Anda di halaman 1dari 10

STRUKTUR ANATOMI SISTEM PERKEMIHAN

Sistem Perkemihan
Bagian-bagian saluran perkemihan: Sistem Perkemihan
1. Ginjal (renal) (The Urinary System)
- Bentuk seperti kacang Fungsi Sistem Perkemihan
- Ginjal dalam tubuh ada dua. Membuang sisa metabolisme :
- Bagian-bagiannya: Sisa metabolisme Nitrogenous : ureum,
a. Korteks creatinin, uric acid.
b. Medulla Racun-racun/Toxins
c. Caliks mayor dan minor Obat-obat/Drugs
d. Pelfis renalis Fungsi Sistem Perkemihan
Pada ginjal terdapat hilus dan sinus renalis. Pengaturan homeostasis :
Isi hilus renalis: fasa renalis, limfe, saraf, dan Keseimbangan air
ureter Elektrolit
Isi sinus renalis: fasa renalis, limfe, saraf, dan Keseimbangan asam-basa darah
pelvis renalis Tekanan darah
2. Ureter Produksi darah merah
Letak : dari lumbal sampai hipogastrik Mengaktifkan vitamin D
Panjang : + 30 cm Organ sistem perkemihan
3. Vesica urinaria Ginjal/Kidneys
Fungsi : menampung urine sementara sebelum Ureter/Ureters
dikeluarkan. Kandung kemih
Struktur: (urinary bladder)
- os. ureteris dextra Uretra/Urethra
www.sekolahperawat.wordpress.com Bagian Ginjal
- os. ureteris sinistra Renal cortex outer region
- oriviseum uretra internum Renal medulla inside the cortex
4. Urethra Renal pelvis inner collecting tube
Panjang: Nephrons
- Laki-laki : 18-20 cm; Struktur dan fungsi unit terkecil ginjal
- Perempuan : 4 cm wanita lebih beresiko kena Bertanggungjawab membentuk urine
kanker Struktur nephrons :
Fungsi: Glomerulus
- Laki-laki: jalan keluar sperma dan urine Renal tubule (tubulus renalis)
- Perempuan : jalan keluar urine Bentuk Nephrons
Pada laki-laki memiliki 5 bagian (pars): Cortical nephrons
- Intramural Berada pada cortex
- Prostatika Sebagian besar nephrons
- Membranasea Bentuk Nephrons
- Bulbaris Juxtamedullary nephrons
- Spongeosa Dijumpai pada batas cortex dan medulla
Topografi ginjal Glomerulus
Letak: di region lumbal posterior, ginjal kanan: Jaringan Kapiler khusus
VL2-VL4, kiri: VL1-VL4 Melekat pada arterioles kedua sisi
Vaskularisasi: diperdarahi oleh arteri dan vena afferent arteriole
renalis efferent arteriole
Pembungkus ginjal: Berada dlm glomerular capsule (bag.pertama
a. Kapsula renalis renal tubule)
b. Vasia renalis Renal Tubule
c. Kapsula diposa Glomerular (Bowmans) capsule
Proximal convoluted tubule
Loop of Henle
Distal convoluted tubule Smooth, collapsible, kantong berotot.
