Anda di halaman 1dari 41

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Komputer

Istilah   komputer   berasal   dari   bahasa   Latin,   yaitu  computare  yang   berarti 

menghitung (to compute atau to reckon).  Hingga saat ini, istilah komputer telah 

didefinisikan dalam banyak cara, antara lain sebagai berikut.

1. Suatu   alat   elektronik   yang   mampu   melakukan   beberapa   tugas,   yaitu 

menerima input, proses input sesuai dengan programnya, menyimpan perintah 

dan   hasil   dari   pengolahan,   menyediakan  output  dalam   bentuk   informasi 

(Robert H. Blissmer,1986).

2. Sistem   elektronik   untuk   memanipulasi   data   yang   cepat   dan   tepat   serta 

dirancang   dan   diorganisasikan   supaya   secara   otomatis   menerima   dan 

menyimpan   data  input,  memprosesnya,   dan   menghasilkan  output  di   bawah 

pengawasan suatu langkah­langkah instruksi­instruksi program yang tersimpan 

di memori (stored program) (Donal H. Sanders,1985).

3. Mesin penghitung elektronik yang cepat, dapat menerima informasi input 

digital,  memprosesnya   sesuai   dengan   suatu   program   yang   tersimpan   di 


6

memorinya   (stored   program)  dan   menghasilkan  output  informasi   (V.C. 

Hamacher, Z.G.; Vranesic, S.G.Zaky).

4. Suatu pemroses data (data  processor) yang dapat melakukan perhitungan 

yang besar dan cepat, termasuk perhitungan aritmatika yang besar atau operasi 

logika,   tanpa   campur   tangan   dari   manusia   yang   mengoprasikan   selama 

pemrosesan (William M. Fuori,1973).

5. Tipe   khusus   alat   penghitung   yang   mempunyai   sifat   tertentu   yang   pasti 

(Gordon B. Davis, 1981).

6. Alat elektronik yang dapat menerima input data, dan mengolah data, dapat 

memberikan   informasi,   menggunakan   suatu   program   yang   tersimpan   di 

memori   komputer   (stored   program),   dapat   menyimpan   program   dan   hasil 

pengolahan, serta bekerja secara otomatis (Jogiyanto HM, 1992).

Beberapa tahun lalu, penggolongan komputer dilakukan berdasarkan besarnya

RAM. Penggolongan jenis-jenis komputer yang lebih tepat adalah berdasarkan

jenis prosesor yang ada pada komputer. Kemampuan kerja komputer ditentukan

oleh kemampuan prosesornya, semakin tinggi jenis prosesornya, maka semakin

tinggi kinerja komputer tersebut. Berikut penggolongan komputer menurut

generasi dan prosesornya (Yuhefizar, 2003).

Dasar penggolongan Jenis komputer


Generasi I ( 1946 - 1959 )
II ( 1960 - 1965 )
III ( 1966 - 1970 )
IV ( 1971 - sekarang )
7

V ( pemanfaat teknologi Artificial Inteligence (AI))


Prosesor Mainframe
Mini komputer
IBM compatible atau PC
Macintosh

Tabel 2.1 Penggolongan komputer

2.2 Sistem Operasi

Pengertian   Sistem   Operasi   adalah   perangkat   lunak   yang   digunakan   untuk 

mengendalikan  resources  selama   proses   berlangsung.   Fungsi   Sistem   Operasi 

adalah mengalokasikan memori dan pekerjaan, dan penjadwalan pekerjaan.

Pengertian secara umum adalah pengelolaan seluruh sumber daya yang terdapat 

pada   sistem   komputer   dan   menyediakan   sekumpulan   layanan   (system   calls)  ke 

pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan pengguna serta pemanfaatan 

sumber daya sistem komputer (Muhammad, 2003).

2.3 Sistem Operasi GNU/Linux

Linux adalah sistem operasi turunan dari UNIX, yang merupakan implementasi

dari standar IEEE untuk OS yang bernama POSIX (Portable Operating system

interface). Linux mempunyai kemampuan yang berbasis standar POSIX meliputi

multitasking, virtual memory, shared libraries, proper memory management, dan

multiuser.

2.3.1 Sejarah perkembangan Linux


8

Linux pertama kali dibuat oleh Linus Benedict Torvalds di Universitas Helsinki,

Finlandia. Linus mendapat inspirasi membuat Linux dari Minix, Minix

merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum,

seorang Profesor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universitiet,

Belanda.

Gambar 2.1 Linus Benedict Torvalds

Linux versi 0.01 dikerjakan bulan agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober

1991 Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang dapat

menjalankan bash (Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Linux menggunakan penguin sebagai logo. Visualisasi logo Linux ini

dikompetisikan kepada umum melalui mailing list Linux Kernel. Pencetusnya

adalah Alan Cox, dan logo penguin tersebut diberi nama Tux, yang dibuat oleh

Larry Ewing.

Gambar 2.2 Penguin Linux


9

2.3.2 Kelebihan Linux

Sistem Operasi Linux memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan

Sistem Operasi lain, kelebihan-kelebihan itu antara lain adalah sebagai berikut:

1. Bebas dan lebih murah, Linux merupakan free-software, bahkan karena lisensi

Linux adalah GNU/GPL (General Public licence) sehingga orang bebas

mendistribusikan kembali, menulis ulang dan lain sebagainya selama masih

mengikuti aturan-aturan dari lisensi GNU/GPL.

2. Dokumentasi dan akses informasi yang lengkap dan mudah untuk didapatkan.

3. Mengurangi ketergantungan pada vendor perangkat lunak tertentu.

4. Kultur dan dukungan komunitas yang mudah ditemui.

5. Pengembangan yang sangat cepat karena source code-nya dapat dikembangkan

oleh siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam proyek tersebut.

6. Lingkungan yang ideal buat penerapan server, misalnya Web Server, FTP

Server, dan lain sebagainya.

7. Memiliki fasilitas yang lengkap, tangguh dan sangat stabil jika dikonfigurasi

dengan benar dalam masalah jaringan.

8. Sistem Operasi Linux mendukung penggunaan multitasking dan multiuser.

9. File-file user disimpan di home direktori masing-masing, dan dilindungi dari

perubahan/penghapusan tanpa izin dengan menerapkan kepemilikan dan perizinan

file.

