Anda di halaman 1dari 22

Statistika dan Probabilitas

Semester Gasal 2016/2017

Materi-2: Populasi dan Sampling

Departemen Teknik Sipil-Fakultas Teknik


Universitas Diponegoro
September, 2010-Januari 2011

1
Definisi Populasi dan Sampling
Populasi adalah:
Himpunan semua kejadian yang mungkin.
Kejadian yang diamati dapat berupa objek,
benda, peristiwa atau proses.(Mustafid, 2003)
Jumlah Pengamatan atau elemen-elemen yang
ada di dalamnya dalam jumlah terbatas atau tidak
terbatas (Hines and Montgomery, 1990)

2
POPULASI DAN SAMPLING
Populasi adalah
wilayah obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
atau
totalitas semua nilai yang mungkin ,hasil menghitung
ataupun pengukuran,kuantitatif maupun kualitatif
mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota
kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari
sifat-sifatnya
Macam atau tipe populasi :
Orang, benda benda alam , seluruh karakteristik/
sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek itu.
3
Sampling adalah
sebagian yang diambil dari suatu populasi yang akan
dipelajari sifat-sifatnya dari populasi yang akan diteliti.
Sampling pada suatu penelitian disebut sebagai Survey

Sensus : dilakukan apabila setiap anggota dikenai penelitian


Meskipun kita punya populasi terhingga sensus tidak selalu
dapat dilakukan ,misalnya mengingat hal-hal :
Tidak praktis
Tidak ekonomis
Kekurangan biaya
Waktu terlalu singkat
Ketelitian tidak memuaskan
Adanya percobaan yang sifatnya merusak dll.
Apa Tujuan dari sampling?........................................................
4
Data sebagai Bahan Baku
Riset ilmiah
Data digunakan untuk menyediakan
informasi bagi suatu penelitian,
pengukuran kinerja, dasar pembuatan
keputusan dan menjawab rasa ingin tahu.
Data bentuk jamak dari datum
Karakter yang akan diobservasi dari suatu
unit amatan disebut variabel (diskrit atau
kontinyu,dependen atau independen,
moderat, interverning dan variabel kontrol)

5
Metode Pengumpulan Data
Data Primer: survai (wawancara, angket,
telepooling) dan eksperimen
Data Sekunder: mass media, BPS,
Lembaga pemerintah/ swasta, Lembaga
penelitian, Penelitian individu, Penelitian
kepustakaan

6
Jenis Data dan Skala Pengukuran
Jenis Data
Kualitatif-Kuantitatif
Internal-Eksternal
Time Series, Cross Section
Skala Pengukuran
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio/ Nisbah

7
Pemilihan Sample
Sampling Penelitian dapat diambil dengan
metode random (acak/ probability) dan
metode tidak acak (non random/ non
probability)
Non probability cenderung subjektif dalam
pengambilannya.
Sample penelitian yang benar adalah yang
representative bagi populasi yang akan
diamati.
8
Pemilihan Sampling
Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sample untuk
menentukan sample yang akan digunakan dalam penelitian.

TEKNIK
SAMPLING

Probabilility Non Probability


Sampling Sampling

1.Simple Random Sampling 1.Sampling Sistimatis


2.Propotionate Stratified random Sampling 2.Sampling Kuota
3.Dispropotionate Stratified R.Sampling 3.Sampling Aksidental
4.Area ( cluster ) Sampling 4.Purposive Sampling
(Sampl.menurut daerah ) 5.Sampling Jenuh
6.Snowball Sampling

Diagram : 1.1 Pemilihan Sampling

9
Probability Sampling

Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan pe luang


yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi
anggota sample,adapun teknik pengambilan sample dengan cara probability
sampling sebagai berikut :

a) Simple Random Sampling


Dikatakan Simple ( sederhana ),karena pengambilan sample anggota
populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang
ada.Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap
homogen.

Populasi diambil secara random Sampel yang


Homogen Representatif

Gambar : 1.2. Populasi secara Random

b) Proportionate Stratified Random Sampling


Teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai anggota / unsur
yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

Contoh :

Populasi yang berstrata : suatu organisasi yang mempunyai


pegawai dari latar belakang pendidikan ,maka popula si pegawai itu
berstrata. Misal ,pegawai yang lulus S1=45 ,S2 =30 ,SMK = 800 ,SMP =400
dan SD = 300.

