Anda di halaman 1dari 16

BAB I

TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian

Waham adalah keyakinan terhadap sesuatu yang salah dan secara kukuh dipertahankan

walaupun tidak diyakini oleh orang lain bertentangan dengan realita normal (Stuar dan

Sundeen, 1998).

B. Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala pada pasien dengan perubahan proses pikir : waham adalah sebagai berikut:

Menolak makan

Ekspresi wajah sedih/ketakutan

Gerakan tidak terkontrol

Mudah tersinggung

Isi pembicaraan tidak sesuai dengan kenyataan dan bukan kenyataan

Mendominasi pembicaraan orang lain

C. Rentang Respon

Respon adaptif Respon Maladaptif

- Pikiran logis - Kadang proses pikir terganggu - Gangguan isi pikir halusinasi

- Presepsi akurat - Ilusi - Perubahan proses pikir

- Emosi konsisten dengan - Emosi berlebihan - perilaku tidak teroganisasi

pengalaman

- Hubungan sosial harmonis - Menarik diri - Isolasi sosial


D. Katergori Waham

Waham sistematis

Konsisten terhadap pemikiran mungkin terjadi walaupun hannya secara teoritis

Waham nonsistematis

Tidak konsisten yang secara logis dan teoritis tidak mungkin

E. Perilaku Waham

Waham agama

Keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan diucapka berulang-ulang tetapi tidak

sesuai dengan kenyataan

Waham kebesaran

Percaya memiliki kehebatan atau kekuatan luar biasa

Waham curiga

Kecurigaan yang berlebihan atau irasional dan tidak percaya dengan orang lain

Waham somatic

Percaya adanya gangguan pada bagian tubuh

Waham nihilistik

Keyakinan seseorang bahwa dirinya sudah meninggal dunia, diucapkan berulang-ulang

tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.


ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn.MM DENGAN
GANGGUAN ORIENTASI REALITAS : WAHAM KEBESARAN
DI RUANG E RSU. Dr.V.L RATUMBUYSANG
MANADO

1. Pengkajian

A. Identitas Pasien

Nama : Nn. M.M

Umur : 22 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Pendidikan : PT

Pekerjaan : Honor di kantor dinas pariwisata

Agama : Islam

Alamat : Desa Jati Kec. Kota Ternate Selatan

Suku bangsa : Ternate/Indonesia

Tanggal Pengkajian : 7 Desember 2009

No. Rec. Medis : 15135

Diagnosa Medis : Skizoprenia

B. Identitas Penanggung Jawab

Nama : Ny. D

Alamat : PNS

Pekerjaan : Desa Jati Kec. Kota Ternate Selatan

Hubungan dengan klien : Kakak

C. Alasan Masuk Rumah Sakit

1. Keluhan saat masuk rumah sakit


Pertama kali klien masuk RS jiwa tanggal 16-02-2008 dengan keluhan bicara sendiri,

jalan tanpa tujuan, kurang tidur, marah-marah dan suka bicara sendiri

2. Keluhan saat dikaji

Saat dikaji pasien banyak bicara, perhatian mudah beralih, pasien mengatakan dia

adalah seorang professor bahasa inggris, kakaknya ada di amerika dan iparnya kepala

bank BRI di Ternate. Pasien bisa menjawab pertanyaan tetapi jawaban yang

diberikan kadang-kadang tidak tepat. Pasien bicaranya cepat dan keras

Masalah Keperaawatan : Waham kebesaran

3. Faktor Predisposisi

Pasien masuk RS jiwa karena bicara sendiri, jalan tanpa tujuan dan pasien punya

hubungan yang tidak harmonis dengan ibunya karena ibunya melarang klien

berpacaran dan memaksa klien menyelesaikan kuliahnya.

4. Faktor presipitasi

Pasien memiliki kenangan yang paling indah yaitu berpacaran malam minggu

barsama pacarnya dan pacarnya mencium dia didahi.

D. Pemeriksaan Fisik

TTV

TD : 110/90

R : 24 x/m

N : 76 x/m

S : 370C
E. Psikososial

1. Genogram

A B

Keterangan :

: Laki-laki A : Orang tua ppihak ayah

: Perempuan B : Orang tua pihak Ibu

: Pasien C : Saudara ayah

: Tinggal serumah D : Saudara Klien

2. Konsep Diri

a. Citra tubuh

Klien menyukai wajahnya dan penampilan klien bersih rapi

b. Identitas

Klien dapat menyebut nama, umur, alamat dan saudaranya

c. Peran diri

klien perna kuliah sampai semester 8 namun pada saat ujian akhir klien mulai

sakit

d. Ideal diri

klien sangat berharap saudaranya membesuknya

e. Harga diri
Hubungan klien dengan orang lain sangat baik, klien tidak merasa rendah diri.

