Anda di halaman 1dari 50

PEDOMAN PENYUSUNAN PERENCANAAN SDM KESEHATAN

DI RUMAH SAKIT ISLAM SAKINAH MOJOKERTO

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010, pembangunan kesehatan di daerah

baik propinsi maupun Kabupaten / Kota ditujukan untuk menciptakan dan

mempertahankan Propinsi, Kabupaten / Kota Sehat dengan menerapkan

Pembangunan Berwawasan Kesehatan. Untuk mendukung pencapaian visi Indonesia

Sehat 2010 tersebut diperlukan SDM Kesehatan yang bermutu dan merata.

Dalam kaitan ini, kebijakan Pengembangan SDM Kesehatan yang ditetapkan

Menteri Kesehatan Nomor : 850 Tahun 2000 menekankan pentingnya perencanaan

SDM Kesehatan.

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 004/Menkes/SK/I/2003 tentang

Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan, disebutkan bahwa dalam

memantapkan sistem manajemen SDK Kesehatan perlu dilakukan peningkatan

dan pemantapan perencanaan, pengadaan tenaga kesehatan, pendayagunaan

dan pemberdayaan profesi kesehatan.

Pengelolaan SDM Kesehatan khususnya perencanaan kebutuhan SDM

Kesehatan selama ini masih bersifat administratif kepegawaian dan belum dikelola

secara profesional, masih bersifat top down dari pusat, belum bottom up (dari

bawah), belum sesuai kebutuhan organisasi dan kebutuhan nyata di lapangan, serta

belumberorientasi pada jangka panjang.

1
Pedoman ini diharapkan dapat pula melengkapi Kepmenkes No. 1457/

Menkes/ SK/X/2003 tanggal 10 Oktober 2003 tentang Standar Pelayanan Minimal

bidang Kesehatan di Propinsi, Kabupaten / Kota serta Rumah Sakit dalam menyusun

perencanaan SDM Kesehatan secara menyeluruh ( jangka pendek, menengah, dan

panjang).

B. Tujuan

Tujuan pedoman ini adalah untuk membantu Rumah Sakit dalam mewujudkan

Rencana Penyediaan dan Kebutuhan SDM Kesehatan di Rumah Sakit.

BAB II

PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

A. Pengertian

Perencanaan merupakan suatu kegiatan atau proses yang sangat penting dalam

berbagai kegiatan dalam suatu organisai, termasuk dalam sumber daya manusia,

sebab perencanaan merupakan prasyarat pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan.

Hali ini dapat dipahami secara umum perencanaan merupakan proses penentuan

tujuan, megevaluasi berbagai alternatif pencapaiannya, dan penentuan tindakan

yang akan diambil. Dalam konteks manajemen SDM, perencanaan merupakan

proses penentuan kebutuhan sumber daya manusia dan tindakan.

2
B. Tujuan dan Kegunaan SDM

Ketersediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-

tugas pada masa-masa yang akan datang adalah sangat pening untuk memastikan

bahwa kegiatan perusahaan dapat terlaksana dengan baik. Tindakan tindakan

yang akan dilakukan harus direncanakan sebelumnya untuk memastikan atau

meminimalkan gangguan pada rencana rencana perusahaan. Secra lebih luas dapat

dikatakan bahwa perencanaan sumber daya manusia yang baik akan :

1. Memperbaiki pemanfaatan SDM

2. Menyesuaikan aktivitas sumber daya manusia dan kebutuhan dimasa depan

secra efisien.

3. Meningkatkan efesiensi dalam menarik pegawai baru

4. Melengkapi informasi SDM yang dapat membantu kegiatan sumber daya

manusia manusia dan unit organisasi lain.

3
BAB III
REKRUTMENT KARYAWAN BARU

A. Pengertian

Rekrutmen ialah suatu proses pengadaan / penerimaan karyawan melalui satu

tahapan seleksi untuk mendapatkan calon karyawan yang memenuhi standard

sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Manajemen.

Rekrutmen dilaksanakan sesuai dengan langkah langkah yang diperlukan dalam

pemilahan calon karyawan.

B. Penerimaan Karyawan Baru

Calon karyawan yang telah diterima sesuai dengan standar rumah sakit :
1. Harus menjalani masa orientasi sesuai dengan kebutuhan dan sesuai
kompetensi.
2. Setiap calon karyawan sebelum diangkat sebagai Karyawan kontrak

diwajibkan untuk menjalankan masa percobaan selama 3 bulan.

C. Persyaratan Karyawan Baru

Pihak manajemen berhak dan mempunyai wewenang untuk menerima karyawan

baru, menetapkan status dan pembagian tugas, mengangkat, menetapkan,

memindahkan dan mempromosikan karyawan sesuai dengan kebutuhan dan

berdasarkan tata kepegawaian yang sehat.

Penerimaan karyawan baru disesuaikan dengan kebutuhan Rumah Sakit dengan

persyaratan sebagai berikut :

4
1. Fotokopi Kartu Identitas Diri (KTP atau SIM) yang masih berlaku

2. Surat pernyataan tidak dalam keadaan hamil (khusus wanita yang sudah

menikah)

3. Surat Keterangan Sehat (dari puskemas/Rumah Sakit)

4. Pas foto ukuran 4 x 6 (5 lembar) berwarna

5. Surat lamaran

6. Daftar Riwayat Hidup

7. Surat Pernyataan bersedia ditempatkan dimana saja

8. Fotocopy Ijazah terakhir dan transkrip nilai yang dilegalisir.

9. Sesuai standar kompetensi

10. Dilakukan kredensial

11. Pengesahaan keabsahan ijazah, STR dan sertifikat

12. Masa percobaan

13. Masa orientasi

14. Kelulusan

15. Penugasan

D. Pendidikan / Pelatihan Kerja (Training)

Pihak Manajemen Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto mengadakan

pelatihan atau pendidikan (training) bagi setiap karyawan. Dengan tujuan agar para

karyawan khususnya karyawan yang baru diterima bekerja dapat memahami dan

menjalankan pekerjaannya dengan baik dan benar dengan penuh dedikasi dan

produktifitas kerja yang konstruktif.

5
Pelatihan tersebut dilakukan oleh pihak manajemen Rumah Sakit Islam

Sakinah Mojokerto sendiri maupun dengan melibatkan pihak dari luar Rumah Sakit

Islam Sakinah Mojokerto baik dengan melakukan pengiriman karyawan

untuk mengikuti pelatihan atau mengundang pihak lain tersebut untuk mengadakan

pelatihan di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

E. Masa Percobaan

Setiap calon karyawan sebelum diangkat sebagai Karyawan Tetap

diwajibkan untuk menjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan.Dalam masa

percobaan karena keadaan tertentu sewaktu-waktu perjanjian kerja dalam percobaan

antara karyawan yang bersangkutan dengan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto

dapat berakhir oleh salah satu pihak dan karyawan yang bersangkutan tidak berhak

mendapat ganti rugi apapun kecuali upah atau gaji untuk pekerjaan yang telah

dilakukannya untuk Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

Setiap calon karyawan yang telah menyelesaikan masa percobaan atau yang

telah menyelesaikan masa penyesuaian dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk

bekerja sebagai karyawan di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto, maka pihak

Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto akan melakukan pengangkatan terhadap

karyawan yang bersangkutan.

