Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan kasih
-Nyalah sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan LAPORAN PELAKSANAAN
TERAPI BERMAIN ANAK MEWARNAI GAMBAR ini tepat pada waktu yang telah
ditentukan. Laporan pelaksanaan terapi bemain ini diajukan guna memenuhi tugas yang
diberikan dosen mata kuliah Keperawatan Anak.
Pada kesempatan ini juga kami berterima kasih atas bimbingan dan masukan dari semua
pihak yang telah memberi kami bantuan wawasan untuk dapat menyelesaikan laporan
pelaksanaan Terapi Bermain ini baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Kami menyadari isi laporan pelaksanaan Terapi Bernain ini masih jauh dari kategori
sempurna, baik dari segi kalimat, isi maupun dalam penyusunan. Oleh karen itu, kritik dan saran
yang membangun dari dosen mata kuliah yang bersangkutan, sangat kami harapkan demi
kesempurnaan laporan pelaksanaan Terapi Bernain ini.

Jakarta, 13 Juli 2017


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan anak secara optimal.
Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap dilaksanakan,
namun harus disesuaikan dengan kondisi anak. Pada saat dirawat di rumah sakit, anak akan
mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas,
sedih, dan nyeri. Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak
karena menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu, dengan
melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena
dengan melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya
(distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Tujuan bermain di rumah
sakit pada prinsipnya adalah agar dapat melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan secara
optimal, mengembangkan kreatifitas anak, dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap
stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional, dan kesejahteraan anak seperti kebutuhan
perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga terhenti pada saat anak sakit atau anak di
rumah sakit (Wong, 2009).
Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2003 didapatkan jumlah anak usia pra sekolah (3-
6 tahun) di Indonesia adalah 13,50 juta anak. Anak-anak pada usia pra sekolah dapat memainkan
sesuatu dengan tangannya serta senang bermain dengan warna, oleh karena itu bermain dengan
mewarnai gambar menjadi alernatif untuk mengembangkan kreatifias anak dan dapat
menurunkan tingkat kecemasan pada anak selama dirawat. Mewarnai gambar dapat menjadi
salah satu media bagi perawat untuk mampu mengenali tingkat perkembangan anak.
Dinamika secara psikologis menggambarkan bahwa selama anak bermain dengan sesuatu
yang menggunakan alat mewarnai seperti crayon atau pensil warna akan membantu anak untuk
menggunakan tangannya secara aktif sehingga merangsang motorik halusnya. Oleh karena
sangat pentingnya kegiatan bermain terhadap tumbuh kembang anak dan untuk mengurangi
kecemasan akibat hospitalisai, maka akan dilaksanakan terapi bermain pada anak usia pra
sekolah dengan cara mewarnai gambar
B. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
Meminimalkan dampak hospitalisasi pada anak.
B. TUJUAN KHUSUS
1) Untuk mengurangi kejenuhan anak pada saat menjalani perawatan
2) Untuk meningkatkan adaptasi efektif pada anak terhadap stress karena penyakit dan
dirawat
3) Untuk meningkatkan kemampuan daya tangkap atau konsentrasi anak.
4) Untuk meningkatkan koping yang efektif untuk mempercepat penyembuhan.
5) Untuk menambah pengetahuan mengenali warna.
6) Untuk mengembangkan imajinasi pada anak.
7) Untuk bisa bersosialisasi
C. SASARAN TERAPI AKTIVITAS BERMAIN
Anak yang dirawat di ruang Melati 1 RSUD Cibinong usia pra sekolah ( 3 6 tahun ) yaitu :
a. An. D usia 6 tahun dengan diagnosa medis Thalasemia
b. An. T usia 6 tahun dengan diagnosa medis Thalasemia
c. An. F usia 5 tahun dengan diagnosa medis GEAD ringan sedang
d. An. S usia 4 tahun dengan diagnosa medis Thypoid fever
e. An. R usia 3 tahun dengan diagnosa medis BP
BAB II
DESKRIPSI KASUS

