Anda di halaman 1dari 13

ARTI DAN HARAPAN KEHADIRAN FAMILY CAREGIVER PASIEN ICU

DENGAN PROGNOSIS BURUK DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA

PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Memperoleh Derajat Sarjana Keperawatan
Universitas Gadjah Mada

Disusun Oleh:

DEA TRESNA SAIPUTRI


13/346547/KU/15815

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016
BAB I PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Intesnsive care unit (ICU) merupakan bangsal spesialisasi yang terdapat di rumah

sakit dengan konsep pelayanan kesehatan yang dinamis.ICU menyediakan

layanan yang intensif berupa pengobatan dan pemantauan untuk pasien yang

kondisinya tidak stabil dan kritis. ICU melibatkan pemantauan jarak dekat dan

perhatian konstan oleh tenaga kesehatan spesialis terlatih (Sims dan Miracle,

2006; nhs.uk, 2014 ; nlm.nih.gov, 2015).


Pasien yang membutuhkan pelayanan di ICU adalah pasien yang memiliki

kerusakan pada salah satu organ maupun sistem organ meliputi ; paru-paru,

jantung, ginjal dan sistem pencernaan.Kerusakan organ tersebut biasanya

disebabkan oleh (1) kecelakaan seperti kecelakaan lalau lintas, luka bakar, cedera

kepala, (2) kondisi kesehatan akut yang serius yaitu serangan jantung dan stroke,

(3) infeksi parah yaitu pneumonia dan sepsis, (4) operasi besar baik untuk

pemulihan setelah operasi atau terjadi kegagalan organ saat operasi (nhs.uk ,

2014).
Ketika seseorang dirawat dibangsal ICU dengan memiliki penyakit poor

prognostic maka akan meningkatkan resiko kematian. Pasien dengan sirosis dan

gagal ginjal misalnya akan memiliki angka mortalitas yang sangat tinggi dan lebih

beresiko dying 7 kali lebih besar dalam setahun dibandingkan dengan yang tidak

mengalami sirosis dan gagal ginjal (Fede G et al., 2012).


Sebagaian besar pasien di ICU mendapatkan terapi obat sedatif dan analgesik

untuk melawan rasa nyeri, mengurangi rasa cemas dan meningkatkan toleransi

terhadap lingkungan ICU.Selain itu terapi sedatif dan analgesik dapat


menyebabkan beberapa gangguan psikologis (Sessler dan Vanny, 2008).Terapi

sedasi dengan dosis tinggi dapat menyebabkan meningkatnya kejadian delusi pada

pasien ICU dan pasien beresiko mengalami gangguan mengingat masa lalu

(Samuelson et al., 2006).Pasien juga beresiko tidak bisa mengingat seperti apa

kondisi dirinya saat di ICU, merasa seperti bermimpi dan halusinasi (Adamson et

al.,2004).
Ketika pasien memiliki sedikit memori, mengalami halusinasi, bahkan paranoid,

maka hal tersebut akan menyebabkan masalah baik pada pasien maupun keluarga.
Sehingga menjadi pasien ICU merupakan situasi yang dapat mengakibatkan stress

baik pada pasien maupun keluarga.Pasien yang dirawat di ICU merasakan

multiple stressor seperti ketidaknyamanan berada di ICU, merasa bingung karena

bisingnya bangsal ICU oleh telpon, alarm dan alat kedokteran, mengalami mimpi

buruk dan merasakan nyeri di sekujur tubuhnya (Alasad et al., 2015).Sedangkan

keluarga yang anggota keluarganya dirawat di ICU akan mengalami berbagai

reaksi emosional seperti kebingungan, frustasi, kecemasan dan rasa bersalah yang

menyebabkan keluarga menjadi stress dan syok (Frivold et al., 2015).


Akan tetapi walaupun keluarga mengalami stress dan syok, keluarga harus hadir

di ICU.Sebuah studi menyebutkan bahwa, Ketika pasien berada di ICU baik

dengan pengalaman nyata maupun tidak nyata (Delusi, halusinasi), pasien tetap

bisa merasakan kehadiran keluarga yang selalu memotivasi untuk berjuang dan

bertahan hidup. Sehingga kehadiran keluarga menjadi hal yang sangat penting

bagi memori pasien ICU, memberikan rasa aman nyaman, memberikan harapan

serta dorongan untuk berjuang dan bertahan hidup. (Erickson et al.,2011).