F. Masa kontrak

Untuk Karyawan Kontrak pihak Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto

berdasarkan ketentuan Undang-Undang tidak memberikan masa percobaan,

6
karyawan kontrak diwajibkan menandatangani Surat Perjanjian Kontrak yang

berlaku selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang masa kontraknya selama 1

(satu) tahun atau masa kontrak selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang masa

kontraknya selama 1 (satu) tahun sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan

yang berlaku, setelah itu pihak Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto akan

mengambil sikap untuk mengangkat karyawan yang bersangkutan menjadi

Karyawan Tetap atau sebaliknya mengakhiri masa kerja karyawan yang

bersangkutan berdasarkan ketentuan Undang-Undang yang berlaku.

G. Pengangkatan

Pihak Manajemen Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto akan melakukan

pengangkatan terhadap karyawan sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan situasi

yang memungkinkan untuk memaksimalkan pelayanan Rumah Sakit Islam Sakinah

Mojokerto

Dalam keadaan tertentu pihak manajemen Rumah Sakit Islam Sakinah

Mojokerto berhak mengangkat seorang karyawan menjadi Karyawan Tetap jika

karyawan tersebut sangat dibutuhkan dan dapat meningkatkan kualitas Rumah Sakit

secara nyata.

Setiap karyawan yang akan diangkat menjadi Karyawan Tetap harus

memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a. Umur maksimal 30 tahun pada saat pengangkatan.

b. Wajib menjalani masa percobaan sebagai Karyawan Tetap selama 3 (tiga)

bulan.

7
c. Telah menjalani masa kontrak selama 2 (dua) tahun di Rumah Sakit

Islam Sakinah Mojokerto

d. Melakukan pemeriksaan Kesehatan di Rumah Sakit Islam Sakinah yang

dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

e. Menandatangani Surat Perjanjian Kerja dan dengan menandatangani Surat

Perjanjian tersebut berarti karyawan yang bersangkutan sudah membaca,

mengerti, menerima dan bersedia mengikuti serta mematuhi semua syarat -

syarat kerja yang di uraikan dalam Peraturan Perusahaan ini.

Karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto tidak

diperkenankan bekerja di perusahaan lain, diluar jam kerja dan harus sepengetahuan

serta izin manajemen Rumah Sakit.

Karyawan yang diterima di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto yakin dan

menyatakan dengan tegas bahwa pada saat perjanjian kerja dibuat berada dalam

keadaan tidak hamil (tidak mengandung) dan apabila hamil, maka pihak manajemen

Rumah Sakit berhak untuk memberikan stop out dan dapat bekerja kembali setelah

melahirkan, dengan pertimbangan karyawan tersebut dirasa mempunyai kinerja yang

baik

8
BAB IV
ORIENTASI DAN PENEMPATAN KERJA

A. Pengertian

Program orientasi karyawan baru adalah program yang bertujuan

memperkenalkan tentang kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan kerja di sekitar

tempat kerja.

Point penting yang disampaikan kepada karyawan baru tersebut adalah

pengenalan tentang letak georgrafis Rumah Sakit. Peraturan tentang kehidupan di

lingkungan dormitory, motivasi kerja Setelah memperkerjakan para karyawan,

perusahaan menyelenggarakan program orientasi formal. Berdasarkan yang ada,

orientasi biasanya diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:

a. Orientasi organisasi, adalah memberitahu karyawan mengenai tujuan,

riwayat, filosofi, prosedur dan pengaturan organisasi tersebut. Itu harus

mencakup tunjangan kebijakan dan tunjangan SDM yang relevan seperti jam

kerja, prosedur penggajian tuntutan lembur dan tunjangan.

b. Orientasi unit kerja, adalah mengakrabkan karyawan itu dengan sasaran unit

kerja tersebut, memperjelas bagaimana pekerjaannya menyumbang pada

sasaran unit itu dan mencakup perkenalan dengan rekan-rekan kerja barunya.

B. Tujuan Orientasi

Program Orientasi Karyawan Baru bertujuan untuk :

1. Memperkenalkan pegawai baru dengan RSI Sakinah Mojokerto

9
2. Menghindarkan adanya kekacauan yang mungkin disebabkan oleh seorang

pekerja baru ketika diserahi pekerjaan baru

3. Memberi kesempatan pada pegawai untuk menanyakan masalah tentang

pekerjaan mereka yang baru

4. Menghemat waktu dan tenaga pegawai dengan memberitahukan kepada

mereka ke mana harus meminta keterangan atau bantuan dalam

menyelesaikan masalah yang mungkin timbul

5. Menerangkan peraturan dan ketentuan perusahaan sedemikian rupa sehingga

pegawai baru dapat menghindarkan rintangan atau tindakan hukuman yang

akan terjadi karena pelanggaran peraturan yang tidak mereka ketahui

6. Memberikan pengertian kepada pegawai baru bahwa mereka adalah bagian

yang penting di dalam sebuah organisasi

C. Tahap Orientasi

Beberapa tahap orientasi yang penting dilakukan

1. Perkenalan

Memperkenalkan pegawai baru, mulai dari unit kerjanya sendiri

sampai unit kerja besarnya dan sampai unit-unit kerja terkait lainnya, akan

memberikan ketenangan dan kenyamanan si pegawai, karena dia merasa

diterima di lingkungannya dan hal tersebut akan mempermudah dia untuk

bertanya jika ada hal-hal yang kurang jelas, bahkan dapat membina kerja

sama dengan yang lain dalam rangka menjalankan tugasnya.

10
2. Penjelasan Tujuan Perusahaan

Dengan menjelaskan profil perusahaan secara lengkap seperti visi,

misi, nilai-nilai, budaya perusahaan dan struktur organisasi, akan membuat

pegawai baru lebih mengenal perusahaan tersebut, sehingga akan

membangkitkan motivasi dan kemampuan dia untuk mendukung tujuan

perusahaan.

3. Sosialisasi Kebijakan

Perlu adanya sosialisasi tentang kebijakan perusahaan yang berlaku,

mulai dari kebijakan baik yang terkait dengan Sumber Daya Manusia seperti

Reward, Career, Training, Hubungan Kepegawaian, Penilaian Pegawai,

sampai Termination, juga yang terkait dengan unit kerja tempat dia bekerja,

demikian juga tentang kode etik dan peraturan perusahaan. Dengan demikian

akan memperjelas hal-hal yang perlu ditaati dan dijalankan dalam

memperlancar tugas kerjanya.

4. Jalur Komunikasi

Membuka jalur komunikasi akan mempermudah pegawai baru

menyampaikan aspirasinya maupun pertanyaan-pertanyaannya. Untuk itu

perlu dibukanya ruang komunikasi bagi pegawai baru, baik melalui

komunikasi rutin melalui tatap muka seperti meeting rutin, friday session dll,

juga dibukanya jalur media komunikasi seperti email maupun telephone.

5. Proses Monitoring

Tentunya pada awal bekerja, si pegawai baru sudah disosialisasikan

target kerja yang harus dicapai. Perlu adanya monitor rutin akan hasil

11
kerjanya, sehingga akan membantu pegawai tersebut lebih lagi

meningkatkan kinerjanya. Jika ada kekurangan, maka dapat disampaikan

hal-hal yang perlu dia lakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Demikian juga jika ternyata pegawai tersebut berhasil mencapai target yang

lebih, maka dapat ditingkatkan lagi target kerjanya.

