Anda di halaman 1dari 32

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara yang dinobatkan sebagai salah satu
Negara Megabiodiversitas. Mengabiodiversitas itu sendiri adalah keaneragaman hayati
yang sangat berlimpah,itu semua karena Indonesia kaya akan flora maupun fauna. Dan
semua itu memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia,jika manusia
dapat mengoptimalkan kemampuanya dalam mengembangkan keaneragaman hayati yang
dimiliki oleh Indonesia.
Kebanyakan masyarakat Indonesia tidak mengetahui benar mengenai
perkembangan klasifikasinya dari yang pertama 2 kingdom hingga 6 kingdom. Maka
tidak ada salahnya jika kelompok kami menyajikan materi ini untuk menambah wawasan
baik untuk mahasiswa ataupun masyarakat. Dan diharapkan setelah membaca makalah
ini kita menjadi lebih mengetahui tentang keaneragaman hayati maupun klasifikasi
kingdomnya.

1.2 Tujuan
Mengetahui keaneragaman hayati di Indonesia
Mengetahui biosistematika lebih mendalam
Mengetahui prinsip dasar system klasifikasi
Mengetahui perkembangan sistem klasifikasi
Mengetahui apa itu keaneragaman organisme

1.3 Manfaat dari materi yang di kaji


Manfaat dari materi ini adalah kita akan lebih mengetahui apa,bagaimanakah dan
seperti apa megabiodevirsitas,biosistematika dan sistem klasifikasi dan keaneragaman
organisme itu. Kita juga akan memiliki wawasan yang luas tentang materi tersebut dan
bisa mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari

1
BAB II
MATERI
2.1 MEGABIODIVERSITAS
Pengertian Megabiodiversitas adalah Mega berarti besar,biodiversitas berarti
keaneragaman hayati,jadi Megabiodiversitas adalah keaneragaman hayati yang sangat besar dan
melimpah.

Dan didunia ada beberapa Negara yang dijuluki sebagai Negara megabiodiversitas
pemilik 70% keaneragaman hayati, yaitu Australia, Brazil,China,Collombia, Equador ,America
serikat, India, Indonesia, Madagaskar, Mexico, Peru,dan Kongo. Oleh karena itu kita patut
berbangga karena Negara kita termasuk dari Negara Megabiodiversitas di dunia. Factor ini di
pengaruhi oleh keadaan geografis dan iklim yang berada pada suatu daerah,terjadinya
biodiversitas dikarenakan perbedaan genetic dan pengaruh lingkungan,apabila suatu organisme
sama tetapi mendapatkan perlakuan yang berbeda,maka akan menimbulkan sifat yanbg berbeda
pula. Contohnya : bunga hydrangea,jika tumbuh di tanah yang bersifat asam,dan jika di tanah
basa akan berwarna biru.

Dan saat ini kita akan membahas megabiodiversitas yang ada di Indonesia,karena kita
langsung bersentuhan dan hidup di wilayah Indonesia. Indonesia termasuk salah satu Negara
megabiodiversitas karena Indonesia mempunya 10% jenis tumbuhan berbunga dari total
keseluruhan tanaman berbungga yang ada di dunia, 12% jenis mamalia dunia, 10% reptile dan
amfibi dunia, 12% jenis burung dunia dan lebih dari 25% jenis ikan dunia.

Indonesia terletak di 6o LU 11o LS dan 95o BT 141o BT dan artinya Indonesia


berada pada iklim tropis dan dilewati oleh garis khatulistiwa. Terletak di benua Asia dan
Australia dan merupakan tempat pertemua dua rangkaian pegunungan muda yakni sirkum pasifik
dan sirkum mediterania.

2
Bioma yang terletak di wilayah khatulistiwa memiliki kekayaan keanekaragaman hayati
yang sangat tinggi. Tidak hanya factor biota saja yang beraneka ragam jenis tetapi juga factor
abiotiknya juga memiliki keanekaragaman fisik yang sangat tinggi.

Hutan hujan tropis mampu menyerap karbon di atmosfer dalam jumlah yang banyak.
Oleh karena hutan hujan tropis di sabuk equator berfungsi sebagai paru-paru dunia. Hutan di
Negara Indonesia menyandang gelar megabiodiversitas,karena tingkat keanekaragaman biotanya
yang sangat banyak dibandingkan bioma bioma lainya.

2.1.1 Biodiversitas Indonesia Wilayah Barat

Indonesia memiliki 5 pulau yang besar. Dan kita dapat berbangga diri karena dari 5 pulau
ini saja terdapat tiga pembagian tipe biota yang khas dan unik. Lima pulau tersebut memiliki
hutan daratan rendah di pulau Sumatra, Kalimantan, dan jawa didominasi oleh pohon meranti-
merantian (dipterocarpaceae). Stuktur hutan dataran rendah memiliki tingkat kerapatan yang
tinggi baik jumlah pohon dan susunan kanopi yang terbentuk.

Asosiasi pepohonan meranti dengan tumbuhan pemanjat dan merayap menciptakan ruang
hidup bagi berbagai organisme. Seperti orang utan Sumatra ,makaka,lemur,bekantan dll.

3
Asosiasi serasah dengan tumbuhan bawah,semai menciptakan ruang hidup dan sumber
pakan bagi hewan terrestrial seperti gajah Sumatra,badak Sumatra,macan dahan dan jenis
serangga dan invertebrate.

Lalu bunga bangkai,siapa yang tidak tahu? Bunga raflesia dengan amorphopolus adalah
dua jenis yang berbeda. Bunga raflesia bersifat parasit dan amorphopolus bersifat mandiri.

2.1.2 Biodiversitas Indonesia Wilayah Tengah

Hutan dataran rendah di pulau Sulawesi memiliki keanekaragaman jenis yang tercampur
dengan jenis meranti-merantian dan keluarga jambu-jambuan (myrataceae) yang khas
Australia.ditambah dengan spesies pohon endemic seperti eboni yang berkayu sangat keras dan
hitam. Pulau Sulawesi yang berbentuk huruf K itu terbentuk dari pecahan-pecahan pulau kecil
yang bergerak dan bergabung menjadi pulau yang kita lihat sekarang ini. Hewan yang gampang
ditemui di Sulawesi adalah Anoa,kerbau kerdil yang hidup di daerah pegunungan terjal ini sangat
peka terhadap gangguan.

Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan polling kontes tujuh keajaiban dunia yang
salah satunya ditujukan pada ataman nasional pulau komodo untuk sarana promosi ekowisata
bertaraf international.

4
2.1.3 Biodiversitas Indonesia Wilayah Timur

Hutan daratan rendah papua sebagian besar berupa rawa-rawa yang didominasu daro
jambu-jambuan (myrtaceae) seperti pohon ekaliptus,akasia,sagu. Beberapa hewan di papua
memiliki kantong seperti kanguru,walabi,kuskus,tikus bergantung. Mamalia hewan berkantung
merupakan cirri khas hewan Australia. Burung di papua juga memiliki corak bulu yang sangat
indah,yaitu cendrawasih. Burung-burung yang ada di papua di juluki sebagai burung yang datang
dari surga.

