Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ardhia Septi Ragita Cahyaning

NIM : 1401415104
ROMBEL : 03
MAKUL : Pengembangan Pembelajaran IPA SD

UJIAN TENGAH SEMESTER

1. Bagaimana penanaman nilai dan sikap di dalam pembelajaran IPS SD ?


2. Bagaimana penanaman nilai dan sikap dalam pembelajaran IPS SD melalui model?
3. Tulis apersepsi lagu yang dimiliki dalam tema keluarga ?
4. Tulis evaluasi C6,C4,C5 dari tema keluarga ?
5. Konsep pembelajaran IPS SD local, nasional, internasional beserta contohnya?

Jawab :

1. Penanaman sikap atau sikap mental yang baik melalui pengajaran IPS, tidak dapat
dilepaskan dari mengajarkan nilai dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat.
Dengan kata lain, strategi pengajaran nilai dan sistem nilai pada IPS bertujuan
untuk membina dan mengembangkan sikap mental yang baik. Materi dan pokok
bahasan pada pengajaran IPS dengan menggunakan berbagai metode (multi
metode), digunakan untuk membina penghayatan, kesadaran, dan pemilikan nilai-
nilai yang baik pada diri siswa. Dengan terbinanya nilai-nilai secara baik dan
terarah pada mereka, sikap mentalnya juga akan menjadi positif terhadap
rangsangan dari lingkungannya, sehingga tingkah laku dan tindakannya tidak
menyimpang dari nilai-nilai yang luhur. Semakin tinggi jenjangnya semakin besar
unsur pemahaman dan pertanggungjawabannya. Pengajaran IPS dilaksanakan
dalam waktu yang terbatas, sehingga tidak mungkin dapat memperkenalkan seluruh
nilai- nilai kehidupan manusia kepada siswa. Oleh karena itu nilai-nilai yang akan
ditanamkan kepada siswa merupakan nilai-nilai yang pokok dan mendasar bagi
kehidupan manusia.
Pada jenjang SD, siswa harus diperkenalkan pada proses pengembangan
pemahaman alasan-alasan akan nilai-nilai yang diperkenalkan. Pada siswa kelas
rendah, unsur-unsur permainan dan penanaman nilai tidak boleh dilupakan. Sebab
pada tahap ini, siswa harus dikondisikan merasa senang dalam hidup bersama,
bersosialisai, dan mulai mengenal ilmu pengetahuan. Kegiatan yang dapat
diperkenalkan antara lain: mengunjungi musium, kebun binatang, tempat-tempat
bersejarah, dan mengenal lingkungan alam. Ilmu pengetahuan haruslah dicintai
bukan ditakuti dan menjadi ancaman bagi siswa.
Nilai-nilai yang ditanamkan kepada siswa harus semakin diperdalam dengan
cara memperkenalkan mengapa nilai-nilai itu ditanamkan. Tahap demi tahap mulai
dikembangkan unsur pemahaman kepada diri siswa, nilai-nilai kejujuran, keadilan,
kepahlawanan harus sudah mulai diperkenalkan dan harus mendapat tekanan serta
perhatian. Cerita dan dongeng dapat menjadi sarana yang baik untuk pengenalan
dan penanaman nilai-nilai tersebut.
Pada kelas tinggi, harus ditambah porsi pemahamannya, kegiatan-
kegiatannya harus dipilih yang dapat membangun sikap tanggung jawab,
keteraturan, kebersamaan dalam kelompok yang saling membantu. Pemberian tugas
baik yang bersifat individu maupun kelompok, diskusi, dan tanya jawab merupakan
metode yang cocok untuk menanamkan nilai dan sikap dalam pengajaran IPS.
Berikut cara menanamkan sikap dan nilai dalam pembelajaran di SD :
1. Sikap penghargaan kepada setiap manusia
2. Sikap tenggang rasa, jujur, berlaku adil, suka mengabdi, ramah, setia, sopan,
dan tepat janji
3. Sikap demokratis dan menghargai gagasan orang lain serta mau hidup bersama
orang lain yang berbeda
4. Kebebasan dan tanggung jawab
5. Penghargaan terhadap alam
6. Penghormatan kepada Sang Pencipta
7. Beberapa sikap pengembangan sebagai pribadi manusia seperti disiplin,
bijaksana, cermat, mandiri, percaya diri, semuanya lebih menunjang
penyempurnaan diri pribadi.
2. Penanaman sikap dan nilai melalui model- model pembelajaran misalnya saja
model melalui model pembelajaran PBL (Problem Based learning) dimana model
ini menekankan pada pemecahan masalah yang akan di kerjakan siswa disini siswa
di tuntut aktif dalam kegiatan pembelajaran dan siswa di berikan permasalahan oleh
guru mengenai masalah yang ada di lingkungan sekitar, misal masalah
ketidakjujuran, kenakalan, dan pelanggaran norma yang ada di masyrakat,
kemudian siswa diminta untuk menanggapi dan memberi solusi atas permasalahan
tersebut, sehingga secara tidaklangsung penanaman nilai dan sikap akan terbentuk
dalam di siswa. Secara lebih rinci maka penanaman nilai dan sikap dengan model
dapat dilakukan dengan :

