Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Faktor dan modal terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan bertitik


tumpu pada kemampuan dan kegemaran membaca peserta didiknya.
Kemampuan dan kegemaran membaca inilah yang akan mendorong terhadap
pembangunan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, memiliki wawasan luas,
serta antisipatif dalam menghadapi tantangan dan peluang di era ekonomi global
(MEA tahun 2015 dan APEC mulai tahun 2020). Kemampuan dan kegemaran
membaca ini sangat identik dengan literasi yang digulirkan saat ini.
Dalam undang-undang tentang perpustakaan nomor 43 tahun 2007 yang
tertuang dalam Bab XIII pasal 48 ayat 1 mengungkapkan bahwa budaya untuk
menumbuhkan kegemaran membaca terfasilitasi oleh tiga jalur, yaitu keluarga,
satuan pendidikan, dan masyarakat. Dengan demikian budaya membaca
memerlukan kesinambungan yang tak putus di antara semua lingkungan peserta
didik.
Pada satuan pendidikan, pembudayaan kegemaran membaca sangat
memungkinkan dilakukan secara berkelanjutan. Stimulasinya tidak hanya oleh
guru saja, namun komunitas di sekolah, peran orang tua, pemerintah, dan
masyarakat lingkungan. Skema gerakannya harus menunjukkan identitas yang
kondusif (suasana menyenangkan), harmonis, dan tentu saja komunikatif.
Uji literasi membaca terletak pada ukuran dalam aspek memahami,
menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan. Secara
hasil di mata internasional, kemampuan membaca peserta didik Indonesia belum
begitu menggembirakan. Posisi peserta didik Indonesia menurut kajian PIRLS
dan PISA masih berada di posisi buncit. Dalam Progress International Reading
Literacy Studi (PIRLS) tahun 2011, Indonesia menduduki peringkat ke-45 dari 48
negara peserta dengan skor 428 dari skor rata-rata 500. Sementara itu, uji literasi
membaca dalam PISA 2009 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada
peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), sedangkan PISA
2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan

1
skor 396 (skor ratarata OECD 496) (OECD, 2013). Sebanyak 65 negara
berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012.
Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan bahwa proses
pendidikan belum mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik
terhadap pengetahuan sehingga menjadi pembelajar sepanjang hayat. Maka
ketika Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah
(GLS) lahir, diharapkan minat baca peserta didik dapat tumbuh.
Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai salah satu unsur yang beririsan
dengan GLS, memiliki kepentingan untuk menjadi bagian penting dalam
penumbuhan minat baca peserta didik. Upaya untuk mendorong hal tersebut
dengan mengadakan Gebyar Literasi Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kota
Bandung Tahun 2017. Kebijakan ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi
dalam pembudayaan kegemaran membaca.

B. Dasar

1. Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang antara lain menyebutkan


bahwa salah satu tujuan membentuk pemerintahan negara Indonesia
adalah mencerdaskan kehidupan bangsa secara menyeluruh
2. Pasal 28C UUD 1945 (hasil amandemen) menyebutkan bahwa salah satu
hak azazi manusia adalah hak mendapatkan pendidikan dan
mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan
budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan ummat
manusia.
3. Pasal 31 UUD 1945 secara khusus mengatur tatacara mencerdaskan
kehidupan bangsa melalui pendidikan
4. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional sebagai pengaturan lebih lanjut tentang sistem pendidikan
nasional yang dituntut dalam ayat (3) pasal 31 UUD 1945
5. Pasal 4 UU nomor 20 Tahun 2003 yang mengatur tentang prinsip
penyelenggaraan pendidikan menyebutkan antara lain dalam ayat (5)
bahwa pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya
membaca, menulis dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.

2
6. Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah (RPJM) yang salah satunya mengenai Program
Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2015
tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui kegiatan non-kurikuler
pembiasaan membaca buku non-pelajaran setiap hari di sekolah untuk
menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan bagi seluruh warga
sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa.

C. Tujuan

1. Menumbuhkembangkan budaya gemar membaca melalui berbagai


bacaan dan media untuk pembentukan karakter, persatuan dan kesatuan
bangsa.
2. Menumbuhkembangkan budaya gemar membaca pada anak usia
sekolah dasar untuk membangun pendidikan karakter
3. Mendorong gerakan literasi sekolah (GLS) di Kota Bandung secara masiv
sebagai salah satu pilar Bandung Juara.
4. Memberikan apresiasi dan motivasi kepada anak usia sekolah dasar
dalam proses menumbuhkembangkan budaya gemar membaca.

