Anda di halaman 1dari 7

Tinjauan Pustaka

Patogenesis Virus Hepatitis B


Donna Mesina R. Pasaribu*

*Bagian Mikrobiologi FK UKRIDA


Alamat Korespondensi : Jl Terusan Arjuna No. 6 Jakarta Barat

Abstrak
Penyakit hepatitis yang disebabkan virus hepatitis B (HBV), virus dengan genom DNA serat ganda
dan mempunyai tiga struktur protein yaitu: antigen permukaan (HBs Ag), antigen inti (HBc Ag) dan
antigen e (Hbe Ag). Setelah virion masuk kedalam sel hepatosit, DNA virus bebas ekstrakromosom atau
terintegrasi di dalam nukleus sel hepatosit. Replikasi genom diawali dengan pembentukan kopi RNA rantai
panjang, oleh enzim DNA polimerase dikopi menjadi DNA serat ganda, sebagai virion matang. HBV tidak
memberikan efek sitopatologik secara langsung pada sel-sel hati tetapi efek patologik terjadi karena
aktivasi imun mediator.

Kata kunci : fulminan hepatitis, struktur HBV, partly dsDNA

Abstract
Hepatitis disease is cauased by hepatitis B virus (HBV), a hepadna virus containing a partially
duble-stranded circular DNA genome and three important antigens: HBsurface antigen, HBcore antigen
and Hbe antigen. Replication of viral nucleic acid strats within the hepatocyte nucleus where viral DNA
can be free, extrachromosomal or integrated. To replicate hepadnavirus DNA, a full-length RNA copy, and
this copied DNA by polimerase to form double-stranded DNA as the virion matures. HBV is not directly
cythopathic for liver cells, and the pathology is largely immune mediated.

Key words : fulminan hepatitis, structure HBV, partly dsDNA

Pendahuluan transfusi darah, mereka memiliki antibodi yang


dapat bereaksi dengan antigen dari seorang
Hepatitis dapat didefenisikan sebagai aborigin Australia.1 Pada saat itu didapatkan
suatu proses nekroinflamatorik yang mengenai bahwa antigen tersebut ditemukan pada 20%
sel-sel hati. Prosesnya sendiri dapat disebabkan penderita virus hepatitis.1 Antigen ini
oleh berbagai hal seperti oleh virus, bahan kimia, sebelumnya dinamakan dengan Australia antigen
obat-obatan dan lain-lain. Saat ini vrus yang yang sekarang dikenal dengan nama HBsAg.
mengakibatkan hepatitis diketahui ada tujuh Pada tahun 1970 Dane, untuk pertama kali dapat
macam yaitu virus hepatitis A,B, C, D, E, G dan melihat partikel HBsAg dan partikel HVB yang
yang terakhir TT. utuh dengan mikroskop elektron.1,2
Hepatitis yang disebabkan oleh virus
hepatitis B pertama kali ditemukan oleh Struktur dan Komposisi Virus
Blumberh tahun 1965. Penelitian Blumberh Gambaran mikroskopik elektron HBsAg
menunjukkan adanya antibodi yang dihasilkan menampilkan tiga bentuk morfologi yang terdiri
terhadap senyawa poliprotein dari dua orang dari partikel membulat dengan diameter 22 nm.
penderita hemopili yang sering mendapatkan Partikel kecil ini dibentuk olah HBsAg sebagai
bentuk tubular dan filamen menyusun diameter virion secara keseluruhan sehingga membentuk
diameter lebih kurang 200 nm. Yang dari DNA sirkuler untai ganda dengan berat
lebih besar, virion bulat ukuran 42 nm terlihat molekul kurang lebih 2x106, dan panjangnnya
agak jarang. Permukaan luar atau selubung, 3200 bp. Isolasi yang dilakukan terhadap HBV
mengandung HbsAg, mengelilingi inti yang berbeda memberikan 90-98% urutan
nukleokapsid yang mengandung HBcAg nukleotida yang homolog.2
berukuran 27nm.1-5 Genom virus sebagian terdiri

