Anda di halaman 1dari 6

....

ProceedingPESAT(Psikologi,
Ekonomi,
Sastra,Arsitektur& Sipil) Vol.4 Oktober2011
Universitas
Gunadarma
- Depok18- 19Oktober2011 ISSN:1858-2559

PERENCANAAN STRUKTUR BALOK UTAMA JEMBA TAN BAJA


KOMPOSIT DENGAN PROFIL CASTELLATED BEAM
Banu Adltibaswara

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Universitas Gunadarma, Depok
Jalan Margonda Raya 100 Depok, Jawa Barat 16424
_
banu adhi@yahoo.co.id

Abstrak

Sebagai seorang perencana yang baik dalam mendesain jembatan tidak hanya bedasarkan prinsip
keamanan dan kenyamanan, namun juga harus memperhatikan aspek fungsional dari material
yang digunakan. Penggunaan profil baja yang efisien pada jembatan baja komposit merupakan
salah satu cara yang dapat mendukung aspek fungsional tersebut. Castellated beam dapat
dikategorikan sebagai profil istimewa, karena bentuknya yang memiliki nilai estetika dan daya
guna serta dapat meningkatkan kapasitas momen. Penggunaan profil ini masih sangat jarang
digunakan di Indonesia karena merupakan inovasi yang baru, sehingga memungkinkan untuk
menjadi alternatif yang baik dalam desain jembatan baja komposit. Oleh karena itu pada
penelitian ini akan direncanakan sebuahjembatan baja komposit yang aman, nyaman dan efisien
dengan memanfaatkan profil castellated beam. Bedasarkan analisa didapatkan bahwa balok
induk jembatan dengan bentang 16 m layak dan aman menggunakan profil castellated beam.
Balok ini cukup kuat dengan ukuran panjang lubang 28,5 inci, tinggi lubang 20 inci, jarak antar
lubang 8,5 inci dan sudut lubang 450. Aspek kenyamanan juga terpenuhi karena lendutan yang
tejadi yaitu 0,812 cm kurang dari lendutan yang disyaratkan sebesar 2 cm.

Kata Kunci: Jembatan, Baja Komposit, Castellated Beam.

PENDAIIULUAN castellated beam. Salah satu pengembangan


yang dilakukan adalah pada pertengahan
Tanggung jawab dari seorang tahun 1930. Seorang ahli teknik asal Argen-
perencana struktur tidak hanya berupa desain tina, Geofftey Murray Boyd, menemukan
struktur bedasarkan prinsip keamanan dan sebuah inovasi pada balok yang diberi nama
kenyamanan, namun juga harns memper- Boyd Beam (Knowles, 1991). Seiring dengan
hatikan aspek kebutuhan fungsional dari berjalannya waktu, berbagai penelitian dan
material dan bahan yang digunakan. Salah pengembangan terus dilakukan hingga pada
satu bentuk perhatian terhadap material yang akhimya dihasilkan sebuah balok dengan
digunakan adalah penggunaan profit baja profit baru yang diberi nama castellated
sebagai balok jembatan yang berbeda diban- beam. Melihat dari berbagai hal tersebut,
dingkan penggunaan profit baja pada umum- penulis merasa tertarik untuk membuat suatu
nya. Castellated beam termasuk salah satu studi penelitian tentang balok castellated
jenis material baja yang dapat dikategorikan yang diterapkan sebagai balok utama pada
sebagai profit istimewa dalam dunia teknik struktur jembatan baja komposit.
sipil, karena selain bentuknya yang memiliki
nilai estetika temyata profit ini juga memiliki METODE PENELITIAN
beberapa kelebihan ditinjau dari segi
kekuatannya. Kelebihan utama dari castel- Cara yang digunakan penulis dalam
lated beam adalah berupa peningkatan keku- meneyelesaikan perencanaan jembatan adalah
atan bedasarkan kenaikan lengan momen dengan mengumpulkan data dan informasi
(depth) dari penampang tersebut (Demirdjian, tentang lokasi jembatan serta beban-beban
1999). Para pakar teknik telah berupaya yang bekerja dalam bentuk studi kasus.
untuk mengembangkan material dan pela- Jembatan yang akan direncanakan adalah
tihan terhadap desain dan konstruksi dari jembatan jalan raya yang melintasi sungai

