Anda di halaman 1dari 15

Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X

MELALUI MEDIA KARIKATUR DALAM PEMBELAJARAN DAPAT


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN (PKn) KOMPETENSI DASAR BUDAYA POLITIK
Widiastutia
a
SMK 1 Wonosobo
a
Email: wied_bjnwsb@yahoo.co.id

INFO ARTIKEL ABSTRAK


Riwayat Artikel: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh
Diterima : 11 November 2014 tindakan yang berupa pembelajaran dengan media karikatur terhadap
Disetujui : 6 Desember 2014 hasil prestasi belajar tentang budaya politic. Dalam penelitian ini
tindakan yang diberikan berupa pembelajaran Pendidikan
Kata Kunci: Kewarganegaraan (PKn) materi utama Budaya Politik di Indonesia
Media Pembelajaran, Karikatur, dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan media karikatur pada
Pendidikan Kewarganegaraan, siswa kelas XI AP2 semester 3 Tahun Pelajaran 2011/2012 sebagai
Budaya Politik untuk upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
Dari hasil penelitian tentang peningkatan hasil belajar pada siswa
melalui pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan media karikatur
dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMKN 1
Wonosobo Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut: 1) Daya serap materi pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan (PKn) pada kompetensi dasar Budaya Politik dapat
meningkat. 2) Penggunaan Media Pembelajaran Karikatur dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas XI semester 3 di SMKN1
Wonosobo tahun pelajaran 2011/2012 mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pada kompetensi dasar Budaya Politik. 3) Nilai rata-
rata pada siklus 1= 77 dan siklus 2 = 86 dari hasil tersebut
menunjukkan ada peningkatan hasil belajar dalam penelitian ini.

ARTICLE INFO ABSTRACT


Article History The general objective of this study was to examine the effect of the action
Received : November 11, 2014 in the form of learning with media caricature of the achievements in
Accepted : December 6, 2014 learning about the culture of politics. In this study measures provided in
the form of learning Citizenship Education (Civics) main material
Key Words : Political Culture in Indonesia with the implementation of learning using
Learning Media, caricature, the media caricature in class XI AP2 3rd semester of the 2011/2012
Citizenship Education, Culture academic year as to improving student learning outcomes.
Politics From the results of research on improving student learning outcomes
through the implementation of learning to use the media caricature in
Citizenship Education lessons (Civics) in SMK 1 Wonosobo Academic
Year 2011/2012 can be concluded as follows: 1) absorption of learning
materials Citizenship Education (Civics) on Political Culture basic
competence can be increased. 2) The use of "Learning Media Caricature
'' can improve student achievement in Grade XI 3rd semester of the
2011/2012 school year SMKN1 Wonosobo subjects Civic Education on
the basis of competence Political Culture. 3) The average value in cycle
1 and cycle 2 = 77 = 86 The results showed no increase in learning
outcomes in this study.

1. PENDAHULUAN menyiapkan generasi penerus yang tangguh,


1.1. Latar Belakang Masalah kompetitif, berakhlak mulia, jujur dan
Perkembangan pendidikan sangatlah pesat, mencintai bangsa dan Negara ini.
sehingga menuntut adanya daya saing yang Departemen Pendidikan Nasional sudah
ditopang dengan kualitas pendidik dan mulai mempersiapkan sistem kurikulum yang
kesungguhan untuk mengabdi demi lebih maju untuk mempersiapkan diri anak

11
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
didik. Perkembangan dunia pendidikan pada karakter bangsa merupakan hal yang sangat
saat ini juga berhasil positif dan ada pula memprihatinkan, padahal muatan dalam
dampak negatif terhadap usaha-usaha Pendidikan Kewarganegaraan merupakan
pembangunan di berbagai bidang, baik di suatu ilmu yang harus diketahui, dipahami,
bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan dihayati dan diamalkan dalam kehidupan
pertahanan keamanan. Pembangunan sehari-hari oleh setiap siswa SMKN 1
Indonesia di berbagai bidang akan terus dapat Wonosobo.
meningkat apabila sarana dan prasarana Karena dengan belajar ilmu dan nilai
pendidikan diusahakan terus menerus oleh Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) maka
pemerintah, disamping dibutuhkannya unsur- secara alami akan mengalir dalam diri setiap
unsur lain yang sangat mendukung sisi-sisi warga Negara untuk mencintai bangsa dan
lain keberhasilan pembangunan di Indonesia. Negara ini dengan sepenuh hati.
Keberhasilan dalam suatu pendidikan tidak Dari semua itu Penulis dapat
bisa dilepaskan dari proses belajar dan menyimpulkan secara umum bahwa hasil
pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. yang dicapai dalam kegiatan belajar mengajar
Penggunaan media belajar yang tepat dan selalu tidak sesuai dengan yang diharapkan.
sesuai dengan keadaan atau keinginan siswa Hal ini terjadi karena guru yang selama ini
sangat diperlukan, hal itu akan dapat mengajar selalu menggunakan metode dan
meningkatkan motivasi, keaktivan dan media yang kurang cocok bahkan kurang baik
keberhasilan belajar siswa. sehingga suasana belajar monoton, sering
Oleh sebab itulah dalam kegiatan belajar guru kurang berperan sebagai fasilitator,
dan pembelajaran seorang guru dituntut bisa akibatnya interaksi dengan siswa sangat
memilih dan memilah metode dan media yang kurang.
tepat, atau bahkan menggunakan metode dan Dari penjelasan latar belakang masalah
baru yang sesuai dengan keadaan dan diatas, dapat diketahui bahwa masalah yang
keinginan para siswanya. ingin diatasi adalah bagaimana ketuntasan
Mata pelajaran pendidikan belajar siswa dapat tercapai. Adapun faktor
kewarganegaraan merupakan mata pelajaran utama yang menyebabkan hal ini adalah
yang berfungsi sebagai sarana pembinaan penggunaan media pembelajaran dan alat
watak bangsa (nation and character building) pembelajaran yang kurang menarik bagi
dan pemberdayaan warga negara. Adapun siswa, serta tidak adanya media pendukung
misi mata pelajaran ini membentuk warga lain yang menarik. Oleh karena itu untuk
Negara yang baik yakni yang sanggup mengatasi hal tersebut penulis menggunakan
melaksanakan hak dan kewajibannya dalam rancangan pembelajaran yang dituangkan ke
kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dalam sistem digital power point demi
dengan UUD 1945 (Depdiknas : 2007). ketertarikan siswa dalam pembelajaran yaitu
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan media karikatur.
dalam proses belajar mengajar menunjukkan
bahwa minat sebaghian siswa dalam kegiatan 1.2. Rumusan Masalah
belajar memang rendah. Hasil belajar siswa Adapun rumusan masalahnya dapat dirinci
mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai berikut :
(PKn) masih banyak yang kurang terutama 1. Bagaiamana upaya guru dalam
pada kompetensi Budaya Politik. Rendahnya peningkatan daya serap materi
minat siswa dalam proses pembelajaran pembelajaran Pendidikan
mengakibatkan kegiatan belajar mengajar Kewarganegaraan (PKn)?
dalam pembelajaran Pendidikan 2. Apakah penggunaan Media
Kewarganegaraan (PKn) tidak sesuai harapan. Pembelajaran Karikatur dapat
Rendahnya minat siswa dalam belajar meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas
nilai-nilai serta kurangnya pengertian siswa XI semester 3 di SMKN1 Wonosobo
dalam mengintegrasikan nilai dalam tahun pelajaran 2011/2012?
kehidupan dari Pendidikan Kewarganegaraan
(PKn) yang kita kenal dengan pembangun

