Anda di halaman 1dari 12

ETIK DAN LEGAL PRAKTIK KEPERAWATAN

PASIEN DENGAN PROSEDUR STUDI DIAGNOSTIK

Kegiatan Belajar I
Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran Khusus

TUJUAN
Pembelajaran Umum
Setelah mempelajari materi kegiatan belajar 1 ini
Anda diharapkan mampu memahami prinsip etik
dan legal praktik keperawatan pada pasien yang
dilakukan prosedur studi diagnostik

TUJUAN
Pembelajaran Khusus
a. Menjelaskan prinsip etik keperawatan pasien yang dilakukan
prosedur studi diagnostik.
b. Menjelaskan prinsip legal praktik keperawatan pasien yang
dilakukan prosedur studi diagnostik.
c. Menerapkan prinsip etik dan legal praktik keperawatan pada pasien
yang dilakukan prosedur studi diagnostik.

POKOK
Materi
a. Reviu prinsip kode etik keperawatan
b. Reviu prinsip legal praktik keperawatan.
c. Penerapan prinsip etik dan legal praktik keperawatan pada pasien
yang dilakukan prosedur studi diagnostik.

10
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Uraian Materi
Pernahkah Anda mengikuti seminar atau workshop keperawatan regional,
nasional atau internasional?
Kalau pernah, Anda pasti sepakat dan yakin bahwa profesi keperawatan
pada dekade ini telah berkembang sangat pesat, terutama pada peran kolaboratif
dan fungsi pendelegasihan pelayanan perawatan kesehatan klien! Hal tersebut
membuktikan eksistensi profesional dan kenaikan rating profesionalisme tenaga
keperawatan!

Anda, saudara Anda atau kerabat Anda saat sakit apakah pernah dilakukan
pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium? Siapakah yang melakukan
tindakan tersebut? Tenaga keperawatan? atau Anda sendiri sebagai tenaga
keperawatan pernah melakukan pengambilan sampel darah vena atau arteri guna
pemeriksaan darah klinis? Tahukah Anda dasar kewenangan tenaga keperawatan
melakukan tugas pengambilan darah tersebut?
Pada bagian kegiatan belajar-1 ini Anda dapat mempelajari, mengetahui dan
memahami dasar kewenangan tenaga keperawatan dalam praktik keperawatan
pada pasien yang dilakukan dengan prosedur studi diagnostik, ditinjau dari etik
dan legal praktik keperawatan.
Perkembangan keperawatan di Indonesia telah mengalami perubahan dan
perkembangan yang sangat pesat menuju azas keperawatan sebagai profesi,
yang mencakup aspek pelayanan keperawatan dan aspek jenjang pendidikan
keperawatan, melalui pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi, serta kehidupan keprofesian dalam keperawatan. Pada uraian berikut
Anda akan mengetahui dasar perundangan (regulasi) tenaga keperawatan dalam
menjalankan tugas keprofesian keperawatan.
Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, bahwa telah
memberikan pengakuan secara jelas terhadap tenaga keperawatan sebagai
tenaga profesional. Hal tersebut dinyatakan pada Pasal 32 ayat (4), Pasal 53 ayat
(1), ayat (2). dan ayat (4) disebutkan bahwa ketentuan mengenai standar profesi
dan hak-hak pasien sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah (Depkes RI, 1992).
Undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen bahwa
perkembangan konsumen sebagai akibat kondisi sosial ekonomi yang semakin
baik, termasuk latar belakang pendidikan yang semakin tinggi, yang berdampak
pada tuntutan pelayanan keperawatan yang semakin berkualitas (Celina &
Kristiyanti, 2009).

11
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Keputusan MUNAS VI PPNI No. 09/MUNAS-VI/PPNI/2000 tentang Kode


Etik Keperawatan Indonesia. Konsep etik profesi keperawatan terkait erat
dengan 3 nilai sosial sebagai berikut:
1) Pengetahuan yang mendalam dan sistematis.
2) Ketrampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui latihan yang lama
dan teliti.
3) Pelayanan atau asuhan kepada yang memerlukan, berdasarkan ilmu
pengetahuan dan ketrampilan teknis, dengan berpedoman pada ilsafat
moral yang diyakini yaitu Etika Profesi dan Legal Praktik Profesi
(http://www.inna-ppni.or.id/kode-etik, diunduh tanggal 22 Juli 2013,
10.00 wib).