Filtration Menampung/menyimpan urine sementara
(filtrasi) Kandung kemih
b. Reabsorption Trigone tiga pembukaan
(reabsorpsi) Dua dari ureter
c. Secretion Satu ke urethrea
(sekresi) Dinding Kandung kemih
Filtrasi (Filtration) 3 Lapisan otot polos (detrusor muscle)
Air dan senyawa-senyawa kecil proteins dapat Mukosa : transitional epithelium
melewati dinding kapiler Dinding : tebal dan berlipat saat kandung kemih
Sel-sel darah tak dapat melewati dinding kapiler kosong
Filtrate (hasil filtrasi) dikumpulkan glomerular Urethra
capsule, kemudian ke renal tubule Tube berdinding tipis yang memindahkan urine
(Reabsorpsi) Reabsorption dari kandung kemih ke luar tubuh degan gerak
Peritubular capillaries menyerap : peristalsis
Air Pengeluaran urine diatur oleh dua katup
Glucosa (sphincters)
Asam amino Internal urethral sphincter (tanpa
Ion-ion sadari/involuntary)
Penyerapan sebagian besar terjadi pada External urethral sphincter (disadari/voluntary)
proximal convoluted tubule Berkemih (Micturition/Voiding)
Zat yang tak direabsorbsi Kedua katup (sphincter) otot harus terbuka agar
Sisa metabolisme Nitrogenous dapat berkemih
Urea Internal urethral sphincter : direlakskan setelah
Uric acid peregangan kandung kemih
Creatinine Pengkatifan ini berasal dari impulse dikirim ke
Air yang berlebihan spinal cord dan kemudian balik melalui saraf
Sekresi (Secretion) pelvic splanchnic
(Kebalikan Reabsorpsi) External urethral sphincter : harus direlakskan
Beberapa zat berpindah dari peritubular secara sadar
capillaries ke renal tubules
Hydrogen and potassium ions Anatomi sistem Perkemihan
Creatinine Sistem perkemihan merupakan suatu sistem
Zat-zat meninggalkan renal tubule berpindah ke dimana terjdinya proses penyaringan darah
ureter sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak
Karakteristik Urine digunakan untuk Diagnosa dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat
Warna kuning disebabkan pigment urochrome yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat
(dari penghancuran hemoglobin) and zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut
terlarut lain dlam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Steril Susunan Sistem Perkemihan
Sedikit beraroma Sistem perkemihan terdiri dari: a) dua ginjal (ren)
pH Normal sekitar 6 (4.5-8) yang menghasilkan urin, b) dua ureter yang
Specific gravity : 1.001 to 1.035 membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria
Ureter (kandung kemih), c) satu vesika urinaria (VU),
Saluran Tube yang melekat pada ginjal dan tempat urin dikumpulkan, dan d) satu urethra,
menuju ke Kandung kemih (bladder) urin dikeluarkan dari vesika urinaria.
Merupakan lanjutan renal pelvis Ginjal (Ren)
Masuk melalui bagian posterior kandung kemih Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di
Peristalsis membantu gaya grafitasi untuk belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra
memindahkan urine. thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3.
Kandung kemih Bentuk ginjal seperti biji kacang. Ginjal kanan
(Bladder/Vesica Urinaria) sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya
lobus hepatis dexter yang besar. terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di
Fungsi ginjal tubulus proximal. sedangkan pada tubulus distal
Fungsi ginjal adalah a) memegang peranan terjadi kembali penyerapan sodium dan ion
penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan
racun, b) mempertahankan suasana terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan
keseimbangan cairan, c) mempertahankan sisanya dialirkan pada papilla renalis.
keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan 3. Proses sekresi.
tubuh, dan d) mengeluarkan sisa-sisa Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di
metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin tubulus distal dialirkan ke papilla renalis
dan amoniak. selanjutnya diteruskan ke luar.
Fascia Renalis terdiri dari: Pendarahan
Fascia renalis terdiri dari a) fascia (fascia renalis), Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis
b) Jaringan lemak peri renal, dan c) kapsula yang yang mempunyai percabangan arteria renalis,
sebenarnya (kapsula fibrosa), meliputi dan arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri
melekat dengan erat pada permukaan luar ginjal renalis bercabang menjadi arteria interlobularis
Struktur Ginjal kemudian menjadi arteri akuarta. Arteri
Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang interlobularis yang berada di tepi ginjal
disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bercabang menjadi arteriolae aferen glomerulus
bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang
medulla renalis di bagian dalam yang berwarna meninggalkan gromerulus disebut arteriolae
cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian eferen gromerulus yang kemudian menjadi vena
medulla berbentuk kerucut yang disebut renalis masuk ke vena cava inferior.
pyramides renalis, puncak kerucut tadi Persarafan Ginjal
menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus
kecil disebut papilla renalis. renalis(vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk
Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam
konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan
pembuluh limfe, ureter dan nervus.. Pelvis renalis pembuluh darah yang masuk ke ginjal.
berbentuk corong yang menerima urin yang Ureter
diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing
calices renalis majores yang masing-masing akan bersambung dari ginjal ke vesika urinaria.
bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis Panjangnya 25-30 cm, dengan penampang 0,5
minores. cm. Ureter sebagian terletak pada rongga
Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga
yang merupakan unit fungsional ginjal. pelvis.
Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap Lapisan dinding ureter terdiri dari:
ginjal. Nefron terdiri dari : Glomerulus, tubulus 1. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus 2. Lapisan tengah lapisan otot polos
urinarius. 3. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Proses pembentukan urin Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-
Tahap pembentukan urin gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk
1. Proses Filtrasi ,di glomerulus ke dalam kandung kemih.
terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah Vesika Urinaria (Kandung Kemih)
bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin.
tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi).
terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, letaknya d belakang simfisis pubis di dalam
bikarbonat dll, diteruskan ke tubulus ginjal. cairan rongga panggul. Vesika urinaria dapat
yang di saring disebut filtrate gromerulus. mengembang dan mengempis seperti balon
2. Proses Reabsorbsi karet.
Pada proses ini terjadi penyerapan kembali Dinding kandung kemih terdiri dari:
sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida, 1. Lapisan sebelah luar (peritoneum).
fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya 2. Tunika muskularis (lapisan berotot).
3. Tunika submukosa. kemih setelah terisi dengan urin. Mikturisi
4. Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). melibatkan 2 tahap utama, yaitu:
Uretra 1. Kandung kemih terisi secara progresif hingga
Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada tegangan pada dindingnya meningkat melampaui
vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air nilai ambang batas (Hal ini terjadi bila telah
kemih ke luar. tertimbun 170-230 ml urin), keadaan ini akan
Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13,7-16,2 cm, mencetuskan tahap ke 2.
terdiri dari: 2. adanya refleks saraf (disebut refleks mikturisi)
1. Urethra pars Prostatica yang akan mengosongkan kandung kemih.
2. Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter Pusat saraf miksi berada pada otak dan spinal
urethra externa) cord (tulang belakang) Sebagian besar
3. Urethra pars spongiosa. pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan
Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 dapat di pelajari latih. Sistem saraf simpatis :
cm (Taylor), 3-5 cm (Lewis). Sphincter urethra impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak
terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan spinchter interna, sehingga otot detrusor relax
vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran dan spinchter interna konstriksi. Sistem saraf
ekskresi. parasimpatis: impuls menyebabkan otot detrusor
Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan: berkontriksi, sebaliknya spinchter relaksasi terjadi
1. Lapisan otot polos, merupakan kelanjutan otot MIKTURISI (normal: tidak nyeri).
polos dari Vesika urinaria. Mengandung jaringan .
elastis dan otot polos. Sphincter urethra menjaga Ciri-Ciri Urin Normal
agar urethra tetap tertutup. 1. Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter, tapi
2. Lapisan submukosa, lapisan longgar berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang
mengandung pembuluh darah dan saraf. masuk.
3. Lapisan mukosa. 2. Warnanya bening oranye tanpa ada endapan.
Urin (Air Kemih) 3. Baunya tajam.
