Anda di halaman 1dari 4

Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. 1 Nomor. 2 Periode: Sept. 2015 Feb.

2016

RANCANGAN TEKNIS PENAMBANGAN BIJIH NIKEL DI BUKIT CHEEROKE
PT. ANTAM. (Persero) Tbk UBPN SULAWESI TENGGARA
KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA

I Made Darmawan Mega Putra, Waterman S.B., Indah Setyowati

Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia

Abstrak
PT Antam (Persero).Tbk UBPN Sultra adalah badan usaha milik Negara yang bergerak di sektor pertambangan
dan pengolahan bijih nikel yang memiliki wilayah IUP yang berlokasi di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten
Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. PT Antam Tbk mempunyai beberapa front penambangan, salah satunya
Bukit Cheeroke. Sistem penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka dengan metode open cast. Bijih
nikel yang ditambang mempunyai kadar Ni >1,8%. Endapan bijih nikel pada Bukit Cheeroke mempunyai kadar
Ni >1,8% berada di daerah yang relatif datar sehingga diperlukan metode penambangan yang tepat sesuai dengan
keadaan endapan bijih nikel dengan kemajuan penambangan per bulan sampai dengan mine out.
Desain yang dibuat untuk mencapai target produksi 1600 ton/hari di Bukit Cheeroke harus memperhatikan
kondisi endapan bijih nikel tersebut. Dimensi penambangan direncanakan sesuai dengan rekomendasi PT Antam
Tbk yaitu: tinggi jenjang 6 m, lebar jenjang 3 m dengan single slope 60o.
Berdasarkan data cadangan yang diperoleh dari blok model didapat cadangan 153.755 ton dengan kadar Ni 1,8%
dengan umur tambang selama 5 bulan dengan metode penambangan yang digunakan adalah open pit secara
selektif. Hasil rancangan pada bulan pertama sebesar 26.734 ton dengan waste 40.443 ton. Selanjutnya pada
bulan kedua bijih nikel yang tertambang sebesar 32.747 ton dengan waste yang terbongkar 39.970. Pada bulan
ketiga bijih nikel yang tertambang sebesar 33.175 ton dengan waste yang terbongkar 38.413 ton. Pada bulan
keempat bijih nikel yang tertambang sebesar 32.677 dengan waste yang terbongkar 36.843 ton dan pada bulan
kelima bijih nikel yang terbongkar sebesar 28.422 ton dengan waste yang terbongkar 38.223 ton.
Berdasarkan perhitungan dimensi jalan diperoleh lebar jalan angkut adalah 5m untuk jalan lurus dengan nilai
cross slope 1,72 dan 9m untuk jalan tikungan dengan nilai superelevasi 0,0395m/m dengan kebutuhan alat
perbulan 2 alat gali dengan 9 alat angkut .
Setelah dilakukan rancangan desain penambangan pada bukit cheeroke didapat bahwa mampu memenuhi target
produksi yang telah ditetapkan, disarankan untuk terus melakukan evaluasi kadar blok model dengan realisasi
lapangan agar kadar bijih nikel yang ditambang sesuai dengan kadar blok model
Kata Kunci : Nikel, Rancangan Teknis, PT. ANTAM
1. PENDAHULUAN digunakan, serta penjadwalan produksi bijih nikel
sesuai dengan target produksi yang ditetapkan.
PT ANTAM. Tbk UBPN Sultra adalah salah satu
Dengan perencanaan tambang yang baik diharapkan
badan usaha milik negara yang melakukan
dapat memenuhi target produksi yang telah
penambangan dan pengolahan bijih nikel menjadi
ditetapkan.
ferro nikel di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka
Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah penambangan Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan
PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Sultra terbagi penambangan bijih nikel perbulan dengan target
menjadi 4 yakni tambang bagian utara, tambang produksi 1.600 ton/hari (32.000 ton/bulan). Sehingga
bagian tengah, tambang bagian selatan dan pulau dibutuhkan perancangan penambangan yang dapat
Maniang. memenuhi sasaran produksi penambangan bijih nikel
perbulan sehingga dapat digunakan sebagai acuan
Sistem penambangan yang digunakan di bukit
untuk melakukan kegiatan penambangan.
Cheeroke adalah open cast dengan bijih nikel yang
ditambang mempunyai kadar Ni >1,8%, menurut Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan metode
pemodelan cadangan endapan bijih nikel yang penambangan yang sesuai dengan kondisi endapan
mempunyai kadar Ni >1,8% sudah berada didaerah bijih Nikel di wilayah IUP di Bukit Cherokee,
datar, oleh sebab itu perlu perlu dilakukan merancang penjadwalan penambangan berdasarkan
perencanaan penambangan yang meliputi metode target produksi yang telah ditentukan dengan
penambangan, geometri jenjang, pit desain, memperhatikan faktor faktor teknis penambangan
penentuan kebutuhan alat-alat mekanis yang akan
99