12
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
1.3. Identifikasi Masalah 2. KAJIAN TEORI
1. Pemahaman siswa mengenai materi PKn 2.1. Budaya Politik
masih belum optimal Gabriel Almmond, Sidney Verba dan
2. Penggunaan metode, media, alat Lucian W.Pye telah merintis sebuah riset
pembelajaran serta pendukung lain tentang keterkaitan antara budaya dan politik
pemilihannya belum tepat untuk setiap setengah abad yang lalu. Mereka menyatakan
Standar Kompetensi sehingga hasil belajar bahwa setiap proses politik senantiasa terjadi
yang didapatkan kurang memuaskan. dalam lingkup budaya. Artinya dalam jangka
3. Kurang terjadi interaksi dalam setiap waktu tertentu akan selalu terjadi proses
pembelajaran, siswa kurang dialektika antara kehidupan politik disatu
memanfaatkan semua indera, sehingga pihak dengan system nilai b udaya
dalam pembelajaran bersifat monoton. masyarakat dipihak lain.
4. Kentuntasan belajar siswa masih belum Budaya politik adalah salah satu komponen
dapat dihasilkan dalam Kompetensi Dasar dalam system politik. Budaya politik dapat
tertentu dipandang sebagai landasan sistem politik
5. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran yang memberi jiwa atau warna pada system
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada politik, atau yang memberi arah pada peran-
kompetensi budaya politik masih kurang. peran politik yang dilakukan oleh struktur
politik.
1.4. Tujuan Penelitian Budaya politik juga merupakan rangkaian
Tujuan umum dari penelitian ini adalah kepercayaan, kebiasaan dan perilaku yang
untuk menguji pengaruh tindakan yang berkaitan dengan kehidupan poitik. Ia pada
berupa pembelajaran dengan media karikatur hakikatnya merupakan lingkungan psikologis
terhadap hasil prestasi belajar tentang budaya tempat kegiatan-kegiatan politik berlangsung
politic. Tujuan yang ingin dicapai dalam yang memberikan rasionalisasi untuk
pembahasan ini adalah: menolak atau menerima sejumlah nilai dan
1. Untuk mengetahui apakah pembelajaran norma lainnya.
menggunakan media karikatur dapat lebih Budaya politik biasanya berpusat pada
meningkatkan ketuntasan belajar siswa imajinasi (pikkiran dan perasaan)
pada khususnya pada mata pelajaran PKn. perseorangan, yang merupakan dasar semua
2. Memberikan gambaran tentang media tingkah laku politik masyarakat. Semntara
pembelajaran yang tepat dalam upaya system nilai yang hidup ditengah-tengah
menumbuhkan kecakapan hidup siswa masyarakat merupakan komponen penting
dan menjadikan siswa lebih tertarik dan bagi pembentukannya yang merupakan
aktif dalam mengikuti kegiatan refleksi terhadap orientasi, sikap dan perilaku
pembelajaran. politik masyarakat dalam merespon setiap
3. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan obyek dan dan proses politik yang sedang
bernegara melalui pembelajaran dengan berjalan.
media karikatur pada materi budaya Budaya politik merupakan perwujudan
politic. nilai-nilai politik yang dianut oleh
sekelompok masyarakat, bangsa atau Negara
1.5. Batasan Masalah yang diyakini sebagai pedoman dalam
Adapun pembatasan masalah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik
penelitian ini adalah sebagai berikut: kenegaraan.
1. Penelitian ini hanya pada siswa Kelas XI
AP2 Semester 3 SMKN 1 Wonosobo 2.2. Media Pembelajaran
tahun pelajaran 2011/2012. Media pembelajaran merupakan salah satu
2. Materi tes hasil belajar PKn Kompetensi komponen pembelajaran yang mempunyai
Dasar Budaya Politik menjadi pokok peranan penting dalam Kegiatan Belajar
bahasan utama pada kelas XI semester 3 Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya
tahun pelajaran 2011/2012 merupakan bagian yang harus mendapat
perhatian guru atau fasilitator dalam setiap