Sifat fisis air kemih, terdiri dari: 4. Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus
1. Jumlah ekskresi dalam 24 jam 1.500 cc dengan pH rata-rata 6.
tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan Bahan Bacaan
faktor lainnya. Guyton dan Hall. 2007. Buku Ajar FISIOLOGI
2. Warna, bening kuning muda dan bila dibiarkan KEDOKTERAN Edisi II. Jakarta: EGC
akan menjadi keruh. Pearce, Efelin C. 2006. Anatomi dan fisiologi
3. Warna, kuning tergantung dari kepekatan, diet untuk paramedic Jakarta: PT Gramedia Pustaka
obat-obatan dan sebagainya. Utama
4. Bau, bau khas air kemih bila dibiarkan lama Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa
akan berbau amoniak. Perawat. Jakarta: EGC
5. Berat jenis 1,015-1,020. Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk
6. Reaksi asam, bila lama-lama menjadi alkalis, Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC
juga tergantung dari pada diet (sayur Ditulis dalam kesehatan. 2 Komentar
menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi
reaksi asam). PERKEMIHAN
Komposisi air kemih, terdiri dari: Mengatur keseimbangan air dan mineral di dalam
1. Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air. tubuh,mengeluarkan zat-zat sisa(misalnya urea,
2. Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme dan amoniak).
protein, asam urea, amoniak dan kreatinin.
3. Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, 1.Proses pembentukan urine
fospat dan sulfat. Ginjal mengandung blebih dari 1 juta neprhon
4. Pagmen (bilirubin dan urobilin). yang terdiri dari satu renal karpuskal dan tubulus-
5. Toksin. tubulus dengan bentuk yang jelas.Setiap hari ada
6. Hormon. sekitar 1700L
Mikturisi Darah (1,2L/menit),yang mengalir melalui nepron
Mikturisi ialah proses pengosongan kandung yang terletak di dalam korteks renalis.Kapile-
kapiler gromerolus menghasilkan sekitar 180L kolon.
cairan filtrat setiap hari,99% akan di serap
kembali oleh system tubulus dan masuk ke dalam Perkemihan
darah.Sisa cairan akan menjadi lebih pekat di 1. Ureter
dalam medulla renalis di ansa henle dan tubulus 2. kandung kemih
colligentos.Akhirnya cairan mengalir ke dalam 3. uretra
renal cilicus,urn dan pelvis renis melalui ureter proses feses
masuk ke dalam vesica urinaria dan dari sini Bahan makanan di serat pembuluh getah bening
dikeluarkan melalui uretra (kira-kira 1,5L/hari). melalui lipatan usus kemudian masuk usus besar
kemudian bubur bahabn makanan itu di
Komposisi normal urine padatkan,di tampung melalui gerak antiperistaltik
jimlah:900-1500ml/24 jam (bervariasi sesuai yang terdiri dari bakteri yang dikeluarkan.
dangan asupan cairan dan jumlah cairan yang
keluar melalui jalan lain).
Berat jenis:N02-1003(yang menandakan jumlah 5.Suplai darah dari arteria renalis dari
substansi yang terr=larut di dalamnya), aorta,kemudian arteria renalis kanan melewati
Reaksi:Asam PH sekitar 0,6. bagian belakang vena kava inferior,jumlah darah
Warna:Sehubungan dengan urokom (pigmen lewat melalui ginjal nadalah sangat besar
yang berasal tak tentu). .Sedangkan suplai darah yang melalui vena
-Kompisisi renalis ke dalam vena kava inferior lalu vena kava
a.Air renalis kiri melalui bagian depan.
b.Urea 20-30 dalam 24 jam
c.Asam urat 0,6 gram dalam 24 jam 2.Proses Berkemih
d.Kretinin 1-2 gram dalam 24 jam bagian cairan dari darah (bebas dari se-sel darah
e.Natrium kaium ffosfat dan protein )difilter di bawah tekanan ke dalam
f.klorida sulfat. tubulus yang panjang dalam ginjal,tubulus ginjal
secara selektif permiabel dan kebanyakan
Bagian-Bagian Nefron terhadap cairan dan setiap perrsenyawaan
nefron terbentuk dari tubulus renalis,merupakan esensial direabsorbsi kembali ke dalam
gromerolus dan berhubungan dengan pembuluh darah.kemudian sampah nitrogen dan asam-
darah.Masing-masing tubulus renalis merupakan asam di buang dalam bentuk urine yang mengalir
tubulus yang berbengkok-bengkok,di selaputi ke ureter kedalam kandung kemih dan di
oleh lapisan sel-ssel kuboid.Tubulus renalis mulai ekresikan pada invral waktu melalui uretra atau
sebagai kapsula bowmandula,lapisan terbentuk pada saat terjadi miksi.