3. Hubungan sosial

a. Orang yang paling dekat dengan klien adalah kakaknya

b. Peran serta dalam kelompok /masyarakat : klien tidak pernah mengikuti kegiatan

di masyarakat

4. Spiritual

1) Nilai dan keyakinan

Klien mengatakan beragama Islam

2) Kegiatan ibadah

Saat dikaji, klien mengatakan pada saat masuk di RS jiwa klien sudah tidak

pernah sholat 5 waktu lagi cuma berdoa dalam hati saja.

F. Status Sosial

1. Penampilan

saat dikaji klien berpenampilan rapi dan bersih

2. Pembicaraan

klien berbicara lancar sesuai topik pertanyaan yang ditanya

3. Aktivitas motorik

Pasien sangat aktif dan banyak bicara dan sering bernyanyi

4. Alam perasaan

klien merasa sedih berada di RS dan ingin di besuk oleh kakaknya

5. Afek

labil, kadang senang dan kadang sedih

6. Intraksi

Selama wawancara klien cukup kooperatif, kontak mata cukup

7. Persepsi : -
8. Proses pikir

klien dapat berbicara dengan lancar dan dapat menjawab semua pertanyaan dengan

benar

9. Isi pikir

Pasien mengatakan dia berada di RS jiwa karena sakit dan pasien juga mengatakan

dia juga adalah seorang profesor bahasa inggris, kakaknya ada di Amerika dan

iparnya kepala bank BRI di ternate (Waham kebesaran)

10. Tingkat kesadaran

CM, orientasi tempat dan orang cukup

11. Memory

klien dapat mengingat masa lalunya

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung

klien dapat menjawab pertanyaan dengan baik, klien juga dapat menghitung.

13. Kemampuan penalaran

klien dapat menilai yang kotor dan bersih

14. Daya tilik diri

Pasien mengatakan dia diantar oleh kakaknya ke RS jiwa untuk mendapat perawatan

G. Kebutuhan Persiapan Pulang

1. Nutrisi

Klien makan tiga kali sehari : nasi, ikan, sayur dan buah

2. Pola eliminasi

BAB 1x sehari

BAK 3-4x sehari

3. Personal Hygiene

Klien mandi 2x sehari cuci rambut, sikat gigi


4. Istirahat dan tidur

Tidur siang 2-3 jam dan tidur malam 7-8 jam

5. Berpakaian

Klien berpakaian rapih serta klien mampu memilih dan mengenakkannya

6. Kebiasaan merokok dan

Alkoho (-)

Merokok (-)

H. Mekanisme Koping

Klien banyak bicara, mondar-mandir dan senang bernyanyi

I. Aspek Medik

a. Diagnosa medis : Skizoprenia

b. Terapi Medis : - CPZ 100 mg 3x1

- HPL 5 mg 3x1

- THP 2 mg 3x1

- B Complex 3x1

- SF 2x

J. Analisa Data

No Data Masalah

1 DS : Gangguan proses pikir : waham kebesaran

Klien mengatakan bahwa dia adalah

seorang profesor bahasa inggris

Klien mengatakan tanda tangannya

yang ada di uang seribu kertas


DO :

Kllien menganggap dirinya lebih

tinggi dari orang lain

Klien saat bebicara penuh dengan

antusiasme yang tinggi

2 DS : Resiko kekerasan terhadap orang lain

Klien mangatakan, marah kepada

orang yang meremehkannya

DO :

Klien banyak bicara tatapan mata

tajam

Klien tidak suka di remehkan

K. Pohon Masalah

Resiko tinggi perilaku kekerasanan Akibat

Waham kebesaran Masalah

Islasi sosial Penyebab

Diagnosa Keperawatan :

1. Gangguan isi pikir waham kebesaran

2. Resiko kekerasn terhadap orang lain


DIAGNOSA ASUHAN KEPERAWATAN

NO Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional

1 Gangguan isi pikir : waham TU : Bina hubungan saling percaya Hubugan saling percaya sebagai
kebesaran b/d : Klien dapat berbicara dengan menggunakan hubungan dasar interaksi yang terapeutik
DS : secara rasional terapeutik antara perawat dan klien
Klien mengatakan bahwa dia mengatakan yang
adalah seorang profesor sebenarnya Jelaskan pada klien tentang Dengan memberi penjelasan pada
bahasa inggris waham dengan kenyataan yang klien tentang waham dan realita
Klien mengatakan tanda TK : ada sekarang maka diharapkan klien dapat
tangannya di uang seribu Klien dapat membina membedahkan antara waham dan
kertas hubungan saling percaya realita
DO : Klien dapat membedakan
Dengan minum obat secara
Klien mengatakan dirinya waham dan Anjurkan klien minum obat secara
teratur dapat mempercepat proses
lebih tinggi dari orang lain realita/kenyataan teratur sesuai dengan aturan
penyembuhan
Gaya bicara klien suka Klien dapat minum obat
memanfaatkan obat serta
berlebihan
terkontrol untuk
mengontrol wahamnya
2 Resiko kekerasan terhadap orang TU Bina hubungan saling percaya Hubungan saling percaya
lain berhubungan dengan waham Klien tidak sebagai dasar interaksi yang
kebesaran di tandai dengan : membahayakan dirinya terapeutik antara perawat
DS : sendiri dan orang lain. dengan klien
Klien marah-marah
kepada orang yang TK Perawat harus mempertahankan Agar pikiran klien tidak
meremehkannya Klien dapat membina sikap yang wajar dan tidak terbawa dengan waham saat
DO : hubungan saling percaya berlebihan terhadap klien berkomunikasi
Klien banyak bicara, Klien dapat mengurangi
tatapan mata tajam waham Jelaskan tentang waham dan Dengan menjelaskan waham
Klien tidak suka Klien dapat realita agar klien dapat mengerti dan realita maka klien tidak
diremehkan mengendalikan membedahkan antara waham
perasaannya dan dan realita yang sebenarnya
membedahkan antara
waham dan realita Observasi perilaku klien Observasi yang ketat
merupakan hal yang penting
karena dapat memastikan klien
dalam keadaan umum.
No Hari/Tanggal Diagnosa Implementasi Evaluasi

