Anda di halaman 1dari 15

SOP PROGRAM GIZI

NO. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMANTAUAN
PERTUMBUHAN
BALITA

Ka.Puskesmas
Serangkaian Kegiatan pemantauan dan pembinaaan proses kegiatan
Penimbangan balita di posyandu yang terdiri dari :
1. Penilaian Pertumbuhan anak teratur melalui penimbangan berat badan
1. Pangertian
setiap bulan, pengisian KMS, menentukan status Pertumbuhan
berdasarkan hasil penimbangan berat badan
2. Menindak lanjuti setiap kasus gangguan pertumbuhan
2. Tujuan Mencegah memburuknya keadaan gizi, sebagai upaya meningkatkan keadaan
gizi dan mempertahankan keadaan gizi yang baik
3. Kebijakan 1. Setiap Bulan
2. Jenis Data :
- Jumlah seluruh bayi dan balita diwilayah kerja (S)
- Jumlah bayi dan balita yang mempunyai KMS (K)
- Jumlah Bayi dan balita yang ditimbang (D)
- Jumlah Bayi dan balita yang Naik berat badannya (N)
- Jumlah Bayi dan balita yang turun Berat badannya (T)
- Jumlah Bayi dan balita yang baru terdaftar (B)
- Jumlah balita yang hadir bulan ini dan tidak hadir bulan lalu ke
Posyandu (O)
- Jumlah balita yang berat badannya dibawah garis merah (BGM)
dan 2T
- Jumlah balita gizi buruk
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Meja dan Kursi
3. Ruangan
4. Dacin dan Sarung Timbang
5. Microtoice
6. KMS/Buku KIA
7. Form Laporan
6. Prosedur 1. Membuat jadwal ke posyandu
2. mengikuti proses pelaksanaan pemantuan pertumbuhan di posyandu
3. Mengecek kelengkapan sarana, peralatan dab form pencatatan
pelaporan di posyandu
4. Mengecek pemasangan dacin dan micritoice
5. Mengecek kader menimbang dan mengukur balita
6. Mengecek cara pengisian KMS dan cara penentuan status
pertumbuhan balita
7. Mengecek cara pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan
pertumbuhan pada buku SIP dn F1 Gizi
8. Bersama kader merekap balita BGM, 2T dan Gizi buruk
9. memvalidasi balita BGM, 2T dan Gizi Buruk
10. Mendata Balita 2T dan Gizi Buruk
11. merujuk balita 2T dan gizi buruk
12. Mengevaluasi hasil pemantauan pertumbuhan (N,T,O,B,K/S,D/S,D/D)
13. Memberi masukan dan saran kepada kader tentang hal-hal yang
berkaitan dengan proses pelaksanaan pemantauan pertumbuhan di
posyandu
7.Dokumen Terkait 1. Buku SIP
2. KMS Balita
3. F1 Gizi
4. Form rujukan balita 2T atau Gizi buruk
5. Standar WHO 2005
SOP PROGRAM GIZI

NO. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMBERIAN
SUPLEMENTASI GIZI

Ka.Puskesmas
2. Pemberian kapsul Vitamin A biru ( 100.000 IU) pada bayi 6-11 bulan setiap
bulan Februari atau Agustus
3. Pemberian kapsul vitamin A merah (200.000 IU) pada anak balita (12-59
bulan) setiap pebruari dan agustus
1. Pangertian 4. Pemberian dua kapsul vitamin A merah (200.000 IU) pada ibu nifas, satu
kapsul diminum setelah melahirkan dan satu kapsul lagi diminum pada hari
berikutnya paling lambat pada hari ke 42 hari setelah melahirkan.
5. pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil 90 tablet selama masa
kehamilan.
2. Tujuan 1. Mencegah kekurangan vitamin A
2. Mencegah Anemia gizi pada ibu hamil
3. Kebijakan A. Pemberian
1. Pemberian kapsul vitamin A kepada bayi dan Balita setiap bulan
Februari dan atau agustus
2. Pemberian kapsul Vitamin A pada Ibu Nifas
3. Pemberian tablet Fe kepada Ibu hamil
B. Jenis data
1. Data Jumlah bayi 6-11 bulan
2. Data Jumlah Balita 12-59 bulan
3. Data Jumlah Ibu Nifas
4. Data Jumlah Ibu Hamil
4. Petugas 1. Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Register pemberian kapsul vitamin A kepada bayi dan Balita
3. Register Ibu Hamil
4. Register Ibu Nifas
5. Kapsul Vitamin A
6. Tablet Tambah Darah
6. Prosedur 1. Menyiapkan data jumlah sasaran
2. mengecek ketersediaan obat
3. menghitung kebutuhan
4. mengajukan kebutuhan
5. membuat alokasi per posyandu atau perdesa berdasarkan jumlah
sasaran
6. membuat rencana restribusi
7. mengecek kelengkapan form pelaporan
8. mengecek catatan distribusi suplementasi giji di posyandu
9. mengecek laporan hasil distribusi suplementasi gizi
10. membuat laporan hasil suplementasi gizi
7.Dokumen Terkait 1. Form distribusi kapsul vitamin A
2. Kohort ibu hamil
3. Kohort ibu nifas
SOP PROGRAM GIZI

