Anda di halaman 1dari 5

15.4.

4 Biaya yang Dikaitkan dengan Kapasitas


Biaya terjadi karena perubahan dalam kapasitas produksi. Perubahan kapasitas
produksi karena perubahan untuk memenuhi flukstuasi dalam permintaan. Perubahan kapasitas
produksi, menghendaki adanya perubahan dalam persediaan. Baiaya yang dikaitkan dengan
kapasitas dapat berupa : biaya kerja lembur unutk meningkatkan kapasitas, latihan tenaga kerja
baru, dan biaya perputaran tenaga kerja(labour turn over cost).
15.4.5 Biaya Bahan atau Barang
Biaya bahan atau barang adalah harga yang harus dinbayarkan atas item yang dibeli.
Biaya ini akan dipengaruhi oleh besarnya diskon yang diberikan oleh suplier. Oleh karena itu
biaya bahan atau barang akan bermanfaat dalam menentukan apakah perusahaan menggunakan
harga diskon atau tidak.

Gambar 15.3. Biaya Pemesanan dan Penyimpanan

15.5. MODEL ECONOMIC ORDER QUALITY


Dalam bagaian ini akan diperkenalkan konsep dasar dari Economic Order Quality
(EQQ) dalam model persediaan. Konsep EQQ digunakan untuk menjawab pertanyaan berapa
jumlah yang harus dipesan. Pada bagian terdahulu, telah di identifikasikan bahwa ada lima
kategori baiaya yang dikaitkan denngan keputusan persediaan. Dari lima kategori biaya
tersebut hanya dua, yaitu biaya pesan dan biaya simpan yang relevan untuk dipertimbangkan
dalam EQQ. Kategori biaya yang lain, tidak relevan dipertimbangkan karena stockout cost dan
biaya perubahan kapastitas tidak akan tejadi apabila permintaan kostan (salah satu asumsi
dalam model EQQ). Dan harga item diasumsikan tidak mengalami perubahan. Oleh karenan
itu, ketiga kategori biaya tersebut tidak akan mempengaruhi keputusan berapa jumlah yang
haru dipesan atau kapan harus melakukan pemesannan kembali.
Kebayakan literature persediaan mengakatakan bahwa, model EQQ sangat mudah
unutk diteapkan apabila asumsi dalam model EQQ dipenuhi yaitu :
1. Permintaan dapat ditentukan secara pasti dan konstan.
2. Item yang dipesan independen dengan item yang lain.
3. Pesanan diterima dengan segera dan pastu.
4. Harga item konstan.
Sebagai dasar pemabahasan selanjutnya, akan dipertimbangkan situasi manajemen persediaan
yang sederhana dari sebuah perusahaan seperti ditunjukansalam contoh 15.1 berikut ini.
Contoh: 15.1
Toko Kubota rata-rata menjual 1000 generator per bulan dan permintaan generator selama satu
tahun diperkiraan konstan. Toko Kubota akan menetapkan kebijakan pemesanan sebanyak
2000 generator setiap kali pemesanan dengan waktu tunggu (lead time) 6 hari. Bagian kalkulasi
biaya telah menetapkan bahwa biaya setiap pemesanan Rp.600.000,00 dan biaya penyimpanan
tahunan Rp 10.000,00 per unit. Dengan kebijakan sekarang ini, pola persediaan Toko Kubota
ditunjukan dalam gambar 15.4 untuk menentukan total biaya persediaan atau total anual cost
(TAC) perlu dihitung total baiya pemesanan atau total order cost (TOC) maupun total biaya
simpan atau total carrying cost (TCC).
TOC Toko Kubota selama satu tahun adalah sebesar Rp 3.600,00 (12/2 x Rp 600,000)?,
sedangkan TCC adalah sebesarkan Rp 10.000.000,00 (2000/2 x Rp 10.000,00). TAC Toko
Kubota dapat dihitung dengan menjumlahkan kedua biaya tersebut, yaitu TAC = TOC + TCC
= 3.600.000 + 10.000.000 = Rp 13.600.000,00. Dari TAC tersebut apakah kebiajakan
pemesanan 2.000 generator setiap kali pesan merupakan kebijakan yang terbaik ?. jika tidak
dapatkan diperbaiki?. Dalam tabel 15.1 menunjukan berbagai macam kuantitas pemesanan dan
biaya dari masalah Toko Kubota jika kuantitas pemesanan (Q) dinaikan menjadi 4.000 unit,
maka TCC tahunan akan meningkat meskipun TOC tahunan menurun. Secara total, biaya
persediaan mengalami kenaikan dan hal itu tentu saja bukak pilihan yang paling ekonomis.