13
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru Pengertian karikatur adalah gambar yang
atau fasilitator perlu mempelajari bagaimana bermuatan humor dengan objek manusia atau
menetapkan media pembelajaran agar dapat benda yang digambarkan dengan pemiuhan
mengefektifkan pencapaian tujuan (distortion). Tujuan dibuatnya karikatur
pembelajaran dalam proses belajar mengajar. adalah untuk menyindir seeseorang. Kata
Pada kenyataannya media pembelajaran karikatur berasal dari bahasa Italia yaitu
masih sering terabaikan dengan berbagai alas caricare yang artinya memuat. Dan intinya
an, antara lain : terbatasnya waktu untuk adalah bahwa tujuan utama dari karikatur
membuat persiapan mengajar, sulit mencari adalah untuk memuat sebanyak mungkin
media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan makna untuk ditampilkan secara efektif di
lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu dalam sebuah potret wajah.
terjadi jika setiap guru atau fasilitator telah Hal terpenting dalam membuat karikatur
mempunyai pengetahuan dan ketrampilan adalah bagaimana caranya membuat gambar
mengenai pembelajaran. Pendapat Djamarah tersebut mirip dengan obyek yang dimaksud.
dan Zain (2002 : 136) yang dikutip dalam Karikatur biasanya menggambarkan seorang
http://krisbudiono.blogspot.com menjelaskan tokoh terkenal seperti presiden, artis atau
bahwa : public figure lainnya.
Dalam proses belajar mengajar,
kehadiran media mempunyai arti 2.4. Karikatur sebagai Media
yang cukup penting. Karena Pembelajaran
ketidakjelasan bahan yang Media pembelajaran merupakan alat-alat
disampaikan dapat dibantu dengan yang digunakan guru ketika mengajar untuk
menghadirkan media sebagai memperjelas materi pelajaran yang
perantara. Kerumitan bahan yang disampaikan pada murid yang tidak bisa
akan disampaikan kepada anak disampaikan dengan ungkapan kata-kata
didik dapat disederhanakan dengan ataupun kalimat. Penggunaan media juga
bantuan media. dipakai untuk mempermudah dan
Jadi, dapat disimpulkan bahwa media memvariasikan proses kegiatan belajar-
pembelajaran dapat membantu guru dalam mengajar.
menyapaikan materi dan mengurangi Pavlov dalam Sudjana (2000: 54)
kerumitan penyampaian materi pelajaran menerangkan : Belajar harus dilakukan
kepada anak didik, disamping itu media dapat dengan mengasosiasikan suatu ganjaran
menumbuhkan motivasi belajar siswa jika (reward) dengan rangsangan (stimulus) yang
mengalami kejenuhan dengan metode mendahului ganjaran itu. Perangsang
ceramah yang diberikan guru. berrsyarat dan perangsang tidak bersyarat
merupakan pengkondisian (conditioning)
2.3. Karikatur dalam proses pembentukan perilaku. Belajar
Caricature ast le dessin, peinture adalah suatu proses yang disebabkan oleh
saitirique ou grotesque de quelquun ou adanya syarat tertentu yaitu berupa
quelque chose (Larousse, 1979:266). rangsangan. Pengkondisian (conditioning)
Pendapat ini berarti karikatur adalah gambar, dalam bentuk rangsangan dan pembiasaan
lukisan/gambar yang lucu atau aneh dari mereaksi terhadap perangsang tertentu
seseorang atau sesuatu. menimbulkan proses belajar.
I Dewa Putu Wijana (2004) menjelaskan Dari penjelasan di atas dapat peneliti
bahwa Karikatur adalah gambar bermuatan simpulkan bahwa kondisi dan pengkondisian
humor atau satir dalam berbagai media massa peserta didik oleh guru menjadi salah satu
dengan mengambil tokoh-tokoh (orang) yang syarat terciptanya kegiatan belajar mengajar
terkenal atau orang-orang biasa yang karena yang kondusif. Media karikatur dapat menjadi
peristiwa tertentu menjadi terkenal, untuk suatu alternatif pilihan sebagai media
menampilkannya secara lebih humoris. pembelajaran. Media karikatur juga dapat
Tokoh-tokoh tersebut digambarkan dengan dipergunakan sebagai dasar studi untuk siswa
pemiuhan (distortion) tubuh dan wajah.