NO. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


BULAN
PENIMBANGAN
BALITA

Ka.Puskesmas
Bulan dimana dilakukan pengukuran antropometri ( pemimbangan berat
1. Pangertian badan, dan pengukuran tinggi badan/panjang badan) terhadap seluruh balita
yang ada diwilayah puskesmas
2. Tujuan 1. Memperoleh gambaran data status gizi seluruh balita diwilayah kerja
secara berkala
2. Memperoleh data balita gizi buruk berdasarkan nama alamat, kelompok
umur, jenis kelamin dan status ekonomi
3. Kebijakan 1. Setiap bulan Agustus
2. Jenis data :
Data seluruh balita diwilayah kerja puskesmas
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Dacin
3. Microtoice dan alat pengukur panjang badan
4. Format BPB
5. Standar WHO 2005
6. Prosedur 1. Persiapan
Membuat jadwal kegiatan
Sosialisasi lintas program dan lintas sektor
Menyiapkan form pencatatan dan pelaporan BPB
Menginventarisir sarana dan prasarana di posyandu ( Dacin,
Microtoice, alat ukut panjang badan)
Penyiapan Standar WHO 2005
2. Pelaksanaan
Memantau dan membina pelaksanaan penimbangan berat badan dan
pengukuran panjang/tinggi badan pada hari buka pusyandu
Menentukan status gizi balita berdasarkan stadar WHO 2005
Membuat rekap dan mengolah data hasil pengukuran
Merekap data balita gizi buruk
Memvalidasi data balita gizi buruk
Membuat laporan hasil
3. Evaluasi
Tersedianya data status gizi ( BB/U,BB/PB/TB, TB/U atau PB/U)
Tersedianya data balita gizi buruk berdasarkan nama, alamat,
kelompok umur, jenis kelamin dan status Ekonomi
7.Dokumen Terkait 1. Standar WHO 2005
SOP PROGRAM GIZI

NO. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


VALIDASI DATA
BALITA GIZI BURUK

Ka.Puskesmas
Kegiatan Konfirmasi berupa pengukuran ulang dan investigasi terhadap balita
1.Pengertian gizi buruk serta factor resiko terjadinya gizi buruk yang dilaporkan oleh
masyarakat, petugas lintas program atau lintas sektor di suatu wilayah tertentu
2. Tujuan 1. Diperolehnya kepastian data kasus gizi buruk yang dilaporkan oleh
masyarakat, petugas lintas program atau lintas sector di suatu wilayah
tertentu
2. Teridentifikasinya factor resiko gizi buruk di suatu wilayah sebagai bahan
informasi bagi sector terkait dalam penentuan intervensi
Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan gizi buruk
secara komprehensif
3. Kebijakan 1. Setiap ada laporan kasus gizi buruk
2. jenis data :
Data balita gizi buruk yang dilaporkan
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan ATK
Dacin
Microtoice dan alat pengukur panjang badan
Format BPB
Standar WHO 2005
6. Prosedur 1. Persiapan
Mempelajari laporan kasus balita gizi buruk
Menyiapkan alat antropometri
Menyiapkan instrumen Validasi
Berkoordinasi dengan pembina desa untuk validasi
Menyiapkan standar WHO 2005
2. Pelaksanaan
Klarifikasi laporan balita gizi buruk
Konfrmasi status gizi
Investigasi faktor penyebab terjadinya kasus balita gizi buruk
Pencatatan pelaporan hasil validasi
3. Evaluasi
Laporan Hasil Validasi
Rencana tindak validasi
7.Dokumen Terkait Standar WHO 2005
Kohort bayi atau balita
SOP PROGRAM GIZI

