Anda di halaman 1dari 103

SISTEM PENCERNAAN

MANUSIA

1. Organ pencernaan

a) Mulut
b) Gigi
4 macam gigi manusia :

a. Insisivus (Gigi Seri)


Berfungsi untuk memotong dan menggigit makanan
b. Caninus (Gigi Taring)
Berfungsi untuk merobek dan mencabik makanan
c. Prae Molar (Gigi Geraham Depan)
Berfungsi untuk mengunyah makanan
d. Molar (Gigi Geraham Belakang)
Berfungsi untuk mengunyah makanan

Setiap gigi manusia memiliki 3 bagian utama :

Puncak atau Mahkota Gigi, yaitu bagian gigi yang terlihat dari luar, pada
bagian ini di lapisi pelindung yang disebut email gigi.
Leher Gigi, yaitu suatu bagian gigi yang sudah tertanam oleh gusi, pada bagian
ini terdapat diposisi bawah mahkota gigi dan diatas akar gigi.
Akar Gigi, yaitu suatu bagian gigi yang tertanam dibawah rahang dan tidak
terlihat dari luar, masing-masing jenis gigi pada manusia mempunyai jumlah
akar gigi yang berbeda-beda.

Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 5 lapisan, yaitu :

Email Gigi, yaitu suatu lapisan yang melapisi bagian mahkota gigi. Email gigi
ini ialah bagian sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi
yang sangat tinggi. Bagian email gigi paling keras terletak pada bagian mahkota
yang memiliki fungsi sebagai pelindung, kemudian semakin ke bawah maka
email gigi akan semakin tipis hingga akhirnya hilang ketika memasuki akar
gigi.
Sementum Gigi, yaitu suatu bagian gigi yang melapisi akar gigi. Sementum
mempunyai fungsi untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya
tumbuh. Struktur Sementum ini tidaklah sekeras email pada mahkota gigi.
Sementum akan semakin tebal seiring dengan bertambahnya usia.
Tulang Gigi (Dentin), yaitu suatu lapisan gigi yang terdapat sesudah lapisan
email gigi pada mahkota dan terdapat sesudah lapisan sementum pada akar gigi.
Dentin mempunyai struktur seperti tulang namun lebih keras, karena
mempunyai konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karena itu ia sering
disebut dengan Tulang Gigi.
Dentin ialah suatu struktur terluas pada gigi karena yang melapisi seluruh
tubuh gigi, dari mahkota sampai dengan akar.
Rongga Gigi (Pulpa), yaitu suatu jaringan lunak pada tengah gigi yang
berbentuk rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf. Pulpa
mempunyai fungsi untuk memberikan nutrisi pada gigi karena
mempunyai pembuluh darah, juga berfungsi untuk mengidentifikasi
jika terdapat zat asing dalam gigi karena mempunyai pembuluh saraf. Pulpa
juga berfungsi untuk membentuk suatu lapisan dentin.
c) Lidah

Fungsi Lidah :

Membantu mengaduk makanan di dalam rongga mulut


Membantu membersihkan mulut
Membantu bersuara
Membantu proses penelanan makanan
Sebagai indra pengecap

d) Kelenjar Air Liur atau Glandula Salivales

Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada 3:

Glandula Parotis, terletak di dekat telinga. Menghasilkan getah berbentuk air.

Glandula submandibularis, terletak di bawah rahang bawah.

Grandula Sublingualis, terletak di bawah ludah.

e) Faring dan Kerongkongan


Tekak atau faring merupakan bagian belakang mulut yang sekaligus merupakan
bagian atas tenggorokan. Pada faring terdapat lubang yang terletak di bagian yang
menuju tenggorokan. Lubang ini disebut glotis. Glotis mempunyai klep yang disebut
epiglotis yang berfungsi untuk mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan
dan memasukkan makanan ke dalam kerongkongan. Panjang faring kira-kira 7 cm.
Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke
dalam tekak (faring). Setelah melalui faring, bolus menuju ke esofagus
(kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan
meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung. Gerakan otot kerongkongan ini
disebut gerakan peristaltik.

f) Lambung

Lambung merupakan kantung besar yang terdapat di sebelah kiri rongga perut
di bawah diafragma (sekat rongga dada).
Lambung terdiri dari:
- Kardiak, daerah lambung yang paling dekat dengan esofagus.
- Fundus, daerah lambung yang berbentuk membuat.
- Pylorus, bagian bawah lambung yang berdekatan dengan usus halus.

Dinding lambung terdiri atas lapisan-lapisan otot yang tersusun memanjang,


melingkar dan menyerong. Karena konraksi otot tersebut makanan teraduk dan
bercampur dengan getah lambung, hingga makanan dalam lambung berbentuk bubur
(hime).
g) Hati

Hati menghasilkan cairan empedu yang disimpan di dalam empedu. Cairan tersebut
berfungsi untuk mengemulsi lemak di dalam usus.

h) Usus Halus

Usus Halus atau Intestinum Tenue terdiri dari 3 bagian yaitu :


- Duodenum (usus duabelajar jari) 25 Cm
- Yeyenum (usus kosong) 7 cm
- Ileum (usus penyerapan) 1 m

Pencernaan yang terjadi dalam usus halus berlangsung secara kimiawi atau secara
enzimatis, jika makanan dari lambung (yang bersifat asam) masuk ke usus 12 jari
(deudenum), dinding duodenum akan mensekresikan hormon sekretin dan
kolesiskinin. Sikretin akan merangsang pankreas mengeluarkan getah pankreas,
kolesosotokinin merangsang dinding usus mengeluarkan hormon enterokinin yang
mempengaruhi pengeluaran getah usus, getah pankreas diproduksi di dalam organ
pankreas yang disalurkan duodenum.
i) Usus Besar (kolon)

Bahan makanan yang tidak dapat dicernakan masuk ke dalam kolon, di dalam
kolon sisa makanan dibusukan oleh bakteri (aschericia coli) menjadi fases. Di samping
itu di dalam kolon juga terjadi penyerapan air yag masih tersisa pada makanan,
sehingga fases menjadi padat.Gerak peristalic kolon mendorong fases sedikit demi
sedikit mendekati poros usus (rektum), yang mengakibatkan timbul rangsangan untuk
buang air besar (defekasi). Rangsanganny disebut gastrikolik.Antara usus halus dan
usus besar terdapat saluran usus buntu, pada usus buntu terdapat umbai cacing
(apendik). Pada apendiks ini sering terjadi peradangan yang disebut apendiksis atau
radang usus buntu

j) Anus (Rektum)

Anus adalah lubung pada bagian bawah tubuh manusia yang merupakan muara
akhir dari saluran pencernaan, disebut lubang pelepasan (anus). Dinding anus terdiri
dari dua lapis otot yang konsentrasinya sesuai kehendak manusia.
2. Proses Pencernaan Pada Manusia

3. Gangguan Pada Sistem Pencernaan

Gangguan Pada Mulut


a. Parotitis

Parotitis yaitu infeksi pada kelenjar parotis. Penyakit ini biasa disebut
gondong.

b. Xerostomia

Xerostomia, adalah penyakit yang disebabkan produksi air liur yang


sangat sedikit.
Gangguan Pada Lambung
a.Ulkus

Ulkus merupakan penyakit dimana timbulnya radang pada


lambung, sementara makanan yang masuk sedikit.

Gangguan Pencernaan Karena Infeksi


a. Peritonitis

Peritonitis adalah infeksi selaput rongga perut (pariostium).

b. Apendiksitis
Soal Sistem Pencernaan:

1. Proses berubahnya amilum menjadi glukosa pada pankreas dibantu oleh enzim..

a.Amilase d.Amilase

b.Ptialin e.Tripsin

c.Tripsinogen

2. Saluran dari kantong empedu dan pankreas bermuara di.

a.Esofagus d.Kolon

b.Duodenum e.Lambung

c.Ventrikulus

3. Lapisan keras yang berwarna putih yang menutup mahkota gigi disebut

a.Radiks d.Corona

b.Email e.Mahkota

c.Gusi

4.Sebagian besar air dari sisa makanan akan diserap kembali oleh tubuh melalui..

a.Duodenum d.Kolon

b.Ileum e.Lambung

C.Jejenum

5. Saluran pencernaan yang berfungsi sebagai tempat pembusukan sisa pencernaan


adalah

a.Lambung d.Kolon

b.Rumbai d.Duodenum

c.Rektum

6.Jonjot-jonjoy pada permukaan usus halus disebut..

a.Rektum d.Vili

b.Rumbai e.Duodenum

c.Apendiks

7.Sisa pencernan makanan yang berada di ussu besar akan menjadi..

a.Feses d.Bolus

b.Kim e.Glukosa

c.Urin

8.Gigi seri berfungsi untuk


a.Memotong makanan d.Melumat Makanan

b.Mengunyah makanan e.Menghancurkan makanan

c.Merobek makanan

9.Kelenjar ludah berperan dalam pecernaan makanan di..

a.Rongga mulut d.Usus Halus

b.Kerongkongan e.Usus besar

c.Faring

10.Hasil pencernaan di bawah ini siap diserap oleh usus halus,kecuali..

a.Gliserol d.Monosakarida

b.Asam Lemak e.Vitamin

c.Polipeptida

11.Berikut karbohidrat yang tergolong monosakarida adalah..

a.Galaktosa d.Maltosa

b.Sukrosa e.Glikogen

c.Laktosa

12.Polisakarida yang dapt diperoleh dari beras atau umbi-umbian adalah

a.Sukrosa d.Zat tepung

b.Laktosa e. Galaktosa

c.Maltosa

13.Berikut ini merupakan golongan mineral mikro,kecuali..

a.Kobalt d.Mangan

b.Yodium e.Natrium

c.Besi
14. Enzim aktivator yang berada di usus dua belas jari yang berperan dalam
pengubahan zat tepung menjadi disakarida adalah

a. Lipase

b. Steapsin

c. Tripsin

d. Maltase

e. Diastase

15. Berikut merupakan jenis enzim yang terdapat di usus halus, kecuali

a. Erepsin

b. Ptialin

c. Laktase

d. Sakarase

e. Maltase

16. Otot bagian luar anus yang dapat dikendalikan secara sadar disebut

a. Otot sfingter

b. Otot somatic

c. Otot lurik

d. Otot sadar

e. Otot involunter

17. Sirosis hati adalah peradangan pada hati karena pergantian sel-sel hati dengan

a. Serat elastin

b. Kelenjar

c. Sel bakteri

d. Jaringan serabut

e. Toksin
18. Orang kekurangan insulin akan mengalami penyakit

a. Parotitis

b. Peritonitis

c. Diabetes melitus

d. Hepatitis

e. Apendisitis

19. Fungsi dari garam empedu adalah

a. Menurunkan tegangan butir lemak

b. Menghasilkan pigmen bilirubin

c. Menghasikan pigmen biliverdin

d. Mengatur keseimbangan zat makanan

e. Mengatur kadar gula darah

20. Enzim yang terdapat di ludah dan berfungsi untuk mengubah amilum menjadi
glukosa adalah

a. Ptialin

b. Pepsin

c. Renin

d. Erepsin

e. Steapsin

21. Gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan penyusutan sel pankreas dan
hilangnya banyak retikulum endoplasma sehingga pembentukan enzim pencernaan
terganggu adalah

a. Malabsorbsi

b. Malnutrisi

c. Keracunan

d. Peritonitis

e. Diare
22. Kelainan menyebabkan kemampuan lambung atau usus dalam menyerap sari
makanan tidak seperti seharusnya disebut

a. Kolik

b. Malabsorpsi

c. Disfagia

d. Ulkus

e. Enteritis

23. Disfagia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan kesukaran menelan dan
biasanya timbul bersamaan dengan gangguan pada

a. Lambung

b. Usus

c. Kolon

d. Esofagus

e. Ulkus

24. Vitamin yang berperan dalam proses pembentukan kolagen, memelihari integritas
pembuluh darah, serta membantu absorpsi kalsium adalah

a. Vitamin C

b. Biotin

c. Vitamin B

d. Vitamin D

e. Vitamin E

25. Vitamin B12 berperan penting dalam

a. Pembentukan sel darah putih

b. Pembentukan sel darah merah

c. Metabolisme karbohidrat

d. Absorpsi besi

e. Pemeliharaan pencernaan
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

Pernapasan berarti : Pertukaran gas Oksigen(O2) dan Karbondioksida(CO2)


antara makhluk hidup dan lingkungannya
Tujuan pernapasan : untuk mengambil energi yang terkandung di dalam
makanan
Proses pembakaran zat makanan (Oksidasi Biologis) yaitu :
Zat makanan + Oksigen Karbondioksida + Uap air + Energi

(gula/C6H12O6) + (O2) (CO2) + (H2O) + (E)

Proses Pernapasan

a. Pernapasan eksternal/luar : Pertukaran O2 dan CO2 yang terjadi antara udara


dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam
kapiler

b. Pernapasan internal/dalam : Pertukaran O2 dan CO2 antara darah dalam


kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh

Alat-Alat Pernapasan

Udara masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, yaitu :

1. Rongga hidung 4. Trakea / Batang Tenggorokan


2. Faring / Tekak 5. Bronkus / Cabang Batang
3. Laring / Pangkal Tenggorokan
Tenggorokan 6. Paru-paru

1. Rongga Hidung

Merupakan bagian yang berhubungan


langsung dengan udara luar
Rongga hidung berperan sebagai :
1. Jalan masuk oksigen untuk
pernapasan.
2. Jalan keluar karbondioksida dan uap
air sisa pernapasan.
3. Menyaring udara yang masuk oleh
bulu hidung dan selaput lendir.
4. Mengatur kelembapan dan suhu
udara agar sesuai dengan suhu tubuh.
Faring / Tekak
Bentuk : Seperti tabung corong
Letak : Di belakang rongga hidung dan mulut
Fungsi : Jalan udara dan makanan, serta ruang getar untuk menghasilkan suara
Tersusun dari : otot rangka
Terdapat tonsil/amandel

Laring/Pangkal Tenggorokan
Letak :Di antara faring dan trakea
Tersusun dari :9 tulang rawan, salah satunya
merupakan 2 lempeng kartilago
berbentuk segitiga membentuk jakun.
Terdapat :
a. Epiglotis, yaitu kartilago (tulang rawan)
elastis seperti daun yang dapat membuka dan
menutup
b. Pita suara, berupa 2 pasang lipatan selaput
lendir yang dapat bergetar dan menghasilkan
suara

Trakea (batang Tenggorokan)


d. Letak : Di bagian leher depan kerongkongan
e. Bentuk : Seperti pipa memanjang.
f. Tersusun dari :
a. Cincin-cincin tulang rawan (10 cm)
b. Otot polos
c. Jaringan ikat
d. Selaput lendir
g. Selaput lendir tersusun atas sel-sel epitel berambut
getar (silia) yang berfungsi untuk menahan dan
mengeluarkan kotoran-kotoran/debu-debu yang
masuk.

Bronkus (Cabang Batang Tenggorokan)


Letak : Di paru-paru kanan (3 bronkiolus) dan
kiri2 bronkiolus)
Tersusun atas : Lempengan tulang rawan yang
berdinding tipis dan terdiri dari otot polos.
Paru-paru
d. Letak : Di dalam rongga dada bagian atas di atas diafragma (sekat rongga
badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut).
Terdiri dari : 2 bagian, yaitu bagian kanan (3 gelambir) dan bagian kiri (2 gelambir)
Mempunyai 2 lapisan selaput pembungkus yang disebut pleura
Terdapat bronkus yang membentuk cabang-cabang yang disebut bronkiolus dimana
bronkiolus pun bercabang - cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus
(alveolus) yang jumlahnya sekitar 300 juta buah .Alveolus berdinding sangat tipis,
elastis dan mengandung pembuluh-pembuluh kapiler darah. Pada dinding alveolus
inilah terjadi pertukaran O2 dan CO2.

