Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH STUDY ESKURSI

PT. COCA COLA AMATI INDONESIA

Disusun Oleh :

M Zainul Bahar Noor 201410170311136

Dosen Pendamping : Adi Prasetyo, SE., M.Si

Program Studi Akuntansi - Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Muhammadiyah Malang
Desember 2017

1
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.wb.
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan Rahmat, Karunia dan Ridho-Nya
sehingga kami dapat merampungkan pembuatan makalah ini dengan baik. Dalam pembuatan
makalah ini banyak pihak yang terlibat, untuk itu kami selaku penyusun mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Teman-teman yang telah rela meluangkan waktunya dalam pembuatan makalah ini
hingga selesai serta kepada pihak-pihak lain yang terlibat dalam pembuatan makalah
ini.
Dalam pembuatan makalah ini kami sadar bahwa makalah ini jauh dari sempurna, untuk
itu kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam makalah ini dan kami mengharap kritik dan
saran yang dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang kami miliki.
Kami berharap dengan adanya makalah ini dapat membantu teman-teman mahasiswa
untuk memahami materi mengenai Hasil dari Study Eskursi di PT. Coca Cola Amatil serta dapat
memberikan manfaat dalam kelangsungan proses belajar dan mengajar khususnya di dalam
kelas.
Wassalamualaikum Wr.wb.

Malang, 18 Januari 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................... 2
1.3 Tujuan........................................................................................................ 2
BAB II PROFIL PERUSAHAAN.......................................................................... 3
2.1 Nama Perusahaan....................................................................................... 3
2.2 Badan Hukum............................................................................................ 5
2.3 Jenis Usaha................................................................................................ 5
2.4 Pemilik....................................................................................................... 7
2.5 Susunan Pimpinan Perusahaan.................................................................. 8
BAB III HASIL STUDI ESKURSIE....................................................................... 9
3.1 Laba bersih................................................................................................. 9
3.2 Penetapan Harga Pokok............................................................................. 10
3.3 Sumber Modal........................................................................................... 10
3.4 Perbedaan Biaya Produk............................................................................ 12
BAB IV KESIMPULAN......................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 15

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perusahaan dapat difinisikan sebagai suatu lembaga yang diorganisir dan dijalankan
untuk menyediakan barang/jasa bagi masyarakat. Untuk dapat menjalankan usaha, setiap
perusahaan membutuhkan dana. Dana dapat diperoleh dari pemilik perusahaan maupun dari
utang. Dana yang di terima perusahaan digunakan untuk membeli aktiva tetap untuk
memproduksi barang/jasa, membeli bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan penjualan.
Dengan demikian maka manajer keuangan dalam menjalankan fungsi penggunaan dana
harus selalu mencari alternatif-alternatif investasi untuk kemudian dianalisa, dan dari hasil
analisa itu harus diambil keputusan alternatif investasi mana yang akan dipilih. Dengan kata
lain manajer keuangan harus mengambil keputusan investasi.
Pengolahan keuangan perusahaan perlu diperhatikan, banyak perusahaan yang tidak
mencapai kesuksesan dalam pengolaan perusahaan dikarenakan kurangnya ketelitian
keuangan yang digunakan, keberhasilan perusahaan sangat didukung dan ditentukan oleh
kemampuan perusahaan tersebut dalam mengolah keuangan, adalah memaksimalkan dalam
pengalokasian kekayaan perusahaan yang tepat dan sesuai sehingga keberhasilan perusahaan
dapat dicapai.
PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) adalah salah satu perusahaan yang memproduksi
minuman ringan dengan brand yang sudah terkenal hampir diseluruh dunia bernama Coca-
Cola. Demi menunjang bisnisnya di Indonesia CCAI gencar melakukan berbagai investasi.
Investasi ini merupakan realisasi dari rencana ekspansi kapasitas produksi dan distribusinya
di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan level pelayanan untuk terus memberikan servis
terbaik kepada semua pelanggan minuman di Indonesia.
Dengan dilakukannya berbagai investasi dalam bidang produksi dan pemasarannya ini
membuat CCAI sampai saat ini masih menjadi market leader dalam industri minuman
berkarbonasi.