Adhibaswara,
Perencanaan
StrukturSalok... AT- 35
ProceedingPESAT(Psikologi,
Ekonomi,
Sastra,Arsitektur& Sipil) Vol.4 Oktober2011
Universitas
Gunadarma
- Depok18- 19Oktober2011 ISSN:1858-2559

dan berlokasi di mas jalan Geumpang (Pidie) dengan tegangan izin, maka dapat digunakan
- Tutut (Aceh Barat), provinsi Nangroe Aceh dua ukuran jarak pemisah antar lubang yang
Darussalam. tokasi ini terletak pada zona II berbeda. Tahapan selanjutnya setelah cek
daerah gempa serta berada cukup jauh dari tegangan lentur adalah mengecek momen
garis pantai. Bentang jembatan bersih yang nominal dari penampang. Sebenamya cek
akan dibuat adalah 16 m, sesuai dengan lebar momen nominal ini dapat diabaikan, karena
bersih yang tersedia. Jembatan perlu dihitung secara teoritis lubang tidak mempengaruhi
sesuai dengan persyaratan yang berlaku di banyak kekuatan dari profil WF. Tahapan
dalam standar SNI T-12-2004. Perencanaan terakhir dalam perencanaan adalah penge-
struktur atas yaitu gelagar induk dengan cekan web buckling akibat gaya geser hori-
castellated beam menggunakan metode sontal. Untuk mencegah web buckling dapat
Allowable Stress Design (ASD). menggunakan pengaku lateral pada baji atau
Langkah perencanaan tersebut dimu- memperbesar jarak antar lubang (e).
lai dari desain lubang dan properties melin-
tang castellated beam yang hams mengikuti BASIL DAN PEMBAHASAN
syarat-syarat modulus dan kekuatan penam-
pang. Perhitungan tegangan lentur tekan izin Secara singkat castellated beam dibuat
dapat dijaga dalam batas izin bila tegangan dengan cara memotong bagian badan dari
geser pada pinggir lubang hams memenuhi baja profil I atau wide flange dengan pola
syarat dari tegangan geser izin. Dari tegangan gerigi gergaji (zig-zag) di sepanjang bentang
geser maksimum akibat beban dan tegangan profil tersebut. Kemudian masing-masing
geser izin dapat direncanakan jarak pemisah bagian tersebut disambung dengan las di
antar lubang. Jarak ini biasanya konstan salah satu ujungnya sehingga dihasilkan
sepanjang bentang balok. Namun mungkin penampang bam (Gambar 1). Balok castel-
saja jarak ini divariasikan terhadap jarak- lated dapat dibuat secara ekonomis dengan
jarak tertentu pada bentang, yaitu pada menggunakan balok baja yang dipotong
perletakan ada jarak tertentu dan pada Yi mengikuti pola zig-zag sepanjang garis
sampai % bentang ada jarak tertentu lagi. tengah balok. Ujung potongan yang serupa
Pada pengecekan tegangan lentur kemudian disambung satu sarna lain dengan
yang terjadi pada perletakan tidak ada las busur. Pada balok profil I atau WF, bagian
momen lentur utama sehingga tidak ada gaya sayap pada profil memegang peranan yang
aksial tekan beraksi pada penampang T ini. sangat penting dalam menahan tegangan
Bila setelah pengecekan temyata tegangan lentur sehingga kehilangan luas pada badan
lentur tidak memenuhi tegangan lentur izin akibat lubang tidak terlalu berpengaruh,
yang ditentukan, maka profil harus diestimasi sepanjang momen masih diperhitungkan.
ulang terhadap ketinggian lubang saja (h). Bagaimanapun tegangan geser yang harus
Sudah diketahui bahwa tegang lentur diperhitungkan pada lubang badan yang ada.
mungkin terdiri dari tegangan lentur utama Pada bagian lubang badan, dua buah profil T
(crb)dan tegangan lentur sekunder (crT)'Jika seolah-olah bekerja sebagai bagian yang
tegangan lentur utama dibawah tegangan izin menahan gaya geser vertikal. Pada titik b
tetapi tegangan lentur sekunder tidak (Gambar 1), gaya geser minimum sehingga
memenuhi, maka ketinggian lubang (h) dapat hanya memberikan sedikit efek pada
dikurangi. Pengurangan tinggi lubang akan kekuatan balok. Pada titik a yang dekat
berdampak pada penumnan drastis dari dengan perletakan, gaya geser yang dihasil-
tegangan lentur sekunder dan sedikit ke- kan cukup besar, sehingga tegangan yang di-
naikan pada tegangan lentur utama (Ommer hasilkan dari beban pada balok hams dihitung
Blodgett, 1991). Jika temyata tinggi lubang bedasarkan penampang T karena berlubang.
tidak dapat dikurangi karena crbsudah dekat