2.2 BIOSISTEMATIKA
Biosistematika adalah suatu cabang biologi yang mempelajari keragaman hidup
mencakup taksonomi dan terlibat dalam rekonstruksi sejarah filogenetik. Secara fundamental,
sistematika bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan keanekaragaman suatu organisme
dan merekonstruksi hubungan kekerabatannya terhadap organisme lainnya, dan juga
mendokumentasikan perubahan-perubahan yang terjadi selama evolusinya dan merubahnya ke
dalam sebuah sistem klasifikasi yang mencerminkan evolusinya tersebut.

Objek utama biosistematika bukanlahmenemukan nama tumbuhan tetapi menemukan


hubungan dan kedekatan suatu organisme tumbuhan dengan yang lainnya, sehingga dapat
dikenali sepenuhnya kemiripan dan perbedaannya. Karakter umum yang dimiliki bersamadan
karakter spesifik yang dimililki hanya oleh kelompoknya. Hasil analisis inilah yang nantinya
dipakai untuk menata organisme tumbuhan teersebut kedalam tingkatan taksa sehingga menjadi
lebih sistematis, berdasarkan asal usulnya.

Tujuan dari sistematika adalah untuk menciptakan suatu klasifikasi yang mencerminkan
sejarah evolusi organisme,untuk melakukan hal tersebut di perlukan pengelompokan spesies ke
dalam beberapa taksa.

5
2.2.1. Monofiletik

Jika nenek moyang tunggalnya hanya menghasilkan semua spesies turunan dalam takson
tersebut dan bukan spesies pada takson lain.

Terdiri dari tujuh spesies (B-H),memenuhi kualifikasi sebagai


ilmu pengelompokan monofiletik yang merupakan bentuk
ideal dalam taksonomi. Takson tersebut meliputi semua
spesies turunan dan juga nenek moyang yang paling dekat
(spesies B).

2.2.2 Polifiletik

Jika anggotanya diturunkan dua atau lebih bentuk nenek moyang yang tidak sama bagi
semua anggotanya. Polifiletik yunani banyak ras salah satu grup untuk nenek moyang yang
umum. terakhir anggota bukan anggota kelompok.

Suatu sub kelompok didalam takson 1 adalah polifiletik,spesies


G dan E karena di turunkan dari 2 nenek moyang yang paling
dekat (spesies C dan F)

2.2.3 Parafiletik

Jika takson itu tidak meliputi spesies yang memiliki nenek moyang yang sama akan
menurunkan spesies yang termasuk dalam takson tersebut

6
2.3 DIAGRAM PEMBAGIAN LIMA KINGDOM

2.4 SINGKATAN YANG ADA DALAM BIOSISTEMATIKA

Singkatan sp.(zoology) atau spec.(botani) digunakan jika nama spesies


tidak dapat atau tidak perlu dijelaskan
Singkatan spp.(zoology dan botani) merupakan bentuk jamak. Contoh : canis
sp.,satu jenis dari genus
Singkatan ssp.(zoology) atau subsp.(botani) di gunakan untuk
menunjukkan subspesies yang belum diidentifikasi. Singkatan ini berarti
subspesies dan bentuk jamaknya sspp atau subspp
Singkatan cf.(dari confer) dipakai jika identifikasi nama belum pasti. Contoh ;
corvus cf. splendends berarti sejenis burung mirip dengan gagak (corvus
splendends) tapi belum dipastikan nama dengan spesies ini.
Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang
berlaku sekarang,nama autoritas ditulis dalam tanda kurung.
Contoh ; glycine max merr,passer domesticus (Linnaeus,1978)

2.5 KLASIFIKASI KINGDOM

Di bumi ini terdapat beraneka ragam mahkluk hidup. Di antaranya yang sudah
teridentifikasi baru kira-kira 1.000.000 golongan hewan dan 300.000 golongan tumbuhan.
Disamping itu masih banyak lagi yang sedsng dalam penyelidikan. Karena banyaknya, maka
sukarlah untuk dipelajari atau dikenali secara keseluruhan.

7
Untuk mempermudah dan menyederhanakan obyek studi tentang makhluk hidup yang
beraneka ragam itu,maka manusia mengadakan pengelompokan. Setiap makhluk hidup
diperbandingkan,diidentifikasi dan dicarikan kesamaan dan perbedaanya dengan sistem tertentu.
Ilmu yang mempelajari cara pengelompokan makhluk hidup dengan sisitem tertentu disebut
sistematika,klasifikasi atau taksonomi.

2.5.1 Prinsip Dasar Klasifikasi

Dewasa ini klasifikasi makhluk hidup didasarkan atas kesamaan morfologi


,anatomi,fisiologi, cara perkembangbiakan,perkerabatan serta sejarah evolusinya. Makhluk hidup
yang mempunyai cirri-ciri yang sama akan digolongkan pada kelompok yang sama. Tetapi tidak
sepenuhnya sama,oleh karena itu akan di kelompokkan lagi berdasarkan kesamaan cirri yang
ada. Maka terbentuklah yang namanya takson. Contoh klasifikasi biologi : jagung,tumbuhan
monokotil

KATEGORI NAMA DESKRIPSI


Kingdom Plantae Organisme yang ada didarat,mempunyai
klorofil a dan b yang terdapat pada kloroplas
dan menunjukkan differensiasi stukturnya
Devisio Anthopyta Tanaman berpembuluh dengan biji dan
bunga,ovula terbungkus dalam
ovarium,penyerbukan tak langsung dan
angiospermae
Classis Monocotyledonae Embrio dengan satu kotiledon,bagian biasanya
terdiri dari tiga, berkas pembuluh tersebar
dalam batang
Ordo Commelinales Monocotil dengan daun berurat,reduksi dan
melebur dalam bagian bunga
Familia Poaceae Monokoltil dengan batang berlubang dengan
bunga hijau yang bereduksi,buah dengan buah
kering khusus(kariopsis) rumput-rumputan
Genus Zea Rumbutan robusta dengan tandan bunga berisi
putik dan benang sari yang terpisah.
Species Zea mays Jagung

2.5.2 Pemberian Nama Kepada Makhluk Hidup

Dahulu orang memberikan naman kepada suatu organisme berdasarkan khas yang
ditemuka n pada organisme tersebut. Misalnya orang inggris menamai mawar dengan rosa
longifolia,yang berarti mawar berdaun panjang. Pada saat penjajahan portugis pulang dari
indonesia,maka mereka membawa mawar jenis berdaun panjang lainya yang buahnya bulat.
Maka mawar tersebut diberi nama Rosa longifolia fructibus rotundis yang artinya mawar
berdaun panjang dengan buah bulat.

8
Bila penamaan setiap makhluk hidup dilakukan dengan cara seperti itu,maka alangkah
sulitnya memahami nama setiap jenis makhluk hidup yang berjuta-juta itu.

Oleh karena itu, untuk mempermudah pemberian nama kepada setiap makhluk
hidup,maka Carolus Linnaeus memperkenalkan sistem penamaan makhluk hidup yang cukup
sederhana,yaitu dengan sistem Nomenclatur binomial. Telah disebutkan bahwa sitem binomial
berarti setiap nama makhluk hidup terdiri atas dua nama latin. Kata pertama menunjukkan
genus,yang penulisanya dimulai dengan huruf besar. Kata kedua merupakan petunjuk spesies
(epitheton specificum) dan penulisanya dimulai dengan huruf kecil.

Misalnya : tumbuhan kentang,oleh linnaes dineri nama : Solanum tu berosum L

Solanum merupakan nama genusnya,sedang tu berosum merupakan cirri


khususnya yaitu berumbi. Dan L adalah nama penemunya.

