Anda di halaman 1dari 10

KONSEP DASAR BIOLOGI DAN SEJARAH KEHIDUPAN

(history of life)

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Biologi Umum

Oleh :
1. Dinari Pribawastuti
2. Gizella Ayu Wilantika

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Agustus 2014
A. PENGERTIAN BIOLOGI
Istilah biologi diambil dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan
kata bahasa Yunani, bios hidup dan logos ilmu. Jadi Biologi ialah ilmu yang mempelajari
segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup atau kehidupan.
Biologi merupakan bagian dari Sains dan memiliki karakteristik yang sama dengan ilmu
sains lainnya. Sains disebut juga sebagai ilmu pengetahuan alam karena merupakan ilmu yang
mempelajari gejala-gejala alam. Biologi itu sendiri mempelajari gejala alam berupa gejala-gejala
pada makhluk hidup dan dengan segala permasalahan kehidupannya. Namun untuk lebih
tepatnya, biologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup yaitu mulai dari molekul-
molekul penyusun makhluk hidup, sel, jaringan, organ, system organ, individu serta tingkatan
yang lebih tinggi.
Selain itu, dari seluruh bidang sains, biologi adalah ilmu yang paling berhubungan dengan
kemanusiaan dan ilmu-ilmu sosial.
Biologi sendiri dikatakan sebagai ilmu karena memiliki objek-objek kajian dan metode-metode
ilmiah. Objek kajian yang dimaksud adalah objek material dan objek formal. Objek material
merupakan suatu bahan atau materi yang dibahas, contoh nya saja adalah makhluk hidup dan
makhluk yang pernah hidup (fosil). Sedangkan untuk objek formal merupakan cara memandang
sesuatu atau hal yang dipandang meliputi struktur, fungsi, dan interaksi suatu makhluk hidup
dengan makhluk hidup yang lain.
Kajian Biologi sebagai ilmu sangat luas, yaitu meliputi seluruh makhluk hidup, seperti
hewan dan tumbuhan Baik yang uniseluler maupun multiseluler. Ilmu Biologi sangat
berpengaruh dan berguna bagi kehidupan manusia. Biologi banyak digunakan untuk berbagai
bidang kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan lain sebagainya.

Objek kajian biologi berupa benda-benda yang nyata (konkret). yang dimaksud dengan benda
konkret adalah benda-benda yang dapat ditangkap oleh alat-alat indera manusia. Benda konkret
dapat berupa benda padat, cair, atau gas. Jika benda-benda tersebut tidak dapat ditangkap oleh
indera kita, maka dapat digunaka alat bantu. Contoh nya saja, pengamatan virus dilakukan
dengan mikroskop elektron dan pengamatan bakteri dengan bantuan mikroskop cahaya.
Ilmu pengetahuan lahir dari suatu rangkaian aktivitas akal manusia yang disusun secara
sistematis, Syarat-syarat Ilmu pengetahuan yaitu:

1. Memiliki objek
Setiap ilmu umumnya membatasi diri pada segi kajian tertentu. Biologi memfokuskan pada
objek makhluk hidup yang ada maupun yang pernah ada di dunia ini.

2. Memiliki metode
Berkembangnya ilmu pengetahuan tidak dapat terjadi secara kebetulan ataupun asal-asalan,
melainkan mengikuti metode tertentu. Dalam mempelajari obyek kajian biologi digunakan
metode ilmiah untuk
menemukan kebenaran.

3. Bersifat sistematis
Agar mudah dikaji, ilmu pengetahuan harus tersusun mulai yang sederhana menuju yang lebih
kompleks.
Konsep yang mendasari harus mengandung hubungan sedemikian rupa yang saling mendukung
dan bukan saling bertentangan.
4. Universal
Kebenaran yang disajikan dalam ilmu pengetahuan harus berlaku secara umum. Dalam biologi,
hukum-hukum atau kaidah ilmu yang ada juga berlaku secara umum.
5. Objektif
Pernyataan dalam suatu ilmu pengetahuan harus bersifat jujur, yaitu menggambarkan kondisi apa
adanya, mengandung data atau informasi yang sebenarnya, bebas dari prasangka, kesenjangan,
atau kepentingan pribadi.

6. Analitis
Kajian dari sebuah ilmu akan menuju hal-hal yang lebih khusus seperti bagian, sifat, peranan dan
berbagai hubungan. Untuk memahami hal yang bersifat khusus perlu pengkajian secara khusus
pula, sehingga terdapat antar hubungan bagian yang dikaji sebagai hasil analisa. Oleh karena itu,
sebuah ilmu akan terbagi menjadi berbagai cabang ilmu dengan kajian yang lebih
khusus.

