Anda di halaman 1dari 3

Nama : Qurin Nikmaturrohana

NIM : 150342606771
Pro dan Kontra Pemuda Sebagai Teladan dan Penggerak Efektif Gerakan Anti Korupsi
Korupsi merupakan suatu perbuatan curang maupun jahat terhadap pemanfaatan dana atau
uang untuk kepentingan pribadi yang jelas melanggar aturan. Dalam islam bentuk korupsi berupa
ghulul (penggelapan), risywah (suap), hadiyyah (gratifikasi), sariqah (pencurian) dan khiyanah
(khianat/ kecurangan). Korupsi dalam syariat islam diatur dalam fiqh Jinayah. Fiqh Jinayah
merupakan ilmu tentang hukum-hukum syariat yang digali dan disimpulkan dari nash-nash
keagamaan, baik al-Quran maupun hadist.
Pro (Pemuda sebagai teladan dan penggerak efektif gerakan anti korupsi)
Pemuda merupakan aspek paling penting dalam penentuan kondisi zaman dimasa depan.
Pemuda identic dengan karakteristik yang dimiliki, yaitu intelektualitas, jiwa muda dan idealism.
Banyak kisah atau peristiwa yang menggambarkan bahwa pemuda dapat dijadikan teladan
berdasarkan karakteristik yang dimilikinya.
Misalkan dari peristiwa masa lalu di Indonesia, sejarah telah membuktikan bahwa
perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian dari kekuatan
perubahan. Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa,
bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia. Peranan tokoh-tokoh pemuda lainnya adalah
Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945. Dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut mahasiswa
menunjukkan diri sebagai motor penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan idealisme yang
dimiliki dan dijalankan. Dengan kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa muda yang penuh
semangat, dan idealisme yang murni telah terbukti bahwa pemuda berperan penting sebagai agen
perubahan (agent of change).
Selain itu, terdapat pula beberapa kisah yang menceritakan bagaimana hakikat pemuda
sebenarnya, sehingga pemuda dapat dikatakan sebagai teladan dan mampu menjadi penggerak anti
korupsi.

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka
berdoa: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah
bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Surah al-Kahfi: 10.
Ayat ini menceritakan tentang kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua). Mereka
rela meninggalkan kampung halamannya, meninggalkan keluarganya, serta teman-temannya demi
menyelamatkan keimanan dan aqidah kepada Tuhannya (Allah). Seorang pemuda harus memiliki
standar moralitas, berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam
perkataan. Jika seluruh pemuda memiliki sifat demikian, maka pemuda berpotensi dijadikan teladan
dan agen anti korupsi, sebab pemuda harusnya memiliki konsistensi yang tinggi dalam memegang
teguh prinsip-prinsip yang telah diyakininya sesuai dengan ajaran agamanya.

Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang
bernama Ibrahim. Surah al-Anbiya: 60.
Sosok pemuda seperti Ibrahim as. yang dengan keberaniannya menghancurkan tradisi
penyembahan kepada berhala, yang dengan hidayah Tuhannya dia mendahulukan kecintaan kepada
Rabb-nya daripada kecintaannya kepada ayahandanya. Sifat berani menghadapi tantangan dan
rintangan dalam melawan kebatilan adalah ciri utama seorang pemuda yang tergambar dalam ayat
tersebut. Seorang pemuda tidak takut dengan ancaman dari penguasa atau teror dari masyarakat
sekitarnya. Demi sebuah keyakinan dan prinsip agamanya, seorang pemuda rela melakukan
tindakan yang mungkin dapat mengancam jiwanya. Jadi pemuda identik dengan sebagai sosok
individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner,
optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dsb. Kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah
mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor
perubahan itu sendiri.
Pemuda terutama mahasiswa didukung oleh kompetensi dasar yang mereka miliki, yaitu
intelegensia, ide-ide kreatif, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menyatakan
kebenaran berpotensi memiliki kemampuan dalam menyuarakan gerakan anti korupsi yang telah
marak terjadi di Indonesia. Sebab, untuk membendung dan memberantas korupsi hingga ke ujung
akarnya, maka dibutuhkan generasi yang fresh, mau dan mampu meghilangkan budaya korupsi.
Dengan karakteristik pemuda yang telah dijelaskan sebelumnya, pemuda dapat berupaya
memberantasan korupsi dengan melakukan gerakan anti korupsi dimasyarakat.
Kontra (Pemuda tidak sebagai teladan dan penggerak efektif gerakan anti korupsi)
Pemuda yang sebenarnya diharapkan menjadi generasi yang dapat memberantas korupsi
pada kenyataannya justru kurang dapat dijadikan teladan dan penggerak efektif anti korupsi.
Pemuda khususnya mahasiswa yang diharapkan sebagi teladan sebenanya telah mendapatkan
pendidikan yang selayaknya dapat dapat mengembangkan potensi yang dilandasi spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilanseperti yang
telah diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003. Namun kenyataannya justru sebaliknya, pada
kenyataannya banyak fenomena akan ketidakjujuran mahasiswa sperti titip absen, pelagiasi,
maupun mencontek. Peristiwa tersebut akan menjadi kebiasaan yang dapat menimbulkan sifat
korupsi yang dilandasi atas kebohongan. Padahal islam sangat mengecam sifat dusta.




Sesungguhnya bohong itu mengarah pada kejahatan. Sedangkan kejahatan mengarahkan kepada
neraka. Seseorang yang akan berbohong terus hingga tercatat di sisi Allah sebagai pembohong.
(HR. Bukhari).
Suatu kasus kerap terjadi pada anak muda salah satunya adalah pelaggaran lalu lintas,
kemudian ditilang oleh polisi, beberapa akan memberi uang sabagai ganti agar tidak menjalani
sidang atau ketentuan tilang yang ada kepada oknum polisi. Kasus tersebut menunjukkan kasus
korupsi sederhana alam kehidupan sehari-hari. Sejatinya, Rasulullah bersabda:
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang disuap terkait masalah hukum/ kebijakan.
(Ahmad Ibnu Hanbal, Musnad Ahmad).
Suap menyuap demi kepentingan perorangan yang seharusnya dihindari pemuda, justru
banyak dilakukan. Tentu tidak pantas bila seorang pemuda yang melakukan pelanggaran tersebut
namun ikut melarang praktik korupsi. Bahkan Allah memberikan ancaman terhaap orang yang
mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran akan tetapi perkataannya berbanding terbalik
dengan perbuatannya.


Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan diri
(kewajiban)-mu sendiri, padaal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?.
Surah al-Baqarah: 44.
() ( )
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?. Amat
besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. Surah
as-Shaff: 2-3.
Memang tidak semua melakukan hal tersebut, namun pada kenyataannya banyak yang
melakukan hal tersebut. Masih harus mendapatkan arahan dan pembenahan moral dan akhlak.
Dengan demikian sejatinya tidak semua pemuda dapat dikatakan sebagai teladan dan penggerak
aktif anti korupsi.
Banyak juga pemuda yang masih memiliki ego yang tinggi, misalnya seperti contoh yang
telah dijelaskan yaitu titip absen. Sehingga sangat tidak efektif apabila sebagai pemuda teladan dan
penggerak aktif anti korupsi jika dirinya sendiri belum memiliki kesiapan mental, moral dan
tanggung jawab yang matang. Dengan sikap ego yang relative tinggi hanya malah memberi efek
buruk di dunia maupun akhirat.