Anda di halaman 1dari 5

CHAPTER 13: SAMPLING

CHAPTER 13: SAMPLING

Jika data tidak dikumpulkan dari orang-orang, peristiwa, atau benda yang dapat memberikan
jawaban yang benar untuk memecahkan masalah, survei akan menjadi sia-sia. Proses pemilihan
individu yang tepat, benda, atau peristiwa sebagai wakil untuk seluruh populasi disebut sampel.

Population, Element, Sample, Sampling Unit, and Subject

Population

Populasi mengacu pada kelompok orang secara keseluruhan, kejadian/peristiwa, atau suatu hal
yang peneliti minati untuk diinvestigasi/diteliti. Contohnya, bila CEO sebuah perusahaan komputer
ingin mengetahui jenis strategi periklanan yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan komputer di
Silicon Valley, maka semua perusahaan komputer yang berkedudukan disana akan menjadi
populasinya.

Element

Elemen merupakan satu anggota populasi. Contohnya, jika 1000 pekerja dalam organisasi tertentu
menjadi populasi dari sebuah penelitian, setiap pekerja di dalamnya adalah elemennya. Sensus
merupakan perhitungan atas seluruh elemen dalam populasi manusia.

Sample

Sampel adalah subjek dari populasi. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari
populasi. Sejumlah, tapi tidak semua elemen populasi akan membentuk sampel. Contohnya dari
1000 pekerja, 200 pekerjanya adalah sampel dari suatu penelitian.

Sampling Unit

Unit sampling adalah elemen atau set dari elemen yang tersedia untuk diseleksi dalam beberapa
tahap proses menyampel.

Subject

Subjek merupakan satu anggota dari sampel, sebagaimana elemen adalah satu anggota dari
populasi. Misalkan 200 pekerja merupakan sampel dari suatu populasi. Setiap 200 pekerja dari
sampel tersebut merupakan subjek dalam sebuah penelitian.

Parameters

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 13: SAMPLING

Karakteristik dari populasi seperti (populasi), (standar deviasi populasi), and 2 (varians
populasi) disebut sebagai parameter.

Reasons for Sampling

Alasan untuk menggunakan sampel, dan bukannya mengumpulkan data seluruh pupolasi sudah
sangat jelas. Dalam penelitian yang melibatkan ratusan dan bahkan ribuan elemen, secara praktis
mustahil untuk mengumpulkan data, menguji, atau menelaah tiap elemen. Hal ini bis dilakukan
tetapi akan memakan biaya, waktu, dan tenaga. Penelitian terhadap sampel dan bukan seluruh
elemen populasi kadang kala juga sangat mungkin menghasilkan hasil yang lebih terpercaya.

Representativeness of Samples

Kebuutuhan untuk memilih sampel yang tepat untuk penelitian bukanlah hal yang berlebihan. Kita
tahu bahwa jarang sampel menjadi replika tepat dari populasi dimana sampel diambil. Mudahnya,
sampel tidak mencerminkan populasi dengan tepat

Normality of Distributions

Atribut atau karakteristik populasi umumnya berdistribusi normal. Mudahnya, atribut seperti tinggi,
kebanyakan orang akan dikelompokkan tinggi rata-rata. Hanya sebagian kecil yang pendek
maupun jangkung. Bila sifat populasi tidak overrepresented atau underrepresented dalam sampel
maka akan diperoleh sampel yang representatif.

The Sampling Process

Langkah dalam mengambil sampel:

1. Membatasi populasi.
2. Menentukan kerangka sampel.
3. Menentukan desain sampel.
4. Menentukan ukuran sampel yang pas.
5. Melaksanakan proses pengambilan sampel.
Probability Sampling

Bila elemen populasi memiliki peluang yang diketahui untuk terpilih sebagai subjek dalam sampel,
maka kita memilih desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas. Pengambilan sampel
cara probabilitas dapat bersifat pengambilan sampel secara acak sederhana atau rumit.

Unrestricted or Simple Random Sampling

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 13: SAMPLING

Tiap elemen populasi memiliki peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.
Desain pengambilan sampel ini memiliki bias paling sedikit dan memberikan generalisasi paling
luas. Tetapi, proses pengambilan sampel ini dapat menjadi tidak praktis dan mahal.

Complex Probability Sampling

Prosedur pengambilan sampel dengan cara ini, memberikan alternatif yang layak dan terkadang
lebih efisien daripada desain tidak terbatas. Terdapat lima cara desain pengambilan sampel cara
probabilitas kompleks yang paling lazim yaitu pengambilan sampel sistematis, pengambilan
sampel acak strata, pengambilan sampel klaster, pengambilan sampel area, dan dua kali
pengambilan sampel.

Nonprobability Sampling

Dalam desain pengambilan sampel cara nonprobabilitas, probabilitas elemen dalam populasi
untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui. Hal tersebut berarti bahwa temuan dari studi
terhadap sampel tidak dapat secara meyakinkan digeneralisasikan pada populasi.

Convenience Sampling

Pengoleksian informasi dari anggota populasi yang bisa mudah untuk membuktikannya.

Purposive sampling

Terbatas pada jenis tertentu orang-orang yang dapat memberikan informasi yang diinginkan, baik
karena mereka adalah satu-satunya yang memilikinya, atau mereka mengkonfirmasi beberapa
kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Ada dua tipe dari model ini, yaitu judgment sampling dan
quota sampling.