Dengan adanya orientasi pegawai baru tersebut diharapkan dapat

membantu pegawai dapat bekerja dengan baik, yang dapat meningkatkan

produktivitas kerjanya, yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian

tujuan perusahaan.

D. Penempatan dan Promosi Karyawan

Pihak Manajemen Rumah Sakit Sakit Islam Sakinah Mojokerto dapat

menetapkan penempatan karyawan sesuai dengan kebutuhan dan mempromosikan

karyawan untuk jabatan-jabatan tertentu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan

tertentu.

Dalam hal penentuan pembagian tugas/pekerjaan, mengisi lowongan jabatan

dan memindahkan karyawan, pihak manajemen senantiasa memperhatikan

kemampuan, kecakapan, prestasi, dedikasi dan masa kerja karyawan di Rumah

Sakit.

Setiap pemindahan/mutasi karyawan dengan sebab-sebab dan atau alasan

apapun, tidak akan membawa akibat pengurangan jumlah upah dan hal-hal yang

telah biasa diterimanya sebelum pemidahan atau mutasi tersebut.

Apabila karyawan mendapat promosi jabatan untuk kedudukan tertentu yang

lebih tinggi dari jabatan sebelumnya maka selama masa penyesuaian akan diberikan

12
upah sesuai dengan jumlah upah pada jabatan yang lama dan ditambah tunjangan

jabatan yang sesuai dengan jabatan baru.

Masa pemilihan dan pengangkatan jabatan struktural di Rumah Sakit

Islam Sakinah Mojokerto diatur sebagai berikut :

1) Jabatan Direktur

a. Masa pemilihan atau pengangkatan dilakukan 5 (lima) tahun sekali.

b. Pengangkatan dilakukan oleh Pengurus Kumkes Sakinah Mojokerto.

c. Jabatan tersebut dapat dilakukan penggantian sewaktu-waktu jika :

1. Direktur tersebut dianggap tidak cakap.

2. Direktur tersebut tidak menjalankan tugas sesuai dengan peraturan.

3. Direktur tersebut berhalangan / sakit sehingga tidak dapat lagi

menjalankan tugasnya sebagai Direktur.

4. Direktur tersebut terlibat tindak pidana.

5. Direktur tersebut mengundurkan diri yang diajukan kepada Direktur RSI

Sakinah Mojokerto baik secara lisan maupun secara tertulis.

2) Jabatan Kepala Bagian

a. Masa pemilihan atau pengangkatan dilakukan 3 ( tiga ) tahun sekali.

b. Pengangkatan dilakukan oleh Direktur dan disetujui oleh Pengurus

Kumkes Sakinah Mojokerto

c. Jabatan tersebut dapat dilakukan penggantian sewaktu - waktu jika

1. Kepala Bagian tersebut dianggap tidak cakap.

13
2. Kepala Bagian tersebut tidak menjalankan tugas sesuai dengan

peraturan.

3. Kepala Bagian tersebut berhalangan/sakit sehingga tidak dapat lagi

menjalankan tugasnya sebagai koordinator.

4. Kepala Bagian tersebut melakukan atau terlibat tindak pidana.

3) Jabatan Kepala Unit

a. Masa pemilihan atau pengangkatan dilakukan 3 (tiga) tahun sekali.

b. Pengangkatan dilakukan oleh Direktur dan disetujui oleh Pengurus

Kumkes Sakinah Mojokerto

c. Jabatan tersebut dapat dilakukan sewaktu-waktu jika :

1. Kepala Unit tersebut dianggap tidak cakap.

2. Kepala Unit tersebut tidak menjalankan tugas sesuai dengan

peraturan.

3. Kepala Unit tersebut berhalangan/sakit sehingga tidak dapat

menjalankan lagi tugasnya sebagai Kepala Unit.

4. Kepala Unit tersebut terlibat tindak pidana.

14
BAB V

PENILAIAN KARYAWAN

A. Pengertian
Penilaian Kinerja adalah sistem yang digunakan untuk menilai dan

mengetahui apakah seorang karyawan telah melaksanakan pekerjaannya masing-

masing secara keseluruhan. Pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan bukan hanya

dilihat atau dinilai hasil fisiknya tetapi meliputi berbagai hal, seperti kemampuan

kerja, disiplin, hubungan kerja, prakarsa, kepemimpinan dan hal-hal khusus sesuai

dengan bidang dan level pekerjaan yang dijabatinya.

Jadi secara umum dapat didefenisikan bahwa penilaian kinerja tersebut

adalah sebagai penilaian hasil kerja nyata dengan standar kualitas maupun kuantitas

yang dihasilkan oleh setiap pegawai. Penilaian kinerja pegawai mutlak harus

dilakukan untuk mengetahui prestasi yang dapat dicapai setiap pegawai. Apakah

prestasi yang dicapai setiap pegawai baik, sedang, kurang. Penilaian prestasi

penting bagi setiap pegawai dan berguna bagi organisasi untuk mengambil

keputusan dan menetapkan tindakan kebijaksanaan selanjutnya.

B. Tujuan
Tujuan Penilaian Kerja Karyawan adalah :
1. Meninjau ulang kinerja masa lalu

2. Memperoleh data yang pasti, sistematis dan faktual dalam penentuan nilai

suatu pekerjaan

3. Memeriksa kemampuan organisasi

4. Memeriksa kemampuan individu karyawan

5. Menyusun target masa depan

6. Melihat prestasi seseorang secara realistis


15
7. Memperoleh keadilan dalam sistem pengupahan dan penggajian yang

berlaku dalam organisas

8. Memperoleh data dalam penentuan struktur upah dan gaji sepadan dengan

apa yang berlaku secara umum

9. Memungkinkan manajemen mengukur dan mengawasi biaya yang

dikeluarkan oleh perusahaan secara lebih akurat

10. Memungkinkan manajemen melakukan negosiasi yang objektif dan rasional

dengan serikat pekerja apabila ada atau langsung dengan karyawan

11. Memberikan kerangka berpikir dalam melakukan peninjauan secara berkala

terhadap sistem pengupahan dan penggajian yang berlaku dalam organisasi

12. Memungkinkan manajemen lebih objektif dalam memperlakukan karyawan

berdasarkan prinsip-prinsip organisasi yang sehat dan teknik teknik

penilaian yang tidak berat sebelah

13. Membantu manajemen dalam memilih, menempatkan, promosi,

memindahkan dan meningkatkan kualitas karyawan

14. Memperjelas tugas pokok, fungsi, kegiatan wewenang dan tanggungjawab

satuan-satuan kerja dalam organisasi, yang apabila dapat terlaksana dengan

baik akan mempunyai arti yang sangat penting dalam usaha penyederhanaan

kerja sehingga dapat menghilangkan duplikasi atau tumpang tindih dalam

pelaksanaan berbagai kegiatan dalam organisasi

15. Menghilangkan atau paling sedikit mengurangi berbagai jenis keluhan

karyawan yang apabila tidak teratasi dengan baik dapat berakibat para

16
karyawan meninggalkan organisasi dan pindah ketempat kerja yang lain.

Apabila dapat teratasi dengan baik akan meningkatkan motivasi kerja,

menumbuhsuburkan hubungan kerja yang menguntungkan, baik pihak

manajemen maupun pihak karyawan sendiri

16. Menyejajarkan penilaian kinerja dengan bisnis sehingga keefektifan

penilaian kinerja dalam mencapai tujuan organisasi tergantung dari seberapa

sukses organisasi menyejajarkan dan mengintegrasikan penilaian kinerja

dengan sasaran bisnis strategis

17. Mengetahui latihan yang diperlukan.

17
C. SISTEM PENILAIAN

SURAT PERMOHONAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama Lengkap : ....