NO. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PELACAKAN KASUS
GIZI BURUK

Ka.Puskesmas
Rangkaian kegiatan penyelidikan atau investigasi terhadap factor resiko
1.Pengertian terjadinya gizi buruk dan penemuan kasus balita gizi buruk di suatu wilayah
tertentu
2. Tujuan 1. Ditemukannya kasus baru gizi buruk untuk dapat ditangani secara cepat,
tepat dan komprehensif
2. Teridentifikasinya faktor resiko gizi buruk di suatu wilayah sebagai bahan
informasi bagi sektor terkait dalam penentuan intervensi
3. Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan gizi buruk
secara komprehensif
3. Kebijakan 1. Setiap ada laporan kasus gizi buruk
2. jenis data :
Data balita gizi buruk yang dilaporkan
Data seluruh balita diwilayah tempat tinggal kasus
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan ATK
Dacin
Microtoice dan alat pengukur panjang badan
Format BPB
Standar WHO 2005
6. Prosedur 1. Persiapan
Mempelajari laporan kasus balita gizi buruk
Menyiapkan alat antropometri
Menyiapkan instrumen pelacakan
Berkoordinasi dengan petugas surveilens untuk melaksanakan
pelacakan
Menyiapkan standar WHO 2005
2. Pelaksanaan
Klarifikasi laporan balita gizi buruk
Konfrmasi status gizi
Penyelidikan kasus melalui penjaringan seluruh balita
Pencatatan pelaporan hasil validasi
3. Evaluasi
Laporan Hasil Validasi
Rencana tindak validasi
7.Dokumen Terkait Standar WHO 2005
SOP PROGRAM GIZI

NO. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PENATALAKSANAAN
GIZI BURUK

Ka.Puskesmas
Prosedur atau mekanisme pelayanan gizi yang dilakukan untuk mendukung
1.Pengertian
perbaikan status gizi buruk ditingkat rumah tangga
2. Tujuan Meningkatkan status gizi balita gizi buruk
3. Kebijakan 1. sesuai penemuan kasus
2. jenis data :
Data balita gizi buruk yang ditemukan
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan ATK
Dacin
Microtoice dan alat pengukur panjang badan
Format penemuan kasus balita gizi buruk
6. Prosedur 1. Persiapan
Menyiapkan alat antropometri
Mempersiapkan formulir
2. Pelaksanaan
Melakukan antropometri ( pengukuran TB/PB dan menimbang BB)
Memeriksa gejala klinis
Melakukan anamnesa gizi
Menghitung kebutuhan gizi berdasarkan hasil anamnesa
Menyusun paket intervensi bagi balita gizi buruk sesuai dengan
keaadan balita
Pemberian paket intervensi
Melakukan tindak lanjut kasus balita gizi buruk pasca perawatan
Konsultasi gizi
Pencatatan dan pelaporan
3. Evaluasi
Perubahan keaadan umun balita (BB,gejala Klinis)
Pencatatan dan pelaporan
7.Dokumen Terkait 1. pedoman pelayanan anak gizi buruk depkes RI 2011
2. Buku Penuntun Diet anak
SOP PROGRAM GIZI

NO. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMBERIAN
MAKANAN TAMBAHAN
PEMULIHAN (PMT-P)