mangkuk menutupi gromerolus;saling melilitkan
diri membentuk tubulus kovolute komposisi cairan tubuh manusia
proksimal,menjalar dan korteks sebagian medulla Air ialah komponen yang paling banyak di tubuh
dan sebagian lagi ke bagian korteks membentuk manusia, menyusun sekitar 60% berat tubuh
tubulus konvolute distal berakhir dgn memasuki dengan kisaran antara 40% sampai 80%
tubulus pengumpul. kandungan H2O seseorang berada dalam rentang
konstan selama suatu periode waktu, terutama
Pencernaan disebabkan oleh efisiensi ginjal mengatur
1.mulut:Memasukkan makanan keseimbangan H2O.
2.Lambung:Menampung makana dalam kantung Cairan yang bersikulasi di seluruh tubuh di dalam
dan melepaskan makanan tersebut secara ruang cairan intrasel (CIS) dan ekstrasel (CES)
bertahap dalam usus. mangandung elektrolit , mineral dan sel.
3.Usus halus:Mensekresikan cairan 2. Asam
usus,menerima cairan empedu dan - Sidemia
pancreas,mencerna makanan,mengabsorbsi - Anion
air,gram dan vitamin. - Bosa
4.Usus Besar - Kation
mernsekresikan kalium ke dalam klandungan - Elektrolit
- Ion Untuk mengatur eksitabilitas ( rangsangan )
- Pn heuromuskular dan kontraksi otot
Pengaturan keseimbangan asam basa karena
3. Tekanan osmotik merupakan tekanan dengan ion kalium dapat di tukar denagn ion hidrogen
kekuatan untuk menarik air dan kekutatan ini
bergantung pada jumlah molekul di dalam larutan Pengertian Asam dan Basa
suatu larutan dengan kosentrasi solut yang tinggi Asam ialah sekelompok zat yang mengandung
tekanan osmotik yang tinggi sehingga air akan disosias, atau terpisah (terurai) apabila berada
tertarik masuk ke dalam larutan tersebut . dalam larutan untuk menghasilkan H+ bebas dan
sedangkan tekanan hidrostatik adalah tekanan anion (ion bermuatan negatif).
yang di hasilkan atau suatu likuid di dalam sebuah Basa ialah bahan yang dapat berikatan dengan H+
ruangan. Darah dan cairan arteri akan memasuki bebas dan dengan demikian menarik ion tersebut
kapiler jika tekanan hidrostatik lebih tinggi dari dari larutan. Basa kuat dapat lebih mudah
tekanan interstitial, sehingga cairan dan solut berikatan dengan H+ dari pada basa lemah.
berpindah dari kapiler menuju sel.
3 sistem utama yang mengatur kosentrasi ion H2
6. Elektrolit merupakan sebuah unsur atau yaitu:
senyawa , yang jika melebur atau pelarut lain jika 1.Sistem penyangga Asam dan Basa kimiawi
melebur atau larut di dalam air atau pelarut lain dalam cairan tubuh :
akan pecah manjadi ion dan mampu membawa 2.Pusat pernafasan
muatan listrik . Elektrolit yang memeliki muatan 3.Ginjal
positif di sebut kation sedangkan elektrolit yang
mem,eliki muatan negatif di sebut anion. 3. a. Sistem penyangga asam basa kimiawi dalam
Elektrolit sangat penting pada banyak fungsi cairan tubuh yang dengan segera bergabung
tubuh, termasuk fungsi tubuh termasuk fungsi dengan asam atau basa untuk mencegah
neorromuskular dan keseimbangan asam basa. perubahan konsentrasi ion hidrogen yang
Contoh : mineral, zat besi dan zink. berlebihan ; Sistem Penyangga asam karbonat :
bikarbonat fungsi penyangga CES primer
8. Hormon utama yang mempengaruhi terhadap perubahan asam non karbonat. ; sistem
keseimbangan cairan dan elektrolit adalah ADH penyangga Protein : penyangga CIS primer dan
aldesteron , glukokor tikoid. Keadaan kekurangan menyangga CES. ; Sistem penyangga Hemoglobin
air akan meninggkatkan osmolalitas darah dan : penyangga utama terhadap perubahan asam
keadaan ini akan di respons oleh kelenjar hipofisis karbonat; Sistem penyangga fosfat : penyangga
dengan melepaskan ADH . ADH akan menurunkan sistem kemih yang penting, juga menyangga CIS.