Examples of When Certain Sampling Design Would be Appropriate

Simple Random Sampling: Temuan yang umum dalam suatu populasi.


Stratified Random Sampling: Perbedaan informasi yang dibutuhkan dalam berbagai strata
dalam populasi.
Systematic Sampling: Jika kerangka sampling besar, dan daftar unsur-unsur mudah
tersedia dalam satu tempat.
Cluster Sampling: Berbagai jenis grup dipelajari dalam satu waktu.
Area Sampling: Tujuan penelitian terbatas pada wilayah atau daerah tertentu.
Double Sampling: Menginginkan informasi lebih dengan tambahan biaya yang kecil.

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 13: SAMPLING

Convenience Sampling: Ingin mendapatkan informasi cepat untuk mendapatkan rasa


atas suatu fenomena atau variabel yang diminati.
Judgment Sampling: Ada masukan informasi khusus pada topik penting penelitian.
Quota Sampling: Pelibatan semua kelompok yang diteliti, kelompok-kelompok yang kecil
jumlahnya tidak diabaikan.
Sampling in Cross-Cultural Research

Dalam penelitian lintas-budaya, kita harus peka terhadap isu pemilihan sampel yang cocok di
negara yang berbeda. Sifat dan jenis organisasi diteliti, apakah subjek berasal dari daerah
pedesaan atau perkotaan, dan jenis desain pengambilan sampel yang digunakan, semua harus
serupa di negara-negara yang berbeda untuk memungkinkan perbandingan yang sebenarnya.

Issues of Precision and Confidence in Determining Sample Size

Precision

Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran kita dengan karakteristik populasi yang
sebenarnya. Biasanya kita akan menaksir parameter populasi berada dalam suatu kisaran,
berdasarkan taksiran sampel.

Confidence

Keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita akan benar-benar berlaku bagi
populasi.

Sample Data, Precision, and Confidence in Estimation

Ketelitian dan keyakinan adalah isu penting dalam pengambilan sampel karena ketika kita
menggunakan data sampel untuk menarik kesimpulan tentang populasi, kita berharap untuk
mengenai sasaran dan mengetahui tingkat kemungkinan kesalahan. Karena tingkat poin taksiran
tidak menyediakan ukuran kemungkinan kesalahan, kita melakukan penaksiran interval untuk
memastikan penaksiran yang relatif akurat terhadap parameter populasi.

Trade Off Between Confidence and Precision

Peneliti perlu mempertimbangkan sekurangnya empat aspek ketika membuat keputusan mengenai
ukuran sampel untuk penelitian: (1) Seberapa besar ketelitian yang dibutuhkan dalam menaksir
karakteristik populasi yang diteliti. (2) Berapa besar keyakinan yang benar-benar diperlukan. (3)
Sampai tingkat apa variabilitas karakteristik populasi diteliti? (4) Bagaimana analisis biaya manfaat
dari meningkatkan ukuran sampel?

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 13: SAMPLING

Sample Data and Hypothesis Testing

Data sampel bukan hanya digunakan untuk menaksirkan parameter populasi, tetapi juga menguji
hipotesis tentang nilai populasi. Prosedur untuk pengujian ini menggabungkan informasi yang
sama seperti dalam interval estimasi, akan tetapi tujuan di belakang dua metode ini agak berbeda.

Determining The Sample Size


Formula dalam menentukan ukuran sampel Sx =

Dalam penelitian, kerangka teoretis memiliki beberapa variabel penelitian, dan muncul pertanyaan
bagaimana kita menentukan ukuran sampel jika semua faktor dimasukkan. Krejcie dan Morgan
(1970) menyederhanakan ukuran sampel dengan menyusun sebuah tabel yang memastikan model
keputusan yang baik.

Importance of Sampling Design and Sample Size

Jika desain pengambilan sampel yang tepat tidak digunakan, ukuran sampel yang besar tidak akan
membiarkan temuan untuk digeneralisasikan pada populasi. Karena itu, keputusan pengambilan
sampel harus mempertimbangkan desain pengambilan sampel dan ukuran sampel.

Efficiency in Sampling

Efisiensi dalam pengambilan sampel tercapai ketika untuk tingkat ketelitian tertentu (standard
error), ukuran sampel dapat dikurangi, atau untuk ukuran sampel tertentu (n), tingkat ketelitian
dapat ditingkatkan. Pemilihan desain pengambilan sampel bergantung pada tujuan penelitian, luas,
dan sifat efisiensi yang diinginkan.

Sampling as Related to Qualitative Studies

Pengambilan sampel dalam studi kualitatif dimulai dengan membatasi target populasi. Untuk teknik
sampel, studi kualitatif biasanya menggunakan nonprobability sampling dimana tidak ada bantuan
statistik. Disini digunakan salah satu tipe purposive sampling yang disebut theoritical sampling.

Managerial Implications

Memperhatikan desain pengambilan sampel dan ukuran sampel membantu manajer memahami
bagaimana metode pengambilan sampel digunakan oleh peneliti, juga membantu memfasilitasi
manajer untuk mengetahui implikasi biaya dari perbedaan desain dan hal lainnya. Hal ini
membantu manajer memahami risiko yang diambil dalam penerapan perubahan yang didasarkan
penelitian.

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)