Mekanisme Pernapasan

Proses pernapasan:
1. Inspirasi : Proses masuknya udara ke dalam paru-paru

2. Ekspirasi : Proses keluarnya udara dari paru-paru

Inspirasi dan ekspirasi :


o Terjadi 15 - 18 kali/menit
o Diatur oleh otot-otot diafragma dan otot antar tulang rusuk
Berdasarkan tempatnya, pernapasan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Pernapasan Dada :

a. Kontraksi otot-otot antar tulang


rusuk

Tulang rusuk terangkat Volum


rongga dada
mengecil

Volum rongga dada membesar

Tekanan udara di paru2 menurun

Inspirasi Tekanan udara di paru2 membesar


Ekspirasi
b. Relaksasi otot-otot antar tulang rusuk

Tulang rusuk tertekan

2. Pernapasan Perut :
a. Kontraksi otot diafragma b. Relaksasi otot diafragma

Diafragma mendatar
Diafragma melengkung ke atas

Volum rongga dada membesar


Volum rongga dada mengecil

Tekanan udara di paru2 mengecil


Tekanan udara di paru2 membesar

Inspirasi
Ekspirasi

Volume Udara Pernapasan

Volume Tidal (1/2 liter) = Voulume udara hasil inspirasi/ekspirasi pada setiap kali
bernapas normal
Volume Residu (1 liter) = Volume udara yang masih tetap berada dalam paru-paru
setelah ekspirasi kuat
Kapasitas Vital Paru-paru (4 liter) = Volume udara yang keluar masuk paru-paru
Kapasitas Total (5 liter) = Udara dalam volum paru-paru

Frekuensi Pernapasan

Cepat lambatnya bernapas bergantung pada:

1. Usia : Semakin tua semakin lambat


2. Jenis Kelamin : Laki-laki lebih cepat
3. Kegiatan : Semakin berat semakin cepat
4. Posisi tubuh : Berdiri/duduk lebih cepat daripada berbaring/tidur.

Pertukaran O2 dan CO2 :

Udara masuk ke alveolus (ke kapiler-kapiler darah) secara difusi

Terjadi proses oksihemoglobin , yaitu hemoglobin (Hb) mengikat O2

O2 diedarkan oleh darah ke seluruh jaringan tubuh

Darah melepaskan O2 sehingga oksihemoglobin menjadi hemoglobin


O2 digunakan untuk oksidasi menghasilkan Energi + CO2 + Uap air

CO2 larut dalam darah dan diangkut darah ke paru-paru, masuk ke alveolus secara difusi

CO2 keluar melalui alat pernapasan di rongga hidung

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan

1. Asfiksi
Terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel atau jaringan tubuh.
Terjadi pada paru-paru, pembuluh darah atau pada jaringan tubuh.
Penyebab :

Adanya bakteri Diplococcus pneumonia sehingga alveolus terisi oleh cairan


limfe.
Adanya gas racun karbonmonoksida (CO) yang memiliki daya ikat terhadap
hemoglobin jauh lebih besar dari pada Oksigen (O2). Akibatnya tubuh
kekurangan oksigen yang diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan.

2. TBC (TuBerCulosis)
Infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis
Gejala : kelelahan, kehilangan berat badan, berkeringat pada malam hari, dada
sakit, batuk dengan mengeluarkan dahak/darah, napas pendek.

3. Bronkitis
Peradangan pada bronkus/bronkiolus yang mengiritasi silia (rambut-rambut
halus) dalam bronkus / bronkiolus sehingga berhenti fungsinya dan kotoran
akan menumpuk dan mengeluarkan lendir (mukus) secara berlebih
Gejala : Batuk-batuk, demam, sakit di bagian dada
Penyebab : Debu, virus, bakteri, merokok, menghirup bahan kimia
pencemar,

4. Tonsilitis
Peradangan pada tonsil
Gejala : sakit tenggorokan, sulit menelan, demam
Penyebab : bakteri/virus

5. Sinusitis
Peradangan rongga hidung bagian atas
Gejala : sakit kepala, rasa sakit di bagian wajah, demam, keluar ingus
bening, rasa sesak di rongga hidung, tenggorokan sakit, batuk
Penyebab :
Segala sesuatu yang mengganggu/menghambat aliran udara ke dalam
rongga hidung / keluarnya mukus (cairan) hidung keluar dari hidung,
seperti mengerasnya ingus.
Kurangnya kelembapan udara
Obat antihistamin
Penyakit tertentu

6. SARS (Serve Acute Respiratory Syndrome)


Penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus SARS-associated
coronavirus (SARS-CoV)
Gejala : Sakit kepala, demam tinggi (>380C), batuk-batuk, susah bernapas,
tenggorokan gatal, lesu, nyeri tubuh
Penularan : Kontak langsung dengan penderita atau benda-benda yang
terkontaminasi dengan ludah penderita dan mengenai mata, hidung /
mulut orang sehat.

7. ASMA
Peradangan pada saluran pernapasan yang menyebabkan pembengkakan dan
penyempitan saluran pernapasan karena adanya lendir yang berlebih sehingga
penderita sukar bernapas, terasa sesak di dada dan batuk-batuk.
Penyebab : Alergi terhadap suatu benda, asap tembakau, psikis (pikiran),
keturunan
Pengobatan : Obat yang dihirup (inhaler), obat tablet maupun cair

8. Kanker Paru-Paru
Kanker yang terjadi pada paru-paru
Gejala : Batuk, napas pendek, dahak berdarah, sakit dada
Penyebab : Rokok / tembakau
Pengobatan : Operasi, terapi radiasi, kemoterapi

Bahaya Merokok bagi Kesehatan

Racun dalam Rokok

1. Tar
Terkumpul di paru-paru karena asap
rokok mendingin setelah diisap dan
masuk ke dalam paru-paru. Dan
bercampur dengan bahan-bahan kimia
beracun ( karsinogen = penyebab
kanker)

2. Nikotin
Merupakan racun paling kuat yang adiktif (menimbulkan ketagihan).
Merangsang pelepasan hormon adrenalin ke dalam darah sehingga detak
jantung dan tekanan darah meningkat.
3. Karbonmonoksida (CO)
gas yang lebih mudah terikat dengan hemoglobin dibandingkan dengan oksigen
sehingga pembuluh darah yang membawa oksigen ke otot jantung jadi
mengeras.

Penyakit akibat Merokok

1. Bronkitis : Terkumpulnya lendir di dalam bronkus sebab adanya reaksi


terbentuknya lendir lebih banyak dan kerusakan sel-sel epitelium
bersilia di dalam saluran pernapasan karena adanya racun Tar
2. Emifisema : Hilangnya kelenturan paru-paru sehingga pertukaran udara di
dalam paru-paru terhambat karena adanya enzim pencerna protein yang
dihasilkan yang dirangsang oleh bahan beracun dalam rokok.
3. Penyakit jantung
Penyebab :
a. Nikotin : Mengakibatkan penyempitan pembuluh darah,
jantung berdetak lebih cepat, dan meningkatkan
tekanan darah sehingga jumlah darah yang
mengalir ke jaringan tubuh berkurang
b. Karbonmonoksida : Menurunkan kandungan oksigen dalam darah
sehingga suplai oksigen ke organ-organ tubuh
berkurang.
4. Kanker Paru-paru

Penyebab:
a. Adanya benzopiren yang mengakibatkan terbentuknya sel-sel kanker
di paru-paru)
b. Adanya tar yang mengakibatkan sel-sel kanker tumbuh lebih cepat)
c. Adanya resin
Gejala :
- Napas pendek
- Batuk lendir dan
darah - Rentan mengalami kanker
- Kehilangan berat kerongkongan, laring, mulut dan
badan. pankreas
Beresiko lebih besar mengalami
keguguran dibandingkan wanita
Bahaya Rokok Bagi Wanita Hamil bukan perokok
Bayi yang dilahirkan oleh wanita
Karbonmonoksida yang perokok mengalami
terikat dengan hemoglobin kekurangan berat badan.
darah akan mengurangi
persediaan oksigen bagi bayi
dan ibu.

Nikotin dalam rokok


meningkatkan denyut jantung
dan tekanan darah bayi

1. Sistem Pernapasan pada Protozoa

Protozoa adalah hewan bersel satu dan tidak memiliki alat pernapasan khusus. Pernapasan
dilakukan dengan proses masuk dan keluarnya oksigen dan karbon dioksida melalui
permukaan sel secara difusi.

2. Sistem Pernapasan pada Avertebrata

2.1. Sistem Pernapasan pada Porifera

Pada porifera, air yang membawa oksigen masuk melalui pori-pori tubuh (ostium) lalu masuk
ke koanosit secara difusi. Di dalam mitokondria pada sel koanosit, oksigen digunakan untuk
mengurai molekul organik menjadi molekul anorganik yang disertai pelepasan karbon
dioksida. Karbon dioksida dibawa keluar oleh air melalui spongosoel lalu menuju oskulum
dalam mitokondria sel koanosit.

2.2. Sistem Pernapasan pada Moluska

Hewan anggota filum moluska terdiri dari dua kelompok yaitu moluska darat dan moluska air.
Moluska darat seperti bekicot, bernapas dengan paru-paru. Sedangkan moluska air seperti
kerang bernapas dengan insang.

2.3. Sistem Pernapasan pada Arthropoda


Filum arthropoda terdiri dari 4 kelas yaitu crustacea, myriapoda, arachnida, dan insekta.
Crustacea (udang dan kepiting) bernapas dengan insang, myriapoda (lipan dan luwing)
bernapas dengan trakea, arachnida (laba-laba dan kalajengking) bernapas dengan paru-paru
buku, dan insekta (serangga) bernapas dengan trakea.

2.4. Sistem Pernapasan pada Coelenterata

Coelenterata tersusun atas dua lapisan sel yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Pertukaran gas
terjadi secara difusi pada sel di luar permukaan tubuh yang bersentuhan dengan air.
Coelenterata memiliki alat bantu pernapasan yaitu berupa lekukan jaringan yang disebut
sifonoglifa.

2.5. Sistem Pernapasan pada Echinodermata

Hewan-hewan echinodernata seperti bintang laut, landak laut, dan mentimun laut hidup di air
laut. Echinodermata bernapas dengan insang kulit.

2.6. Sistem Pernapasan pada Cacing

Cacing tidak memiliki alat pernapasan khusus. Sehingga oksigen harus berdifusi melalui kulit
untuk masuk ke dalam kapiler darah. Karbon dioksida juga keluar melalui kulit. Proses
pernapasan semacam ini disebut pernapasan integumenter. Cacing memiliki permukaan yang
licin supaya tetap lembap sehingga memudahkan terjadi pertukaran gas.

3. Sistem Pernapasan pada Vertebrata

3.1. Sistem Pernapasan pada Ikan

Ikan memiliki alat pernapasan berupa insang. Insang digunakan dikarenakan ikan hidup di
dalam air. Insang terdapat di sisi kanan dan kiri kepala. Namun, terdapat ikan dipnoi yan
bernapas dengan menggunakan paru-paru. Pada beberapa jenis ikan, rongga insangnya
mempunyai perluasan ke atas yang disebut labirin yang berfungsi untuk menyimpan udara,
sehingga ikan tersebut dapat hidup di air yang kekurangan oksigen. Insang juga berfungsi
sebagai alat ekskresi dan alat transportasi garam-garam.

Fase inspirasi diawali dengan membukanya mulut ikan. Kemudian air masuk ke dalam rongga
mulut. Insang akan menutup seningga air akan mengalir ke dalam insang. Fase ekspirasi ikan
terjadi pada waktu mulut ikan tertutup. Air akan masuk melalui celah insang dan terjadi
pertukaran gas disana. Darah akan mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida ke dalam
air.

3.2. Sistem Pernapasan pada Amfibi

Salah satu contoh hewan amfibi adalah katak. Amfibi dapat hidup di air dan darat. Sehingga
alat pernapasannya berupa paru-paru, kulit, dan insang. Katak pada waktu masih larva
bernapas dengan insang luar. Pada masa berudu terbentuk insang dalam. Katak dewasa
bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Paru-paru pada katak berupa dua kantung berdinding tipis dan elastis yang banyak
mengandung kapiler darah, serta terletak dalam rongga badan. Paru-paru berhubungan dengan
rongga mulut melalui sebuah lubang yang disebut glotis. Kedua kantung paru-paru tersebut
saling berhubungan dengan bronkus pendek.

Saat bernapas, terjadi penambahan udara dengan keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot
sterno hioideus berkontraksi sehingga udara masuk ke rongga mulut. Udara masuk ke paru-
paru dan terjadi pertukaran gas. Saat udara keluar, terjadi kontraksi otot hioideus dan otot
perut sehingga rongga perut mengecil dan udara keluar melalui koane.

3.3. Sistem Pernapasan pada Reptil

Reptil memiliki alat pernapasan berupa paru-paru. Paru-paru reptil dikelilingi oleh rongga
dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Reptil memiliki kulit yang bersisik atu kering
sehingga sulit ditembus oleh air. Hal ini menyebabkan cairan yang hilang melalui kulit sangat
sedikit sehingga reptil mampu bertahan hidup pada habitat yang kering.Saat inspirasi, tulang
rusuk merenggang dan volume rongga dada meningkat sehingga udara dapat masuk ke paru-
paru. Saat ekspirasi, tulang rusuk akan merapat sehingga udara akan terdesak keluar dari paru-
paru.

Pada kura-kura selain dengan paru-paru, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit tipis
dengan banyak kapiler darah yang ada di sekitar kloaka.

3.4. Sistem Pernapasan pada Burung

Sistem pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, paru-paru, trakea, kantung udara depan,
dan kantung udara belakang. Kantung udara berfungsi sebagai alat pernapasan pada saat
terbang, membantu memperbesar ruang siring sehingga memperkeras suara, mengatur berat
jenis tubuh, dan mengatur suhu tubuh.Mekanisme pernapasan burung terbagi menjadi dua
macam. Yaitu saat terbang dan saat istirahat.Fase inspirasi saat terbang terjadi pada waktu
sayap diangkat. Pada saat sayap terangkat, kantung udara pada pangkal lengan mengembang,
sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian, udara dialirkan ke paru-paru dan
sebagian masuk ke dalam kantung udara, sehingga darah dapat mengambil oksigen dari paru-
paru.Fase ekspirasi saat terbang terjadi pada waktu sayap diturunkan. Pada saat sayap
diturunkan, kantung udara pada pangkal lengan mengempis, sehingga kantung udara dada
mengembang dan mendorong udara keluar, sehingga terjadi pergantian udara.

Fase inspirasi saat istirahat terjadi dengan diawalinya pergerakan tulang rusuk ke depan
sehingga rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. Hal tersebut menyebabkan
udara dapat masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini akan diambil paru-
paru dan sebagian lagi akan masuk ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen
akan masuk ke kantung udara depan.Fase ekspirasi saat istirahat terjadi saat rongga dada
mengecil dan diikuti mengecilnya paru-paru, sehingga udara di dalam kantung udara akan
dikeluarkan melalui paru-paru.

