Anda di halaman 1dari 2

SILABUS TRAINING TRASNFER PRICING SEHARI

Deskripsi Transfer Pricing

Pada tanggal 5 Januari 2017 Menteri Keuangan Republik Indonesia telah mengeluarkan
PMK 213/PMK.03/2016 untuk mengadopsi BEPS Action Plan Nomor 13 terkait dengan
kewajiban pembuatan dan penyimpanan dokumentasi transfer pricing sebagai bukti
aplikasi prinsip kewajaran dan kelaziman usaha oleh wajib pajak atas berbagai transaksi
afiliasi yang dilakukan. PMK ini memuat aturan tentang jenis dokumen dan/atau
informasi tambahan yang wajib disimpan oleh wajib pajak yang melakukan transaksi
dengan para pihak yang mempunyai hubungan istimewa serta tata cara pengelolaannya.
PMK ini akan berdampak banyak terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan wajib
pajak yang memiliki transaksi afiliasi untuk tahun pajak 2016, khususnya terhadap
kewajiban penyampaian SPT PPh badan yang wajib disampaikan ke DJP pada akhir April
2017. Berdasarkan aturan ini dokumentasi transfer pricing wajib pajak tahun pajak 2016
harus sudah tersedia paling lama 4 (empat) bulan setelah akhir tahun pajak.

1. Konsep Transfer Pricing


2. Kriteria WP yang tidak wajib dan yang wajib membuat TP Documentation untuk
tahun pajak 2016
3. Sanksi dan konsekwensi apa saja apabila tidak membuat TP Documentation tahun
pajak 2016 bagi yang diwajibkan membuat TP Documentation.
4. Pengaruh PMK No. 213/PMK.03/2016 terhadap ketentuan Transfer Pricing
sebelumnya (PER-43/PJ/2010 jo PER-32/PJ/2011)
5. Perbedaan TP Documentation dalam PMK No. 213/PMK.03/2016 dengan praktik TP
Documentation sebelumnya;
6. Poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam penyiapan TP Documentation
berdasarkan PMK 213/PMK.03/2016.
7. Analisa Kesebandingan (Comparability Analysis)
8. Analisa Fungsi, Aset dan Resiko (FAR)
9. Metode Transfer Pricing