2.5.3 Peraturan Pemberian Nama

Ada beberapa peraturan pemberian nama pada hewan ataupun tumbuhan,yaitu :

Setiap hewan atau tumbuhan mempunyai nama ilmiah tertentu


Untuk nama ilmiah hewan atau tumbuhan digunakan bahasa latin atau yang
dilatinkan
Tidak ada dua makhluk hidup atau lebih yang mempunyai nama species yang
sama
Nama genus harus terdiri atas 2 suku kata,dan penulisnaya selalu diawali dengan
huruf besar.
Nama spesies terdiri dari suku kata atau lebih,dan penulisanya mulai dengan huruf
kecil
Nama seorang penemu boleh dicantumkan dibelakang nama species.

2.6 PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI


Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli
filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC) mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok
besar yaitu kelompok hewan dan kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme
mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami
kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk
hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom. Sistem kingdom
yang pertama diperkenalkanoleh Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami perubahan dan
perbaikan hingga sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan.

9
2.6.1 Sistem Dua Kingdom

Sistem dua kingdom pertama kali dikemukaan oleh Aristoteles (yunani). Dalam sistem
ini makhluk hidup dibagi menjadi kingdom plantae dan animalia.

a. Kingdom plantae (Kerajaan tumbuhan),meliputi berbagai makhluk hidup yang


mempunyai cirri berdinding sel dan berkrolofil. Yang termasuk kingdom ini adalah
bakteri,jamur,ganggang,paku dan tumbuhan berbiji.
b. Kingdom animalia (kerajaan hewan),meliputi berbagai makhluk hidup yang memiliki
cirri tidak berdinding sel dan tidak memiliki krolofil. Yang termasuk kedalam kngdom ini
adalah protozoa,porifera,coelenterate,mollusca,arthropoda,enchinodermata,dan chordate

2.6.2 Sistem Tiga Kingdom

Klasifikasi tiga kingdom membagi makhluk hidup menjadi kingdom monera,plantae dan
animalia.

10
a. Kingdom monera,yaitu kelompok makhluk yang memeliki cirri tersusun dari satu atau
banyak sel dan belum memiliki membrane inti. Yang termasuk ke dalam kingdom ini
adalah bakteri dan ganggang hijau-biru.
b. Kingdom plantae adalah kelompok tumbuhan yang meliputi jamur,lumut,paku,dan
tumbuhan biji.
c. Kingdom Animalia adalah kelompok hewan yang terdiri dari
protozoa,porifera,coelenterate,mollusca,arthropoda,dan chordate. Namun demikian ada
juga yang mengembangkan klasifikasi tiga kingdom yang berbeda. Misalnya hackle pada
tahun 1866 mengusulkan makhluk hidup dikelompokkan menjadi tiga kingdom yaitu
protista,plantae dan animalia. Kingdom protista adalah kelompok makhluk hidup yang
tersusun atas satu atau banyak sel,memiliki membrane inti dan memiliki organel. Yang
termasuk ke dalam kingdom ini adalah protozoa,jamur dan ganggang. Sehingga kingdom
plantae hanya terdiri dari lumut dan tumbuhan berpembuluh.

2.6.3 Sistem Empat Kingdom

Sistem empat kingdom terdiri dari kingdom monera,fungi,plantae,dan animalia.

Kingdom monera terdiri dari bakteri dan ganggang hijau-biru,kingdom fungi dipisahkan dari
plantae karena tidak mempunyai klorofill walaupun sama-sama mempunyai dinding sel.
Sedangkan kingdom animalia meliputi bagian hewan seperti ada dalam tiga kingdom.

2.6.4 Sistem Lima Kingdom

Pencetus sistem klasifikasi lima kingdom adalah Robert.H Whittaker,seorang ahli biologi
amerika tahun 1969. Dalam klasifikasi ini whittaker mengelompokkan makhluk hidup dalam
kingdom monera,fungi,plantae,dan animalia. Kingdom baru yang di tambahkan yaitu protista
meliputi berbagai jenis mahkluk hidup uniseluler maupun multiseluler yang menyerupai

11
jamur,tumbuhan,dan hewan namun tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom fungi,plantae dan
animalia.

2.6.5 Sistem Enam Kingdom

Pada tahun 1990. Carl woese,seorang ahli biologi molekuler amerika


serikat,mengembangkan sistem klasifikasi enam kingdom. Dalam klasifikasi ini,beliau membagi
kingdom monera menjadi dua kelompok. Bakteri yang mempunyai sifat khusus dikelompokkan
dalam kingdom archaebacteria,misalnya bakteri yang mampu hidup di perairan bersuhu tinggi
atau di lingkungan yang kadar garamnya tinggi. Sedangkan bakteri yang lain dan ganggang
hijau-biru (cyanophyta) di kelompokkan ke dalam kingdim eubacteria. Jadi dalam sistem
klasifikasi enam kingdom,makhluk hidup dikelompokkan menjadi
archaebacteria,eubacteria,fungi,plantae,dan animalia.

12
2.7 KEANEKARAGAMAN ORGANISME

Keanekaragaman organisme merupakan suatu konsep yang menunjuk kepada variasi sifat
dan ciri gen, spesies, serta ekosistem. Keanekaragaman merupakan dasar ciri-ciri dari benda
hidup (Paidi, 2012).
Setiap organisme mempunyai ratusan bahkan ribuan gen dalam kombinasi yang unik dan
khas.Kumpulan individu-individu yang berkerabat dekat menjadi suatu kelompok spesies,
kemudian berbagai spesies membentuk suatu komunitas dan seterusnya.Interaksi antara
komunitas dengan faktor-faktor lingkungan fisik membentuk sistem ekologi. (
Hartono dan sumardi. 2004)
Upaya untuk menyederhanakan keanekaragaman organisme dari yangbesar menjadi kekelompok
yang kecil disebut klasifikasi. Klasifikasi bertitik tolak pada keseragaman organisme di dalam
keanekaragaman organisme yang dihadapi. Beberapa individu yang seragam dikelompokkan dalam
satu golongan.Dengan demikian mudah dipahami bahwa sedikit banyak kesaragaman
yangdimiliki oleh anggota yang digolongakan dapat digunakan untuk menentukan kedudukan
takson pada berbagai tingkat golongan. Tingkat golongan yang umum dikenal adalah : spesies,
genus, famili, ordo, kelas, divisio / filum, kingdom.(
Hartono dan sumardi. 2004)
Kajian evolusi sangat penting untuk mengklasifikasikan organisme kedalam kelompok-
kelompok. Karena itu semua menunjukkan bagaimana organisme berhubungan satu sama lain
secara kronologis dan morfologis.Klasifikasi organisme dikenal sebagai taksonomi. Ahli ahli
taksonomi memanfaatkan hubungan evolusioner dalam membuat pengelompokkan-
pengelompokkan mereka. Seluruh organisme tergolong kedalam satu dari 5 kingdom utama.
Kingdom adalah kategori taksonomik tertinggi. Kelima kingdomtersebut adalah : monera,
protista, fungi, plantae, animalia. Monera terdiri atasorganisme-organisme uniseluler yang tidak
memiliki nukleus dan bagian-bagian sel yang terspesialisasi yang disebut organel. Ini disebut
juga prokariotik. Seluruhkingdom lain terdiri atas organisme-organisme eukariotik.
(
G.H. Fried danG.J.hademenos. 2005

2.7.1 Kingdom Monera


Meliputi makhluk hidup yang sangat sederhana. Termasuk ke dalam kingdom ini adalah
bakteri dan alga biru (cyanophyceae). Tubuhnya terdiri dari sel-sel primitive,tidak mempunyai
inti sel atau sering disebut prokariotik.