3.5. Sistem Pernapasan pada Mamalia

Sistem pernapasan pada mamalia mirip dengan sistem pernapasan pada manusia. Itu karena
manusia juga termasuk mamalia. Pernapasan menggunakan paru-paru.
SOAL DAN JAWABAN

1. Jika otot antar tulang rusuk berkontraksi maka akan terjadi hal-hal di bawah ini, kecuali .
a. tulang-tulang rusuk terangkat
b. tekanan udara dalam paru-paru meningkat
c. udara dari luar masuk ke paru-paru
d. membesarnya rongga dada

2. Ketika ekspirasi berlangsung, akan terjadi hal-hal di bawah ini, kecuali .


a. volume udara dalam paru-paru berkurang
b. tekanan udara dalam paru-paru tinggi
c. diafragma mendatar
d. diafragma melengkung ke atas

3. Rambut halus yang terdapat pada dinding tenggorok mempunyai fungsi untuk .
a. menolak kotoran yang masuk bersama udara pernapasan
b. menetralkan racun
c. membantu mempercepat ekskresi dan inspirasi
d. membunuh kuman

4. Kapasitas vital paru-paru yaitu volume udara .


a. maksimum yang bisa ditampung paru-paru
b. yang selalu tinggal di dalam paru-paru
c. yang masuk paru-paru ketika pernapasan biasa
d. maksimum yang masuk keluar paru-paru ketika inspirasi dan ekskresi sekuat-
kuatnya

5. Selaput pembungkus paru-paru dinamakan.


a. bronkiolus
b. alveolus
c. diafragma
d. pleura

6. Gangguan pernapasan yang dikarenakan terlalu banyak merokok yaitu.


a. Dipteri
b. TBC
c. kanker paru-paru
d. Salesma

7. lnfeksi yang terjadi pada cabang tenggorok dinamakan.


a. sinusitis
b. pleuritis
c. bronkitis
d. rinitis

8. Di bawah ini yang tidak termasuk sumber makanan atau sumber energi yaitu.
a. karbohidrat
b. lemak
c. protein
d. vitamin

9. Kelenjar ludah mempunyai peran pada proses pencernaan makanan, yaitu di bagian .
a. usus besar
b. kerongkongan
c. rongga mulut
d. usus halus

10. Saluran dari kantong empedu serta pankreas akan bermuara di .


a. kolon
b. ventrikulus
c. esofagus
d. duodenum

11. Zat tepung adalah zat yang tidak larut dalam air, akan tetapi makanan yang mengandung
zat tepung bisa digunakan tubuh, karena .
a. enzim amilase mengubah zat tepung menjadi zat gula
b. adanya pencernaan mekanis
c. enzim lipase mengubah zat tepung menjadi zat gula
d. adanya asam klorida dalam lambung

12. Lambung adalah salah satu alat pencernaan pada manusia yang mempunyai fungsi untuk
melumatkan makanan. Hal ini dikarenakan.
a. otot pilows yang mengerut jika terkena rangsangan asam
b. membuka menutupnya otot sfinkter yang memakai sifat alkalis usus
c. adanya Iapisan otot memanjang, melingkar, dan menyerong
d. dinding lambung dilapisi lendir yang cukup tebal

13. Lapisan keras yang warnanya putih dan menutupi mahkota gigi dinamakan .
a. corona
b. email
c. radiks
d. gusi

14. Fungsi gigi seri yaitu . makanan


a. melumatkan
b. memotong
c. mengunyah
d. merobek

15. Sebelum amilum bisa dipakai sebagai sumber energi oleh sel, amilum diubah menjadi .
a. glukosa
b. asam lemak
c. glikogen
d. asam amino

Gambar soal nomor 16 17


16. HCI diproduksi oleh bagian dengan nomor .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

17. Proses pembusukan sisa makanan berlangsung pada nomor .


a. 3
b. 5
c. 6
d. 8

18. Apendiksitis merupakan gangguan sistem pencernaan yang disebabkan oleh terjadinya .
a. rusaknya sel-sel kelenjar lambung
b. radang pada dinding lambung
c. infeksi pada usus buntu
d. produksi saliva sangat sedikit

19. Tripsin merupakan enzim pencernaan yang mempunyai fungsi mengubah protein menjadi
.
a. gliserol
b. asam lemak
c. asam amino
d. glukosa

20. Proses pencernaan protein yang terjadi di lambung dibantu oleh enzim .
a. lipase yang dapat mengubah protein menjadi asam lemak
b. amilase yang dapat mengubah protein menjadi asam amino
c. tripsin yang dapat mengubah protein menjadi asam amino
d. pepsin yang dapat mengubah protein menjadi pepton

21. Pada permukaan dalam dinding usus halus, adanya jonjot menyebabkan .
a. sari makanan cepat terserap
b. penyerapan air sempurna
c. sari makanan tidak terbuang ke usus besar
d. permukaan usus halus bertambah luas

22. Sebagian besar air dari dari sisa makanan akan diserap kembali oleh tubuh melalui .
a. kolon
b. ileum
c. duodenum
d. jejenum

23. Saluran pencernaan yang mempunyai fungsi sebagai tempat pembusukan sisa pencernaan
yaitu .
a. duodenum
b. rektum
c. lambung
d. kolon
24. Enzim yang mempunyai fungsi mengubah zat tepung menjadi maltosa yaitu .
a. renin
b. lipase
c. tripsin
d. amilase

25. Pada permukaan usus halus jonjot-jonjot dinamakan .


a. vili
b. rumbai
c. rektum
d. apendiks
SISTEM
EKSKRESI
MANUSIA

Sistem ekskresi merupakan proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme.


Organ-organ ekskresi pada manusia meliputi ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.

Proses pengeluaran zat ada 3, yaitu:


1. Esksresi:
Proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi
oleh tubuh dalam bentuk urine, keringat, ataupun CO2.
Macam-macam alat eskresi:
Ginjal Urine
Kulit Keringat
Paru-paru Co2 + Uap air (H2O)
Hati Empedu

2. Sekresi
Proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih dapat digunakan (enzim
atau hormon) oleh tubuh.
kelenjar endokrin: kelenjar yang menghasilkan hormon dan siyal kimia
yang dilepaskan langsung ke dalam aliran darah untuk ditujukan ke organ yang
membutuhkan
Contoh: kelenjar ovarium, kelenjar testis, kelenjar tyroid, kelenjar adrenal, dan
pankreas
Kelenjar eksokrin: kelenjar yang memiliki saluran yang melepaskan
berbagai senyawa cair dan semi yang bukan hormon atau jenis sinyal kimia lainnya
Contoh: kelenjar keringat,kelenjar saliva, kelenjar susu

3. Defekasi
Proses pengeluaran sisa pencernaan atau feses melalui anus.

A. Organ-Organ Ekskresi
1. GINJAL
Salah satu sistem ekskresi pada manusia adalah sistem urine. Organ
penyusun sistem urine antara lain ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra. Ginjal
merupakan komponen utama penyusun sistem urine. Ginjal sering disebut juga
dengan buah pinggang karena letaknya yang berada di sebelah kanan dan kiri
tulang pinggang.

Fungsi Ginjal:
1. Menyaring darah
2. Mengekskresikan zat sisa(urea, asam urat, kreatin, dan zat-zat beracun lainnya)
3. Mengatur volume plasma darahdan jumlah air dalam tubuh
4. Menjaga tekanan osmosis dengan mengatur eksresi garam di dalam tubuh
5. Mengatur PH plasma darah dan cairan tubuh
6. Mengendalikan kadar gula dalam darah
7. Menghasilkan hormon(eritropoietin, kalsitriol, dan rennin
Struktur Ginjal

Ginjal terletak di daerah pinggang, tepatnya di perut bagian belakang dan


dilindungi tulang rusuk. Bentuk ginjal seperti kacang merah, berwarna merah
coklat. Manusia memiliki 2 buah ginjal, yaitu ginjal kiri dan ginjal kanan. Ginjal
kanan agak lebih rendah dibandingkan dengan ginjal kiri karena terdesak oleh
hati. Setiap ginjal beratnya kurang lebih 200g dengan panjang 10 - 15 cm dan
tebal 11/2 21/2 cm. Dalam sehari darah melewati ginjal berkali-kali. Darah
memasuki ginjal melalui arteri ginjal dan meninggalkan ginjal melalui vena
ginjal. Rata-rata orang dewasa mengeluarkan urine 1,5 liter per hari. Secara umum
ginjal dibagi menjadi 3 bagia, yaitu sebagai berikut:

1). Kulit ginjal


Kulit ginjal merupakan bagian terluar ginjal yang disebut juga dengan korteks
renalis. Pada kulit ginjal inilah terjadi penyaringan darah. Kulit ginjal tersusun
atas glomerulus dan simpai bowman yang membentuk kesatuan yang disebut
badan malpighi. Glomerulus adalah kumpulan cabang-cabang yang halus atau
anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks, sedangkan kapsula bowman
adalah lapisan yang melingkupi glomerulus, bentuknya seperti cawan dan
berdinding ganda. Pada kulit ginjal terdapat nefron. Nefron adalah unit penyaring
terkecil ginjal. Sebuah ginjal tersususn atas kurang lebih satu juta nefron. Setiap
nefron tersusun atas glomerulus, simpai bowman, saluran berkelok-kelok, Ansa
Henle, dan saluran pengumpul ginjal.

2). Sumsum ginjal


Bagian tengah ginjal disebut sumsum ginjal atau medula. Sumsum ginjal
merupakan tempat berkumpulnya pembuluh-pembuluh halus dari simpai bowman.
Pembuluh-pembuluh halus tersebut mengalirkan urine ke saluran yang lebih besar
dan bermuara di rongga ginjal. Proses yang terjadi pada sumsum ginjal adalah
reabsorbsi dan augmentasi.
3). Rongga ginjal
Bagian paling dalam ginjal adalah rongga ginjal atau yang dikenal dengan
pelvis renalis. Fungsinya yaitu menampung urine sementara sebelum dikeluarkan
melalui ureter.

Proses pembentukan urine


Proses pembetukan urine terbentuk melalui tiga tahapan yaitu:
1.Filtrasi (Penyaringan)
Filtrasi terjadi di Glomerolus
Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerolus menuju ke kapsula
bowman dengan menembus membran filtrasi
Membran filtrasi terdiri dari tiga lapisan yaitu:
Sel endotelium glomerolus
Membran basiler
Epitel kapsula bowmen
Cairan yang di saring adalah: sel darah, trombosit, dan sebagian besar protein
agar tidak ikut di keluarkan
Hasil berupa urine primer yang mengandung glukosa, sedikit protein, garam-
garam, natrium, kalium, dan asam amino

2. Reabsorpsi (Penyerapan kembali)


Reabsorpsi: Proses pemindahan/penyerapan kembali cairan dari pembuluh
renalis menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya
Tempat terjadi: Tubulus kontortus proximal
Zat-zat yang di reabsorpsi: zat makanan, garam anorganik, air, protein, glukosa,
asam asetoasetat, v dan vitamin
Hasil berupa urine sekunder

3.Augmentasi(Penambahan kembali)
Augementasi merupakan proses penambahan kembali zat-zat yang tidak
dibutuhkan oleh tubuh
Tempat terjadi: tubulus kontortus distal
Hasil: urine sebenarnya
Kandungan: air, urea, zat-zat yang tidak dibutuhkan, dan ion hidrogen
Urine kemudian masuk ke tubulus kontortus kolektivus kemudian meuju ke
kantong kemih
Proses kerja ginjal

Kelainan/penyakit ginjal
1). Gagal ginjal
Gagal ginjal adalah kelainan pada ginjal dimanaginjal tidak dapat berfungsi
sebagaimana mestinya yaitu menyaring darah.

2). Batu ginjal


Batu ginjal merupakan kelainan yang cukup sering dialami manusia. Batu
ginjal berupa endapan garam kalsium yang makin lama makin mengeras dan
membesar. Penyebab dari penyakit ini antara lain:
a. Urine terlalu pekat
b. Terlalu banyak mengonsumsi mineral
c. Terlalu banyak duduk
d. Kurang minum
e. Minum air yang mengandung kerak
f. Sering menahan buang air kecil

3). Hidronefrosis
Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat
mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu
ginjal.

4). Diabetes inspidus


Gejala penyakit ini adalah mengeluarkan urine terlalu banyak disebabkan
tidak adanya hormon ADH.

2. KULIT
Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh yang
merupakan organ terluas pada tubuh kita. Kulit sangant tipis dengan beberapa
lapisan yang menyusunnya. Kulit termasuk organ ekskresi karena terdapat
kelenjar keringat yang mengekskresikan zat-zat sisa. Selain sebagai organ
ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai indera peraba dan perasa.

Fungsi Kulit:
Pengendali suhu tubuh karena keringat yang keluar dapat menyergap panas
tubuh.
Pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, penguapan, gangguan kuman,
dan kekeringan.
Penerima rangsang sentuhan, tekanan, maupun suhu dari luar.

Struktur Kulit
Kulit manusia terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit
jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit.

1). Epidermis (kulit ari)


Lapisan kulit yang paling luar disebut epidermis. Lapisan ini sangat tipis.
Kulit ari terdiri dari dua lapisan, yaitu sebagai berikut:
a). Lapisan tanduk
Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah dan seraut saraf karena
merupakan sel-sel mati yang selalu mengelupas, tidak memiliki inti, dan
mengandung zat keratin. Karena tidak mengandung pembuluh darah, maka
lapisan ini tidak akan mengeluarkan darah saat mengelupas.
b) Lapisan malpighi
Lapisan malpighi merupakan lapisan yang terdapat di bawah lapisan tanduk.
Berbeda dengan lapisan tanduk, lapisan malpighi justru selalu membelah diri.
Pada lapisan malpighi terdapat melanin, yaitu pigmen yang menentukan warna
kulit dan melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari. Jika
kulit terlalu banyak terkena sinar matahari maka produksi melanin akan
meningkat dan kulit menjadi gelap. Jika seseorang tidak memiliki pigmen pada
lapisan malpighinya maka orang tersebut dinamakan albino.
Pada permukaan kulit ari terdapat pori-pori yang merupakan muara
kelenjar minyak. Melalui pori-pori inilah keringat diekskresikan. Kulit ari
biasanya ditumbuhi rambut, kecuali kulit ari yang ada di telapak tangan dan kaki.
Kulit ari pada telapak tangan dan kaki terdiri atas 4 lapisan, yaitu:
a). Stratum korneum
b). Stratum granulosum
c). Stratum lusidum
d). Stratum germinalis

2). Dermis (kulit jangat)


Dermis merupakan lapisan kulit yang berada di bawah lapisan epidermis.
Dibandingkan epidermis, lapisan dermis lebih tebal. Antara lapisan dermis dan
epidermis dilapisi dengan membran basalis. Lapisan dermis terdapat beberapa
jaringan, yaitu sebagai berikut:
a). Pembuluh kapiler, berfungsi untuk menyampaikan nutrisi pada akar rambut
dan sel kulit.
b). Kelenjar keringat (glandula sudorifera), berfungsi untuk menghasilkan
keringat.
c). Kelenjar minyak (glandula sebaceae), berfungsi untuk menghasilkan minyak
agar kulit dan rambut tidak kering.
d). Pembuluh darah, berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua sel atau
jaringan termasuk akar rambut.
e). Ujung-ujung saraf, yaitu ujung saraf perasa dan peraba, saraf rasa nyeri, saraf
rasa panas, dan saraf rasa sentuhan.
f). Kantong rambut, memiliki akar dan batang rambut serta kelenjar minyak
rambut.

3). Jaringan ikat bawah kulit


Lapisan ini berada di bawah dermis. Pembatas jaringan ikat bawah kulit
dengan dermis adalah mulainya terdapat sel lemak. Lemak berfungsi untuk
melindungi tubuh terhadap benturan, penahan suhu tubuh, dan sumber energi.