Rancangan Teknis Penambangan Bijih Nikel I Made Darmawan Mega Putra

yang aman, menghitung kebutuhan alat gali, muat dan Hasil Perancangan Pit Penambangan
dimensi jalan angkut Hasil dari rancangan pit adalah berupa cekungan,
maka harus dibuat lereng dan akses jalan yang tepat
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah,
agar para pekerja yang bekerja di dalam area
rancangan teknis penambangan dibatasi pada wilayah
tambang dapat bekerja dengan nyaman dan aman.
bukit Cheeroke, rancangan teknis meliputi bahasan
Lereng dan jenjang yang dibuat berdasarkan dari
metode penambangan, rancangan tambang,
rekomendasi data geoteknik yang direkomendasikan.
kebutuhan alat-alat tambang yang digunakan,
penjadwalan produksi perbulan.nalisa yang dilakukan
dibatasi oleh lingkup teknik dan tidak
mempertimbangkan segi ekonomi.
Manfaat penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan
rancangan teknis penambangan bijih nikel guna
memenuhi target produksi sesuai rancangan
penambangan yang baik dan benar serta menciptakan
kondisi kerja yang efektif dan effisien.
Lokasi kesampaian daerah dapat ditempuh melalui
Yogyakarta, dengan jalur dari Yogyakarta ke
Makassar, dapat ditempuh dengan menggunakan
pesawat udara selama 2 jam, kemudian dari Makassar
menuju Pomalaa dapat ditempuh
menggunakanpesawat yang lebih kecil ditempuh
selama waktu 55 menit, selanjutnya dari Bandara
Pomalaa menuju PT. Antam menggunakan kendaraan
roda empat selama 30 menit.
Gambar 1. Hasil Perancangan Final Pit
2. HASIL PENELITIAN
Rencana Penambangan
Cadangan Bijih Nikel a. Rencana Penambangan Bulan ke 1
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, bahwa Rencana penambangan bijih nikel untuk
keadaan endapan bijih nikel di PT. Antam UBPN produksi bukan ke 1 adalah sebesar 26.734 ton
Sultra di Bukit Cheeroke mempunyai cadangan bijih dan overburden/waste yang dapat dipindahkan
nikel yang ekonomis (%Ni >1,8%). Hasil penaksiran sebesar 40.443 ton. Penambangan dilakukan
cadangan untuk bijih nikel pada elevasi pit bottom dari elevasi 243 mdpl sampai 228 mdpl
217 mdpl.
Tabel 1. Cadangan Bijih Nikel
Jenis Material Volume Tonase
(BCM) (Ton)
Ore 90.445 153.756
OB/waste 126.370 190.192
Total 216.815 343.948

Metode Penambangan
Gambar 2. Rencana Penambangan Bulan ke 1
Metode penambangan yang digunakan pada
penelitian ini adalah open pit secara selektif, b. Rencana Penambangan Bulan ke 2
dikarenakan kondisi endapan yang dekat dengan Rencana penambangan bijih nikel untuk produksi
permukaan tanah dengan topografi yang relative bukan ke 2 adalah sebesar 32.747ton dan
datar. Adanya endapan bijih nikel dengan kadar Ni > overburden/waste yang dapat dipindahkan sebesar
1,8% tidak terdapat diseluruh bukit maka 39.970 ton. Penambangan dilakukan dari elevasi
penambangan difokuskan pada daerah yang 228 mdpl sampai 226 mdpl.
memilikki kadar Ni > 1,8%.

