Anda di halaman 1dari 9

Merangkai Rangkaian listrik Seri dan Paralel Besarta Teori kerjanya

Bismillahirohmanirohim

Pada kesempatan kali ini saya akan kembali membahas tentang rangkaian, dan asal sobat tahu saja,
pembahasan tentang rangkaian ini adalah pembahasan yang sangat saya senangi....

Tahukah kamu, instalasi jenis apakah yang rumah sobat gunakan?

Agar lebih tahu, Dalam sebuah rangkaian instalasi listrik, terdapat beberapa tipe rangkaian, dan ada
beberapa tipe rangkaian yang paling sering digunakan sebagai instalasi penerangannya, antara lain :
rangakain seri, rangkaian paralel, dan rangkaian kombinasi atau rangakian seri paralel

Tahukah kamu? Apa itu rangkaian seri

Rangkaian seri adalah rangkaian yang memiliki komponen dan beban (lampu, resistor atau lain -
lain) saling terhubung satu sama lain dengan sejajar, maka dari itu rangkaian ini akan mengurutkan
satu komponen ke komponen lain. Karena pemasangan dari rangkaian seri ini berjajar, maka
pembagian tegangan dari sumber tegangan akan merata ke seluruh komponen
Coba perhatikan gambar

Gambar Rangkaian Seri diatas menunjukan bahwa ke -4 lampu yang disusun seri diatas akan saling
berbagi tegangan karena memiliki sumber yang sama dalam satu jalur yang sama pula

Contohnya

Jika tegangan 6 Volt dan pada rangkaian memiliki 4 lampu, maka setiap lampu akan menerima 1.5
Volt karena 1.5 + 1.5 + 1.5 + 1.5 = 6 V (terbagi secara merata)

Untuk rangkaian lain bisa dibaca di Kumpulanrangkaian


Lalu bagaimana dengan rangkaian paralel

Sementara untuk rangkaian Paralel adalah rangkaian yang komponen atau bebannya dipasang
secara berderet, oleh karena itu pada rangkaian paralel komponen atau beban (lampu) tidak saling
terhubung namun memiliki input atau sumber yang sama. Karena tidak saling terhubung maka
tegangan dari sumber tidak akan terbagi pada komponen lain dan akan menghasilkan tegangan yang
maksimal

Coba perhatikan gambar

Contoh diatas adalah salah satu cara pemasangan lampu secara paralel, yang menunjukan bahwa
setiap lampu memiliki sumber yang sama namun tidak saling berhubungan, sehingga tegangan dari
sumber akan langsung masuk pada lampu atau komponen elektronika lain

Misalnya
Sumber memiliki tegangan 6 V, maka setiap lampu akan menerima 6 V. Oleh karena itu pemakaian
listrik dari rangkaian paralel akan lebih boros dibanding dengan rangkaian seri

Keuntungan dan kelebihan dari rangakain seri dan paralel

Keuntungan penggunaan rangkaian Seri


1 karena pemakaian yang disusun sejajar, maka penyusunan dan pemasangan kabel listrik akan sangat
diminimalisir sehingga cukup efektif dan efisien
2 selain dapat diminimalisir, pemasangannya juga dapat dilakuakan lebih mudah dari pada yang
paralel
3 daya listrik yang digunakan akan diperkecil dan akan membuat pemakaian daya listrik lebih hemat

Sementara untuk kekurangan dari rangkaian seri adalah :


1 kerena Komponen (lampu) satu dengan yang lain pada rangkaian seri saling terhubung, maka
apabila salah satunya mengalami masalah, maka semuanya akan mengalami dampaknya (ganguan)
2 karena tegangan listrik dari sumber terbagi kesetiap komponen (lampu) maka energi yang dilepas
dari komponen tersebut kurang maksimal, misalnya pada lampu yang akan lebih redup dibanding
dengan rangakaian paralel
3 karena rangakaian seri memiliki rangkaian yang saling terhubung, maka akan sulit ditur, misalnya
pemberian saklar untuk memadamkan salah satu lampu saja