10. Distribusi Linux pada umumnya sudah memiliki program-programaplikasi

dan networking beserta dokumentasinya, sehingga tidak perlu membeli secara


10

terpisah dari perusahaan lain yang tentunya membutuhkan biaya lebih.

2.3.3 Sistem dasar Linux

Sistem Operasi Linux mempunyai tiga bagian utama yang saling berinteraksi satu

sama lain, tiga bagian utama tersebut adalah :

1. Kernel Linux

Kernel merupakan program inti dari Sistem Linux. Kernel juga menyediakan

layanan untuk mengakses kernel yang disebut system call, yang

mengimplementasikan layanan yang digunakan Sistem Operasi. Tugas yang

dipegang oleh Kernel ini antara lain :

Gambar 2.3 Arsitektur Sistem Operasi Linux

a. Mengendalikan akses terhadap komputer.

b. Mengatur memori komputer.

c. Memelihara sistem file.

d. Mengalokasikan sumber daya komputer di antara pemakai.

2. Shell
11

Shell merupakan program yang memungkinkan pemakai dapat berkomunikasi

dengan komputer. Tugas shell adalah membaca perintah yang diberikan

pemakai dan menterjemahkan perintah (command intepreter) tersebut sebagai

suatu permintaan dan meneruskannya ke Kernel. Pada prompt shell, pemakai

memberi perintah kepada shell dan kemudian shell akan langsung memberikan

respon. Perintah-perintah tersebut dapat dirangkai serta dapat disimpan dalam

sebuah file teks yang disebut dengan program shell atau shell scripting.

3. utility

utility adalah program bantu di luar shell untuk melakukan tugas tertentu,

misalnya saja untuk meng-edit dokumen, memanipulasi file, menambah user,

menghapus user dan lain sebagainya (Budiyanto, 2005).

2.3.4 Antarmuka

Linux menyediakan antarmuka yang dapat digunakan user agar dapat berinteraksi

dengan sistem yaitu window manager (antarmuka yang berbasis GUI) dan

command line interpreter yang berbasis baris perintah.

Banyak sekali window manager yang disediakan oleh Linux dan masing-masing

memiliki cara konfigurasi dan instalasi yang berbeda. Berikut ini window

manager yang umumnya digunakan di Linux :


12

1. KDE (K Desktop Environment)

2. GNOME

3. fvwm

4. iceWM

5. Window Maker

6. Sawfish

2.3.5 Pengorganisasian directory dan file

Dalam mengorganisasikan file dan direktori, Linux menggunakan struktur

direktori yang bersifat hirarki, yang membentuk tree atau pohon. Semua direktori

berada dibawah satu direktori tertinggi, yaitu direktori root (/). Struktur seperti ini

memudahkan user jika ingin menambahkan hardware.

Gambar 2.4 Struktur direktori pada Sistem Operasi Linux

1. /bin dan /sbin, direktori tempat menyimpan program /file binary.

2. /boot, direktori tempat menyimpan file yang digunakan untuk booting Linux.

3. /root, direktori home khusus untuk user root .

4. /etc, direktori tempat menyimpan file-file konfigurasi sistem .

5. /home, direktori tempat menyimpan direktori home user biasa.

6. /dev, berisi file yang merupakan refleksi hardware yang dikenali sistem.
13

7. /usr, direktori tempat menyimpan library, binary, dokumentasi, dan file hasil

instalasi user.

8. /mnt, direktori tempat menyimpan direktori-direktori mount point.

9. /tmp, direktori tempat menyimpan aplikasi yang sedang berjalan

10. /var, direktori tempat menyimpan log, mailbox, dan data aplikasi.

11. /lib, direktori tempat menyimpan library yang mendukung kerja Kernel.

12. /proc, direktori tempat menyimpan file yang menunjukan data-data kernel.

2.3.6 Distribusi

Paket Linux dapat diperoleh dalam berbagai distribusi. Distribusi atau yang

dikenal dengan distro adalah gabungan antara Kernel Linux dengan berbagai

program yang diramu dengan prosedur tertentu (Noprianto, 2003).

Berikut ini adalah distribusi-distribusi non komersial atau free software:

1. Slackware

Slackware merupakan salah satu distribusi Linux tertua yang masih di-mantain

dengan sangat baik. Sebuah distribusi Linux yang sangat stabil dan didesain

dengan sangat teliti.


14

2. Debian GNU/Linux

Debian GNU/Linux adalah salah satu distribusi Linux paling populer dan

menjadi basis bagi banyak distribusi Linux. Berikut ini adalah beberapa hal

menarik tentang Debian:

a) 100% gratis.

b) Dukungan komunitas yang sangat luas.

c) Rilis distribusi stabil dan sangat teruji.

d) Tersedia sangat banyak paket.dan pengaturan paket yang mudah dengan

fasilitas perintah APT.

e) Mendukung sangat banyak arsitektur perangkat keras.

3. Fedora Core

Fedora yang merupakan pengembangan lebih lanjut Linux Red Hat, merupakan

salah satu distro populer, terutama untuk kalangan yang beranjak dari dunia Red

Hat, namun tidak ingin menggunakan RHEL (Red Hat Enterprise Linux).

Kelebihan dari Fedora antara lain: dapat digunakan untuk membangun web server,

membangun database server dan sebagai terminal server (Noprianto, 2007).

4.SuSE

SuSE adalah distro Linux dengan segala fasilitas dan kemanjaan, dengan

fasilitas YaST (Yet another Setup Tool). Dari semua distro Linux, barangkali distro
15

yang satu ini adalah distro yang paling ideal, dari sisi bisnis dan penggunaan

desktop (Noprianto, 2004).

5. Mandriva Linux

Mandriva Linux, yang dahulunya bernama Mandrake Linux, adalah salah satu

distribusi yang paling user friendly. Kelebihan Mandriva selain user friendly

adalah konfigurasi grafikal yang mudah digunakan dan mampu me-resize partisi

NTFS.

6. Gentoo

Gentoo Linux adalah distribusi berbasis source code yang sangat populer.

Berikut ini adalah beberapa hal menarik tentang Gentoo:

a) Tersedianya banyak paket dan pengaturan paket yang powerfull.

b) Dokumentasi yang sangat baik.

c) Kemampuan kustomisasi yang sangat bagus.

d) Mendukung banyak arsitektur perangkat keras (Noprianto, 2007).