13
2.7.2 Kingdom protista

Organisme yang masuk ke dalam kingdom protista adalah seluruh organisme bersel satu
yang bersifat eukariotik,artinya selnya sudah berselaput inti.

2.7.3 Kingdom Fungi


Yang masuk dalam kingdom fungi adalah yang tidak mempunyai klorofil hingga
hidupnya bersifat heterotrof,ada yang saprofit dan ada pula yang parasit. Contohnya : jamur
merang,jamur karat,jamur api dll.

2.7.4 kingdom animalia dan kingdom plantae


Sampai sejauh ini banyak orang yang beranggapan ada dua kerajaan besar didunia ini.
Yaitu kingdom animalia dan kingdom plantae. Untuk hewan dan tumbuhan tingkat tinggi
Nampak jelas sekali perbedaanya. Perhatikan tabel berikut :

KARAKTERISTIK HEWAN TUMBUHAN


Susunan tubuh Susunan tubuh Tubuh hidup menetap pada suatu
tetap,dan memliki tempat,bebrtapa organya selalu berganti-
sejumlah tipe organ ganti
yang tetap
Differensiasi Lebih berdiferensiai Mempunyai sedikit organ dan sedikit
dan mempunyai lebih mengalami diferensiasi
banyak organ
Pertumbuhan Pertumbuhanya Bentuk dan ukuranya mudah
tertutup,artinya berubah,dipengaruhi oleh lingkungan dan
bentuk dan ukuranya selalu mempunyai jaringan meristem
terbatas
Susunan sel Tidak mempunyai Berdinding sel tebal,vakuolanya besar
dinding sel
,vakuolanya kecil
atau tidak ada
Cara mendapatkan Heterotrof Autotrof,heterotrof
makanan
Pigmen Tidak berklorofil Umumnya klorofil,
Cairan tubuh Cairan yang beredar Sistem peredaran kurang berkembang,dan
kaya akan garam cairannya sedikit mengandung garam
Menanggapi Lebih peka karena Kurang peka,karena tidak emmiliki sistem
14
rangsang mempunyai sistem saraf
saraf

2.7.5 Faktor yang Mempengaruhi

1. Pengaruh lingkungan

2. Evolusi dan adaptasi

(Slamet Prawirohartono, 2003)


Selain faktor biotik, Keanekaragam organisme dipengaruhi juga oleh faktor
abiotik. Topografi, geologi, dan iklim. Penyebaran makhluk hidup pada kondisi
lingkungan abiotik yang berbeda memberi kemungkinan adanya keanekaragamn
organisme. Selain faktor tersebut keanekaragam dapatdisebabkan oleh faktor
gen.Keanekaragam dibagi menjadi 3 tingkat :

1. Keanekaragaman gen : menyebabkan variasi antar indivdu sejenis. Perbedaangen pada


setiap makhluk hidup menyebabkan sifat genotip dan fenotip.2.

2. Keanekaragam jenis : mudah diamati karena mencolok. Keanekaragamantingkat jenis


menunjukkan adanya varisai bentuk, penampakan dan frekuensi gen.3.

3. Keanekaragam ekosistem : berarti suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal
balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dan lingkungannya (komponen abiotik).
Setiap ekosistem memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe
vegetasi/tumbuhan, dan tipe hewan yang spesifik.

Manfaat mempelajari keanekaragaman organisme adalah meningkatkankesejahteraan


manusia dalam bidang sandang pangan, papan, pengobatan,hiburan, dan penelitian ilmiah.

2.8 KLASIFIKASI TUMBUHAN

Kingdom plantae terbagi menjadi beberapa divisi,yaitu :


1. thallophyta,yaitu tumbuhan brt thallus. Yang belum mempunyai akar,batang
dan daun dengan jelas. Yang termasuk thallophyta adalah bakteri,jamur,algae.
2. Bryophyte yaitu golongan lumut
3. Pteridophyta yaitu golongan paku-pakuan
4. Spermatophyte yaitu tumbuhan berbiji
Di lihat dari susunan tubuhnya (morfologi) tumbuhan dapat dibedakan
menjadi dua kelompok,yaitu :
a. Thallopyta Yang belum mempunyai akar,batang dan daun dengan jelas.
Yang termasuk thallophyta adalah bakteri,jamur,algae.
b. Cormophyta meliputi tumbuhan yang sudah mempunyai akar,batang dan
daun. Kelompok tumbuhan ini adalah bryophyte, pteridophyta,

15
spermatophyte.dan menurut perkembanganya,kormofita dibedakan menjadi
dua yaitu :
a. Kormopita berspora,yaitu kormofita yang berkembang biak
dengan spora,termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuhan
lumut
b. Kormofita berbiji,yaitu kelompok kormofita yang berkembang
biak dengan biji (spermatopyta). Tumbuhan biji dapat
dibedakan menjadi 2 subdivisi,yaitu tumbuhan berbiji terbuka
(gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae)
KORMOFITA BERSPORA

1. Bryophyta

Bryophyta (lumut) digolongan ke dalam tumbuhan tak berpembuluh (Atracheophyta)


karena tidak memiliki pembuluh sehingga tidak memiliki jaringan yang berfungsi mengangkut
zat makanan, air, dan mineral. Pengangkutan tidak dilakukan oleh pembuluh, hanya melalui
antarsel. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor (perintis) yang tumbuh di suatu
tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran
kecil, tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas

1. Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut


Ciri-ciri tumbuhan lumut sebagai berikut.
a. Berwarna hijau karena mempunyai klorofil.
b. Gametofit lebih dominan daripada sporofit.
c. Hidup di tempat basah atau lembap dan terlindung dari cahaya matahari.
d. Pada permukaan luar tubuh terdapat lapisan berlilin untuk menahan masuknya air.
e. Peralihan dari Thallophyta (tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun) ke
Cormophyta (dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun).
Tumbuhan lumut merupakan generasi gametofit, yaitu generasi yang menghasilkan sel kelamin
(gamet). Gamet jantan (spermatozoid) dihasilkan oleh anteridium dan gamet betina (ovum)
dihasilkan oleh arkegonium. Anteridium didukung oleh anteridiofor dan arkegonium didukung
oleh arkegoniofor. Sporofit merupakan badan pembentuk spora yang berkembang dari zigot
(peleburan ovum dan spermatozoid).
2. Struktur Tubuh Lumut
Struktur tubuh tumbuhan lumut sebagai berikut.

a. Akar
Tumbuhan lumut mempunyai akar semu yang disebut rizoid. Rizoid berfungsi untuk melekat
pada tempat tumbuh (substrat) serta menyerap air dan unsur hara.
b. Batang
Struktur batang tumbuhan lumut sebagai berikut.
1) Lumut hati dan lumut tanduk tidak berbatang dan tidak mempunyai pembuluh angkut.
Tubuhnya berbentuk lembaran (talus).
2) Lumut daun mempunyai batang sederhana dengan pembuluh angkut tunggal.
c. Daun

