Anda di halaman 1dari 1

Dalam penentuan jarak crossing over menggunakan 3 sifat beda,

terbentuklah 4 macam rekombinasi. 2 macam yang pertama berupa tipe parental


yang memiliki jumlah besar. Lalu terdapat single crossing over yang terjadi antara
dua gen yang berdekatan. Biasanya terjadi antara gen di kiri dengan gen yang
berada di tengah serta gen yang berada di tengah dengan gen yang berada di
bagian kanan. Untuk yang terakhir berupa double crossing over yang terjadi di
dua tempat. Hasil dari crossing over yang terakhir ini memiliki jumlah paling
kecil. Sehingga urutan hasil rekombinan yang muncul berupa tipe parental yang
memiliki hasil terbanyak yang kontras dengan tipe double crossing over yang
paling sedikit. Lalu single crossing over memiliki jumlah hasil rekombinan yang
sedang dibandingkan keduanya. Informasi ini dibutuhkan dalam penentuan
susunan 3 gen serta urutannya dalam kromosom (Graf, 2012).

Selain berperan dalam penentuan jarak serta susunan 3 gen dalam three
point test , pindah silang ganda juga berguna dalam penghitungan koefisien
koinsiden yang merupakan penghitungan persentase bahwa salah satu crossing
over yang terjadi dapat menghambat terjadi crossing over yang lain yang terjadi di
sekitarnya. Koefisien koinsiden dapat ditentukan dengan rumus jumlah pindah
silang ganda yang muncul dibagi dengan jumlah pindah silang ganda yang
diharapkan (Snustad and Simmons,2015)

Dafpus:

Graf, Ulrich , Schaik ,Nacy Van and Wrgler, Friedrich E . 2012. Drosophila
Genetic : a practical course. Berlin : Springer Science & Business Media

Snustad D Peter and Simmons Michael J. 2015. Principles of Genetics seventh


edition. USA : John Wiley & Sons,Inc.