AT- 36 Adhibaswara,PerencanaanStrukturSalok...
,..
ProceedingPESAT(Psikologi,Ekonomi,Sastra,Arsitektur& Sipil) Vol.4 Oktober2011
UniversitasGunadarma- Depok18 - 19 Oktober2011 ISSN:1858-2559

I ?JVV( 6a
Ii
~
I
r-r'1
II
-L.
&2
Gambar 1. Castellated Beam
Sumber: Blodgett (1996)

Jembatan yang akan dibangun meru- Analisis Data


pakan ruas jalan utama yang dilalui oleh Mutu baja yang akan digunakan fy = 50
kendaraan dengan lalu lintas padat, sehingga
ksi dengan tegangan izin lentur, U = 30 ksi =
dibuat 2 lajur dengan trotoar di sisi kanan dan
kiri dari jembatan. Jembatan yang akan 30000 psi dan tegangan izin geser, T =20 ksi
direncanakan adalah tipe gelagar-dek (deck- = 20000 psi. Langkah pertama analisis adalah
girder) baja komposit dengan gelagar utama menentukan section modulus dari balok WF
merupakan balok castellated. Jembatan ter- yang akan dijadikan castellated beam.
diri atas gelagar utama arah memanjang de- Perhitungannya adalah sebagai berikut:
ngan pelat beton membentang antara gelagar. S =M max = 9787275,851 - 326 243 in
Spasi gelagar longitudinal atau balok lantai g a 30000 '
dibuat sedemikian sehingga hanya cukup Langkah selanjutnya adalah menentukan
digunakan pelat tipis yang akan menyebab- hubungan antara castellated beam dan balok
kan beban mati relatif kecil. Jembatan tipe ini WF, dimana K) = db /dg -7 Asumsikan K) =
digunakan secara luas dalam konstruksi jalan 1,5. Selanjutnya coba WF yang akan
raya, penggunaanya akan lebih ekonomis direncanakan bedasarkan Sx.
pada bentang 8 - 20 m pada kondisi normal Sb= Sg/K) = 326,243/1,5 = 217,495 in3
(Bina Marga, 2005). Model struktur dianggap (gunakan sebagai acuan)
sebagai jembatan sederhana yang bertumpu Coba dengan WF 24 x 94 dengan ukuran:
pada dua perletakan (simple beam), karena Sb = 222 in3.db = 24,31 in, tw= 0,515 in,
tidak memiliki pilar. Rasio tinggi balok be = 9,065 in, te = 0,875 in, K)= SglSb=
castellated dengan tinggi balok WF hot 1,47
rolled adalah sebesar 1,5. Selanjutnya ditentukan tinggi potongan (h):
h = db (K) - I) = 24,31(1,47 - I) =
Data Pembebanan 11,415 in -7 Rencanakan h = 10 in
Untuk menghitung gaya dalam perlu Kemudian lubang diletakkan pada jarak 0, I
dicari terlebih dahulu beban-beban mak-
dari setengah bentang. Sehingga dengan
simum akibat dari kombinasi beban di balok
perbandingan segitiga didapat nilai V max =
tepi atau balok tengah. Perhitungan beban 0,9 V. Sudut potongan direncanakan dengan
layan merupakan perhitungan beban tanpa perhitungan:
faktor yang akan digunakan dalam peren- rp = 450sehinggae = 90- rp = 90 - 45
canaan balok castellated. Bedasarkan analisa
= 450= 0,79 (dalam 7tradian)
diketahui bahwa beban terbesar berada pada
Untuk menjaga tegangan geser vertikal pada
balok tepi, karena balok tepi selain menahan
stem dari penampang T maka nilai h tidak
beban perkerasan jalan juga menahan beban boleh melewati ketentuan hbatasberikut:
trotoar. Dari perhitungan SAP 2000 v.II
diperoleh nilai gaya momen dan geser dT= V max = (0,9)(64751,172) = 2,608 in
maksimum yaitu Mmaks = 9787275,851 kg 2.t:r
w 2(0,515)(20000)
dan Vmaks
= 64751,173 kg. hbatas = db - 2 dT = 24,31 - 2(2,608) =
19,095 > 10 (Asumsi Layak)