Selanjutnya

Sementara untuk kekurangan dan kelebihan rangakaian paralel :

Kelebihannya meliputi :
1 karena tegangan penuh masuk pada satu lampu atau kompenen lain, maka pemakaiannya juga akan
sangat maksimal
2 bila salah satu mengalami kerusakan, tidak akan berpengaruh pada yang lain
3 mudah diatur, misalnya pemasangan saklar untuk mematikan salah satu lampu saja

Kekurangan dari rangakaian paralel adalah :


1 memakan banyak biaya dan daya karena satu komponen saja akan mengeluarkan energi penuh
2 pemasangannya akan lebih rumit dari seri
3 pemakain kabel yang juga akan jauh lebih banyak tentunya

Nah,

Setelah sobat membaca kekurangan dan kelebihan dari rangakain seri dan paralel ini, akan ada catatan
penting....

Apakah itu ?

Kekurangan dari rangakaian seri dapat diatasi oleh rangakai paralel begitupun sebaliknya, kekurangan
dari rangakaian paralel dapat diatasi dengan rangakaian Seri

Misalnya pada poin dimana pemakaian kabel pada rangakian paralel lebih banyak dibanding dengan
rangkaian seri dan justru rangakaian seri dapat meminimalisir penggunaan kabel

Oleh karena itu penggunakan rangakaian seri dan paralel dapat dikombinasikan dengan nama
rangakian Seri paralel atau rangakian kombinasi yang akan membuat rangakai yang sobat buat akan
lebih hemat, maksimal, powerful, efektif dan efissien

Namun kekurangan dari rangkaian kombinasi atau rangakain seri paralel ini adalah
perancangan rencana kerja yang sangat sangat sangat sangat rumit

Salah satu contoh pemasangan rangakain kombinasi yang dapat diatur pula adalah rangakain ini,
silahkan dibaca : mari merangkai instalasi lampu terangredup menggunakan saklar tukar

Atau juga boleh lihat gambar dibawah ini :


Gambar Simulasi diatas hanyalah salah satu contoh sederhana rangkaian kombinasi seri paralel yang
mana pemasangan lampu disesuaikan dengan luas ruangan tesebut.

Ruangan pertama memiliki 1 buah lampu yang bertegangan 5V membuat lampu akan menerangi
ruangan tersebut dengan terang dan merata

Sementara untuk ruangan kedua, bila memasang satu lampu bertegangan 5 V akan terangan, namun
tidak akan menerangi secara merata karena ruangan yang terlalu memanjang

Sementara itu juga, bila mana pemasangan lampu bertegangan 5 V dua buah dengan paralel akan
lebih memakan biaya

Oleh karena itu dilakukan pemasangan seri agar penerangan merata sampai keseluruh ruangan. karena
pemasangan dibuat seri, daya listrik tidak akan jauh beda dengan ruangan pertama
Begitu pula dengan ruangan 3 dan 4 yang bersistem kombinasi
Rangkaian Seri Paralel
Resistor(Hambatan) :
Materi, Contoh Soal, dan
Pembahasannya
May 23, 2017, admin, Leave a comment

Rangkaian Seri Paralel Resistor(Hambatan) : Materi, Contoh Soal, dan


Pembahasannya Hambatan atau resistor dapat dirangkai seri maupun paralel. Pada
rangkaian seri maupun rangkaian paralel hambatan akan mempengaruhi nilai arus maupun
tegangan pada masing-masing rangkaian. Dan setiap bentuk rangkaian resistor dapat diganti
dengan sebuah hambatan pengganti. Berikut ini adalah penjelasan materi mengenai rangkaian
seri dan paralel hambatan(resistor).