16
Lumut hati dan lumut tanduk tidak mempunyai struktur daun. Lumut daun mempunyai daun
sederhana, berbentuk pipih bilateral dengan satu pembuluh angkut di dalam ibu tulang daun, dan
mengandung kloroplas.
Bagaimana sistem transportasi tumbuhan lumut? Air masuk ke dalam tubuh Bryophyta secara
imbibisi. Imbibisi adalah proses penyerapan air oleh dinding sel dan plasma sel dari luar sel.
Selanjutnya, air tersebut didistribusikan ke bagian-bagian tubuh secara difusi.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut


Berdasarkan bentuk gametofit dan sporofitnya, Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas yaitu
Hepaticopsida, Anthocerotopsida, dan Bryopsida.
a. Hepaticopsida (Lumut Hati)
Hepaticopsida (lumut hati) memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Generasi gametofit berupa talus dan berbentuk lembaran-lembaran seperti hati.
2) Talus berwarna hijau dengan percabangan menggarpu. Pada sisi bawah terdapat selapis sel-sel
yang menyerupai daun yang dinamakan sisik-sisik perut atau sisik ventral. Talus melekat pada
substrat dengan bantuan rizoid.
3) Sporofit selalu tumbuh dan berkembang di dalam gametofit betina. Contoh Hepaticopsida
yaituMarchantia polymorpha dan Lunularia sp.

b. Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)


Anthocerotopsida (lumut tanduk) memiliki ciriciri sebagai berikut.
1) Generasi gametofit berupa talus dengan tepi rata atau bertoreh.
2) Sporofit tertancap di dalam gametofit, tetapi kapsul sporofit berada di luar talus berbentuk
seperti tanduk (horn).
3) Pangkal kapsul sporofit dilindungi oleh involukrum. Contoh Anthocerotopsida yaitu
Notothylassp. dan Anthoceros sp.

17
c. Bryopsida (Lumut Daun)
Bryopsida (lumut daun) memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Generasi gametofit berupa talus yang bentuknya seperti tumbuhan kecil.
2) Talusnya mempunyai batang semu tegak dan lembaran daun yang tersusun spiral. Daun
berfungsi untuk fotosintesis. Pada bagian dasar batang semu terdapat rizoid yang berbentuk
seperti benangbenang halus dan berfungsi sebagai akar. Pada bagian pucuk terdapat alat
perkembangbiakan generatif berupa anteridium dan arkegonium.
3) Sporofit tumbuh pada gametofitnya atau pada tumbuhan lumut itu sendiri, serta bersifat
sebagai parasit terhadap gametofit. Contoh Bryopsida yaitu Sphagnum sp., Fissident sp., dan
Polytrichumsp. Polytrichum sp. merupakan tumbuhan lumut berumah satu. Sporofit Polytrichum
tumbuh menjulur dari gametofit.

4. Reproduksi Bryophyta

4. Reproduksi Bryophyta
Pada reproduksi tumbuhan lumut terjadi metagenesis yaitu pergiliran keturunan secara
teratur antara generasi sporofit (2n) dan generasi gametofit (n). Generasi sporofit
menghasilkan spora,sedangkan generasi gametofit menghasilkan gamet jantan dan gamet
betina. Gametofit merupakan generasi yang dominan dalam siklus hidup tumbuhan
lumut.

Reproduksi generatif dilakukan melalui perkawinan antara gamet jantan dan gamet
betina.
Reproduksi vegetatif dilakukan dengan dua cara berikut.
a. Membentuk spora haploid (n) yang bersifat homospora.
b. Membentuk pundi kuncup (gemma cup).

18
Keteragan: a). Anteridium b). Arkegonium c). Gemma cup
Metagenesis pada tumbuhan lumut digambarkan pada skema berikut:

Pada siklus hidup lumut, fase generatif _yaitu tumbuhan lumut penghasil gamet, lebih
mendominasi. Ciri-ciri fase yang mendominasi pada metagenesis tumbuhan yaitu wujud
yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada lumut, wujud yang sering kita
jumpai adalah semacam tumbuhan kecil berdaun hijau. Fase itulah yang lebih dominan.
Perhaikan pula bagan berikut ini.

19
5. Peranan Lumut dalam kehidupan
Dalam kehidupan, tumbuhan lumut memiliki peranan atau manfaat sebagai berikut.
a. Sebagai vegetasi perintis, yaitu dapat melapukkan batu-batuan sehingga secara
bertahap akan membentuk tanah baru yang berfungsi sebagai tempat tumbuh tanaman
lainnya.
b. Tumbuhan lumut yang hidup di hutan atau di atas permukaan tanah dapat mencegah
erosi dan mampu menyerap air sehingga dapat menyediakan air pada musim kemarau.
c. Tumbuhan lumut yang sudah mati juga dapat dimanfaatkan sebagai penambat zat
organik dalam tanah sehingga tanah menjadi subur.
d. Marchantia polymorpha untuk mengobati gangguan fungsi hati.
e. Sphagnum sp. sebagai pengganti kapas dan sebagai bahan bakar.
f. Sphagnum sp. di daerah rawa akan membentuk tanah gambut. Jenis tanah ini
bermanfaat untuk menggemburkan media tanam dalam pot.

2. Tumbuhan Paku (Pteridophyta)


AdChoices
Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Cormophyta kaena sudah memiliki akar,
batang, dan daun sejati. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam, ada yang
saprofit, epifit, hidup di tanah, atau di air. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti
lumut tetapi bebeda pada fase yang dominant. Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan
adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita
lihat sehari-hari merupakan fase sporofit.

Pada umumnya, tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai
tanaman higrofit. Pada hutan-hutan tropik dan subtropik, tumbuhan paku merupakan tumbuhan
yang hidup di permukaan tanah, tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung,
bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi.

Karakteristik Tumbuhan Paku

Secara umum, ciri-ciri tumbuhan paku mempunyai:

20
1. Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi,
2. Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium,
3. Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh,
4. Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari
dalam tanah,
5. Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar, batang dan daun,
6. Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra,
7. Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di
dalam tanah berupa rimpang, menjalar, atau sedikit tegak,
8. Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung.

Berdasarkan bentuk, ukuran dan susunan daunnya, tumbuhan paku dapat dibedakan
menjadi:

1. Daun mikrofil (daun kecil), berbentuk seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai dan bertulang
daun serta belum memperlihatkan diferensiasi sel.
2. Daun makrofil (daun besar), ukurannya besar, bertangkai, bertulang daun, dan bercabang-
cabang serta sel-selnya sudah terdiferensiasi dengan baik.

Berdasarkan fungsinya, daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi:

1. Daun tropofil, daun yang khusus sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis,

2. Daun sporofil, daun yang berfungsi sebagai penghasil spora.

Spora dibentuk di dalam sporangium (kotak spora) yang terkumpul di dalam suatu badan yang
disebut sorus yang terletak di bawah permukaan daun sporofil, berupa bintik-bintik kuning,
cokelat, atau cokelat kehitaman. Swaktu masih muda, sorus dilindungi oleh selaput tipis yang
disebut indisium.