Proses pembentukan keringat


Bila suhu tubuh meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi
pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak
darah yang mengalir ke daerah tersebut. Pangkal kelenjar keringat berhubungan
dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea
oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori
yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa
panas tubuh. Sehingga sangat penting untuk menjaga suhu tubuh tetap normal.
Ketika suhu di kelilingi kita panas maka kulit akan mengatur suhu tubuh dengan
cara mengeluarkan keringat dan urin yang di hasilkan lebih sedikit, dan
sebaliknya

Kelainan pada kulit


Beberapa kelainan yang terjadi pada kulit, antara lain sebagai berikut:
1) Jerawat
Jerawat adalah gangguan kulit pada kelenjar minyak. Hal-hal yang perlu
dilakukan untuk mencegah timbulnya jerawat, yaitu dengan makan makanan
yang seimbang, rajin menjaga kebersihan kulit dan diimbangi dengan tidur dan
olahraga yang cukup.
2) Kanker kulit
Penyebab kanker kulit adalah kulit mendapat sinar matahari yang
berlebihan. Biasanya kanker kulit menyerang orang berkulit putih karena
warna kulit tersebut lebih sensitif terkena sinar matahari. Cara pencegahannya
adalah dengan menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak
dan pemakaian tabir surya secara rutin.
3) Biduran
Penyebab biduran antara lain udara dingin, alergi makanan, dan alergi
bahan kimia. Tanda-tanda penyakit ini adalah timbulnya bentol-bentol yang
tidak beraturan dan terasa gatal. Cara pencegahan penyakit ini, yaitu dengan
menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan alergi.
4) Psoriasis
Psoriasis disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gejala
yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan pada kulit kepala, sikut,
punggung, dan lutut. Jika terkena penyakit ini harus rutin melakukan
pengobatan.
5) Ringworm
Sebenarnya ringworm adalah nama sejenis jamur yang menginfeksi kulit.
Penyakit akibat jamur ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit.
Pencegahan kulit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak
lembab.
3.PARU-PARU
Selain berfungsi sebagai alat pernapasan pada manusia, paru-paru juga
berfungsi sebagai alat ekskresi.

Fungsi paru-paru:
Untuk mengeluarkan Karbondioksida (CO2) dan Uap air (H2O) melalui sistem
respirasi

Struktur Paru-Paru

Proses pertukaran gas di dalam paru-paru


Di dalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan
karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen sel-sel darah merah menangkap
karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan di bawa ke paru-paru.
Di paru-paru karbondioksida dan uap air di lepaskan dan di keluarkan dari paru-
paru melalui hidung.

Kelainan pada paru-paru


Beberapa kelainan yang terjadi pada paru-paru antara lain sebagai berikut.
1). Bronchitis, adalah peradangan pada cabang batang tenggorokan (bronkus).
2). Pleuritis, adalah peradangan pada selaput pembukus paru-paru.
3). TBC
Penyebab penyakit ini adalah bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Tanda-
tanda penyakit ini adalah adanya bintil-bintil pada alveolus. Cara pengobatan
penyakit ini adalah dengan terapi menggunakan vaksin BCG.
4). Asma
Penyebab penyakit asma adalah alergi terhadap rambut, bulu, debu atau
tekanan psikologis. Tanda-tanda penyakit ini adalah saluran pernapasan tersumbat
sehingga penderita mengalami sesak nafas.
5). Pneumonia
Penyebab penyakit ini adalah bakteri, virus, dan jamur. Tanda-tanda orang
yang terkena penyakit ini dinding alveolusnya robek sehingga mengurangi daerah
pertukaran gas.

4. HATI
Hati juga merupakan alat ekskresi karena hati mengeluarkan empedu.
Empedu adalah cairan berwarna kehijauan dan rasanya pahit. Empedu harus
dikeluarkan dari tubuh karena mengandung zat sisa yang berasal dari sel darah
merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa.

Fungsi Hati:
Merombak kelebihan asam amino
Menawarkan racun
Tempat pembentukan urea
Menghasilkan empedu
Menyimpan kelebihan gula dalam bentuk glikogen (gula otot) berupa cairan
kehijauan tersimpan pada kantong empedu (vesikafelea) ph sekitar 7-7,6
mengandung :
-

kolestrol
-garam mineral
-pigmen (zat warna empedu) atau Bilirubin
dan biliverdin

Struktur Hati
Hati terletak di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma.
Hati berwarna merah tua dan merupakan kelenjar terbesar pada manusia dengan
berat sekitar 2 kg. Hati dilindungi oleh selaput tipis yang disebut kapsula hepatis.
Pada hati juga terdapat pembuluh darah dan empedu yang disatukan oleh selaput
jaringan ikat (capsula glison

Hati pada bagian luar dilengkapi oleh selaput tipis yang disebut selaput hati
(kapsula hepatica). Dalam jaringan hati terdapat beberapa pembuluh darah.
Pembuluh arteri hepatikus dan vena portal hepatikus mengalami percabangan
yang disebut sinusoid. Sinusoid pada vena portal hepatikus akan membentuk
vena. Jaringan hati ini tersusun oleh sel-sel hati yang disebut hepatosit. Antar
lapisan hepatosit dipisahkan oleh lakuna, sedang antara hepatosit satu dengan
yang lain dipisahkan oleh kanalikuli yang merupakan tempat dihasilkannya
empedu.

Kelainan pada hati

1). Hepatitis
Hepatitis adalah penyakit peradangan pada sel-sel hati karena terinveksi
virus. Hepatitis ada 2 macam, yaitu hepatitis A dan B. Biasanya hepatitis B lebih
berbahaya dibandingkan dengan hepatitis A.
2). Penyakit kuning
Gejala penyakit kuning hampir sama dengan hepatitis, yaitu kulit tampak
pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jari
juga berwarna kuning.
3). Sirosis hati
Penyakit ini biasanya diderita oleh peminum alkohol. Gejala penderita
penyakit ini adalah timbulnya jaringan perut dan kerusakan sel-sel normal hati.
4). Cirrhosis
Cirrhosis adalah kelainan hati di mana jaringan hati menyusut.

Sistem Ekskresi pada invertebrata

1. Sistem ekskresi protozoa


Pada protozoa, pengeluaran sisa-sisa metabolisme melalui membran sel
secara difusi. Protozoa mempunyai organel ekskresi berupa vakuola berdenyut (
vakuola kontraktif ) yang bekerja secara periodik serta berperan mengatur kadar
air dalam sel. Sewaktu mengeluarkan air sisa-sisa air ikut dikeluarkan.

2. Sistem ekskresi coelentrata dan porifera


Pada Coelentrata dan porifera, pengeluaran sisa metabolisma berlangsung
secara difusi, dari sel tubuh ke epidermislalu dari epidermis ke lingkungan
hidupnya yang berair.

3. Sistem ekskresi cacing pipih

Pengeluaran sisa metabolisme pada cacing


pipih dan cacing pita dilakukan dengan solenosit
yang disebut juga protonefridium atau sel api.
Sel api menyerap sisa metabolisme dari sel-sel
disekitarnya, lalu mengalirkan silia ke duktus
ekskretorius.

4. Sistem ekskresi cacing tanah


Sistem ekskresi pada cacing tanah
(Lumbricus terrestris ) berupa sepasang
nefridium. bagian pangkal nefridium yang terbuka
dan berbentuk corong bersilia disebut nefrosom.
Ujung lainnya yang bermuara ke luar tubuh
disebut nefridiofor. Selain nefridium, cacing tanah
juga menggunakan kulit dan anus sebagai organ
ekskresinya.

5. Sistem ekskresi serangga

Serangga mempunyai alat ekskresi


berbentuk buluh-buluh halus berwarna kekuning-
kuningan yang disebut dengan tubulus malphigi
(buluhh malphigi). Zat metabolisme diserap dari
cairan jaringan oleh buluh malphigi bagian ujung
distal. Cairan kemudian diteruskan ke buluh
malphigi bagian proksimal. Cairan tersebut
membentuk kristal asam urat kering yang kemudian
masuk ke usus belakang dan akhirnya keluar bersama feses.
Sistem Ekskresi pada vertebrata

1. Sistem ekskresi pada ikan


Alat ekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal opistonefros yang terikat
disisi dorsal (punggung) rongga tubuh.
Mekanisme ekskresi pada ikan yang hidup
di air tawar dan air laut berbeda. Ikan yang
hidup di air tawar mengekskresikan
amonia, aktif menyerap ion anorganik
melalui insang, dan mengeluarkan urin
dalam volume yang besar. Ikan yang hidup
diair laut mengekspresikan ion- ion
melalui insang, dan mengeluarkan urin
dalam volume yang kecil.

2. Sistem ekskresi pada amfibi


Amfibi mempunyai alat ekskresi berupa paru-paru, ginjal, hati, kloaka,
dan kulit. Contoh hewan amfibi adalah katak. Pada katak jantan, saluran ginjal
dan saluran kelaminnya bersatu, dihubungkan dengan ureter di versika urinaria
(kantung kemih). Katak memiliki kulit yang lembab, kulit tersebut membantu
katak dalam proses difusi gas.

3. Sistem ekskresi pada reptil


Alat ekskresi pada reptil adalah sepasang
ginjal metanefros. Metanefros berkembang dari
ginjal pronefros dan mesonefros yang terdapat
saat stadium embrio. Hasil ekskresinya adalah
asam urat. Bila dibandingkan amfibi, reptil hanya
mengguankan sedikit air untuk membilas sampah
nitrogen dari darah, karena sebagian besar zat
sisa metebolisme dikeluarkan sebagai asam urat.
Pada beberapa anggota reptilia seperti buaya dan
penyu, selain asam urat juga diekskresikan asam amino.

4. Sistem ekskresi pada aves


Alat ekskresi burung berupa sepasang ginjal metanefros. Ginjal; dihubungkan
ureteer ke kloaka karena burung tidak mempunyai vesika urinaria. Tubulus ginjal
burung lebih banyak daripada mamalia sehingga kecepatan metabolisme burung
sangat tinggi. Tubulus ginjal ini membentuk lengkung henke berukuran kecil. Air
dalam tubuh disimpan melalui proses reabsorpsi di tubulus. Didalam kloaka juga
terjadi reabsopsi air untuk menyimpan air daolam tubuh. Sampah nitrogen
diekskresikan sebagai asam urat yang dikeluarkan melalui kloaka sebagai kristal
putih yang bercampur feses.

SOAL SISTEM ESKRESI DAN JAWABAN

1. Sisa metabolisme yang dikeluarkan ginjal berupa


a. cairan empedu d.feses
b. keringat e.urin
c.Co2 dan H20

2. Bahan yang di transfer dalam darah ke seluruh tubuh dan disaring oleh pembuluh
kapiler pada kapsula bowman, tetapi tidak di absorpsi kembali ke dalam aliran darah
ginjal adalah
a.air d.feses
b.asam amino e.urea
c.vitamin
3. Jika kandungan air dalam darah rendah,kelenjar hipofisis mengeluarkan hormone
a.PSH d.LH
b.progesteron e.adrenalin
c.ADH

4. Dari hasil tes ternyata urin pak yudha mengandung glukosa,hal ini menunjukkan
adanya kelainan fungsi ginjal pada proses
a.eskresi d.reabsorpsi
b.filtrasi e.defekasi
c.sekresi

5. Urutan yang benar mengenai proses pengeluaran urine adalah


a.filtrasi-reabsorpsi-augmentasi
b.filtrasi-dehidrasi-augmentasi
c.filtrasi-augmentasi-reabsorpsi
d.filtrasi-reabsorpsi-dehidrasi
e.filtrasi-sekresi-augmentasi

6. Selain sebagai alat ekskresi ginjal pada ikan juga berfungsi sebagai
a.osmoregulator d.nefridium
b.opistonefros e.metanefros
c.mesonefros

7. Keadaan dimana glomeruli meradang,ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya sering


disebut penyakit
a.diabetes mellitus d.batu ginjal
b.gagal ginjal e.diabetes melitus
c.nefritis

8. Pada manusia yang sehat,ginjal berfungsi untuk menyaring darah.zat berikut yang ada
dalam urin primer namun tidak ada di urin ekunder adalah
a.garam d.urabilin
b.glukosa e.semua benar
c.urea

9. Dalam urine manusia terkandung


a.urea,glukosa,dan air
b.urea,garam,dan alcohol
c.urea,garam dan empedu
d.urea,air,dan asam amino
e.urea,garam,dan air

10. Berikut ini adalah zat-zat yang di dalam tubulus contortus nefron akan diserap
kembal,kecuali
a.urea d.air
b.NA e.CL
c.glukosa

11. Hati merupakan salah satu alat ekskresi yang menghasilkan zat sisa
a.asam amino d.bilirubin
b.kolesterol e.amonia
c.karbondioksida

12. Kulit sebagai organ ekskresi akan menghasilkan keringat pengeluaran keringat.
Pengeluaran keringat juga berfungsi untuk
a.pengaturan turgiditas sel
b.membuang kelebihan air
c.mengatur suhu tubuh
d.meminyaki permukaan kulit
e.membersihkan kulit dari kotoran

13. Paru-paru merupakan organ respirasi dan ekskresi.paru-paru disebut sebagai organ
ekskresi karena mengeluarkan co2 yang merupakan
a.sisa pembakaran bahan makanan
b.sisa perombakan bahan makanan di usus halus
c.hasil reaksi dengan co2 dalam paru paru
d.sisa deaminasi asam amino di hati
e.metabolisme karbohidrat

14. Organ manusia yang bertanggung jawab mengekskresikan sisa sisa metabolisme
dalam darah adalah.
a.paru paru dan ajantung
b.ginjal dan lambung
c.ginjal dan jantung
d.ginjal dan paru-paru
e.jantung dan lambung

15. Alat-alat ekskresi pada ikan adalah,kecuali


a.ginjal dan anus
b.kulit dan anus
c.insang dan kulit
d.kulit dan anus
e.pembuluh malphigi dan kulit

16. Berikut ini adalah beberapa aktvitas pengeluaran yang dilakukan manusia:
1. Buang air besar
2. Buang air kecil
3. Berkeringat
4. Meludah
5. Bernapas
Aktivitas yang tidak termasuk eSkresi adalah
a.1,2 d.1,2,3,4
b.1,4 e.1,2,3,4,5
c.1,2,3

17. Urine yang dihasilkan oleh ginjal akan ditampung dalam kantung kemih. Saluran
yang menghubungkan ginjal dengan kantung kemih adalah
a.Ureter
b.Uretra
c.Pelvis
d. Vesica Urinamaria
e. Tubulus Kolektivus

18. Jika kandungan air dalam darah rendah, kelenjar hipofisi mengeluarkan hormon...
a. ADH
b. FSH
c. LH
d. Adrenalin
e. Progesteron

19. Proses perombakan asam amino akan menghasilkan zat sisa yang bersifat racun. Zat
sisa tersebut akan dibuang melalui urine dalam bentuk
a. urea
b. amonia
c. ornitin
d. empedu
e. asam amino

20. Paru-paru merupakan salah satu alat ekskresi. Zat ekskresi yang terkandung dalam
paru-paru adalah...
a. karbon dioksida
b. garam
c. gula
d. Urea
e. oksigen

21. kelainan yang ditandai dengan tidak terbentuknya urine, yang disebabkan kerusakan
pada glomerulus adalah
a. albuminuria
b. anuria
c. batu ginjal
d. diabetes insipidus
e. nefritis

22. setelah filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi terbentuk urine yang sesungguhnya dan
dikumpulkan pada
a. tubulus konvolusi distal ke pesvil renalis
b. tubulus konvolusi proksimal ke tubulus konvolusi distal
c. tubulus konvolusi distal ke kantong kemih
d. tubulus pengumpul ke uterus
e. tubulus pengumpul ke pelvis renalis

23. hati merupakan alat ekskresi karena menghasilkan empedu yang merupakan
perombakan
a.sel darah merah
b. sel darah putih
c. trombosit
d. lemak
e. protein

24. batu ginjal merupakan salah satu gangguan pada system ekskresi yang dapat
disebabkan oleh kelebihan hormone
a. trioksin
b. adrenalin
c. insulin
d. kalsitonin
e. parathormon

25. apabila ada gejala keracunan dalam tubuh, organ yang paling bertanggung jawab
untuk menawarkannya adalah
a. hati
b. paru-paru
c. kelenjar endokrin
d. jantung
e. ginjal

SISTEM REGULASI

Peta Konsep
A. Sistem Regulasi itu apa ya??