D. Tema

Menanamkan Budaya Baca dan Bertutur, Membuka Cakrawala Dunia

E. Sasaran

Lomba ini difokuskan untuk diikuti oleh peserta didik kelas 4, 5, dan 6
sekolah dasar di Kota Bandung dan guru sekolah dasar.

F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Lomba


Rabu, 3 Mei 2017 di SDPN Sabang, Jalan Sabang No. 2 Bandung dari
mulai pukul 08.00 selesai

3
G. Jenis Lomba
Jenis lomba yang diselenggarakan adalah
1. Lomba Reviu
1.1. Kelas 4 dengan menggunakan model Ishikawa Fishbone
1.2. Kelas 5 dengan menggunakan model Y-Chart
1.3. Kelas 6 dengan menggunakan model Info Grafis
2. Lomba Membaca Cepat
3. Lomba Reportase
4. Lomba Bercerita Guru

4
BAB II
UNSUR PENYELENGGARA

A. Penyelenggara

Panitia Penyelenggara Kegiatan Lomba Literasi Jenjang Sekolah Dasar


Tingkat Kota Bandung Tahun 2017 dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala
Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan sekurang-kurangnya terdiri atas: unsur
pengarah, unsur utama kepanitiaan (ketua, sekretaris, anggota), dan unsur
sekretariat panitia. Tugas dari Panitia Penyelenggara adalah sebagai berikut;
1. Menyusun pedoman teknis Lomba Literasi Jenjang Sekolah Dasar Tingkat
Kota Bandung Tahun 2017;
2. Membentuk dan mengusulkan dewan juri tingkat Kota Bandung untuk
semua jenis lomba;
3. Menyusun instrumen teknis lomba;
4. Menyusun jadwal kegiatan lomba;
5. Melaksanakan publikasi pelaksanaan lomba;
6. Melalui sekretaris memberi arahan kerja dan mendayagunakan fungsi
sekretariat, termasuk dukungan kerja dewan juri;
7. Mengusulkan penetapan pemenang lomba.

B. Sekretariat Panitia

Sekretariat Panitia mendukung penuh dan memperlancar semua kegiatan


Panitia dalam penyuksesan kegiatan lomba, termasuk kegiatan dewan juri.

C. Dewan Juri
Susunan anggota dewan juri ditetapkan oleh penyelenggara dengan
jumlah ganjil, sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang (satu orang Ketua merangkap
anggota dan dua orang lagi anggota). Anggota dewan juri adalah para pakar atau
seseorang yang memiliki kompetensi dan/atau track record pengalaman kerja
yang sangat baik dari bidang yang korelasi dengan jenis lomba. Dewan juri
bertanggung jawab kepada penyelenggara atas kinerjanya sesuai dengan tugas,
beban kerja, dan waktu yang dialokasikan.

5
BAB III
PENYELENGGARAAN LOMBA

A. Persyaratan Peserta

1. Peserta didik Sekolah Dasar (SD) yang masih duduk di bangku kelas 4, 5,
dan 6; dan guru yang mengajar di jenjang sekolah dasar.
2. Peserta untuk lomba reviu, lomba kecepatan membaca, dan reportase
berasal dari sekolah yang merupakan utusan/perwakilan dari gugus yang
terdapat di Kota Bandung (73 Gugus) dan merupakan peserta hasil
seleksi lomba literasi di tingkat gugus; sedangkan untuk lomba guru
bercerita merupakan utusan/perwakilan dari kecamatan;
3. Melampirkan/menunjukkan surat keterangan memenuhi persyaratan
dan/atau persetujuan mengikuti lomba dari ketua gugus.

B. Teknis Lomba

B.1. Lomba Kecepatan Membaca


Peserta Lomba
Peserta lomba adalah peserta didik kelas 4, 5, dan 6 perwakilan dari
setiap gugus di Kota Bandung.