10
c) Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sample ,bila
populasi berstrata tapi kurang proporsional.

Contoh :
Pegawai dari PT tertentu mempunyai : 3 orang lulusan S3, 4 orang
lulusan S2,90 orang lulusan S1, 800 orang lulusan SMU,700 orang
lulusan SMP.

Maka 3 orang S3 diambil semuanya


4 orang S2 sebagai sample.

Karena 2 kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan


kelompok S1,SMU & SMP .

d) Cluster Sampling ( Area Sampling )

Teknik Sampling ini digunakan untuk menentukan data bila obyek


yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.
11
Contoh :
Penduduk dari suatu negara,propinsi atau kabupaten untuk
menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data,
maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang
telah ditetapkan.
Misal di Indonesia terdapat 27 Propinsi dan sampelnya akan
meng-gunakan 10 propinsi maka pengambilan 10 propinsi itu
dilakukan secara random,Tetapi perlu diingat , karena propinsi
propinsi di Indonesia itu berstrata maka pengambilan sampelnya
perlu menggunakan stratified random sampling.
Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua
tahap,yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah,dan tahap
berikutnya menentukan orang orang yang ada pada daerah itu
secara sampling juga. Teknik ini dapat digambarkan sebagai berikut

Populasi daerah
Tahap I Tahap II
A B
diambil secara A C diambil secara
E D F random D F random

I H
C H G

Gambar 1.4. Teknik Cluster Random Sampling


12
Non Probability Sampling
Nonprobability sampling adalah Teknik yang tidak member peluang /
kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih
menjadi sample.

a). Sampling Sistematis


Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan
urutan dari anggota populasi yang diberi nomor urut.
Populasi yang telah diberi nomor urut dan anggota populasi terdiri dari
100 orang,kemudian dari semua anggota itu diberi nomor urut,yaitu
nomor 1 sampai dengan nomor 100 .Pengambilan sample dapat
dilakukan dengan nomor ganjil saja,genap saja atau kelipatan dari
bilangan tertentu,missal kelipatan dari bilangan lima.

b). Sampling Kuota


Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari
populasi yang mempunyai cirri cirri tertentu sampai jumlah ( kuota )
yang diinginkan .
Contoh :
Akan melakukan penelitian terhadap pegawai golongan II,dan penelitian
dilakukan berkelompok.Setelah jumlah sampel dit entukan 100 ,dan
anggota peneliti berjumlah 5 orang ,maka setiap anggota peneliti dapat
memilih sampel secara bebas sesuai dengan karakteristik yang
ditentukan (gol II ) sebanyak 20 orang.

13
a) Sampling Aksidental
Adalah teknik pengambilan sampling secara kebetulan,yaitu siapa
saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan
sebagai sampel, apabila dipandang orang yang kebetulan ditemui
itu cocok sebagai sumber data.

b) Sampling Purposive
Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu.Misalkan akan melakukan penelitian tentang
disiplin pegawai,maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam
bidang kepegawaian saja.

c) Sampling jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota
populasi digunakan sebagai sampel .Hal ini sering dilakukan bila
jumlah populasi relatif kecil,kurang dari 30 orang.Istilah lain sampel
jenuh adalah sensus,dimana semua anggota populasi dijadikan
sampel.

14
a) Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampling yang mula -
mula jumlahnya kecil,kemudian sampel ini memilih temannya lagi
untuk dijadikan sampel dan seterusnya,sehinga jumlah sampel
semakin banyakSeperti Pohon yang bercabang kemudian cabangnya
bercabang lagi ,makin lama makin besar.Tek nik sampel ditunjukkan
pada gambar I,5.