A. KARAKTERISTIK SASARAN
1) Tidak mempunyai keterbatasan (fisik atau akibat terapi lain) yang dapat
menghalangi proses terapi bermain
2) Kooperatif dan mampu mengikuti proses kegiatan sampai selesai
3) Anak yang dapat memegang crayon
4) Anak yang mau berpartisipasi dalam terapi bermain mewarnai gambar
B. PRINSIP BERMAIN
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa
anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh.
Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikolog mengatakan bahwa
permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.
Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang secara sukarela untuk
memperoleh kesenangan atau kepuasan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir (Erlita,
2006).Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anak dapat melakukan atau
mempraktekkan ketrampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif,
mempersiapkan diri untuk berperan dan berperilaku dewasa (Aziz A, 2005). Jadi
kesimpulannya bermain adalah cara untuk memperoleh kesenangan agar anak dapat kreatif
dan mengekspresikan pikiran, tanpa mempertimbangkan hasil akhir.
Terapi bermain adalah bagian perawatan pada anak yang merupakan salah satu
intervensi yang efektif bagi anak untuk menurunkan atau mencegah kecemasan sebelum dan
sesudah tindakan operatif . Dengan demikian dapat dipahami bahwa didalam perawatan
pasien anak, terapi bermain merupakan suatu kegiatan didalam melakukan asuhan
keperawatan yang sangat penting untuk mengurangi efek hospitalisasi bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak selanjutnya ( Nursalam, 2005).
Terapi bermaian ini bertujun untuk mempraktekkan keterampilan, memberikan
ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif dan merupakan suatu aktifitas yang
memberikan stimulasi dalam kemampuan keterampilan kognitif dan afektif (Anonim, 2010).
1. KATEGORI BERMAIN
A. Bermain Aktif: Anak banyak menggunakan energy inisiatif dari anak sendiri.
Contoh: bermain sepak bola.
B. Bermain Pasif: Energi yang dikeluarkan sedikit, anak tidak perlu melakukan aktivitas
(hanya melihat)
Contoh: Memberikan support.
2. CIRI-CIRI BERMAIN
a) Selalu bermain dengan sesuatu atau benda
b) Selalu ada timbal balik interaksi
c) Selalu dinamis
d) Ada aturan tertentu
e) Menuntut ruangan tertentu
3. KLASIFIKASI BERMAIN MENURUT ISI
a) Social affective play
b) Anak belajar memberi respon terhadap respon yang diberikan oleh lingkungan dalam
bentuk permainan, misalnya orang tua berbicara memanjakan anak tertawa senang, dengan
bermain anak diharapkan dapat bersosialisasi dengan lingkungan.
c) Sense of pleasure play
Anak memperoleh kesenangan dari satu obyek yang ada di sekitarnya, dengan bermain
anak dapat merangsang perabaan alat, misalnya bermain air atau pasir.
3. Skill play
Memberikan kesempatan bagi anak untuk memperoleh ketrampilan tertentu dan anak
akan melakukan secara berulang-ulang misalnya mengendarai sepeda.
4. Dramatika play role play
Anak berfantasi menjalankan peran tertentu misalnya menjadi ayah atau ibu.