Ketentuan Lomba
1. Setiap peserta wajib melaksanakan dua jenis tes, yaitu Tes Kecepatan
Membaca (TKM) dan Tes Pemahaman Membaca (TPM).
2. Tes Kecepatan Membaca (TKM) adalah tes membaca intensif yang
dilaksanakan dalam waktu dua menit.
3. Tes Pemahaman Membaca (TPM) adalah tes yang dilakukan dengan
cara menjawab lima butir soal jenis jawab singkat berdasarkan isi
bacaan dalam waktu lima menit.
4. Tes Kecepatan Membaca (TKM) dihitung dari mulai judul bacaan
sampai kata terakhir yang dibaca peserta dibagi dengan lama waktu
tes (dua menit).

6
5. Tes Pemahaman Membaca (TPM) dihitung berdasarkan jumlah skor
didapat dibagi skor maksimal, dikali 100.
6. Hasil tes akhir kecepatan membaca adalah jumlah dari TKM (70%)
dan TPM (30%).

Teknis Lomba
1. Setiap peserta memasuki ruangan kelas sesuai nomor undian di kelas
masing-masing setelah dipanggil oleh panitia.
2. Peserta menuju meja A untuk melaksanakan Tes Kecepatan
Membaca (TKM).
3. Juri memberikan kertas yang berisi teks bacaan kepada peserta.
4. Peserta tidak diperkenankan untuk membuka teks bacaan sebelum
ada aba-aba dari juri.
5. Juri memberi aba-aba kepada peserta untuk mulai membaca.
6. Peserta mulai membaca (selama dua menit).
7. Juri memberikan aba-aba kepada peserta untuk berhenti membaca,
kemudian meminta peserta untuk memberikan garis di bawah kata
terakhir yang telah dibacanya.
8. Peserta menuju meja B untuk melaksanakan Tes Pemahaman
Membaca (TPM).
9. Peserta menjawab soal berdasarkan teks bacaan yang telah dibaca
dalam waktu lima menit.
10. Peserta meninggalkan kertas soal di tempat.
11. Peserta meninggalkan ruangan kelas.
12. Juri mengumpulkan hasil tes untuk kemudian diperiksa dan diberi nilai.
13. Juri mengisi lembar dan rekapitulasi penilaian.
14. Juri menentukan juara 1, 2, dan 3 berdasarkan nilai perolehan
tertinggi.
15. Juri menandatangani format penilaian.
16. Juri mengumumkan juara lomba membaca cepat kepada para peserta.

7
Aspek Penilaian
1. Kecepatan Membaca. (70%)
2. Pemahaman Membaca (30%)

B.2. Lomba Reviu


Peserta Lomba
1. Peserta adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 perwakilan dari setiap
gugus di Kota Bandung.

Ketentuan Lomba
1. Lomba reviu terdiri atas 3 model, yaitu model Y-Chart, model
Ishikawa Fishbone, dan model Info Grafis.
2. Kategori untuk peserta didik kelas 4 menggunakan model
Ishikawa Fishbone (penggunaan 5W + 1H)
3. Kategori untuk peserta didik kelas 5 menggunakan model Y-Chart.
4. Kategori untuk peserta didik kelas 6 menggunakan model Info
Grafis.
5. Naskah bacaan lomba untuk direviu disediakan oleh panitia.
6. Lembar kertas untuk pengerjaan reviu disediakan oleh panitia.
7. Alat dan bahan untuk info grafis disediakan sendiri oleh peserta
lomba.

Teknis Lomba
1. Setiap peserta memasuki ruangan kelas sesuai dengan kelasnya
masing.
2. Juri memberikan arahan tentang tata tertib lomba.
3. Peserta menyiapkan alat tulis berupa bolipoint warna hitam untuk
model ishikawa fishbone dan Y Chart, sedangkan untuk model Info
Grafis menggunakan spidol.
4. Peserta mendapatkan naskah lomba untuk dibaca dan dibuatkan
reviunya.

8
5. Waktu yang diperlakukan untuk membuat reviu adalah sebagai
berikut:
a. Reviu dengan model Y-Chart dan model Ishikawa Fishbone
selama 30 menit
b. Reviu dengan model Info Grafis selama 60 menit
6. Khusus untuk peserta yang menggunakan model reviu info grafis
dapat dibuatkan reviunya dengan narasi/cerita bergambar.