Reproduksi Tumbuhan Paku

Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. Reproduksi vegetatif dengan spora
haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. Jadi, tumbuhan paku merupakan tumbuhan
dalam fase sporofit (penghasil spora). Reproduksi generatif terjadi melalui peleburan antara
spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium. Jadi, protalium yang berbentuk talus
merupakan fase gametofit (penghasil gamet).

Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakn atas 3 golongan, yaitu:

a. Paku homospora (isospora), yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu macam
ukuran spora. Contoh: Lycopodium sternum (paku kawat).

b. Paku heterospora (anisospora), yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang
berlainan yaitu mikrospora (berkelamin jantan yang berukuran kecil) dan makrospora (spora

21
berkelamin betina yang berukuran besar). Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan
Selaginella (paku rane).

c. Paku peralihan, yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan
ukuran sama, tetapi berbeda jenis kelaminnya. Satu berjenis kelamin jantan dan yang lain
berjenis kelamin betina. Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda).

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Berdasarkan tingkat perkembangannya, tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4


subdivisi, yaitu:

1. Subdivisi Psilopsida

Subdivisi Psilopsida merupakan jenis tumbuhan paku sederhana dan hanya memiliki dua genus
yang hidup tersebar luas di daerah tropik dan subtropik. Termasuk tumbuhan paku homospora
dan sudah hampir punah. Pada generasi sporofit, jenis tumbuhan paku ini mempunyai ranting
yang bercabang-cabang dan tidak memiliki akar dan daun. Sebagai pengganti akar, jenis
tumbuhan paku ini memiliki akar yang diselubungi rambut-rambut kecil yang disebut rizoid dan
belum memiliki jaringan pengangkut. Contohnya adalah Psilotum nudum.

2. Subdivisi Lycopsida
Disebut ga sebagai paku kawat atau paku rambut. Anggota kelompok ini memiliki daun kecil-
kecil dan tidak bertangkai. Tumbuhan paku ini termasuk paku yang hterspora. Hidup sebagai
epifit di daerah tropis. Contohnya adalah Lycopodium cernuum (paku kawat) dan Selaginella
(paku rane).

3. Subdivisi Sphenopsida
Dikenal sebagai paku ekor kuda dengan sporofit yang cukup mencolok. Gametofitnya
berkembang dari spora berukuran sangat kecil, dapat berfotosintesis serta hidup secara bebas.
Spora haploid dihasilkan di dalam sporangium secara meiosis. Sphenopsida termasuk paku
peralihan. Umumnya memiliki batang bercabang dan beruas-ruas. Daunnya kecil seperti selaput
halus, tunggal dan tersusun melingkar. Batangnya berwarna hijau yang mengandung klorofil
untuk fotosintesis. Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda).

4. Subdivisi Pteropsida
Dikenal sebagai pakis menurut pengertian kita sehari-hari. Banyak ditemukan di daerah hutan
tropis dan subtropis. Memiliki daun yang lebih besar dibandingkan dengan subdivisi lainnya dan
dibedakan menjadi dua macam yaitu megafil dengan sistem percabangan pembuluh dan mikrofil
yaitu daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut.
Daunnya yang masih muda menggulung pada ujungnya dan sporangium terdapat pada sporofil.
Contohnya adalah Adiantum cuneatum (suplir), Marsilea crenata (semanggi), dan Asplenium
nidus (paku sarang kuda).

Manfaat tumbuhan paku

22
Tumbuhan paku memiliki beberapa nilai ekonomis bagi kehidupan manusia, antara lain sebagai
berikut:
1. Tanaman hias,contohnya suplir dan paku ekor kuda.
2. Untuk sayuran, misalnya semanggi dan beberapa jenis daun tumbuhan paku yang masih muda.
3. Bahan obat-obatan, misalnya paku kawat.
4. Pupuk hijau, mislanya Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae (ganggang
hijau-biru) dapat mengikat nitrogen bebas dari udara.

KORMOFITA BERBIJI

Spermatophyta (tumbuhan berbiji) memiliki ciri-ciri antara lain: makroskopis dengan ketinggian
bervariasi, bentuk tubuhnya bervariasi, cara hidup fotoautotrof, habitatnya kebanyakan di darat
tapi ada juga yang mengapung di air (teratai), mempunyai pembuluh floem dan xilem,
reproduksi melalui penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi). Tumbuhan biji dibedakan
menjadi dua golongan yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji
tertutup (Angiospermae).

Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)


Ciri-ciri gymnospermae tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya. Bakal biji
terdapat di luar permukaan dan tidak dilindungi oleh daun buah, merupakan tumbuhan
heterospora yaitu menghasilkan dua jenis spora berlainan, megaspora membentuk gamet betina,
sedangkan mikrospora menghasilkan serbuk sari, struktus reproduksi terbentuk di dalam
strobilus. Dalam reproduksi terjadi pembuahan tunggal.

Gymnospermae dibagi dalam empat kelompok yaitu pinophyta, cycadophyta, ginkgophyta dan
gnetophyta. Pinophyta dikenal sebagai konifer, menghasilkan resin/getah, monoesis, daun
berbentuk jarum, contohnya Pinus sp. Cycadophyta hidup di daerah tropis dan subtropis, diesis,
contohnya Cycas revoluta, Cycas rumphii, Encephalartos transvenosus. Ginkgophyta hanya
mempunyai satu spesies di dunia ini yaitu Ginkgo biloba, diesis, biji tidak di dalam rujung benar-
benar terbuka ke udara bebas. Gnetophyta berbeda dengan kelompok lainnya karena memiliki
pembuluh kayu untuk mengatur air pada bagian xilemnya. Contohnya Gnetum gnemon, Epherda
dan Welwitschia. Manfaat gymnospermae yaitu untuk industri kertas dan korek api (Pinus dan
Agathis), untuk obat-obatan (Pinus, Ephedra, Juniperus), untuk makanan (Gnetum gnemon),
tanaman hias (Thuja, Cupressus, Araucaria).

Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)


Ciri-ciri Angiospermae memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah, mempunyai
bunga sejati, umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba. Dalam
reproduksi terjadi pembuahan ganda. Angiospermae dibedakan menjadi dua yaitu
Monocotyledoneae (berkeping satu) dan Dicotyledoneae (berkeping dua).

Monocotyledoneae
Mempunyai biji berkeping satu, berakar serabut, batangnya dari pangkal sampai ujung hampir
sama besarnya. Umumnya tidak bercabang. Akar dan batang tidak berkambium. Contohnya:
Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Musa paradisiaca (pisang), Cocos nucifera (kelapa).