Ka.Puskesmas
Tindakan pemulihan gizi berupa pemberian makanan tambahan padat gizi
1.Pengertian yang diperkaya dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada balita gizi
buruk atau kurus
2. Tujuan memulihkan status gizi balita gizi buruk atau kurus ke status gizi yang lebih
baik
3. Kebijakan 1. Setiap ditemukan kasus
2. jenis data :
Data balita gizi buruk (antropometri, pola asuh, status kesehatan, sosial
ekonomi)
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan ATK
PMT-P
6. Prosedur 1. Merekap data balita gizi buruk atau kurus, 2T dari hasil bulan
penimbangan Balita atau hasil penimbangan bulanan yang telah divalidasi
oleh pembina desa
2. Memvalidasi data balita gizi buruk, gizi kurang
3. Merekap data balita yang akan diberi PMT-P
4. Membuat kwitansi pengajuan
5. Melakukan pencairan dana
6. Membuat menu PMT-P sesuai kebutuhan sasaran
7. Berkoordinasi denga bidan desa atau kader untuk pengelolaan PMT-P
8. Mendistribusikan PMT-P
9. Membuat tanda terima PMT-P
10. Memantau perkembangan berat badan dan status gizi balita setiap bulan
11. Mencatat dan melaporkan hasil PMT-P
7.Dokumen Terkait Peraturan bupati tentang PMT-P Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan
bagi Balita Gizi Buruk, Kurus dan Ibu Hamil KEK
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMBERIAN
MAKANAN TAMBAHAN
PENYULUHAN
(PMT-PENYULUHAN)
Ka.Puskesmas
Pemberian makanan padat gizi sebagai makanan tambahan diluar makanan
1.Pengertian utama minimal 300 kalori yang diperuntukan bagi balita yang datang ke
posyandu
2. Tujuan 1. Balita yang datang ke posyandu mendapat makanan tambahan dan
memberi contoh ( sarana pendidikan) kepada ibu balita tentang
makanan sehat dan bergizi
2. Meningkatkan cakupan D/S di posyandu
3. Kebijakan 1. Setiap bulan
2. jenis data :
Data jumlah balita per posyandu diwilayah kerja
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Menu PMT-Penyuluhan
3. Alat Masak
4. Alat Makan
6. Prosedur 12. Merekap data cakupan D/S posyandu diwilayah kerja
13. Mengelompokan posyandu dengan cakupan D/S diatas dan dibawah
target 80%
14. Merekap posyandu dengan cakupan D/S dibawah target
15. Membuat prioritas posyandu yang akan diberi PMT-P berdasarkan jarak,
jumlah sasaran, kader aktif data KK miskin
16. Mengusulkan data posyandu yang akan diberi PMT-Penyuluhan
17. Mengusulkan pencairan dana PMT-P
18. Membuat menu PMT-P
19. Berkoordinasi dengan kader untuk pelaksanaan PMT-P di tingkat
posyandu
20. Mencatat dan melaporkan hasil kegiatan PMT-Penyuluhan
7.Dokumen Terkait Buku resep masakan
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMANTAUAN
GARAM YODIUM DI
TINGKAT
MASYARAKAT
Ka.Puskesmas
Proses kegiatan pemantauan garam beryodium yang dikonsumsi masyarakat
1.Pengertian
dengan menggunakan iodine test dilakukan secara berkala
2. Tujuan Memperoleh gambaran secara berkala tentang cakupan konsumsi garam
beryodium yang memenuhi syarat di masyarakat
3. Kebijakan 1. Sekali setahun
2. jenis data :
Data seluruh KK di wilayah kerja
Data KK sampel
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Iodine test
3. Instrumen pemantauan garam beryodium
6. Prosedur 1. Persiapan
Mementukan sampel
Menyusun jadwal
Berkoordinasi dengan kader posyandu
Menyiapkan instrumen
Menyiapkan iodine test
2. Pelaksanaan
Pemeriksaan garam beryodium yang ada dirumah tangga sampel
dengan menggunakan iodine test
Pengisian instrumen pemantauan
Pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan
3. Evaluasi
Tersedianya persentase KK menggunakan garam beryodium yang
memenuhi syarat
7.Dokumen Terkait Data jumlah penduduk
Kuisioner pemantauan garam beryodium di rumah tangga
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMBINAAN KADARZI
BERDASARKAN HASIL
PEMETAAN

Ka.Puskesmas
Berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga
1.Pengertian
sesuai dengan norma KADARZI berdasarkan hasil pemetaan
2. Tujuan Terwujudnya seluruh keluarga mandiri sadar gizi
3. Kebijakan 1. Setiap Bulan
2. jenis data :
Data hasil pemetaan KADARZI
Data Keluarga bermasalah berdasarkan hasil pemetaan KADARZI
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Peta KADARZI
3. Format pencatatan dan pelaporan
6. Prosedur 1. Persiapan
Mengolah dan menganalisa hasil pemetaan KADARZI
Menyusun rencana Intervensi
Melakukan koordinasi lintas sektor dan lintas program
Menyusun jadwal sosialisasi
Menyiapkan pencatatan dan pelaporan
2. Pelaksanaan
Sosialisasi hasil pemetaan dan rencana intervensi
Melaksanakan intervensi
Pencatatan dan pelaporan hasil intervensi
3. Evaluasi
Terlaksananya intervensi sesuai rencana
Laporan hasil intervensi
Rencana tindak lanjut
7.Dokumen Terkait Pedoman pendampingan KADARZI tahun 2007
Keputusan menteri Kesehatan Republik Indonesia, nomor
747/Menkes//SK/VI/2007 tentang Pedoman Opersional Keluarga
Sadar Gizi di Desa Siaga
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMANTAUAN
WILAYAH SETEMPAT
(PWS) GIZI