Gambar 15.4. persedian Toko Kubota


Tabel 15.1. Biaya dari berbagai Kuantitas Pemesanan
Q TCC TCC TCC

4.000 Rp 20.000.000 Rp 1.800.000 Rp 21.800.000


3.000 Rp 15.000.000 Rp 2.400.000 Rp 17.400.000
2.000 Rp 10.000.000 Rp 3.600.000 Rp 13.600.000
1.400 Rp 7.000.000 Rp 5.142.000 Rp 12.142.000
1.200* Rp 6.000.000 Rp 6.000.000 Rp 12.000.000*
1.000 Rp 5.000.000 Rp 7.200.000 Rp 12.200.000
500 Rp 2.500.000 Rp 14.000.000 Rp 16.900.000

* terbaik
Jika kuntitas pemesanan diturunkan menjadi 500 unit, maka kuan titas pesanan tersebut
terlalu kecil yang berakibat biaya pesan meningkan cukup tajam dan keseluruhan biaya
mengalami kenaikan. Kuantias pesanan yang paling baik adalah 1.200 unit generator. Cara
lain untuk menemukan kunatitias pemesanan optimum, adalah menggunakan metode
matematik dengan ketentuan bahwa EQQ = Q* tercapai pada saat TCC = TOC
12.000
( )600.000 = ( 2 )10.000

2 12.000 600.000
2 = 10.000
14.400.000.000
2 = 10.000

2 = 1.440.000

=1.440.00
= 1.200 unit generator
Total biaya persediaan minimum atau total investory cost (TIC), berdasarkan kebikan kuantitas
pemesanan sebesar 1.200 unit generator setiap kali pemesanan dalah sebesar :
12.000 12.000
TC = ( )600.000 + ( )10.000

TC = Rp 6.000.000 + Rp 6.000.000
TC = Rp 12.000.000

Hasil perhitungan tersebut menunjukan bahwa, kebijakan toko kubota untuk membeli
sebanyak 2000 generator setiap kali pemesanan bukan kebijakan yang terbaik. Dengan
mengubah kuantitas pemesanan menjadi 1.200 unit generator setiap kali pesan, Toko Kubota
dapat menghemat biaya sebesar Rp 1.600.000 per tahun (Rp 13.600.000 Rp12.000.000). Oleh
karena itu toko kubota sebaiknya mengubah kebijakan pemesanan menjadi 1.200 unit generator
setiap kali pesan. Karena dapat meninimumkan total biaya persediaan. Pola persedaiaan toko
kubota dengan kebijakan yang baru dapat dilihat dalam gambar 15.5.
Meskipuk kunatitas pemesaanan 1.200 unit generator dapat meminumumkan total
biaya persediaan,ukuran pemesanan berdasarkan EQQ tidak dapat dikuti secara buta. Karena
perlu dipertimbangkan apakah dana untuk membayar pemesanan sebesar EQQ cukup tersedia.
Disamping itu apakah ruangan pemyimpanan cukuk tersedia unutk menampung kuantitas
pembelian sebesar EQQ tersebut ?. Kewaspadaan lain yang perlu dipertimbanakan adalah
variabel biaya yang digunakan dalam menghitung EQQ. Meskipun kekeliruan dalam junlah
kecil tidak akan menaikan biaya secara berarti, namun perlu duhitung secara teliti unsur biaya
yang ternmsuk dalam biaya pesan maupun biaya simpan.

Gambar 15.5 Pola persediaan Toko Kubota dengan kebijakan baru.

Tingkat persediaan maksimum toko kubota berubah menjadi 1.200 unit generator. Apanila pe
jualan rata rata setiap bulan 1.000 unit generator dan satu bulan dianggap 25 hari kerja, maka
rata rata penjualan perh hari 40 unit (1.000/25). Berarti pembekian sebesar 1.200 unit akan
terjual dalam waktu 30 hari (1.200/40). Dengan lead time selama 6 hari, maka pemesanan
kembali atau reorder point (ROP) harus dilakukan apabila tingkat persediaan mencapai 240
unit (lihat gambar 15.5).
Dalam gambar 15.6 kasus toko kubota, menunjukan bahwa EQQ tercapai pada saat
total biaya pemesanan tahunan sama dengan total biaya simpan tahuan tau TOC = TCC. Jika
kuantitas pemesanan melebihi Q*, maka rata rata persediaan akan naik, dan TCC akan melebihi
TOC. Jika kuantitas pemesanan lebih kecil dari Q*, maka frekuensi pemesanan dalam satu
tahun akan naik, dan TOC akan melebihi TCC. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
EQQ adalah kuantitas pemesanan yang dapat menyeimbangkan kedua unsur biaya tersebut.