Aspek Penilaian
1. Model Ishikawa Fishbone
a. Ketepatan menuliskan identitas bacaan (10%)
b. Ketepatan menuliskan 5W + 1 H (60%)
c. Ketepatan menuliskan pesan/hikmah (30%)
2. Model Y-Chart
a. Insight (yang terlihat 30%)
b. Ideas (yang terdengar-30%)
c. Learning (hikmah 40%)
3. Model Info Grafis
a. Kesesuaian Isi Bacaan (40%)
b. Kesesuaian Gambar (60%)

B.3. Lomba Reportase


Peserta Lomba
Peserta adalah siswa kelas 4 / 5 / 6 perwakilan dari setiap gugus
di Kota Bandung.

Ketentuan Lomba
1. Peserta harus sudah berkumpul di tempat kegiatan untuk
mendapatkan informasi dan pengarahan dari panitia lomba.
2. Peserta melakukan reportase di lingkungan kegiatan dan telah
menyiapkan pertanyaan yang kan diajukan kepada nara sumber.

9
3. Peserta mulai melakukan reportase dengan mengamati kegiatan
Gebyar Literasi dan mewawancarai narasumber
4. Penulisan laporan reportase dilaksanakan di ruang yang sudah
ditentukan selama 1 (satu) jam.
5. Penulisan laporan reportase harus memenuhi kriteria 5W1H
(what,when, who, where, why, How).
6. Selama kegiatan lomba, peserta wajib mematuhi peraturan yang
telah ditentukan.
7. Peserta tidak diperkenankan didampingi oleh siapa pun.

Teknis Lomba
1. Kegiatan reportase dilaksanakan selama 1 (satu) jam dengan
mewawancarai nara sumber di lingkungan kegiatan
2. Setelah kegiatan reportase dilakukan, peserta memasuki ruangan
yang disediakan untuk menuliskan reportase
3. Waktu yang disediakan untuk menuliskan reportase adalah 1 (satu)
jam. Dimulai setelah dewan juri memberi aba-aba tanda dimulai
penulisan.
4. Penulisan reportase dilakukan di kertas yang telah disediakan oleh
panitia.
5. Setelah waktu yang ditentukan terpenuhi, peserta mengumpulkan
hasil reportase kepada dewan juri.
6. Dewan juri melakukan penilaian dan merekap hasilnya.
7. Dewan juri menentukan peringkat juara
8. Dewan juri menandatangani format penilaian.

Aspek Penilaian
1. Ketepatan waktu
2. Kelengkapan informasi
3. Ketepatan bahasa yang digunakan
4. Kerapian tulisan

10
B.4. Lomba Guru Bercerita
Peserta Lomba
1. Peserta adalah Guru Sekolah Dasar (negeri atau swasta) yang
merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di Kota Bandung.

Ketentuan Lomba
1. Sekolah asal peserta memiliki Perpustakaan Sekolah atau Pojok
Baca
2. Peserta mencantumkan Judul Buku Perpustakaan yang akan
diceritakan dalam lomba (bebas, bersumber dari Perpustakaan
Sekolah atau Pojok Baca)
3. Peserta membuat sinopsis materi cerita, di gandakan sebanyak 3
(tiga) eksemplar, ditik atau ditulis tangan.
4. Bahan cerita disesuaikan dengan usia dan pemahaman anak yang
bersumber dari buku atau majalah Perpustakaan Sekolah atau
Pojok Baca.
5. Materi Bercerita sudah dapat diterima panitia berupa salinan
sinopsis pada waktu Technical Meeting
6. Pakaian peserta pada saat lomba berlangsung, bebas rapi

Teknis Lomba
1. Urutan penampilan peserta berdasarkan hasil undian pada waktu
technical meeting
2. Sebelum bercerita, peserta memberi hormat kepada Dewan Juri
dan hadirin serta menyebutkan judul cerita yang akan dibawakan
3. Waktu bercerita/durasi di atas pentas, setiap peserta maksimal 10
menit
4. Untuk kode isyarat waktu diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
Lampu/bendera berwarna hijau sebagai pertanda dimulai
Lampu/bendera berwarna kuning sebagai tanda bahwa waktu
sudah berjalan 7 menit