Ka.Puskesmas
Instrumen managemant program gizi untuk mendapatkan informasi dini
1.Pengertian
masalah dalam program gizi di suatu wilayah secara terus menerus
2. Tujuan Tersedianya informasi secara terus menerus, cepat, tepat dan akurat sebagai
dasar penentuan tindakan dalam upaya pencegahan dan penaggulangan
masalah gizi
3. Kebijakan 1. Setiap Bulan
2. Jenis Data
- Ibu hamil kurang energi kronik (KEK)
- Cakupan bumil dapat tablet Fe 90 tablet
- Berat bayi lahir rendah ( BBLR)
- Pemantauan pertumbuhan bayi dan balita
- Cakupan vitamin A ( bayi,balita,bufas)
- Rumah tangga dengan garam beryodium baik
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Meja dan kursi
3. Ruangan
4. Computer
5. File holder
6. Papan data
7. Form laporan
6. Prosedur 1. Mengumpulkan data cakupan program dari setiap tingkat administrative
2. Mencatat dan merekap data cakupan program
3. Pengolahan data daam bentuk grafik ataupun tabel
4. Data di intrepestasikan dan membuat rencana tinadak lanjut untuk bulan
berikutnya
5. Data ditempel di papan data
6. Pencatatan dan pelaporan
7.Dokumen Terkait 1. F/II/Gizi
2. F/III/Gizi
3. LB3 Gizi
4. Buku bantu Kohort bayi
5. Lap.Vitamin A
6. Lap.Tablet Fe
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


DISTRIBUSI MP-ASI

Ka.Puskesmas
Pemberian makanan yang bergizi disamping air susu ibu (ASI) kepada bayi 6-
1.Pengertian 11 bulan dalam bentuk MP-ASI bubuk atau tepung atau kepada anak usia 12-
24 bulan dalam bentuk MP-ASI Padat
2. Tujuan Untuk menggulangi dan mencegah terjadinya gizi buruk dan gizi kurang
sekaligus mempertahankan status gizi baik pada bayi (6-11 bulan) dan anak
(12-23 bulan)
3. Kebijakan 1. Sesuai ketersediaan
2. Jenis Data :
Data jumlah bayi 6-11 bulan
Data jumlah baduta 12-23 bulan
Data jumlah bayi 6-11 bulan dari keluarga miskin
Data jumlah baduta 12-23 bulan dari keluarga miskin
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Ruang Penyimpangan
3. Buku Pencatatan
6. Prosedur 1. Persiapan
Mengumpulakan data sasaran
Membuat rencana kebutuhan
Membuat rencana distribusi
Menyiapkan surat bukti barang kelua (SBBK)
2. Pelaksanaan
Mendistribusikan MP-ASI kepada bidan desa/pembina desa dan
atau kepada kader dan sasaran
3. Evaluasi
Tersedinya data cakupan penerima MP-ASI
Tersedianya data perubahan berat badan bayi dan baduta
penerima MP-ASI
Pencatatan dan pelaporan
7.Dokumen Terkait 1. buku pedoman pendistribusian dan pengelolaan MP-ASI
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