Sistem regulasi adalah sistem yang mengatur semua kegiatan


atau kerja yang dilakukan oleh organ tubuh kita
B.Sistem Saraf

1.Neuron, unit fungsional sistem saraf yang dikhususkan untuk


menghantarkan dan mengirimkan sinyal dalam tubuh dari satu lokasi
ke lokasi lain.

a. Dendrit, untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke


seluruh bagian lain neuron.

b. Akson, berfungsi untuk menghantarkan sinyal (informasi) ke ujung


neuron

c. Selubung mielin, yang berfungsii sebagai lapisan insulin yang


membungkus akson

2. Sel Glia (sel pendukung)

Tidak secara langsung membawa rangsangan


Sangat penting bagi hubungan struktur sistem saraf dan bagi
fungsi normal neuron.
Jumlah glia pun melebihi neuron.
a. Oligodendosit (dalam SSP)menghasilkan selubung mielin.

b. sel schwann (dalam SST) yang membentuk selubung mielin.

C.Fungsi Dasar Sistem Saraf

1.Sensoris input: menerima stimulus dari reseptor.

2.Integrasi: menerjemahkan informasi dari sensoris dan


mengirimkannya ke motoris.

3.Motoris output: merespon stimulus ke efektor(otot dan rangka).


D.Pembagian Sistem Saraf

1.Sistem Saraf Pusat

Otak
Sumsum Tulang Belakang
2.Sistem Saraf Tepi

31 Saraf Spinal
12 Saraf Kranial

E.Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat terdiri dari:

1.Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang atau tali spinal membentang


sepanjang tulang belakang atau spinal, mengintegrasikan
informasi ke dan dari otak.

2. Otak

a.Diesefalon, yang terdirii dari:

Talamus: sebagai pusat integrasi utama (penerima informasi


sensoris utama)
Hipotalamus:mengatur suhu tubuh, selera makan, tidur dan
tekanan darah, mensekresi pengeluaran faktor yang mengatur
fungsi kelenjar hipofisis.
b. Otak bagian tengah:Perantara refleks pendengaran dan
mengkoordinasikan refleks visual.
c. Serebrum (otak besar):

Frontal(depan), berfungsi mengontrol korteks motoris atau


aktifitas motoris.
Parietalis, merasakan rangsangan panas, dingin, raba.
Oksipitalis, berfungsi dalam penglihatan.
Teraporal, berfungsi dalam pendengaran
d. Serebelum menerima informasi sensoris mengenai persendian dan
panjang otot, mengkoordinasi pergerakan dan menerima informasi
dari sistem auditoris (pendengaran) dan visual (penglihatan).

e. Medula oblongata sebagai pengaturan denyut jantung,


pernapasan, dan tekanan darah. Pusat refleks yang mengontrol
kedipan, batuk, bersin, menelan, dan muntah.

f. pons, berfungsi mengatur pernapasan di medula dan sebagai


pembawa informasi.

F.Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi dapat dibagi menjadi:


1.Sensoris (afferen), yang mengirimkan informasi dari reseptor
sensoris ke sistem saraf pusat.

2.Motoris (efferen), mengirimkan sinyal dari sisem saraf pusat ke


efektor.

Sistem saraf tepi terdiri dari sepasang:


1. Saraf spinal pada mamalia berjumlah 31 (membawa informasi dari
dan ke tulang belakang.

2. Saraf kranial pada mamalia berjumlah 12 (membawa informasi dari


dan ke otak).

Divisi Motoris
1. Saraf Somatik
Voluntari (sadar)
Serat saraf somatis menerima impuls dari sistem saraf pusat ke
otot rangka.
2. Saraf Autonomik

Involuntari (tidak sadar)


Impuls diterima dari sistem saraf pusat ke otot halus, jantung,
dan kelenjar.

Autonomik
1. Simpatik

Umumnya meningkatkan konsumsi energi dan mempercepat


denyut jantung dan meningkatkan laju metabolisme.

2.Parasimpatik

Umumnya meningkatkan aktifitas yang menghemat energi,


seperti pencernaan dan perlambatan denyut jantung
G.Skema Gerak Biasa Dan Gerak Refleks

Gerak Biasa

Contoh: gerakan yang kita lakukan dalam setiap kegiatan

yang kita sadari

Gerakan ini diatur dalam otak (melalui otak).


Gerak Refleks

Contoh: gerakan ini terjadi ketika kaki kita terinjak paku,dengan


reflex kita akan berteriak sambil menangkat kaki kita dengan
cepat
Gerakan ini tidak melewati otak tetapi ke sumsum tulang
belakang

H.Sistem Endokrin

Sistem endokrim merupakan Sistem kontrol kelenjar tanpa saluran


yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi atau teraliri di tubuh
melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain.

1. Kelenjar hipofisis, berhubungan erat dengan pengaturan


hipotalamus.

Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2:

a. Hipofisis posterior

Terdapat hormon oksitosin dan hormon antidiuretik (ADH) yang


dibuat oleh hipotalamus. Oksitosin mempengaruhi otot uteranus dan
ADH mempengaruhi ginjal, tidak mempengaruhi kelenjar endokrin
lainnya.

b.Hipofisis anterior

Hormon perangsang tiroid (TSH) mengatur pelepasaan hormon


tiroid; hormon adrenokortikotropik (ACTH) mengontrol korteks
adrenal; sedangkan hormon perangsang folikel (FSH); dan hormon
luteinasi (LH) yang mengatur reproduksi dengan cara mempengaruhi
gonad. Hormon lain yang dihasilkan oleh pituari (hipofisis) anterior
adalah hormon pertumbuhan (GH), prolaktin (PRL), hormon
perangsang melanosit (MSH) dan endorfin

2. Kelenjar Tiroid
Letak: di permukaan trakea
Fungsi: Perkembangan dan pendewasaan manusia, memainkan
peran vital dalam homeostasis, membantu memelihara
tekanan darah normal, denyut jantung, tonus otot, pencernaan
dan fungsi reproduksi.
Terlalu banyak dan terlalu sedikitnya hormon ini dalam darah
dapat mengakibatkan gangguan metabolisme yang serius.

3. Kelenjar Paratiroid

Lokasi: Menempel pada kelenjar tiroid yang berfungsi dalam


homeostasision kalsium.
Fungsi: mensekresi hormon paratiroid (PTH) yang menaikan
kadar kalsium dalam darah.

4. Kelenjar Pankreas terdapat 2 fungsi:

a.Eksokrin

b.Endokrin :

Langerhans, menghasilkan hormon Insulin dan glukagon yang


bekerja secara antagonis dalam mengatur konsentrasi glukosa
dalam darah.

5. Kelenjar Adrenal

Letak: Bersebelahan dengan ginjal


Terbuat: korteks adrenal atau medula adrenal (dibangkitkan
oleh hormon Efinefrin dan norepinefrin)
Fungsi: meningkatkan laju perombakan glikogen dalam hati
dan otot rangka dan pelepasan glukosa dalam darah oleh sel-
sel hati).

. 6. Kelenjar Testis
Terdapat Gonad (sel kelamin) menghasilkan dan
mensekresikan tiga kategori utama hormon steroid: androgen,
estrogen dan progesteron
Testosteron adalah jenis andogen yang utama dan paling banyak
yang juga mempengaruhi proses spermatogenesis.

7. Kelenjar Ovarium

Ovarium mensekresi hormon estrogen dan progesteron.


Fungsi: Persiapan dan pemeliharaan uterus, yang menyokong
perumbuhan dan perkembangan embrio. Sintesis estrogen
dikontrol oleh gonadotropin, FSH, LH, dari kelenjar pituitari
(hipofisis) anterior.

8. Kelenjar Pineal

Letak: dekat pusat otak


Pineal mensekresikan hormon melatonin, yaitu sejenis asam
amino yang termodifikasi.
Melatonin mengatur fungsi-fungsi yang berkaitan dengan
cahaya dan musim yang ditandai dengan perubahan panjang
siang hari.

I.Sistem Pengindraan

A.Pengelihatan

1. Sklera: bagian luar bola mata terdiri dari lapisan jaringan ikat
berwarna putih dan kuat

2. Koroid Lapisan bagian dalam mempunyai pigmen tipis .

3. Konjungtifa, lapisan sel-sel epitelium yang rumit membentuk


membran mukosa.
4. Iris yang memberi warna pada mata.

5. Pupil berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk .

6. Retina, membentuk lapisan paling dalam dari bola mata yang


terdiri dari sel-sel fotoreseptor.

7. saraf optik yang membawa informasi dari fotoreseptor


meninggalkan mata pada cakram optik.

8. Lensa yaitu cakram protein transparan yang memfokuskan


bayangan ke retina.

9. Kornea: yang berfungsi untuk eneruskan cahaya yang masuk ke


bagian dalam mata (retina).

10. Badan bersilia menghasilkan aquoeos humor yang berair dan


bening, yang mengisi rongga bagian dalam mata.

B.Pendengaran

1. Saluran auditoris, yang mengumpulkan gelombang suara dan


menyalurkannya ke membran timpatik .

2. Membran timpatik (gendang telinga) yang memisahkan telinga


bagian luar dengan telinga bagian tengah.

3.Saluran Eustachius berhubungan dengan faring dan menyamakan


tekanan telinga bagian tengah dengan atmosfer.

Pada telinga bagian dalam getaran melalui tiga oksikel (tulang kecil):

a. Maleus (martil)

b. Incus (landasan)
c. Stapes (sanggurdi)

Telinga bagian dalam terdiri dari satu labirin saluran di dalam tulang
tengkorak. Saluran ini dilapisi oleh membran yang mengandung
cairan yang bergerak sebagai respons terhadap suara atau
pergerakan kepala.

C.Peraba

Berdasarkan jenis energi ysng dideteksi reseptor sensoris kulit terbagi


menjadi 5:

1.Mekanoreseptor

Perangsang: stimulus tekanan, sentuhan, regangan,


pergerakan dan suara (semua bentuk energi mekanis).
Sel rambut, jenis mekanorseptor yang umum mendeteksi
pergerakan.

2. Reseptor rasa sakit

Pada manusia, reseptor rasa sakit melalui dendrit telanjang


pada epidermis kulit yang disebut nosiseptor.
Prostaglandin meningkatkan rasa sakit dengan membuat
reseptor menjadi sensitif.
3. Termoreseptor

Perespon terhadap panas atau dingin, membantu mengatur


suhu tubuh dengan cara mendeteksi suhu permukaan dan
bagian dalam tubuh.
Letak: hipotalamus anterior otak
4. menghantarkan informasi mengenai konsentrasi zat terlarut total
dalam suatu larutan dan reseptor spesifik yang merespons terhadap
masing-masing jenis molekul.menghantarkan informasi mengenai
konsentrasi zat terlarut total dalam suatu larutan dan.

5. Mendeteksi berbagai bentuk energi elektromagnetik, seperti


cahaya tampak, listrik, dan magnetisme

D.Penciuman Dan Pengecap

Kedua indera kimiawi ini saling berhubungan erat dan sebenarnya


tidak ada perbedaan antara keduanya

Sel-sel reseptor untuk pengecapan adalah sel-sel epitelium


yang telah termodifikasi yang diorganisasikan menjadi kuncup
pengecapan, yang tersebar disejumlah bagian lidah dan mulut.
Sebagian besar kuncup pengecap berada di lidah atau
mengalami penjuluran yang mirip puting yang disebut papila
pada lidah.
Sel reseptor olfakoris adalah neuron yang melapisi bagian atas
rongga hidung dan mengirimkan impuls disepanjang aksonnya
secara langsung ke bola olfaktoris otak.
Ujung sel-sel reseptif mengandung silia yang memanjang ke
dalam lapisan mukus ini, zat itu berkaitan dengan molekul
reseptor spesifik pada membran plasma yang melapisi rongga
hidung.
Meskipun jalur reseptor dan otak untuk pengecapan dan penciuman
berdiri sendiri-sendiri namun kedua indera tersebut saling
berinteraksi.

J.Kelainan Pada Sistem Regulasi

1.Meningitis

Yaitu peradangan membran atau selaput yang melapisi otak


dan saraf tunjang.
Penyebab: virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk
kedalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak.
Meningitis oleh bakteri bisa mengakibatkan kerusakan otak,
hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar,
bahkan bisa menyebabkan kematian
2. Diabetes

Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang


membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula
tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk
menghasilkan energi.

Jika insulin tidak bekerja dengan baik maka kadar gula dalam
darah meningkat dan tidak diubah menjadi energi.
Penyebab: pola hidup tidak sehat dan faktor keturunan.
2. Diabetes

Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang


membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula
tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk
menghasilkan energi.

Jika insulin tidak bekerja dengan baik maka kadar gula dalam
darah meningkat dan tidak diubah menjadi energi.
Penyebab: pola hidup tidak sehat dan faktor keturunan.
3. Parkinsonika

Jika otak memerintahkan suatu aktivitas (misalnya mengangkat


lengan), maka sel-sel saraf di dalam ganglia basalis akan
membantu menghaluskan gerakan tersebut dan mengatur
perubahan sikap tubuh.
Ganglia basalis mengolah sinyal dan mengantarkan pesan ke
talamus, yang akan menyampaikan informasi yang telah diolah
kembali ke korteks otak besar.
Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf pada ganglia basalis
mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin
berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya
juga lebih sedikit.
4. Gigantisme

Mulai terjadi sebelum penutupan epifiseal (ujung-ujung tulang yang


mengalami pertumbuhan) dan menyebabkan pertumbuhan
proporsional berlebihan disemua jaringan tubuh.

Penyebab:

Kurangnya pituitari ekstrapiramidal yang menyebabkan sekresi


hormon pertumbuhan manusia (human growth hormone-HGH)
yang berlebihan.
Sekresi HGH yang berlebihan yang membuat seluruh bagian
tubuh berubah sehingga menyebabkan akromegali. Jika sekresi
yang berlebihan sebelum pubertas.
5. Epilepsi adalah lepas muatan listrik yang berlebihan dan
mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari
otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Penyebab:

5-10% faktor keturunan


Kelainan menjelang hingga sesudah persalinan, cedera kepala,
radang selaput otak, tumor otak, kelainan pembuluh darah
otak, adanya genangan darah di otak, atau pernah mengalami
operasi otak.
Akibat: kejang, Bisa akibat tumor otak, radang otak,
perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam
jaringan), gangguan elektrolit, gangguan metabolisme,
gangguan peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat
bawaan.
Soal

1. Berikut ini adalah beberapa sistem organ uang terdapat dalam tubuh manusia

1. Sistem saraf
2. Sistem peredaran darah
3. Sistem hormone
4. Sistem Indera

Sistem yang termasuk dalam sistem koordinasi adalah

A. 1,2,3

B. 1,3,4

C. 2,3,4

D. 1,4
E. 1,2,3,4

2. Neuron terdiri dari tiga bagian

A. Perikarion, akson, dan dendrite

B. Perikarion, akson, dan nucleus

C. Dendrit, ganglion, dan nucleus

D. Impuls, akson, dan dendrite

E. perikarion, dendrite, dan impuls

3. Dilihat dari aspek fungsi dendrite berbeda dengan akson dalam hal

A. Dendrit Berupa uluran pendek Akson Berupa Uluran panjang

B. Dendrit Bercabang-cabang Akson Tidak bercabang-cabang

C.Dendrit Mengandung selubung myelin Akson Tidak mengandung selubung


myelin

D. Dendrit Menghantar impuls ke badan sel Akson Menghantar impuls


menjauhi badan sel

E. Dendrit Mempunyai nodus Ranvier Akson tidak mempunyai modus Ranvier

4. Antara 2 neuron terdapat hubungan antara neuron yang berperanan dalam


penjalaran impuls. Pernyataan berikut ini benar berkaitan dengan hubungan tersebut,
kecuali

A. Antara dua neuron terdapat celah sinaps

B. Impuls dijalarkan dari neuron prasinaps menuju neuron pascasinaps

C. Penjalaran impuls berlangsung bolak balik

D. Penjalaran impuls memerlukan zat penghantar yang disebut neurotransmitter

E. Impuls yang datang dapat diteruskan atau dijalarkan


5. Neuron yang berfungsi menghantarkan impuls saraf dari alat indera menuju ke otak
atau sumsum tulang belakang adalah:

A. Neuron bipolar
B. Neuron sensorik (berfungsi menghantarkan impuls dari indera menuju ke
otak atau sumsum tulang belakang)

C. Neuron motorik (berfungsi membawa impuls dari otak atau sumsum tulang
belakang menuju otot atau kelenjar tubuh)

D. Neuron konektor (berfungsi meneruskan rangsangan dari sensorik ke


motorik)

E. Neuron unipolar

7. Uji reflex sering dilakukan dengan cara memukulkan benda lunak perlahan lahan ke
bagian bawah tempurung lutut sehingga tidak sadar tungkai bawah penderita bergerak
ke depan.