11
Lampu/bendera berwarna merah sebagai pertanda waktu
bercerita selesai
5. Nomor dada/undian peserta agar dipakai dan dapat dilihat dengan
jelas
6. Peserta akan dipanggil berdasarkan urutan nomor undian, apabila
setelah 3 ( tiga ) kali dipanggil tidak tampil,akan dipanggil kembali
setelah peserta terakhir tampil.
7. Pemenang akan diumumkan pada hari itu juga

Aspek Penilaian
1. Penampilan
Penampilan peserta dilihat apakah wajar/santai, penuh percaya
diri, meyakinkan dan mantap, atau sebaliknya.
2. Cara Bercerita/Teknik Bercerita
Peserta memulai atau mengakhiri penampilannya dengan
memperhatikan hal sebagai berikut :
a. Volume suara, artikulasi, diksi, tempo dan kecepatan serta
intonasi
b. Penguasaan panggung dan alat peraga ( bila menggunakan
alat peraga )
3. Penguasaan Materi
Peserta harus menguasai dan menghayati isi cerita yang
dibawakan, melakukan improvisasi, fantasi dan imajinasi dalam
berintegrasi dengan materi cerita yang dibawakan.
4. Kemampuan/Skill Peserta
Peserta harus bisa mendayagunakan seluruh kemampuan
(potensi) dirinya dengan memadukan ketiga unsur penilaian di
atas secara kreatif, efektif dan inovatif.

12
BAB IV
PEDOMAN BAGI PESERTA, DEWAN JURI, DAN PANITIA

A. Pedoman Peserta

1. Peserta adalah mereka yang telah mendaftarkan diri serta memenuhi


ketentuan lomba yang berlaku;
2. Peserta mendapatkan nomor peserta lomba;
3. Peserta harus sudah berada di tempat kegiatan lomba selambat-
lambatnya 15 menit sebelum acara dimulai dan melaporkan diri
kepada panitia;
4. Peserta diwajibkan mengisi daftar hadir lomba dan bio data peserta
lomba;
5. Peserta akan mendapatkan pengarahan dan informasi kegiatan lomba
dari panitia;
6. Peserta tidak diperkenankan melakukan sesuatu yang bersifat dapat
mengganggu jalannya kegiatan lomba;
7. Peserta diminta berpakaian seragam sekolah;
8. Peserta diminta untuk berkata, berbuat, bersikap secara santun;
9. Peserta wajib mematuhi dan menaati peraturan serta segala ketentuan
yang ditetapkan atau dikeluarkan oleh panitia;
10. Peserta yang melanggar akan dikenai sanksi sampai dianggap
mengundurkan diri dari kegiatan lomba.

B. Pedoman Dewan Juri

1. Dewan juri dibentuk oleh keputusan panitia penyelenggara;


2. Dewan juri sudah berada di tempat penyelenggaraan lomba selambat-
lambatnya 30 menit sebelum acara dimulai;
3. Selama lomba berlangsung juri tidak diperkenankan meninggalkan
area lomba;
4. Selama masa penilaian, juri diberikan waktu istirahat oleh panitia;
5. Dewan juri tidak boleh merangkap sebagai juri pada kegiatan lain yang
waktu kegiatannya bersamaan;

13
6. Dewan juri melaksanakan penilaian secara obyektif, profesional dan
tidak memihak, serta berhak menentukan pemenang secara
independen dan mandiri tanpa intervensi dari siapa pun maupun pihak
manapun dengan berpedoman kepada kriteria/ketentuan yang telah
ditetapkan;
7. Dewan juri bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada
panitia penyelenggara serta berkewajiban menyusun dan
menandatangani berita acara pemenang lomba.

C. Pedoman Panitia

1. Panitia harus sudah berada di tempat penyelenggaraan selambat-


lambatnya 60 menit sebelum acara dimulai;
2. Panitia berkewajiban memberikan keterangan sejelas-jelasnya
mengenai segala sesuatu tentang lomba kepada semua pihak yang
terkait dan/atau berkepentingan dengan pelaksanaan lomba;
3. Panitia wajib mengendalikan dan mengatur seluruh aktivitas
penyelenggaraan lomba, termasuk keamanan/ketertiban dan
kelancaran berlangsungnya seluruh acara lomba dari awal sampai
selesai;
4. Panitia berhak menghentikan jalannya lomba, apabila terjadi sesuatu
yang dapat merugikan peserta maupun konsentrasi dewan juri;
5. Panitia tidak berhak mencampuri masalah penilaian yang menjadi hak
dan wewenang dewan juri sepenuhnya;
6. Panitia harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan atau
dipergunakan selama lomba berlangsung agar seluruh acara dapat
berjalan dengan lancar;
7. Panitia bertanggung jawab atas pelaksanaan serta laporan tertulis
tentang proses dan hasil kegiatan kepada Dinas Pendidikan Kota
Bandung.