NIK : ....

Jabatan ( unit kerja ) : ....

Masuk Kerja Tanggal : ....

Sebagai Karyawan tetap : ............

Sk. Berkala terakhir *) : .....................................................................

Sk. Pangkat / Golongan terakhir *) : .....................................................................

Keterangan Permohonan : ....

Data Objektif Karyawan : terlampir

*) Berdasarkan SK. Terakhir

Mengajukan permohonan tersebut diatas.

Demikianlah atas perhatian dan pertimbangannya saya ucapkan terima kasih.

Lubuklinggau, 201

Pemohon : Atasan Langsung

( ) ( )

General Affair

( )

CATATAN KINERJA KARYAWAN


Periode : ................................
18
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pimpinan dalam proses pengajuan tersebut,
kami sampaikan Catatan Kinerja Karyawan Training ybs :

Catatan Kinerja :

A. Pelatihan / Penataran / Seminar / Pertemuan Ilmiah yang pernah diikuti :

1. ... Tgl :
2. ... Tgl :
3. Tgl :

B. Penghargaan yang pernah didapatkan :

1. Tgl :
2. Tgl :
3. Tgl :
C. Sanksi yang pernah didapatkan selama Kontrak :

1. Surat Peringatan Lisan Tertulis : kali

2. Surat Peringatan Pertama ( SP 1 ) : kali

3. Surat Peringatan Kedua ( SP 2 ) : kali

4. Surat Peringatan Ketiga ( SP 3 ) : kali

D. Keterangan lainnya :

................................................................................................................

Mojokerto, ..................................
Atasan Langsung,

( )

REKOMENDASI PENILAIAN KARYAWAN TETAP

Tanggal : ..........................
19
Penilaian Tim :

No. Keterangan Nilai Huruf


1 Tingkat Kejujuran
2 Tingkat Kedisiplinan
3 Tingkat Loyalitas
4 Tingkat Kretivitas dan Inovasi
5 Tingkat Kerjasama
6 Tingkat Tanggungjawab
7 Tingkat Kemampuan Teknis / Profesi
T o t a l ( Dibagi 7 )

Ket :
A = > 90 C = 61 79
B = 80 90 D = 0 60

Tim Penilai : Tanda Tangan

1. ..........................1. ..................... : 9. ..................... 9. ..................

2. ......................... 2. ..................... : 10. .................... 10. ...................

3. ......................... 3. ..................... : 11. .................... 11. ...................

Berdasarkan keputusan tim Penilai pada tanggal

Kami merekomendasikan yang bersangkutan :

Keputusan :

1. Diangkat sbagai karyawan

2. Ditunda selama .................. 3. Ditolak sebagai karyawan

Catatan :
...........................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................

20
KEPUTUSAN DIREKTUR

Setelah mempelajari dan mempertimbangkan data objektif yang telah

disampaikan, maka selaku Direktur Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto mengambil

KEPUTUSAN sebagai berikut :

1. Dikabulkan
Catatan :
.....................................................................
2. Ditunda
.....................................................................
.....................................................................
3. Diputuskan kontrak PKWT
.....................................................................
.....................................................................
4. Diperpanjang kontrak .....................................................................
.....................................................................
5. ..................................

Mojokerto, 201
Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto
Direktur

( .............................. )

21
KRITERIA PENILAIAN

1. KEJUJURAN

Jujur Bicara

Jujur Laporan

Jujur dalam memberikan hasil pekerjaan

Bebas dari penyelewengan barang milik Rumah Sakit

2. KEDISIPLINAN

Absensi apel pagi maupun kehadiran

Pakaian seragam termasuk badge

Dalam berbicara dan berpenampilan

Tidak meninggalkan pekerjaan pada saat jam kerja

Izin ketika meninggalkan pekerjaan dikarenakan adanya tugas luar

Izin tidak apel pagi maupun tidak masuk kerja atau sakit

Tidak menggunakan fasilitas Rumah Sakit untuk kepentingan pribadi tanpa izin

dari atasan.

3. LOYALITAS

Menghormati atasan

Taat dan patuh terhadap perintah atasan

Memiliki rasa kepedulian terhadap Rumah Sakit

Membela kepentingan Rumah Sakit

Menjaga rahasia Rumah Sakit

Mempromosikan Rumah Sakit

Mengurangi dan menutupi kekurangan yang ada di Rumah Sakit secara patut
4. KREATIVITAS DAN INOVASI

Membuat perubahan kearah yang lebih baik dan maju

Menciptakan sesuatu hal yang baru dan berdampak positif terhadap Rumah Sakit

Mampu mengatur, menata dan menyusun tata ruang di lingkungan Rumah Sakit

Berani memberikan masukan yang positif kepada atasan

Senantiasa berusaha untuk menambah ilmu dan keterampilan ( adanya keinginan

untuk belajar )

5. KERJASAMA

Mampu bekerjasama dengan baik dalam team work ( teman sekerja )

Mampu membagi tugas dan pekerjaan secara adil

Mau memberikan saran dan perbaikan kepada teman sekerja / orang lain

Dapat menerima saran dan kritik dari teman sekerja / orang lain

6. TANGGUNG JAWAB

Mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan benar sesuai dengan yang

direncanakan

Mengakui jika terjadi kesalahan dalam pekerjaan / tugas dan tidak melempar

kesalahan pada orang lain ( menghindar )

Bekerja dengan sungguh - sungguh ( tidak malas dalam bekerja )

Memperbaiki atau melaporkan kerusakan fasilitas dan alat akibat kelalaian

maupun bukan.
7. KEMAMPUAN TEKNIS / PROFESI

Tanggap dan paham dalam mengerjakan bidang pekerjaan / tugas yang diberikan

oleh atasan

Mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar performa kerja yang

telah diberikan

Mampu memahami SOP ( Standar Operasional Prosedur ).

BAB VI

PENGGAJIAN DAN KESEJAHTERAAN

A. Pengertian

Kesejahteraan karyawan adalah untuk mempertahankan karyawan agar tidak

pindah ke perusahaan lain, meningkatkan motivasi dan semangat kerja, dan

meningkatkan sikap loyalitas karyawan terhadap perusahaan. untuk mempertahankan

karyawan ini hendaknya diberikan kesejahteraan/kompensasi lengkap/fringe benefits.

Kesejahteraan yang diberikan sangat berarti dan bermanfaat untuk

memenuhi kebutuhan fisik dan mental karyawan beserta keluarganya. Usaha yang

dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental

karyawan agar semangat kerja meningkat adalah melalui program kesejahteraan

karyawan yang disusun berdasarkan peraturan legal, berasaskan keadilan dan

kelayakan serta berpedoman kepada kemampuan perusahaan


B. Tujuan

1. Untuk meningkatkan kesetiaan dan ketertarikan pegawai dengan perusahaan.

2. Memberikan ketenangan dan pemenuhan kebutuhan bagi pegawai beserta

keluarganya.

