Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Suatu mesin terdiri dari berbagai macam komponen yang bayak dan kompleks,
semua bekerja saling mendukung dan terpadu, sehingga dapat menghasilkan
suatu gerakan. Seorang yang merancang suatu komponen dari sebuah mesin harus
menyesuaikan komponen dengan fungsi sebenarnya, faktor keamanan dari
komponen yang direncanakan, efisiensi dan faktor biaya. Pada tugas elemen mesin
ini direncanakan suatu alat yang berfungsi untuk menghentikan poros yang
mengalami gerakan memutar yaitu rem. Rem adalah suatu alat yang berguna untuk
menghentikan atau memperlambat putaran dari suatu poros yang berputar dengan
perantara gesekan. Peranan rem sangat penting dalam sebuah konstruksi kendaraan
bermotor. Melihat kondisi tersebut penulis mengambil judul Perancangan Rem
Tromol Motor 110 CC sebagai tugas Perancangan Mesin I.

B. Tujuan dan Manfaat Penulisan


Sasaran yang hendak dicapai dengan Tugas Perancangan Mesin I ini adalah sebagai
berikut:
1. Menerapkan kajian teoritis dalam bentuk rancang bangun elemen mesin
khususnya pada rem tromol pada motor 110 cc.
2. Mampu merencanakan elemen-elemen mesin yang berdasarkan pada
perhitungan-perhitungan yang bersumber dari literatur sekaligus mengaplikasikan
teori yang dilihat langsung di lapangan.

1
C. Batasan Masalah
Dalam pembuatan sistem rem tromol yang sebenarnya akan sangat banyak variabel
yang harus dihitung dan dirancang. Pada penulisan laporan ini penulis menetapkan
beberapa batasan masalah yang akan dibahas, yakni:
1. Prinsip kerja rem tromol pada motor 110 cc.
2. Ukuran beberapa bagian rem tromol motor 110 cc yang diperoleh dari hasil
perhitungan meliputi kapasitas rem, pena engsel, pegas dan poros cam.
3. Gambar kerja dan ukurannya berdasarkan hasil survey, pengamatan penulis dan
perhitungan.

D. Metode Pembahasan

Laporan yang berjudul Perencanaan Rem Tromol Motor 110cc ini dibuat
berdasarkan literatur yang memuat data-data serta rumus-rumus yang berkaitan serta
dilengkapi dengan contoh penerapan dan studi lapangan.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Tujuan dan Manfaat Penulisan
C. Batasan Masalah
D. Metode Pembahasan
E. Sistematika Penulisan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Rem
B. Macam macam rem
C. Prinsip Kerja Rem Tromol

BAB III : PERENCANAAN REM

2
A. Kapasitas Rem
B. Pena Engsel
C. Pegas
D. Poros Cam

BAB IV KESIMPULAN

A. Kapasitas Rem
B. Pena Engsel
C. Pegas
D. Poros Cam

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Rem

Rem adalah suatu alat yang berguna untuk menghentikan atau


memperlambat putaran dari suatu poros yang berputar dengan perantara
gesekan. Metode pengereman secara mekanis dapat diperoleh dengan gesekan
secara listrik, serbuk magnet, arus putar, fasa yang dibalik, arus searah yang
dibalik, penukaran katup dan lain-lain.

B. Macam-macam Rem
Menurut efek pengereman secara mekanis rem terbagi beberapa golongan.
Masing-masing golongan terdiri dari beberapa jenis rem, berikut macam-
macam rem gesek:
1. Rem Blok
a. Rem Blok Tunggal, lihat gambar 2.1.

Gambar 2.1 Rem Blok Tunggal


Rem ini merupakan rem yang paling sederhana dan hanya
terdiri dari satu blok rem. Suatu hal yang kurang
menguntungkan pada rem blok tunggal adalah gaya tekan yang
bekerja dalam satu arah saja pada drum, sehingga pada poros
timbul momen lentur serta gaya tambahan pada bantalan yang
tidak dikehendaki. Demikian pula dengan perlakuan tuas

4
pengeremannya jika diperlukan gaya pengereman yang besar,
tuas perlu dibuat sangat panjang sehingga kurang ringkas.
b. Rem Blok Ganda, lihat gambar 2.2.

