Anda di halaman 1dari 2

Nama : Siti Aliyah

Jenis kelamin : Perempuan


Tanggal lahir : 8 September 2015
Alamat : Kel. Sindang Barang 01/01
Nama orang tua : Tn. Rizki/ Ny. Novia Rahmawati
Siti Aliyah merupakan anak tunggal dari pasangan Tn. Rizki 26 tahun dan Ny. Novia
Rahmawati 18 tahun. Tn. Rizki sehari-hari bekerja tak tentu sebagai buruh serabutan, menjadi
supir atau terkadang kenek angkot, sedangkan Ny. Novia bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Keluarga kecil ini bertempat tinggal di sebuah gang sempit di daerah sindang barang
bersama-sama dengan nenek, kakek, dan kakak Novia. Rumah tersebut milik dari orangtua ibu
Novia dengan besar sekitar 8 x 4 meter dan terdiri dari 2 lantai. Terdiri dari satu ruang tamu, dua
kamar tidur di bawah dan diatas dan dapur, meskipun begitu rumah ini tidak memiliki kamar
mandi. Namun di belakang rumah terdapat MCK umum yang biasa anggota keluarga gunakan
untuk membersihkan tubuh. Pada bagian depan terdapat jendela namun tidak di buka, hanya
pintu bagian depan dan belakang saja yang terbuka, sehingga ruangan terasa gelap karena cahaya
matahari tidak dapat masuk langsung.
Lahir normal dengan berat badan 2550 gram, saat ini usia Siti 19 bulan dengan berat
badan 7600 gram. Ny. Novia tidak ingat berapa panjang badan Siti saat lahir, saat ditanyakan ibu
mengatakan bahwa buku KMS nya hilang. Namun ibu menyatakan bahwa imunisasi dasar telah
lengkap dijalankan.
Saat ini Siti masih meminum ASI. Tapi ia memiliki kebiasaan sering jajan makanan yang
kurang bergizi seperti ciki, cilok, cilor dsb. Kebiasaan ini membuatnya malas untuk makan
makanan berat diikuti dengan ibu yang kurang antusias memberikan makanan pada anaknya.
Makanan sehari-hari biasanya 2-3x, porsi sedikit, kurang dari 10 sendok, dengan lauk (telur,
ikan, ayam) dan sayuran berkuah, disertai selingan makanan berupa biscuit dan susu dari klinik
gizi. Pada saat kunjungan rumah ibu terlihat masih kurang mengerti perihal pentingnya makanan
bergizi seimbang pada balita. Sehingga pemberian edukasi menjadi peran yang sangat penting
untuk menyokong status gizi Siti.
Selain itu, sudah 2 bulan Siti menjalani pengobatan infeksi paru di RSUD Kota Bogor,
hal ini membuat ibu berfikir bahwa tidak apa jika tidak datang kontrol ke puskemas dan
posyandu, sehingga catatan data perkembangan gizi menjadi sedikit. Menurut ibu, Siti di
diagnosa menderita TB oleh dokter anak, meskipun pemeriksaan mantoux (-) dan Rontgen
menyatakan mengarah kepada bronkopneumonia. Siti terlihat kurus, rambut berwrna agak
kecoklatan dan tipis namun tidak rontok, serta mudah rewel.
Edukasi yang diberikan terhadap ibu adalah untuk mengganti jenis menu makanan agar
anak tidak cepat bosan. Serta saran agar perlahan membiasakan untuk tidak memberikan anak
jajanan makanan yang kurang bergizi guna membangkitkan nafsu makan terhadap makanan
pokok. Ibu harus tetap datang ke klinik gizi agar perkembangan tercatat dan terpantau dengan
maksimal. Serta jangan malas memberi makan anak apabila anak tidak mau makan, tetap berikan
anak makan dengan hidangan yang lebih beragam.
Berat Badan Panjang Badan Status Gizi
Sebelum Intervensi
7,6 kg 76 Sangat Kurus
Berat Badan Panjang Badan Status Gizi
Setelah Intervensi
7,8 kg 76 Kurus