemparan terjauh dapat diukur artinya itulah lemparan

terbaik yang dapat dilakukan oleh anak-anak.


PRESTASI LEMPAR CAKRAM DENGAN PENGARUH LENGAN

Makin tinggi dan besar pelempar cakram, makin baik adanya.

Pelempar dengan lengan panjang akan lebih menguntungkan daripada

berlengan pendek. Sebab lengan yang panjang mempunyai jangkauan

ayunan yang lebih jauh (Winarno surachman, 1992 : 20).

Menunjukkan bahwa bukti akan kebenaran pendapat diatas. Oleh

karena itu para Pembina olahraga khususnya pelempar cakram perlu

kiranya memperhatikan postur atau bentuk tubuh merupakan salah

satu faktor penentu dalam pencapaian preastasi yang maksimal

(Soeharno HP, 1985

Seorang yang mempunyai tubuh yang lebih tinggi dan besar sudah

jelas mempunyai jangkauan yang lebih jauh daripada yang mempunyai

bentuk tubuh pendek yang pada gilirannya tidak akan mampu

melempar yang lebih jauh.

Pengaruh lengan terhadap prestasi lempar pada umumnya sangat

besar, ditinjau dari fungsi lengan sebagai penahan, pemegang dan

sebagai alat lemparan terakhir dengan gaya lenting. Fungsi lengan

dalam lemparan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan otot


lengan adalah kekuatan otot-otot atau kelompok otot untuk

mengatasi suatu beban dalam menjalankan suatu aktivitas (Abdul

Hamid Syeeh Nur, 1993 : 135).


CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM

Sebelum melakukan pengukuran terhadap hasil lemparan lempar

cakram ada beberapa bagian penting yang harus dipahami oleh anak-

anak yakni, si pelempar tidak boleh keluar dari tempat dimana ia

diberikan kesempatan untuk melempar. Kedua, hasil lemparan tidak

keluar dari garis tepi kanan dan tepi kiri atau garis pembatas pinggir

dari lapangan lempar cakram.

Apabila sudah melakukan dengan cara melempar yang benar, tidak

keluar dari tempat lemparan dan tidak keluar dari area melempar

pengukuran dapat dilakukan dari tempat dimana cakram jatuh

pertama kali di tanah kemudian ditarik ke garis terdepan bagian

pinggir dari lapangan lempar cakram maka akan diperoleh berapa

meter hasil lemparan tersebut.


HAL YANG HARUS DIHINDARI DALAM MELEMPAR CAKRAM:

- Jatuh ke belakan pada awal putaran.

- Berputar di tempat (seperti gangsing).

- Mambungkukkan badan ke depan (dipatahkan pada pinggang).

- Melompat tinggi di udara.

- Terlalu tegang di kaki.

- Penempatan kaki yang selalu sudah dalam hubungan dengan garis

lemparan.

- Membawa berat badan pasa kaki depan dan membiarkan jatuh.

- Mendahului lemparan dengan lengan (ini termasuk mematahkan atau

pembengkokkan di pinggang dan membungkukkan badan ke depan

atau terlalu ke kiri).

HAL YANG DIUTAMAKAN DALAM LEMPAR CAKRAM:

- Berputar dengan baik.

- Mendorong cakram melewati lingkaran.


- Mendapatkan putaran yang besar antara badan bagian atas dan

bawah.

- Mencapai jarak yang cukup pada saat melayang meleintasii lingkaran.

- Mendarat pada jari-jari kaki kanan dan putarlah secara aktif di atas

jari-jari tersebut.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM LEMPAR CAKRAM

a. Faktor internal atau dari dalam atlet

1. Kesehatan fisik dan mental yang baik

Kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani dan rohani,

keduanya memegang peranan penting dan tidak dapat dipisah satu

dengan yang lainnya karena saling mempengaruhi. Apabila fisik

terganggu oleh suatu penyakit maka faktor fsikispun ikut terganggu.

Oleh karena itu kesehatan fisik harus selalu dijaga agar tetap dalam

keadaan sehat.

Dengan demikian faktor psikis, pemeliharaan dapat dilakukan dengan

jalan pemeliharaan suasana lingkungan sehat sehingga pikiran tetap

jernih, serta perasaaan tenteram dan sebagainya, menentukan

karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi memerlukan

pembiayaan yang cukup besar.

b. Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet)

1. Lingkungan keluarga

Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil

dari masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan erat antara


anggota-anggotanya. Orang tua dalam suatu keluarga mendidik

anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.

2. Latihan

Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara

sistematis untuk mencapai mutu, prestasi maksimal dengan diberi

beban latihan fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat dan

berulang-ulang (Rusli Nursalam, 1990 : 19).