Gambar 2.2 Rem Blok Ganda


Kekurangan rem blok tunggal dapat diatasi dengan dua
blok rem yang menekan drum dari dua arah yang berlawanan
baik dari sebelah dalam atau dari sebelah luar drum. Rem blok
ganda sering digunakan pada mekanisme pengangkat,
pemindahan dan pemutaran crane. Rem ini tidak menimbulkan
defleksi pada poros rem.
2. Rem Tromol, lihat gambar 2.3.

Gambar 2.3 Rem Tromol


Rem tromol atau yang juga disebut drum mempunyai ciri lapisan
rem yang terlindungi, dapat menghasilkan gaya yang besar untuk
ukuran rem yang kecil, dan umur lapisan rem yang cukup panjang,
sedangkan kelemahan rem ini ialah pemancar panasnya buruk.

5
Informasi lebih lanjut mengenai cara kerja dan perhitungan rem tipe
ini akan dibahas pada sub bab dan bab berikutnya.
3. Rem Cakram, lihat gambar 2.4.

Gambar 2.4 Rem Cakram


Rem cakram terdiri atas sebuah cakram dari baja yang dijepit
lapisan rem kedua sisinya pada waktu pengereman. Rem ini
mempunyai sifat-sifat seperti mudah dikendaikan, pengereman yang
stabil, radiasi panas yang baik sehingga banyak dipakai untuk rem
depan. Kelemahan rem cakram yaitu umur lapisan yang pendek serta
ukuran silinder rem yang besar pada roda.
4. Rem Pita, lihat gambar 2.5.

6
Gambar 2.5 Rem Pita
Rem pita pada dasarnya terdiri dari sebuah pita baja yang disebelah
dalamnya dilapisi dengan bahan gesek, drum rem dan tuas. Gaya rem
akan timbul bila pita dikaitkan pada drum dengan gaya tarik pada
kedua ujung pita tersebut. Salah satu atau kedua pita dikaitkan pada
tuas. Rem pita mempunyai beberapa keuntungan seperti luas lapisan
permukaan dapat dibuat besar, pembuatan mudah, pemasangan tidak
sukar, gaya rem besar dalam keadaan berhenti. Kekurangan dari rem
ini adalah sukar dikendalikan, sehingga mudah putus ketika
digunakan untuk putaran tinggi. Rem semacam ini dipandang tidak
cocok untuk alat-alat pengangkut manusia, rem pita banyak dipakai
untuk derek.

C. Prinsip Kerja Rem Tromol

Rem tromol merupakan sistem rem yang telah menjadi metode


pengereman standar yang digunakan sepeda motor kapasitas kecil pada
beberapa tahun belakangan ini karena rem tromol sederhana dan
murah. Konstruksi rem tromol umumnya terdiri dari komponen-
komponen seperti: sepatu rem (brake shoe), tromol (drum), pegas
pengembali (return springs), tuas penggerak (lever), dudukan rem
tromol (backplate), dan cam/nok penggerak. Cara pengoperasian rem
tromol pada umumnya secara mekanik yang terdiri dari pedal rem
(brake pedal) dan batang (rod) penggerak.
Konstruksi dan cara kerja rem tromol dapat dilihat pada Gambar
2.6 di bawah ini:

7
5
w
4
w 2
w 1
w
3
w

Gambar 2.6 Konstruksi Kerja Rem Tromol

Keterangan:
1. Pedal rem (brake pedal)
2. Batang penghubung (operating rod)
3. Tuas rem (brake lever)
4. Sepatu rem (brake shoe)
5. Tromol (drum)

Pada saat pedal rem(1) ditekan atau diinjak maka sistem engkol
akan menarik batang penghubung(2), ketika batang penghubung
tertarik maka secara otomatis tuas rem(3) akan bergerak mengikuti
pergerakan tuas penghubung(2). Tuas rem(3) yang bergerak memutar
pada sudut tertentu akan otomatis memutar poros cam yang menjadi
satu dengan tuas rem(3), sehingga cam akan mendesak posisi sepatu
rem(4) yang tertahan oleh pegas sampai sepatu rem(4) menyentuh
tromol(5) kemudian terjadilah proses pengereman oleh rem tromol.
Pada Gambar 2.7 akan ditampilkan komponen rem tromol secara lebih
jelas.