14
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
atau mahasiswa dalam membuat laporan atau peraadilan nasional, Hukum dan peradilan
refrensi untuk studi atau penelitiannya. Internasional.
3. Hak asasi manusia, meliputi: Hak dan
2.5. Pendidikan Kewarganegaraan Kewajiban anak, Hak dan kewajiban
Mata Pelajaran Pendidikan anggota masyarakat, Instruman nasional
Kewarganegaraan merupakan mata dan internasional HAM, Pemajuan,
pelajaran yang memfokuskan pada penghormatan dan perlindungan HAM
pembentukan warganegara yang memahami 4. Kebutuhan warga Negara, meliputi: Hidup
dan mampu melaksanakan hak-hak dan gotong royong, Harga diri sebagai warga
kewajibannya untuk menjadi warganegara masyarakat, Kebebasan berorganisasi,
Indonesia yang cerdas, terampil, dan Kemerdekaan mengeluarkan pendapat,
berkarakter yang diamanatkan oleh Menghargai keputusan bersama, Prestasi
Pancasila dan UUD 1945 (PERMEN NO.22 diri, Persamaan kedudukan warga Negara
TAHUN 2006) 5. Konstitusi Negara, meliputi: Proklamasi
Mata Pelajaran Pendidikan kemerdekaan dan konstitusi yang pertama,
Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik Konstitusi-konstitusi yang pernah
memiliki kemampuan sebagai berikut. digunakan di Indonesia, Hubungan dasar
1. Berfikir secara kritis, rasional, dan kreatif negara dengan konstitusi
dalam menanggapi isu kewarganegaraan 6. Kekuasaan dan Politik, meliputi:
2. Berpartisipasi secara aktif dan Pemerintah desa dan kecamatan,
bertanggung jawab, dan bertindak secara Pemerintah daerah dan otonomi,
cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sisitem
berbangsa, dan bernegara, serta berpolitik politik, Budaya politik, Budaya demokrasi
yang bijak. menu masyarakat madani, Sistem
3. Berkembang secara positif dan demokratis pemerintahan, Pers dalam masyarakat
untuk membentuk diri berdasarkan demokrasi
karakter-karakter masyarakat Indonesia 7. Pancasila, meliputi: Kedudukan Pancasila
agar dapat hidup bersama dengan bangsa- sebagai dasar Negara dan ideology
bangsa lainnya Negara, Proses perumusan Pancasila
4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain sebagai dasar Negara, Pengamalan nilai-
dalam percaturan dunia secara langsung nilai Pancasila dalam kehidpan sehari-
atau tidak langsung dengan memanfaatkan hari, Pancasila sebagai ideology terbuka
teknologi informasi dan komunikasi. 8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan lingkunganya, Politik luar negeri
Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek Indonesia di era globalisasi, Dampak
sebagai berikut. globalisasi, Hubungan internasional dan
1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: organisasi internasional, dan
Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta Mengevaluasi globalisasi.
lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa
Indonesia, Sumpah Pemusa, Keutuhan 3. METODE PENELITIAN
Negara Kesatuan Republik Indonesia, 3.1. Setting Penelitian
Partisipasi dalam pembelaan Negara, Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1
Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Wonosobo Tahun Pelajaran 2011/2012 pada
Republik Indonesia, Keterbukaan dan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
jaminan keadilan (PKn) dengan kompetensi dasar Budaya
2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Politik di Indonesia dalam waktu 2 bulan( Juli
Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata sampai September 2011), subyek
tertib di Sekolah, Norma yang berlaku penelitiannya adalah siswa kelas XI
dimasyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Adimistrasi Perkantoran 2 (AP2) semester 3
Norma-norma dalam keidupan berbangsa di SMKN 1 Wonosobo dengan jumlah
dan bernegara, Sistem hukum dan sebanyak 31 siswa. Peneliti di sini
melaksanakan tugas sebagai guru pengajar

15
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
atau pendidik di sekolah tersebut yang belajar siswa Kelas XI Administrasi
sebagian besar siswa masih berfikir bahwa Perkantoran 2 (AP2) semester 3 di SMK
guru adalah satu satunya pengalih Negeri 1 Wonosobo. Untuk menunjang
(pentransfer) ilmu pengetahuan. pemecahan masalah dalam penelitian ini
Akibat dari itu aspek ketrampilan atau diperlukan alat bantu sebagai berikut:
psikomotor anak kurang dapat berkembang, 1) Membuat Rencana Pelaksanaan
sebagian besar siswa juga menggantungkan Pembelajaran (RPP)
proses belajar dan pembelajaran di sekolah. 2) Membuat lembar observasi untuk
Maksudnya mereka tidak selalu aktif, malas mengetahui kondisi kegiatan belajar
membaca atau enggan mencari sendiri materi mengajar di kelas. Lembar observasi
terkait pelajaran di sekolah sehingga satu- yang digunakan adalah observasi
satunya untuk mengharap keberhasilan belajar terstruktur, Lembar observasi terstruktur
sangat tergantung pada proses belajar dan digunakan untuk mengungkapkan
pembelajaran di sekolah saja. aktivitas siswa selama proses
pembelajaran
3.2. Populasi dan Sampel 3) Membuat alat bantu mengajar yang
1. Populasi diperlukan dalam rangka optimalisasi
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kreativitas, yaitu berupa Lembar Kerja
kelas XI Perkantoran 2 (AP2) Semester 3 di (LK).
SMKN 1 Wonosobo Tahun Pelajaran 4) Membuat alat evaluasi untuk peningkatan
2011/2012. Menurut pendapat Arikunto kualitas hasil belajar, tes dilaksanakan
bahwa populasi adalah keseluruhan individual tiap akhir siklus.
yang ada dan mungkin ada yang merupakan 5) Dokumentasi digunakan sebagai data
sasaran sesungguhnya dari suatu aktivitas belajar siswa di kelas. Kegiatan
penyelidikan. (Suharsimi Arikunto 1985:102) pemotretan ini untuk mengetahui situasi
Peneliti sengaja mengambil jumlah dan kondisi guru maupun siswa ketika
populasi seluruhnya yang ada pada kelas XI melaksanakan penelitian.
Administrasi Perkantoran 2 Semester 3 di 2. lmplementasi Tindakan
SMKN 1 Wonosobo Tahun Pelajaran 2011 / Untuk mengetahui lebih jelas tindakan
2012 yang berjumlah 31 siswa. yang akan dilaksanakan, berikut disampaikan
2. Sampel deskripsi skenario dan prosedur tindakan yang
Menurut pendapat dari Sutrisno Hadi digunakan dalam Penelitian ini
bahwa sampel adalah populasi atau sebagian 1) Deskripsi Tindakan
dari populasi atau sejumlah individu yang Deskripsi dari tindakan penelitiani ni
Jumlahnya kurang dari populasi yang ada sebagai berikut :
(Sutrisno Hadi 1977:221) Jumlah siswa Kelas XI Administrasi
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah Perkantoran 2 (AP2) sebanyak 31siswa
keseluruhan jumlah populasi sebanyak31 dibagi menjadi beberapa kelompok.
Siswa, yaitu siswa kelas XI Administrasi Dimana setiap kelompok memiliki hak
Perkantoran 2 (AP2) Semester 3 di SMK yang sama yaitu dalam mengobservasi,
Negeri 1 Wonosobo Tahun Pelajaran memahami, mengerjakan, mengajukan
2011/2012. pertanyaan dan menjawab pertanyaan
Sampel yang diambil adalah semua siswa dalam pembelajaran ini.
Kelas XI Administrasi Perkantoran 2 2) Skenario Kerja Tindakan
(AP2)semester 3 di SMK Negeri 1 Wonosobo Skenario dari tindakan yang akan
Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah dilaksanakan adalah sebagai berikut :
31 siswa. a. Langkahlangkah yang dilakukan
guru:
3.3. Rincian Prosedur Penelitian Menjelaskan tujuan pembelajaran
1. Persiapan Tindakan yang akan dicapai kepada
Dalam penelitian ini masalah yang akan kelompok belajar siswa.
dibahas adalah upaya meningkatkan hasil