Gambar 1. Struktur virion Hepatitis B1.4

Terdapat empat open reading frame yang HBeAg, gen P yang menkode DNA polimerase
menyandi tujuh polipeptida. Diantara gen-gen serta gen X yang mengkode HBxAg yang
yang dimiliki yaitu gen S dan pre-S yang berfungsi untuk memacu ekspresi seluruh gen
mengkode HBsAg dan mempunyai tiga kerangka virus dengan cara berintegrasi pada daerah gen
kodon awal, gen C dan pre-C mempunyai dua tertentu pada genom host. Dengan demikian
kerangka kodon awal dan menyandi HBcAg dan HBxAg memiliki sifat transaktifasi dan penting
ditambah protein HBe yang diproses menjadi untuk replikasi HBV yang efisien.1.2

Gambar 2. Struktur genom virus1


Stabilitas HbsAg tidak selalu sama (DNA (+) strand) sehingga menjadi dua untai
dengan stabilitas penyebab infeksi (partikel DNA yang sama panjang (Fully double stranded)
virion). Namun keduanya stabil pada suhu 20oC atau covalently closed circle DNA ( cccDNA)
selama lebih dari 20 tahun, tahan terhadap (tahap 4). Selanjutnya terjadi pregenom RNA
pembekuan, dan pencairan yang berulang. Virus (RNA (+) dan beberapa mRNA. Translasi pre-
juga tahan terhadap pemanasan 37oC selama 60 genom RNA akan menghasilkan protein core
menit dan tetap hidup setelah dikeringkan dan (HBcAg), HBeAg dan enzim polymerase,
disimpan pada 25oC selama 1 minggu. Virion sedangkan translasi mRNa lainnya akan
HBV (bukan HBsAg) peka terhadap suhu 100oC menghasilkan protein yang dibutuhkan (tahap 5-
selama 60 menit atau terhadap masa inkubasi 6).
yang lebih lama (60oC selama 10 jam) Selanjutnya terjadi proses encapsidation
tergantung sumber spesimen virus. HBsAg stabil yaitu uptake pre-genom RNA kedalam protein
pada pH 2,4 selama 6 jam tapi inaktifitas HBV core (HBcAg), dilanjutkan dengan proses
akan menghilang. HBsAg dalam plasma atau perakitan (assembly) didalam sitoplasma. Proses
produk darah lainnya tidak dapat dirusak oleh maturasi genom dimulai dengan proses reversed
penyinaran ultra violet dan infektifitas virusnya transcription pre-genom RNA menjadi DNA
juga tahan terhadap penyinaran tersebut.1,.2 untai (-). Proses ini terjadi bersamaan dengan
degradasi pre-genom RNA. Dilanjutkan dengan
Replikasi Virus proses maturasi dengan cara sintesa DNA (+)
Siklus hidup HBV dimulai dengan strand (tahap 7).
attachment atau menempelnya partikel Dane Proses envelopment partikel core yang
pada hepatosit. Penempelan tersebut dapat terjadi telah mengalami maturasi genom terjadi didalam
dengan perantaraan protein pre S1, protein pre- endoplasmik retikulum. Disamping itu disini
S2 dan lain-lain. Penempelan HBV akan diikuti juga terjadi sintesa partikel HBV lainnya yaitu
proses penetrasi HBV kedalam hepatosit, partikel tubular dan partikel bentuk bulat yang
kemudian ditranspor kedalam sitoplasma dan masing-masing tidak mengandung partikel core
kemudian terjadi pelepasan DNA kedalam dan genom HBV. Selanjutnya melalui aparatus
nukleus (tahap 1 sampai 3 pada gambar 3).2.,4 golgi disekresikan partikel-partikel Dane,
DNA HBV yang masuk ke dalam partikel bentuk bulat dan tubular dan juga
nukleus mula-mula berupa dua rantai DNA yang HbeAg, dengan cara budding atau lisis langsung
tidak sama panjang (partly doublestranded). kedalam sirkulasi darah. Secara skematis dapat
Kemudian akan terjadi proses DNA repair dilihat pada gambar 3.
berupa pemanjangan rantai DNA yang pendek

