Anda di halaman 1dari 3

Resume

Uji-t dan Chi Square


Seno Isbiyantoro (160551800727 Offr A)

Tes t atau uji t adalah uji statistik yang digunakan untuk menguji kebenaran atau
kepalsuan hipotesis nol. Uji t pertama kali dikembangkan oleh William Seely Gosset pada
tahun 1915. Awalnya William Seely Gosset menggunakan nama samaran Student, dan huruf
t yang terdapat dalam istilah uji t dari huruf terakhir nama beliau. Uji t disebut juga dengan
nama student t.( Ridwan, 2006). Uji t adalah salah satu uji yang digunakan untuk
mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan (menyakinkan) dari dua mean
sampel (dua buah variabel yang dikomparasikan). Uji t dapat dibagi menjadi 2 , yaitu uji t
yang digunakan untuk pengujian hipotesis 1 sampel dan uji t yang digunakan untuk
pengujian hipotesis 2 sampel. Bila duhubungkan dengan kebebasan (independency) sampel
yang digunakan (khusus bagi uji t dengan 2 sampel), maka uji t dibagi lagi menjadi 2, yaitu
uji t untuk sampel bebas (independent) dan uji t untuk sampel berpasangan (paired).(
Ridwan, 2006).
T-test dependent atau sering diistilakan dengan Paired Sampel t-Test, adalah jenis uji
statistika yang bertujuan untuk membandingkan rata-rata dua grup yang saling berpasangan.
Sampel berpasangan dapat diartikan sebagai sebuah sampel dengan subjek yang sama
namun mengalami 2 perlakuan atau pengukuran yang berbeda, yaitu pengukuran sebelum
dan sesudah dilakukan sebuah treatment.(Sugiyono, 2010)
Syarat syarat penggunaan uji t test dependent, terdiri dari :
1. Uji komparasi antar dua nilai pengamatan berpasangan, misalnya: sebelum dan sesudah
2. Digunakan pada uji parametrik dimana syaratnya sebagai berikut:
a. satu sampel (setiap elemen mempunyai 2 nilai pengamatan)
b. merupakan data kuantitatif (rasio-interval)
c. Data berdistribusi normal (di populasi terdapat distribusi difference = d yang
berdistribusi normal dengan mean d=0 dan variance =1)
(Sugiyono, 2010)
Berikut adalah macam-macam Uji T One Sample t-Test
One sample t test merupakan teknik analisis untuk membandingkan satu variabel bebas.
Teknik ini digunakan untuk menguji apakah nilai tertentu berbeda secara signifikan atau tidak
dengan rata-rata sebuah sampel. Pada uji hipotesis ini, diambil satu sampel yang kemudian
dianalisis apakah ada perbedaan rata-rata dari sampel tersebut. Prosedur yang umum dan harus
diikuti untuk melakukan uji hipotesis ini adalah sebagai berikut :
1. Mencari hipotesis nol dan hipotesis alternatifnya.
2. Pilih tingkat kepercayaan tertentu dan tentukan besarnya sampel yang diambil.1. Pilih
statistik uji yang sesuai sebagai dasar bagi prosedur pengujian.
2. Tentukan daerah kritisnya.
3. Kumpulkan data sampel dan hitung statistik sampelnya, kemudian ubah ke dalam
variable normal standar (Z) atau t (tergantung banyaknya sampel).
4. Nyatakan menolak atau menerima H0.

Paired-sample t-Test Analisis Paired-sample t-Test merupakan prosedur yang digunakan