23
Dicotyledoneae
Mempunyai biji jumlah kepingnya dua, berakar tunggang, batang dari pangkal besar makin ke
atas makin kecil. Batang bercabang, akar dan batang berkambium. Contohnya: Casia siamea
(johar), Arachis hypogea (kacang tanah), Psidium guajava (jambu biji), Ficus elastica (karet

a. KLASIFIKASI HEWAN
Terbagi menjadi sepuluh filum :
1. Phylum protozoa,yaitu hewan pertama atau hewan yang bersel
tunggal,umumnya berukuran mikroskopis. Ada yang hidup soliter dan
ada yang hidup berkoloni . hidup di air atau sebagai parasitdidalam
organisme lain.
2. Phylum porifera,yaitu hewan berpori. Meliputi hewan bunga karang
yang berangka spikula silika
3. Phylum coelenterate,yaitu hewan berongga dan bersel banyak dengan
tentakel. Termasuk phylum ini adalah polip dan ubur-ubur.
4. Phylum platyhelmintes, atau cacing pipih. Hewan golongan ini
mempunyai tubuh yang simetris bilateral,mempunyai saraf yang
berpasangan,tetapi belum mempunyai sistem peredaran,kebanyakan
hidup sebagai parasit dan menimbulkan penyakit
5. Phylum nemathelmintes,atau cacing gilik. Tubuhnya simetris
bilateral dan sudah mempunyai saluran pencernaan tetapi belum
mempunyai sistem peredaran darah
6. Phylum annelid,cacing gelang yaitu tubuhnya bersegment-segmen.
Bebrbagai sistem organ telah berkembang dengan baik,sistem
peredaran tertutup,ada yang bersifat hermaprodit dan ada pula yang
berkelamin terpisah.
7. Phylum mollusca yaitu hewan bertubuh lunak,tubuh tidak
bersegment,simetris bilateral. Umumnya tubuh yang lunak tersebut
dibungkus oleh mantel dan dilindungi oleh cangkok dari zat kapur.
8. Phylum echinodermata,hewan berduri. Seluruhnya hidup di laut.
Tubuh simetris radial,
9. Phylum artropoda yaitu,hewan berkaki beruas-ruas. Sistem organ
tubuh telah berkembang dengan baik. Peredaran darah terbuka
10. Phylum chordate ,ukuran tubuh sangat kecil dan ada pula yang sangat
besar. Dan mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak

24
FILUM CHORDATA

Chordata meliputi sekitar 45.000 jenis hewan yang hidup di hampir semua jenis
lingkungan. Terdapat tiga hal yang membedakan filum Chordata dengan filum yang lainnya,
yaitu dalam hal perkembangannya.

Chordata dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Chordata yang bertulang belakang
(Chordata Vertebrata) dan Chordata yang tidak bertulang belakang (Chordata invertebrata).
Chordata yang bertulang belakang, yaitu Vertebrata. Adapun Chordata yang tidak bertulang
belakang, antara lain, Urochordata dan Cephalochordata. Contoh spesies Urochordata adalah
Halocynthya, sedangkan contoh Cephalochordata adalah Branchiostoma.

Pada bagian ini, hanya akan dibahas tentang Chordata Vertebrata. Hewan bertulang belakang
(Vertebrata) adalah kelompok terbesar pada Chordata, yang terbagi menjadi lima kelas, yaitu
kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

a. Kelas Pisces

Berdasarkan jenis tulang yang membangun rangka tubuhnya, Pisces (ikan) dikelompokkan
menjadi dua kelompok, yaitu ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) dan ikan bertulang sejati
(Osteichthyes).

1). Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes)

Kelas Chondrichtyes memiliki kira-kira 850 spesies ikan. Mereka memiliki rahang, gigi
yang banyak, sirip yang berpasangan, dan rangka dalam yang terbuat dari tulang rawan. Ikan
kelas ini dianggap fosil hidup karena merupakan keturunan hewan purba yang telah menghuni
laut sejak ratusan juta tahun yang lalu.

Ikan Chondrichthyes memiliki lima sampai tujuh celah insang di kedua sisi pada faring
dan tidak memiliki tutup insang seperti yang biasa ditemukan pada ikan bertulang sejati.
Beberapa jenis ikan bertulang rawan yang sampai sekarang masih dapat ditemui adalah ikan hiu,
ikan pari, dan ikan lamprey. Contohnya ikan hiu dan ikan pari.

2). Ikan bertulang sejati (Osteichthyes)

Ikan bertulang sejati memiliki rangka yang terdiri atas tulang keras. Ada sekitar 20.000
jenis ikan bertulang sejati yang dapat ditemukan baik di laut maupun di air tawar. Osteichthyes
dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Sarcopterygii dan Actinopterygii. Spesies yang paling
banyak pada ikan kelas Osteichythyes ini adalah ikan Actinopterygii. Beberapa ikan
Actinopterygii diduga ada hubungannya dengan nenek moyang Amphibia. Contoh spesies ikan
25
bertulang belakang sejati antara lain, lele (Ameiurus melas), belut (Anguilla sp), dan ikan mas
(Cyprinus caprio). Perhatikan Gambar Berikut.

Ikan mas dan lele termasuk ke dalam kelompok Osteichthyes.

b. Kelas Amphibia

Kelas ini meliputi 4.000 jenis binatang yang menjalani tahap larvanya di dalam air dan
setelah dewasa hidup di daratan. Oleh karena itu, disebut Amphibia. Amphibia biasanya harus
kembali ke air ketika akan kawin dan bertelur. Kebanyakan Amphibia dewasa memiliki kulit
lembap yang berfungsi membantu paru parunya yang kecil dan tidak efisien dalam pertukaran
gas.

Istilah Amphibi berarti memiliki dua alam, yaitu di air dan daratan. Amphibia
mengeluarkan telurnya ke dalam air ketika melakukan fertilisasi atau pembuahan eksternal,
seperti yang terjadi pada ikan. Biasanya, telur Amphibia tidak dilindungi oleh suatu cangkang,
tetapi dilindungi oleh suatu lendir. Larva pada umumnya mengalami perubahan bentuk ketika
berkembang menjadi bentuk dewasa yang hidup di daratan.

Amphibia, seperti pada ikan, adalah hewan poikiloterm. Artinya, suhu tubuhnya dapat
beradaptasi dengan lingkungannya. Jika suhu lingkungan terlalu rendah, hewan poikiloterm
menjadi kurang aktif. Contoh spesies Amphibia antara lain kodok (Bufo marmus), katak hijau
(Rana pipiens), dan salamander (Axolot). Perhatikan Gambar Berikut.

(a) Salamander dan (b) katak.

26
c. Kelas Reptilia

Reptilia berasal dari bahasa latin, yaitu reptile yang berarti ular. Reptilia umumnya
poikiloterm. Reptilia disebut juga sebagai binatang melata. Melata merupakan cara berjalan
dengan menempelkan perut ke tanah. Reptilia terdiri atas kurang lebih 6.000 jenis hewan,
meliputi ular, kadal, kura-kura, dan buaya. Reptilia menyimpan telurnya yang dilindungi oleh
kulit tebal dan memiliki membran internal. Reptilia melakukan fertilisasi internal.

Seperti Amphibia, Reptilia juga merupakan hewan yang menyerap panas dari lingkungan
luarnya. Oleh karena itu, Anda mungkin sering melihat kadal yang sedang berjemur. Contoh
Reptilia, antara lain ular sanca (Phyton reticulatus), komodo (Varanus komodoensis) dan kadal
(Lacerta agilis).

Varanus komodoensis salah satu Reptilia endemik Indonesia.


d. Kelas Aves

Kelas Aves (burung) terdiri atas sekitar 9.000 jenis. Seluruh tubuh burung ditutupi oleh
bulu, kecuali kaki dan paruhnya. Bulu dan paruh burung terbuat dari keratin. Burung tidak
memiliki gigi untuk mengunyah makanannya, tetapi memiliki tembolok. Kelompok Aves
memiliki kemampuan untuk terbang.

27
Burung memiliki sayap yang dapat membantunya terbang. Akan tetapi, terdapat beberapa
burung yang tidak dapat terbang, contohnya kasuari dan burung unta. Dapatkah Anda
menyebutkan contoh lainnya? Burung adalah hewan yang suhu tubuhnya tetap (homoioterm).
Burung bernapas dengan paru-paru. Selain itu, pernapasan burung dibantu oleh pundi-pundi
udara ketika terbang.

