Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI RUANG BERSALIN


RSD Dr. SOEBANDI JEMBER

disusun guna memenuhi tugas pada Program Profesi Ners

Stase Keperawatan Maternitas dan Anak

oleh:

Devis Yulia Rohmana


NIM. 152311101276

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan
lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan
dalam tahap ASI eksklusif ini (Depkes RI, 2004) Pemberian ASI secara eksklusif
ini diberikan selama 6 bulan pertama dan melanjutkan ASI bersama makanan
pendamping ASI lainnya yang sesuai sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih
(Depkes, 2010). Pemberian ASI Eksklusif merupakan cara pemberian makanan
yang sangat tepat dan kesempatan terbaik bagi kelangsungan hidup bayi di usia 6
bulan, dan melanjutkan pemberian ASI sampai umur 2 tahun (Harnowo, 2012).
Pentingnya pemberian ASI Eksklusif terlihat dari peran dunia yaitu pada
tahun 2006 WHO (World Health Organization) mengeluarkan Standar
Pertumbuhan Anak yang kemudian diterapkan di seluruh dunia yang isinya adalah
menekankan pentingnya pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6
bulan. Setelah itu, barulah bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI sambil
tetap disusui hingga usianya mencapai 2 tahun. Sejalan dengan peraturan yang di
tetapkan oleh WHO, Di Indonesia juga menerapkan peraturan terkait pentingnya
ASI Eksklusif yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor
33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif. Peraturan ini menyatakan kewajiban
ibu untuk menyusui bayinya sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan.
ASI Ekskusif merupakan makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi,
yang bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam
proses pertumbuhan dan perkembangan bayi (Prasetyono, 2009). Khasiat ASI
begitu besar seperti ASI dapat menurunkan risiko bayi mengidap berbagai
penyakit. Apabila bayi sakit akan lebih cepat sembuh bila mendapatkan ASI. ASI
juga membantu pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Menurut
penelitian, anak anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual
Quotient) lebih rendah 7 8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi
ASI secara eksklusif. Karena didalam ASI terdapat nutrien yang diperlukan untuk
pertumbuhan otak bayi yang tidak ada atau sedikit sekali terdapat pada susu sapi,
antara lain: Taurin, Laktosa, DHA, AA, Omega-3, dan Omega-6 (Nurheti, 2010).
Berdasarkan fenomena yang terjadi bahwa rendahnya pengetahuan ibu tentang
ASI Eksklusif berdampak terhadap sikap ibu yang kemudian akan berpengaruh
terhadap perilaku ibu dalam pemberian ASI.

B. Tujuan
Adapun tujuan penyusunan makalah ini yaitu sebagai berikut :
a. Sebagai tugas mandiri.
b. Untuk mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
c. Untuk mengetahui masalah-masalah dalam pemberian ASI.

C. Masalah
Masih terdapat ibu yang belum mengetahui pentingnya pemberian ASI
Ekslusif.

D. Manfaat
Bagi Ibu Menyusui di harapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan ibu
tentang pemberian ASI Ekslusif.
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik/Materi : Pendidikan Kesehatan Pemberian ASI Ekslusif.
Sasaran : Keluarga dan Ibu Post Partum.
Waktu : 12.00 12.30 WIB.
Hari/Tanggal : Kamis, 20 juli 2017.
Tempat :Ruang Bersalin, RSD Dr. Soebandi Jember.

1. Standar Kompetensi
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, sasaran akan dapat mengerti dan
memahami tentang pemberian ASI Ekslusif.
2. Kompetensi Dasar
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit sasaran akan
mampu:
a. Ibu mampu menjelaskan tentang pengertian pemberian ASI Ekslusif 100%
benar.
b. Ibu mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif 100%
benar.
c. Ibu mampu menjelaskan tentang dampak tidak memberikan ASI Ekslusif
100% benar.
d. Ibu dapat menjelaskan cara-cara teknik menyusui yang benar.
e. Pokok Bahasan
Pemberian ASI Ekslussif.
f. Subpokok Bahasan
a. Pengertian pemberian ASI Ekslusif.
b. Manfaat pemberianASI Ekslusif.
c. Dampak tidak memberikan ASI Ekslusif.
d. Teknik menyusui yang benar
g. Waktu
1 x 30 menit.
h. Bahan/Alat yang digunakan
Leaflet
i. Model Pembelajaran
a. Jenis model pembelajaran : Pertemuan mandiri.
b. Landasan teori : Konstruktivisme.
c. Landasan pokok :
1. Menciptakan suasana ruangan yang baik.
2. Mengajukan masalah.
3. Membuat keputusan nilai personal.
4. Mengidentifikasi pilihan tindakan.
5. Memberi komentar.
6. Menetapkan tindak lanjut.
8. Persiapan
Persiapan yang dilakukan perawat yaitu mengumpulkan meteri dari berbagai
referensi serta media yang akan digunakan.
9. Kegiatan Pendidikan Kesehatan

Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
Pendahuluan 1. Salam pembuka Memperhatikan 3 menit
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
umum dan tujuan
khusus
Penyajian 1. Menjelaskan materi Memperhatikan, 15 menit
tentang: menanggapi dengan
a. Pegertian pemberian pertanyaan
ASI Ekslusif:
b.Manfaat pemberian
ASI Ekslusif:
c. Dampak tidak
memberikan ASI
Ekslusif
2. Mendemonstrasikan
teknik menyusui yang
benar
3. Memberikan
kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan
5. Memberikan
kesempatan kepada
peserta untuk
menjelaskan kembali
dan mempraktikkan
materi yang sudah
disampaikan
Penutup 1. Menyimpulkan materi Memperhatikan dan 2 menit
yang telah diberikan menanggapi
2. Mengevaluasi hasil
pendidikan kesehatan
3. Memberikan leaflet
tentang pemberian
ASI Ekslusif
4. Salam penutup

10. Evaluasi
1. Struktur
a. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang bersalin.
b. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
(SAP, leaflet, lembar balik).
2. Proses
a. Pasien antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Pasien kooperatif dalam proses penyuluhan.
c. Pasien mengajukan pertanyaan dan penyuluh menjawab pertanyaan secara
benar.
3. Hasil
Pasien mengerti terhadap penjelasan yang sudah di sampaikan oleh penyuluh.
MATERI PENYULUHAN
PEMBERIAN ASI EKSLUSIF

A. Pengertian ASI Ekslusif


ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi berumur 0 6 bulan
tanpa memberikan makanan atau minuman lain. Menurut ahli kesehatan, bayi
pada usia tersebut sudah terpenuhi gizinya hanya dengan ASI saja. Manfaat ASI
eksklusif yaitu agar bayi kebal terhadap beragam penyakit pada usia selanjutnya
(Depkes, 2007). Pendapat yang dikemukakan oleh Utami Roesli (2004), ASI
eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi
ASI saja tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air
putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubuk susu,
biscuit, bubur nasi dan tim.
ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah
persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain, walaupun
hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah itu diberi makanan padat
pendamping yang cukup dan sesuai. sedangkanASI tetap diberikan sampai usia 2
tahun atau lebih (Sripurwanti Hubertin, 2005). ASI merupakan sumber gizi yang
sangat ideal dengan komposisi yang sangat seimbang dan sesuai dengan
kebutuhan pertumbuhan bayi karena ASI adalah makanan bayi yang paling
sempurna, baik secara kualitas maupun kuantitas. ASI sebagai makanan tunggal
akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi normal sampai usia 4 6
bulan (Khairuniyah, 2004).