Selain itu kehadiran keluarga juga memiliki dampak yang positif secara fisik

kepada pasien ICU.Dimana kunjungan keluarga dapat menurunkan tingkat


kecemasan yang dimanifestasiakan dalam kondisi fisik dan meningkatkan rasa

kesejahteran pasien ICU.Hal tersebut dibuktikan dengan sebuah studi di iran yang

meneliti 60 pasien dengan myocardiac infark (MI) akut yang dirawat pada

coronary care unit rumah sakit ayatollah taleghan Iran.60 pasien tersebut

dipantau tanda-tanda vitalnya 10 menit sebelum, 10 menit selama dan 10-30

menit sesudah kunjungan keluarganya. Hasil menunjukkan bahwa terjadi

penurunan tekanan darah sistol, diastol, penurunan detak jantung selama 10 menit

sebelum, 10 menit selama dan 10-30 menit.Terjadi peningkatan mean arterial

oxygen serta denyut nadi 10 menit sebelum, 10 menit selama dan 10-30 menit

kunjungan dari keluarganya. Setelah dibandingkan antara kunjungan keluarga

yang dibatasi dengan kunjungan keluarga fleksibel (dengan 1-2 orang

perkunjungan) keduanya memiliki dampak yang positif terhadap penurunan

kecemasan.Tetapi kunjungan keluarga yang fleksibel memiliki dampak lebih

positif yaitu penurunan tingkat kecemasan dan peningkatan rasa kesejahteraan

pasien tersebut (Lolaty et al.,2014).


Selain kehadirannya, keluarga juga berperan sebagai pengambil keputusan bagi

pasien, terlebih saat pasien mengalami penyakit dengan poor prognosis.Karena

sebagian besar pasien tidak mampu untuk mengambil keputusan untuk dirinya.

Hal ini menjadi sulit karena keluarga berhadapan dengan kondisi yang

membahayakan jiwa pasien dan kemungkinan kematian orang yang dicintainya

(Frivold et al., 2015).


Keluarga juga memiliki tanggung jawab memenuhi kebutuhan dan berada di dekat

pasien ICU dan berperan sebagai Family caregiver (National alliance for

caregiver, 2010).Sebagai contoh Family caregiver berpartisipasi dalam melakukan


perawatan di ICU seperti membantu kebutuhan sehari hari pasien, membantu

membersihkan keringat dan mucus pasien (Frivold et al., 2015).


Karena banyaknya stressor yang dialami oleh family caregiver ketika anggota

keluarganya dirawat di ICU (Frivold et al., 2015) maka perlu adanya strategi

koping yang tepat untuk menghadapi stressor tersebut. Strategi koping yang

efektif untuk family caregiver dalam menghadapi stressor yang mengancam jiwa

dan meningkatkan kemampuan kopingnya adalah harapan. Harapan adalah

percaya bahwa situasi dimasa mendatang dapat dirubah menjadi lebih

baik.Harapan merupakan salah satu kebutuhan yang krusial pada keluarga pasien

ICU (Gaeeni et al., 2014).


Kehadiran keluarga di ICU memiliki arti penting bagi pasien, keluarga juga

membutuhkan harapan dalam berperan dan menghadapi stressor saat keluarganya

dirawat di ICU.Sehingga perlu diketahui arti dan harapan dari kehadiran itu

sendiri menurut perspektif keluarga, terutama pada keluarga Indonesia karena

orang indonesia memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat (Effendy et al., 2014).

Kepentingan dan Belum adanya penelitian mengenai hal tersebut mendorong

peneliti untuk melakukan penelitian berjudul Arti dan harapan kehadiran family

caregiver pasien intensive care unit dengan prognosis buruk di rumah sakit

sardjito.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, rumusan masalah yang akan diteliti

adalah: Bagaimana arti dan harapan kehadiran family caregiver pasien intensive

care unit ( ICU ) dengan prognosis buruk di rumah sakit dr sardjito?


C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum:
Mengetahui arti dan harapan kehadiran family caregiver pasien intensive care unit

dengan prognosis buruk di rumah sakit dr sardjito Yogyakarta.


Tujuan Khusus:

1. Mengetahui alasan kehadiran family caregiver pasien ICU dengan

prognosis buruk di rumah sakit dr sardjito Yogyakarta


2. Mengetahui aktivitas family caregiver pasien ICU dengan prognosis

buruk di rumah sakit dr sardjito Yogyakarta


3. Mengetahui harapan family caregiver terhadap pasien ICU dengan

prognosis buruk di rumah sakit dr sardjito Yogyakarta

D. Manfaat Penelitian

Manfaat bagi IPTEK


Untuk pengembangan ilmu pengetahuan :

1. Dapat mengetahui art dan harapan kehadiran family caregiver pada

pasien ICU dengan prognosis buruk di Indonesia


2. Penelitian dapat dikembangkan dalam penelitian selanjutnya terkait

dengan Family caregiver visit pada pasien dengan kondisi dan penyakit

yang berbeda

Manfaat bagi institusi


Untuk rumah sakit :