produksi urine dengan cara meningkatkan b. Pusat pernafasan mengatur pembuangan CO2
reabsorpsi air oleh tubulus gijal. Aldesteron dari cairan ekstraseluler
merupakan suatu mineralokortikoid yang di c. Ginjal yang dapat mengekskresikan urin asam
produksi atau korteks aldernal . Aldesteron atau urin alkalin sehingga menyesuaikan kembali
mengatur tubulus ginjal mengekskresikan kalium konsentrasi ionhidrogen cairan ekstraseluler
dan mengabsorpsi dan di kembalikan ke volume menuju normal.
darah.kekurangan volume cairan darah mnisalnya
karena pendarahan kehilangan cairan pencernaan Peran Ginjal:
, dapat menstimulsi sekresi aldesteron ke dalam 1.Mengontrol keseimbangan asam basa dengan
darah. Glukokortikoid mempengaruhi mengeluarkan urin yang asam atau basa
keseimbangan air dan elektrolit. 1. Mencegah kehilangan Bicnat dalam urin
2. Ginjal mengatur konsentrasi ion hidrogen
7. Fungsi utama Na yaitu: cairan ekstrasiluler melalui 3 mekanisme dasar:
Untuk mempertahankan keseimbangan air sekresi ion hidrogen
Menstranmisi implus saraf reabsorbsi ion bicnat yang di saring
Melakuka kontraksi otot produksi ion bicnat baru
3. Memelihara volume plasma yang sesuai,
Kalium sehingga sangat berperan dalam pengaturan
jangka-panjang tekanan darah arteri. Fungsi ini sehari, untuk melancarkan defekasi atau
dilaksanakan melalui peran ginjal sebagai melunakkan feses.
pengatur keseimbagan dan H2O. Tingg serat dan bahan makanan yang dapat
4. Memelihara osmolaritas ( konsentrasi zat merangsang peristaltik usus.
terlarut) berbagai cairan tubuh, terutama melalui Bahan makanan yang dianjukan susu,agar-agar,
pengaturan H2O. Mensekresikan (eliminasi) gula, beras atau karbohidrat, sayuran, sebagian
produk-produk sisa (buangan) dalam dalam bentuk mentah, kacang-kacangan, buah-
metabolisme tubuh, misalnya urea, asam urat, buahan, terutama yang dapat dimakan kulitnya.
dan kreatinin. Jika dibiarkan menumpuk, zat sisa Diposkan oleh M. Wahyu NC, S.Kep.,Ns di 22:44
tersebut bersifat toksik, treutama bagi otak.
5. Mengekresikan bnayak senyawa asing, Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke
misalnya obat, zat penambah pada makanan, TwitterBerbagi ke Facebook
pestisida dan bahan-bahan oksida dan nutrisi
lainya yang berhasil masuk kedalam tubuh.
6. Mensekresikan eritropoietin, suatu hormon
yang dapat merangsang pembentukan sel darah
merah.
7. Mensekresikan renin suatu hormon enzimatik
yang memicu reaksi berantai yang penting dalam
konservasi garam oleh ginjal.
8. Mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya.

Topik pendidikan kesehatan yang dapat diberikan


kepada pasien dengan kasus distensi abdomen,
dan Bladder distensi
Bladder distensi ialah peregangan kandung kemih
Topik yang dapat diberikan yaitu
Sistem perkemihan : Jika pasien ada keinginan
untuk berkemih maka jangan ditahan karena
antara saluran pencernaan dan perkemihanitu
berbeda.
