Anda di halaman 1dari 5

Kontribusi Magma dalam Pembentukan

Pendahuluan
Endapan Pada Lingkungan Hidrothermal Sistim hidrothermal yang dipicu oleh adanya intrusi
jauh di bawah permukaan menjadi proses utama yang
menyebabkan adanya pergerakan fluida ke dekat
permukaan.
Aliran fluida tersebut membawa logam-logam dan
kemudian mengendap dan membentuk endapan-
Pengantar untuk Endapan Porfiri dan endapan yang dikelompokkan sebagai endapan
hidrothermal.
Epithermal Hampir 50% supplai logam Cu (Mo, Au) dunia
berasal dari endapan porfiri.
Beberapa tipe endapan hidrothermal yang lain juga
memiliki kontribusi yang signifikan untuk supplai
logam emas, perak, timbal, seng, timah dan tungsten.
GBG Lingkungan Hidrothermal 1
GBG Lingkungan Hidrothermal 2

Beberapa endapan hidrothermal yang berasosiasi dengan


magmatisme yang berhubungan dengan subduksi (zona tumbukan) Peranan Air Meteorik
Air meteorik sangat dominan pada beberapa variasi
endapan hidrothermal.
Komponen fluida magmatik seringkali teramati muncul,
tetapi bukti-bukti keberadaannya sering tertutupi
overprinting oleh air meteorik pada volume yang
besar (lebih besar 95%) yang terjadi di sepanjang
proses pendinginan di dekat permukaan.
Dari bukti-bukti yang telah berhasil dikumpulkan untuk
mengetahui kontribusi magma, maka dapat diketahui
suatu penyederhanaan, bahwa semakin jauh jarak
dari pusat intrusi, maka kontribusi air meteorik
akan semakin dominan yang dicirikan dengan
penurunan salinitas dan tingkat keasaman fluida.

GBG Lingkungan Hidrothermal 3 GBG Lingkungan Hidrothermal 4

1
Proses Hydrothermal
Proses Hydrothermal

Sketsa yang memperlihatkan struktur


dari sistem hidrothermal system
(Henley and Ellis, 1983).
Sirkulasi air panas kemungkinan
bereaksi dan mengandung kandungan
terlarut dari batuan samping atau
intrusi magma.

GBG Lingkungan Hidrothermal 5 GBG Lingkungan Hidrothermal 6

Fluida magmatik yang keluar melalui


Assosiasi antara Magma dan Endapan Bijih aktivitas vulkanik
Berdasarkan data-data eksperimen dan pemodelan memperlihatkan bahwa logam-
logam pada umumnya termobilisasi (berasosiasi) dengan magma.
Berdasarkan pengukuran-pengukuran pada material hasil letusan gunung api
memperlihatkan bahwa gas-gas yang terlepas dari magma (degassing magma) dapat
membawa logam-logam.
Berdasarkan studi terhadap beberapa tipe endapan, memperlihatkan adanya
hubungan antara jenis (komposisi) magma yang berasosiasi dengan kandungan
unsur-unsur logam tertentu, antara lain :
 Magma (batuan beku) dengan kandungan K2O dan Na2O yang tinggi dapat menjadi host
untuk unsur-unsur lithophile seperti Zr, Nb dan Lanthanides.
 Magma dengan komposisi aluminous yang kaya dengan F secara spesifik berasosiasi
dengan Sn, Mo, dan B.
 Timah (Sn) dan tungsten (W) memperlihatkan kecenderungan berasosiasi dengan
reduced magma (dicirikan dengan absen-nya magnetite).
 Tembaga (Cu) dan Molibdenum (Mo) memperlihatkan kecenderungan berasosiasi dengan
oxided magma (dicirikan dengan kehadiran magnetite).
Berdasarkan pemetaan terhadap keberadaan (sebaran) endapan-endapan pada
lingkungan hydrothermal memperlihatkan korelasi antara lingkungan tektonik
(busur magmatik) dengan distrik (komplek) bijih.