a. Mengamati dan Meniru


Pembelajaran model ini berlangsung melalui pengamatan dan
peniruan. Berdasar kenyataan, bahwa mayoritas perilaku manusia
dipelajari melalui model, yaitu dengan mengamati dan meniru perilaku
atau perbuatan orang lain, terutamanya orang-orang yang berpengaruh.
Melalui proses pengamatan dan peniruan akan terbentuk pula pola sikap
dan perilaku yang sesuai dengan orang yang ditiru.
b. Menerima Penguatan
Pembelajaran model ini berlangsung melalui pembiasaan
operan, yaitu dengan menerima atau tidak menerima penguatan atas
suatu respon yang ditunjukkan. Penguatan juga dapat berupa hadiah
(penguatan positif) dan dapat berupa hukuman (penguatan negatif).
c. Menerima Informasi Verbal
Informasi tentang berbagai hal dapat diperoleh melalui lisan
ataupun tulisan. Informasi tentang sesuatu obyek yang diperoleh
seseorang akan mempengaruhi pembentukan sikapnya terhadap obyek
yang bersangkutan, misalnya informasi tentang penyakit flu burung.
Informasi ini telah membentuk sikap tertentu di kalangan warga
masyarakat terhadap penyakit flu burung, pembawa virusnya, dan
orang yang terkena penyakit tersebut.
3. Lagu Anggota Keluarga
Aku punya ayah namanya pak budi
Aku punya Ibu namanya fatimah
Aku punya kakak namanya dania
Itu semuanya nama anggota keluargaku

4. A. Evaluasi C6
Evaluasi merupakan kemampuan memberi keputusan tentang nilai sesuatu
yang ditetapkan dengan sudut pandang tertentu, misalnya sudut pandang tujuan,
metode dan materi. Penellitian ini hanya menggunakan evaluasi ranah kognitif
dengan aspek pengetahuan, pemahaman, aplikasi dan analisis. Jadi, pengertian
prestasi belajar dalam penelitian ini adalah suatu hasil belajar yang telah dicapai
siswa setelah melakukan kegiatan belajar biologi dengan menggunakan model
pembelajaran TGT, yang meliputi kemampuan kognitif pada jenajang
penetahuan (C1) samapai analisis (C4) yang dinyatakan dalam bentuk skor.
B. Evaluasi C4
Analisis merupakan upaya memisahkan suatu kesatuan mejadi komponen-
komponen/unsur-unsur bagian, sehingga jelas hierarkinya/eksplisit unsur-
unsurnya, meliputi unsur-unsur, analisis hubungan dan analisis prinsip yang
terorganisi.
C. Evaluasi C5
Sintesis adalah kemampuan menyatukan unsur-unsur atau bagian menjadi
satu kesatuan yang menyeluruh. Sintesis selalu menyatukan unsur-unsur baru,
sehingga menyatukan unsur-unsur dari hasil analisis tidak dapat disebut sintesis.

5. 1. Konsep Pembelajaran IPA Local Kendal


a. Geografi

Pembelajaran geografi wilayah lokal dapat dilakukan dengan contoh


contoh nyata yang ada di sekitar kendal.

Contoh :Kondisi geografi wilayah kendal yang mempunyai dataran tinggi


dan rendah menyebabkan banyak penduduk yang bermata pencaharian
sebgai petani, nelayan, perkebunan dll.

b. Ekonomi

Pembelajaran ekonomi di SD dilakukan dengan cara siswa di beri


contoh nyata mengenai mata pencaharian yang di Kendal, misalnya di
Kendal itu bermata pencaharian sebagai petani, guru , nelayan dsb.

c. Antropologi

Antropologi dapat dilakukan dengan cara menanamkan kebudayaan


lokal daerah kendal misal tradisi nyadaran dan juga sawalan kepada anak
anak dengan memberikan contoh gambar dan video.

d. Sosiologi
Sosiologi dengan cara menanamkan kerja sama di masyarakat.