Anda di halaman 1dari 4

Komunikasi Asinkron

Seperti telah disebutkan sebelumnya, komunikasi asinkron tidak memerlukan sinyal

clock sebagai sinkronisasi, namun pengiriman data ini harus diawali dengan start bit dan

diakhiri dengan stop bit seperti tampak pada gambar 2.17, sinyal clock yang merupakan baud

rate dari komunikasi data ini dibangkitkan oleh masing-masing, baik penerima maupun

pengirim data dengan frekuensi yang sama.

Penerima hanya perlu mendeteksi adanya start bit sebagai awal pengiriman data,

selanjutnya komunikasi data terjadi antar dua buah shift register yang ada pada pengirim

maupun penerima. Setelah 8 bit data diterima, maka penerima akan menunggu adanya stop

bit sebagai tanda bahwa 1 byte data telah terkirim dan penerima dapat siap untuk menunggu

pengiriman data berikutnya. Pada aplikasinya proses komunikasi asinkron ini selalu

digunakan untuk mengakses komponen-komponen yang mempunyai fasilitas UART

(Universal Asynchronous Receiver/Transmitter) seperti Port Serial PC atau Port Serial

mikrokontroler yang lain.

Gambar 2.19 Komunikasi data asinkron

(Inter Integrated Circuit)

Pada awal tahun 80-an, Philips Semiconductor menghubungkan sebuah

mikrokontroller dengan peralatan peripheral TV (televisi). Cara ini dikenal dengan istilah I2C

bus. I2C bus adalah antarmuka 2-wire (dua kabel) dengan satu master dan multi-slave

(memungkinkan juga untuk konfigurasi banyak master).


I2C terdiri dari sinyal DATA (SDA), CLOCK (SCL) dan Ground. SDA merupakan

sinyal yang selalu bi-directional (dua arah), SCL merupakan sinyal bi-directional hanya pada

mode multi-master. Seperti pada gambar 2.20 output setiap node terhubung dengan bus

menggunakan Open Drain atau Open Collector dan setiap bus mendapat pull-up resistor yang

berfungsi untuk menentukan rise time.

Gambar 2.20 Dasar komunikasi I2C

Nilai resistansi ini adalah syarat untuk menentukan rise time. Nilai resistansi kecil

akan menurunkan rise time, tetapi akan menambah konsumsi arus. Resistor 4.7 k adalah

nilai yang biasanya digunakan, nilai ini dapat dinaikan jika kapasitansi jalur tinggi dan dapat

diturunkan jika kapasitansi jalurnya rendah. Kapasitansi maksimum pada kabel yang

diperbolehkan adalah 400pF, sedangkan kapasitansi peralatan yang umum (typical device

capacitance) adalah 10pF.

Untuk mengawali komunikasinya, bus master (typically a microcontroller)

menempatkan alamat (address) piranti tujuan komunikasinya (slave) pada bus. Semua piranti

slave memonitor bus untuk menentukan jika piranti master mengirimkan alamat untuk

dirinya, karena hanya piranti dengan alamat yang benar (tujuan master) yang berhak untuk

berkomunikasi dengan master. Setelah menentukan alamat slave tujuan, master I2C kemudian
membuat sebuah start condition (kondisi start) pada bus. Start condition ini didefinisikan

sebagai sinyal SDA low (rendah) pada saat sinyal SCL high (tinggi).

Gambar 2.21 Start bit dan stop bit

Gambar 2.22 Validitas data

Gambar di atas memperlihatkan validitas data I2C, data dapat berubah selama clock

dalam kondisi low. Data akan kembali stabil selama clock dalam kondisi high.

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan komunikasi data I2C.

Kelebihan Kekurangan

Semua piranti slave dapat Jarak dekat


diakses hanya menggunakan tiga Kecepatan rendah 100 KHz,
kabel meskipun ada piranti slave 400
Biaya murah dan mudah untuk KHz dan 1 MHz, ini tidak dapat
implementasinya bersama-sama dengan piranti
Di implementasikan pada yang berkecepatan rendah
hardware atau software Pengalamatan piranti yang
Mendukung konfigurasi multi- terbatas (limited).
master
Gambar 2.23 Contoh antarmuka komunikasi 2-wire (I2C)