GBG Lingkungan Hidrothermal 7 GBG Lingkungan Hidrothermal 8

2
Pembentukan magma, aliran fluida dan
Sumber (Asal) Logam Pada Magma metallogenik

Secara umum, logam-logam dapat berada


(terdapat) di dalam magma melalui beberapa
proses, antara lain :
 peleburan selubung bumi  mantle melting,
 perpindahan masa dari bidang/bagian tumbukan
pada kerak bumi  subducting slab, serta
 peleburan pada kerak bumi  partial melting

GBG Lingkungan Hidrothermal 9 GBG Lingkungan Hidrothermal 10

Efek-efek dari fraksinasi kristal


Kristalisasi adalah salah satu kontrol utama dalam
pembentukan konsentrasi komponen-komponen bijih
logam di dalam magma.
Pada umumnya, mineral-mineral yang dijumpai pada
kebanyakan batuan beku berupa silikat dan oksida.
Namun, biarpun proses kristalisasi ini berlangsung
dengan sangat intensif, konsentrasi logam di dalam
magma masih selalu lebih kecil dari kadar minimum
yang dijumpai pada endapan-endapan porfiri.
Kenyataan ini memperlihatkan bahwa masih
diperlukan proses-proses lain yang dapat menyebabkan
terkonsentrasinya endapan logam pada kadar yang
ekonomis.
GBG Lingkungan Hidrothermal 11 GBG Lingkungan Hidrothermal 12

3
Fluida-fluida di dalam magma
Pada umumnya magma mengandung fluida-fluida terlarut yang bergerak naik dari
bagian tengah ke bagian atas kerak bumi.
Kelarutan silika relatif tinggi, sehingga konsentrasi H2O relatif sangat kecil sekali di
kedalaman.
Sepanjang proses naiknya magma menuju bagian yang lebih atas yang diikuti
dengan penurunan temperatur, maka semakin banyak H 2O yang diserap oleh fluida.
Pada kedalaman yang dangkal, komposisi kandungan logam relatif akan lebih
kompleks karena magma dapat mengandung lebih dari satu fase non-silikat. Sebagai
contoh, pada tekanan 1 kbar dan 800 C, pada sistem NaCl-H2O muncul 2 fase, yaitu
suatu larutan dengan kandungan vapor yang rendah dan suatu larutan yang
hipersaline.
Adanya perbedaan densiti (berat jenis) yang besar antara larutan yang kaya dengan
vapor terhadap larutan yang hipersalin, akan menghasilkan 2 (dua) fase yang
terpisah pada dapur magma atau merambat naik sebagai sistem hidrothermal.
Pada aqueous vapor yang mengandung CO2, SO 2, H2S, HCl dan lain-lain, dapat
merambat menuju permukaan dan dapat muncul sebagai fumarol, atau dapat juga
diserap (terserap) oleh batuan pada kedalaman berupa larutan asam sehingga bisa
melarutkan batuan.
Sedangkan larutan yang hipersaline masih tertinggal di kedalaman dan akan kaya
dengan Cu atau unsur-unsur chlorophile jika dibandingkan dengan larutan-larutan
yang memiliki salinitas rendah.
GBG Lingkungan Hidrothermal 13 GBG Lingkungan Hidrothermal 14

GBG Lingkungan Hidrothermal 15 GBG Lingkungan Hidrothermal 16

4
Keterdapatan di Alam

Mineralisasi pada Lingkungan Hydrothermal


Mineralisasi yang berasosiasi dengan intrusi
 Pada tahapan awal, mineralisasi Porfiri Cu didominasi oleh
fluida magmatik.
 Peranan air meteorik pada tahapan lanjut dapat memperkaya
konsentrasi logam menuju kadar yang lebih tinggi menjadi bijih.
 Endapan yang terbentuk umumnya berupa disseminated dan
secara lokal berupa veinlets atau stockwork.
Mineralisasi yang relatif jauh dari intrusi
 Terminologi Epithermal berhubungan dengan suatu tipe
endapan yang terbentuk pada temperatur yang relatif rendah
dan kedalaman yang relatif dangkal.
 Endapan epithermal ini berdasarkan keterdapatan mineralisasi
dan alterasi-nya dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
 High Sulfidasi
 Low Sulfidasi

GBG Lingkungan Hidrothermal 17 GBG Lingkungan Hidrothermal 18

Lingkungan Pengendapan Endapan hydrothermal

Model konseptual mineralisasi endapan porfiri dan epithermal pada magmatic arc. (Corbett, 2002)

GBG Lingkungan Hidrothermal 19 GBG Lingkungan Hidrothermal 20