Berikut ini adalah distribusi­distribusi yang diperoleh secara komersial:

1. Red Hat Enterprise

2. SuSE Linux Enterprise

3. Linspire

    Distribusi ini dikhususkan untuk desktop dan memiliki banyak fitur menarik.  

    Linspire menawarkan power, kestabilan, dan kemampuan cost­saving Linux 

    ditambah dengan kemudahan penggunaan Windows.  Linspire merupakan 
16

    distribusi linux yang berbasis distribusi Debian.

4. Xandros

    Distro yang awalnya berbasis Corel Linux OS ini merupakan salah satu 

    distribusi Linux komersial yang cukup sukses, terutama di lingkungan desktop 

    korporat.  Xandros sangat mudah untuk diinstall dan digunakan.  Sebagai  

    desktop default adalah KDE dan paket office adalah OpenOffice.org 

    (Noprianto, 2007).

5. Mandriva Power Pack

6. JDS (Java Desktop System)

Berikut ini adalah distribusi­distribusi yang dijalankan secara langsung tanpa 

harus diinstall terlebih dahulu: 

1. Knoppix

Menurut Wiryadi (2006) Knoppix dikenal sebagai live CD pertama yang paling 

baik.  Desktop manajer yang digunakan Knoppix secara default adalah KDE.  

Namun pada versi DVD, Knoppix juga dilengkapi dengan desktop GNOME, 

Enlightenment, Openbox, hingga IceWM.

Knoppix adalah turunan dari Debian, distro dengan jumlah paket terbanyak dan 

sistem pemaketan terbaik.  Knoppix memiliki kemampuan mendeteksi  

hardware (Noprianto, 2004).

2. Mepis

Distribusi yang satu ini sangat cocok digunakan di desktop ataupun laptop dan 

memiliki keistimewaan di antaranya pada:
17

    a. Deteksi hardware otomatis (termasuk WiFi)

    b. Dukungan berbagai aplikasi non­OSS

    c. Resize partisi NTFS

    d. Dukungan live CD dan installer dalam satu CD.  (Noprianto, 2007)

3. Slax

4. Ubuntu 

Distribusi ini tergolong sangat mudah untuk di­install dan digunakan.  Sebagai 

desktop default adalah GNOME dan paket office adalah OpenOffice.org dan 

GNOME Office.  Distribusi yang berbasis Debian ini memang cukup memiliki 

banyak fitur yang menarik (Noprianto, 2007).

5. Mandriva one dan SuSE Linux Live

2.4 Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah kumpulan komputer yang saling terhubung satu sama

lain dan dapat saling melakukan pertukaran data atau informasi sehingga terjadi

efisiensi dan optimasi kerja. Ditinjau dari beberapa sudut pandang maka definisi

jaringan sangat beragam tetapi memiliki kesamaan yaitu sebagaimana definisi

umum yang telah disebut di atas.

2.4.1 Protokol TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol)

Komputer-komputer yang berada dalam suatu jaringan dapat melakukan

pertukaran atau transfer data dan informasi karena menggunakan suatu


18

protokol/bahasa yang sama dan dapat dimengerti oleh komputer dalam jaringan.

Salah satu protokol tersebut adalah TCP/IP, protokol ini telah menjadi defacto

standard protokol untuk komunikasi data antar jaringan sampai saat ini yang

dikenal sebagai jaringan internet.

TCP/IP merupakan sekumpulan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-

fungsi komunikasi data antar komputer dalam suatu jaringan, yang masing-masing

protokol mempunyai fungsi dan tanggung jawab yang berbeda dalam melakukan

kegiatan komunikasi data. Dengan demikian tugas dari masing-masing protokol

menjadi lebih jelas dan sederhana, suatu protokol dalam struktur TCP/IP tidak

perlu mengetahui tugas dari protokol yang lain selama ia masih dapat melakukan

kegiatan komunikasi data tersebut.

Gambar 2.5. Arsitektur TCP/IP

Sifat dari protokol TCP/IP sangat fleksibel dan dapat diimplementasikan dengan

mudah di berbagai platform arsitektur komputer dan interface jaringan, karena

TCP/IP tidak melakukan spesifikasi terhadap platform atau interface jaringan

yang digunakan.

1. Aplication layer, merupakan layer tertinggi dalam susunan TCP/IP, disini


19

semua aplikasi yang menggunakan protokol TCP/IP ditempatkan.

2. Transport layer, merupakan layer kedua dalam TCP/IP, layer ini

bertanggung jawab untuk mengadakan koneksi antar host atau komputer.

3. Internet layer, merupakan layer ketiga dalam susunan TCP/IP, layer ini

bertanggung jawab dalam pengiriman data ke alamat yang tepat.

4. Network Interface layer, merupakan layer terbawah dalam susunan

TCP/IP, layer ini bertanggung jawab dalam proses pengiriman data ke media

fisik berupa kabel, serat optik, atau gelombang radio.

Dalam TCP/IP, terjadi penyampaian data dari protokol yang berada di satu layer

ke protokol dalam layer yang lain. Ketika suatu protokol menerima data dari layer

di atasnya, maka ia akan menambahkan informasi tambahan miliknya ke dalam

data tersebut (header). Informasi ini difungsikan sebagai pengenal dari protokol

tersebut, kemudian data tersebut diteruskan ke protokol pada layer di bawahnya.

Hal sebaliknya terjadi ketika suatu protokol yang berada dalam layer menerima

data dari protokol yang berada di layer bawahnya, maka protokol tersebut akan

melepaskan informasi tambahan dari protokol tersebut, kemudian melanjutkan ke

protokol yang berada pada layer di atasnya.

2.4.2 Protokol OSI/ISO (Open System Information/International Standart


Organization)

Dalam teknologi sistem jaringan diperlukan beberapa antara lain kartu  interface 
20

jaringan (network interface cable = NIC), kabel, dan peralatan lainnya. Jenis­jenis 

peralatan   tersebut   bergantung   pada   teknologi   protokol   sistem   jaringan   yang 

digunakan   atau   protokol   komunikasi   data   (data   transfer   protocol).   Protocol 

memungkinkan device untuk saling berkomunikasi dalam satu jaringan, set aturan 

yang dapat dimengerti  devices  untuk saling berkomunikasi. Determinasi waktu, 

antrian, penjadwalan, pengalamatan, dan kontrol kesalahan. 

