Anda di halaman 1dari 3

140

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari asuhan kebidanan secara komprehensif yang dilakukan penulis kepada
klien penulis menyimpulkan hasil asuhan yang telah diberikan dengan 7
langkah varney sebagai pola pikir asuhan dan mendokumentasikan dengan
metode SOAP.
1. Pengkajian pada Ny.P sejak hamil, bersalin, bayi baru lahir, dan nifas telah
sesuai dengan pendekatan manajemen kebidanan hanya saja pada masa
hamil didapati ibu mengeluh sering kencing, susah tidur dan sakit
pinggang pada kehamilan trimester III dan pada persalinan ada keluar
darah dari jalan lahir tanpa disertai nyeri.
2. Diagnosa yang diperoleh pada masa kehamilan G2P1A0 usia kehamilan 38
minggu, Janin Tunggal Hidup Intra Uterin, kala I dengan plasenta previa.
Diagnosa kala II . Diagnosa Kala III, Kala III. Diagnosa Kala IV, Kala IV.
Bayi baru lahir dengan diagnosa 0-28 hari dan nifas dengan diagnosa 2
jam-40 hari post SC .
3. Kebutuhan terhadap tindakan segera pada ibu hamil tidak ditemukan,
bersalin di temukan ibu mengalami perdarahan 300 cc, Asuhan
persalinan yang dilakukan pada Ny. P dilakukan dengan tindakan, bayi
dilahirkan dengan Section Cesarea (SC) karena ibu mengalami perdarahan
bayi baru lahir, dan nifas melalui pendekatan manajemen kebidanan tidak
dilakukan Karena tidak ada hal yang membutuhkan tindakan segera.
4. Rencana asuhan kebidanan yang menyeluruh pada ibu hamil, bersalin,
bayi baru lahir, dan nifas melalui pendekatan manajemen kebidanan telah
disusun sesuai kebutuhan ibu dan bayi.
5. Menyusun asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan
nifas melalui pendekatan manajemen kebidanan telah sesuai dan
terlaksana.

140
141

6. mengimplementasikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, bayi


baru lahir dan nifas melalui pendekatan manajemen kebidanan telah sesuai
dan terlaksana.
7. Mengevaluasi asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir
dan nifas melalui pendekatan manajemen kebidanan telah sesuai dan
terlaksana.
8. Pendokumentasian hasil asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, bayi
baru lahir, dan nifas telah sesuia dengan metode SOAP (Subjektif,
Objective, Assessment dan Planning).

B. Saran
1. Bagi Mahasiswa Kebidanan
Agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam mempelajari
kasus-kasus pada saat praktik dalam bentuk manajemen SOAP serta
menerapkan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan yang telah di
tetapkan sesuai dengan kewenangan bidan yang telah diberikan kepada
profesi bidan. Serta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan dalam melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif
terhadap ibu hamil, bersalin, Nifas, BBL, dan KB, agar Bidan mampu ikut
berperan dalam penurunan AKI dan AKB di Indonesia, terlebih di
Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

2. Bagi Institusi Pendidikan


Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi
mahasiswa dengan menyediaan fasilitas sarana dan prasarana yang dapat
mendukung peningkatan kompetensi dan keterampilan mahasiswa dalam
memberikan Asuhan kebidanan yang berkualitas dan sesuai standar
sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
3. Bagi Lahan Praktek
Asuhan yang sudah diberikan pada klien sudah cukup baik dan
memenuhi standar asuahn kebidanan, tetapi hendaknya lebih
142

meningkatkan mutu pelayanan agar dapat memberikan asuhan yang lebih


baik sesuai dengan standar asuhan kebidanan serta dapat mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan agar dapat menerapkan setiap
asuhan kebidanan sesuai dengan teori dari hamil, bersalin, bayi baru lahir.
4. Bagi Klien
Agar klien memiliki kesadaran untuk selalu memeriksakan
keadaan kehamilan secara teratur sehingga akan merasa lebih yakin dan
nyaman karena mendapatkan gambaran tentang pentingnya pengawasan
dan pemeriksaan pada saat hamil, bersalin, bayi baru lahir, dan nifas
dengan melakukan pemeriksaan rutin di pelayanan kesehatan.