Adhibaswara,
Perencanaan
StrukturSalok... AT- 37
ProceedingPESAT(Psikologi,
Ekonomi,Sastra,Arsitektur& Sipil) Vol.4 Oktober2011
Universitas
Gunadarma
- Depok18- 19Oktober2011 ISSN:1858-2559

dg = db + h = 24,31 + 12 = 34,31 in Kemudian ditentukan tegangan geser izin,


untuk fy = 50 ksi maka:
dT = -dg. - h = -36,31 -1 0 = 715 5 III
.
10 2 _
2
h
22'
ds = dT- tr = 7,155 - 0,875 = 6,28 in
0-=30000-27,34 -
- Iw
=30000-27,34 -
()
0,515
-
( )
Kemudian diperiksa kompak dari penampang 19691,771 psi
(buckling akibat tekanan axial): T=~O'= 4(0,79)2 (19691771)=16386,179
hf 3000 (0,5)(9,065)<- 3000 3tanO- 3tan(45) ,
-<-~ < 20000
tf - flY 0,875 - -./5000
Jadi yang digunakan sebagai tegangan izin
5,18 ~ 13,416
T = 16386,179 psi. Selanjutnya dihitung
hs 4000 7,155 4000
-<-~-<- tegangan geser maksimum sepanjang sumbu
ts - flY 0,515 - -./5000 netral penampang web balok:
13,893 ~ 17,889 T =(116) V"". =(116),9(64751,172)=3825 782psi
"". , Iw.dg , (O,515X24,31) ,
Dengan mengetahui tegangan geser
maksimum pada web dan tegangan geser izin
T maka didapat rasio:
e T - s
K2 =- = ~ dari T = T max - 7
1 ...
s T ( e)
Clit w: beom along Pg-iag Ii,..
== T~ = 3825,782=0,233
s T 16386,1792

I e= 2.h.tanB = 2.10.tan45 =876 in7


1
--2 --2
1 '
K2 0,233
Ambil jarak antar lubang, yaitu e = 8,5 in.
1 Terakhir, dihitung ukuran dari castellated
Open-_b expanded b.om beam:
Ar = br.tr= 9,065x 0,875= 7,932in2dan
As = ds.tw= 6,28x 0,515= 3,234in2
AT = As+ Ar = 7,932+ 3,234= 11,2in2
tf My = Ar (ds + If) + As ds = 7,932 (6,28 +
2 2
t---b,-1
0,875) + 3,234 6,28 = 63,438in3
2 2

T Iy = Ar (d/ + d. tr +L)
3
t 2
+ As = 400,948 in4

bS Cs = My = 64,438= 5,7 in

L '--i~t5
Ar II, 2
IT= Iy - csMy= 400,94 - 5,7 (63,438) = 40,54 in4
' 3
Ss = IT _ 40,54 _ 7,112 In

d
Cs 5,7
=2(h+cs)=2(10+5,7)=31,4in
Ar.d2
I =2h+-=
Gambar 2. Keterangan Notasi Castellated Beam g 2
Sumber: Blodgett (1996) 2
2(40 54) +'
(11 2)(31 4)
, 5602 456 in4
, 2 '
S.g =-= 2lg 2(5602,456)= 326 ,579 in3
dg 34,31