Pada protocol Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi.  Untuk 

tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing­masing 

menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut yang telah 

menjadi standarisasi oleh ISO (International Standard Organization) mengajukan 

struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI 

(Open System Interconnection).

a. Application Layer 

    Interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang  

    diakses. Kelompok aplikasi dengan jaringan (File transfer dan metode akses, 

    Pertukaran job dan manipulasi , Pertukaran pesan).

b. Presentation Layer

    Rutin standard me­presentasi­kan data. (negosiasi sintaksis untuk transfer, 

    transformasi representasi data.

c. Session Layer

    Membagi presentasi data ke dalam babak­babak (sesi) dengan Kontrol dialog  

    dan sinkronisasi dan hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi.

d. Transport Layer
21

    Transfer pesan (message) ujung ke ujung  (manajemen koneksi, kontrol 

    kesalahan dan kontrol aliran).

e. Network Layer

    Pengalamatan dan pengiriman paket data, Routing, Pengalamatan secara lojik, 

    setup, dan clearing (pembentukan dan pemutusan).

f. Data­link Layer:

    Pengiriman data melintasi jaringan fisik, penyusunan frame (Transparansi  

    data), kontrol kesalahan (error­detection), dan kontrol aliran (flow).

g. Physical Layer

    Karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.  Setiap data  

    yang lewat ke layer lebih rendah ditambah header kontrol yang sesuai dengan   

    layernya.  Sebaliknya data ke layer lebih tinggi setelah dikurangi dengan  

    header kontrol.

Gambar 2.6 Lapisan (layer) protokol

2.4.3 Macam Jaringan Komputer

Terdapat tiga macam jenis Jaringan/Network yaitu :

a. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam suatu

perusahaan atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN

seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan


22

workstation dalam perusahaan atau kantor untuk berbagi sumber daya (resource

sharing, seperti printer) dan saling bertukar informasi.

Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya dijadikan sebuah

server. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu

biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih

rendah dari server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisk-nya, selain

aplikasi untuk jaringan.

b. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN) merupakan jaringan yang meliputi area lebih

besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini

jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam

lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan Bank dimana

beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan

antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank BNI yang ada di seluruh wilayah

Ujung Pandang, Jakarta, atau Surabaya.

c. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah

menggunakan sarana satelit ataupun kabel bawah laut, sebagai contoh keseluruhan

jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara-negara

lain. Menggunakan sarana WAN, sebuah Bank yang ada di Bandung bisa

menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa

menit.
23

2.4.4 Topologi jaringan

Topologi merupakan suatu cara menghubungkan komputer satu dengan komputer

yang lain sehingga membentuk jaringan. Cara yang banyak digunakan saat ini

adalah topologi bus, ring, star, tree, dan peer-to-peer network. Masing-masing

topologi mempunyai ciri khas.

1. Peer-to-peer

Peer artinya rekan kerja. Peer-to-peer network merupakan jaringan komputer yang

terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2

printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program,

printer, dan data secara bersama-sama. Sebuah komputer dapat menggunakan

program yang terpasang pada komputer yang lain.

Gambar 2.7 Topologi peer-to-peer

2. Toplogi bus
Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa

menjamurnya penggunaan kabel coaxial. Dengan menggunakan T-Connector

maka komputer atau perangkat lain dapat dihubungkan dengan mudah.


24

Gambar 2.8 Topologi bus

Topologi bus mempunyai karakteristik sebagai berikut :

a. Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya tertutup atau diterminasi.

b. Paling sederhana dalam instalasi.

c. Sinyal melewati kabel 2 arah sehingga memungkinkan terjadinya tabrakan.

d. Jika satu segmen kabel terputus, maka seluruh jaringan akan berhenti.

3. Topologi Star

Kontrol pusat, semua link harus melewati pusat yang melewatkan data tersebut ke

semua node atau client yang dipilih. Node yang dipusat dinamakan stasiun primer

atau server dan node yang lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client.

Sewaktu-waktu client dapat menggunakan hubungan tersebut tanpa menunggu

perintah dari server. Topologi ini dapat diperluas sehingga membentuk topologi

extended star.

Gambar 2.9 Topologi star

4. Topologi Ring

Topologi jenis cincin ini menghubungkan satu komputer di dalam suatu loop

tertutup. Pada topologi jenis ini data atau pesan berjalan mengelilingi jaringan
25

dengan satu arah pengiriman ke komputer selanjutnya terus hingga mencapai

komputer yang dituju. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai terminal tujuan

disebut walk time (waktu transmisi).

Gambar 2.10 Topologi ring

5. Topologi hirarki/tree

Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi

ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang

berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah

dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini

cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Gambar 2.11 Topologi hirarki/tree

2.5 Perangkat keras jaringan

Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer

yaitu: Komputer, Network Card, Hub, Printer, CDROM, Scanner, Bridges, Router

dan lainnya yang dibutuhkan untuk proses transformasi data di dalam jaringan.

1. Server
26

Sebuah server merupakan sebuah komputer yang berisi program baik sistem

operasi maupun program aplikasi yang menyediakan pelayanan kepada komputer

lain. Server merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang

besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat.

Sebuah server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi di antara node/

komponen dalam suatu jaringan. Server mempunyai informasi daftar user yang

diperbolehkan masuk ke server. Pada saat membuat tugas akhir ini, pada

umumnya sebuah server mempunyai spesifikasi hardware seperti berikut :

2. Processor 3.0 Core 2 Duo.

3. Motherboard dual processor serta mendukung perangkat wireless.

4. Sebuah harddisk SCSI dengan kapasitas 500 GB.

5. Kurang lebih 8 GB memori RAM dengan tipe ECC (Error Control

Corection.

6. Mempunyai banyak port network.

7. Kartu jaringan yang cepat dan reliabilitas.

2. Workstations

Keseluruhan komputer yang terhubung ke server dalam jaringan disebut sebagai

workstation (Client). Sebuah workstation minimal mempunyai kartu jaringan,

aplikasi jaringan (sofware jaringan), kabel untuk menghubungkan ke jaringan,

biasanya sebuah workstation tidak begitu membutuhkan floppy karena data yang

ingin disimpan bisa dan dapat diletakkan di file server.

3. Ethernet Card / Kartu Jaringan Ethernet


27

Network Interface Cards (NIC) atau kartu jaringan merupakan perangkat yang

menyediakan media untuk menghubungkan komputer. Kartu jaringan adalah kartu

internal, yaitu kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi .

Beberapa komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus

yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer

notebook terdapat slot expansi untuk memasang kartu jaringan tambahan yang

biasa disebut PCMCIA. Kartu jaringan ethernet biasanya dibeli terpisah dengan

komputer, kecuali seperti komputer Macintosh yang sudah menyertakan kartu

jaringan ethernet didalamnya. Kartu jaringan ethernet umumnya telah

menyediakan port koneksi untuk kabel coaxial ataupun kabel twisted pair, jika

didesain untuk kabel coaxial konenektorya adalah BNC, dan apabila didesain

untuk kabel twisted pair maka akan punya konektor RJ-45.

4. Switch /Hub / Konsentrator

Sebuah Hub/Konsentrator adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel

network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi

star, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk ke dalam hub. Hub

mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor

port dari card yang dituju.

Ciri-ciri yang dimiliki Konsentrator adalah :

a. Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45.

b. Digunakan pada topologi bintang/star.

c. Biasanya dijual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur

manjemen port tersebut.


28

d. Biasanya disebut hub.

Gambar 2.12 Switch/ Hub/ Konsentrator

5. Repeater
Repeater mempunyai fungsi untuk memperkuat sinyal. Sinyal yang diterima dari

satu segmen kabel LAN ke segmen berikutnya akan dipancarkan kembali sama

dengan kekuatan sinyal asli. Panjang maksimal untuk sebuah kabel unshileded

twisted pair adalah 100 meter, maka untuk menguatkan sinyal dari kabel tersebut

harus pasang sebuah repeater pada jaringan tersebut.

Gambar 2.13 Repeater

6. Bridges

Bridges adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua

buah LAN dan memungkinkan paket data dari satu LAN ke LAN yang lain.

Bridges dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer

pada jaringan yang lain. Bridges juga dapat di gunakan untuk menghubungkan

antara dua network atau lebih yang menggunakan tipe kabel yang berbeda

ataupun topologi yang berbeda.


29

7. Router

Sebuah Router mengartikan informasi dari satu jaringan ke jaringan yang lain,

hampir sama dengan bridge namun router akan mencari jalur yang terbaik untuk

mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal.

Router dapat mengetahui keseluruhan jaringan dan melihat sisi mana yang paling

sibuk.

2.6 Media Transmisi data

Ada beberapa jenis media transmisi data yang dapat digunakan, antara lain: cable

(kabel), gelombang microwave, dan gelombang radio. Kabel yang paling banyak

dipakai adalah media kabel, karena paling murah dan mudah pemasangannya.

2.6.1 Kabel

Pada perancangan atau penggunaan jaringan ada tiga jenis kabel yang dapat

digunakan, yaitu:

1. Coaxial Cable
Coaxial cable merupakan kabel yang dibungkus dengan metal lembek. Coaxial

cable mempunyai tingkat transmisi data yang lebih tinggi dibandingkan kabel

biasa, tetapi lebih mahal.

2. Fiber Optic (Serat Optik)


Fiber Optic dibuat dari serabut-serabut kaca (Optical Fibers) yang tipis. Fiber

optic cable mempunyai kecepatan pengiriman data sampai 10 kali lebih besar dari

Coaxial cable.
30

3. Twisted Pair
Twisted Pair merupakan sepasang kabel tembaga yang, yang masing-masing

dibungkus dengan plastik dan diputar bersama. Kabel twisted pair terbagi dua,

yaitu:

a. Kabel jenis Shielded Twisted Pair (STP), yaitu jenis kabel Twisted Pair yang

mempunyai selubung tembaga atau alumunium foil yang khusus dirancang untuk

mengurangi gangguan elektrik.

b. Kabel jenis Unshielded Twisted Pair (UTP), yaitu kabel jenis Twisted Pair yang

tidak memiliki pembungkus.

Gambar 2.14 Kabel Coaxial

Untuk menghubungkan jaringan diperlukan kabel Ethernet yaitu kabel yang


disebut

kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dengan menggunakan konektor RJ45. Kabel

UTP mempunyai delapan pin (4 pasang). Konfigurasi sebagai berikut :

Gambar 2.15 Konektor RJ-45 dan posisi penempatan kabel UTP


31

Pin1 dengan warna hijau-putih (TD+)

Pin2 dengan warna hijau (TD-)

Pin3 dengan warna orange-putih (RD+)

Pin4 dengan warna biru (NC)

Pin5 dengan warna biru-putih (NC)

Pin6 dengan warna orange (RD-)

Pin7 dengan warna coklat-putih (NC)

Pin8 dengan warna coklat (NC)

2.6.2 Radiasi Elektromagnetik

1. Media Gelombang Microwave (Gelombang Mikro)

Microwave merupakan gelombang radio frekuensi tinggi yang dipancarkan dari 

satu stasiun ke stasiun yang lain. Sifat pemancaran dari microwafe adalah line­ 

of­sight, yaitu tidak boleh terhalang. Karena adanya gedung­gedung yang 

tinggi, bukit­bukit atau gunung­gunung, microwave biasanya digunakan untuk 

jarak­jarak yang dekat saja. Untuk jarak yang jauh, harus digunakan stasiun  

relay yang berjarak 30 sampai 50 km. Stasiun Relay diperlukan karena untuk 

memperkuat signal yang diterima dari stasiun relay sebelumnya dan 

meneruskannya ke stasiun relay berikutnya.

2. Satellite System

Karena microwave tidak boleh terhalang, maka untuk jarak­jarak yang jauh 

digunakan sistem satelit (Satellite System). Satelit akan menerima signal yang  

dikirim stasiun microwave di bumi dan mengirimkannya kembali ke stasiun  
32

bumi yang lainnya.  Satelit berfungsi sebagai stasiun relay yang letaknya di luar  

angkasa.

3. Sistem Laser

Teknologi komunikasi sinar laser banyak digunakan untuk penelitian­

penelitian. Ahli komunikasi meramalkan, di masa yang akan datang  

menggunakan teknologi laser akan meluas dan secara dramatis akan dapat 

mengurangi biaya transmisi. (Hartono, 2000)

2.7 Alasan dan Keuntungan jaringan komputer

a. Beberapa alasan perlunya komunikasi data dalam jaringan komputer adalah :

1. Transaksi sering terjadi pada tempat berbeda yang berjauhan dari tempat

pengolahan data, sehingga data perlu dikirim ketempat pengolahan dan

sebaliknya.