1 1 Membina hubungan saling S:


percaya dengan klien Klien masih
(menyapa klien dengan mengatakan bahwa dia
memberi salam, tanyakan adalah seorang profesor
keadaan klien) bahasa inggris dan
tanda tangannya yang
Menjelaskan pada klien terdapat di uang seribu
tentang waham dan realita. kertas

Menganjurkan dan membantu O:


memberikan obat secara
Gaya bicara klien
teratur
berlebih-lebihan
Klien memiliki rasa
percaya diri yang tinggi

A:
Masalah belum teratasi

P:
Lanjutkan tindakan
keperawatan

2 2 Bina hubungan saling percaya S:

dengan klien, menyapa klien Klien masih

dengan memberi salam dan mengatakan bahwa dia

tanyakan keadaan klien lebih tinggi dari orang

lain

Mempertahankan perilaku O:

yang wajar dan tenang. Nada bicara klien keras


Perawat berinteraksi dan Klien banyak bicara

berinteraksi dengan prinsip- Klien mulai tenang saat

prinsip hubungan terapeutik diberikan pengertian

tidak menyinggung perasaan A:

klien Masalah mulai teratasi

P:

Menanyakan apakah pasien Lanjutkan tindakan

sudah mengerti dan suruh keperawatan

pasien menyebutkan kembali

pengertian waham dan realita

Mengobservasi perilaku klien

apakah ada tanda-tanda

melakukan kekerasan pada

diri sendiri atau orang lain.


ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama : Nn. M. M

Umur : 22 tahun

Interaksi : Fase Perkenalan

Lingkungan : Di ruang E

Deskripsi : Klien kooperatif.

Tujuan Interaksi : membina hubungan saling percaya dan klien dapat memperkenalkan
dirinya dan memberitahu alasan masuk rumah sakit

Tanggal Interaksi : 11 desember 2009, jam 09.15 10.00

Komunikasi Analisa Rasional


Verbal Nonverbal Berpusat Pada Klien Berpusat Pada
Perawat
P : Selamat pagi P : ada kontak mata, Klien tersenyum Berharap klien Ucapan salam
berjabat tangan dan disapa oleh perawat menerima dan sebagai tanda awal
mendekati klien membalas sapaan dari terjadinya
huubungan saling
percaya

K : Selamat pagi K : ada kontak mata Klien duduk tidak Berharap dapat Dengan menyebut
mantri ragu-ragu melanjutkan nama menandakan
pembicaraan klien bersedia
untuk melanjutkan
pembicaraan

P : Perkenalkan K : mempertahankan Klien mulai berbicara Berharap klien dapat Waktu yang akan
nama saya I. L kontak mata dan dan menyebut nama berjalan akan lebih
biasa di panggil tersenyum menjawabpertanyaan dengan lengkap dan efektif
E. saya benar
mahasiswa
akper depkes.
saya praktek
disini selama 4
hari. Boleh
kenalan?

K : Boleh mantri, K : mempertahankan Klien berbicara Berhaqrap klien Membina hubungan


nama saya kontak mata dan dengan cepat dan menjawab pertanyaan saling percaya
M. M tersenyum keras dengan benar

P : Apakah M. M K : kontak mata Klien banyak bicara Berharap klien tahu Kontrak waktu
masih ingat keberadaan dirinya
kapan dirawat
disini?

K: saya dirawat K : menatap perawat Menjawab respon Berharap klien mau


disini pada tanggal untuk pertemuan
16-02-2008 selanjutnya

P : kenapa sampai P : mempertahankan


M. M bisa dirawat tingkah laku klien
disini

K : saya di rawat P : Kontak mata baik


karena kurang tidur
dan jalan tanpa
tujuan

P : M. M pertemuan K : menjawab
kita sampai disini
dulu, saya berharap
M. M tetap ingat
nama saya dan
besok apakah kita
boleh bercerita
kembali?

K : boleh mantri.. K : kontak mata


berbicara jelas
sambil tersenyum

K : ada kontak mata


dan tersenyum

P : kontak mata dan


membalas senyum