Anda di halaman 1dari 3

RESUME

REGULASI EKSPRESI GEN PADA PROKARIOT


Kelompok 15 Offering C
Andy Heppi Risma Jaya (150341605349)
Nurul Marifah (150341601660)

KONTROL POSITIF DARI OPERON lac OLEH CAP DAN AMP SIKLIK
Model operon dikemukakan oleh Jacob dan Monod. Keberadaan glukosa telah lama diketahui untuk
mencegah induksi dari lac operon. Fenomena ini disebut dengan represi katabolit atau efek glukosa.
Repressi katabolit dari lac operon diketahui termediasi via kontrol positif dari transkripsi oleh
protein regulatory yang disebut CAP (Catabolite Activator Protein) dan molekul kecil efektor yang disebut
AMP Siklik (Adenosine-3, 5-phospate). lac promoter memiliki dua binding site terpisah, satu untuk RNA
polymerase dan satu lagi untuk kompleks CAP-cAMP. Kompleks CAP-cAMP harus berikatan dengan
binding site pada lac promoter agar operon terinduksi.
CAP berfungsi sebagai dimer yang multimerik pada daerah fungsionalnya. cAMP berperan sebagai
molekul efektor yang menggabungkan CAP pada lac promoter saat transkripsi lac operon. Hanya kompleks
CAP-cAMP yang melekat pada promoter, pada kasus hilangnya cAMP, CAP tidak melekat.
Konsentrasi tinggi glukosa dapat menurunkan konsentrasi intraselular cAMP. Kemungkinan hal
tersebut dikarenakan glukosa menghambat aktivitas adenylcyclase (enzim yang mengkatalisis perubahan
cAMP dari ATP). Saat CAP dan lac promoter tidak membentuk ikatan, maka RNA polymerase tidak dapat
berikatan dengan lac promoter. Hasil dari kontrol positif transkripsi dari lac operon oleh CAP-cAMP,
transkripsi dari lac operon tidak melebihi 2 persen dari induksi dari adanya glukosa.

REGULASI KOMPLEKS DARI ara OPERON


Arabinose operon E.coli biasanya memiliki pola regulasi yang masih belum lengkap. Pada lac dan
trp operon, produk dari gen regulator, represor, berfungsi pada sisi negatif dari operon yaitu menghentikan
transkripsi pada operon. Catabolite Activator Protein (CAP) meliputi kontrol positif pada lac operon dengan
menstimulasi transkripsi pada operon. Komponen regulator yang mengontrol transkripsi ara operon meliputi
satu elemen yang berperan dari jarak sampai 200 pasang nukleotida dari promoter untuk membantu fungsi
regulasinya.
Arabinosa (ara) operon dari E.coli terdiri dari tiga gen struktural (araB, araA, dan araD) yang
mengkode tiga enzim yang berperan dalam katabolisme arabinosa. Tiga gen ini mentranskripsi mRNA
tunggal yang diinisiasi oleh promoter yang disebut PBAD. Protein regulator mayor dari ara operon (protein
araC) diproduksi dari transkrip yang diinisiasi oleh promoter yang disebut Pc. Promoter Pc hanya terlihat
jelas pada jalur pasangan nukleotida dari PBAD, tetapi dua promoter menginisiasi transkripsi pada arah yang
berlawanan.
Protein araC berperan sebagai regulator negatif (represor) pada transkripsi dari gen struktural araB,
araA, dan araD dari promoter PBAD dalam kondisi tidak hadirnya arabinosa dan siklus calvin (cAMP).
Protein araC berperan sebagai regulator positif (aktivator) pada proses transkripsi dari gen promoter P BAD
ketika arabinosa dan cAMP ada. Artinya prosesnya bergantung pada ada atau tidaknya efektor dari molekul
arabinosa dan cAMP. Regulasi transkripsi dari ara operon E.coli lebih kompleks daripada regulasi
transkripsi dari lac operon dari bakteri tersebut.

TEKANAN PROFASE LAMDA SELAMA LISOGENI


Ketika temperatur dari bakteriofag seperti kehadiran lamda di dalam kondisi profage dalam sel
lisogeni maka gen yang mengkode replikasi DNA fage, morfogenesis fage, dan lisis dari sel host-tidak harus
diekspresikan. Gen C1 Fage lamda mengkode untuk represor, yang berada dalam wilayah dimer dan tetramer
yang berikatan pada dua daerah region yang mengatur transkripsi gen lamda yang dilibatkan dalam
pertumbuhan litik. Dua daerah region ini disebut OL dan OR, tumpang tindih dengan sekuen promoter dimana
RNA polimerase berikatan dan menginisiasi transkripsi dari gen yang mengontrol perkembangan litik.
Dengan terikatnya represor pada dua daerah operator, RNA polimerase tidak dapat berikatan dengan
dua promoter, oleh karena itu transkripsi dimulai. Dalam jalur ini, gen fage terus ditekan, memungkinkan
profage dorman untuk ditransisikan dari sel host induk menuju sel progeni generasi setelah generasi.

1
Mekanisme yang bertanggung jawab untuk keputusan antara perkembangan litik dan perkembangan
lisogenik setelah infeksi dari sel E. coli dengan fage lamda sangat kompleks melibatkan antara beberapa gen
pengatur lamda lainnya.