Apabila pasien ingin BAB tapi takut hecting akan
membuka kembali dengan cara memberikan
penyuluhan tentang eliminasi. Jadi boleh BAB tapi
tidak boleh banyak mengedan karena jika banyak
mengedan dikhawatirkan hecting akan membuka
kembali. Apabila pasien tetap takut BAB harus
dibantu dengan huknah gliserin/ penggunaan
obat sopositoria, karena apabila feses tidak
dikeluarkan akan mengakibatkan tubuh akan
keracunan, distensi abdomen, dan muntah
proyektil.

Penyuluhan Kesehatan Diet Tinggi Serat dengan


tujuan merangsang peristaltik usus agar BAB atau
defekasi dapat normal kembali.
Pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi :
Makanan cukup kalori dan protein
Meningkatkan vitamin terutama B1 dan B
kompleks dan mineral, untuk memelihara
kekuatan otot pencernaan .
Banyak minum atau cairan dua-dua setengah liter
Lambung lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot
tersebut mengakibatkan
Belum Diperiksa 4. gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak
Langsung ke: navigasi, cari peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-
aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan
pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis
cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara
perut dengan anggota tubuh lainnya.
Di lapisan mucosa terdapat 3 jenis sel yang berfungsi dalam
pencernaan, yaitu :
1. Sel goblet (goblet cell).
2. Sel parietal (parietal cell).
3. Sel chief (chief cell).
1. Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau
Lambung: lendir untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak
1) Esofagus karena enzim pepsin dan asam lambung.
2) Kardia 2. Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung
3) Fundus [Hydrochloric acid] yang berguna dalam pengaktifan enzim
4) Selaput lendir pepsin. Diperkirakan bahwa sel parietal memproduksi 1.5
5) Otot lapisan mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman
6) Lambung mukosa dalam lambung mencapai pH 2.
7) Tubuh perut 3. Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu
8) Pilorik antrum enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif. Sel chief
9) Pilorus memproduksi dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut
10) Usus dua belas jari (duodenum) tidak mencerna protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang
Lambung (bahasa Inggris: stomach; bahasa Belanda: dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.
maag) atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-
di bawah sekat rongga badan. kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk,
Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan
makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung
diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan
daerah renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh
1. Kardia. mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen
2. Fundus. menjadi pepsin.
3. Pilorus. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah
1. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan protein menjadi molekul yang lebih kecil.
dari kerongkongan itu sendiri . Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan
2. Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. makanan.
3. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan Renin merupakan enzim khusus yang hanya
dengan usus 12 jari atau sering disebut duodenum. terdapat pada mamalia, berperan sebagai
Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan
yakni : oleh Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh
1. Mucosa. pepsin. Tanpa adanya renim susu yang berwujud
2. Submucosa. cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan
3. Muscularis. usus tanpa sempat dicerna.
4. Serosa. HCL(Asam Klorida) merupakan enzim yang
1. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berguna untuk membunuh kuman dan bakteri pada
berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan makanan.
hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah
memperbesar perbandingan antara luas dan volume makanan menjadi lembut seperti bubur, disebut chyme (kim)
sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur
dikeluarkan. pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum.
2. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan
dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam.
oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi Sebaliknya, otot pilorus yang mengarah ke duodenum akan
yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel berkontraksi (mengerut) jika tersentuh kim. Jadi, misalnya
tersebut. kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus
3. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut akan membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena
dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3
makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup. Langsung ke: navigasi, cari
Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun.
Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan
merangsang pilorus untuk membuka. Akibatnya, makanan
yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian
seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju
duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut
dapat tercerna efektif. Seteleah 2 sampai 5 jam, lambung
kosong kembali.