8
Gambar 2.7 Komponen Rem Tromol

Sepatu rem yang menyentuh rem akan menimbulkan gesekan yang


akan sebanding dengan gaya tekanan pada pedal rem. Gesekan ini
yang menyebabkan roda pada motor 110cc akan berhenti. Semakin
besar pijakan/gaya tekan yang diberikan pada pedal rem(1) maka gaya
pengereman pada sistem semakin besar dan semakin cepat motor
tersebut berhenti. Pada sistem pengereman tromol terdapat beberapa
komponen pendukung yang tidak kalah penting dan mempengaruhi
besarnya pijakan/gaya maksimal yakni pena engsel, pegas, dan poros
cam. Semua komponen tersebut harus memiliki standar kekuatan yang
memadahi untuk sistem pengeremam motor 110 cc.

9
BAB III

METODE PELAKSANAAN

A. Diagram Alur Metode Perancangan

MULAI

Menentukan
Judul

Mencari Spesifikasi
Motor

Mempelajari Cara Kerja


Rem Tromol

Melakukan Obervasi
Lapangan

Menentukan Dimensi
Rancangan Rem Tromol

Menghitung Atribut dan


Kekuatan Rancangan Rem
Tromol

Tidak Apakah kekuatan


material sesuai
dengan spesifikasi
rem tromol?

Ya

10
A

Membuat
Sket

Melakukan Konsultasi
Terhadap Hasil Perhitungan &
Sket

Penyusunan Laporan &


Pembuatan Gambar Kerja

Presentasi

SELESAI

Gambar 3.1 Diagram Alur Proses Pembuatan Laporan

B. Penjelasan Proses Perancangan


Berikut ini penjelasan Gambar 3.1 secara urut:
a. Mulai, yakni dimulainya tugas pembuatan laporan Perancangan Mesin
I.
b. Menentukan Judul, yakni memilih judul laporan sesuai dengan tema
dan batasan masalah yang telah ditentukan Dosen Pembimbing.
c. Mencari Spesifikasi Motor, yakni mencari informasi dari berbagai
sumber sesuai dengan pilihan mahasiswa. Referensi dapat
menggunakan media internet.
d. Mempelajari Cara Kerja Rem Tromol, yakni mempelajari prinsip lerja
dari rem tromol melalui literature yang jelas dan dapat
dipertanggungjawabkan.
e. Melakukan Observasi Lapangan, yakni mengamati kondisi fisik benda
secara langsung baik dengan cara membongkar rem tromol maupun

11
melalui media video di internet.
f. Menentukan Dimensi Rancangan Rem Tromol, yakni memilih ukuran
yang pas dan sesuai estetika bentuk rem tromol. Penentuan dimensi
rem tromol dapat menggunakan literatur yang ada maupun dari hasil
observasi lapangan.
g. Menghitung Atribut dan Kekuatan Rancangan Rem Tromol, yakni
menggunakan literature dan contoh soal yang ada untuk menghitung
beberapa titik kritis pada perancangan system rem tromol.
h. Membandingkan kebutuhan dengan hasil hitungan, jika sesuai yakni
kekuatan material > kekuatan kerja maka proses berlanjut ke tahap
berikutnya. Namun, ketika kekuatan material < kekuatan kerja maka
harus menentukan ukuran dan perhitungan lagi.
i. Membuat Sket, yakni merancang secara sederhana sebuah gambah
kerja dengan ukuran hasil perhitungan kekuatan.
j. Melakukan Konsultasi, yakni mengkonsultasikan hasil pembuatan
laporan meliputi perhitungan dan gambar sket yang belum sempurna.
k. Pembuatan Laporan, yakni menyusun laporan yang berisikan:
pendahuluan, tinjauan pustaka, metode pelaksanaan,perhitungan
perencanaan rem, kesimpulan.
l. Presentasi, yakni memyampaikan dan melaporkan secara lisan
mengenai laporan yang telah dibuat melalui media layar proyektor.
m. Selesai, yakni berakhirnya tugas pembuatan laporan Perancangan
Mesin I.