PENGATURAN TRP OPERON MELALUI PEREDAMAN


Represi dan derepresi dapat mengubah level ekspresi gen struktural trp operon melalui sekitar 70
lipatan. Level kedua regulasi trp operon dinamakan peredaman dan sekuen pada trpL yang mengatur
fenomena ini disebut peredam (attenuator). Peredaman terjadi melalui pengaturan terminasi transkripsi pada
situs dekat ujung sekuen mRNA leader. Terminasi permatur trp operon transkripsi terjadi hanya pada
keberadaan triptofan tRNA trp dan menghasilkan suatu 140 nukleotida sekuen transkripsi leader.
Daerah attenuator memiliki sekuen pasangan nukleotida identik untuk sinyal transkripsi terminasi
yang ditemukan pada ujung operon. Sinyal terminasi ini terdiri dari palindrom yang kaya GC diikuti oleh
beberapa pasangan basa AT. Transkripsi pada sinyal terminasi menghasilkan suatu RNA baru dengan
potensial untuk membentuk suatu sturkur jepit ramput yang berikatan hidrogen diikuti beberapa U. Ketika
suatu transkrip muda membentuk struktur jepit rambut, hal ini merupakan penyebab suatu perubahan
konformasi yang berasosiasi dengan RNA polimerase, hasilnya terminasi transkripsi diikuti lebih banyak
daerah ikatan hidrogen lemah pada pasangan basa DNA-RNA.
Regulasi transkripsi oleh redaman tidak unik untuk trp operon. Enam operon (trp, thr, ilv, leu, phe,
dan his) diketahui diatur dengan atenuasi. Dari jumlah tersebut, trp dan mungkin phe juga diatur oleh
represi. Operon, yang telah lama dianggap direpresi dan diyakini diatur sepenuhnya oleh redaman.
Meskipun rincian kecil bervariasi dari operon untuk operon, fitur utama dari pelemahan adalah sama untuk
semua keenam operon.

PENGHAMBATAN UMPAN BALIK DAN ENZIM ALOSTERIK


Kehadiran konsentrasi yang cukup dari hasil akhir (seperti histidin atau triptofan) dari jalur
biosintesis sering akan mengakibatkan penghambatan enzim pertama dalam jalur, fenomena ini dinamakan
umpan balik penghambatan atau produk akhir. Umpan balik penghambatan menghasilkan penangkapan
disaat sintesis produk akhir ketika ditambahkan ke medium.
Umpan balik sensitivotas enzim inhibisi memiliki situs produk akhir yang mengikat. Dalam kasus
beberapa enzim multimerik, produk akhir atau situs mengikat pada subunit yang berbeda (polipeptida) dari
situs substrat. Setelah mengikat produk akhir, seperti enzim diyakini mengalami perubahan konformasi,
yang disebut transisi alosterik, yang mengurangi afinitas mereka untuk substrat mereka. Protein yang
mengalami perubahan konformasi tersebut biasanya disebut sebagai protein alosterik.

URUTAN TEMPORAL EKSPRESI GEN SELAMA INFEKSI FAG


Regulasi dari ekspresi gen selama siklus hidup lytic dari bakteriofage cukup berbeda dari
karakteristik tombol reversible on-off pada operon bakteri. Sekumpulan gen fage, biasanya disebut early
gene, terekspresi secara cepat setelah infeksi. Produk dari satu atau lebih dari gen early bertanggung jawab
untuk memutuskan ekspresi dari gen early dan menghidupkan atau mengaktifkan ekspresi dari kumpulan
gen selanjutnya, dan seterusnya.
Pada sel T7 phage yang terinfeksi, gen early ditranskripkan oleh RNA polimerase E. Coli. Satu dari
gen early mengkode RNA polimerase T7, yang kemudian mentranskripsikan semua gen late. Bacillus
subtilis fag SP01 menampilkan sedikit lebih kompleks jalannya dari ekspresi gen percontohan, termasuk tiga
kumpulan gen yang disebut gen early, middle, dan late berdasarkan waktu merekan dalam ekspresinya
selama siklus reproduksi. early gen SP01 di transkipkan oleh RNA polymerase B. Subtilis. Satu dari gen
early memproduksi polipeptida yang berikatan dengan RNA polimerase sel inang, merubah kehususan
seperti yang di transkripkan pada gen midle dari SP01. Dua dari produk gen middle adalah, polipeptida
yang bergabung dengan RNA polimerase B. Subtilis, secara cepat merubah kehususan mereka sehingga
berakibat pada transkrip gen late pada SP01.
T4 fag memperlihatkan pola yang bahkan lebih komplek dari ekspresi gen percontohan, termasuk
beberapa modifikasi yang berbeda dari RNA polimerase sel inang. Dengan demikian, pada kasus bakterial
virus, kontrol dari ekspresi gen percontohan yang terobservasi muncul terutama pada level transkripsi dan
dimediasi oleh interaksi RNA polimerase- sekuen promoter.

2
PERTANYAAN

1. Apa perbedaan fungsi antara CAP dengan cAMP?


Jawab: Perbedaannya adalah CAP berfungsi sebagai dimer yang multimerik pada daerah
fungsionalnya sedangkan cAMP berperan sebagai molekul efektor yang menggabungkan CAP pada
lac promoter saat transkripsi lac operon.