3. Memotivasi gairah kerja, disiplin dan produktifitas pegawai.

4. Menurunkan tingkat absensi.

5. Menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang baik serta nyaman.

6. Membantu lancarnya pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai tujuan.

C. Penggajian

Upah/Gaji adalah sejumlah uang yang diberikan pihak Rumah Sakit kepada

karyawan sebagai imbalan atas sesuatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan

dilakukan menurut suatu persetujuan atau peraturan perundang - undangan dan

dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pihak Rumah Sakit dengan

karyawan.

Upah yang dibayarkan kepada karyawan disebut gaji yaitu upah pokok dan

tunjangan - tunjangan lain yang bersifat tetap sesuai yang diperuntukan masing -

masing kepentingan.

Dalam upah yang diterima karyawan masih akan diperhitungkan pajak sesuai

PPh pasal 21 Undang - Undang Pajak Penghasilan 1995.

Selanjutnya ketentuan tentang upah diatur antara lain dalam ;

a. Pasal 88, pasal 91, pasal 92, Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang

Tenaga Kerja.
b. KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR TENTANG PENETAPAN

UPAH MINIMUM PROPINSI JAWA TIMUR yang ditetapkan setiap tahun.

c. Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri

D. Sistem Penggajian

Pemberian upah atau gaji, dikelompokan dalam golongan atau jabatan yang

telah disusun berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Rumah Sakit Islam Sakinah

Mojokerto.

E. Unsur Upah / Gaji

Upah atau gaji yang diberikan kepada karyawan setiap akhir bulannya

untuk Karyawan Tetap dan Karyawan Tidak Tetap / Kontrak meliputi :

1. Untuk Karyawan Tetap gaji meliputi :

a. Gaji Pokok.

b. Tunjangan Tetap

2. Untuk Karyawan Tidak Tetap / Kontrak gaji meliputi :

a. Gaji Pokok

b. Tunjangan Tetap

F. Cara Pembayaran Gaji

Bagi Karyawan Tetap dan Karyawan Tidak Tetap / Kontrak gaji akan

dibayarkan pada hari kerja terakhir setiap bulan dengan 2 ( dua ) dalam 1 bulan yaitu

tanggal 1 ( satu ) dan Tanggal 10 ( sepuluh )

G. Kesejahteraan
1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Setiap Karyawan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto diikut sertakan

dalam Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja / BPJS sebagaimana ketentuan UU

No. 3 tahun 1992, yang meliputi :

a. Jaminan Hari Tua (JHT)

b. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

c. Jaminan Kematian (JKM)

Gaji karyawan akan dipotong sebesar 2% dari upah pokok dan tunjangan per

bulan untuk Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

2. Bantuan Duka

Apabila anggota keluarga karyawan meninggal dunia, pihak Rumah

Sakit memberikan bantuan duka yang jumlahnya sama bagi semua karyawan.

Yang dimaksud dengan anggota keluarga dalam ketentuan ini :

a. Istri/Suami yang sah, hanya satu orang dan terdaftar pada Rumah Sakit.

b. Ayah/Ibu kandung dan mertua karyawan.

c. Semua anak-anak yang sah, belum menikah, masih menjadi tanggungan

karyawan dan terdaftar pada perusahaan.

d. Bantuan duka diberikan dalam bentuk uang atau dalam bentuk lain

dengan nilai yang sama dan besarnya ditentukan dari waktu ke waktu

oleh Rumah Sakit.

e. Apabila karyawan meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka

kepada ahli warisnya diberikan pesangon dan uang jasa sesuai pasal 166

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

3. Jaminan Kesehatan
Yang dimaksud dengan jaminan kesehatan adalah pembiayaan yang

diberikan oleh pihak Rumah Sakit dalam rangka memelihara dan atau

memulihkan kesehatan karyawan dan keluarganya yang berhak.

a) Jaminan kesehatan karyawan diberikan Rumah Sakit meliputi :

a. Poliklinik rawat jalan, Rumah Sakit menyediakan Poliklinik dengan

dokter yang ditunjuk beserta tenaga para medis untuk pelayanan bagi

karyawan dan keluarga. Adapun tugas-tugas Dokter Poliklinik :

i. Sebagai dokter yang bertugas memberikan pelayanan pemeriksaan

dan pengobatan baik terhadap karyawan maupun keluarga.

ii. Melakukan pengontrolan dan melegalisir surat istirahat dokter

yang dikeluarkan oleh dokter luar Rumah sakit.

iii. Bertugas memantau dan memberikan saran pemeriksaan dan

apabila diperlukan rujukan kepada dokter spesialis atau lain yang

ditunjuk oleh Rumah Sakit dan atau perawatan diluat Rumah Sakit

dikarenakan ketidak tersedianya fasilitas (kebijaksanaan).

b. Pemeriksaan laboratorium termasuk Toxoplasma.

c. Perawatan di Rumah Sakit (Rawat Inap)

d. Pembedahan/Operasi.

e. Biaya - biaya yang berkenaan dengan kehamilan dan persalinan istri

karyawan.

f. Pemeriksaan mata dan kacamata , untuk membuatan kaca mata

rumah sakit bunda menanggung 300.000 ( tiga ratus ribu rupiah ) untuk

satu tahun, satu kaca mata.

g. Penyelenggaraan Keluarga Berencana (pemasangan alat kontrasepsi).


h. Obat yang di gunakan standar generik kecuali pertimbangan khusus

(generik tidak ada) .

b) Rumah Sakit tidak memberikan penggantian biaya terhadap hal-hal

sebagai berikut :

a. Biaya-biaya karena perawatan/pengobatan/pembedahan yang

berhubungan dengan kecantikan.

b. Menghilangkan cacat bawaan, misalnya tahi lalat, bagian tubuh yang

kurang normal dan sebagainya.

c. Perawatan/pengobatan penyakit yang disebabkan karyawan

sendiri/keluarganya, misalnya penyakit kelamin, pengunaan narkotika

(obat-obat terlarang) dan usaha bunuh diri dan lain-lainnya.

d. Pembelian obat bebas, pasta gigi, vitamin, makanan tambahan, sabun,

shampo atau kosmetik.

e. Pengobatan dan perawatan diluar Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

c) Jaminan Kesehatan karyawan diatur dengan ketentuan sebagai berikut :

Jaminan yang diberikan berdasarkan kelas sesuai Peraturan

Perusahaan.

Bagi karyawan Pejabat kelas perawatan ditetapkan berdasarkan

Golongan kelas perawatan kelas VVIP.

Jumlah anak yang dijamin adalah 3 (tiga) orang ( anak yang sah )

dengan batas umur maksimal 21 tahun , belum menikah. Apabila

terjadi berkurangnya anak karena menjadi dewasa, menikah atau

meninggal maka pengurangan tersebut tidak dapat digantikan.


Apabila istri dan suami adalah karyawan tetap Rumah Sakit

Islam Sakinah Mojokerto, maka jaminan kelas perawatan mengikuti

aturan berdasarkan golongan masing-masing.

Bagi karyawan tetap yang memiliki 2 (dua) atau lebih jaminan kesehatan

harus memilih salah satu fasilitas jaminan kesehatan yang akan

dipergunakan dengan syarat apabila terjadi selisih biaya maka

menjadi kewajiban karyawan tersebut.

BAB VII
IZIN DAN CUTI

A. Izin

1. Izin Karyawan

Izin Karyawan adalah apabila karyawan tidak dapat bekerja pada waktu

hari kerja dengan alasan karena adanya kegiatan/aktivitas di luar dari kegiatan

Rumah Sakit yang telah mendapatkan persetujuan sebelumnya dari Direktur.