Lengkung reflex menghasilkan gerakan tersebut memiliki jalur sebagai berikut:

A. Lutut-motorik-sumsum tulang belakang-sensorik-kaki

B. Lutut-sensorik-sumsum tulang belakang-motorik-kaki

C. Lutut-sensorik-otak-motorik-kaki

D. Lutut-saraf sensorik-saraf konektor-saraf motorik-kaki

E. Lutut-saraf motorik-otak-saraf sensorik-kaki

8. Otak besar manusia dapat dibagi menjadi beberapa lobus dengan fungsi yang
berbeda. Bagian/lobus yang merupakan pusat pengelihatan adalah

A. Lobus frontalis

B. Lobus paritalis
C. Lobus temporalis

D. Lobus oksipetalis

E. Lobus anterioralis

Name of lobe Functions


1. The frontal lobe - Motor center (voluntary movenment)

- Memory centre.

- Speech centre.

2- The parietal lobe Sensory centers of heat, cold, pressure & touch. (it
receives these stimuli from the skin)

3- The occipital lobe. Vision center.


4- The temporal lobe. - Smell center.

- Hearing centre.

9. Sistem Saraf pusat terdiri dari

A. Saraf Simpatik dan parasimpatik

B. Saraf cranial dan saraf spinal

C. Otak dan saraf tepi

D. Otak dan saraf otonom

E. Otak dan sumsum tulang belakang

10. Jika proses gerak yang diatur oleh sistem saraf disadari, impuls akan menempuh
jalan sebagai berikut

A. Reseptor -> neuron sensorik -> otak -> neuron motorik -> efektor
B. Reseptor -> neuron sensorik -> interneuron -> neuron motorik -> efektor

C. Reseptor -> neuron motorik -> otak -> neuron sensorik -> efektor

D. Reseptor -> neuron motorik -> sumsum tulang belakang -> efektor

E. Reseptor -> neuron sensorik -> neuron konektor -> otak -> efektor

11.Berikut ini adalah pengaruh dari saraf simpatik pada kerja organ tubuh, kecuali

A. Mempercepat denyut jantung

B. Memperlebar pupil

C. Mempercepat proses pencernaan

D. Memperkecil diameter pembuluh

E. Mengembangkan kantung kemih

12. Mata dapat berfungsi sebagai alat indera karena memiliki reseptor cahaya. Bagian
mata yang merupakan reseptor cahaya

A. Retina

B. Sclera

C. Kornea

D. Fovea

E. Vitreous humor

13. Kelenjar hipofisis disebut juga master gland karena mensekresikan bermacam-
macam hormone yang akan mengatur bermacam-macam kegiatan dalam tubuh. Berikut
ini adalah pasangan yang sesuai antara hormone yang dihasilkan oleh hipofisis dan
fungsinya, kecuali :

A. MSH mempengaruhi pigmentasi kulit

B. ADH mempengaruhi pengeluaran air susu ibu

C. STH mempengaruhi pertumbuhan


D. FSH merangsang pematangan folikel dalam ovarium

E. ICSH merangsang spermatogenesis

14. Indera pada ikan yang berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air adalah

A. Membrane niktitans

B. Omatidium

C. Gurat sisi

D. Bintik mata

E. Oseli

15. Bagian otak burung yang berkembang sangat baik sehingga burung memiliki
keseimbangan yang cukup baik adalah :

A. Otak besar

B. Otak Kecil

C. Otak Tengah

D. Sumsum lanjutan

E. Sumsum Tulang belakang

16. Apabila kita mencium masakan yang sedap, air liur terangsang mau keluar. Hal ini
menunjukkan adanya hubungan antara indera

A. Perasa dan pengecap

B. Perasa dan peraba

C. Pembau dan perasa

D. Pembau dan pengecap

E. Pengelihat dan pembau


17. Perhatikan gambar dibawah ini

Lidah manusia beserta bagian-bagiannya. Bagian yang bernomor 1,2, dan 3 dapat
merasakan

A. Manis, asin, dan asam

B. Manis,asin, dan pahit

C. Manis, asam, dan pahit

D. Asam, manis, dan pahit

E. Pahit, asam, dan manis

18. Fungsi pupil pada mata adalah

A. Melindungi retina

B. Mengatur cahaya yang masuk

C. Memfokuskan bayangan benda

D. Tempat jatuhnya bayangan

E. Memberi warna mata

19. Adrenalin adalah hormon yang berfungsi untuk

A. mengatur metabolism

B. mempengaruhi kerja hormon lainnya

C. merangsang kerja usus

D. mengatur metabolisme senyawa fosfat


E. menaikkan tekanan darah

20. Bagian mata yang berfungsi untuk mensuplai nutrisi dan O2 bagi retina adalah

A. Sclera

B. Kornea

C. Iris

D. Lensa

E. Koroid

21. Perhatikan gambar mata manusia berikut!

Fungsi bagian mata nomor 3 yaitu


A. memberi bentuk dan kekokohan bola mata
B. meneruskan cahaya dari kornea ke lensa mata
C. memfokuskan jatuhnya bayangan benda
D. memberi nutrisi kepada lensa mata
E. mengatur jumlah cahaya yang diperlukan

22. Jika mata tiba-tiba terkena debu, maka bola mata akan segera manutup.
Urutan jalanya impuls saraf pada kejadian tersebut yaitu ...
A. Rangsang - neuron sensorik - neuron motorik - efektor
B. Debu - neuron motorik - interneuron di otak - neuron sensorik - efektor
C. Reseptor - neuron sensorik - interneuron di sumsum tulang belakang
neuron

Motorik-reseptor
D. reseptor - neuron motorik - interneuron di sumsum tulang belakang
neuron
Sensorik-otot mata
E. Reseptor - neuron sensorik - interneuron di otak - neuron motorik
- efektor

23. Fungsi hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon) yaitu...


A. Untuk menyekresikan hormon testoteron
B. Merangsang korpus luteum untuk menyekresikan progesteron dan
esterogen
C. Merangsang sel-sel folikel untuk menghasilkan esterogen
D. Merangsang kontraksi uterus
E. Memelihara pertumbuhan dan perkembangan kelenjar tiroid

24. Perhatikan gambar berikut

Bagian X merupakan otak tengah. Apabila terjadi kerusakan di bagian ini, maka
akan menyebabkan ...
A. Hilangnya keseimbangan
B. Hilangnya ingatan
C. Tidak dapat berbicara
D. Terganggunya pengelihatan
E. Denyut jantung tidak teratur

25. Sel saraf yang membawa impuls dari reseptor menuju otak dinamakan ...
A. Dendrit
B. Neuron
C. Sensorik
D. Motorik
E. Ganglion
A. PENGERTIAN SISTEM REPRODUKSI
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian atau interaksi organ dan zat
dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak dengan tujuan
melestarikan jenisnya agar tidak punah. Sistem reproduksi pada suatu
organisme berbeda antara jantan dan betina.

B. SISTEM REPRODUKSI PRIA

Sistem reproduksi pria meliputi organ-


organ reproduksi, spermatogenesis, dan
hormon-hormon pada pria. Dibedakan menjadi dua bagian, yaitu organ
reproduksi dalam dan organ reproduksi luar yang saling berhubungan.

Organ Reproduksi Dalam


Organreproduksi dalam pria terdiri dari:
Testis
Saluran pengeluaran
Kelenjar asesoris

Testis

Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung


pelir (skrotum).
Berjumlah sepasang (testes = jamak).
Terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan
kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat
dan otot polos.
Fungsi secara umum yaitu sebagai alat untuk memproduksi sperma
dan hormon kelamin jantan yang disebut testosteron.

Saluran pengeluaran

Terdiri dari :

1. Epididimis
Merupakan saluran berkelok-kelok didalam skrotum yang keluar
dari testis, berjumlah sepasang dikanan dan kiri.
Berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai
sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
2. Vas deferens
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan
saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari
epididimis.
Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya
terdapat di dalam kelenjar prostat.
Berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis
menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
3. Saluran ejakulasi
Merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen
dengan uretra.
Berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam
uretra.
4. Uretra
Merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis.
Berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung
semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.

Kelenjar asesoris
Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi penambahan
berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Getah-
getah ini berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan
pergerakakan sperma. Terdiri dari:

1. Vesikula seminalis
Merupakan kantong untuk menampung sperma matang yang pada
dindingnya menghasilkan getah berwarna kuning untuk memberikan
makanan pada sel sperma.
2. Kelenjar prostat
Bagian ini menghasilkan kelenjar (getah) yang dialirkan ke saluran
sperma.
3. Kelenjar Cowper
Kelenjarbulbouretra yaitukelenjar yang
salurannyalangsungmenujuuretra. Menghasilkangetah yang bersifat
alkali (basa).

Kelenjar Asesoris

Organ Reproduksi Luar


Organ reproduksi luar pria terdiri dari:
Penis
Skrotum

Penis
Terdiri dari tiga rongga yang berisi
jaringan spons. Dua rongga yang
terletak di bagian atas berupa jaringan
spons korpus kavernosa.
Satu rongga lagi berada di bagian
bawah yang berupa jaringan spons
korpus spongiosum yang
membungkus uretra.
Uretrapada penis
dikelilingiolehjaringanerektil yang
rongga-

rongganyabanyakmengandungpembuluhdarahdanujung-
ujungsarafperasa.
Bilaadasuaturangsangan,
ronggatersebutakanterisipenuholehdarahsehingga penis
menjaditegangdanmengembang (ereksi).

Skrotum (Kantung pelir)

Merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis.


Berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri.
Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang
berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos).
Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat
mengerut dan mengendur.
Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari
penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster.
Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar
kondisinya stabil.
Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu
yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.

Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma yang terjadi di
dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis
mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses
pembelahan dan diferensiasi sel dengan tujuan untuk membentuk sperma
fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian

disimpan di epididimis.

Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan


jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi
pada saat spermatogenesis.Pintalan-pintalan tubulus seminiferus
terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya
mengandung sekitar 250 lobulus testis.Tubulus seminiferus terdiri dari
sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut
spermatogonia (spermatogonium = tunggal).Spermatogonia terletak di
dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus
seminiferus.Spermatogonia terus-menerus membelah untuk
memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui
tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.

Pada tahap pertama spermatogenesis, spermatogonia yang bersifat


diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di
tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe
A.Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi
spermatogonia tipe B.Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-
sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat
diploid.Setelah melewati beberapa minggu, setiap spermatosit primer
membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder
yang bersifat haploid.Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi
secara meiosis membentuk empat buah spermatid.Spermatid merupakan
calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau
mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan).Setiap spermatid
akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma).Proses perubahan
spermatid menjadi sperma disebut spermiasi.

Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki


bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang
menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor.

Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit
sitoplasma.Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma
terdapat selubung tebal yang disebut akrosom.Akrosom mengandung
enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus
lapisan pelindung ovum.

Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian


tengah sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang
berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.

Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-


sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan
mengatur proses spermatogenesis.
Hormon pada Pria
Testosteron : Disekresikan oleh sel Leydig yang terdapat diantara
tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel
sel germinal untuk membentuk sperma.

LH (Luteinizing Hormon) : Disekresiolehkelenjarhipofisis anterior.


Berfungsimenstimulasisel-selLeydiguntukmensekresitestoteron

FSH (Follicle Stimulating Hormon) : Disekresi oleh sel-sel kelenjar


hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa
stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak
akan terjadi.

Estrogen : Dibentukolehsel-selsertoliketikadistimulasioleh FSH.

Hormon pertumbuhan
:Diperlukanuntukmengaturfungsimetabolisme testis.
Hormonpertumbuhansecarakhususmeningkatkanpembelahanawalpad
a spermatogenesis.

C. SISTEM REPRODUKSI WANITA


Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi dan proses
oogenesis, fertilisasi, kehamilan, dan persalinan. Organ reproduksinya terdiri
dari reproduksi dalam dan luar.

Organ Reproduksi Dalam


Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari:
Ovarium
Saluranreproduksi (saluran kelamin)

Ovarium

Ovarium (indung telur)


berjumlah sepasang,
berbentuk oval dengan
panjang 3 - 4 cm.
Berada di dalam rongga
badan, di daerah pinggang.
Umumnya setiap ovarium
menghasilkan ovum setiap
28 hari.
Berfungsi menghasilkan
ovum (sel telur) serta
hormon estrogen dan
progesteron.

Saluran Reproduksi

Terdiri dari :

Oviduk : Oviduk (tuba falopi) atau saluran telur berjumlah sepasang


(dikanan dan kiri ovarium) berfungsi untuk menyalurkan ovum dari
ovarium menuju uterus.
Uterus : Uterus atau rahim (kantung peranakan) merupakan rongga
pertemuan oviduk kanan dan kiri. Berfungsi sebagai tempat
perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi.
Vagina : Merupakan saluran akhir dari saluran produksi bagian dalam
wanita yang terdapatdidalam vulva
Organ Reproduksi Luar
Organ reproduksi luar wanita terdiri dari :
Vulva

Vulva

Merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita.


Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan
daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak mengandung jaringan
lemak.
Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut.
Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing)
dan saluran kelamin (vagina).

Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium.
Oogenesis sudah terjadi sejak seorang wanita masih berada dalam bentuk
janin dan baru berlanjut kembali saat wanita tersebut memasuki masa
pubertas. Peristiwa ini terus terjadi hingga wanita mengalami menopause.
Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung
telur.Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang
kromosom.Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis
membentuk oosit primer.Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih
di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam
kandungan.Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan
membelah secara meiosis.Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer
ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak
perempuan yang mengalami pubertas.Oosit primer tersebut berada dalam
keadaan istirahat (dorman).Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap
ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer.Ketika mencapai
pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer
saja.Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama
pertumbuhannya.Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan
mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan
meiosis tahap pertamanya.Oosit yang mengalami meiosis I akan
menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya.Sel oosit pertama
merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder,
sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama
(polosit primer).Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II
(meiosis kedua).Namun pada meiosis II, oosit sekunder tidak langsung
diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi
ovulasi.Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami
degenerasi.Namun jika ada sperma masuk ke oviduk, meiosis II pada oosit
sekunder akan dilanjutkan kembali.Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder
akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang
disebut badan polar kedua (polosit sekunder).Badan polar pertama juga
membelah menjadi dua badan polar kedua.Akhirnya, ada tiga badan polar
dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu
oogonium.Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur.Folikel
telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi
ovum.Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi
oosit.Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit
primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul
pertama kali untuk menyelubungi oosit primer.Selama tahap meiosis I pada
oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat
terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel
tersier.Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de
Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan
berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum
akan mengkerut menjadi korpus albikan.

Hormon Wanita
Pada wanita, peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan
perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria.
Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam
siklus menstruasi.