4
1.2 Rumusan Masalah

1. Dari mana saja sumber modal PT. Coca Cola Amatil Indonesia ?
2. Bagaimana penetapan harga pokok PT. Coca Cola Amatil Indonesia ?
3. Biaya apa yang membedakan antara produk yang menggunakan RGB dengan PET?
4. Bagaimana kondisi laporan laba rugi dari tahun 2015 2016 apakah mengalami kenaikan
atau penurunan

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui dari mana saja sumber modal PT. Coca Cola Amatil Indonesia.
2. Untuk mengetahui penetapan harga pokok PT. Coca Cola Amatil Indonesia.
3. Untuk mengetahui biaya dari produk yang menggunakan RGB dengan PET.
4. Untuk mengetahui di tahun 2015 2016 PT. Coca Cola Amatil Indonesia mengalami
laba atau rugi.

5
BAB II
PROFILE PERUSAHAAN
2.1 Nama Perusahaan
Sejarah Perusahaan

Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth
Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama
kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M.
Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena
berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia
menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling
terkenal di dunia.

Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai
macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian
dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan
yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta
serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatkan
nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.

Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan
kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata
berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan
mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki
Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu
juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola,
dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.

Sejarah Coca-Cola di Indonesia

Coca-Cola pertama kali hadir di Indonesia sekitar tahun 1927, ketika Netherland Indische
Mineral Water Fabrieck (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda) membotolkan untuk pertama
kalinya di Batavia (Jakarta). Produksi Coca-Cola lumpuh pada zaman penjajahan Jepang
(1942-1945) tetapi tepat sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, pabrik tersebut

6
beroperasi dibawah nama The Indonesia Bottles Ltd Nv (IBL) dengan status perusahaan
nasional.

Pada tahun 1971, dengan pertambahan mitra usaha dan modal didirikannya pabrik
pembotolan modern pertama di Indonesia dengan nama baru PT. The Jaya Beverages
Bottling Company. Tercatat sampai saat ini 11 pabrik Coca-Cola yang beroperasi di berbagai
provinsi di Indonesia, berturut-turut berdasarkan tahun pendiriannya adalah Jakarta (1971),
Medan (1973), Surabaya (1976), Semarang (1976), Ujung pandang (1981), Bandung (1983),
Padang (1985), Bali (1985), Manado (1985), Banjarmasin (1981), dan Lampung (1995).

Pada tahun 2000, tiga perusahaan baru Coca-Cola di Indonesia didirikan, yaitu PT. Coca-
Cola Bottling Indonesia (CCBI), PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan PT. Coca-Cola
Distribution Indonesia (CCDI).

Sejarah PT Coca-Cola Amatil Indonesia


Coca-Cola Amatil Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-
perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh
pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah
satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.
Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha
Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat
perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Produksi pertama Coca-Cola di
Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan
pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat. Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25
karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi.
Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh
Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola
Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut
mulai bergabung menjadi satu.
Coca-Cola Amatil Indonesia, sebagai perusahaan minuman ringan terkemuka di
Indonesia yang memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-
Cola Company, selalu ingin memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan dan
konsumen.

7
National Contact Centre sebagai Layanan Pelanggan yang dimiliki oleh Coca-Cola
Amatil Indonesia sejak tahun 2005 adalah bentuk komitmen untuk memberikan kemudahan
akses bagi pelanggan, konsumen maupun masyarakat yang ingin berinteraksi dan
membutuhkan layanan dari CCAI. Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang
berkualitas dan handal, proses serta sistem dan teknologi yang terintegrasi.

2.2 Badan Hukum


Badan hukum dalam suatu perusahaan sangat penting, karena badan hukum inilah yang
mengawasi perkembangan dan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. PT. Coca-Cola
Amatil Indonesia (CCAI) merupakan perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas
(PT).

Perseroan Terbatas (PT), adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang
memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham
yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan,
perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum
dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik
perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari
satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung
jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi
kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para
pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut
dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

2.3 Jenis Usaha


PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebuah perusahaan manufaktur yang
memproduksi minuman ringan terkemuka di Indonesia. Jenis usaha yang dilakukannya
antara lain:
Penjualan & Pemasaran
Selain bertindak sebagai produsen dan distributor, perusahaan CCAI juga memasarkan
dan menjual produk Coca-Cola melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang tersebar di

8
seluruh Indonesia, memastikan bahwa produk selalu tersedia di mana saja, kapan saja.
Saluran penjualan CCAI terdiri dari Foodstores (supermarket dan mini market di seluruh
Indonesia) dan General Trade (outlet tradisional). Dan dengan terbatasnya sumber daya dan
kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus berkomitmen untuk
menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, Coca-Cola Amatil Indonesia
terdorong untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi
Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui
Manage Third Party (MTP) model di Indonesia. Sementara melalui saluran (Modern
Immediate Consumption) MIC, CCAI bekerjasama dengan berbagai hotel, restoran, dan caf
ternama untuk memberikan penawaran menarik kepada para konsumen.