4. KLASIFIKASI BERMAIN MENURUT KARAKTERISTIK SOSIAL


1. Solitary play
Jenis permainan dimana anak bermain sendiri walaupun ada beberapa orang lain
yang bermain disekitarnya. Biasa dilakukan oleh anak balita Toddler.
2. Paralel play
Permaianan sejenis dilakukan oleh suatu kelompok anak masing-masing mempunyai
mainan yang sama tetapi yang satu dengan yang lainnya tidak ada interaksi dan tidak
saling tergantung, biasanya dilakukan oleh anak pre school.
Contoh : bermain balok
3. Asosiatif play
Permainan dimana anak bermain dalam keluarga dengan aktivitas yang sama tetapi
belum terorganisasi dengan baik, belum ada pembagian tugas, anak bermain
sesukanya.
4. Kooperatif play
Anak bermain bersama dengan sejenisnya permainan yang terorganisasi dan
terencana dan ada aturan tertentu. Biasanya dilakukan oleh anak usia
sekolah Adolesen.
5. FUNGSI BERMAIN
Anak dapat melangsungkan perkembangannya
1. PERKEMBANGAN SENSORIK MOTORIK
Membantu perkembangan gerak dengan memainkan obyek tertentu, misalnya meraih
pensil.
2. PERKEMBANGAN KOGNITIF
Membantu mengenal benda sekitar (warna, bentuk kegunaan).
3. KREATIFITAS
Mengembangkan kreatifitas menoba ide baru misalnya menyusun balok.
4. PERKEMBANGAN SOSIAL
Diperoleh dengan belajar berinteraksi dengan orang lain dan mempelajari belajar
dalam kelompok.
5. KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS)
Bermain belajar memahami kemampuan diri, kelemahan, dan tingkah laku terhadap
orang lain.
6. PERKEMBANGAN MORAL
Interaksi dengan orang lain, bertingkah laku sesuai harapan teman, menyesuaikan
dengan aturan kelompok.
Contoh : dapat menerapkan kejujuran
7. TERAPI
Bermain kesempatan pada anak untuk mengekspresikan perasaan yang tidak enak,
misalnya : marah, takut, benci.
8. KOMUNIKASI
Bermain sebagai alat komunikasi terutama bagi anak yang belum dapat mengatakan
secara verbal, misalnya : melukis, menggambar, bermain peran.

6. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BERMAIN


1. Tahap perkembangan, tiap tahap mempunyai potensi / keterbatasan
2. Status kesehatan, anak sakit perkembangan psikomotor kognitif terganggu
3. Jenis kelamin
4. Lingkungan lokasi, negara, kultur
5. Alat permainan senang dapat menggunakan
6. Intelegensia dan status sosial ekonomi
7. TAHAP PERKEMBANGAN BERMAIN
1. Tahap eksplorasi
Merupakan tahapan menggali dengan melihat cara bermain
2. Tahap permainan
Setelah tahu cara bermain, anak mulai masuk dalam tahap permainan
3. Tahap bermain sungguhan
Anak sudah ikut dalam permainan
4. Tahap melamun
Merupakan tahapan terakhir anak membayangkan permainan berikutnya.

8. BERMAIN DI RUMAH SAKIT


A. TUJUAN
1. Melanjutkan tugas kembang selama perawatan
2. Mengembangkan kreativitas melalui pengalaman permainan yang tepat
3. Beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit atau dirawat
B. PRINSIP
1. Tidak banyak energi, singkat dan sederhana
2. Mempertimbangkan keamanan dan infeksi silang
3. Kelompok umur sama
4. Melibatkan keluarga/orangtua
C. UPAYA PERAWATAN DALAM PELAKSANAAN BERMAIN
1. Lakukan saat tindakan keperawatan
2. Sengaja mencari kesempatan khusus
D. BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Alat bermain
2. Tempat bermain
E. PELAKSANAAN BERMAIN DI RS DIPENGARUHI OLEH
1. Faktor pendukung
Pengetahuan perawat, fasilitas kebijakan RS, kerjasama Tim dan keluarga
2. Faktor penghambat
Tidak semua RS mempunyai fasilitas bermain