2. Penggunaan teknologi komunikasi yang didukung komputer sering kali

lebih efisien/murah dibandingkan cara pengiriman biasa.

3. Organisasi yang mempunyai beberapa tempat pengolahan data dapat

membagi tugas pengolahan data yang sibuk ketempat pengolahan data lain

yang kurang sibuk.


33

4. Penghematan biaya perangkat keras, dimana sebuah perangkat keras yang

mahal dapat digunakan secara bersama oleh beberapa bagian yang berbeda.

b. Keuntungan yang diperolehdari penerapan teknologi jaringan komputer adalah :

1. Resource sharing, yaitu dapat berbagi sumber daya. Misalnya pemakaian

satu printer untuk beberapa komputer yang terhubung dalam jaringan.

2. File sharing, antar komputer dapat melakukan pertukaran data atau file.

3. Reliabilitas tinggi, dengan menggunakan jaringan komputer maka akan

memiliki sumber-sumber alternatif. Misalnya semua file dapat disimpan atau

di-copy dalam dua, tiga atau lebih komputer yang terhubung dalam jaringan.

Sehingga apabila salah satu mesin mengalami kerusakan, maka masih ada

salinan yang bisa digunakan di tempat lain.

4. Menghemat biaya, penghematan biaya terjadi karena komputer berukuran

kecil/PC mempunyai resiko/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan

komputer besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecepatan sekitar

sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/PC. Tetapi, harga sebuah

mainframe bisa mencapai ratusan bahkan ribuan kali lebih mahal

dibandingkan PC.

5. Kemudahan komunikasi, komunikasi antar komputer dalam suatu

lingkungan kerja dapat dilakukan dengan mudah, misalnya dengan adanya


34

program E-mail atau Chattin.

6. Apabial salah satu unit komputer terhubung ke internet melalui modem

atau LAN, maka semua atau sebagian unit komputer pada jaringan juga dapat

mengakses internet dengan metode sharing connection.

7. Fasilitas mapping, mapping berfungsi untuk memetakan suatu direktori

pada server/workstation yang terhubung dalam jaringan sedemikian sehingga

direktori tersebut seolah-olah menjadi driver lokal. Misalnya komputer B

mengambil data dari komputer A, yakni direktori “data”, maka dengan cara

mapping direktori “data” pada komputer B seolah-olah menjadi sebuah driver

lokal, yaitu driver O:\.Mapping hanya bisa dilakukan apabila komputer sumber

dan komputer tujuan terhubung melalui jaringan, dan direktori pada komputer

sumber berada pada status sharing.

2.8 IP address

IP Address digunakan untuk mengidentifikasi kartu jaringan pada host dari suatu

mesin yang sudah diakomodasi oleh protokol TCP/IP. IP address akan

ditempatkan pada header setiap paket data yang dikirim dan diterima oleh

komputer, serta akan menentukan rute dilalui. IP address merupakan sekelompok

bilangan biner 32 bit yang di bagi menjadi 4 oktet yang masing-masing bagian itu

terdiri dari 8 bit (sering disebut IPV4) dan dibagi menjadi 2 buah field yaitu :

a. Net id (N) yang menunjukan jaringan kemana host dihubungkan.


35

b. Host id (H) yang memberikan suatu pengenal unik pada setiap host pada

suatu jaringan.

Untuk memudahkan kita dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP, maka

umumnya penamaan yang digunakan adalah berdasarkan bilangan desimal.

Misal :

11000000 . 10101000 . 00001010 . 00000001

192 . 168 . 10 . 1

Dalam setiap komputer yang mempunyai sistem operasi juga terdapat sebuah IP

default yang akan digunakan sebagai loopback. Alamat IP ini adalah 127.0.0.1

yang biasanya mempunyai hostname localhost.

Untuk memudahkan pengelolaan alamat, IP address dikelompokan menjadi

beberapa kelas oleh badan yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC,

ApNIC atau di Indonesia dengan ID-NICnya sebagai berikut ini :

Contoh IP address :

Kelas A 20.122.10.15

Kelas B 192.30.10.20

Kelas C 202.150.20.10

Kelas Struktur IP Default Range Jumlah host


IP subnetmask
A NNNN.HHHH.HHHH.HHHH 255.0.0.0 1-126 16.777.214
B NNNN.NNNN.HHHH.HHHH 255.255.0.0 127-191 65.532
C NNNN.NNNN.NNNN.HHHH 255.255.255.0 192-223 256

Table 2.2 Pembagian kelas IP address


36

Selain pengelompokan alamat di atas, alamat IP juga dibagi atas “Private IP” dan

“Public IP”, dimana “Private IP” adalah alamat yang digunakan untuk

pengalamatan LAN (Local Area Network) dan tidak dikenal oleh Internet

sedangkan “Public IP” adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan

Internet (jaringan di luar LAN). Sehingga apabila “Private IP” mengadakan

komunikasi dengan “Public IP” atau Internet diperlukan suatu mekanisme yang

disebut dengan NAT (Network Address Translation). Adapun range dari “Private

IP” pada setiap kelas adalah seperti tabel di bawah ini :

a). Kelas A 10.0.0.0 - 10.255.255.255

b). Kelas B 172.16.0.0 - 172.32.255.255

c). Kelas C 192.168.0.0 – 192.168.255.255

2.9 Domain Name System (DNS)

DNS dapat menunjukkan mesin berdasarkan nama dari pada berdasarkan IP

number. DNS mengubah nama mesin ke IP number. DNS adalah fasilitas

client/server yang mentranslasi nama-nama untuk IP address sehingga

menggunakan nama-nama yang mudah diingat, namun masih membolehkan

TCP/IP secara internal menggunakan IP address numerik seperti biasanya. Jika

DNS bekerja dengan baik, maka depat menggunakan hostname dengan ping,

traceroute, tcpdump, web browser, program email, dan sebagainya. Tapi masih

dapat menggunakan address numerik bila diinginkan. Misalnya troubleshooting

(Mansfield, 2004).
37

2.10 Request For Comments (RFC)

Sebuah dokumen RFC adalah salah satu dari seri dokumen informasi dan standar

Inetnet bernomor yang diikuti secara luas oleh perangkat lunak untuk digunakan

dalam jaringan, Internet dan beberapa sistem operasi jaringan, mulai dari Unix,

Windows, dan Novell NetWare. RFC kini diterbitkan di bawah arahan Internet

Society (ISOC) dan badan-badan penyusun standar teknis, seperti Internet

Engineering Task Force (IETF) atau Internet Research Task Force (IRTF). Semua

standar Internet dan juga TCP/IP selalu dipubliasikan dalam RFC, meskipun tidak

semua RFC mendefinisikan standar Internet. Beberapa RFC bahdak banyak

menawarkan informasi, percobaan/eksperimen, atau hanya informasi sejarah saja.