B. Manfaar ASI Ekslusif


Keuntungan menyusui meningkat seiring lama menyusu eksklusif hingga
enam bulan. Setelah itu, dengan tambahan makanan pendamping ASI pada usia
enam bulan, keuntungan menyusui meningkat seiring dengan meningkatnya lama
pemberian ASI sampai dua tahun.
1) Manfaat ASI untuk bayi
a) ASI sebagai nutrisi.
b) Makanan terlengkap untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan
cukup karena mengandung zat gizi yang diperlukan untuk 6 bulan
pertama.
c) Mengandung antibody (terutama kolostrum) yang melindungi terhadap
penyakit, seperti diare dan gangguan pernafasan.
d) Menunjuang perkembangan motorik sehingga bayi yang diberi ASI
eksklusif akan lebih cepat jalan.
e) Meningkatkan jalinan kasih sayang.
f) Selalu siap tersedia, dan dalam suhu yang sesuai.
g) Mudah dicerna dan zat gizi mudah diserap.
h) Melindungi terhadap alergi karena tidak mengandung zat yang dapat
menimbulkan alergi.
i) Mengandung cairan yang cukup untuk kebutuhan bayi dalam 6 bulan
pertama (87% ASI adalah air).
j) Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak
sehingga bayi dengan pemberian ASI Eksklusif potensial lebih pandai.
k) Menunjang perkembangan kepribadian dan kecerdasan emosional,
kematangan spiritual dan hubungan sosial yang baik (Utami Roesli, 2005).
2) Manfaat ASI untuk ibu
a) Mengurangi perdarahan setelah melahirkan. Apabila bayi disusui segera
setelah dilahirkan, maka kemungkinan terjadi perdarahan setelah
melahirkan akan berkurang karena kadar oksitoksin meningkat sehingga
pembuluh darah menutup dan perdarahan akan cepat berhenti.
b) Mengurangi terjadinya anemia.
c) Menjarangkan kehamilan. Menyusui merupakan cara kontrasepsi yang
aman, murah dan cukup berhasil. Selama ibu memberi ASI eksklusif dan
belum haid, 98% tidak akan hamil pada enam bulan pertama setelah
melahirkan dan 96% tidak akan hamil sampai bayi berusia 12 bulan.
d) Mengecilkan rahim, kadar oksitoksin ibu yang menyusui akan membantu
rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.
e) Menurunkan risiko kanker payudara.
f) Membantu mengurangi beban kerja ibu karena ASI tersedia kapan dan
dimana saja. ASI selalu bersih, sehat, dan tersedia dalam suhu yang cocok.
Lebih ekonomis dan murah.
g) Dapat segera diberikan pada bayi tanpa harus menyiapkan memasak air
dan tanpa harus mencuci botol.
h) Memberi kepuasan bagi ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif akan
merasakan kepuasan, kebanggaan dan kebahagiaan yang mendalam
(Roesli, 2005).

C. Dampak Tidak MemberikanASI Ekslusif


1) Menurunnya daya tahan bagi bayi sehingga bayi rentan terhadap penyakit.
2) Bayi tidak mendapatkan makanan bergizi dan berkualitas sehingga
menghambat pertumbuhan, perkembangan serta kecerdasan otak.
3) Hubungan kasih saying antara bayi dan ibu tidak terjalin secara dini.

D. Teknik Menyusui yang Benar


1. Cuci tangan dan bersihkan payudara sebelum menyusui.
2. Pilih posisi menyusui yang nyaman (duduk / berbaring). Pastikan kaki ibu
tidak menggantung dan punggung ibu bersandar pada kursi dalam posisi
duduk.
3. Keluarkan ASI sedikit dan dioleskan pada putting dan sekitar areola
(sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban putting susu).
4. Posisikan bayi pada satu lengan, kepala bayi pada lengkung siku ibu dan
punggung serta pantat bayi berada pada lengan bawah ibu.
5. Tempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakkan salah satu lengan
bayi dibelakang badan ibu dan lengan lainnya di depan dengan kepala bayi
menghadap payudara ibu.
6. Posisikan telinga dan lengan bayi pada satu garis lurus.
7. Memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari lainnya menopang
dibawah.
8. Merangsang mulut bayi untuk membuka dengan menyentuh sudut mulut
bayi.
9. Setelah membuka mulutnya dekatkan kepala bayi ke payudara dan
masukkan putting susu serta sebagian areola ke mulut bayi.
10. Bila selesai, lepas isapan bayi dengan cara masukkan jari kelingking ibu
ke mulut bayi atau tekan dagu bayi ke bawah.
11. Oleskan sedikit ASI pada putting dan sedikit areola biarkan mongering
dengan sendirinya.
12. Menyendawakan bayi: bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu
ibu lalu punggung ditepuk perlahan sampai bayi bersendawa (bila tidak
bersendawa, tunggu sampai 15 menit atau bayi ditengkurapkan di
pangkuan ibu.