D. SIKLUS MENSTRUASI
Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari
uterus yang disertai pelepasan endometrium.
Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus
menstruasi sekitar 28 hari. Untuk periode atau siklus hari pertama
menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama
menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu fase
menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, dan fase pasca-ovulasi.
E. FERTILISASI
Fertilisasi adalah proses peleburan antara satu sel sperma dengan satu sel
telur (ovum) yang sudah matang.Sel telur yang telah dibuahi berubah
menjadi zigotdan menempel pada dinding rahim.
F. KEHAMILAN
Setelah zigot terbentuk, zigot langsung membelah diri menjadi 2, 4, 8,
16 dan seterusnya
Dalam waktu bersamaan dinding rahim menebal penuh dengan
pembuluh darah siap menerima zigot
Zigot menempel pada dinding rahim untuk berkembang
Zigot berubah menjadi embrio
Terbentuk plasenta dan tali pusat sebagai penghubung antara embrio
dengan ibunya.
Embrio dikelilingi cairan amnion untuk melindungi dari bahaya
benturan
Usia 4 minggu, embrio mulai membentuk mata, tangan dan kaki
Usia 6 minggu,embrio berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga dan
jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki beserta jari-jarinya mulai
terbentuk
Usia 8 minggu, embrio sudah memiliki organ lengkap. Embrio
berubah menjadi janin (fetus)
Setelah usia kehamilan mencapai kira-kira 9 bulan 10 hari, bayi siap
dilahirkan. Muncul senyum dari wajahnya.

G. PERSALINAN
Proses persalinan diawali his (kontraksi) dan keluarnya lendir bersama
darah karena mulut rahim membuka. Fase laten (membuka 3cm) dan fase
aktif (membuka penuh 10cm). Ketika mulut rahim membuka penuh maka
ketuban (amnion) pecah. Setelah pecah, terjadi kontraksi hebat, hingga
kepala bayi sampai ke vagina. Setelah bayi lahir terjadi lagi kontraksi untuk
melepaskan plasenta (ari-ari).
H. PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI
Gonore (Kecing Nanah)
Penyebab: Bakteri Neisseria gonorrhoeae,ditularkan melalui
hubungan seksual.
Akibat: radangpada organ reproduksi yang menyebabkankemandulan,
mata, persendiandanselaputotakpadabayi.
Tandadangejala:
terdapatnanahpadaujungsalurankencingdanterasapanas (terbakar)
saatbuang air kecil.
Sifilis
Penyebab: bakteri Treponema pallidum ditularkan melalui hubungan
seksual.
Akibat: kerusakan organ reproduksi. Pada stadium lanjut, sifilis
menyerang hati, susunan syaraf dan otak.
Herpes
Penyebab: virus herpes simpleks serotipe ditularkan melalui
hubungan seksual.
Akibat: gangguan pada organ reproduksi, kulit dan menyebabkan
kanker rahim.
Kanker Serviks
Hampir 95 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma
Virus (HPV), dan 33 persen wanita dilaporkan punya virus tersebut,yang
menyebabkan adanya sakit di leher rahim. Virus ini bisa menular lewat
hubungan seksual, dan laki-laki pun bisa tertular oleh virus ini.
Soal
1. Organ reproduksi luar pria terdiri dari ...
a. Penis dan skrotum d. Epididimis dan vas
deferens
b. Penis dan epididimis e. Testis dan uretra
c. Testis dan skrotum
2. Saluran yang menghubungkan testis dengan kantong testis adalah ...
a.Prostat dan epididimis d. Vas deferens dan
uretra
b. Epididimis dan vas deferens e. Uretra dan prostat
c. Epididimis dan uretra
3. Yang terjadi pada saat mesntruasi adalah ...
a. Lepasnya ovum dari ovarium
b. Pertemuan antara sel sperma dan sel telur
c. Luruhnya ovarium setelah ovulasi
d. Luruhnya dinding endometrium karena tidak ada fertilisasi
e. Sisa hormon yang diproduksi tetapi tidak terpakai
4. Alat kelamin wanita yang berfungsi untuk tempat menempelnya ovum
yang telah dibuahi oleh sperma dan sebaagai tempat perkembangan
janin adalah ...
a. Ovarium d. Tuba fallopi
b. Oviduk e. Uterus
c. Glandula
5. Kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga
abdomen kedalam skrotum pada waktu bayi disebut ...
a.Kanker genitalia d. Kriptorkidisme
b. Orkitis e. Kanker serviks
c. Prostatitis
6. 1. Testis
2. Epididimis
3. Korpus kavenosa
4. Skrotum
5. Uretra
Yang termasuk dalam organ reproduksi dalam adalah ...
a. 1,3,5 d. 1,3,4
b. 1,2,3 e. 2,4,5
c. 1,2,5
7. Otot yang berfungsi untuk menggerakkan skrotum sehingga dapat
mengerut dan mengendur ialah otot ...
a. Dartos d. Cowper
b. Kremaster e. Spongiosum
c. Korpus

8. Suatu proses pembentukan sperma terjadi didalam testis, tepatnya


pada tubulus seminiferus disebut ....
a. Spermatid d. Meiosis
b. Spermatosid e. Epididimis
c. Spermatogenesis

9. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai yang disebut ...


a. Oviduk d. Ovum
b. Uterus e. Fimbrae
c. Vulva
10. Gangguan pada sistem reproduksi berupa peradangan pada testis yan
disebabkan oleh virus parotitis disebut ...
a. Orkitis d. Kanker penis
b. Prostatitis e. Hipogonadisme
c. Uretritis
11. Hormon yang berpengaruh pada sistem reproduksi pria adalah ....
a. LH d. Estrogen
b. LSH e. Semua jawaban
benar
c. Testosteron
12. Semen terdiri dari ...
a. Sperma d. Sekresi prostat
b. Sekresi sowper e. Semua jawaban
benar
c. Sekresi vesikula seminalis
13. Alat reproduksi pada laki-laki dapat berfungsi dengan bantuan ....
a. FSH d. Hormon
pertumbuhan
b. LH e. Seluruh jawaban
a,b,c,d
c. Testosteron
14. Masa janin sering disebut dengan masa ....
a. Relaksin d. Fetus
b. Estrogen e. Laktasi
c. Oksitosin
15. Proses peleburan antara satu sel sperma dengan sel telur (ovum) yang
sudah matang disebut ...
a. Fertilisasi d. Pembuahan
b. Kehamilan e. Melahirkan
c. Persalinan
16. Tujuan makhluk hidup berkembang biak adalah ...
a. Untuk melestarikan spesiesnya
b. Untuk berevolusi
c. Untuk menyalurkan birahi
d. Untuk menambah aktivitas
e. Sebagai tanda kedewasaan

17. Urutan pembentukan sel sperma adalah ...


a. Spermatogonia-spermatid-spermatosit primer-spermatosit
sekunder-sperma
b. Spermatogonia-spermatosit primer-spermatosit sekunder-
spermatid-sperma
c. Spermatosit primer-spermatosit sekunder-spermatogonia-
spermatid-sperma
d. Spermatid-spermatosit primer-spermatosit sekunder-
spermatogonia-sperma
e. Spermatid-spermatogonia-spermatosit primer-spermatosit
sekunder-sperma
18. Fertilisasi umumnya terjadi pada ...
a. Uterus d. Endometrium
b. Rahim e. Uretra
c. Tuba fallopi
19. Proses bertemunya sel sperma dan sel telur disebut ...
a. Ejakulasi d. Fertilisasi
b. Gastrulasi e. Implantasi
c. Meet
20. i. Darah iii. Asi v. Air liur
ii. Keringat iv. Cairan kelamin vi. Kontak fisik
Media penyebaran virus HIV yang benar adalah ...
a. i-ii-iii d. ii-v-vi
b. ii-iii-v e. i-iii-iv
c. iii-v-vi
21. Pada ovarium, proses pertumbuhan folikel dipacu oleh ...
a. Hormon progesteron d. LH
b. FSH e. Hormon estrogen
c. LTH
22. Kromosom yang menentukan jenis kelamin bayi dinamakan ...
a. Gonad d. Autosom
b. Somatik e. Gonosom
c. Germinal
23. Jenis enzim yang ada dalam kepala sel sperma yaitu ...
a. Lipase d. Litik
b. Lisosom e. Ptialin
c. Akrosom
24. Zona pelindung pada sel telur disebut ...
a. Esterogen d. Vas deferens
b. Endometrium e. Corpus liteum
c. Corona radiata
25. Pada manusia, pembentukan sperma dinamakan ...
a. Ovulasi d. Spermatogenesis
b. Oogenesis e. Mitosis
c. Meiosis
SISTEM
KEKEBALAN
TUBUH (IMUNITAS)
Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah suatu sistem dalam
tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkan yang bekerja
sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-
kuman penyakit atau racunnya, yang masuk ke dalam tubuh.

Fungsi sistem imun adalah sebagai berikut.

a. Melindungi tubuh dari serangan benda asing atau bibit penyakit yang
masuk ke dalam tubuh. Benda asing tersebut dapat berupa mikrobia
penyebab penyakit (patogen), misalnya virus, bakteri, protozoa, dan
jamur.
b. Menghancurkan jaringan dan sel mati atau rusak untuk perbaikan
jaringan.
c. Mengenali dan menghancurkan sel yang abnormal.
1. Pertahanan Nonspesifik

Respon imun yang timbul terhadap jaringan tubuh yang rusak atau terluka
dan bukan terhadap penyebab kerusakan itu sendiri.

Mekanisme sistem pertahanan tubuh nonspesifik diperoleh melalui


beberapa cara berikut.

Pertahanan yang terdapat di permukaan tubuh


Pertahanan yang terdapat di permukaan tubuh berupa pertahanan fisik,
pertahanan mekanis, pertahanan kimiawi, dan pertahanan biologis.

Pertahanan Fisik
Pertahanan tubuh secara fisik dilakukan oleh lapisan terluar tubuh yang berfungsi
menghalangi masuknya patogen ke dalam tubuh. Pertahanan ini dilakukan
oleh kulitdan membran mukosa. Lapisan terluar kulit terdiri atas sel-sel epitel yang
tersusun rapat sehingga patogen sulit menembusnya. Lapisan terluar kulit
mengandung keratin dan sedikit air sehingga dapat menghambat pertumbuhan
mikroba. Saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan saluran kelamin juga dilapisi
oleh membran mukosa yang berfungsi menghalangi masuknya patogen.

Pertahanan Mekanis
Pertahanan tubuh secara mekanis dilakukan oleh rambut hidung dan silia pada
trakea. Rambut hidung berfungsi menyaring udara yang dihirup dari partikel-
partikel berbahaya maupun mikrobia. Adapun silia yang terdapat pada trakea
berfungsi menyapu partikel-partikel berbahaya yang terperangkap dalam lendir
agar dapat dikeluarkan dari tubuh.

Pertahanan Kimiawi
Pertahanan tubuh secara kimiawi dilakukan oleh sekret yang dihasilkan kulit dan
membran mukosa. Sekret tersebut mengandung zat-zat kimia yang dapat
menghambat pertumbuhan mikrobia, contohnya minyak dan keringat. Kedua sekret
tersebut memberikan suasana asam (pH 3-5) sehingga mencegah pertumbuhan
mikroorganisme di kulit. Adapun air liur (saliva), air mata, dan sekresi mukosa
(mukus) mengandung enzim lisozim yang dapat membunuh bakteri. Enzim
tersebut menghidolisis dinding sel bakteri sehingga pecah dan mati.
Pertahanan Biologi
Pertahanan tubuh secara biologi dilakukan oleh populasi bakteri tidak
berbahaya yang hidup di kulit dan membran mukosa. Bakteri-bakteri tersebut
melindungi tubuh dengan cara berkompetisi dengan bakteri patogen dalam
memperoleh nutrisi.

Fagositosis
Fagositosis adalah suatu mekanisme pertahanan yang dilakukan sel-sel
fagosit dengan jalan mencerna mikrobia/partikel asing. Sel fagosit terdiri atas dua
jenis, yaitu fagosit mononuklear dan polimorfonuklear.
Contoh fagosit mononuklear adalah monosit (dalam darah) dan jika
bermigrasi ke jaringan akan berperan sebagai makrofag. Contoh fagosit
polimorfonuklear adalah granulosit, yaitu neutrofil, eusinofil, basofil, dan cell
mast (mastosit). Sel-sel fagosit akan bekerja sama setelah memperoleh sinyal
kimiawi dari jaringan yang terinfeksi patogen.

Mekanisme Fagositosis:

1. Makrofag menjulurkan pseudopodia ke bakteri penginfeksi


2. Bakteri terperangkap oleh pseudopodia, dihancurkan oleh enzim lisozim
3. Proses fagositosis -->

Pertahanan Humoral
Pertahanan oleh bahan yang terdapat di sirkulasi darah. Meliputi :
Komplemen, interferon, CRP (C-Reactive Protein), kolektin, lisozim

Komplemen
Diproduksi hepatosit (sel hati) dan monosit. Terdiri atas beberapa protein. Bila
diaktifkan memberikan proteksi terhadap infeksi dan berperan dalam respon
inflamasi.

Interferon (anti virus)


Dapat menginduksi sel-sel disekitar sel yang terinfeksi virus. Sitokin yang berupa
glikoprotein, diproduksi makrofag aktif, sel pembunuh alami, berbagai sel yang
mengandung nuckleus

C-Reactive Protein
Protein yang kadarnya dalam darah akan meningkat bila terinfeksi akut.

Kolektin
Protein mengikat hidrat arang pada permukaan kuman

Lisozim
Protein lisosom dalam ludah, air mata, sekresi mukosa yang dapat melisis sel
mikroba

Mekanisme Interferon Melawan Virus


Virus Menginfeksi Sel kemudian Gen di dalam Interferon Teraktifkan
Interferon Memasuki Sel Tetangga yang Sehat
Sel Membuat Interferon
Interferon Menstiulasi Sel Tetangga kemudian Memproduksi Protein Anti
Viral
Sel sinyal tetangga yang tidak terinfeksi untuk menghancurkan RNA dan
untuk mengurangi sintesis protein
Sinyal tetangga yang terinfeksi sel-sel untuk mengalami poptosis
Mengaktifkan sel-sel imun

Sel Natural Killer (Sel NK)


Pertahanan nonspesifik juga meliputi sel pembunuh alami (natural
killer, NK). Sel NK tidak menyerang mikroorganisme secara langsung, alih-alih
mereka merusak sel tubuh yang diserang oleh virus dan juga sel-sel abnormal yang
dapat membentuk tumor. Sel NK tidak bersifat fagositik, melainkan menyerang
membran sel sehingga sel tersebut lisis (pecah).

Protein Antimikroba
Salah satu protein yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh nonspesifik
yaitu protein komplemen. Protein komplemen membunuh bakteri penginfeksi
dengan cara membentuk lubang pada dinding sel dan membran plasma bakteri
tersebut. Hal ini mengakibatkan ion-ion Ca2+ keluar dari sel bakteri.
Respon Peradangan

Jaringan rusak akibat


patogen menimbulkan
inveksi
mikroorganisme
limfosit lain dan
jaringan yang rusak
menghasilkan
prostaglandin yang
akan membesar dan
meningkatkan
permeabilitas
pembuluh darah
Jaringan yang luka akan menghasilkan zat kimia kemokin untuk memanggil
sel fagosit
Sel fagosit memakan mikroorganisme yang menginveksi
Muncul nanah
Cairan yang tertimbun dalam jaringan akan menghasilkan pembengkakan

Proses pembekuan Darah


2. Pertahanan Spesifik

Pertahanan tubuh terhadap patogen tertentu yang masuk ke tubuh. Sistem


ini bekerja apabila patogen telah berhasil melewati sistem pertahanan tubuh
nonspesifik. Sistem pertahanan tubuh spesifik disebut juga dengan sistem
kekebalan tubuh atau sistem imun. Sistem kekebalan tubuh terbentuk karena adanya
peran antigen dan antibodi. Pertahanan tubuh secara spesifik dilakukan
oleh antibodi yang dibentuk oleh limfosit karena adanya antigenyang masuk ke
tubuh.

Limfosit
Limfosit terdiri atas dua tipe, yaitu limfosit B (sel B) dan limfosit T (sel T).

Sel B
"B" sebenarnya berasal dari kata Bursa Fabrisius, yaitu sebuah organ unik bagi
unggas tempat sel B unggas mengalami pematangan dan tempat dimana limfosit B
pertama kali ditemukan. Akan tetapi karena sel B semua vertebrata lain
berkembang dalam sumsum tulang (bone marrow), "B" bisa diartikan "bone"
maupun "bursa".
Sel B berperan dalam pembentukan kekebalan humoral dengan membentuk
antibodi. Sel B dapat dibedakan menjadi 3 jenis berikut.

1. Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B


pengingat (memori).
2. Sel B plasma, berfungsi membentuk antibodi.
3. Sel B pengingat (memori), berfungsi mengingat antigen yang pernah
masuk ke tubuh serta menstimulasi pembentukan sel B plasma jika
terjadi infeksi kedua.

Sel T
"T" berasal dari kata timus, yaitu suatu kelenjar dalam rongga dada di atas jantung
yang berperan dalam pematangan limfosit T setelah diproduksi di sumsum tulang.
Sel T berperan dalam pembentukan kekebalan seluler yaitu dengan cara menyerang
sel penghasil antigen secara langsung. Sel T juga ikut membantu produksi antibodi
oleh sel B plasma. Sel T dapat dibedakan menjadi tiga jenis berikut.

1. Sel T sitotoksik, berfungsi menyerang patogen yang masuk ke


tubuh, sel tubuh yang terinfeksi, serta sel kanker secara langsung.
2. Sel T helper, berfungsi menstimulasi pembentukan jenis sel T
lainnya dan sel B plasma serta mengaktivasi makrofag untuk
melakukan fagositosis.
3. Sel T supresor, berfungsi menurunkan dan menghentikan respon
imun dengan cara menurunkan produksi antibodi dan mengurangi
aktivitas sel T sitotoksik. Sel T supresor akan bekerja setelah infeksi
berhasil ditangani.

Antibodi/immunoglobin
Antibodi akan dibentuk oleh tubuh ketika ada antigen yang masuk ke dalam
tubuh. Antigen merupakan senyawa protein yang terdapat pada patogen sel asing
atau sel kanker. Antibodi disebut juga immunoglobulin atau serum protein globulin,
karena berfungsi untuk melindungi tubuh melalui proses kekebalan (immune).

Antibodi merupakan senyawa protein yang berfungsi melindungi tubuh


dengan cara mengikat antigen tersebut. Selanjutnya sel asing yang antigennya telah
diikat oleh antibodi akan ditangkap dan dihancurkan oleh makrofag. Suatu antibodi
bekerja spesifik untuk antigen tertentu. Antibodi tersusun dari dua macam rantai
polipeptida yang identik, yaitu dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat
rantai pada molekul antibodi tersebut dihubungkan satu sama lain oleh ikatan
disulfida dan bentuk molekulnya seperti huruf Y. Setiap lengan dari molekul
tersebut memiliki tempat pengikatan antigen.

Struktur antibodi

Beberapa cara kerja antibodi dalam menginaktivasi antigen adalah sebagai berikut.
Mekanisme efektor pada kekebalan humoral

a. Penetralan, antibodi menetralkan racun atau toksin yang dihasilkan oleh


bakteri (antigen) dan menjadikannya tidak berbahaya sehingga dapat disekresi
dari tubuh melalui tubulus-tubulus ginjal.

b. Pengendapan (Presipitasi), antibodi mengendapkan molekul-molekul antigen


dengan cara menjadikan mereka membentuk gumpalan-gumpalan yang tidak
larut. Dalam bentuk demikian, antigen-antigen dapat ditelan oleh sel-sel fagosit,
dicerna, dan dijadikan tidak berbahaya.

c. Pelekatan, antibodi melekat pada sel-sel mikroorganisme (antigen) sebagai


opsonin sehingga antigen tersebut dapat difagosit dan dihancurkan oleh neutrofil.

d. Aktivasi Protein Komplemen, antibodi bekerja sama dengan protein


komplemen dalam plasma, melekat pada dinding sel antigen, dan
mengidentifikasi mereka untuk sel-sel T.

Antibodi dapat dibedakan menjadi lima tipe dengan karakteristik sebagai berikut:

Ig M, berperan sebagai reseptor permukaan sel B & disekresi pd tahap


awal respons sel plasma
Ig G, Ig terbanyak di tubuh dan darah, diproduksi jika tubuh berespons
terhadap antigen yg sama Ig M & Ig G berperan jika terjadi invasi bakteri
& virus serta aktivasi komplemen
Ig A, ditemukan pd sekresi sistem perncernaan, pernapasan, & perkemihan
(cth: pd airmata & ASI)
Ig E, melindungi tubuh dr infeksi parasit & mrp mediator pd reaksi alergi;
melepaskan histamin dari basofil & sel mast
Ig D, terdapat pada banyak permukaan sel B; mengenali antigen pd sel B

Antigen
Suatu substansi kimia (protein makromolekul dan polisakarida) yang
mampun merangsang sistem imun (kekebalan) baik secara selular maupun humoral
untuk menimbulkan respon spesifik. Respon berupa produksi limfosit Dn protein
spesifik yang biasa disebut antibodi. Ikatan antibodi yang terlibat dengan molekul
antigen disebut determinan antigen (epitop). Contoh antigen adalah bagian luar
kapsul atau dinding sel bakteri. Antigen disebut juga sebagai imunogen.

Antigen mempunyai dua ciri penting, yaitu sebagai berikut:


a. Imunogenitas, yaitu kemampuan untuk memicu perbanyakan antibodi dan
limfosit spesifik.
b. Reaktivitas, yaitu kemampuan untuk bereaksi dengan limfosit yang teraktivasi
dan antibodi yang dilepaskan oleh reaksi kekebalan.

Respon Tubuh Terhadap Antigen

Imunitas Humoral
Melibatkan antibodi dan berperan menghadapi antigen yang bersifat larut

Imunitas Selular
Melibatkan sel-sel limfosit dan berperan menghadapi antigen yang
terdapat pada permukaan sel.
Contoh : sel tumor, parasit, dll.
Berdasarkan cara mendapatkan imun atau kekebalan, dikenal dua macam
kekebalan, yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif.

1. Kekebalan aktif terjadi jika seseorang kebal terhadap suatu penyakit


setelah diberikan vaksinasi dengan suatu bibit penyakit. Jika kekebalan itu
diperoleh setelah orang sakit karena infeksi kuman penyakit, maka disebut
kekebalan aktif alami.
Imunitas aktif alami, diperoleh stimulasi penyakit yang menyerang dari
luar
Imunitas aktif buatan, diperoleh secara buatan melalui vaksinasi

2. Kekebalan pasif misalnya adalah bayi yang memperoleh kekebalan


(antibodi) dari ibunya saat masih berada dalam kandungan. Kekebalan pasif
setelah bayi lahir misalnya dilakukan suntikan dengan serum yang
mengandung antibodi, misalnya ATS (Anti Tetanus Serum). Selain itu, jenis
kekebalan ini juga dapat diperoleh dari pemberian air susu pertama
(kolostrum) yang mengandung banyak antibodi.
Imunitas pasif alami, diperoleh dari transfer antibodi melalui plasenta
ibu dan ASI
Imunitas pasif buatan, diperoleh antibodi yang berasal dari hewan atau
manusia yang telah kebal terhadap penyakit tertentu sehingga didalam
tubuhnya telah terbentuk antibodi

Penyebab Sistem Imun Terganggu:


Pola hidup yang tidak sehat
Gangguan Metabolisme
Stress
Pengaruh Obat yang Berlebihan
Faktor Genetik

Gangguan pada Sistem Kekebalan

1. Alergi
Seseorang mengalami alergi jika tubuhnya bereaksi dan menghasilkan
antibodi terhadap suatu antigen yang disebut alergen. Alergen dapat masuk tubuh
melalui makanan, udara, sengatan hewan,dll. Reaksi antara alergen dan antibodi
mengaktifkan berbagai sel untuk melepaskan protaglandin dan histamin yang
menimbulkan gejala alergi. Diameter dan permeabilitas pembuluh darah
meningkat sehingga menimbulkan pembengkakan, peningkatan sekresi lendir,
penyumbatan hidung, dan kontraksi otot polos pada saluran pernapasan sehingga
menimbulkan sesak napas. Alergi diobati dengan antihistamin yang
menghambat pelepasan histamin.

2. Autoimun
Dalam kondisi normal sistem imunitas tidak bereaksi dengan jaringan
tubuhnya sendiri. Akan tetapi kemampuan sistem
Imun untuk mengenali jaringannya sendiri dapat mengalami kerusakan sehingga
menyerang jaringan tubuhnya sendiri.
Contoh: tiroiditis, demam rematik, dan lupus.

3. Penyakit Difesiensi Imun


Jenis penyakit ini adalah AIDS. Penularan AIDS terutama terjadi lewat
hubungan seks. Virusnya adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV
menginfeksi makrofag dan limfosit-T. Dari saat terinfeksi sampai timbul gejala
AIDS memakan waktu sampai 10 tahun. Pencegahan AIDS paling efektif adalah
melalui pendidikan.

Penerapan Sistem Pertahanan Tubuh.


Antibodi Monoklonal
Usaha manusia dengan teknik
hibridoma/rekayasa genetika
satu klon atau satu jenis
antibodi.

Antigen disuntikkan ke seekor


tikus
Tubuh tikus membentuk
antibodi thdp antigen
Sel plasma yang dibentuk sel B
diambil intinya dikawinkan
dengan sel embrional
sel akan berproliferasi
membentuk sel sel baru yang
menghasilkan antibodi yang
diharapkan.
Antibodimonoklonal dapat
digunakan sebagai obat
penyembuh berbagai penyakit sesuai jenis penyakitnya

Produksi Interferon secara Rekayasa Genetika

Dapat diproduksi secara invintro


Dapat digunakan sebagai antivirus

Proses Pembuatan Vaksin

Dilakukan dengan mengambil bagian tubuh atau produk patogen sebagai


antigen seseorang merangsang Pembentukan antibodi.

1. Berikut ini yang termasuk pertahanan pada permukaan tubuh adalah ....
a. Kulit dan membran mukosa
b. Air mata dan air liur
c. Bakteri flora normal tubuh
d. Urine
e. Semua jawaban benar

2. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh dihancurkan oleh ....


a. IgA
b. Sel T pembantu
c. Antibiotik
d. Fagosit
e. Histamin

3. Sel B dan sel T adalah ....


a. Limfosit
b. Sel pembunuh
c. Fagosit
d. Makrofag
e. Sel darah merah

4. Dalam reaksi alergi, IgE ....


a. Melekat pada sel patogen dan menandainya untuk kemudian dilumpuhkan
b. Membuat lubang pada membran sel patogen
c. Berikatan pada permukaan mastosit, dan menginduksinya untuk
menghasilkan histamin
d. Memicu limfosit untuk menghasilkan antigen
e. Memicu sekresi antibodi ke dalam saluran pencernaan dan saluran pernapasan

5. Sebagian besar imunoglobulin yang dihasilkan tubuh termasuk dalam kelas ....
a. IgM dan IgB
b. IgA dan IgG
c. IgM dan IgG
d. IgD dan IgA
e. IgM dan IgD

6. Sel limfosit B dimatangkan di ....


a. Kelenjar thymus
b. Sumsum tulang
c. Otak
d. Nodus limfa
e. Darah

7. Ketika antigen dicampurkan pada serum yang mengandung antibodi yang terjadi
adalah ....
a. Tidak terjadi apa-apa
b. Antibodi menolak antigen
c. Antibodi berikatan dengan antigen
d. Antigen tidak bercampur dengan serum
e. Antibodi terpisah dari serum

8. Penyuntikan antibodi yang dihasilkan oleh organisme lain ke dalam tubuh pasien,
adalah bentuk kekebalan ....
a. Aktif
b. Pasif
c. Tubuh
d. Sel
e. Intrasel

9. Makrofag berasal dari sel darah putih jenis ....


a. Limfosit
b. Basofil
c. Neutrofil
d. Monosit
e. Eosinofit

10. Molekul yang dikenali limfosit sebagai zat asing dan memicu sistem kekebalan
tubuh disebut ....
a. Interleukin
b. Antibodi
c. Immunoglobulin
d. Antigen
e. Histamin

11. Sistem kekebalan tubuh humoral bekerja menghancurkan ....


a. Patogen di dalam sel tubuh
b. Patogen di luar sel tubuh
c. Antigen di luar sel tubuh
d. Jawaban b dan c benar
e. Jawaban a, b, dan c benar

12. Sel limfosit terbentuk dari ....


a. Mastosit (mast cell)
b. Sel darah putih
c. Sel darah merah
d. Sel monosit
e. Sel neutrofit

13. Naiknya suhu tubuh saat demam bertujuan ....


a. Mempercepat perkembangbiakan bakteri
b. Mempercepat metabolisme
c. Mempercepat kerja sel fagosit
d. Jawaban b dan c benar
e. Jawaban a, b, dan c benar

14. Demam yang terlalu tinggi membahayakan tubuh karena ....


a. Metabolisme terlalu cepat
b. Melemahkan virus dan bakteri
c. Melemahkan sel fagosit
d. Merusak jaringan saraf
e. Merusak sel otot

15. Kekebalan tubuh yang didapatkan dari penyuntikan bakteri yang dilemahkan
disebut ....
a. Kekebalan tubuh aktif alami
b. Kekebalan tubuh aktif buatan
c. Kekebalan tubuh dasar
d. Kekebalan tubuh pasif
e. Semua jawaban benar

16. Imunisasi terhadap campak atau polio termasuk ....


a. Kekebalan tubuh aktif alami
b. Kekebalan tubuh aktif buatan
c. Kekebalan tubuh pasif
d. Pertahanan tubuh eksternal
e. Pertahanan tubuh internal

17. Pada autoimunitas ....


a. Sel limfosit diserang oleh virus
b. Sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan sel tubuh dan patogen
c. Sel limfosit menyerang mikroba patogen
d. Sistem kekebalan tubuh terbentuk setelah terjadi infeksi
e. Sistem kekebalan tidak dapat mengenali mikroba patogen
18. Pada AIDS, sel yang diserang oleh virus HIV adalah ....
a. Saraf
b. Otot
c. Epitel
d. Limfosit
e. Darah merah

19. Autoimunitas berbahaya karena ....


a. Sel limfosit tidak bereaksi terhadap antigen
b. Sel fagosit menyerang sel-sel tubuh
c. Sel limfosit rusak oleh virus atau bakteri
d. Sel limfosit tidak dapat menghasilkan antibodi
e. Sel limfosit menyerang sel-sel tubuh
20. HIV sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian karena ....
a. Dapat merusak jaringan tubuh
b. Menyerang sel-sel limfosit
c. Dapat ditularkan melalui kontak cairan tubuh
d. Menurunkan kekebalan tubuh sehingga memudahkan infeksi penyakit lain
e. Merusak antibodi tubuh

21. Mekanisme sistem kekebalan tubuh dalam melindungi tubuh dari serangan
mikrobia penyebab penyakit (pathogen) menggunakan komponen berikut ini,
kecuali . . .
a. Limfosit c. Trombosit
b. Monosit d. Protein antimikrobia
c. Mastosit

22.Sel T supresor merupakan tipe limfosit yang berfungsi . . .


a. Membentuk antibody
b. Menghentikan respons imun
c. Menyerang pathogen yang masuk ke dalam tubuh
d. Menstimulasi pembentukan sel T lainnya dan sel B plasma
e. Mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh

23. Fungsi dari sel B pembelah adalah . . .


a. Membentuk antibody
b. Mengingat antigen yang pernah masuk
c. Membentuk sel B plasma dan sel B pengingat
d. Menyerang pathogen
e. Menurunkan produksi antibody

24.Beberapa cara kerja antibody, di antara pilihan di bawah mana yang berfungsi
menghalangi tempat pengikatan virus adalah . . .
a. Fiksasi d. Netralisasi
b. Vaksinasi e. Aglutinasi
c. Prespitasi

25. Kekebalan seluler melibatkan sel T yang bertugas . . .


a. Menyerang sel sel tubuh yang terinfeksi d. Menghambat pathogen
b. Memakan pathogen e. Semua jawaban salah
c. Menghancurkan patugen