14
BAB V
PENUTUP

Pedoman Lomba Literasi Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kota Bandung


Tahun 2017 disusun sebagai acuan penyelenggaraan lomba. Lingkup isi
pedoman meliputi ketentuan dan/atau pengaturan tentang:
Penyelenggaraan lomba
Ketentuan lomba, teknis lomba, dan aspek penilaian lomba
Persyaratan peserta lomba
Persyaratan dewan juri
Kepanitiaan
Kewajiban, hak, dan tanggung jawab semua pihak terkait
Hal-hal lain yang belum diatur dalam pedoman ini akan diatur dan
dimusyawarahkan sebelum pelaksanaan kegiatan lomba dimulai.

15
LAMPIRAN
KEPANITIAAN

Penasehat : Dr. H. Elih Sudiapermana, M.Pd


Kepala Dinas Pendidikan
Kota Bandung
Penanggung Jawab : Drs. H. Supardi
Kepala Bidang Pembinaan dan
Pengembangan Dinas Pendidikan
Kota Bandung

Ketua : Dra. Hj. Yayat Karyati Liestiani


Sekretaris : Drs. H. Maman Sulaeman, M.M.Pd
Bendahara : Ida Nursanti, S.Pd, M.I.L

Koordinator
Acara : Ina Mariana S.H, M.Pd
Ade Sabarudin, S.Pd
Juri : Dra. Nita Suherneti, M.Pd
Konsumsi : Hj. Neni Kurniasari S.Pd
Dedeh Maryati M.MPd
Hj.Ai Gustini M.MPd
Siti Holidah S.Pd
Humas : Iwan Gunawan S.Pd
Karin Karina SE

Akomodasi : Agus Abas M.Pd

Peralatan : Dyah Aryanti S.Pd SD

Pendaftaran : Misyeti, S.Pd


Yuyun Wahdini

Pembuatan Piagam : Ayi Kosasih


Yanto Suryanto
Juri Lomba Membaca Cepat Siswa
Koordinator Kelas 4 : Dra.Dedeh Maryati M.M
Koordinator Kelas 5 : Dra.Hj Euis Herlina M.M.Pd
Koordinator Kelas 6 : Tuti Rachmawati M.M.Pd
1. Windy Andrianti, S.Pd (SDN Sukapura-Cibiru)
2. Rina Setiawati S.Pd (SDN Margahayu Raya Blok I)
3. Siti Nuryati S.Pd (SDN Gentramaksekdas)

16
4. Ratna Suniarsih, S.Pd (SDN Gentra Masekdas)
5. Susi Indarti, S.Pd (SDN Sukasari 3-4)
6. Lia Mulyani, S.Pd (SDN Cicabe)
7. Sherly Priliadeniya (SD Tunas Unggul)
8. Desi Marliana, S.Pd (SDPN Sabang)
9. Rossilawati, S.Pd (SDN Pasawahan)
10. Lilis Nurhayati (SDN Mohammad Toha)
11. Randhi Fitrian Hidayat (SDN Ujungberung 5)
12. Tia, S.Pd (SD Priangan)
13. Diah Imanawati, S.Pd, M.M. (SDN Andir Kidul)

Juri Lomba Reviu Buku


Koordinator Kelas 4 : Hj.Lilis Mintarsih M.M.Pd (Pengawas)
Koordinator Kelas 5 : Hj.Wiwin Winarti M.M.Pd (Pengawas)
Koordinator Kelas 6 : Hj. Susi Dhian Dirgantara M.M (Pengawas)