16
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X

Menjelaskan langkah-langkah Budaya Politik di Indonesia. Peneliti sudah


yang akan ditempuh dalam kerja membuat soal berupa 5 pertanyaan tentang
kelompok serta kriteria hasil kerja cakupan materi yang akan dibahas. Hasil pre-
kelompok. tes selanjutnya di analisis sebagai gambaran
Menjelaskan permasalahan- awal untuk melakukan tindakan. Berikut
permasalahan menyangkut materi adalah hasil pre-tes sebelum diaksanakan
tugas kelompok. tindakan:
Memberi kesempatan kepada Tabel 1. Skor Kemampuan awal (pre-tes)
siswa yang seluas-luasnya untuk pemahaman tentang budaya politik
menanyakan hal yang belum jelas, Nilai
No. Nama Siswa
baik tentang kegiatan maupun Pra-siklus
materi kerja kelompok, setelah 1 Ambar Khoirun Nisa 75
terlebih dahulu kelompok 2 Aprilia Ayu Suspita 75
memperoleh pembagian tugas 3 Atik Yuniati 70
masing-masing. 4 Bena Safrina 75
Memberikan batas waktu Deviani Dyah 75
5
pelaksanaan tugas kelompok Wulandari
hingga kelompok telah siap 6 Dita Riswita Sari 75
dengan hasil kerja / laporan 7 Eri Nurhidayati 65
kegiatannya. 8 Fara Adestia 70
Guru bersama kelompok 9 Gesit Vaqih Navidin 75
membahas hasil kerja masing- 10 Heny Herawati 75
masing kelompok menyangkut 11 Ira Lusiana 65
materi dan pelaksanaan yang Khamim Wahyu 80
sesuai dengan hasil penilaian. 12
Hidayat
Pengambilan kesimpulan hasil 13 Laila Syafitri 75
kerja dan kegiatan kelompok. 14 Liyana Ika Sari 75
b. Langkah-langkah yang dilakukan 15 Melawati 65
siswa 16 Niken Astuti 80
Berdiskusi dalam kelompoknya 17 Novandari Solekhat P 80
untuk memecahkan masalah yang 18 Nur Aeni 80
sedang dibahas. 19 Oka Veliana Swandri 75
3. Instrumen Penelitian Ratna Andriani 80
Untuk medapatkan data penelitian di 20
Paramita
gunakan instrumen sebagai berikut : 21 Rifai Sigit Yanuardi 80
1) Lembar Rencana Pelaksanaan 22 Sandra Asa Swari 75
Pembelajaran Pendidikan
23 Siti Fatimah 75
Kewarganegaraan (PKn) materi utama
24 Siti Musarofah 75
Budaya Politik di Indonesia.
25 Siti Rondhi Astuti 75
2) Lembar soal ulangan harian / formatif.
3) Lembar analisis penilaian formatif. 26 Sulimah 80
4) Lembar pelaksanaan program 27 Susi Esiyana 75
perbaikan/pengayaan. 28 Tri agustina 85
29 Triningsih 75
4. HASIL PENELITIAN 30 Watini 80
4.1. Prosedur siklus penelitian yang 31 Yuni Kusmiati 80
dilakukan. Jumlah 2340
Tahap pertama melaksanakan orientasi Rata-rata 75,5
(kegiatan awal) yaitu mengadakan pre-tes KKM 75
untuk mengetahui kondisi awal sebelum
melaksanakan tindakan. Untuk mengetahui Kemudian dalam prosedur penelitian ini
kondisi awal pemahaman siswa tentang terdiri dari 2 siklus dilaksanakan sesuai