A. Data penelitian dapat dijadikan sebagai saran untuk pengambilan

keputusan mengenai kebijakan yang mempertimbangkan kondisi family

caregiver dan pasien di ICU


B. Hasil penelitian menggambarkan arti kehadiran family caregiver pasien

ICU dengan prognosis buruk , sehingga rumah sakit dapat bersikap untuk

meningkatkan pelayanan kesehatan yang juga berfokus pada keluarga


C. Hasil penelitian bisa dijadikan sebagai masukkan untuk membuat program

dukungan dan pemberdayaan family caregiver pasien ICU di rumah sakit

Untuk masyarakat :
Hasil penelitian dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai apakah

meaning and hope pada family caregiver pada pasien ICU dengan prognosis

buruk
Manfaat bagi peneliti
Penelitian ini dapat menambah pengalaman dan wawasan peneliti khususnya

terkait dengan family caregiver pasien ICU di rumah

E. Keaslian Penelitian

Sejauh pengamatan peneliti, penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya

baik di luar negri maupun di Indonesia.Akan tetapi ada beberapa penelitian yang

mirip dengan penelitian ini, penelitian tersebut adalah :

1. Penelitian yang berjudul The procces and the meaning of hope for family

members of traumatic coma patient in intensive care units oleh Sofie T. L.

Verhaeghe, Florence J. van Zuuren,Tom Defloor Mia S. H.Duijnstee, Mieke H. F.

Grypdonck yang dipublikasikan pada tahun 2007.Penelitian ini berlangsung pada

september 2001 sampai dengan februari 2005.Penelitian menggunakan desain

studi kualitatif dengan metode gounded theory dengan constant

comparison.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasai dan

mendeskripsikan proses fisiologis dasar keluarga menghadapi anggota

keluarganya yang traumatic coma, bagaimana cara kopingnya, makna apa yang
terlibat dalam proses koping dan kemungkinan peran keluarga.Penelitian ini

melibatkan 22 responden anggota keluarga yaitu 7 laki laki dan 15

perempuan.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses harapan keluarga akan

mengalami naik dan turun tergantung dari kejadian dan informasi yang dihadapi

keluarga mengenai pasien.Dimana harapan akan membantu keluarga untuk

bertahan dan mengatur perawatan terhadap pasien dan anggota keluarga lainnya.
2. Penelitian yang berjudul The meaning of family members presence during

intensive care stay: A qualitative study oleh Kristin Dahle Olsen, Elin Dysvik,

Britt Stre Hansen yang dipublikasikan pada tahun 2009 .Penelitian berdesain

kualitatif dan bertujuan untuk mengindentifikasi makna kehadiran keluarga saat

pasien berada di intensive care units.Responden penelitian sebanyak 11 pasien

ICU yaitu 4 wanita dan 7 laki laki dengan mean umur 19-69.Data penelitian

diambil dengan mewawancarai responden menggunakan open ended dan semi

structured question pada februari 2006-juni 2007.Hasil penelitian meneybutkan

bahwa selama di ICU pasien menginginkan pembatasan kunjungan hanya kerabat

dekatnya saja.Berkunjung memiliki fungsi yang berbeda bagi pasien ICU,

termasuk fungsi memberi dukungan ke pasien.Akan tetapi berkunjung juga dapat

menyebabkan stress dan pasien menjadi khawatir hal tersebut akan menyebabkan

anggota keluarganya stress.Walaupun begitu berkunjung merupakan hal yang

penting bagi pasien dan keluarga.


3. Penelitian yang berjudul The experiences of patients and their families of

visiting whilst in an intensive care unit A hermeneutic interview study oleh

Thomas Eriksson, Ingegerd Bergbom, Berit Lindahl yang dipublikasikan pada

tahun 2011.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dangan pendekatan


hermeneutic.Tujuan penelitian ini adalah untuk menginterpretasikan dan

memahami arti serta pengalaman berkunjung baik pasien ICU maupun anggota

keluarga.Responden penelitian sebanyak 12 orang yaitu 7 orang pasien ICU dan 5

orang keluarga.Responden diwawancara untuk mengatahui makna dari

berkunjung.Data dikumpulkan di rumah sakit pendidikan di Swedia.Hasil

penelitian dibagi menjadi dua pengalaman yaitu pasien dan keluarga.Pengalaman

pasien dibagi menjadi 2 domain yaitu real life experience pasien menyadari

kehadiran keluarganya disisi mereka sehingga pasien merasa nyaman dan unreal

life experience pada saat pasien di ICU pasien tidak mengingat kondisi ICU dan

pasien mengalami halusinasi dan mimpi buruk.Pengalaman keluarga yaitu saat

being on stage ketika keluarga berada di ICU keluarga merasa pengalaman yang

yang kacau dimana terjadi perubahan cepat antara harapan dan despair dan being

back stage ketika keluarga mencari udara segar untuk tetap berpikiran jernih dan

ketika mendapat dukungan dari anggota keluarga lain.