2.11 Preboot Execution Environment (PXE)

Pada pertengahan 1990-an Compaq, Dell, HP, Intel, dan Microsoft bergabung

mengeluarkan desain dari sistem untuk membangun NET PC systems, yang

memaparkan metode booting sistem operasi dari komputer network server.

Metode ini akhirnya dikenal sebagai Preboot Execution Environment (PXE).

Bebrapa manufaktur membuat implementasi dari spesifikasi PXE, dan

menyertakan PXE pelengkap BootRom pada kartu jaringan. Beberapa

motherboard dengan embedded network menyertakan PXE dalam bios-nya. PXE

didesain untuk membaca image yang kecil (32 kb atau kurang) dikenal sebagai

Network Bootstrap Program (NBP). NBP bertanggung jawab untuk melakukan


38

loading image sistem operasi. Ketika menggunakan PXE untuk booting pada

workstation LTSP, pilihan NBP-nya adalah PXELINUX dan etherboot.

2.12 Prinsip dasar Linux Terminal Server Project (LTSP)

LTSP merupakan pengembangan konsep jaringan yang digabungkan dengan

efisiensi perangkat yang digunakan. Linux Terminal Server Project (LTSP) adalah

salah satu server yang ada pada Linux. Proyek ini dimulai oleh James A Mc

Quillan sebagai proyek diskless workstation berbasis sistem operasi GNU/Linux.

Dengan LTSP, sejumlah komputer sekelas 486 ataupun Pentium 1 dan komputer

yang sudah ketinggalan jaman tanpa dilengkapi dengan media penyimpanan tetap

dapat bekerja dengan mengambil semua kebutuhan komputasi dari server LTSP.

Disebut diskless workstation karena client atau workstation tidak dilengkapi

dengan media penyimpanan tetap (harddisk), semua akan diminta dari server.

Kecepatan komputer client tidak dipermasalahkan selama masih memiliki RAM

yang memadai, 16 MB misalnya karena setandar semua proses dilakukan di

server. Sistem ini bekerja dengan mekanisme client-server. Client di-boot

menggunakan disket atau bootrom yang sudah terpasang kernel Linux di server

LTSP. Setelah kernel di load ke dalam memori, ia mulai bekerja untuk mencari

server yang memiliki DHCP atau Boot Protocol (BOOTP). Server yang

menangkap permintaan client memeriksa terlebih dahulu apakah client tersebut

sudah terdaftar sebagai komputer yang boleh masuk. Kalau ya, server memberi IP

address kepada client, dan selanjutnya menjalankan Xwindow di mana prosesnya

terjadi di server namun hasilnya tampak di client. Sistem ini sangat coco untuk
39

mereka yang memiliki dua komputer atau lebih. Dengan kata lain sangat banyak

institusi yang bisa memanfaatkan teknologi LTSP.

2.13 Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

dalam bekerja dengan diskless system yang berbasis LTSP kita akan dihadapkan

kepada komputer-komputer yang tidak memiliki tempat penyimpanan tetap dan

tanpa sistem operasi. Tanpa suatu sistem operasi komputer tidak akan mempunyai

konfigurasi jaringan seperti alamat IP ketika bekerja dengan TCP/IP. Oleh karena

itu dibutuhkan sebuah server yang dapat melakukan parameter-parameter

konfigurasi jaringan terhadap workstation-nya, hal ini dapat kita wujudkan dengan

adanya fasilitas DHCP Server.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis

arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP

dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus

memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP

dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan

akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Server DHCP

memiliki kumpulan alamat IP disebut scope. Saat client DHCP masuk ke

jaringan, ia akan meminta dan diberi lease untuk menggunakan alamat IP dari

scope yang ada. Konsep lease di sini penting, karena client DHCP umumnya

tidak diberi fasilitas menggunakan alamat IP secara permanen.

2.14 Trivial File Transfer Protocol (TFTP)


40

TFTP (Trivial File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol yang digunakan

untuk melakukan download kernel. TFTP mirip dengan FTP (File Transfer

Protocol) server, tetapi TFTP lebih kecil dan sederhana dari FTP sehingga TFTP

ikut masuk kedalam ROM. Perbedaan antara kedua protokol tersebut adalah

TFTP menggunakan User Data Program (UDP) yang bekerja blok per blok tanpa

auntentikasi, sedangkan FTP menggunakan Transmission Control Protocol (TCP)

yang bekerja secara stream serta lebih rumit (Indrajit, 2002).

2.15 Network File System (NFS)

Network File System adalah program aplikasi untuk memudahkan client dalam

melakukan sharing file atau data. Melalui NFS, memungkinkan mesin client atau

server melakukan mounting melalui remote. Sehingga bisa saling berbagi data

atau menjalankan program aplikasi (Aji, 2003).

NFS dikembangkan oleh Sun Microsystems pada tahun 1985. NFS secara

transparan memberikan pada mesin client akses penuh ke server file di suatu

tempat pada network. NFS dikembangkan karena workstation diskless mulai

tersedia dan diperlukan beberapa bentuk penyimpanan file berbasis jaringan. NFS

juga memfasilitasi sharing data, aplikasi, informasi konfigurasi, dan lain-lain.

NFS tersedia dihampir setiap sistem UNIX, dan Linux muncul dengan software

client dan server. Juga tersedia untuk MS-Windows, tetapi client dan server adalah

pilihan dengan biaya ekstra. Program aplikasi mengakses file seakan file tersebut

berada di dalam disk lokal. Program tersebut dapat membaca dan memodifikasi

file di tempatnya (berbeda dengan FTP, client dapat meng-copy file melalui
41

jaringan, tetapi pada saat server memodifikasi copy lokal client, file asli tentu saja

tetap tak berubah). NFS memiliki fungsionalitas yang mirip dengan Microsoft

Windows Networking (Mansfield, 2004).