17
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk a. Mengadakan pre-tes pada siklus I
melihat apakah ada peningkatan minat dan untuk mengetahui kondisi awal siswa
prestasi belajar siswa, dengan melihat dari sebelum diberi tindakan.
hasil observasi awal siswa dan guru, maka b. Guru memberikan beberapa
refleksi awal diperlukan perubahan-perubahan pertanyaan sebagai apersepsi tentang
untuk meningkatkan minat dan prestasi. materi budaya politik.
dengan berpatokan pada refleksi awal tersebut c. Guru mempresentasikan Budaya
maka dilaksanakan penelitian ini dengan politik di Indonesia dengan media
prosedur Planning, Action, Observasi dan karikatur yang telah dirancang
Reflection'. sebelumnya sebagai acuan utama
Dalam penelitian ini tindakan yang dalam pembelajaran ini.
diberikan berupa pembelajaran Pendidikan d. Siswa memperhatikan dan mencatat
Kewarganegaraan (PKn) materi utama seperlunya dengan menggunakan
Budaya Politik di Indonesia dengan lembar pengamatan yang telah
pelaksanaan pembelajaran menggunakan dibagikan oleh guru.
media karikatur yang dirancang oleh penulis 2) Tahap kedua kegiatan inti Eksplorasi:
pada siswa kelas XI AP2 semester 3 Tahun a. Guru mengajak siswa untuk
Pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa 31 mengidentifikasi kasus budaya politik
siswa. yang menyimpang, yang selanjutnya
ditulis dalam Lembar Kerja oleh guru
4.2. Siklus ke-1 dan dibagi pada masing-masing
1. Planning kelompok untuk dibawa dalam
Persiapan yang perlu dilakukan sebelum diskusi.
pelaksanaan tindakan ini adalah: b. Guru memberi penjelasan tentang
1) Guru menyiapkan peralatan presentasi mekanisme diskusi
dengan media yang akan digunakan c. Siswa yang berjumlah 31 orang,
sebagai media utama dalam pembelajaran kemudian dibuatkelompok masing-
ini, kemudian mengajak siswa untuk masing 6 siswa
menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai d. Satu orang bertugas sebagai
apersepsi dalam awal pembelajaran. fasilitator.
2) Menyusun soal pre-tes/pos-tes untuk 3) Tahap ketiga Refleksi:
mengetahui hasil belajar siswa a. Melakukan refleksi di akhir
sebelum/sesudah pelaksanaan tindakan pertemuan agar siswa tahu bahwa
kelas, mereka telah belajar dengan metode
3) Menyusun rencana pembelajaran dengan yang berbeda.
menggunakan mediakarikatur, b. Melakukan penilaian yang
4) Membuat panduan observasi (instrumen) sebenarnya melalui post-tes untuk
untuk mengetahui keaktifan siswa dalam mengukur kondisi akhir siswa setelah
kegiatan pembelajaran, kerjasama antar diberi tindakan.
siswa, diskusi/kerja kelompok dan c. Mengerjakan Lembar Kerja II secara
kelancaran kegiatan pembelajaran dengan individu.
media karikatur, dengan harapan bisa d. Guru memberikan pertanyaan-
membawa siswa memahami dan pertanyaan yang berhubungan dengan
mengamalkan budaya politik yang sehat. Budaya Politik di Indonesia yang
2. Acting memanfaatkan presentasi dengan Media
1) Tahap pertama melaksanakan orientasi Karikatur yang telah disiapkan, sebagai
(kegiatan awal) : contoh hand outnya seperti berikut ini.

18
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X

Gambar 1. Media Karikatur dalam hand out Ms. Powerpoint

19
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
Karikatur merupakan salah satu media 29 Triningsih 75
yang dipilih penulis untuk menyampaikan 30 Watini 80
pesan, materi dan pesan moral pada siswa 31 Yuni Kusmiati 80
dalam pembelajaran,selain tampilannya yang Jumlah 2.380
indah dan menarik di sini juga terkandung Rata-rata 77
makna kecerdasan yang amat tinggi, yang KKM 75
bemanfaat untuk meningkatkan prestasi
belajar dan jiwa nasionalisme. 4. Reflecting
Ditilik dari hasil observasi sepanjang
3. Observing berlangsungnya siklus 1 dapat diuraikan hal-
Hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam hal sebagai berikut :
post tes secara tertulis dan hasil penilaian 1) Faktor Keberhasilan
kinerja siswa digunakan untuk bahan a. Semua tindakan yang direncanakan
observasi dalam penelitian ini. Rekaman dengan baik dapat dilaksanakan dengan
hasilnya seperti di bawah ini: baik pula walaupun hasilnya belum
maksimal.
Tabel 2. Skor Kemampuan akhir siklus 1 b. Guru dapat melakukan instrospeksi diri
(pos-tes) pemahaman tentang budaya politik atas kekurangan-kekurangan dan
Nilai berinisiatif untuk memperbaikinya pada
No. Nama Siswa
Siklus 1 pertemuan berikut nya.
1 Ambar Khoirun Nisa 75 c. Dengan media pembelajaran karikatur
2 Aprilia Ayu Suspita 75 yang disajikan guru siswa sangattertarik
3 Atik Yuniati 80 dan penuh perhatian.
4 Bena Safrina 75 2) Kendala
Deviani Dyah 75 a. Pembelajaran dengan media karikatur
5
Wulandari cukup menarik tapi ada siswa yang
6 Dita Riswita Sari 75 sama sekali tidak tertarik dan
7 Eri Nurhidayati 65 berkegiatan sendiri.
8 Fara Adestia 70 b. Ada siswa yang datang ke sekolah
9 Gesit Vaqih Navidin 75 hanya sekedar mengisi waktu.
10 Heny Herawati 75 c. Hasil yang diperoleh belum seperti
11 Ira Lusiana 80 diharapkan karena kendala tersebut
Khamim Wahyu 80 diatas.
12 d. Guru memerlukan waktu lebih untuk
Hidayat
13 Laila Syafitri 85 menyiapkan media pembelajaran.
14 Liyana Ika Sari 75 3) Rencana Perbaikan
15 Melawati 65 Guru mencoba kembali menerapkan
16 Niken Astuti 80 pembelajaran dengan media karikatur.
Pengalaman pada siklus 1 ini sebagai
17 Novandari Solekhat P 75
tonggak pijakan untuk melanjutkan
18 Nur Aeni 80
program pada pembelajaran berikutnya
19 Oka Veliana Swandri 80
yaitu siklus 2, agar lebih baik dan menarik
Ratna Andriani 80
20 perhatian siswa serta berjalan dengan
Paramita
lancar.
21 Rifai Sigit Yanuardi 80 Agar siswa aktif dan terlibat langsung
22 Sandra Asa Swari 75 maka penulis menemukan pembelajaran
23 Siti Fatimah 75 dengan media karikatur, diskusi membahas
24 Siti Musarofah 75 kasus actual dan diikuti tukar hasil diskusi
25 Siti Rondhi Astuti 80 (karya kunjung).
26 Sulimah 75
27 Susi Esiyana 80
28 Tri agustina 85