4. Penelitian yang berjudul Sources of hope: Perception of Iranian family

members of patients in the Intensive Care Unit oleh yang dipublikasikan pada

tahun 2014.Penelitian ini menggunakan desain studi kualitatif dan dilakukan di

Iran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sumber sumber

harapan keluarga ketika anggota keluarganya dirawat di ICU.Penelitian

melibatkan 19 responden dari anggota keluarga pasien.Hasil penelitian

menyebutkan bahwa sumber harapan keluarga dibagi menjadi 2 kategori utama

yaitu sumber internal dan sumber eksternal.Sumber internal dibagi menjadi 2

subkategori yaitu religous-spirituality beliefs dan possitive attitude.Sumber


eksternal dibagi menjadi 4 subkategori yaitu interaction healthcare profesional,

empathy of families and friends, patient's condition, dan participation in care.


5. Penelitian yang berjudul Dealing with Symptoms and Issues of Hospitalized

Patients with Cancer in Indonesia:The Role of Families, Nurses, and Physicians

oleh Christantie Effendy,MSc, Kris Vissers, MD, FIPP, PhD, Sunaryadi

Tejawinata, MD, ENT, FAAO, PAllMed(ECU), Myrra Vernooij-Dassen, PhD,

Yvonne Engels, PhD dipublikasikan pada tahun 2014.Penelitian ini menggunakan

metode kuantitatif dengan survey cross sectional dilakukan di 3 wilayah di

Indonesia yaitu Yogyakarta, Denpasar dan Makassar pada bulan agustus 2011-

November 2011.Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari gejala dan issue pada

pasien kanker selama dirawat dirumah sakit dan bagaimana anggota keluarga

berkontribusi dengan hal tersebut.Penelitian ini melibatkan 150 responden dan

menggunakan instrumen questionaire problems and needs of palliative care-

shorth version ( PNPC-SV).Instrumen ini mengakaji gejala apa yang dialami

pasien kanker seperti nyeri, batuk,lelah dll.Pada setiap domiainnya mengkaji siapa

yang terlinat dalam mengatasi gejala tersebut apakah perawat, dokter, keluarga,

volunteer, pekerja sosial.Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 119 pasien

mengisi penuh dimana sebanyak 82% pasien kanker mengalami gejala fisik, 75 %

mangalami maslaah finansial, 59% mengalami maslah psikologis.Dimana

sebanyak 85% hal tersebut ada yang menangani.Sebagaian besar gejala dan issue

sangat melibatkan keluarga mungkin karena indonesia merupakan negara dengan

ikatan keluarga yang kuat.


DAFTAR PUSTAKA

Alasad jafar et al., 2015, Patient experiences of being in intensive care

units.jordania. jounal of critical care, 30(2015), 859 e7- 859 e11.


Effendie C et al., 2014, Dealing with the symptomps and issues of hospitalized

patients with cancer in indonesia.Yogyakarta. world institute of pain.


Erricksson et al., 2011, The experiences of patient and their family of visiitng

whilst in a ICU a hermeneutic interview study .Swedia. journal intensive and

citical care nursing 27 ( 2011), 60-66.


Family caregiver alliance., 2006, Caregiver assesment and strategies for

changesan fransisco. Report from a national consensus development

conference volume 1
Fede et al., 2012, Renal failure and cirrochis : a systematic review of mortality

and prognosis.Jerman. journal of hepatology


Frivold et al., 2015,Family members experiences ofbeing cared for nurse and

pychsicians in norwegian intensive care units a: phenomenological

hermeneutical study .Norway. journal intensive and citical care nursing 31

( 2015), 232-240.
Gaenni et al., 2014,Sources of hope : perception of iranian family members of

patient in the intensive care unit.Iran. jounal of nursing and midwifery

research.
Gelling L, 1999, The role of hope for relatives of critically ill patients : a review

of literature. Nursing standards, 14 ( 1), 33-38


Lolaty et al., 2014,Effect of family and friend visits on anxiety, physiological

indices and well being of myocardiac infark patient admitted to a coronary

care units.Iran. journal of complementary therapy in clinical practices 20

( 2014), 147-151.
Sofie et al., 2007,The procces and the meaning of hope for family members of

traumatic coma patients in intensive care units.Netherland. Sage publication

17( 6), 730-743


Stephenson C, 1991,The concept of hope revisited nursing.journal of advanced

nursing 16 ( 12 ) 1456- 1461


Olsen K D et al., 2009,the meaning of family presencce during intensive care

stay : a qualitative study .Norway. journal intensive and citical care nursing
Prastowo,andi.2010.Menguasai teknik teknik koleksi data penelitian

kualitatif.Banguntapan Jogjakarta.DIVA press


www.nhs.uk yang diakses pada tanggal 2 juni 2016 pukul 15.30 wib