12
BAB IV
PERHITUNGAN PERENCANAAN REM

A. Data Spesifikasi Motor


Pada perencanaan rem tromol motor 110 cc diketahui data-data sebagai
berikut :
Daya maksimum motor : 8,3 PS = 6,104 KW/8000 rpm
Torsi maksimum motor : 8,24 Nm/6000 rpm
Kecepatan awal sepeda motor ( Vo ) : 90 km/jam = 25 m/s
Kecepatan akhir sepeda motor ( Vt ) : 0 m/s
Jari jari roda sepeda motor ( rd ) : 0,28 m
Jari jari tromol sepeda motor ( rd ) : 0,14 m
Lihat Gambar 4.1

Gambar 4.1 Dimensi Rem Tromol

Gambar 4.1 menunjukkan gambar rem tromol pandangan atas dan dimensi
rem tromol. Pada perancangan rem tromol diketahui data dimensi sebagai
berikut:

13
r = 52 mm = 0,052 m
a = 40 mm = 0,04 m
C = 80 mm = 0,08 m
b = 30 mm = 0,030 m
f = 0,38 (material rigid molded asbestos) (Tabel.1)
P = 100 psi = 690 kPa (Tabel.1)
1 = 400
2 = 1500
a = 900 (karena 2 900)

B. Menghitung Kapasitas Rem Tromol

Data Spesifikasi Motor memberikan informasi yang diperlukan sehingga


dapat dihitung persamaan gaya gerak untuk dapat menggerakkan rem:
MnMf
F= (Literatur 1 hal 295)
C

Mf = Mn FC

Momen dari gaya gesek adalah:

Mf = fd N (r a cos ) (Literatur 1 hal 295)

f Pa b r 2
Mf = 1 sin (r cos ) d
sin a

f Pa b r 1 2
Mf = [|r cos |2 2
1 a |2 sin | ]
sin a 1

f Pa b r a
Mf = [r(cos 1 cos 2) + (sin2 1 sin2 2)]
sin a 2

f Pa b r a
Mf = [r(cos 1 cos 2) + (cos 2 2 cos 2 1]
sin a 4

0,38 .690.103 .0,030.0,052 0.04


Mf = [0,052(cos 400 cos 1500 ) + (cos 2 1500
sin 900 4

cos 2 400 ]

14
0,38 .690.103 .0,030.0,052 0.04
Mf = [0,052(0.766 ( 0.86) + (0.5 0.17)]
sin 900 4

Mf = 36,04 Nm

Momen dari gaya normal adalah:

Mn = dN(a sin ) (Literatur 1 hal 295)

Pa b r a 2
Mn = 1 sin (r cos ) d
sin a

Pa b r a 1 2
Mn = [2 4 sin 2]
sin a 1

1 Pa b r a 1
Mn = 2 [(2 1) + 2 (sin 2 1 sin 2 2)]
sin a

1 690.103 .0,030.0,052 .0,04 (15040) 1


Mn = 2 [( ) + 2 (sin 2 400 sin 2 1500 )]
sin 900 180

Mn = 21,52 [1,91 + 0,92]

Mn = 60,90 Nm

Gaya dari pengereman adalah:

Mf + FC = Mn

36,04 + F. 0,08 = 60,90

60,9036,04
F= 0.08

F = 310,75 N

Daya putar yang disumbangkan sepatu kanan adalah:

15
f Pa b r2 (cos 1cos 2)
Tr = (Literatur 1 hal 296)
sin a

0,38.690.103 .0,030.(0.052)2 (cos 400 1500 )


Tr = sin 900

0,38.690.103 .0,030.(0.052)2 (cos 400 1500 )


Tr = sin 900

Tr = 34,71 Nm

Daya putar oleh sepatu kiri tidak dapat kita ketahui sebelum kita mempelajari
tekanan operasi maksimumnya. Momen gesek dan normal adalah berbanding
lurus dengan tekanan maksimum sepatu kanan. Jadi untuk sepatu kiri:

60,90 Pa
Mn = (Literatur 1 hal 300)
690

36,04 Pa
Mf = 690

Kemudian kita masukkan persamaan untuk sepatu kiri dari F sepatu kanan:

MnMf
F= (Literatur 1 hal 300)
C

60,90 Pa 36,04 Pa
+
690 690
0,31075 = 80

96,94 Pa
24,86 = 690

Pa = 176,94 kPa

Penyelesaiannya memberi Pa = 176,94 kPa, maka daya putar sepatu kiri


adalah:

f Pa b r2 (cos 1cos 2)
Tl = (Literatur 1 hal 296)
sin a

16
0,38 .176,94.103 .0,030.(0.052)2 (cos 400 cos 1500 )
Tl = sin 900

Tl = 8,9 Nm

Maka kemampuan rem maksimal adalah:

T = Tr + Tl = 34,71 + 8,90 = 43,61 Nm (Literatur 1 hal 300)

Kemampuan sistem masih mampu memberikan daya henti terhadap torsi


maksimal motor yakni 8,24 Nm.

