Anda di halaman 1dari 2

Flu singapura atau dikenal juga sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) ini

merupakan suatu penyakit yang bersifat self-limited disease yang dapat sembuh dalam waktu 7-
10 hari. Tujuan terapi farmakoterapi adalah mengurangi morbiditas dan mencegah komplikasi.
Pengobatan HFMD bersifat suportif dan ditujukan untuk meredakan gejala (Andriyani et al.,
2010). Sampai saat ini, belum tersedia antivirus yang spesifik untuk menyembuhkan HFMD
(Roy & Halder, 2010).
a. Tatalaksana umum
Tatalaksana umum meliputi edukasi untuk mencegah penularan dan penyebaran
virus yaitu edukasi bahwa virus yang menyebabkan HFMD tetap ada di feses pasien
selama satu bulan. Edukasi pentingnya teknik mencuci tangan yang baik dan benar untuk
mengurangi potensi penyebaran penyakit. Edukasi untuk tidak memecahkan lepuhan atau
bintil untuk mengurangi penyebaran virus. Anjurkan pasien untuk lebih sering minum
untuk mencegah dehidrasi. Ganti diet menjadi makanan lunak jika terjadi lesi di mulut.
Anjurkan pasien untuk banyak istirahat di rumah sampai keadaan umum pasien membaik
dan seluruh lesi pecah dan kering untuk mempercepat proses penyembuhan HFMD yang
bersifat self limited disease.
b. Tatalaksana khusus
Tatalaksana khusus meliputi topikal dan sistemik. Tatalaksana topikal diantaranya
yaitu dengan pemberian obat topikal anestesi pada lesi sebelum makan berupa larutan
dyclonine hydrochlorida 0,5% dalam bentuk mouthwash atau spray atau gel lidokain
untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada lesi di mulut saat penderita makan.
Tatalaksana sistemik diantaranya berupa terapi simptomatik yaitu pemberian antipiretik
untuk mengatasi demam dan analgesik untuk mengatasi arthralgia.
Pada penderita HFMD yang tidak mau minum, dapat diberikan terapi cairan
secara intravena untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan syok. Nyeri dapat diobati
dengan dosis standar asetaminofen atau ibuprofen. Lesi kulit pada penderita HFMD tidak
memerlukan perawatan khusus. Antibiotik topikal atau oral dapat diberikan terutama jika
terjadi infeksi sekunder.
Andriyani, C., Heriwati, D.I. & Sawitri, 2010. Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (Hand-Foot-
and-Mouth Disease). Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, Agustus. pp.143-50.

Roy, N. & Halder, N., 2010. Compartmental Modeling of Hand, Foot and Mouth Infectious
Disease (HFMD). Research Journal of Applied Sciences, 5(3), pp.177-82.