KONSELING GIZI

Ka.Puskesmas
Proses komunikasi 2 (dua) arah antara konselor dan klien untuk membantu
1.Pengertian klien mengenali dan mengatasi masalah dan membuat keputusan yang benar
dalam mengatasi masalah gizi yang dihadapi
2. Tujuan Membantu klien agar mau mengikuti saran konselor dalam pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan yang mendukung terwujudnya
perubahan perilaku gizi secara positif
3. Kebijakan 1. Seminggu 1 kali
2. Pasien dari semua golongan umur
4. Petugas 1. Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. Ruang konsultasi
2. Meja
3. Kursi
4. ATK
5. Buku register, KMS, Balita dan bumil
6. Media penyuluhan(food model, leaflet, lembar balik, poster, standing
banner dll)
7. Timbangan orang dewasa, timbangan bayi
8. Micritoice
9. Alat ukur lingkar lengan atas (Pita LILA)
10. Buku penuntun diit
11. Buku bahan penukar makanan
12. Grafik IMT
6. Prosedur 1. Menerima pasien dari BP Umum/KIA
2. Pasien dipanggil sesuai nomor urut
Memanggil Pasien
3. Anamnese gizi sesuai kasus ( cari penyebab)
sesuai no urut
4. Pemeriksaan fisik ukur TB dan BB
5. Catat hasil anamnese dan hasil pemeriksaan
6. Perencanaan Diet
Pemeriksaan Fisik, 7. Lakukan konseling sesuai kasus
8. Pada balita gizi buruk murni dengan status gakin beri PMT pemulihan
Anamnese, ukur TB 9. Pemberian viatmin A sesuai jadwal Agustus dan Pebruari
10. Pada penderita gizi buruk dengan penyakit penyerta rujuk kembali ke
dokter untuk diteruskan ke RS
11. Catat diregister kunjungan
Konseling 12. Penderita dipesan untuk kembali sesuai kasus
13. Protap ini dapat berubah sesuai situasi dan kondisi

Beri Vitamin/
Bila Ada Penyakit
PMT-P Dirujuk
Penyerta

Pasien Pulang

7.Dokumen Terkait 1. Buku pedoman penatalaksaan Gizi buruk


2. penuntut Diet
3. Standar WHO 2005
4. Formulir Konsultasi Gzi
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PENYELENGGARAAN
MAKANAN UNTUK
PASIEN RAWAT INAP

Ka.Puskesmas
Serangkaian kegiatan dalam rangka penyediaan makanan yang berkualitas
1.Pengertian
kepada pasien rawat inap sesuai dengan kondisi kesehatannya
2. Tujuan Menyediakan makanan pasien sesuai diet
3. Kebijakan Setiap hari perawatan
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Ruang pengolahan bahan makanan
3. Data jumlah pasien yang dirawat
4. Kalkulator
5. Biaya makan perorang/hari
6. Peralatan dan bahan bakar pengolahan bahan makanan
7. Peralatan makan pasien
8. Tempat penyimpanan bahan makanan segar
9. Pempat penyimpanan bahan makanan kering
10. Tempat pembuangan sampah
6. Prosedur A. Persiapanta jumlah pasien
1. Mengumpulkan data sarana
2. Membuat siklus menu
3. Membuat standar porsi
4. Mengumpulkan data jumlah pasien
5. Mengajukan anggaran belanja makanan
6. Menghitung kebutuhan dan jenis bahan makanan
7. Pembelian bahan makanan
8. Mengecek bahan makanan yang telah dibeli
9. Penyimpanan bahan makanan
B. Pelaksanaan
1. Memantau kegiatan pengolahan bahan makanan
2. Memantau pendistribusian dan penyajian makanan pasien
C. Evaluasi
1. Tersedianya makanan sesuai dengan jumlah pasien dan jenis
penyakit
2. Adanya siklus menu
3. Pencatatan dan pelaporan
7.Dokumen Terkait 1. Standar resep
2. Buku resep
3. Buku penuntun Diet
4. Buku penuntun Diet anak
SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PENYULUHAN
KELOMPOK

Ka.Puskesmas
Proses penyebarluasan informasi gizi yang disampaikan kepada pengunjung
1.Pengertian
puskesmas atau posyandu sebelum mendapat pelayanan
2. Tujuan Mengembangkan pengertian yang benar dan sikap yang positif
individu/pasien atau kelompok/keluarga pasien agar paham tentang
pentingnya gizi dan menerapkan perilaku gizi yang baik (sesuai norma
KADARZI) atas kesadaran dan kemauan sendiri
3. Kebijakan Pelaksaan minimal 1 kali/bulan
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi
5. Peralatan 1. ATK
2. Ruang/Tempat Penyuluhan
3. Daftar hadir peserta
4. Media penyuluhan(poster, lembar balik, Leafleat, food model)
5. Materi penyuluhan
6. Form laporan
6. Prosedur 1. Meentukan sasaran penyuluhan
2. Menetukan jadwal
3. Menyiapkan materi
4. Menetukan metoda
5. Memilih media
6. Menyiapkan daftar hadir peserta penyuluhan
7. Memberi penyuluhan
8. Membuat laporan hasil penyuluhan
7.Dokumen Terkait 1. Pedoman Operasional KADARZI
2. Pedoman PUGS
3. Dll