100

Rancangan Teknis Penambangan Bijih Nikel I Made Darmawan Mega Putra

Gambar 3. Rencana Penambangan Bulan ke 2 Gambar 6. Rencana Penambangan Bulan ke 5


c. Rencana Penambangan Bulan ke 3 Kebutuhan Alat Mekanis
Rencana penambangan bijih nikel untuk produksi Kebutuhan untuk jumlah alat muat dan alat angkut
bukan ke 3 adalah sebesar 33.175 ton dan dalam kegiatan penambangan di Bukit Cheeroke
overburden/waste yang dapat dipindahkan sebesar disesuaikan dengan rencana produksi yang telah
38.413 ton. Penambangan dilakukan dari elevasi ditentukan. Jumlah kebutuhan mekanis dapat dilihat
226 mdpl sampai 223 mdpl. pada pada tabel 2.
Tabel 2. Jumlah Kebutuhan Alat Mekanis
Alat Mekanik Bulan
Fungsi Model 1 2 3 4 5
Komatsu PC
Alat Muat 200-8 1 1 1 1 1
(overburden)
Komatsu PC
Alat Muat 200-8 1 1 1 1 1
(Bijih nikel)
Hino FT 260
Alat Angkut FI 3 3 3 3
3
(overburden)
Hino FT 260
Gambar 4. Rencana Penambangan Bulan ke 3 Alat Angkut FI 6 6 6 6 6
(bijih nikel)
d. Rencana Penambangan Bulan ke 4
Rencana penambangan bijih nikel untuk produksi
bukan ke 4 adalah sebesar 32.677ton dan Geometri Jalan
overburden/waste yang dapat dipindahkan sebesar Geometri jalan tambang yang sesuai dengan
36.843 ton. Penambangan dilakukan dari elevasi karakteristik alat yang digunakan sebagai berikut :
223 mdpl sampai 221 mdpl.
a. Lebar jalan angkut minimum pada jalan
lurus adalah 5 m.
b. Lebar jalan pada tikungan minimum sebesar
9 m.
c. Superelevasi yang digunakan adalah
0,0395m/m.
d. Cross Slope dengan lebar jalan angkut
sebesar 9 m menjadi 1,72o
e. Kemiringan Jalan Angkut maksimal 10%.
3. PEMBAHASAN
Gambar 5. Rencana Penambangan Bulan ke 4
Metode Penambangan
e. Rencana Penambangan Bulan ke 5 Pemilihan metode penambangan yang tepat sesuai
Rencana penambangan bijih nikel untuk produksi dengan keadaan endapan bijih nikel pada bukit
bukan ke 5 adalah sebesar 28.422 ton dan Cheeroke adalah open pit dengan selektif. Pemilihan
overburden/waste yang dapat dipindahkan sebesar metode open pit didasarkan pada keadaan endapan
38.422 ton. Penambangan dilakukan dari elevasi yang dekat dengan permukaan, berada pada kontur
221 mdpl sampai 217 mdpl. yang mempunyai permukaan relative datar, kemajuan
101