Gambar 3. Replikasi virus2


Patogenesis
Beberapa penelitian melaporkan bahwa akan mengaktifkan peran sel Natural Killer
HBV bukan merupakan suatu virus yang (NK).4 Meningkatnya jumlah interferon alfa ini
sitopatik. Kelainan sel hati yang terjadi akibat akan menyebabkan keluhan panas badan serta
infeksi HBV disebabkan karena reaksi imun rasa mual. Reaksi sel radang seperti limfosit T
tubuh terhadap sel hepatosit yang terinfeksi HBV helper CD4 muncul dan akan meningkat setelah
dengan tujuan untuk mengeliminir HBV mengalami sensitisasi terhadap peptida
tersebut.3 nukleokapsid. Kerusakan sel helper yang
Pada kasus-kasus hepatitis B respon terinfeksi oleh HBV disebabkan karena adanya
imun tersebut berhasil mengeliminir sel-sel hepar ekspresi antigen pada membran hepatosit yang
yang terkena infeksi HBV, sehingga terjadi disertai dengan ekspresi molekul MHC kelas 1
gejala klinik yang diikuti dengan kesembuhan. yang kemudian dikenal oleh sel T sitotoksik
Sedangkan pada sebagian penderita respon imun sehingga akhirnya terjadi lisis dari hepatosit
tersebut tidak berhasil menghancurkan sel-sel tersebut. 4
hati yang terinfeksi sehingga HBV tersebut tetap Hasil pemeriksaan serologi penderita
mengalami replikasi. Pada kasus hepatitis B hepatitis B akut memperlihatkan bahwa respon
kronik respon imun tersebut ada tapi tidak pertama yang timbul adalah terhadap antigen
sempurna sehingga hanya terjadi nekrosis pada pre-S yang terjadi sekitar 30 hari setelah
sel hati yang mengandung HBV dan masih tetap terjadinya kerusakan hati (lihat gambar 4).
ada sel hati yang terinfeksi tidak mengalami Respon imun yang muncul kemudian adalah
nekrosis, sehingga infeksi dapat menjalar ke sel terhadap HBcAg yang muncul 10 hari kemudian.
yang lain. Pada carrier yang sehat respon imun Respon imun yang paling kuat yaitu respon imun
tersebut sama sekali tidak efektif sehingga tidak terhadap antigen S yang terjadi 10 hari sebelum
ada nekrosis hati yang terinfeksi dan virus tetap kerusakan sel hati.4 Dalam hal ini jelas adanya
mengadakan replikasi tanpa adanya gejala klinis. perbedaan antara antigen viral yang
3
diekspresikan pada hepatosit yang terinfeksi
antigen selubung (pre-S dan S) maupun antigen
Infeksi hepatitis B akut nucluocapsid (HBcAg).
Setelah virus masuk kedalam tubuh
maka akan segera muncul alfa interferon yang