Manufaktur
Semua produk yang dijual dan didistribusikan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia
diproduksi langsung di Indonesia. Produk CCAI berasal dari bahan baku pilihan berkualitas
tinggi dan diproses melalui beberapa tahap: penyiapan bahan, pencampuran, pencucian,
pengisian dan penutupan, pengkodean, pemeriksaan, pengemasan, dan pengangkutan.
Saat ini ada delapan pabrik pembotolan yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu di
Cibitung-Bekasi, Medan, Padang, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar.
Semua pabrik diwajibkan untuk mematuhi dan bahkan kerap kali melampaui standarisasi
internasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pabrik CCAI juga teratur
melaksanakan audit di bidang pengawasan mutu, lingkungan, kesehatan dan keselamatan
kerja.

Distribusi

Mayoritas dari produk CCAI didistribusikan melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang
tersebar di seluruh Indonesia. Produk-produk tersebut diangkut oleh truk berukuran besar,
kemudian didistribusikan ke pedagang-pedagang eceran dengan kendaraan yang lebih kecil.
Apabila diparkir berderetan, truk-truk penjualan CCAI akan membentuk garis sepanjang
kurang lebih 17 km, membuat CCAI resmi menjadi salah satu perusahaan distribusi terbesar
di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 80% produk-produk CCAI dijual melalui para pengecer
dan grosir, di mana 90% diantaranya berasal dari kategori pengusaha usaha kecil, dan mereka

9
mempekerjakan kurang dari lima karyawan dengan omset penjualan per tahun kurang dari
Rp. 1 milyar.

2.4 Pemilik
Pada tanggal 7 Agustus 1979 berdiri PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company dengan
status Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendapat kepercayaan dari PT.
COCA-COLA INDONESIA untuk memproduksi dan memasarkan minuman Coca-Cola,
Sprite, Fanta untuk wilayah Jawa Barat. Pembangunan fisik pabrik PT. Tirta Mukti Indah
Bottling Company mulai dilaksanakan tanggal 2 Februari 1982 dengan Loaksi Jl. Raya
Bandung-Garut Km. 26 Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Dengan usaha yang memakan
waktu, tenaga, pikiran dan uang, maka selesailah pembangunan pabrik yang diresmikan pada
tanggal 15 Oktober 1983. Pada tanggal 8 November 1991 PT. Tirta Mukti Indah Bottling
Company resmi berubah menjadi PT. COCA-COLA TIRTALINA BOTTLING COMPANY
dengan status Perusahaan Modal Asing (PMA). Perubahan status ini disebabkan sebagian
saham dari PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company dibeli oleh pihak asing dalam hal ini
Allied Manufacturing and Trading Industries Limited atau biasa disingkan Amatil.

Pemasaran dan penjualan produk PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company diserahkan
kepada PT. Ranca Agung Luhur sebagai distributor tunggal sejak tanggal 22 September 1983
yang kemudian berganti nama menjadi PT.COCA-COLA BANYU UNIT JAWA BARAT
pada tanggal 8 November 1991 bersamaan dengan penggantian nama PT. Tirta Mukti Indah
Bottling Company menjadi PT. COLA-COLA TIRTALINA BPTTLING COMPANY. Baik
PT. COCA-COLA BANYU ARGO maupun PT. COCA-COLA TIRTALINA BOTTLING
COMPANY pada tahun 1995 berafiliasi dengan Coca-Cola Amatil, satu grup perusahaan
Coca-Cola di kawasan Asia Pasifik Eropa Timur yang bermarkas di Sydney Australia. Dan
pada tangggal 1 Januari 2000, terjadi merger perusahaan Coca-Cola diseluruh Indonesia
dengan pergantian nama menjadi PT. COA-COLA AMATIL INDONESIA untuk perusahaan
distributornya. Kemudian pada tanggal 1 Juli 2002, PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling
berubah menjadi PT. Coca-cola Bottling Indonesia dan PT. Coca-Cola Amatil Indonesia
berubah menjadi PT. Coca-Cola Distribution Indonesia.