Pada lambung terdapat kelenjar oksintik (bahasa Inggris:
oxyntic gland) yang memproduksi hormon GHS. Hormon lain
yang disekresi antara lain adalah GHIH.

Pankreas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari Letak usus besar (large intestine) dalam sistem pencernaan
Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung manusia
jawab dan tidak bisa menjamin bahwa Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus
informasi kedokteran yang diberikan di antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini
halaman ini adalah benar. adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri
Mintalah pendapat dari tenaga medis yang dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang
profesional sebelum melakukan pengobatan. (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid,
dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga
pertengahan kolon melintang sering disebut dengan "kolon
kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan
"kolon kiri".
Daftar isi
1 Fungsi Usus Besar
2 Anatomi dan Histologi
3 Pembuluh Darah
4 Peradangan
5 Referensi
Potongan depan perut, menunjukkan pankreas dan 6 Pranala luar
duodenum. [sunting] Fungsi Usus Besar
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang Fungsi usus besar yaitu
memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan 1. menyimpan dan eliminasi sisa makanan,[1]
serta beberapa hormon penting seperti: 2. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit,[1]
insulin yang dihasilkan sel beta dengan cara menyerap air [2]
GHS yang dihasilkan sel epsilon. 3. mendegradasi bakteri. [1]
GHIH yang dihasilkan sel delta [sunting] Anatomi dan Histologi
Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan Secara makroskopis usus besar dapat dibagi menjadi enam
berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus,
Beberapa fungsi dari pankreas adalah : kolon desenden, sigmoid, dan rektum. [3] Keenam bagian ini
Mengatur kadar gula dalam darah melalui sulit dibedakan secara histologis.[4] Karakteristik utama pada
pengeluaran glucogen, yang menambah kadar gula sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti
dalam darah dengan mempercepat tingkat usus halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk
pelepasan dari hati. tubuli sederhana, tidak memiliki sel granuler asidofilik (sel
Pengurangan kadar gula dalam darah dengan Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak [4].
mengeluarkan insulin yang mana mempercepat Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu
aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih
otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus.
glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di [5] Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung
dalam sel-selnya. jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus [5]
Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler
Usus besar dan nodulus limfatikus.[5] Seperti pada usus halus, tunika
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan
sirkular sebelah dalam dan lapisan longitudinal sebelah luar.
[5] Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak,
dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa
terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa [5].
Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat
subserosa. [5]
[sunting] Pembuluh Darah
Suplai pembuluh darah untuk usus besar berasal dari arteri
mesenterica inferior dan superior. Pembagian suplai darah
usus besar yaitu sebagai berikut:
1. sekum, kolon asenden, dan kolon transversus
proksimal disuplai oleh cabang dari arteri
mesenterica superior, [1]
2. kolon transversus distalis, kolon desenden, kolon
sigmoid dan rektum bagian atas disuplai oleh
cabang dari arteri mesenterica inferior, [1]
3. sisa rektum disuplai oleh arteri rektalis tengah dan
inferior yang merupakan cabang dari arteri iliaca
interna dan arteri pudenda interna [1]
[sunting] Peradangan
Peradangan pada usus besar kolitis. Beberapa indikator
terjadinya peradangan pada usus yaitu vili usus menjadi
lebih panjang, dinding usus menebal, dan jumlah jaringan
limfatik menjadi lebih banyak [6] Berdasarkan gambaran
histopatologi, pada peradangan akut terjadi edema di lamina
propia disertai infiltrasi leukosit dalam jumlah yang ringan
dan didominasi neutrofil. [6] Selain itu, ruang antar vili dan
kripta menjadi lebih lebar.[6] Pada infeksi kronis, infiltrasi sel
radang didominasi limfosit dan sel plasma, serta penyebaran
kripta menjadi lebih lebar karena berisi leukosit dan sel
debris.[6] Dalam beberapa kasus, dapat terjadi inflamasi akut
dan kronis secara bersamaan disertai nekrosa, trombosis,
dan mineralisasi. [6]