1. Prinsip etik keperawatan

Dalam mukadimah Kode Etik Keperawatan Indonesia dicantumkan bahwa


keperawatan sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya
kesejahteraan isik, material, dan mental spiritual untuk masyarakat dalam
wilayah Republik Indonesia. Maka kehidupan profesi keperawatan berpedoman
kepada kebutuhan masyarakat Indonesia akan pelayanan keperawatan yang
bersifat universal bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat, yang
bertujuan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah terjadinya penyakit,
mengurangi dan menghilangkan penderitaan, serta memulihkan kesehatan
yang dilaksanakan atas dasar pelayanan yang paripurna (PPNI Jatim, 2010).
Pelayanan keperawatan yang Anda laksanakan harus dengan penuh
tanggung jawab, berpedoman dan berdasarkan pada pendekatan prinsip
perawat dan klien serta perawat dan praktik sebagai berikut:
a. Perawat dan klien
1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat
dan martabat manusia, keunikan klien.

2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa


memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,
adat-istiadat, dan kelangsungan hidup beragama dari klien (PPNI Jatim,
2010).
b. Perawat dan praktik

1) Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan


melalui belajar terus menerus.
2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi

12
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta


keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
3) Memberikan informasi yang akurat dan pertimbangan kemampuan serta
kualiikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan
memberikan delegasi kepada orang lain.
4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan
dengan selalu berperilaku profesional (PPNI Jatim, 2010).

2. Prinsip legal praktik keperawatan


Undang-Undang RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 63 ayat (4)
yang berbunyi Pelaksanaan pengobatan dan/atau perawatan berdasarkan
ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Penjelasan
UU tersebut memberi arah bahwa siapapun tenaga kesehatan yang akan
menangani klien atau pasien harus mempunyai kompetensi yang cukup untuk
dapat memberikan asuhan sesuai dengan kewenangannya yang mungkin akan
dapat memberikan kepuasan kepada pasien sebagai konsumen dari pelayanan
kesehatan (Depkes RI, 2009).

Tentukan tiga kata kunci (key words) prinsip dalam menjalankan legal praktik
yang dilakukan oleh tenaga keperawatan sesuai Undang-Undang Kesehatan
No.36 Tahun 2009! Tuliskan jawaban Anda pada kolom berikut!
1. .............................................................................
2. .............................................................................
3. .............................................................................

Untuk memahami lebih dalam dan mengetahui ketepatan jawaban Anda,


lanjutkan membaca uraian dibawah ini dengan seksama.
Praktisi kesehatan yang salah satunya adalah Anda sebagai tenaga
keperawatan, harus mampu menggunakan berbagai telaahan ilmiah, hasil
riset, legaletik, aplikatif, dan juga kolegial dalam upaya untuk memberikan
asuhan keperawatan yang tepat kepada pasien. Selain itu juga menggunakan
pendekatan humanistik dalam mengimplementasikan berbagai tindakan yang
dilakukannya. Apa konsekuensinya? Sebagai konsekuensi apabila tenaga
keperawatan akan melakukan asuhan keperawatan harus kompeten yaitu
mempunyai kemampuan yang memadai dalam mengatasi pasiennya secara