Burung melakukan fertilisasi di dalam tubuh betinanya. Setelah fertilisasi terjadi, burung
akan bertelur dan akan mengerami hingga menetas. Contoh spesies kelas Aves antara lain, ayam
kampung (Gallus domestica), merpati (Columba fasciata), burung gereja (Passer montanus), dan
angsa (Cygnus sp.).

e. Kelas Mammalia

Mammalia berasal dari bahasa latin, yaitu mammae yang artinya kelenjar susu. Kelas
Mammalia terdiri atas sekitar 5.000 jenis yang dikelompokkan menjadi 26 ordo. Karakteristik
umum pada Mammalia adalah:

memiliki rambut;

memiliki tiga tulang di telinga bagian tengah;

memiliki kelenjar susu.

Mammalia memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan dengan hewan
Vertebrata lainnya. Suhu badan Mammalia tetap atau tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan
luarnya (homoioterm). Alat pernapasan Mammalia adalah paru-paru. Mamalia juga memiliki
kemampuan adaptasi yang tinggi.

Adaptasi Mamalia di antaranya adalah sebagai berikut.

1.Mammalia mengembangkan beberapa cara adaptasi tingkah laku yang membantunya sukses
bertahan hidup.

2.Gigi Mammalia berfungsi memotong, merobek, dan mengunyah. Selain itu, giginya memiliki
email tebal yang melindungi gigi.

3.Mammalia memiliki kemampuan untuk bergerak cepat.

4.Ukuran otaknya lebih besar dibandingkan dengan hampir semua binatang lain.

5.Mammalia memiliki kontrol kendali suhu tubuh yang efisien dibandingkan dengan kelompok
burung.

6.Memiliki rambut yang berfungi sebagai isolasi atau penyekat panas.

7.Kelenjar susunya menyediakan susu untuk hewan yang masih muda.

28
ciri-ciri hewan mamalia dari embrio menjadi bayi yang siap dilahirkan. Bayi dilahirkan oleh
induknya melalui vagina.

Ciri-ciri hewan Mamalia mempunyai kelenjar susu, perkembangan otak paling sempurna,
merupakan golongan hewan menyusui, dan homoiterm (berdarah panas). Alat geraknya berupa
kaki, sedangkan yang hidup di air berupa sirip. Ciri-ciri hewan mamalia bernapas dengan paru-
paru dan peredaran darahnya tertutup. Tubuh atau kulitnya ditumbuhi rambut dan menghasilkan
kelenjar keringat.

Beberapa ordo anggota kelas mamalia, antara lain, sebagai berikut.

a. Ordo Monotremata

Ordo ini merupakan Ciri-ciri hewan mamalia bertelur dan kelenjar susunya tidak Platypus,
Tachyglossus sp. dilengkapi dengan puting susu. Contohnya, (echidna), dan Ornithorynchus sp.
(cungur bebek). Masupialia

b. Ordo Macropus

Masupialia merupakan Ciri-ciri hewan mamalia berkantong, bersifat vivipara (melahirkan anak),
dan tidak mempunyai plasenta. Contohnya, sp. (kanguru) dan koala.

c. Ordo Insectivora

Insectivora merupakan Ciri-ciri hewan mamalia pemakan serangga, mempunyai banyak gigi
serta memiliki mulut yang panjang dan mudah digerakkan. Tubuhnya mempunyai kelenjar yang
menghasilkan bau tidak sedap. Contohnya, Suncus marinus (tikus celurut).

d. Ordo Chiroptera

merupakan Ciri-ciri hewan mamalia bersayap. Sayap berasal dari selaput Chiroptera yang
menghubungkan jari kaki depan dan belakang. Aktif pada malam hari. Contohnya, Rhinolophus
affinis (kelelawar) dan Pteropus vampyrus (kalong).

e. Ordo Rodentia

termasuk dalam kelompok Ciri-ciri hewan mamalia pengerat. Gigi seri Rodentia tumbuh pada
rahang bawah dan berbentuk seperti pahat. Taring dan beberapa geraham depan tidak
tumbuh.Contohnya, Rattus sp. (tikus) Cavia cobaya (marmut).

f. Ordo Carnivora

Ciri-ciri hewan Mamalia pemakan daging. Gigi seri kecil, tetapi gigi taring berkembang biak.
Geraham depan bentuknya sesuai untuk memotong makanan.Contohnya, Canis familiaris
(anjing), Felis tigris (harimau), Canis lupus (serigala), dan Paradous sp. (musang).

29
g. Ordo Proboscidae

Gigi serinya termodifikasi menjadi gading. Bibir atas dan hidungnya berubah menjadi belalai.
Contohnya, Elephas sp. (gajah).

h. Ordo Primata

Ciri-ciri hewan Mamalia berderajat paling tinggi. Mata menghadap ke depan, ibu jari dan kaki
berkembang baik. Contohnya, Troglodytes sp. (simpanse), Gorilla gorilla (gorila), Simia satyrus
(orangutan), dan Homo sapiens.

30
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Bahwa kita patut bangga karena Negara kita dinobatkan sebagai Negara
Megabiodiversitas yang memiliki jutaan kenanekaragaman hayati. Dan dengan adanya
keanekaragaman hayati yang sangat luas dan sangat banyak,maka kita memerlukan yang
namanya klasifikasi untuk mengenali berbagai jenis makhluk hidup. Tanpa adanya klasifikasi
makhluk hidup maka kita akan mengalami kesukaran untuk menyebutkan termasuk jenis apakah
hewan atau tumbuhan itu. Dan juga tumbuhan dan hewan akan mengalami krisis identitas.

SARAN

Saran ini saya tujukan pada pembaca jika pembaca mendapat kesulitan untuk memahami
isi dari makalah ini akan lebih baik jika saudara mempunyai referensi lain untuk
mengoptimalkan pengetahuan yang anda dapatkan

Demikian yang dapat kami tulis dalam makalah ini,semoga dapat bermanfaat bagi
saudara yang membaca. Dan juga tiada gading yang tak retak,maka saran dan kritik sangat
diperlukan untuk menyempurnakan makalah ini.

31
Daftar pustaka
Prawirohartono,slamet dan sutarmi,siti. ,biologi,erlangga,Jakarta,1991

http://sw3at.wordpress.com/2010/04/09/biosistematika/

http://matfromsandy.blogspot.com/2013/06/laporan-biologi-keanekaragaman-
organisme.html
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080810023759AA44je6. 01 Agustus
2014
Alberts B. 1994. Megabiodiversitas, Edisi Kedua. PT Gramedia Pustaka Utama,Jakarta

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2004. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan


(GBPP) Mata Pelajaran Biologi. Depdikbud, Jakarta.
Curtis, Helena ,Bernes , N.Sue.1989.Biology ,fifth edition.Worth Publishers,Inc
Stone ,David ,1997.Biodiversity of Indonesia .tien Wah Press,Singapore.
Solomon et. Al.1993,Biology ,3rd ed. Saunders-College Publishing ,fort Worth.
Campbell, Neil A. Reece, Jane B. and Mitchell, Lawrence G. 2002.Biologi jilid 1. Jakarta:
Erlangga

32