Rancangan Teknis Penambangan Bijih Nikel I Made Darmawan Mega Putra

penambangan mengarah kebawah dikarenakan untuk Tabel 4. Kebutuhan Alat Muat dan Alat Angkut
mendapatkan bijih nikel kadar Ni > 1,8%.
Penambangan dilakukan dengan selektif atau Match
Periode (Bulan)
Factor
menambang pada area yang mempunyai kadar Ni > Tipe Alat
1,8% dikarenakan penyebaran kadar bijih nikel yang 1 2 3 4 5
tidak merata, sehingga penambangan hanya dilakukan
pada area yang mempunyai kadar Ni > 1,8% Komatsu PC
1 1 1 1 1
bedasarkan pada data blok model 200-8 (OB)
1,01
DT Hino
Rancangan Teknis Penambangan 3 3 3 3 3
FT260TI (OB)
Penjadwalan produksi bijih nikel setiap bulannya
Komatsu PC
didasarkan pada target produksi bijih nikel setiap 0,99
200-8 (Ore) 1 1 1 1 1
bulan sebesar 32.000 ton. Pembuatan desain
geometri penambangan untuk memenuhi target DT Hino
FT260TI (Ore) 6 6 6 6 6
produksi per bulan sebesar 32.000 ton bijih nikel
disesuaikan dengan keadaan endapan bijih nikel.
Tabel 3. Penggalian Overburden dan Bijih Nikel 4. KESIMPULAN DAN SARAN

Jumlah
Kesimpulan
Bulan Produksi Bijih Nikel Dari hasil penelitian Perancangan Teknis
Overburden
ke (Ton) (Ton)
Penambangan Bijih nikel pada daerah penelitian
didapatkan hal sebagai berikut untuk menjawab
1 40.443 26.734 tujuan penelitian ini dilakukan, diantaranya
2 39.970 32.747 a. Endapan bijih nikel yang yang berada dekat
permukaan membuat metode penambangan yang
3 38.413 33.175
digunakan di UBPN Sultra PT Antam. Tbk
4 36.843 32.677 berganti dari Open Cast ke metode Open Pit
5 28.422 38.223 Mining secara selektif.
b. Penjadwalan produksi bijih nikel dan overburden
Total 190.192 153.756
pada daerah penelitian adalah selama 5 (lima)
bulan telah memnuhi target produksi sebesar
Pengaruh Rancangan Penambangan Terhadap 32.000 ton perbulan.
Kebutuhan dan Keserasian Alat Muat dan Alat c. Kebutuhan kombinasi peralatan mekanis dapat
Angkut memenuhi target produksi penambangan selama
Setelah dilakukan perhitungan untuk nilai match lima bulan.
factor antara alat gali muat dengan alat angkut, maka Saran
pada operasi penambangan bijih nikel PT Antam a. Perlu adanya evaluasi kadar dari data blok model
UBPN Sultra didapatkan nilai match factor pada dengan realisasi kadar dilapangan untuk
table 6. Pada operasi penambangan bijih nikel baik di mengetahui besaran dilusi yang dihasilkan.
bulan ke 1 hingga bulan ke 5 nilai match factor untuk b. Perlu adanya grade control untuk meyakinkan
kombinasi peralatan antara excavator PC200-8 dan data computer dengan data dilapangan secara
dump truck Hino FT 260 FI adalah nilai MF<1. visual maupun uji sampel sebelum dilakukan
Sehingga alat muat bekerja< 100% sementara kinerja penambangan.
alat angkut 100%. Akibatnya pada alat gali muat c. Perlu dilakukan Evaluasi equipment performance
akan terjadi waktu tunggu. Sedangkan pada alat tiap bulan agar mendapat produktifitas alat
pembongkaran overburden nilai MF>1, sehingga alat yang optimal.
muat bekerja 100% sementara alat angkut bekerja <
100%, akibatnya pada alat angkut aka nada waktu 5. DAFTAR PUSTAKA
tunggu. Sulistyana, W. , (2010), Perencanaan Tambang,
Jurusan Teknik Pertambangan, UPN
Veteran Yogyakarta, Yogyakarta
Yanto Indonesianto (2012), Pemindahan Tanah
Mekanis ,UPN Veteran Yogyakarta.
, 2011, Kode Pelaporan Hasil
Eksplorasi Sumberdaya Mineral dan
Cadangan Bijih Indonesia Komite Cadangan
Mineral Indonesia, Komite Bersama IAGI
dan PERHAPI.

102

Anda mungkin juga menyukai