Anda di halaman 1dari 6

TUBERKOLOSIS

Definisi

Infeksi yang disebakan oleh mycobacterium tuberkolosis. Kuman ini menyebar


melalui inhalasi droplet. Kemudian masuk ke saluran napas dan bersarang di jaringan
paru hingga membentuk afek primer.

Etiologi

Penyakit Tb paru adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Mycobakterium tuberkulosis. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam
sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).

Sumber penularan adalah penderita tuberkulosis BTA positif pada waktu batuk
atau bersin. Penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan
dahak).

Patogenesis

Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TB.
Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan
mukosilier bronkus, dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana.
Infeksi dimulai saat kuman TB berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di
paru, yang mengakibatkan radang di dalam paru. Aliran getah bening akan membawa
kuman TB ke kelenjar getah bening di sekitar hilus paru, ini disebut sebagai kompleks
primer. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah
sekitar 4-6 minggu. Infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi
tuberkulin dari negatif menjadi positif.

Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung dari banyaknya kuman yang masuk
dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi daya
tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TB. Meskipun demikian,
beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang
kadang daya tahan tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman, akibatnya
dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi sakit TB.Masa inkubasi, yaitu
waktu sejak terinfeksi sampai menjadi sakit, diperkirakan sekitar 6 bulan.
Tanda dan Gejala

a) Gejala sistemik/umum

o Penurunan nafsu makan dan berat badan.

o Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

o Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya


dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang
serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.

b) Gejala khusus

o Bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke


paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang
membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah
yang disertai sesak.

o Jika ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat


disertai dengan keluhan sakit dada
Diagnosis dapat ditegakan berdasarkan dari gambaran klinis, pemeriksaan mikrobiologi,
dan hasil radiologi

Anamneis
Gejala lokal respiratorik yaitu 2 minggu , hemoptisis, sesak napas, dan nyeri
dada.
Gejala sistemik, yaitu demam, malaise , keringat malam, anoreksia, dan berat
badan menurun.
Pemeriksaan fisik
Pada pasien TB dapat ditemukan suara napas bronkial, amformik, suara napas
melemah, atau ronki basah. Pada pasien dengan limfadefinitis TB terdapat
pembesaran KGB sekitar leher dan ketiak. Pada pasien dengan limfadenitis TB
terdapat pembesar KGB sekitar leher dan ketiak pada pasien peluiritis TB karena
ada cairan, hasil perkusi pleuritis TB karena ada cairan , hasil perkusi menjadi
pekak dan auskultasi melemah hingga tidak terdengar pada tempat yang ada
cairan.
Pemeriksaan bakteriologi
Di ambil dari spesimen daahak, cairan pleura,cairan serebrospinal , bilasan
bronkus dan lambung, broncoalveolar lavage, biopsi. Untuk pengambilan
spesimen dahak dilakukan 3 (SPS) yaitu sewaktu (waktu kunjungan) , pagi (
keesokan harinya) sewaktu ( saat mengantarkan dahak pagi atau setiap pagi
selama 3 hari berturut-turut

Pemeriksaan dahak mikroskopik

Pemeriksaan dahak berfungsi untuk menegakkan diagnosis, menilai keberhasilan


pengobatan dan menentukan potensi penularan.

Pemeriksaan dahak untuk penegakan diagnosis dilakukan dengan mengumpulkan 3


spesimen dahak yang dikumpulkan dalam dua hari kunjungan yang berurutan sewaktu-
pagi- sewaktu (SPS)

1. S(sewaktu): Dahak dikumpulkan pada saat suspek tuberkulosis datang


berkunjung pertama kali. Pada saat pulang, suspek membawa sebuah pot dahak
untuk mengumpulkan dahak pada pagi hari kedua

2. P(pagi): Dahak dikumpulkan di rumah pada pagi hari kedua, segera setelah
bangun tidur. Pot dibawa dan diserahkan sendiri kepada petugas
3. S(sewaktu): Dahak dikumpulkan pada hari kedua, saat
menyerahkan dahak pagi hari.