1. Surahman, S.Pd (SD Pertiwi)


2. Wita Endah Puspitasari S.Pd (SDN Babakan Priangan)
3. Giovani Van Rega, S.Pd (Al Kasyaff)
4. Gina Elvina Sofyan, S.Pd (SDN Cijawura)
5. Nurhayati, S.Pd (SDN Cipto)
6. Tatat Hernawati, S.Pd (SDN Bina Harapan)
7. Mia Tresnawulan, S.Pd (SDN Karang Pawulang)
8. Dwi Kartini, S.Pd (SDN Halimun)
9. Rizal Fauzi, S.Pd (SD Muhammadiyah 7)
10. Umi Hasanah, S.Pd (SDN Panggungsari)
11. Resna Yulia, S.Pd (SDN Panggungsari)
12. Wiryaningsih, S.Pd (SDN Ciburuy)

Lomba Reporter
Koordinator : Dra.Nunung Nurnaeti M.M.Pd ( Pengawas )

1. Tety Aprilia, S.Pd (SDN Sukarasa 3-4)


2. Nunur Nurzakariah, A.Md.Pus (SD BPI)
3. Rianto Muradi, S.Sos
4. Rina Setiawati, S.Pd (SDN Margahayu Blok I)

Lomba Bercerita Guru


Koordinator : Dra.Hj.Heni Helmiati M.M.Pd (Pengawas)
1. Dra. Hj. Heni Helmiati M.M.Pd
2. Dra. Hj. Aan Nengsih M.M.Pd
3. Hj.Ilas Sulasyah M.M.Pd
4. Diah Aryanti, S.Pd (SD BPI)

17
LAMPIRAN
RENCANA KERJA PANITIA GEBYAR LITERASI

No Hari/Tanggal Kegiatan Tempat


1 Rabu, 15 Maret 2017 Penetapan mata lomba Ruang Pengawas
Penentuan Juri Lomba Dinas Pendidikan
Kota Bandung

2 Rabu, 22 Maret 2017 Penyusunan Pedoman SD BPI


Gebyar Literasi Jalan Halimun
No.8 Bandung

3 Rabu, 29 Maret 2017 Penyusunan Proposal Ruang Pengawas


Gebyar Literasi Dinas Pendidikan
Kota Bandung

4 Jumat, 31 Maret 2017 Dialog dengan Kepala Seksi Kantor Dinas


Kesiswaan Dinas Pendidikan Pendidikan Kota
Kota Bandung Bandung

5 Senin, 3 April 2017 Sosialisasi Pedoman Gebyar Ruang Pengawas


Literasi kepada Pengawas Dinas Pendidikan
Sekolah Kota Bandung

6 Kamis, 6 April 2017 Rapat Panitia dengan Juri Ruang Pengawas


tentang petunjuk teknis Dinas Pendidikan
lomba Kota Bandung

7 Jumat, 7 April 2017 Sosialisasi Teknis Lomba Ruang Pengawas


Gebyar Literasi kepada Dinas Pendidikan
perwakilan gugus di Kota Kota Bandung
Bandung

8 10 22 April 2017 Pendaftaran Peserta Lomba Ruang Pengawas


Gebyar Literasi 2017 Dinas Pendidikan
Kota Bandung

9 Sabtu, 29 April 2017 Technical Meeting Lomba Ruang Pengawas


Gebyar Literasi Dinas Pendidikan
Kota Bandung

10 Senin, 1 Mei 2017 Gladi Persiapan SDPN Sabang

11 Rabu, 3 Mei 2017 Kegiatan Lomba SDPN Sabang

18
BIODATA PESERTA LOMBA GEBYAR LITERASI
JENJANG SEKOLAH DASAR
TINGKAT KOTA BANDUNG TAHUN 2017

Utusan Gugus : .............. Jenis Lomba : .................................................

Nama : ...............................................................................................................
Tempat, Tanggal Lahir : ...............................................................................................................
Alamat : ...............................................................................................................
...............................................................................................................
...............................................................................................................
Asal Sekolah : ...............................................................................................................
Kelas : ...............................................................................................................
Alamat Sekolah : ...............................................................................................................
...............................................................................................................
Buku yang pernah di baca :
1. ....................................................................................
2. ....................................................................................
3. ....................................................................................
4. ....................................................................................
5. ....................................................................................

Prestasi :
1. .............................................................................................
2. .............................................................................................
3. .............................................................................................
4. .............................................................................................
5. .............................................................................................

Bandung, ..................................................2017
Tanda Tangan dan Nama Jelas,
Foto
3 x 4 cm

...........................................................................

19