Dimana:

Mf : Momen dari gaya gesek (Nm)

Mn : Momen dari gaya normal (Nm)

F : Gaya (N)

C : jarak antar gaya dan pena engsel (m)

Pa : maksimal pressure (MPa)

b : lebar kampas rem (m)

a : pusat tomol ke pena engsel (m)

r : pusat tromol ke kampas (m)

f : koefisien gesek rem

Tr : daya putar sepatu kanan (Nm)

Tl : daya putar sepatu kiri (Nm)

17
Trem : kapasitas pengereman rem (Nm)

C. Menghitung Pena Engsel

Arah putaran drum

Gambar 3.2 Reaksi Pena Engsel

Gambar 3.2 menunjukkan gambar rem tromol pandangan atas dan garis
gaya reaksi dari pena engsel yang akan digunakan untuk menghitung kekuatan
minimum yang dibutuhkan material pena engsel. Pada perencanaan pena
engsel rem tromol diketahui data sebagai berikut:
Bahan Pena dari Baja high streght low alloy ASTM-A913 Grade 450
max = 450 MPa (Tabel.2)

d = 6 mm

18
l = 0,009 m = 9 mm

Reaksi pena engsel poada sumbu X adalah:


2 2
Pabr
Rx = ( sin cos d + f sin2 d ) Fx
sin a 1 1

Disederhanakan menjadi:
Rx = D(A fB) Fx (Literatur 1 hal 297)

Reaksi pena engsel pada sumbu Y adalah:


2 2
Pabr
Ry = ( sin2 d f sin cos d ) Fy
sin a 1 1

Disederhanakan menjadi:
Ry = D(B + fA) Fy (Literatur 1 hal 297)

Menghitung variabel A:
2
A = 1 sin cos d (Literatur 1 hal 297)

1 2
A = (2 sin2 )
1

1 1
A = (2 sin2 2 ) (2 sin2 1 )

1 1
A = (2 sin2 1500 ) (2 sin2 400 )

1 1
A = (2 sin2 1500 ) (2 sin2 400 )

A = 0.125 0,2

A = 0.075

19
Menghitung variabel B:

2
B = 1 sin2 d (Literatur 1 hal 297)

1 2
B = (2 4 sin 2)
1

2 1 1 1
B = ( 2 4 sin 22) ( 2 4 sin 21)

150 1 40 1
B = ( 2 180 4 sin 2 1500 ) ( 2 180 4 sin 2 400 )

150 1 40 1
B = ( 2 180 4 sin 2 1500 ) ( 2 180 4 sin 2 400 )

B = 1,52 0,1

B = 1,42

Mencari D dengan tekanan maksimal sepatu kanan:

Pa b r
D = sin a (Literatur 1 hal 301)

690.103 .0,030.0,04
D= = 0,82 kN
sin 900

Kemudian untuk putaran roda searah jarum jam reaksi pena engsel sumbu x
sepatu kanan adalah:

Rx = D(A fB) Fx (Literatur 1 hal 297)

Rx = D(A fB) F sin

20
Rx = 0,828(0,075 (0,38)(1.42)) 0,31 sin 00

Rx = 0,82(0,075 (0,38)(1.42)) 0

Rx = 0,50 kN

Reaksi pena engsel sumbu y sepatu kanan adalah:

Ry = D(B + fA) Fy (Literatur 1 hal 297)

Ry = D(B + fA) F cos

Ry = 0,82(1,42 + (0,38)(0,075)) (0,31. cos 00 )

Ry = 0,82(1,42 + (0,38)(0,075)) 0,31

Ry = 0,877 kN

Resultan reaksi sepatu kanan:

Rr = Rx 2 + Ry 2 (Literatur 1 hal 301)

Rr = (0,50)2 + (0,877)2

Rr = 1,00 kN

Mencari D dengan tekanan maksimal sepatu kiri dengan Pa=176,94 kPa:

Pa b r
D = sin a

176,94 .103 .0,030.0,04


D= = 212,32 N = 0,21 kN
sin 900

21
Kemudian untuk putaran roda searah jarum jam reaksi pena engsel sumbu x
sepatu kiri adalah:

Rx = D(A fB) Fx

Rx = D(A fB) F sin

Rx = 0,21(0,075 (0,38)(1.42)) 0,31 sin 00

Rx = 0,21(0,075 (0,38)(1.42)) 0

Rx = 0,39 kN

Reaksi pena engsel sumbu y sepatu kiri adalah:

Ry = D(B + fA) Fy

Ry = D(B + fA) F cos

Ry = 0,21(1,42 + (0,38)(0,075)) (0,31. cos 00 )

Ry = 0,21(1,42 + (0,38)(0,075)) 0,31

Ry = 0,02 kN

Resultan reaksi sepatu kiri:

Rl = Rx 2 + Ry 2

Rl = (0,39)2 + (0,02)2

Rl = 0,39 kN

22
Resultan dari kedua sepatu:

Rtot = (Rxr Rxl)2 + (Ryr Ryl)2

Rtot = ((0,50) (0,39))2 + (0,877 (0,02) )2

Rtot = 0,90 kN

Momen yang bekerja pada Pena Engsel, disesuaikan gambar titik momen
terbesar ada di titik tengah dari lebar kampas, sehingga:

Mpin = Rtot . lPenaengsel

Mpin = 0,90 . 0,009

Mpin = 8,1 Nm = 8,1 kNmm

Tegangan tarik yang terjadi pada pena engsel saat pengereman adalah:

d
M MC M
2
= = = d4
Z I
64

M
= 32 (Literatur 1 hal 263)
d3

8.1
= 32 0,0063 .

= 381,97 MPa

Jadi perancanaan pin masih dalam batas aman karena tegangan tarik maksimal
material = 400 MPa .

Dimana:

d : diameter (m)

23
: tegangan tarik (MPa)

Rx : reaksi engsel sumbu x (N)

Ry : reaksi engsel sumbu y (N)

R : resultan (N)

lPenaengsel : posisi pusat tumpuan pena engsel (m)

A : variabel

B : variabel

D : variabel

M : momen (Nm)

D. Menghitung Pegas

Gambar 3.3 Dimensi Pegas

Gambar 3.3 menunjukkan pegas rem tromol pada potongan melintang dan
dimensi pegas yang akan digunakan untuk menghitung kerja dan nilai pegas
tersebut. Dalam sistem ini terdapat 2 pegas dengan fungsi yang berbeda
namun memiliki spesifikasi yang sama, yakni:

24
1. Pegas 1, menahan kampas rem agar kampas tidak besinggungan dengan
dinding tomol yakni posisi rem bebas atau tidak terjadi
pengereman.(dihitung)
2. Pegas 2, menahan bantalan kampas rem agar tidak begeser dari dudukan
pena engsel.(tidak dihitung)

Dari perancangan sistem rem tromol didapati spesifikasi pegas sebagai


berikut:

d : 1,4 mm

D : 6 mm

l : 26,9 mm

s : 28 mm (desain tromol)

N : 14

Material baja karbon dengan batas ijin:

G : 80 kN/m2 = 80. 106 kPa (Tabel.3)

: 651 MPa (Tabel.3)

Indeks pegas (Cpegas) adalah:

D 6
Cpegas = = 1.4 = 4,28 (Literatur 1 hal 3)
d

Faktor pengali tegangan geser ( Ks ) adalah:

0,5
Ks = 1 + c
= 1,11 (Literatur 1 hal 3)

25
Gaya maksimal ( Fmax) yang dapat ditahan sampai batas kekuatan mengalah
spring adalah:

d3
Fmax = (Literatur 1 hal 3)
8 Ks D

1,43 .651
Fmax = 8 .1,11 .6

Fmax = 105,32 N

Nilai pegas ( k ) adalah:

d4 G
k= (Literatur 1 hal 6)
8DN

1,44 . 80 .106
k= 8 . 63 .14

k = 12703,7 N/m

k = 12,703 N/mm

Beban awal pegas/gaya tahanan pegas ( Fpegas ) saat posisi rem bebas adalah:

Fpegas = k y (Literatur 1 hal 19)

Fpegas = 12,703(s l)

Fpegas = 12,703(28 26,9)

Fpegas = 14 N

Tegangan puntir awal pegas( awal ) saat posisi rem bebas adalah:

26
8 Fawal D
awal = Ks (Literatur 1 hal 3)
d3

8 . 14 . 6
awal = 1,11
1,43

awal = 86,52 MPa

Dimana:

y : perubahan panjang pegas (mm)

lpegas : panjang pegas kondisi bebas (mm)

s : jarak lubang cantelan pegas (mm)

N : jumlah lilitan pegas

G : modulus kekakuan (kPa)