Pemeriksaan darah

Hasil pemeriksaan darah rutin kurang menunjukan indikator yang spe sifik
untuk Tb paru. Laju Endap Darah ( LED ) jam pertama dan jam kedua
dibutuhkan. Data ini dapat di pakai sebagai indikator tingkat kestabilan keadaan
nilai keseimbang an penderita, sehingga dapat digunakan untuk salah satu respon
terhadap pengobatan penderita serta kemungkinan sebagai predeteksi tingkat
penyembuhan penderita. Demikian pula kadar limfosit dapat menggambarkan daya
tahan tubuh penderita.LED sering meningkatk pada proses aktif, , tetapi LED yang
normal juga tidak menyingkirkan diagnosa TBC.

Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan standar adalah foto toraks PA. Pemeriksaan lain atas indikasi ialah
foto lateral, top lordotik, oblik, CT-Scan. Pada kasus dimana pada pemeriksaan sputum
SPS positif, foto toraks tidak diperlukan lagi. Pada beberapa kasus dengan hapusan

positif perlu dilakukan foto toraks bila.

o Curiga adanya komplikasi (misal : efusi pleura, pneumotoraks)

o Hemoptisis berulang atau berat

o Didapatkan hanya 1 spesimen BTA +

Pemeriksaan foto toraks memberi gambaran bermacam-macam bentuk.


Gambaran radiologi yang dicurigai lesi Tb paru aktif:

o Bayangan berawan/nodular di segmen apikal dan posterior lobus atas dan


segmen superior lobus bawah paru.

o Kaviti terutama lebih dari satu, dikelilingi bayangan opak berawan atau
nodular.

o Bayangan bercak milier.

o Efusi Pleura
Gambaran radiologi yang dicrigai Tb paru inaktif

o Fibrotik, terutama pada segmen apical dan atau posterior lobus atas dan
atau segmen superior lobus bawah.

o Kalsifikasi.

o Penebalan pleura.

Penatalaksanaan

Pengobatan tuberkulosis bertujuan untuk menyembuhkan pasien, mencegah


kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah
terjadinya resistensi kuman terhadap OAT.

Jenis obat utama (lini 1) yang digunakan adalah: INH, Rifampisin, Streptomisin,
Etambutol. Jenis obat tambahan lainnya (lini 2): Kanamisin ,Amikasin, Kuinolon.

Pengobatan Tb paru pada orang dewasa di bagi dalam beberapa kategori yaitu

1. Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3
Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol
setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan
rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan). Diberikan kepada:

a. Penderita baru TBC paru BTA positif.

b. Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat.

2. Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3

Diberikan kepada :

a. Penderita kambuh.

b. Penderita gagal terapi.

c. Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.

3. Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3

Diberikan kepada penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif
Komplikasi

Tb paru apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi.


Komplikasi-komplikasi yang terjadi pada penderita Tb paru dibedakan menjadi
dua, yaitu :

1. Komplikasi dini: pleuritis, efusi pleura, empiema, laryngitis, usus.

2. Komplikasi pada stadium lanjut

Prognosis
Kematian sudah pasti bila penyakit TB tidak diobati. Makin dini penyakit ini di
diagnosis dan di obati, makin besar kemungkinan pasien sembuh tanpa kerusakan serius yang
menetap. Makin baik kesadaran pasien ketika pengobatan dimulai, makin baik prognosisnya.
Bila pasien dalam keadaan koma, prognasis untuk sembuh sempurna sangat buruk.
Sayangnya pada 10%-30% pasien yang dapat bertahan hidup terdapat beberapa kerusakan
menetap. Oleh karena akibat dari penyakit ini sangat fatal bila tidak terdiagnosis.

Sumber: (Darmanto, 2009. Respilogi ( respiratory medicine). EGC;Jakarta)


Sumber: (Hiswani, 2006. Tuberkolosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat. Fakultas kedokteran universitas sumatera utara)