C. KARAKTERISTIK PERMAINAN : BERMAIN MEWARNAI GAMBAR


a. Definisi
Mewarnai adalah proses memberi warna pada suatu media. Mewarnai gambar
diartikan sebagai proses memberi warna pada media yang sudah bergambar.
Mewarnai gambar merupakan terapi permainan yang kreatif untuk mengurangi stress
dan kecemasan serta meningkatkan komunikasi pada anak.
b. Manfaat
1) Memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan sangat terapeutik
(sebagai permainan penyembuh/therapeutic play).
2) Dengan bereksplorasi menggunakan gambar, anak dapat membentuk,
mengembangkan imajinasi dan bereksplorasi dengan ketrampilan motorik halus.
3) Mewarnai gambar juga aman untuk anak usia toddler, karena menggunakan media
kertas gambar dan crayon.
4) Anak dapat mengeskpresikan perasaannya atau memberikan pada anak suatu cara
untuk berkomunikasi, tanpa menggunakan kata.
5) Sebagai terapi kognitif, pada anak menghadapi kecemasan karena proses
hospitalisasi, karena pada keadaan cemas dan stress, kognitifnya tidak akurat dan
negative.
6) Bermain mewarnai gambar dapat memberikan peluang untuk meningkatkan
ekspresi emosinal anak, termasuk pelepasan yang aman dari rasa marah dan
benci.
7) Dapat digunakan sebagai terapi permainan kreatif yang merupakan metode
penyuluhan kesehatan untuk merubah perilaku anak selama dirawat di rumah
sakit.
BAB III
PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN
PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH 3-6 TAHUN
DI RUANG MELATI 1 RSUD CIBINONG

A. Deskripsi Bermain
1. Judul : Terapi bermain mewarnai gambar
Alasan : Terapi bermain mewarnai gambar judul ini dipilih kelompok
untuk menambah pengetahuan mengenali warna, dan mengembangkan imajinasi pada anak.
2. Karakteristik permainan anak dibimbing untuk mewarnai sebuah pola yang disediakan dengan
warna pilihnnya sendiri.
B. Tujuan Permainan
TUJUAN UMUM
Meminimalkan dampak hospitalisasi pada anak.
TUJUAN KHUSUS
Untuk mengurangi kejenuhan anak pada saat menjalani perawatan.
Untuk meningkatkan adaptasi efektif pada anak terhadap stress karena penyakit dan dirawat
Untuk meningkatkan kemampuan daya tangkap atau konsentrasi anak.
Untuk meningkatkan koping yang efektif untuk mempercepat penyembuhan.
Untuk menambah pengetahuan mengenali warna.
Untuk mengembangkan imajinasi pada anak.
C. Keterampilan yang diperlukan
1) Tidak mempunyai keterbatasan (fisik atau akibat terapi lain) yang dapat menghalangi
proses terapi bermain
2) Kooperatif dan mampu mengikuti proses kegiatan sampai selesai
3) Anak yang dapat memegang crayon
4) Anak yang mau berpartisipasi dalam terapi bermain mewarnai gambar
D. Jenis Permainan
Karakteristik permainan anak dibimbing untuk mewarnai sebuah pola yang disediakan
dengan warna pilihnnya sendiri.

E. Alat bermain
a. Pensil warna
b. Tissue
c. Kertas Gambar
d. Papan berjalan
e. Lembar penilaian

F. Waktu Pelaksanaan :
Hari/Tanggal : Kamis/ 13 Juli 2017
Pukul : 13.00 s.d selesai
Tempat : Ruang Rawat Inap Melati 1, RSUD Cibinong
Setting tempat

Keterangan :
: Leader : Obsever

: Co. Leader : Fasilitator


: Pasien dan orang tua/wali

G. Proses bermain

No. Waktu Kegiatan Peserta


10 menit . Pra kegiatan :

1. Memfasilitasi media terapi bermain


Mempersiapkan anggota terapi
bermain
Mempersiapkan peserta

2. 5 menit Pembukaan :
Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari terapi Mendengarkan
bermain Memperhatikan

Kontrak waktu anak dan orang tua

Memperhatikan
15 menit Kegiatan bermain :