Adapun Peraturan Izin Karyawan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Izin yang diberikan kepada Karyawan oleh pihak Rumah Sakit,

semuanya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan dari

Direktur/pimpinan.

b. Form Izin karyawan dapat diambil di Bagian Development and

Evaluation dan diajukan

1 (satu) minggu sebelum waktu pengambilan izinnya, kecuali untuk hal-

hal yang tidak dapat direncanakan seperti musibah dan lain-lainnya.

2. Izin karyawan diberikan apabila :


a. Perkawinan karyawan sendiri diberikan selama 3 (tiga) hari.

b. Melangsungkan perkawinan anak karyawan diberikan selama 2 (dua)

hari.

c. Mengurus kematian suami/istri/anak/orang tua/mertua/saudara kandung

dari karyawan yang bersangkutan diberikan Rumah Sakit selama 2 (dua)

hari.

d. Istri yang sah dari karyawan melahirkan diberikan selama 2 (dua) hari.

e. Mengkhitankan anak yang sah dari karyawan diberikan selama 1 (satu)

hari.

f. Istri / suami / anak / orang tua dan mertua apabila sakit (dirawat)

diberikan izin selama 1 (satu) hari, kecuali atas pertimbangan Direktur.

g. Memenuhi pangilan Negara dan atau untuk menunaikan ibadah agama

yang diwajibkan, diberikan izin selama waktu yang diperlukan tetapi

tidak melampaui waktu yang ditentukan oleh Pemerintah (Peraturan

Pemerintah Nomor : 8 tahun 1981).

h. Bagi karyawan kontrak yang mengajukan izin selain dari ketentuan

diatas akan dikenakan pemotongan gaji.

i. Bagi karyawan yang mengikuti kegiatan di luar dari Rumah Sakit seperti

: Pelatihan, Seminar, Penataran, Study Banding dan lain sebagainya,

maka izin karyawan diberikan selama kegiatan tersebut berlangsung dan

ditambah dengan waktu selama kegiatan tersebut berlangsung.

3. Izin Sakit Karyawan


Izin sakit karyawan yaitu pembebasan karyawan dari kewajiban untuk

bekerja karena SAKIT, dengan tetap menerima upah penuh,

Adapun Peraturan Izin Sakit Karyawan adalah sebagai berikut :

a. Apabila Karyawan merasa atau menderita sakit, maka karyawan yang

bersangkutan harus segera berobat ke Rumah Sakit Islam Sakinah

Mojokerto di Poliklinik rawat jalan atau UGD ( kasus emergensi)

kepada dokter yang ditunjuk untuk mendapatkan tindakan ataupun

perawatan.

b. Karyawan yang bersangkutan harus meminta Surat Keterangan Sakit,

dari dokter yang merawat di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto,

maka Surat Keterangan Sakit dapat diminta pada dokter di Rumah Sakit atau

layanan kesehatan lain terdekat dengan segera memberitahukan pada Bagian

Kepegawaian atau kepada atasannya langsung.

4. Izin Melanjutkan Pendidikan

Izin untuk melanjutkan pendidikan bagi karyawan harus diajukan

sebelum karyawan yang bersangkutan mendaftar ke Perguruan Tinggi ataupun

Diploma yang dipilih.

Setiap karyawan yang melanjutkan pendidikan harus mengkonsultasikan

terlebih dahulu kepada Direktur/Pimpinan untuk mendapatkan pengarahan ataupun

persetujuan resmi dari Rumah Sakit.

Izin untuk melanjutkan pendidikan dapat diberikan oleh Direktur/Pimpinan

selagi tidak mengganggu ataupun menghambat operasional berjalannya Rumah

Sakit.

Izin untuk melanjutkan pendidikan sedapat mungkin harus berkaitan


dengan ruang lingkup pekerjaan di Rumah Sakit, sesuai dengan arahan yang

diberikan oleh Direktur/Pimpinan, dan apabila pengambilan program pendidikan

lanjutan tidak berhubungan dengan ruang lingkup pekerjaan karyawan yang

bersangkutan ataupun rencana pengembangan Rumah Sakit, maka karyawan

yang bersangkutan dapat dikenakan sangsi berupa :

a. Penundaan masa pengangkatan bagi Karyawan Kontrak.

b. Penundaan kenaikan berkala, golongan dan pangkat bagi karyawan Tetap.

c. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

B. CUTI

1. Cuti Tahunan Karyawan

- Hak Cuti Tahunan diberikan kepada Karyawan yang bekerja sekurang

-kurangnya 12 ( Dua belas ) bulan secara terus menerus selama

12 hari kerja dalam 1 ( satu ) tahun dan pengambilan Hak Cuti Tahunan

untuk tahun yang bersangkutan tidak dapat digabungkan dengan

pengambilan Hak Cuti Tahunan untuk tahun berikutnya.

- Hak Cuti Tahunan dapat digantikan dengan mengajukan Penggantian

Cuti oleh Karyawan yang bersangkutan kepada Direktur yang nilainya

sebesar 1 (satu ) X lembur shift.

- Hak Cuti Tahunan dapat digantikan dengan mengajukan Penggantian

Cuti oleh Karyawan.

- Form Cuti Tahunan ataupun Penggantian Cuti Karyawan diambil pada

Bagian Development and evaluation.

2. Cuti Hamil dan Melahirkan


Ketentuan tentang cuti hamil dan melahirkan diatur berdasarkan pasal 82

(1) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dengan

ketentuan sebagai berikut :

Cuti hamil adalah pembebasan Karyawan Tetap wanita dari

kewajiban untuk bekerja sehubungan dengan kelahiran anaknya dengan

tetap menerima gaji pokok, uang makan dan uang transport.

Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan wanita/ibu dan

anaknya, cuti hamil diambil 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya

melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan berdasarkan

surat keterangan dokter atau bidan yang merawatnya.

Cuti Melahirkan diberikan selama 90 hari (3 bulan) kepada

Karyawati Tetap maupun Karyawati Kontrak yang telah melewati masa kerja

lebih dari 2 (dua) tahun.

Pengambilan form Cuti Melahirkan di Bagian Kepegawaian yang telah

diajukan 10 (sepuluh) hari sebelum cuti dimulai.

3. Cuti Haid
Karyawan perempuan dalam masa haid merasakan sakit dan

memberitahukan kepada kepala ruangan/unit. Pertimbangan pemberian izin

tidak masuk kerja karena haid sesuai dengan indikasi Dokter

4. Cuti Karena Keguguran Kandungan

Karyawan perempuan yang mengalami keguguran kandungan dari suami

yang sah, maka istirahat akan diberikan apabila ada surat keterangan Dokter

Kandungan

BAB VIII
PENGEMBANGAN KARYAWAN

A. Pengertian

Pengembangan Pengembangan adalah suatu usha untuk meningkatkan

kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan

kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan latihan. Pengembangan

eningkatkan keahlian teoritis, konseptual, dan moral karyawan sedangkan Latihan

bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis pelaksanaan pekerjaan karyawan.

Menurut Intruksi President Republik Indonesia Nomor 15 tanggal 13

september 1974 Pendidikan adalah segala usaa untuk membina kepribadian dan

mengembangkan kmampuan manusia indonesia, jasmaniah, rohaniah, yang

berlangsung seumur hidup, baik di dalam maupun diluar sekolah, dalam rangka

pembangunan persatuan indonesia dan masyarakat adil dan makmur berdasarkan

pancasila.

Latihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk

memperoleh dan meningkatkan keterampilan diluar sistem pendidikan yang berlaku,

dalam waktu yangrelatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan

praktek daripada teori. Tujuan Pendidikan Nasional Menurut Tap. MPR No.

11/MPR/1993

B. Tujuan

Pengembangan bertujuan untuk mengurangi tigkat kecelakaan karyawan,

sehingga jumlah pengobatan yang dikeluarkan perusahaan berkurang.


C. Sasaran

Sasaran pengembangan karyawan adalah :

1. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis mengerjakan

pekerjaan atau technical skill.

2. Meningkatkan keahlian dan kecakapan memimpin serta mengambil

keputusan atau manageral skill dan conceptual skill.

D. Metode

Metode pengembangan terdiri atas :

1. Metode pelatihan atau training.

2. Metode pendidikan atau education Latihan/training diberikan kepada

karyawan operasional, sedangkan pendidikan/education diberikan kepada

karyawan manajerial

BAB IX
PEMBERHENTIAN KARYAWAN

A. Pengertian

Berakhirnya Hubungan kerja adalah putusnya status hubungan kerja antara

Pengusahan dengan karyawan berdasarkan sebab-sebab tertentu.

Adapun sebab-sebab tertentu yang dimaksud di atas adalah :

1. Meninggal Dunia.

2. Tidak mampu bekerja karena kesehatan tidak memungkinkan.

3. Berhenti atas permintaan sendiri.

4. Melakukan pelanggaran yang diatur di peraturan perusahaan.

5. Perubahan status perusahaan.


6. Perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun

atau keadaan memaksa.

7. Perusahaan mengalami pailit.

8. Memasuki usia pensiun.

B. Meninggal Dunia.

Apabila karyawan meninggal dunia, status hubungan kerja dengan

sendirinya berakhir demi hukum, kepada ahli warisnya diberikan uang pesangon

dan uang penghargaan masa kerja atau disesuaikan dengan aturan dan kebijakan

dai pihak rumah sakit yang besar perhitungannya sebagai berikut :

1. Uang Pesangon.

a. Kurang dari 1 (satu) tahun, 1 bulan gaji

b. 1 atau lebih, t e t a p i kurang dari 2 tahun, 2 bulan gaji.

c. 2 atau lebih, tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan gaji.

d. 3 atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan gaji.

e. 4 atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan gaji.

f. 5 atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan gaji.

g. 6 atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan gaji.

h. 8 atau lebih 9 bulan gaji

2. Uang Penghargaan Masa Kerja

a. 3 atau lebih kurang dari dari 6 tahun, 2 bulan gaji

b. 6 atau lebih, t e t a p i kurang dari 9 tahun, 3 bulan gaji.

c. 9 atau lebih, tetapi kurang dari 1 2 tahun, 4 bulan gaji.

d. 12 atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun, 5 bulan gaji.

e. 15 atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan gaji.

f. 18 atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun, 7 bulan gaji.


g. 21 atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun, 8 bulan gaji.

h. 24 atau lebih 10 bulan gaji

3. Uang Penggantian Hak.

a. Cuti Tahunan yang belum diambil dan belum gugur.

b. Pengantian perumahan dan perawatan ditetapkan 15 % (lima belas persen)

dari uang pesangon dan uang penghargaan kerja bagi yang memenuhi

syarat.

c. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan kerja.

C. Tidak mampu bekerja karena kesehatan tidak memungkinkan.


Karyawan mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat

kecelakaan kerja atau tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas

12 (dua belas) bulan, dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan

uang pesangon dan uang peghargaan yang telah ditentukan oelh Rumah Sakit Islam

Sakinah Mojokerto.
D. Berhenti atas permintaan sendiri.

a. Dalam hal karyawan berhenti atas permintaan sendiri, permohonan

pengunduran diri wajib di sampaikan kepada Rumah Sakit paling lambat 1

(satu) bulan sebelum tanggal pengunduran dirinya.

b. Karyawan yang mengundurkan diri wajib mengembalikan Bagde nama

dan semua perlengkapan yang dipinjamkan Rumah Sakit.

c. Dalam hal karyawan masih mempunyai pinjaman uang kepada Rumah

Sakit maka pinjaman tersebut wajib dilunasi terlebih dahulu secara sekaligus

sebelum pengunduran dirinya dikabulkan oleh Rumah Sakit.

d. Karyawan yang mangkir selama 5 hari kerja atau lebih berturut turut tanpa

keterangan secara tertulis dengan bukti sah dapat diputuskan hubungan

kerjanya karena kualifikasi mengundurkan diri.

d. Diberikan uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada

karyawan yang menjalani PHK karena mengundurkan diri

E. Melakukan pelanggaran yang diatur di peraturan perusahaan.

a. Dalam hal pelanggaran yang diatur dalam peraturan perusahaan, Rumah

Sakit dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada karyawan

yang bersangkutan diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga

secara berturut-turut.

b. Surat peringatan tersebut masing-masing berlaku 6 (enam) bulan.

c. Tidak berhak atas uang pesangon maupun uang penghargaan masa kerja.

d. Apabila karyawan melakukan pelanggaran korupsi dan penyelewengan

yang diatur dalam peraturan perusahaan, Rumah Sakit dapat melakukan


Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa diberikan Surat Peringatan 1, 2,

dan 3, serta karyawan tersebut harus mengganti kerugian yang timbul

akibat pelanggaran tersebut sebesar jumlah uang yang diselewengkan.

H. Perusahaan mengalami pailit.

Karyawan dapat di lakukan pemutusan hubungan kerja karena perusahaan

pailit, karyawan berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali, uang penghargaan

masa kerja sebesar 1 (satu) kali.

I. Memasuki usia pensiun.

1. Usia Pensiun karyawan yang berlaku di rumah sakit adalah 55 tahun

2. Setiap Karyawan tetap yang telah memasuki usia pensiun maka dilakukan

pemutusan hubungan kerja oleh rumah sakit.

3. Karyawan tetap yang memasuki usia pensiun dan putus hubungan kerja dengan

rumah sakit, berhak atas 2 kali uang pesangon dari perhitungan berdasarkan

peraturan perundang undangan dan 1 kali uang penghargaan dari perhitungan

berdasarkan peraturan perundangan.


BAB X
LAMARAN PEKERJAAN

A. Pengertian
Surat lamaran kerja adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk melamar

pekerjaan di suatu perusahaan, kantor atau instansi tertentu. Secara garis besar surat

lamaran kerja terbagi menjadi dua macam yaitu surat lamaran kerja berdasarkan

iklan dan surat lamaran kerja berdasarkan inisiatif sendiri. surat lamaran kerja

termasuk kedalam golongan surat resmi atau dinas sehingga dalam penulisannya

terdapat aspek-aspek tertentu yang harus di perhatikan.

B. Cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar

1. Gunakan bahasa yang baik dan benar.

Pergunakan bahasa yang formal karena surat lamaran kerja termasuk surat

resmi jangan menggunakan bahasa yang tidak patut dalam pembuatan surat

resmi.

Tulislah kalimat yang singkat padat dan jelas.

Jangan bertele-tele dalam menulis surat lamaran karena surat lamaran bisa

menampilkan jati diri seseorang serta sebuah instansi atau perusahaan tidak

menyukai surat lamaran yang bertele-tele.