2.16 X Display Manager Control Protocol (XDMCP)

XDMCP adalah protokol yang digunakan untuk mentransfer/menyambungkan

sebuah komputer ke komputer lain yang menggunakan tampilan Xwindows.

Artinya, tampilan layar di komputer yang kita gunakan sebetulnya tidak

menggunakan CPU/Komputer yang sedang kita gunakan tetapi komputer lain

yang ada di jaringan.

2.17 Etherboot

Jaringan diskless pada dasarnya memerlukan kemampuan pada komputer client

untuk melakukan peoses boot dari jaringan. Oleh karna itu diperlukan Etherboot

selain PXE yang merupakan perangkat lunak dasar untuk melakukan boot dari

jaringan.

Etherboot adalah paket perangkat lunak yang berguna untuk membuat image Read

Only Memory (ROM) yang mampu mengambil kode dari jaringan ethernet untuk

dieksekusi di komputer dengan arsitektur x86.

Etherboot adalah kode yang dapat di masukkan ke dalam ROM, disket atau
42

harddisk sebagai Etherboot sendiri bisa diartikan sebagai LILO (Linux

Loader)/GRUB yaitu SYSLINUX kompatible image. Penggunaan disket dapat

kita lakukan karena kartu jaringan yang kita gunakan tanpa dukungan boot ROM

(PXE).

Karakteristik dari Etherboot adalah sebagai berikut :

1. Etherboot berjalan sebagai program mandiri tanpa di bawah sistem

operasi. Segala sesuatu yang diperlukan oleh Etherboot di percayakan

sepenuhnya kepada BIOS konputer. Dengan demikian, Etherboot

mendapatkan informasi dari BIOS.

2. Etherboot memiliki akses penuh keperangkat mesin

3. Etherboot menggunakan sedikit bagian dari memori sistam untuk

memaksimalkan jumlah memori yang tersedia bagi kode yang dijalankan.

2.18 Diskless System

Diskless System adalah sistem yang menggunakan dua buah CPU lengkap atau

lebih tetapi tidak menggunakan media penyimpanan tetap yaitu harddisk. Cient

Hanya menggunakan floppy drive untuk booting ke server LTSP (Linux Terminal

Server Project). Dengan Diskless System, user dapat menggunakan spesifikasi PC

rendah dengan memaksimalkan sumber daya dari terminal server. Adapun cara

kerja diskless system sebagai berikut :

1. Sebuah PC user yang disambungkan ke server tanpa menggunakan sistem


43

operasi yang tersimpan di harddisk. Sebagai gantinya, menggunakan bootrom

yang terpasang di kartu jaringan atau floppy disk untuk menghubungkan PC

user ke user.

2. Menggunakan metode diskless computer berbeda dengan metode dump

terminal. Karena pada diskless system, meskipun PC user menggunakan

resource pada server namun tidak semuanya, karena tetap dibantu oleh

processor dan memori pada client.

3. Tentunya semakin baik PC user akan membantu kinerja server. Demikian

pula halnya PC server, semakin tinggi spesifikasi PC server yang digunakan

akan semakin baik pila kinerja diskless system (Rusmanto, 2004).

2.19 Iptables

Iptables atau NetFilter adalah software Linux yang mengimplementasikan sebuah

framework untuk firewall yang bersifat statefull. Iptables juga memiliki fiture 

Network Address Translation (NAT). Netfilter hanya bekerja pada kernel versi 2.4 

atau 2.6 dan tidak dapat bekerja pada kernel yang lebih rendah dari 2.4. Netfilter 

inilah yang membuat aturan­aturan apa yang dilakukan tentang paket­paket 

network yang lewat. Aturan tersebut bisa meneruskannya, menolaknya, dll. Rule­

rule tersebut dikelompokkan dalam chain, dimana masing chain berisi daftar rule­

rule. Chain dikelompokkan lagi dalam tables, dimana masing­masing table 

merupakan bagian­bagian tersendiri yang mengurusi beberapa proses paket yang 

berbeda. 

2.20 Langkah­Langkah Membangun firewall
44

Firewall merupakan sistem atau sekelompok sistem yang menetapkan kebijakan 

kendali akses antara dua jaringan. Secara prinsip, firewall dapat dianggap sebagai 

sepasang mekanisme : yang pertama memblok lalu lintas, yang kedua mengijinkan 

lalu lintas jaringan. Firewall dapat digunakan untuk melindungi jaringan dari 

serangan jaringan oleh pihak luar, namun firewall tidak dapat melindungi dari 

serangan yang tidak melalui firewall. Firewall sering juga disebut dengan tembok 

api ini, yang berarti pengamanan pada seluruh sistem yang berada di jaringan 

tersebut. Adapun contoh firewall adalah sebagai berikut :

Gambar 2.16 contoh Firewall

Adapun langkah­langkah membangun firewall adalah:

1. Mengidenftifikasi bentuk jaringan yang dimiliki

Mengetahui bentuk jaringan yang dimiliki khususnya toplogi yang digunakan 

serta protocol jaringan, akan memudahkan dalam mendesain sebuah firewall.

2. Menentukan Policy atau kebijakan

Penentuan Kebijakan atau Policy merupakan hal yang harus di lakukan, baik 

atau buruknya sebuah firewall yang dibangun sangat ditentukan oleh 
45

policy/kebijakan yang diterapkan. Diantaranya:

• Menentukan apa saja yang perlu dilayani. Artinya, apa saja yang akan 

dikenai policy atau kebijakan yang akan kita buat.

• Menentukan individu atau kelompok­kelompok yang akan 

dikenakan policy atau kebijakan tersebut.

• Menentukan layanan­layanan yang dibutuhkan oleh tiap tiap 

individu atau kelompok yang menggunakan jaringan.          

3. Menyiapkan Software atau Hardware yang akan digunakan 

Baik itu operating system yang mendukung atau software­software khusus 

pendukung firewall seperti ipchains, atau iptables pada Linux, dsb. Serta 

konfigurasi hardware yang akan mendukung firewall tersebut.

4. Melakukan test konfigurasi

Pengujian terhadap firewall yang telah selesai di bangun haruslah dilakukan, 

terutama untuk mengetahui hasil yang akan kita dapatkan. Caranya dapat 

menggunakan tool­tool yang biasa dilakukan untuk mengaudit seperti nmap.