Gambar 4. Infeksi virus Hepatitis B akut 1.2.3


Gambaran klinik hepatitis akut ada Gambaran histopatologi memperlihatkan
bermacam-macam diantaranya:1,.4 adanya peradangan akut disekitar hati. Nekrosis
Hepatitis akut tanpa gejala sel hati ditandai dengan infiltrasi leukosit serta
Hanya ditandai dengan meningkatnya kadar histiosit. Sel hati menunjukan perubahan
enzim transaminase dalam serum tanpa eosinofil menjadi acidophil bodies. Dapat juga
gejala maupun keluhan. dijumpai sel-sel hati yang mengalami balooning,
Hepatitis akut non ikterik pleomorfisme, hialinisasi dan sel-sel raksasa
Selain tanda diatas, juga diikuti dengan yang berinti banyak. Kerangka retikulin
gejala gastrointestinal dan flu-like symptoms, umumnya masih utuh.1
namun tidak disertai ikterus. Pada pemeriksaan serologi infeksi HBV
Hepatitis akut typical hasilnya tergantung pada waktu pengambilan
Bentuk ini diawali dengan periode prodromal sampel. Pada saat munculnya gejala (jika ada)
bisa selama 3-4 hari sampai beberapa dan pada saat meningkatnya kadar enzim
minggu dengan gejala gastrointestinal transaminase (SGOT dan SGPT) tampak bahwa
khusus, selanjutnya mengalami demam HBsAg, HBeAg, Anti-HBc dan DNA HBV
ringan dan nyeri perut kanan atas. Gejala semuanya positif (lihat gambar 4). Kemudian
lainnya yang menonjol adalah malaise yang waktu titer HBsAg menurun dan meghilang
meningkat pada sore hari. Periode predromal diikuti oleh positfnya Anti-HBs melalui tenggang
ini akan diikuti dengan warna air seni seperti waktu core window. Core window adalah waktu
air teh dan tinja berwarna pucat. Ikterus dimana pemeriksaan anti-core (anti-HBc) yang
berlangsung 1-4 minggu. Masa bisa membuktikan yang bersangkutan pernah
penyembuhan klinik akan berlangsung terinfeksi HBV.1 Keadaan ini bisa berlangsung
selama 6 bulan. beberapa hari sampai beberapa bulan.
Hepatitis akut prolonged jaundice Infeksi hepatitis akut ini dapat
Ikterus bersifat cholestatik dan disertai gatal- berkembang menjadi infeksi kronik. Dimana
gatal. Ikterus dapat berlangsung 8-29 minggu setelah fase akut IgM anti-HBc berangsur-angsur
Hepatitis akut dengan relaps menurun, petanda replikasi seperti DNA HBV
Ditandai dengan meningkatnya kadar SGOT dan HBeAg tetap positif, sedangkan Anti-HBe
dan SGPT yang sebelumnya menurun, serta Anti- HBs tetap negatif.1 Kadar SGPT yang
kadang-kadang diserta dengan meningkatnya tinggi menujukan hepatitis tetap aktif, transisi
kadar billirubin. Bisa terjadi beberapa kali dari hepatitis yang aktif menjadi kronik
Hepatitis akut fulminan asimptomatik dapat terjadi langsung dari fase
Terjadi pada 10 hari pertama setelah awal akut dan dapat pula teerjadi beberapa tahun
geja penyakit. Adanya ensefalopati hepatik, kemudian.1.3 Petanda replikasi dapat meghilang
yang diawali dengan gejala hepatitis akut setelah terjadi flare up dari gejala dan kelainan,
ikterus yang disertai dengan muntah-muntah seperti yang terlihat dalam gambar yang ditandai
yang profus dan timbul koma serta dengan munculnya imunitas tubuh.
perdarahan..
Gambar 5. Hepatitik B Kronis 1.2.3