untuk membandingkan rata-rata dua variabel dalam satu group. Artinya analisis ini
berguna untuk melakukan pengujian terhadap satu sampel yang mendapatkan sutau
treatment yang kemudian akan dibandingkan rata-rata dari sampel tersebut antara sebelum
dan sesudah treatment.
Independent sample t-Test Independent sample t-Test adalah uji yang digunakan untuk
menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan memiliki rata-rata yang berbeda.
Jadi tujuan metode statistik ini adalah membandingkan rata-rata dua grup yang tidak
berhubungan satu sama lain. Pertanyaan yang coba dijawab adalah apakah kedua grup
tersebut mempunyai nilai rata-rata yang sama ataukah tidak sama secara signifikan.
Uji T atau T test adalah salah satu tes statistic yang dipergunakan untuk menguji kebenaran
atau kepalsuan hipotesis nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel
yang diambil secara random dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan signifikan
(dalam Sudijono, 2009: 278).
Dengan uji T ini, kita dapat menguji rerata dua sampel bebas dan variasi populasinya
kedua-duanya diketahui, pengujian rerata dua sampel bebas dan kedua variasi populasinya
tidak diketahui, tetapi diasumsikan sama, dan pengujian dua sampel bebas dan kedua variasi
populasinya tidak diketahui.
Kapan menggunakan Uji t sampel/kelompok dependent(berpasangan)?
1. uji komparasi antar dua nilai pengamatan berpasangan, misalnya: sebelum dan sesudah
2. digunakan pada uji parametrik dimana syaratnya sebagai berikut:
o satu sampel (setiap elemen mempunyai 2 nilai pengamatan)
o merupakan data kuantitatif (rasio-interval)
o berasal dari populasi dgn distribusi normal (di populasi terdapat distribusi
difference = d yang berdistribusi normal dengan mean d=0 dan variance =1)

Uji chi-square adalah salah satu uji statistic non parametik yang cukup sering
digunakan dalam penelitian. Uji chi-square ini bias diterapkan untuk pengujian kenormalan
data, pengujian data yang berlevel nominal atau untuk menguji perbedaan dua atau lebih
proporsi sampel. Uji chi-square diterapkan pada kasus dimana akan diuji apakah frekuensi
yang akan di amati (data observasi) bebeda secara nyata ataukah tidak dengan frekuensi
yang diharapkan (expected value). Chi-square Test atau Uji Chi-square adalah teknik
analisis yang digunakan untuk menentukan perbedaan frekuensi observasi (Oi) dengan
frekuensi ekspektasi atau frekuensi harapan (Ei) suatu kategori tertentu. Uji ini
dapatdilakukan pada data diskrit atau frekuensi.
1. Uji X2 untuk Bentuk Distribusi (Goodness of Fit)
UJI KECOCOKAN (goodness of fit), membandingkan antara Frekuensi Observasi
dengan Frekuensi Teoretis /Harapan. Apakah Frekuensi hasil Observasi menyimpang dari
Frekuensi Harapan. Jika nilai (chi square) kecil, berarti kedua frekuensi tersebut sangat
dekat, mengarah pada penerimaan kepada hipotesa nol ( Ho).
2. Uji X2 untuk Independensi
UJI INDEPENDENSI : Menguji apakah ada atau tidak ada hubungan antara dua kategori
suatu hasil observasi dari suatu populasu dnegan kategori populasi lainnya. Uji
independensi disebut juga analisis tabel kontingensi
3. Uji X2 untuk Perbedaan
Uji chi squared untuk perbedaan: Bentuk hipotesis (Ho) yang digunakan dalam hal ini
adalah: tidak terdapat perbedaan dari keadaan atau peristiwa dari kelompok sampel yang
satu dengan kelompok sampel yang lain. Sedangkan untuk Ha adalah: terdapat
perbedaan dari keadaan atau peristiwa dari kelompok sampel yang satu dengan kelompok
sampel yang lain.

Distribusi khi-kuadrat yang kita gunakan sebagai uji statistik mempunyai karakteristik
sebagai berikut:

1. Nilai Khi-kuadrat tidak pernah negatif, karena selisih dari frekuensi pengamatan dan
frekuensi harapan dikuadratkan.
2. Ketajaman dari distribusi khi-kuadrat tidak tergantung pada ukuran sampel tetapi
tergantung pada banyaknya kategori yang digunakan.
3. Distribusi khi-kuadrat bersifat menceng kanan (nilai positif), semakin meningkat jumlah
derajat bebas maka semakin mendekati distribusi normal.