: tegangan puntir (MPa)

Cpegas : indeks pegas

Ks : konstanta pengali tegangan geser

Fmax : gaya maksimal mengalah pegas (N)

k : konstanta pegas (N/mm)

Fpegas : beban awal pegas (N)

awal : tegangan puntir awal pegas (MPa)

E. Menghitung Poros Cam

27
Gambar 3.4 Poros Cam

Gambar 3.4 menunjukkan gambar poros cam rem tromol dan garis gaya
cam yang akan digunakan untuk menghitung kekuatan minimum yang
dibutuhkan material poros cam menahan momen puntir. Dari perancangan
poros cam rem tromol didapati spesifikasi cam sebagai berikut:

Material poros cam terbuat dari baja konstruksi (ASTM-A36)

material = 145 MPa = 145 N/mm2 (Tabel.2)

c1 = 0,258 (Tabel.4)

h = 6 mm

b = 16 mm

FPegas = 14 N

FSepatu = 310,75 N

Gaya untuk menggerakkan poros cam adalah:

28
FCam = FPegas + F

FCam = 14 + 310,75

FCam = 324,75 N

Mengitung tegangan puntir di cam:

T
xy = c1 b h2 (Literatur 2 hal 198)

(Fcam . b)
xy =
c1 . b . h2

(324,75 . 16)
xy =
0,258 . 16 . 62

xy = 34,96 N/mm2 = 34,96 MPa

Tegangan puntir cam masih dalam batas aman tegangan puntir material yakni
145 MPa.

Dimana:

c1 : Koefisien tegangan puntir penampang hexagon

h : sisi pendek penampang hexagon (mm)

b : sisi panjang penampang hexagon (mm)

: tegangan puntir cam (N/mm2)

BAB IV

29
KESIMPULAN

Berdasarkan perhitungan-perhitungan pada bab terdahulu didapat data


sebagai bahan untuk merencanakan rem tromol yaitu:

A. Kapasitas rem tromol


Data yang diambil dari pengukuran didapat sebagai berikut:
Torsi Maksimal Motor = 8,24 Nm
r = 52 mm = 0,052 m
a = 40 mm = 0,04 m
C = 80 mm = 0,08 m
B = 30 mm = 0,030 m
Material kampas rigid molded asbestos
f = 0,38 (Tabel.1)
Pa = 100 psi = 690 kPa (Tabel.1)
1 = 400
2 = 1500
a = 900 (karena 2 900)
Dari data di atas didapat:
Kapasitas rem = 43,61 Nm

B. Pena Engsel
Data yang diambil dari penentuan bahan material dan pengukuran sebagai
berikut:

Bahan Pena dari Baja high streght low alloy ASTM-A913 Grade 450
max = 450 MPa (Tabel.2)
d = 6 mm
l = 0,009 m = 9 mm
Dari data di atas didapat:
penaengsel = 381,97 MPa
C. Pegas

30
Data yang diambil dari pengukuran dan penentuan material adalah sebagai
berikut:
d = 1,4 mm
D = 6 mm
Material Pegas = baja karbon
G = 80 kN/m2
= 651 Mpa
l (free length) = 26,9 mm
s (Jarak lubang cantelan) = 28 mm
Dari data diatas didapat:
= 12,73 /

= 105,32 N

= 14

= 86,52

D. Poros Cam
Data yang diambil dari pengukuran dan penentuan material adalah sebagai
berikut:
Bahan poros cam Baja ASTM-A36
= 145
C1 = 0,258
Lebar cam = 6 mm
Tinggi cam = 16 mm
FPegas = 14 N
FSepatu = 310,75 N
Dari data diatas didapat:
F cam = 324,75 N
cam = 34,96 N/mm2 = 34,96 MPa

DAFTAR PUSTAKA

31
1. Shigley, Joseph, L.D Mitchell, Perencanaan Teknik Mesin, Jilid 2, Edisi 4
Erlangga, Jakarta, 1994
2. Beer, Johnston,Mechanics of Material, McGraw-Hill, Inc, 1992
3. Khurmi, RS, Gupto JK, A Text Book Of Machine Design, Eurasia Publishing
House, New Delhi, 1982
4. Sularso, Ir, MSME, Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin, PT
Pradya Paramitha, Jakarta, 1981

LAMPIRAN

32
Tabel 1

Tabel 2

Tabel 3

33
Tabel 4

34