3. Menjelaskan tata cara pelaksanaan Memperhatikan


terapi bermainmewarnai kepada
anak
Memberikan kesempatan kepada Bingung
anak untuk bertanya jika belum jelas
Membagikankertas bergambar dan
pensil warna.
Antusias saat menerima
Fasilitator mendampingi anak dan peralatan
memberikan motivasi kepada anak Memulai untuk
Menanyakan kepada anak apakah mewarnai gambar
telah selesai mewarnai gambar Menjawab pertanyaan
Memberitahu anak bahwa waktu
yang diberikan telah selesai Mendengarkan

Memberikan pujian terhadap anak


yang mampumewarnai
gambarsampai selesai
Memperhatikan
4. 10 menit Kegiatan penutup:
Memotivasi anak untuk Menceritakan
menyebutkan apa yang diwarnai
Mengumumkan nama anak yang
dapat
mewarnaidengan baik contoh:Memb Gembira
agikan reward kepada seluruh
peserta
5. 5 menit Terminasi:
1. Memberikan motivasi dan pujian Memperhatikan
kepada seluruh anak yang telah
mengikuti program terapi bermain Mendengarkan
2. Mengucapkan terima kasih kepada
anak dan orang tua Menjawab salam
3. Mengucapkan salam penutup

H. Hal hal yang menjadi perhatian


1. Aspek kemampuan anak
a. Anak dibimbing memberi warna sesuai gambar yang tersedia sesuai dengan kemampuan
anak masing-masing.
b. Anak dibimbing memilih warna sesuai warna kesukaannya sendiri.
c. Anak dilatih untuk mewarnai gambar sesuai garis pola yang tersedia.
d. Kriteria Penilaian:
Berhasil bila anak mewarnai dengan 5 warna yang berbeda (nilai 100).
Anak mewarnai dengan 3 warna yang berbeda (75).
Anak mewarnai dengan 2 warna (50).
Anak tidak memberi warna pada gambar yang tersedia (0).
2. Aspek kognitif
a. Pengetahuan atau hafalan anak tentang warna,missal daun berwarna hijau.
b. Pemahaman anak tentang gambar.contoh: mengerti bahwa itu gambar bunga.
c. Penerapan anak member warna hijau pada daun.
3. Aspek psikomotor
a. Motorik halus
Pengetahuan dan pemahaman anak tentang gambar.contoh: mengerti bahwa itu gambar
bunga.
b. Motorik kasar
Anak dibimbing untuk mewarnai gambar berpola.
Hasilnya dapat diukur melalui
1. Pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku anak selama proses bermain.
2. Anak mampu mengikuti proses bermain dari awal hingga akhir.
4. Aspek afektif
Anak dapat member respon rangsangan dari pembimbing.
5. Aspek sosial
Anak dapat berinteraksi dengan ibu,teman sebaya dan pembimbing.
I. Hambatan dalam pelaksanaan terapi bermain
Tidak ada hambatan dalam pelaksanaan terapi bemain ini dari segi waktu pelaksanaan sudah
tepat waktu dan dari peserta terapi bermain semuanya kooperatif, tidak ada anak yang rewel dan
tidak ada yang ingin meninggalkan pelaksanaan terapi bermain sebelum waktu yang sudah di
tentukan. Hanya saja pelaksanaan terapi bermain di lakukan di ruangan pasien / perawatan dan
tidak ada ruangan khusus untuk terapi bermain.

