Anda di halaman 1dari 4

2.

8 Perkembangan di dalam Pasar Audit


Perkembangan tanggung jawab auditor, yang perubahannya di dalam pemasaran audit,
merupakan hal yang masih diperdebatkan masyarakat, yang sering disebut kesenjangan ekspetasi audit.
Hasil dari kesenjangan ini dari fakta bahwa pengguna jasa audit memiliki ekspetasi lebih dari kewajiban
auditor sekarang-sekarang ini.

Kewajiban Auditor dan Ekspetasi dari pengguna jasa auditor


Pengguna jasa audit (auditee) dan pihak ketiga mempunyai standar ekspetasi sendiri mengenai tugas
auditor. Ekspetasi auditee mengenai tugas auditor yaitu memberi opini tentang:

Opini tentang kewajaran laporan keuangan

Opini tentang kemampuan perusahaan apakah bisa melanjutkan kelangsungan usahanya

Opini dalam sistem pengendalian internal perusahaan

Opini tentang terjadinya kecurangan

Opini tentang terjadinya hukum ilegal

Opini tentang kewajaran laporan keuangan (SA 700)


Opini tentang kewajaran laporan keuangan merupakan tugas utama dari auditor. Studi tentang
kesenjangan ekspetasi mengilustrasikan bahwa ekspetasi masyarakat tinggi, mereka berpikir laporan
keuangan dengan opini tanpa modifikasi adalah laporan keuangan tanpa error. Perusahaan seperti Enron,
Parmalant, dan WorldCom yang terbukti menyajikan laporan keuangan tidak jujur mempunyai laporan
keuangan yang tidak mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Keterbatasan permanen auditing,
tertuang dalam hal yang material dan resiko audit.

Standar Audit 700

SA 700 berjudul Perumusan suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan. Dalam SA 700 ini,
Tujuan auditor adalah:

Untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang ketepatan penggunaan asumsi
kelangsungan usaha oleh manajemen dalam penyusunan laporan keuangan;

Untuk menyimpulkan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat ketidakpastian
material terkait dengan peristiwa yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya;

Untuk menentukan dampak terhadap laporan auditor.


Opini tentang kemampuan perusahaan apakah bisa melanjutkan
kelangsungan usahanya (SA 570)
Dalam SA 570 dan kebanyakan regulasi nasional, auditor harus menentukan apakah entitas yang di
audit dapat terus bertahan. Meskipun adanya peringatan kesulitan keuangan, pengungkapan akan adanya
kemungkinan kebangkrutan mungkin menjadi ramalan yang membangun perusahaan itu untuk bersama-
sama membangun kembali menyelamatkan perusahaan.

Standar Audit 570

SA 570 berjudul Kelangsungan Usaha. Dalam SA 570, Tujuan auditor adalah:

Untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang ketepatan penggunaan asumsi
kelangsungan usaha oleh manajemen dalam penyusunan laporan keuangan;

Untuk menyimpulkan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat ketidakpastian
material terkait dengan peristiwa yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya;

Untuk menentukan dampak terhadap laporan auditor.

Opini dalam sistem pengendalian internal perusahaan (SA 315)


Masalah menguji dan melaporkan kualitas dari laporan keuangan sudah menjadi masalah yang
utama dalam auditing. Survei Kesenjangan ekspetasi menunjukan ekspetasi tinggi terhadap peran auditor
untuk menguji beroperasinya sistem kepuasan atas pengendalian internal, yang dapat terlihat dari
lingkungan audit saat itu. Topik ini juga dimuat dalam SA 315, ISAE 3000, dan Sarbanes-Oxley 2002,
Standar Audit no. 5 oleh PCAOB (Public Company Accounting Oversight Board)Contoh Barring Bank
yang bangkrut karena masalah pembagian tugas, yang tidak hanya membuat investasi tapi bisa mengatur
dan melakukan akuntansi atas investasinya.

Standar Audit 315

Dalam SA 315 berjudul Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material
Melalui Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya. Dalam SA 315,tujuan auditor adalah untuk
mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material, apakah karena kecurangan atau
kesalahan, pada tingkat laporan keuangan dan asersi, melalui pemahaman atas entitas dan lingkungannya,
termasuk pengendalian internal entitas, oleh karena itu menyediakan suatu dasar untuk merancang dan
mengimplementasikan respons terhadap risiko yang ditetapkan atas kesalahan penyajian material tersebut.