7. Verifikatif
Kebenaran dalam sebuah ilmu bukanlah bersifat mutlak tetapi bersifat terbuka atau verifikatif
yang juga dikenal dengan kebenaran ilmiah. Artinya, sesuatu yang semula dianggap benar suatu
saat mungkin menjadi salah bila ditemukan bukti-bukti baru yang menentang kebenaran
sebelumnya.
B. ASAL USUL KEHIDUPAN
1. TEORI ABIOGENESIS
Teori Abiogenesis artinya makhluk hidup yang pertama kali di bumi berasal dari
benda mati.Teori Abiogenesis dikenal juga dengan sebutan GeneratioSpontanea yang artinya
teori tersebut terjadi secara spontan atau terjadi begitu saja. Jadi kalau
pengertian Abiogenesisdan Generatio Spontaneakita gabungkan maka secara keseluruhan artinya
adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut berasal dari benda mati atau tak hidup
yang terjadinya secara spontan, misalnya : (1)Ikan dan katak berasal dari lumpur; (2) Cacing
berasal dari tanah; (3)Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Berikut beberapa penemu yang beranggapan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati
antara lain:
a. Teori Menurut Aristoteles
Pada zaman Yunani Kuno Aristoteles (384-322 SM) yang berpendapat bahwa makhluk
hidup terjadi begitu saja. Beliau mengamati ikan-ikan yang hidup di air, ia melihat ikan tertentu
keluar dari lumpur, menurutnya ikan-ikan berasal dari lumpur. Pendapat ini masih terus bertahan
sampai abad ke 17-18.

b. Teori Menurut Nedham


Beliau merebus air kaldu kemudian memasukannya kedalam botol, lalu menutup rapat botol
tersebut dengan gabus. Ternyata beberapa hari kemudian muncul bakteri. Nedham
menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari kaldu. Padahal Nedham merebus kaldunya tidak
dengan botolnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa bakteri berasal dari botol yang tidak steril.
c. Teori Menurut Anthony van Leeuwenhoek (abad ke 18)
Anthony berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas rendaman
jerami. Jadi Anthony menyimpulkan bahwa mikroorganisme berasal dari air.

2. TEORI BIOGENESIS
Teori Biogenesis menyebutkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
juga. Berikut beberapa penemu yang membantah teori Aristoteles dan Anthony antara lain:
a. Fransisco Redi (1626-1697)
Fransisco melakukan percobaan karena beliau tidak sependapat dengan Aristoteles. Dalam
percobaannya, Fransisco menggunakan tiga buah toples.
Toples I : diisi sekerat daging, dan ditutup rapat
Toples II: diisi sekerat daging, ditutup menggunakan kain kasa.
Toples III: diisi sekerat daging, tidak ditutup.
Fakta
Toples I : tidak ditemukannya larva
Toples II: tidak ditemukannya larva
Toples III: ditemukannya larva, karena lalat bisa masuk toples.
Dari percobaan yang telah dilakukan maka Fransisco Redi berpendapat bahwa larva
bukan berasal dari keratan daging (benda mati), tetapi berasal dari lalat yang bertelur.
b. Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Spallanzani membantah penemuan Aristoteles oleh karena itu, sehingga beliau
mengadakan percobaan. Spallanzani melakukan percobaan sebagai berikut.
Air kaldu dimasukkan kedalam beberapa botol atau tabung. Sebagian tabung ditutup rapat
dan sebagian dibiarkan terbuka. faktanya tabung yang tertutup rapat tidak ditemukannya
mikroorganisme, sedangkan pada tabung terbuka terdapat adanya mikroorganisme.
Setelah melakukan percobaan, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang
ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari
kehidupan diudara. Jadi adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba dari udara
ke dalam air kaldu tersebut.
c. Louis Pasteur (1822-1895)
Dalam percobaannya Louis Pasteur menggunakan tabung kaca berbentuk seperti leher
angsa atau huruf S. Setelah dilakukan percobaan Louis berpendapat bahwa bakteri bukan berasal
dari kaldu dan juga bukan berasal dari udara.
Berdasarkan hasil percobaan Fransisco, Spallanzani, dan Louis tersebut, maka
tumbanglah paham Abiogenesis, dan muncullah paham/teori baru tentang asal usul makhluk
hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis. Teori itu menyatakan:
omne vivum ex ovo: yang berarti setiap makhluk hidup berasal dari telur.
omne ovum ex vivo: yang berarti telur berasal dari makhluk hidup.
omne vivum ex vivo: yang berarti setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.

3. TEORI KREASI KHAS


Menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (gaib) pada saat yang
istimewa.

4. TEORI KOSMOZOAN
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup di bumi dari spora kehidupan yang berasal dari
luar angkasa.