A Sampel pertama

Pilihan A

B C
Pilihan B Pilihan C

D E F G H I
Pilihan E Pilihan H

J K L M N O

Gambar 1.5 Snowball Sampling

15
Rancangan Sampling
sampling perlu direncanakan dengan baik apabila suatu penelitian
telah disepakati.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan ini ant ara lain :
o Rumuskan persoalan yang ingin diketahui.
o Tentukan dengan jelas batas populasi mengenai persoalan yang
ingin diketahui .Sering kesimpulan tidak benar karena telah dibuat
berdasarkan sampel yang diambil dari populasi yang salah.
o Definisikan dengan jelas dan tepat segala unit dan istilah yang
diperlukan.
o Tentukan unit sampling yang diperlukan.Unit sampling adalah satuan
terkecil yang menjadi anggota populasi.Untuk meneliti karakteristik
jumlah perjalanan yang dibangkitkanan oleh suatu pemukiman
tertentu misalnya, maka unit samplingnya jumlah Kepala Keluarga
atau pendapatan tiap KK dan jumlah anggota keluarga yang bekerja
pada pemukiman tersebut ?
o Tentukan dan rumuskan cara cara pengukuran dan penilaian yang
akan dilakukan .Misal untuk menguku r nilai waktu seseorang
berdasarkan tingkat pendidikan atau pendapatan seseorang,ukuran
apa yang dipakai dan berapa nilai untuk tiap kategori ? Samakah
nilainya untuk seseorang yang berpendidikan tinggi (S1 ,S2 ) dengan
penghasilan antara 1 juta sampai de ngan 2 juta dengan hanya
lulusan SMU tetapi penghasilannya hanya 600 ribu perbulan ?

o Kumpulkan jika ada ,segala keterangan tentang hal yang ingin diteliti
yang pernah dilakukan masa lampau.Misalnya mengenai
presentase,rata-rata dan ukuran ukuran lainnya.

o Tentukan ukuran sampel,yakni beberapa unit sampling yang harus


diambil dari populasi. Jangan sampai sampel berukuran terlalu kecil
,sehingga kesimpulan tidak memuaskan dan pula terlalu besar yang

16
Kekeliruan Sampling dan Kekeliruan Non Sampling
Dalam penelitian ada dua macam kekeliruan yang pokok yang bisa
terjadi,ialah kekeliruan sampling dan kekeliruan non sampling.
Kekeliruan Non Sampling .Kekeliruan ini bisa terjadi dalam setiap
penelitian,apakah itu berdasarkan sampling ataukah berdasarkan
sensus.Beberapa penyebab terjadinya kekeliruan non sampling adalah :
a. Populasi tidak didefinisikan sebagaimana mestinya
b. Populasi yang menyimpang dari populasi yang seharusnya
dipelajari.
c. Kuessioner tidak dirumuskan sebagaimana mestinya.
d. Istilah istilah telah didefinisikan secara tidak tepat atau telah
digunakan tidak secara konsisten,
e. Para responden tidak memberikan jawab yang akurat,menolak
untuk menjawab atau tidak ada di tempat ketika petugas dating
untuk melakukan wawancara.

Selain itu,kekeliruan nonsampling bisa terjadi pada waktu mencatat


data,melakukan tabulasi dan melakukan perhitungan
perhitungan.Kekeliruan ini dapat menimbulkan kesulitan kesulitan
pada penelitian.Karenanya,cukup jelas bahwa hal demikian perlu
untuk

17
Perjanjian Tanda Parameter Statistik

18
Teori Sampling Kecil
SAMPEL KECIL
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita sering menggunakan
fakta untuk sampel dengan ukuran N > 30 disebut sebagai
sampel besar. Kecenderungan distribusi sampling tersebut
adalah mendekati normal dan akan semakin baik
aproksimasinya dengan bertambahnya jumlah sampel.
Sedangkan untuk sampel dengan ukuran N < 30 disebut
sebagai sampel kecil, aproksimasinya menjadi kurang baik dan
akan bertambah buruk seiring dengan berkurangnya ukuran N.
Jadi diperlukan modifikasi yang sesuai.
Teori yang membahas tentang sampling kecil disebut Teori
Sampling Kecil atau Teori Sampling Acak, mengingat hasil
yang diperoleh juga berlaku untuk sampel dengan ukuran
besar sebagaimana halnya untuk sampel berukuran kecil.

19
20
21
Latihan Soal: Data
Pembuktian Distribusi Normal
data kecil ke data besar 1.20 2.00 1.46 1.39 1.77

1.50 2.09 1.54 1.42 1.61

1.54 1.89 1.42 2.08 1.25

2.70 1.80 1.57 1.85 1.15

1.95 1.25 1.40 1.82 1.37

2.40 1.58 1.51 2.07 1.79

3.44 2.25 1.08 2.32 1.68

2.83 2.50 1.27 1.23 1.78

1.76 2.05 1.18 2.91 1.84


Sumber: Wei, William. W. S.. 1990. Time Series Analysis.Addison-Wesley
Publishing Company.Dalam Iriawan dan Astuti (2006)
22