Infeksi Hepatitis B Kronik dengan menilai banyaknya partikel HBcAg


Bila seorang HBsAg positif lebih dari dalam inti jaringan sel hati melalui pewarnaan
enam bulan maka individu tersebut menderita imunohistokimia, bisa menunjukkan tingkat
infeksi virus hepatitis kronik, karena pada keparahan infeksi. 1.4
dasarnya pada hepatitis B akut paling lama Dalam hal natural history infeksi kronik,
positif selama enam bulan.4 Faktor resiko ada tiga fase infeksi yaitu : fase imunotolerance,
terpenting untuk terjadinya infeksi HBV fase immune clearance dan fase residual VHB
menahun adalah umur penderita pada waktu integration. Pada fase immune telerence replikasi
terkena infeksi. Bila terjadi pada waktu neonatus virus masih tinggi, dapat dilihat pada tingginya
maka 90% bayi tersebut akan mengalami infeksi titer HBsAg, HBeAg yang positif dan DNA
kronik. Bila infeksi terjadi pada umur 1-5 tahun HBV dengan parameter biokimia yang normal.
infeksi kronik sekitar 25-50% dan semakin Perubahan histologipun minimal sekalipun dalam
dewasa peluangnya semakin kecil.1,4 bentuk hepatitis kronik persisten. 4
Secara klinik gejala penderita mengalami Pada fase immune clearance replikasi
keluhan rasa lemah, mual, nafsu makan kurang virus menurun, titer HbsAg rendah, HBeAg
atau rasa tidak enak pada perut kanan atas. Tapi masih positif dan Anti-HBe bisa sudah positif
keluhan ini seringkali tidak jelas. Sebagian besar atau masih negatif. Pemeriksaan biokimia
dari mereka bahkan tidak pernah merasa pernah , menunjukan gejala hepatitis, sedangkan histologi
menderita hepatitis akut sebelumnya. menunjukan tanda-tanda hepatitis kronik aktif..4
Pada pemeriksaan laboratorium kelainan Pada fase residual HBV integration
yang sering dijumpai adalah kelainan kadar sudah tidak ada tanda-tanda replikasi HBV.
transaminase dan petanda serologi seperti HBsAg positif, titer rendah, HBeAg negatif,
HBsAg yang positif. Diagnosis infeksi kronik Anti-HBe positif, biokimia normal atau bila ada
juga dapat dilihat dengan cara histopatologi, perubahan kadar albumin rendah, dan
walaupun gambaran histopatologi sangat sulit histopatologi terjadi perubahan minimal atau
menilai derajat keparahan penyakit, tetapi sirosis. Bisa didapatkan hepatoma. 4
Penutup Pencegahan yang terbaik adalah
menghindarkan diri terpapar infeksi virus
Beberapa metode terapi sudah dicobakan hepatitis B serta dengan pemberian vaksinasi
untuk mengatasi infeksi virus hepatitis B. hepatitis B dan bagi mereka yang pernah
Seperti dengan pemberian interferon, antiviral terinfeksi virus sangat tidak dianjurkan untuk
atau dengan imunisasi pasif. Tujuan semua itu mendonorkan darahnya karena hanya dalam
pada dasarnya adalah untuk megurangi jumlah 0,0001 ml plasma dapat menularkan
kemungkinan penularan HBV, eradiksi, penyakit.
pencegahan sirosis dan hepatoma. Sehingga titik
akhir nantinya adalah negatifnya DNA HBV Daftar Pustaka
dalam deteksi . walaupun tujuan tersebut sulit
untuk dicapai. 1. Hollinger F. Blaine, at all. 1991. Viral Hepatitis.
Yang perlu juga diperhatikan adalah 2nd ed. Raven press. New York.
hilangnya HbsAg pada infeksi HBV akut 2. Fields B N., Knipe D M., Howley P M. 2005.
menunjukan kesembuhan dan prognosa yang Virology. 3rd ed. Lippincott-Raven, Philadelphia.
baik. Berbeda dengan penderita kronik persisten 3. Greenwood D, Richard S, John P, Mike B. 2007.
Medical Mikrobiology. 17thed. Churchill
(fase residual) hilangnya HbsAg secara spontan
LivingStone Elsevier. USA.
tetapi masih terdapat kemungkinan adanya 4. Zuckerman A J. at all. 2004. Principles and
viremia. Practice of Clinical Virology. 5th ed. Wiley,
Chichester.
5. Jawetz, dkk. 1996. Mikrobiologi Kedokteran
untuk Profesi Kesehatan. Edisi 20. EGC, Jakarta