5. TEORI EVOLUSI BIOKIMIA


Menyatakan bahwa kehidupan ini muncul berdasarkan hukum fisika, kimia, dan biologi.
6. TEORI KEADAAN MANTAP
Menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul.
7. TEORI EVOLUSI KIMIA

- Teori Harold Urey,

Menurutnya zat hidup yang pertama kali mempunyai susunan menyerupai virus saat ini.
Zat hidup tersebut mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Urey
berpendapat bahwa kehidupan terjadi pertamakali diudara (atmosfer). Pada saat tertentu dalam
sejarah perkembangan terbentuk atmosfer yang kaya akan molekul- molekul CH4, NH3, H2,
H2O. Karena adanya loncatan listrik akibat halilintar dan sinar kosmik terjadi asam amino yang
memungkinkan terjadi kehidupan.

- Eksperimen Stanley miller,


Stanley Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul
kehidupan. Dia melakukan percobaan untuk menguji hipotesis Harold Urey. Dari hasil
eksperimennya Miller dapat memberikan petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam
sistem kehidupan seperti lipida, karbohidrat, asam amino, protein, nukleotida dan lain-lain dapat
terbentuk dalam kondisi abiotik.

- Teori Evolusi Biologi Oparin,


Dia berpendapat bahwa kehidupan pertama terjadi di cekungan pantai dengan bahan-bahan
timbunan senyawa organik dari lautan. Timbunan senyawa organik ini disebut sop purba atau
sop primordial
C. SUSUNAN TINGKATAN ORGANISASI KEHIDUPAN
Dalam ruang lingkup Biologi, organisme yang dipelajari, khususnya makhluk hidup
terdiri atas berbagai tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi yang dipelajari
dimulai dari yang paling sederhana hingga tingkatan yang kompleks. Tingkatan organisasi
kehidupan dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi,
ekosistem, hingga ke tingkatan bioma.

1. Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul


Dalam tingkat molekuler, atom-atom berikatan membentuk molekul. Molekul-molekul
tersebut akan menyusun organel-organel sel. Contohnya, membran sel plasma yang
tersusun atas molekul-molekul protein, fosfolipid, kolesterol, air, karbohidrat, dan ion-
ion lain. Adanya molekul tersebut, memungkinkan membran plasma menjalankan
fungsinya sebagai bagian luar sel yang memisahkan sel dengan lingkungan sekitarnya.

2. Organisasi Kehidupan Tingkat Sel


Setiap makhluk hidup tersusun atas sel. Ada makhluk hidup yang tersusun atas satu sel
(uniseluler), dan adapula makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). Sel
merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.
Setiap sel memiliki organel-organel yang mampu menjalankan fungsinya untuk hidup.
Organel sel tersebut diantaranya ribosom, mitokondria, badan golgi, retikulum
endoplasma, membran plasma, dan vakuola. Seluruh aktivitas organel tersebut,
dikontrol oleh inti sel (nukleus).

3. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan


Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk, susunan, dan fungsi sama.
Kumpulan sel tersebut bekerja sama membentuk dan menjalankan tugasnya sesuai
dengan fungsinya. Kajian tentang jaringan dipelajari dalam histologi. Pada makhluk
hidup terdapat berbagai macam jaringan, seperti jaringan saraf, jaringan otot, dan
jaringan ikat.
Jaringan saraf memiliki fungsi menyampaikan rangsang dari luar untuk diteruskan
menuju otak. Otak tersebut menanggapi rangsang melalui jaringan saraf untuk
meresponnya. Misalnya, saat memegang benda panas, kita akan merespons dengan
melepas benda panas tersebut.

4. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ


Organisasi kehidupan tingkat organ merupakan organisasi hidup dari kumpulan jaringan.
Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan yang berbeda untuk melakukan suatu
pekerjaan yang sama. Suatu organ memiliki tugas untuk menjalankan fungsinya. Organ
terdiri atas beberapa jaringan yang berbeda. Contoh organ adalah kulit, jantung, ginjal,
dan mata.
Organ kulit tersebut oleh beberapa jaringan, yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan
darah, dan jaringan saraf. Keseluruhan jaringan tersebut bekerja sama menjalankan
peran serta fungsinya, seperti melindungi tubuh dari berbagai faktor fisis dan menjadi
pertahanan tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit (patogen).

5. Organisasi Kehidupan Tingkat Sistem Organ


Di dalam tubuh suatu makhluk hidup, organ-organ yang berbeda akan berkumpul
membentuk suatu sistem yang disebut sistem organ. Kumpulan organ-organ tersebut
akan menjalankan fungsi dan tugas yang saling berkaitan. Contoh: sistem organ pada
manusia, yaitu sistem pencernaan terdiri atas organ mulut, lidah, gigi, kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

6. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu


Individu merupakan organisme yang tersusun oleh kumpulan dari sistem - sistem organ.
Kumpulan sistem organ tersebut membentuk individu. Adanya berbagai sistem organ
yang memiliki fungsi berbeda, membuat suatu individu mampu melakukan fungsi
hidupnya dengan baik. Contoh organisasi kehidupan tingkat individu adalah seekor
kucing, seekor ular, dan seorang manusia.

7. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi


Organisasi kehidupan tingkat populasi terbentuk oleh spesies atau individu yang sejenis.
Populasi sendiri merupakan kelompok yang terdiri atas psesies sejenis atau sama dan
mendiami suatu habitat. Habitat merupakan tempat hidup suatu makhluk hidup.
Di dalam suatu populasi terjadi interaksi atau hubungan antar spesiesnya. Hal tersebut
dilakukan guna menjalankan fungsi hidupnya, misalnya berkembang biak, melakukan
perkawinan, dan untuk perlindungan satu sama lainnya. Contohnya: organisasi tingkat
populasi adalah sekumpulan banteng.

8. Organisasi Kehidupan Tingkat Komunitas


Komunitas merupakan sekelompok populasi yang hidup dalam suatu daerah dan
menempati lingkungan yang sama. Komunitas merupakan organisasi kehidupan yang
memiliki banyak objek untuk diamati. Contohnya, komunitas sungai terdapat populasi
katak, populasi udang, dan populasi plankton.
9. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem
Ekosistem merupakan beberapa macam populasi yang berinteraksi dengan
lingkungannya tempat mereka hidup baik dengan komponen biotik maupun komponen
abiotiknya. Di dalam ekosistem, organisasi kehidupan berlangsung sangat kompleks.
Antarpopulasi terdapat suatu hubungan simbiosis serta siklus energi dan materi. Siklus
energi ini terjadi melalui suatu peristiwa makan dimakan yang membentuk sebuah
rantai makanan. Bahkan terdapat siklus energi yang lebih luas dan rumit dalam suatu
jaring-jaring makanan.
Di dalam ekosistem, hubungan antara organisme biotiknya tidak dapat terlepas dari
faktor abiotiknya. Contohnya, hewan yang memerlukan air untuk minum. Air
merupakan salah satu komponen abiotik.

10. Organisasi Kehidupan Tingkat Bioma


Bioma merupakan organisasi kehidupan yang cukup beragam, khususnya jenis makhluk
hidup di dalamnya. Bioma adalah satuan daerah daratan yang luas di bumi bercirikan
sejenis tumbuhan dominan di daerah tersebut. Contohnya bioma gurun, bioma taiga,
bioma hutan hujan tropis, dan bioma tundra.

Di dalam bioma, banyak sekali jenis individu ataupun populasi yang terdapat di dalamya.
Misalkan pada bioma hutan hujan tropis yang didominasikan oleh tumbuhan tropis,
terdapat keaneragaman individu yang tinggi di dalamnya. Indonesia memiliki bioma
hutan hujan tropis, khususnya di pulau Sumatra dan Kalimantan.
Tingkatan kehidupan organisme yang dipelajari dalam ruang lingkup Biologi dipelajari
dalam berbagai tingkatan. Setiap tingkatan tersebut memiliki kekhasan mengenai
cirinya.
D. Manfaat biologi
- Memahami diri kita dan kehidupan di sekitar kita
- Meningkatkan kualitas hidup seperti menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi
kebutuhan sandang, pangan, dan papan, mencegah penyakit, dan mengembangkan cara baru
memanfaatkan organisme lain
- Meningkatkan pengaruh positif terhadap lingkungan seperti melestarikan habitat alami dan
spesies langka, serta mengurangi pengaruh pencemaran lingkungan
- Membantu dalam menemukan dan mengembangkan bahan kebutuhan pokok manusia, terutama
bahan makanan dari tanaman pertanian
- Menemukan berbagai penyebab dan pengobatan berbagai macam penyakit pada tanaman
pertanian
- Penemuan bibit - bibit unggul tanaman pertanian yang bisa meningkatkan produksi pertanian
sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah pangan.
- Menyingkap rahasia proses-proses kehidupan, pewarisan sifat, dan gen sehingga dapat
digunakan untuk merubah sifat sifat pada tanaman pertanian menjadi lebih unggul serta
menghasilkan tanaman hibrida yang banyak dengan sifat yang tetap.
- Para penderita penyakit yang mengalami kerusakan pada salah satu organ tubuhnya, kini telah
mendapatkan jalan keluarnya yaitu melalui teknik transplantasi (pencangkokan) organ.
Transplantasi organ yang sudah berhasil dilakukan oleh para dokter adalah pencangkokan ginjal,
jantung, sumsum tulang belakang maupun hati. dll