13
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

ilmiah dengan jalan mengetahui rasional setiap tindakan, melaksanakan secara


legal dan etik dengan tujuan untuk mengetahui tindakannya tidak melanggar
norma dan sesuai dengan standart prosedur yang ada, secara praktis atau
aplikatif dalam hal menjalankan asuhan sesuai standar praktik asuhan
keperawatan, kolegial dalam berhubungan dengan tim kesehatan lainnya dan
juga secara humanistik dalam memperlakukan pasien sebagai subjek dan objek
dalam pelaksanaan asuhannya. Nah, dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa
ada tiga prinsip dalam legal praktik tenaga keperawatan, yaitu: kompetensi,
kewenangan, kepuasan konsumen.
Berdasarkan Kepmenkes No: 1239 tahun 2001 dan Permenkes No.HK.02.02/
Menkes/148/I/2010, terdapat beberapa hal yang berhubungan dengan kegiatan
keperawatan. Adapun kegiatan yang secara langsung dapat berhubungan
dengan aspek legalisasi keperawatan meliputi: (1) Proses Keperawatan,(2)
Tindakan atau prosedur keperawatan mandiri atau kolaborasi,(3) Informed
Consent (Depkes RI, 2001, Depkes RI, 2010).
Dalam Kepmenkes 1239/2001 hak perawat secara eksplisit dapat kita lihat
pada pasal 15 dan 20 sebagai berikut:
Pasal 15: dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk:
1) Melaksanakan asuhan keperawatan harus sesuai dengan standar
asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa
keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan, dan
evaluasi keperawatan.
2) Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir (1) meliputi:
intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan
konseling kesehatan.
3) Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan
permintaaan tertulis dari dokter (Depkes RI, 2001).
Pasal 20: dalam melaksanakan praktik keperawatan pada keadaan darurat
berwenang untuk:
1) Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seorang/pasien, perawat
berwenang untuk melakukan tindakan pelayanan kesehatan di luar
kewenangan sebagai dimaksud dalam pasal 15.
2) Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditujukan untuk penyelamatan jiwa (Depkes RI, 2001).

14
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

3. Penerapan etik dan legal praktik keperawatan pada pasien yang dilakukan
prosedur studi diagnostik

Anda pada bagian ini akan diajak melakukan analisa kasus pada tinjauan
etik dan legal praktik keperawatan pada pasien yang dilakukan prosedur
studi diagnostik. Sehingga Anda dapat menempatkan nilai-nilai dan perilaku
profesional secara etik dan legal dalam melaksanakan praktik keperawatan
pasien yang dilakukan prosedur studi diagnostik.
Sebagai ilustrasi dapat dicontohkan kasus sebagai berikut: seorang pasien
laki-laki umur 35 tahun dengan diagnosa medis batu ginjal mengalami shock
setelah 2 jam pasca prosedur studi diagnostik imaging BOF menggunakan bahan
kontras melalui pembuluh darah. Diduga akibat kelalaian tenaga keperawatan
dalam pengawasan reaksi anailaksis bahan kontras. Dalam pembuktian
didapatkan bahwa tidak ada catatan mengenai pengawasan tersebut pada
lembar pencatatan perawat yang sudah disediakan di ruang rawat.
Dari kasus tersebut dapat dilakukan analisa sebagai berikut:
1) Sebelum melakukan segala tindakan harus melakukan persetujuan
klien terlebih dahulu dengan membuat informed consent. Hal ini sangat
penting karena sebagai bukti tenaga keperawatan telah memberikan
pendidikan kesehatan yang berhubungan dengan prosedur tindakan,
serta bukti persetujuan klien atas tindakan yang dilakukan.
2) Tenaga keperawatan harus memahami tentang kewenangannya
dan bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang
berlaku. Hal ini untuk mencegah kesalahan atau penyimpangan dari
prosedur-prosedur tindakan yang sudah disepakati, dan menghindari
pasal kelalaian dan malpraktik.
3) Tenaga keperawatan berperan pada advokasi pasien dengan cara
melakukan pemantauan respon pasien terhadap suatu tindakan invasif
medis. Melaksanakan tahapan proses keperawatan secara sistimatis,
dengan senantiasa memantau perkembangan kondisi pasien dan
senantiasa mengecek tandatanda vital pasien, seperti: tekanan darah,
denyut nadi, temperatur tubuh pasien, dan pernafasan. Hal ini penting
agar dapat diketahui sedini mungkin apabila ada halhal yang sudah
menyimpang dari keadaan pasien.
4) Tenaga keperawatan harus melakukan dokumentasi keperawatan
tentang segala tindakan yang telah dilakukan pada pasien dalam
lembar pencatatan perkembangan penyakit pasien. Hal ini sebagai bukti
bahwa tenaga keperawatan sudah mengerjakan segala tindakan yang
seharusnya dilakukan, agar dapat sebagai bukti legal dan akuntabilitas

15
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

keperawatan apabila ada tuntutan hukum.