Rangkaian Hambatan Seri


Bentuk rangkaian seri hambatan(resitor) adalah seperti berikut ini:

Arus pada rangkaian hambatan seri memiliki nilai yang sama sehingga :

Itot=I1=I2=I3
Sedangkan tegangan pada rangkain hambatan seri yaitu :

Vtot=V1+V2+V3
Maka hambatan total pada rangkaian hambatan seri (hambatan pengganti ) yaitu :

VtotItotRtotRtot=V1+V2+V3=I1R1+I2R2+I3R3=R1+R2+R3
Rangkaian Hambatan Paralel
Bentuk rangkaian hambatan paralel adalah sebagai berikut:
Arus pada rangkaian hambatan paralel mengikuti Hukum I Kirchoff

Imasuk=Ikeluar
Itot=I1+I2+I3

Sedangkan tegangan pada rangkaian hambatan paralel memiliki nilai yang sama sehingga :

Vtot=V1=V2=V3

Sehingga rangkaian total hambatan paralel (hambatan pengganti) yaitu:

ItotVtotRtot1Rtot=I1+I2+I3=VIRI+V2R2+V3R3=1RI+1R2+1R3
Contoh Soal 1:
Perhatikan rangkaian hambatan(resistor) campuran di bawah ini!

Tentukan :
a. Hambatan total rangkaian
b. Arus total
c. Arus di R1
d. Tegangan di R1
e. Arus di titik B-C
f. Tegangan di titik B-C
g. Tegangan di R2
h. Arus di R2
i. Tegangan di R3
j. Arus di R3

Penyelesaian :

a. Hambatan total rangkaian :


Langkah pertama menghitung hambatan pengganti di rangkaian paralel yaitu di titik B-C :

1RBCRBC=1R2+1R3=11+12=22+12=32=23
Hambatan total rangkaian :

Rtot=R1+RBC=2+23=63+23=83
b. Arus total

Vtot8Itot=ItotRtot=Itot83=838=3A
c. Arus di R1 :
Arus di R1 sama dengan arus total :

I1=Itot = 3 A

d. Tegangan di R1 :

V1=I1R1=32=6volt
e. Arus di titik B-C :
Arus di titik B-C sama dengan arus total :
IBC = Itot = 3 A

f. Tegangan di titik B-C :


Perlu diketahui bahwa hambatan di titik BC adalah hambatan pengganti paralel yang
nilainya 23
VBC=IBCRBC=323=2volt
Untuk mencari tegangan di BC dapat juga dengan cara :

Vtot8VBC=V1+VBC=6+VBC=2volt
g. Tegangan di R2 sama dengan tegangan di titik BC, karena berupa rangkaian paralel
yang besar tegangannya sama :
V2 = VBC = 2 volt

h. Arus di R2 :

V22I2=I2R2=I21=2A
i. Tegangan di R3 :
Tegangan di R3 sama dengan tegangan di titik BC dan juga sama dengan tegangan di
R2 karena berupa rangkaian paralel yang memiliki besar tegangan yang sama :
V3 = V2 = VBC = 2 volt

j. Arus di R3 :

V32I3=I3R3=I32=1A
Atau bisa juga dengan cara Hukum I Kirchoff:

ImasukI13I3=Ikeluar=I2+I3=2+I3=1A
Contoh 2 :
Resistor pengganti rangkaian di bawah ini adalah .

A. 8
B. 7
C. 6
D. 5
E. 4

Pembahasan :
Rangkaian total hambatan paralel :

1RpRp=14+14=24=42=2
Rangkaian pengganti total hambatan :
Rtot=3+2+2 = 7

Jawaban : B

Contoh Soal 3 :
Perhatikan gambar di bawah ini.
Jika resistor pengganti rangkaian di atas adalah 20 . Besar resistor R4 adalah .
A. 8
B. 7
C. 6
D. 5
E. 4

Pembahasan :

Rtot2020Rparalel=R1+Rparalel+R5=8+Rparalel+11=19+Rparalel=1
1Rparalel116616R4=1R2+1R3+1R4=12+26+1R4=56+1R4=1R4=6
Jawaban : C