10
Sedangkan untuk hal-hal yang bersifat penggabungan antara perusahaan pembotolan dan
perusahaan distributor nama perusahaan yang dipergunakan adalah PT. COCA-COLA
BOTTLING INDONESIA. Perubahan nama ini diharapkan dapat membuat masyarakat
Indonesia merasa lebih akrab dengan Coca-Cola.

2.5 Susunan Pimpinan Perusahaan


Setiap perusahaan tentunya memiliki struktur organisasi yang merupakan suatu
pembangun dan pengurus dari organisasi. Struktur organisasi dari PT. Coca-Cola Amatil
Indonesia adalah sebagai berikut

Pimpinan tertinggi dari PT. Coca-cola Botling Indonesia Unit Jawa Barat di pegang oleh
General Manager. General Manager ini membawahi dua perusahaan, yaitu PT. Coca-cola
Bottling Indonesia Unit Jawa Barat sebagai perusahaan pembotolan dan PT.Coca-cola
Distributor Indonesia Unit Jawa Barat sebagai pemasaran produknya untuk wilayah jawa
barat dan sekitarnya. General Manager bertugas sebagai perencana fungsi organisasi serta
wakil perusahaan untuk berhubungan dengan dunia luar perusahaan, masyarakat, dan
pemerintah.

Di kedua perusahaan tersebut, General Manager membawahi langsung enam manager


yang memimpin masing-masing departemen, yaitu Finance Manager, Human Resources

11
Manager yang membawahi Public Relations Manager, Genera sales, Business Service
manager, Technical Operation. Setiap Manager departemen membawahi seorang atau
beberapa supervisor atau officer.

12
BAB III
HASIL OBSERVASI
3.1 LABA BERSIH PT. COCA COLA AMATIL INDONESIA
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu
periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang
lengkap biasanya meliputi:
Laporan Laba-Rugi
Merupakan suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha
perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha untuk satu periode
akuntansi tertentu.
Neraca
Menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta
yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah jenis laporan keuangan yang menyajikan perubahan
keadaan modal selama satu periode. Hal-hal yang mengubah posisi keuangan modal
pemilik adalah besar-kecilnya laba/rugi yang sedang dialami perusahaan.
Jika sedang menanggung Rugi, maka modal akan berkurang. Sebaliknya, jika perusahaan
sedang menanggung Laba, maka modal pemilik akan bertambah. Dan jika ada
pengambilan pribadi (prive) maka akan mengurangi modal.

PT. Coca-Cola Amatil Indonesia merupakan salah satu perusahaan minuman ringan
terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam minuman ringan di
bawah lisensi perusahaan The Coca-Cola Company yang berpusat di kota Atlanta, provinsi
Georgia, Amerika Serikat sebagai perusahaan minuman ringan terbesar di dunia.
Sebagai perusahaan besar tentu PT. Coca-Cola Amatil Indonesia membutuhkan informasi
keuangan perusahaan yang digunakannya untuk menggambarkan kinerja perusahaan
tersebut.
Selain itu laporan keuangan yang diperoleh bertujuan untuk menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan, yang bermanfaat bagi sejumlah besar

13
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi, serta menunjukkan kinerja yang telah
dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber
daya yang dipercayakan kepadanya.
Bidang Usaha PT. Coca Cola Amatil Indonesia adalah salah satu perusahaan minuman
ringan di Indonesia. Perusahaan ini mengolah dan menghasilkan jenis produk minuman
ringan yang segar. Investasi Coca Cola Amatil Indonesia mampu mencapai 100 juta dolar
Australia per tahun untuk periode 2010 2013. Untuk tahun buku 2015 - 2016, Coca Cola
Amatil memperoleh laba yang tidak boleh diungkapkan pada acara Studi Eskursi ini.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja para ujung tombak pemasaran, yaitu para
salesman yang saat ini mempunyai lebih dari 60.000 dister yang tesebar diseluruh wilayah
pemasaran, dan juga melayani secara langsung lebih dari 400.000 pedagang eceran yang
berarti menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi pedagang lokal.