20
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
4.3. Siklus 2 masing kelompok berusaha untuk
1) Tahap pertama melaksanakan menyampaikan argumentasi tentang
kegiatan awal materi atau topik yang sudah diberikan
a. Mengadakan pre-tes pada siklus II oleh guru. Jika kelompok lain tidak
untuk mengetahui kondisi awal siswa sependapat maka boleh memberikan
sebelum diberi tindakan. argumentasi berdasarkan pemikiran
b. Guru memberikan pertanyaan sebagai yang sesuai dengan konsep yang
apersepsi tentang materi Budaya diberikan oleh guru.
Politik di Indonesia c. Memberi masukan pada kelompok lain
c. Guru memberikan penjelasan dan berdasar hasil karya kunjung
menyajikan berbagai topik dan konsep d. Guru memantau proses diskusi semua
yang menarik bagi siswa tentang kelompok dan karya kunjungantar
berbagai isu actual terkait dengan kelompok
Budaya Politik di Indonesia melalui
media karikatur. Konfirmasi
a. Mengklarifikasi hasil diskusi dan
2) Tahap kedua kegiatan inti karya kunjung bila terjadi kesalahan
Eksplorasi b. Menyimpulkan hasil diskusi dan
a. Guru mengajak siswa untuk karya kunjung di bawah bimbingan
mengidentifikasi kasus actual dalam guru
budaya politik, antara lain : money c. Memberi apresiasi terhadap kelompok
politic, SDM calon legislative, yang paling aktif dan baik
berpolitik yang bertanggungjawab, d. Memberi teguran pada siswa kurang
pemilih yang bijak, budaya tawuran, aktif
menang demi kekuasaan. e. Guru selama mengamati jalannya
b. Guru memberi penjelasan tentang diskusi dapat memperoleh umpan
ekanisme diskusi balik dari materi yang sudah
c. Siswa yang berjumlah 31 orang, disampaikan.
kemudian dibuatkelompok masing-
masing 6 orang. Refleksi
a. Melakukan refleksi di akhir pertemuan
Elaborasi agar siswa tahu mereka belajar dengan
a. Bila kelompok sudah terbentuk, media dan metode yang berbeda.
kemudian diberi tugas untuk masing- b. Melakukan penilaian yang sebenarnya
masing berdiskusi membahas isu melalui post-tes untuk mengukur
actual yang sudah diberikan guru kondisi akhir siswa setelah diberi
dengan cara diundi. tindakan.
b. Dilanjutkan dengan karya kunjung c. Penugasan.
(saling tukar hasil diskusi) masing-

21
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
Pelaksanaan proses belajar mengajar pada siklus 2 terdokumentasi sebagai berikut:

Gambar 2. Penjelasan kompetensi dasar Gambar 3. Guru memberi motivasi pada siswa
Budaya Politik dalam pembelajaran dengan agar proses belajar mengajar lebih hidup
media karikatur

Gambar 4. Guru menjelaskan tehnik diskusi Gambar 5. Siswa diskusi membahas isu-isu
dengan karya kunjung actual yang sudah disiapkan guru

Gambar 6. Siswa diskusi dengan kelompok Gambar 7. Setiap kelompok presentasi hasil
masing-masing dilanjutkan karya kunjung kerja dan memberi masukan pada kelompok
lain dari hasil karya kunjung

22
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X

Gambar 8. Mencermati kelompok lain yang Gambar 9. Masing-masing kelompok berdebat


sedang presentasi dengan argumentasinya

Gambar 10. Saling mengisi untuk Gambar 11. Siswa yang berkegiatan sendiri
menyempurnakan hasil diskusi dan karya
kunjung

3) Observing 17 Novandari Solekhat P 85


Tabel 3. Hasil post test siklus 2 (dua) adalah 18 Nur Aeni 85
sebagai berikut : 19 Oka Veliana Swandri 90
Nilai Ratna Andriani 85
No. Nama Siswa 20
Siklus 2 Paramita
1 Ambar Khoirun Nisa 80 21 Rifai Sigit Yanuardi 85
2 Aprilia Ayu Suspita 85 22 Sandra Asa Swari 80
3 Atik Yuniati 85 23 Siti Fatimah 85
4 Bena Safrina 85 24 Siti Musarofah 80
Deviani Dyah 80 25 Siti Rondhi Astuti 85
5
Wulandari 26 Sulimah 80
6 Dita Riswita Sari 85 27 Susi Esiyana 85
7 Eri Nurhidayati 75 28 Tri agustina 90
8 Fara Adestia 80 29 Triningsih 80
9 Gesit Vaqih Navidin 80 30 Watini 85
10 Heny Herawati 85 31 Yuni Kusmiati 90
11 Ira Lusiana 85 Jumlah 2.675
Khamim Wahyu 85 Rata-rata 86
12
Hidayat KKM 75
13 Laila Syafitri 90
14 Liyana Ika Sari 85
15 Melawati 80
16 Niken Astute 90