Laporan tentang seberapa efektif sistem pengendalian perusahaan


Ada pro dan kontra tentang pelaporan ini. Pro mengatakan bahwa pengguna laporan keuangan
mempunyai hak untuk mengetahui kondisi pengendalian atas sistem akuntansi dan tanggapan manajemen
terhadap saran auditor untuk mengoreksi kelemahan. Kontra nya yaitu biaya, penambahan jumlah auditor
dan bukan merupakan informasi yang relevan. Dalam Hukum Sarbanes-Oxley Pasal 404 sebuah laporan
pengendalian internal harus berisikan:

tanggungjawab manajemen terhadap mengembangkan dan memelihara prosededur


pengendalian internal yang baik dan prosedur atas laporan keuangan

Terdapat penilaian, pada berakhirnya tahun fiskal, terhadap efektivitas struktur


pengendalian internal dan prosedur untuk laporan keuangan

Terdapat asersi kepada penilaian manajemen oleh auditor eksternal

Terdapat asersi oleh seorang auditor independen terhadap perbedaan antara akuan yang
dibutuhkan manajemen dan bukti audit di pengendalian internal.

Opini tentang Terjadinya Kecurangan


Kesenjangan ekspetasi audit sering berkaitan dengan masalah kecurangan .Pemerintah dan
komunitas keuangan mengharapkan auditor untuk mencari kecurangan yang ada dan melaporkannya, dan
berkontribusi besar terhadap perkembangan evolusi audit.Merupakan salah satu objek audit sejak 100
tahun lalu yaitu mendeteksi adanya kecurangan, error dalam teknis, dan kesalahan dalam aturan.

Kecurangan bukan kewajiban yang harus diambil

Perlahan, kewajiban auditor mulai berubah, dengan kecurangan yang bukan menjadi prioritas. Apa yang
menjadi alasan menjauh dari masalah kecurangan ini? Asalan yang paling penting adalah:

Penerimaan bahwa audit laporan keuangan oleh pihak ketiga mempunyai seninya
tersendiri dan membenarkan keberadaan auditor serta

Penerimaan bahwa investigasi yang bertujuan mencari kecurangan memerlukan kerja


keras dan waktu, mahal, tidak praktis, mempertimbangkan ukuran dan kompleksitas
perusahaan, dan juga permbangan perusahaan dan pengendalian internal.

Kecurangan kembali menjadi topik yang hangat (SA 240)

Tetapi, dengan penolakan terhadap kewajiban mencari kecurangan, menjadi diskusi yang
diperbaharui tahun 1970,1980,1990. Dalam tekanan masyarakat atas penolakan alasan auditor tidak
mencari kecurangan, membuat profesi untuk memutuskan kembali kewajiban mereka dalam mencari
kecurangan seperti Komisi Cohen, Komisi Treadway di AS dan Davison dan Komisi Benton di Inggris.
Sehingga munculah SA 240 mengenai tugas auditor mengenai kecurangan.

Standar Audit 240

SA 240 berjudul Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan
Keuangan . Dalam SA 240, Tujuan auditor adalah untuk:
Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan
keuangan yang diakibatkan oleh kecurangan;

Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait dengan penilaian risiko kesalahan
penyajian material yang diakibatkan oleh kecurangan, melalui perancangan dan
implementasi respons yang tepat; dan

Memberikan respons terhadap kecurangan atau dugaan kecurangan yang diidentifikasi


selama audit.

Kecurangan dalam perencanaan, evaluasi, dan pelaporan


Menjelaskan tentang kecurangan dan aksi illegal dari prespektif sejarah dan permintaan terhadap
audit SA 210 dan SA 800 berisi syarat dan arahan untuk standar laporan keuangan, SA 200 menjelaskan
bahwa sangat penting untuk fokus mengaudit di tempat yang mengandung resiko kesalahan material
lebih banyak, dari eror maupun kecurangan. SA 240, standar kecurangan, menjelaskan prosedur audit
untuk menilai adanya kecurangan, Auditor merencanakan dan melakukan audit dengan sikap sketis yang
profesional, mengenali kondisi atau kejadian yang ditemukan bisa menjadi indikasi kecurangan dan
kesalahan yang ada sesuai dengan SA.

Opini terhadap terjadinya Hukum Ilegal


SA 250 dan kebanyakan regulasi nasional menyatakan bahwa auditor tidak bertanggung jawab
untuk mencegah dan tidak dapat diharapkan untuk mendeteksi ketidakpatuhan terhadap semua peraturan
perundang-undangan. Walaupun tidak boleh dilaporkan, auditor boleh memberi tahu komite audit dan
jajaran direktur, serta tidak boleh memberi tahukan pihak ketiga.

Kebanyakan studi kesenjangan ekspetasi menunjukan bahwa responden menginginkan auditor


untuk mendeteksi dan melaporkan aksi ilegal yang mempunyai efek yang signifikan dalam laporan
keuangan, namun jawabannya masih dipertanyakan.