3.2 PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI


Pertanyaan selanjutnya dari kelompok kami adalah bagimana cara PT. Coca Cola Amatil
menetapkan Harga Pokoknya?. PT. Coca Cola Amatil menetapkan harga pokoknya
berdasarkan standar costing. Hal ini sudah mereka gunakan sampai sekarang.

3.3 SUMBER MODAL PT. COCA COLA AMATIL INDONESIA


Struktur modal merupakan keragaman penggunaan berbagai macam sumber dana yang
terdiri dari modal saham biasa, saham preferent, laba ditahan dan obligasi
Jenis-Jenis Modal
Modal Sendiri
Modal sendiri pada dasarnya adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan
yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Oleh karena itu
modal sendiri ditinjau dari sudut likuiditas merupakan dana jangka panjang yang tidak
tertentu waktunya.
Modal sendiri selain berasal dari luar perusahaan juga dapat berasal dari dalam
perusahaan sendiri, yaitu modal yang dihasilkan atau dibentuk sendiri di dalam perusahaan.
Modal sendiri yang berasal dari sumber intern ialah dalam bentuknya keuntungan yang
dihasilkan perusahaan. Adapun modal sendiri yang berasal dari sumber ekstern ialah modal
yang berasal dari pemilik perusahaan.

14
Modal Asing/Pinjaman
Jumlah hutang di dalam neraca akan menunjukkan besarnya modal pinjaman yang
digunakan dalam operasi perusahaan. Modal pinjaman ini dapat berupa hutang jangka
pendek maupun hutang jangka panjang, tetapi pada umumnya pinjaman jangka panjang jauh
lebih besar dibandingkan dengan hutang jangka pendek.
Menurut Sundjaja dan Barlian, hutang jangka panjang merupakan salah satu dari bentuk
pembiayaan jangka panjang yang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun, biasanya 520
tahun. Pinjaman hutang jangka panjang dapat berupa pinjaman berjangka (pinjaman yang
digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja permanen, untuk melunasi hutang
lain,atau membeli mesin dan peralatan) dan penerbitan obligasi (hutang yang diperoleh
melalui penjualan surat-surat obligasi, dalam surat obligasi ditentukan nilai nominal, bunga
per tahun, dan jangka waktu pelunasan obligasi tersebut).
Pada awal mula perusahaan Coca Cola berdiri semua modal atau pembiayaan di mulai
dangan menggunakan modal pribadi (modal sendiri) yaitu modal dari pemilik atau pendiri
perusahaan itu sendiri (Frank Robinson), Dan dipasarkan pertama kali dengan iklan dari spanduk
dengan tulisan dari cat minyak bertuliskan drink Coca Cola, Formula Coca Cola lalu dibeli
oleh Asa Chandler yang gencar melakukan promosi sehingga mengalami keuntungan besar. Coca
cola semakin mendunia berkat penjualan kepada perusahaaan pembotolan independen dengan
adanya lisensi ke negara lain, dari situlah awal mula berjalan hingga bisa terus berkembang
sampai dengan bisa menjadi perusahaan Perseroan Terbatas (PT) yang terkenal tidak hanya di
dalam negeri tetapi sudah ke manca negara, meskipun telah melewati berbagai macam halangan,
dan banyak kendala yang di hadapi tetapi berkat kematangan manajemen keuangan yang
diterapkan pada perusahaan tersebut.

Dengan semakin berkembangnya perusahaan PT. Coca Cola ini sampai membuka cabang
atau pabrik hampir seluruh dunia termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan modal
atau keuangan PT. Coca Cola Amatil Indonesia tim manajemen keuangan mengambil
langkah dengan pengadaan modal asing dengan jenis pinjaman dari Bank, yaitu pinjaman
dengan jangka panjang dan cara pembayarannya setelah modal yang di dapat itu dibuat untuk
proses produksi maka hasil dari produksi tersebut baru di buat untuk mengembalikan
pinjaman sesuai dengan perjanjian dan juga melakukan investasi.