AT- 38 Adhibaswara,
Perencanaan
StrukturBalok...
ProceedingPESAT (Psikologi,
Ekonomi,Sastra,Arsitektur& Sipil) Vol.4 Oktober2011
Universitas
Gunadarma- Depok18-19 Oktober2011 ISSN:1858-2559

b
~ = ~(~ )=0,9X64751,173C~~4)=
68669,2381bs
c. d dr

r
d
1-
-L

__1
'fTf
h
-:l
i -- v" 68669,238 = 15686,862 psi
- tw'e 0,515(8,5)
< 16386,179 psi
Ql1

d, SIMPULAN

Penarnpang castellated beam layak


untuk dijadikan profil pada balok induk
jembatan baja komposit. Pada perencanaan
jembatan ini dihasilkan struktur jembatan
yang arnan, nyaman dan efisien. Jembatan
Gambar 3.Ukuran Castellated Beam dikatakan arnan karena tegangan-tegangan
dan momen puncak yang terjadi pada penam-
Tegangan yang terjadi diperiksa keamanan- pang balok kurang dari tegangan izin.
nya: Jembatan lebih efisien karena balok
2

;;: = 30000-6,84 ~ 2 = 30000-6,84 ~


utama menggunakan profil castellated beam
( tw) ( 0,515 ) dari wide flange. Profil ini memiliki
keuntungan momen nominal yang lebih
= 28136,714 < 30000
tinggi daripada profil wide flange biasa se-
Jadi yang digunakan sebagai tegangan izin di
hingga berpengaruh terhadap berat menjadi
lubang, cr = 28136,714psi lebih ringan. Jembatan juga lebih efisien
Cek tegangan lentur sekunder di lubang dekat karena lubang yang ada sepanjang bentang
perletakan: castellated beam dapat dimanfaatkan untuk
pekerjaan ducting seperti pemipaan drainase
a: =-VJmx.e jalan, kabellistrik atau utilitas jembatan lain.
T 4.ss
= 0,9(64751,173)(8,5) = DAFTAR PUSTAKA
4(7,136)
17354,931 psi < 28136,714 psi Blodgett, Orner W., 1996. Design of Welded
Structure, The James F. Lincoln Arc
Cek tegangan lentur utama di tengah bentang: Welding Foundation, Ohio.
Demirdjian, Sevak., 1999. "Stability of
(j
_ --
MJmx (9787275,85) - Castellated Beam Webs" , Theses to
b - d.Ar - 31,363(11,2) - Department of Civil Engineering and
27830,061 psi < 28136,714 psi Applied Mechanics McGill University,
Montreal.
Mmax (9787275,85) Dervinis, Benediktas., Kvedaras, Audronis
ab =- = =
Sg 326,579 Kazimieras., 2008. "Investigation of
29969,127psi < 30000psi Rational Depth of Castellated Steel 1-
Cek web buckling akibat gaya geser Beams", Journal of Civil Engineering
horisontal: and Management Vilnius Gediminas
Technical University, Vol. 14(3) pp. 163
3,Vrnax.tanB
(j ( max ) = -168.
r 4tw.e.rJ Direktorat Jendera\ Bina Marga Departemen
= 3.64751,173.tan45'
= 17775 < 28136 psi Pekerjaan Umum. Standar Jembatan
4(0,515)(8,5)(0,79)2 Gelagar Komposit (MBIIA/B).
Jadi tidak perlu dipasang pengaku baji SNI T-12-2004, Perencanaan Struktur Beton
sepanjang lubang. Terakhir, cek tegangan untuk Jembatan, Badan Standardisasi
geser maksimum yang terjadi: Nasional, 2004..

Adhibaswara,
Perencanaan
StrukturBalok... AT- 39
ProceedingPESAT (Psikologi,
Ekonomi,
Sastra,Arsitektur
& Sipil) Vol.4 Oktober2011
Universitas
Gunadarma- Depok18- 19Oktober2011 ISSN:1858-2559

Salmon, Charles., Johnson, John., 1992. Segui, William T., 1994. LRFD Steel Design,
Struktur Bqja Desain dan Perilaku Jilid PWS Publishing Company, Amerika
1, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Serikat.
Salmon, Charles., Johnson, John., 1995. Supriyadi, Bambang., Muntohar, Agus
Struktur Baja Desain dan Perilaku Jilid Setyo., 2000. Jembatan, Fakultas Teknik
1/, Penerbit Erlangga, Jakarta. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

AT- 40 Adhibaswara,PerencanaanStrukturSalok...