23
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
4) Replecting
Berdasarkan hasil observasi maka 88
pelaksanaan tindakan pada siklus 2 dapat di- 86
refleksikan sebagai berikut : 84
a. Semua tindakan yang direncanakan sudah 82 PRESTASI
dapat dilaksanakan dengan baik. 80 SIKLUS 1
b. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik 78 PRESTASI
karena antar kelompok terjadi persaingan 76 SIKLUS 2
tetapi persaingan baik dan sehat 74
(peningkatan belajar).
72
c. Guru sudah dapat membimbing siswa Category 1
dengan media dan metode yang tepat,
Gambar 12. Grafik peningkatan hasil belajar
penuh kesabaran dan perhatian.
d. Pujian kepada siswa dapat memotivasi
5. PENUTUP
untuk selalu aktif' dan kreatif.
5.1. Kesimpulan
e. Guru telah mampu mempresentasikan
Dari hasil penelitian tentang peningkatan
konsep-konsep penting secara sistematis.
hasil belajar pada siswa kelas XI AP 2
Ini berarti didapat peningkatan hasil nilai
semester 3 melalui pelaksanaan pembelajaran
rata-rata atau peningkatan minat dan prestasi
yang menggunakan media karikatur dalam
hasil pembelajaran setelah pelaksanaan
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
pembelajaran dengan bantuan media
di SMKN 1 Wonosobo Tahun Pelajaran
karikatur, sebagaimana hasil observasi di atas
2011/2012 dapat diambil kesimpulan sebagai
model pembelajaran dapat meningkatkan
berikut:
kegiatan serta kreativitas siswa yang akhirnya
1) Daya serap materi pembelajaran
terjadi peningkatan hasil belajar yang
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada
maksimal dan menunjukkan keberhasilan
kompetensi dasar Budaya Politik dapat
yang tak dapat diragukan lagi dalam
meningkat
pembelajaran ini.
2) Penggunaan Media Pembelajaran
Karikatur dapat meningkatkan prestasi
4.4. Interpretasi Data
belajar siswa Kelas XI semester 3 di
Dari hasil data diatas, hasil belajar siswa
SMKN1 Wonosobo tahun pelajaran
(hasil tes belajar) dengan pelaksanaan
2011/2012 mata pelajaran Pendidikan
pembelajaran dengan media karikatur dalam
Kewarganegaraan pada kompetensi dasar
pembelajaran, menunjukkan hasil belajar
Budaya Politik
yang meningkat dari setiap siklusnya, dapat
3) Nilai rata-rata pada siklus 1 = 77 dan
diketahui bahwa nilai rata-rata siswa kelas XI
siklus 2 = 86 dari hasil tersebut
Administrasi Perkantoran2 (AP2) pada siklus
menunjukkan ada peningkatan hasil
1 = 77 dan siklus 2 meningkat menjadi 86 ;
belajar dalam penelitian ini.
Hal ini membuktikan bahwa hasil belajar
5.2. Saran-saran
pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran
Dalam penulisan makalah ini dapat
2 semester 3 SMKN 1 Wonosobo Tahun
disarankan sebagai berikut:
Pelajaran 2011/2012 meningkat dan
1) Untuk SMKN 1 Wonosobo penulis
penelitian ini dapat dikatakan berdampak
menyarankan hendaknya hal yang baik
positif. Untuk dapat lebih jelasnya dalam
ini dapat dipertahankan dan lebih
peningkatan hasil belajar (ketuntasan) ini
ditingkatkan lagi untuk peningkatan mutu
peneliti sajikan dalam bentuk grafik sebagai
pendidikan.
berikut :
2) Agar guru mempersiapkan hal-hal yang
diperlukan terutama kesiapan
pemahaman materi yang dijadikan
konsep untuk materi berikutnya.
3) Perlu adanya media bantu yang memadai
dan relevan untuk semua mata pelajaran

24
Jurnal PPKM I (2015) 11-25 ISSN: 2354-869X
sehingga siswa tidak jenuh dan bahkan kepada guru hal-hal yang belum mereka
tertarik pada materi yang disampaikan ketahui.
dengan media tersebut. Hal ini dapat digunakan dalam membina
4) Bagi guru yang sudah berhasil dalam kemampuan untuk mengemukakan pendapat
meningkatkan hasil prestasi belajar dengan bahasa yang baik dan benar serta
khususnya dalam mata pelajaran melatih keberanian siswa.
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn),
hendaknya dapat menularkan pengalaman 6. DAFTAR PUSTAKA
ini kepada guru lain. Sehingga Agus Sutanto, 2001, Pembelajaran Kooperatif
diharapkan hasil prestasi belajar juga Yogyakarta.
berkermbang bagi siswa yang lain bahkan ......, 2002, Model, Model dan Pendekatan
bisa untuk sekolah lain dalam mata dalam Pembelajaran, Dinas Pendidikan
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Provinsi Jawa Tengah
(Pkn) khususnya dan mata pelajaran .Modul Pendidikan Kewarganegaraan
lainya pada umumnya. kelas XI Kedu Utara. 2006. Magelang
5) Penulisan karya tulis seperti ini perlu PERMEN NOMOR 22 TAHUN 2006 tentang
waktu yang cukup untuk mempersiapkan Standar isi, Standar kompetensi dan
instrumen dan perangkat untuk kompetensi dasar mata pelajaran
pengambilan data data yang diperlukan. pendidikan kewarganegaraan
5.3. Manfaat Rustiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar
Pemanfaatan media pembelajaran karikatur Jakarta: Rineka Cipta
yang menggunakan sistem digital ialah agar Repository.upi.edu/operator/upload/s-c0751-
siswa mendapat gambaran yang jelas dalam 0607125-chapter2.pdf
kegiatan belajar mengajar karena melihat Sujana. 1998. Model Belajar Siswa Aktif
langsung gambar-gambar yang unik dan dalam Proses Belajar Mengajar.
menarik serta mengambil makna dari gambar Bandung.Sinar Baru
tersebut Zainal Aqib.2008. Penelitian Tindakan Kelas
Pada saat menyaksikan tayangan presentasi untuk guru SMP,SMA,SMK.Bandung.
siswa dapat mencatat maupun menanyakan Yrama Widya

25