15
3.4 PERBEDAAN BIAYA PRODUK YANG MENGGUNAKAN RGB DENGAN PET
RGB (Reusable Glass Bottle) adalah sebuah gelas kaca yang digunakan dalam produk
milik PT. Coca Cola Amatil. Saat transaksi dengan produk Coca Cola yang menggunakan gelas
tersebut hanya membeli isinya saja seperti halnya membeli air galon, setelah pertama beli kita
hanya membeli isinya di kemudian hari. Berbeda dengan kemasan PET, Botol jenis PET/PETE
ini direkomendasikan hanya sekali pakai. Kenapa? Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan
untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol
tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam
jangka panjang. Dengan penjualan produk menggunakan PET, PT. Coca Cola Amatil
mengeluarkan biaya untuk membuat kemasan PET. Sedangkan untuk RGB, PT Coca Cola
Amatil mengeluarkan biaya pembersihan botol. Akan tetapi, botol yang memiliki garis blur
setebal kurang lebih 5 - 10 mm di tengah-tengahnya akan diganti. Karenanya garis tersebut
menunjukkan berapa banyak botol tersebut melewati mesin pembersihan dan sudah tidak steril.

16
BAB IV
KESIMPULAN

Perusahaan Coca-Cola mampu berkembang, dibuktikannya dengan banyaknya


pabrikpabrik Coca-Cola diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri tercatat sampai saat ini
terdapat 11 pabrik Coca-Cola yang beroperasi di berbagai provinsi di Indonesia, berturut-
turut berdasarkan tahun pendiriannya adalah Jakarta (1971), Medan (1973), Surabaya
(1976), Semarang (1976), Ujung pandang (1981), Bandung (1983), Padang (1985), Bali
(1985), Manado (1985), Banjarmasin (1981), dan Lampung (1995).

Pada tahun 2000, tiga perusahaan baru Coca-Cola di Indonesia didirikan, yaitu PT. Coca-
Cola Bottling Indonesia (CCBI), PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan PT. Coca-
Cola Distribution Indonesia (CCDI).

PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) yang merupakan salah satu perusahaan yang
berlisensi The Coca-Cola Company di Indonesia memiliki kegiatan yang diantaranya
penjualan & pemasaran, manufaktur, serta distribusi.

National Contact Centre sebagai Layanan Pelanggan yang dimiliki oleh Coca-Cola
Amatil Indonesia sejak tahun 2005 adalah bentuk komitmen untuk memberikan
kemudahan akses bagi pelanggan, konsumen maupun masyarakat yang ingin berinteraksi
dan membutuhkan layanan dari CCAI

Struktur modal yang dilakukan oleh PT. Coca-Cola Amatil Indonesia yaitu dengan
pengadaan modal asing dengan jenis pinjaman dari Bank. Modal tersebut digunakan
untuk proses produksi, maka hasil dari proses produksi tersebut digunakan untuk
mengembalikan pinjaman dan melakukan investasi

Menurut data yang tersedia sampai pada saat ini PT. Coca-Cola Amatil Indonesia tidak
pernah mengalami suatu problem dalam manajemen keuangannya. Hal ini terbukti dari
laba bersih yang dihasilkan dari pembukuan pada tahun 2012 sebesar US$ 459.9 juta.
Perusahaan memperoleh pendapatan US$ 5.1 milyar di 2012.

17
Keputusan melakukan strategi dengan gencar melakukan investasi dibidang produksi dan
pemasaran membuat CCAI sampai saat ini masih menjadi market leader dalam industri
minuman berkarbonasi.

18
DAFTAR PUSTAKA

http://coca-colaamatil.co.id

http://id.wikipedia.org/wiki/Coca-Cola

http://atenkpark.blogspot.com/2012/06/kkl-manajemen-keuangan.html

http://ccamatil.com/INVESTORRELATIONS/Pages/AnnualReports.aspx

19
DAFTAR ISI
LEMBAR
PENGESAHAN
.i
KATA
PENGANTAR
..ii
DAFTAR
ISI
iii
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................1
BAB II.............................................................................................................................................2
PROFILE PERUSAHAAN.............................................................................................................2
2.1 Nama Perusahaan..............................................................................................................2
2.2 Badan Hukum...................................................................................................................4
2.3 Jenis Usaha........................................................................................................................4
2.4 Pemilik..............................................................................................................................5
2.5 Susunan Pimpinan Perusahaan..........................................................................................6
BAB III............................................................................................................................................8
HASIL OBSERVASI.......................................................................................................................8
3.1 Laporan Keuangan Coca-Cola Amatil Tahun 2012..........................................................8
3.2 LABA BERSIH PT. COCA COLA AMATIL INDONESIA..........................................15
3.3 SUMBER MODAL PT. COCA COLA AMATIL INDONESIA....................................16
BAB IV..........................................................................................................................................18
KESIMPULAN..............................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................19