Anda di halaman 1dari 2

Menentukan Sarat Buritan (Tb) yang Sebenarnya Setelah Stern Lift (Periode III)

Dalam tahap 2 dapat dihitung sarat buritan Tb karena sepatu masih duduk di landasan. Setelah
angkat burutan (stern lift), jika diasumsikan bahwa kapal masih duduk di landasan, maka dapat
diketahui bahwa momen gaya angkat terhadap ujung darat sepatu luncur lebih kuat dari momen
gaya berat terhadap titik yang sama.

Berarti ruas kana persamaan keseimbangan momen tidak akan menjadi nol.
gV .d Pc M
Ini berarti bahwa sarat belakang Tb lebih kecil dari s.tan tetapi belum diketahui nilainya.
Pada sarat Tb yang benar, keseimbangan momen akan dipenuhim yaitu bahwa:
M 0
Untuk medapatkan nilai Tb sebenarnya dilakukan perhitungan interpoalsi untuk
memperoleh keseimbangan momen yang diharapkan.
Interpolasi dapat dilakukan apabila terlebih dahulu membuat beberapa kondisi sarat
buritan yang diperoleh dari pembagian sarat buritan menjadi tiga atau empat titik setelah
kondisi stern lift pada langkah tertentu.
Langkah 7.1 7.2 7.3

A
gV .d Pc M 1 M 2 M 3
FP
DL1 DL2 DL3 T
PL TA
TA TA TA R
LD TA TA yg
LD
TA
LD
Sisa 3 Sisa 2 Sisa 1
Sisa
Sebagai contoh untuk menentukan sarat buritan sebenarnya pada langkah 7, maka sarat
buritan pada langkah 7 dibagi menjadi tiga titik menjadi sarat 7.1; sarat 7.2 dan sarat 7.3
Setelah ditentukan sarat buritan pada ketiga titik tersebut kemmudian dihitung
displacemen dan bouyancy masing-masing, sehingga dperoleh beberapa kondisi
keseimbangan dari momen gaya berat dan momen gaya angkat terhadap ujung darat
sepatu luncur

Langkah 7.1 7.2 7.3


gV .d Pc M 1 M 2 M 3

Sehingga untuk mendapatkan harga momen x adalah nol ( gV .d Pc 0 ) dilakukan


interpolasi nilai sarat buritan Tb sebagai berikut:
( x x2 )( x x3 ) ( x x1 )( x x3 ) ( x x1 )( x x2 )
Tb y1 y2 y3
( x1 x2 )( x1 x3 ) ( x2 x1 )( x2 x3 ) ( x3 x1 )( x3 x2 )
Dimana:
x1 = selisih momen gaya angkat dengan gaya berat terhadap ujung sepatu luncur pada Tb 1
x2 = selisih momen gaya angkat dengan gaya berat terhadap ujung sepatu luncur pada Tb 2
x3 = selisih momen gaya angkat dengan gaya berat terhadap ujung sepatu luncur pada Tb 3