2. Tulislah secara manual menggunakan tangan.

Penulisan surat lamaran kerja secara manual lebih disukai perusahaan

karena melalui tulisan tangan bisa dinilai bagaimana pribadi seseorang.

3. Perhatikan kebersihan surat lamaran kerja.


Jangan sampai ada coretan atau bekas penghapus dalam surat lamaran

kerja, jika salah menulis lebih baik tulis ulang di kertas baru, jangan

menggunakan stipo untuk menghapus.

4. Isi secara jelas data diri dan informasi yang informasi tentang diri anda, serta

lampirkan dokumen-dokumen pendukung seperti daftar riwayat hidup, fotocopy

identitas diri serta dokumen-dokumen lain yang menjadi persyaratan.

5. Jika anda mempunyai sertifikat pendukung yang bisa menambah nilai plus untuk

diri anda jangan ragu untuk melampirkannya.

C. Bagian-bagian dalam surat lamaran kerja

1. Tempat dan tanggal pembuatan surat lamaran.

2. Hal atau perihal.

3. Lampiran berkas.

4. Alamat yang di tuju.

5. Salam pembuka.

6. Isi surat yang bisa di bagi menjadi empat bagian yaitu ; paragraf pembuka, isi

surat, daftar lampiran dan paragraf penutup.

7. Salam penutup.

8. Nama terang pelamar dan tanda tangan.


BAB XI
JABATAN KARYAWAN

A. Jabatan Karyawan

Setiap karyawan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto oleh pihak

manajemen dan pimpinan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto diberi jabatan

atau kedudukan sesuai dengan fungsi dan tugasnya dengan maksud dan tujuan agar

kinerja pada Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto dapat berjalan secara efektif,

efisien dan professional.

Kenaikan jabatan, RS Islam Sakinah Mojokerto selanjutnya diatur dengan

SK Direktur Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto dengan ketentuan sebagai

berikut :

a. Karyawan yang bersangkutan dinilai baik.

Karyawan yang bersangkutan akan diuji kemampuan sesuai dengan

tugasnya, melalui pemberian tugas yang diberikan oleh kepala bagian.


BAB XII
ALUR PENERIMAAN KARYAWAN

Alur Penerimaan Karyawan sebagai berikut :

1. Lamaran kerja lengkap yang bertujuan untuk menunjukan jabatan yang

diinginkan pelamar, memberikan informasi untuk wawancara.

2. Wawancara penyaringan awal tujuannya untuk membuat penilain secara cepat

terhadap kelayakan pelamar.

3. Testing berguna untuk mengukur ketrampilan kerja calon dan kemampuan untuk

belajar bagi pegawai.

4. Penyelidikan latar belakang untuk menelusuri kebenaran resume pelamar atau

formulir lamaran.

5. Wawancara untuk seleksi mendalam bertujuan untuk mengetahui lebih banyak

lagi tentang pelamar sebagai individu.

6. Pemeriksaan Fisik tujuannya untuk memastikan pelaksanaan yang efektif oleh

pelamar, melindungi perusahaan terhadap tuntutan kompensasi karyawan yang

berlebihan.
BAB XIII
ALUR ORIENTASI

A. Alur Orientasi

1. Orientasi Umum

a. Menyiapkan materi orientasi umum:

Struktur organisasi rumah sakit

Visi Misi Rumah Sakit

Falsafah dan Tujuan Rumah Sakit

Sistem Manajemen Mutu Rumah Sakit

K3RS (Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit) dan

Kewaspadaan Bencana

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Hak dan Kewajiban Karyawan

Peraturan dan Kebijakan Umum tentang Kekaryawanan.

b. Menyiapkan blangko evaluasi oleh Kasubbag Kepegawaian

c. Menyiapkan surat penugasan

Subbagian kepegawaian menyiapkan surat penugasan kepada atasan

langsung untuk melaksanakan orientasi.

d. Pelaksanaan Orientasi

Pelaksanaan orientasi dilaksanakan oleh Kasubbag Kepegawaian,

kepala bagian/atasan langsungnya dan Pemateri yang ditunjuk.


Penyampaian materi orientasi sesuai dengan jadwal/POA yang telah

ditetapkan sebelumnya.

Bentuk penyampaian materi orientasi bisa dalam bentuk :

Penyampaian secara lisan; metode ceramah/diskusi

Penyampaian secara tertulis

Penyampaian materi orientasi menjadi tanggungjawab dari

Kasubbag Kepegawaian dan Kepala Bagian yang bersangkutan.

Waktu yang dipergunakan untuk masa orientasi umum adalah selama

3 hari berturut-turut, dengan lama orientasi menyesuaikan dengan

jadwal/POA yang ditetapkan.

Tempat orientasi : di Aula Lantai 2

e. Evaluasi Orientasi

Evaluasi dilakukan setelah karyawan menjalani orientasi selama 3

hari tersebut.

Evaluasi dilakukan dengan mengisi blangko yang telah disiapkan

oleh subbagian general affair.

Evaluasi dilakukan oleh kasubbag general affair dan/atau atasan

langsung.

Evaluasi dilakukan dapat berupa : wawancara langsung/tanya jawab,

pengamatan sekilas khususnya setelah mendapatkan materi Basic

Value/pembentukan karakter/kesadaran, pemakaian APD, dll.


2. Orientasi Khusus

a. Menyiapkan materi orientasi khusus:

Visi misi, falsafah dna tujuan dari gugus tugas yang bersangkutan

truktur organisasi dan uraian tugas di bagian dimana dia ditempatkan

Protap/SOP yang membantu pelaksanaan tugas dimana dia

ditempatkan

Kebijakan mutu/sasaran mutu dan pencapaiannya digugus tugas

dimana dia ditempatkan.

Materi yang bersifat praktek/langsung kerja

Mengenalkan alur dan proses kerja dibagian dimana dia ditempatkan

sampai sedetil mungkin

b. Pelaksanaan Orientasi

Pelaksanaan orientasi menjadi tanggungjawab sepenuhnya dari

atasan langsung dimana dia ditempatkan atau pejabat lain yang

ditunjuk.

Atasan langsung /pejabat yang ditunjuk akan menyusun POA/Jadwal

kegiatan orientasi selama 3 bulan.

Tempat orientasi adalah ditempat dimana karyawan ditempatkan.

c. Evaluasi Orientasi

Evaluasi dilakukan setelah karyawan menjalani orientasi selama 3

bulan.

Evaluasi dilakukan oleh atasan langsung/pejabat yang ditunjuk.


Atasan langsung/pejabat yang ditunjuk untuk melakukan orientasi

harus membuat laporan evaluasi dan menyerahkan ke rumah sakit

yang akan dipergunakan untuk pengambilan keputusan bilamana

dibutuhkan.
BAB XIV
PENUTUP

Hal hal lain yang belum cukup atau tidak diatur dalam pedoman perencanaan SDM

Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto akan diatur dikemudian dengan surat keputusan

atau surat edaran dari management Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

Demikianlah pedoman perencanaan SDM Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto ini

dibuat dan dijelaskan kepada segenap karyawan untuk ditaati dan dilaksanakan

sebagaimana mestinya.

Mojokerto ......................

Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto

Direktur

dr.AHMAD LATHIFI
BAB XV
SPO KARYAWAN
(Terlampir)

Anda mungkin juga menyukai