5) Tenaga keperawatan berkewajiban memberikan informasi kepada dokter
yang menangani pasien yang bersangkutan apabila ada kejanggalan
pada tandatanda vital pasien. Sebagai tim kesehatan yang senantiasa
peduli terhadap perkembangan status kesehatan pasien, menjadi sangat
penting untuk selalu melakukan komunikasi keadaan pasien, agar dapat
segera dilakukan tindakan.
6) Tenaga keperawatan hendaknya melibatkan anggota keluarga sebagai
pembuat keputusan berhubungan dengan ketidakmampuan pasien
memberikan keputusan perawatan. Partisipasi keluarga dalam perawatan
pasien dapat menumbuhkan sikap kooperatif, kepedulian, terlebih lagi
rasa kasih sayang.

16
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Rangkuman

Selamat, Anda telah menyelesaikan Kegitan Belajar-1 dari Modul 1 tentang Etik
dan Legal Praktik Keperawatan Pasien dengan Prosedur Studi Diagnostik. Dengan
demikian, Anda telah menguasai kompetensi menerapkan prinsip etik dan legal
praktik asuhan keperawatan pasien yang dilakukan prosedur studi diagnostik.
Hal-hal penting yang telah Anda pelajari dalam kegiatan belajar-1 dari modul-1
mata kuliah studi diagnostik dalam praktik keperawatan adalah sebagai berikut:
a. Regulasi perundangan yang mendasari praktik keperawatan pasien yang
dilakukan prosedur studi diagnostik adalah:
(1) Undang-undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992, implikasi pada tenaga
keperawatan sebagai tenaga profesional.
(2) Undang-undang No. 8 tahun 1999, implikasi pada pelayanan
keperawatan yang semakin berkualitas.
(3) Keputusan MUNAS VI PPNI No. 09/MUNAS-VI/PPNI/2000, implikasi pada
konsep etik profesi terkait erat dengan 3 nilai sosial yaitu: pengetahuan,
ketrampilan, etika, dan legal praktik profesi.
(4) Undang-Undang Kesehatan No.36 Tahun 2009, implikasi pada prinsip
legal praktik: kompetensi, kewenangan, dan kepuasan konsumen.
(5) Kepmenkes No. 1239 tahun 2001, implikasi pada kewenangan
melaksanakan praktik keperawatan biasa dan keadaan darurat.
(6) Permenkes No.HK.02.02/Menkes/148/I/2010, implikasi pada legalisasi
kegiatan keperawatan meliputi: proses keperawatan, tindakan atau
prosedur keperawatan mandiri atau kolaborasi, Informed Consent.
b. Praktik keperawatan pada pasien yang dilakukan prosedur studi diagnostik
pada dasarnya berupa asuhan keperawatan dengan pendekatan proses
keperawatan yang berdasarkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan teknis,
dengan berpedoman pada ilsafat moral yang diyakini, yaitu etika dan legal
praktik keperawatan.
c. Prinsip etik keperawatan pasien yang dilakukan prosedur studi diagnostik
pada dasarnya ada 2 pendekatan, yaitu: (1) pendekatan perawat dan pasien,
(2) pendekatan perawat dan praktik.
d. Prinsip legal praktik keperawatan pasien yang dilakukan prosedur studi
diagnostik adalah: kompetensi, kewenangan, dan kepuasan konsumen.
e. Penerapan etik dan legal praktik keperawatan pada pasien yang dilakukan
prosedur studi diagnostik adalah: informed consent, Standar Operasional

17
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Prosedur, proses keperawatan, dokumentasi keperawatan, komunikasi,


partisipasi atau peran aktif keluarga.

Selanjutnya Anda diharapkan dapat menerapkan prinsip etik dan legal praktik
keperawatan pada setiap Anda melakukan asuhan keperawatan pasien yang
dilakukan prosedur studi diagnostik di tatanan nyata pelayanan kesehatan.
Apakah Anda ingin mengukur penguasaan pengetahuan dan pemahaman
Anda tentang etik dan legal praktik keperawatan pasien dengan prosedur studi
diagnostik? Silahkan Anda jawab pertanyaan-pertanyaan dalam test formatif
berikut:

18
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Tes Formatif

Petunjuk:
Tipe 1: Pilihlah satu jawaban yang paling benar.
1. Praktik keperawatan merupakan kegiatan asuhan keperawatan yang
dilakukan oleh tenaga keperawatan yang kompeten sesuai kewenangannya.
Perundangan apa yang mengimplikasi pernyataan di atas adalah ..
A. Undang-undang Kesehatan No.36 Tahun 2009 Pasal 63 ayat (4)
B. Undang-undang Kesehatan No.23 tahun 1992 pasal 63 ayat (4)
C. Undang-undang No. 8 tahun 1999
D. Kepmenkes 1239 tahun 2001
2. Saat jaga malam Anda mendapatkan pasien sesak nafas dan dokter memberi
advis cito prosedur studi diagnostik Analisa Gas Darah.
Perundangan yang mendasari Anda melakukan tugas limpah tersebut
adalah
A. Kepmenkes 1239/2001 pasal 20
B. Kepmenkes 1239/2001 pasal 15
C. Keputusan MUNAS VI PPNI No. 09/MUNAS-VI/PPNI/2000.
D. Permenkes No. HK.02.02/Menkes/ 148/ I/2010.
3. Menurut laboran spesimen darah arteri memenuhi standart pemeriksaan
analisa gas darah, dokter yang bertanggungjawab menyatakan hasil
pemeriksaan akurat untuk terapi medis, pasien merasa puas atas pekerjaan
tenaga keperawatan dalam pemeriksaan analisa gas darah. Prinsip apakah
yang telah diterapkan oleh tenaga keperawatan tersebut adalah
A. Prinsip etik
B. Prinsip kode etik
C. Prinsip legal praktik
D. Prinsip tenaga profesional

19
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Tipe 2 : Pilihan ganda


A. Bila pernyataan 1,2,3 benar
B. Bila pernyataan 1,3 benar
C. Bila pernyataan 2.4 benar
D. Bila pernyataan 4 saja benar
E. Bila semua pernyataan benar/salah
4. Dalam mukadimah Kode Etik Keperawatan Indonesia dicantumkan bahwa
keperawatan sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya
kesejahteraan isik, material dan mental spiritual, penuh tanggung jawab,
berpedoman dan berdasar pada pendekatan prinsip perawat dan klien.
Manakah perilaku tenaga keperawatan yang sesuai dengan prinsip perawat
dan klien adalah:
1. Saat akan melakukan prosedur studi diagnostik mempersilahkan klien
menanyakan komplikasi prosedur brokoscopi.
2. Memasang sketsel/penyekat saat melakukan pengambilan sampel urine.
3. Menyarankan klien untuk berdoa sebelum dilakukan kolonoscopi
4. Membuatkan dokumen inform consent pada klien yang akan dilakukan
CT-Scan.
5. Dalam mukadimah Kode Etik Keperawatan Indonesia dicantumkan bahwa
keperawatan sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya
kesejahteraan isik, material dan mental spiritual, penuh tanggung jawab,
berpedoman dan berdasar pada pendekatan prinsip perawat dan praktik.
Manakah perilaku tenaga keperawatan yang sesuai dengan prinsip Perawat-
Praktik adalah:
1. Membuat rasional terhadap prosedur studi diagnostik HIV rapid test.
2. Tugas yang didelegasikan memiliki hasil yang dapat diprediksi sesuai
indikator.
3. Menjelaskan prosedur pengambilan sampel urine tengah melalui kateter.
4. Melakukan biopsi cairan getah bening.

Selanjutnya apakah Anda ingin menjadi pengelola ruang rawat yang handal
berwawasan ilmiah? Silahkan Anda menuangkan ide dan pola pikir ilmiah untuk
menyelesaikan tugas mandiri berikut! Kemudian tuliskan jawaban Anda pada
secarik kertas kemudian lekatkan pada modul ini, sebagai karya pikir ilmiah Anda
mahasiswa PPJJ Kesehatan.

20
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan

Tugas Mandiri

Situasi
Seorang pasien laki-laki umur 45 tahun dengan diagnosa medis suspect tumor
hepar mengalami shock setelah 2 jam pasca prosedur studi diagnostik biopsi
jaringan. Diduga akibat kelalaian tenaga keperawatan dalam pengawasan
perdarahan internal. Dalam pembuktian didapatkan bahwa tidak ada catatan
mengenai pengawasan tersebut pada lembar pencatatan perawat yang sudah
disediakan di ruang rawat.
Coba Anda lakukan analisa pemecahan masalah dengan pendekatan penerapan
etik dan legal praktik keperawatan pada pasien yang dilakukan prosedur studi
diagnostik!

21