J. Pengorganisasian
1) Pembimbing Pendidikan : Ibu Murtiningsih, SK,p.,M.Kep., Sp.Mat
2) Pembimbing Ruangan : Ibu Ns. Tuti Hartati S.Kep
3) Leader : Durakmal
Tugas : Pengkoordinir anggota kelompok dan mengawasi jalannya acara dari awal hingga
akhir
4) Co. Leader :
1. Hari Fermansyah
2. Midra Munthe
Tugas : Mengawal dan mengawasi jalannya terapi yang menjadi tanggung jawab agar
berjalan sesuai dengan topic
5) Observer :
1. Sri Lestari
2. Rindang Juniarti
Tugas : Membuat interpretasi terhadap apa yang diamati dan informasi yang direkam dalam
bentuk nilai tertentu sebagai refleksi dari penilaian skala observasi terapi bermain.
6) Fasilitator :
1. Nina Rusdaniah
2. Fina Wiyandani
3. Muminah
4. Dian Citra Puspita
Tugas : Memfasilitasi peralatan yang dibutuhkan agar tujuan dari terapi bermain dapat
tercapai.
K. Sistem evaluasi
1. Evalusi Struktur
a. Anak hadir di ruangan sejumlah 5 orang.
b. Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan di ruang Melati 1 RSUD Cibinong
c. Pengorganisasian penyelenggaraan terapi dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Anak antusias dalam kegiatan mewarnai gambar
b. Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir
c. Tidak terdapat anak yang rewel atau malas untuk mewarnai gambar
3. Evaluasi express feeling ( perasaan anak setelah kegiatan )
a. Anak terlihat senang dan gembira
b. Kecemasan anak berkurang
c. Mewarnai gambar sesuai dengan warna yang disukai anak
d. Anak mampu menyebutkan warna yang dipakai
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bermain adalah cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial dan
bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain, anak akan
berkata-kata, belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan melakukan apa yang dapat
dilakukan, dan mengenal waktu, jarak, serta suara. Bermain merupakan kegiatan yang
dilakukan sesaui dengan keinginanya sendiri dan memperoleh kesenangan, cara alamiah
bagi anak untuk mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadarinya. Bermain
sama dengan bekerja pada orang dewasa, dan merupakan aspek terpenting dalam
kehidupan anak serta merupakan satu cara yang paling efektif untuk menurunkan stress
pada anak, dan penting untuk kesejahteraan mental dan emosional anak.
Dalam pelaksanaan terapi bermain mewarnai gambar anak anak tampak antusias
dalam melakukan kegiatan, mereka memilih gambar yang disediakan sesuai dengan
gambar kesukaannya dan mewarnai sesuai dengan warna yang disukainya.
Setelah melakukan kegiatan terapi bermain mewarnai gambar, anak anak
dilakikan evaluasi tentang perasaannya dan semuanya menyatakan perasaan senang dan
gembira. Anak - anak tidak takut lagi terhadap perawat sebagai pemberi pelayanan
keperawatan dan merasa nyaman berada di lingkungan rumah sakit.

B. Saran
Kegiatan terapi bermain dapat dilakukan secara berkala di ruangan dan ruangan
dapat merencanakan jadwal terapi bermain untuk pasien anak anak.
Ruangan menyediakan tempat khusus untuk melakukan terapi bermain sehingga anak
anak dapat mengikuti kegiatan dengan fokus dan maksimal sehingga tidak mengganggu
proses pelayanan keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.( 2010) Bermain melatih konseentrasi anak.


Erlita, dr. (2006). Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak.Terdapat
pada http://info.balitacerdas.com. Diakses pada tanggal 21 Agustus 2015
Foster and Humsberger, 1998, Family Centered Nursing Care of Children. WB sauders
Company, Philadelpia USA
Hurlock, E B.1991. Perkembangan Anak Jilid 1. Erlangga : Jakarta
L. Wong, Donna. 2003. Pedoman Klinik Keperawatan Pediatrik Edisi 4. EGC :
Jakarta www.Pediatrik.com Selasa 21 Agustus 2015
Markum, dkk. 1990.Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, EGC : Jakarta
Nursalam. (2005). Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk Perawat dan
Bidan). Jakarta: Salemba Medika
Soetjiningsih, 1995,Tumbuh Kembang Anak, EGC : Jakarta
Whaley and Wong, 2009, Nursing Care Infanst and Children.Fourth Edition. Mosby Year
Book. Toronto Canada