Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN ORAL MEDICINE

(Untuk Kasus yang Memerlukan Perawatan)


Kandidiasis Pseudomembran Acute (THRUSH)

A. Identitas Pasien

B. ANAMNESA
a. Keluhan Utama dan Keluhan Tambahan
Pasien mengeluhk terdapat lapisan berwarna putih pada lidahnya sejak 1
bulan lalu dan tidak ada rasa sakit. Pasien merasa tidak nyaman dengan
keadaan lidahnya tersebut dan ingin disembuhkan. Keluhan tambahan pasien
adalah ingin mencabut sisa akar pada RA dan RB.

b. Riwayat Perawatan Gigi


Pencabutan gig depan dan belakang RB tahun 2005
Pencabutan gigi depan dan belakang RA tahun 2006
c. Kebiasaan Buruk
Tidak ada
d. Riwayat Sosial
Pasien adalah ibu rumah tangga, terkadang bekerja sebagai tukang urut,
suaminya bekerja sebagai tukang ojek. Ibu tersebut tinggal di rumah pribadi
bersama suami dan 3 anaknya.
e. Riwayat Penyakit Sistemik
Pasien sakit maag sejak tahun 2009

C. PEMERIKSAAN EKSTRAORAL
Wajah : Simetris
Bibir : Sehat
Kelenjar Getah Bening : Kanan dan kiri = tidak teraba dan tidak sakit

D. PEMERIKSAAN INTRAORAL
Debri : Ada, regio a, c, d
Plak : Ada, regio a, c, d
Kalkulus : Ada, regio a, c, d
Pendarahan papila
interdental : Ada, regio a, c, d
Gingiva : Bengkak dan kemerahan di regio a, c, d
Mukosa : Sehat
Palatum : Sehat
Lidah : Ada lesi berwarna putih dengan tepi kemerahan pada
punggung lidahnya, menyebar tidak merata, ukuran
bervariasi.

Dasar mulut : Sehat


Hubungan rahang : ortognati
Kelainan gigi geligi : Tidak ada

Pemeriksaan Gigi Geligi


Hilang : 16, 26,28, 36, 32, 31, 41, 42, 43, 46, 47,48
Sisa radix : 15, 14, 22, 23, 24, 25, 35, 34, 44
Pulpitis reversible (lesi D5) : 11 (mesial), 21 (mesial)
Pulpitis reversible (lesi D4) : 17 dan 45 (oklusal), 13 (palatal), 12 (distal)
Pulpitis reversible (lesi D3) : 18, 27, 37, 38 (oklusal)

E. DIAGNOSA SEMENTARA
Diagnosa sementara : Kandidiasis Pseudomembran Akut
Diagnosa banding :
1. Kandidiasis Pseudomembran Akut
2. Flek sisa makanan
3. Kandidiasis Hiperplastik Kronik

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diperlukan dan dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan
histopatologi. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tampak sel-sel epitel
supertimal, spora, hypae dan nekrosis. Tanda ganas tidak dijumpai pada sediaan
ini.

G. TINJAUAN PUSTAKA
Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang paling
mempengaruhi mukosa mulut.1 Kandidiasis merupakan infeksi jamur paling
sering yang disebabkan oleh Candida albicans, jamur tesebut adalah bagian dari
flora normal yaitu 20-50 % ditubuh orang yang sehat.2 C. albicans dapat melekat
pada mukosa labial, mukosa bukal, dorsum lidah, dan daerah palatum.3C.
albicans merupakan patogen lemah oleh karena itu untuk menimbulkan penyakit
maka diperlukan faktor predisposisi baik itu lokal maupun sitemik.4 Faktor
predisposisi tersebut adalah1,4

Faktor Predisposiis Lokal Faktor Predisposisi Sistemik

Penggunaan protesa Penyakit imunodefisiensi


Merokok Gangguan status kesehatan
Hiperkeratosis Kemoterapi
Kualitas dan kuantitas saliva Kelainan endokrin
Ketidakseimbangan mikroflora oral Malignansi dan perawatannya
Kebersihan mulut yang buruk Radioterapi
Terapi kortikosteroid antibiotik
Kandidiasis diklasifikasikan berdasarkan onset dan durasi (akut, kronik),
gambaran klinis berupa warna (eritematosa/atropik), lokasi (median rhomboid
glossitis, denture stomatitis, dan angular cheilitis), dan dihubungkan dengan
penyakit immunocompromise.3 Klasifikasi penyakit dapat dilihat dalam tabel
berikut :1

Acute
Pseudomembranous
Atrophic (erythematous)
Antibiotic stomatitis

Chronic
Atrophic
Denture sore mouth
Angular cheilitis
Median rhomboid glossitis
Hypertrophic/hyperplastic
Candida leukoplakia
Papillary hyperplasia of the palate (see denture sore mouth)
Median rhomboid glossitis (nodular)
Multifocal

Mucocutaneous
Syndrome associated
Familial +/ endocrine candidiasis syndrome
Myositis (thymoma associated)
Localized
Generalized (diffuse)

Immunocompromise (HIV) associated


Gambaran klinis dari beberapa klasifikasi kandidiasis tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Acute Pseudomembranous Candidiasis (Thrush)
Kandidiasis pseudomembran akut biasanya disebut juga sebagai thrush.5
Gambaran klinisnya terlihat sebagai plak mukosa yang putih atau kuning, seperti
cottage cheese yang dapat dihilangkan dan meninggalkan permukaan yang
berwarna merah.5,6 Lokasinya pada mukosa labial, mukosa bukal, palatum keras,
palatum lunak, lidah, jaringan periodontal, dan orofaring.6 Thrush yang terjadi
pada penderita dewasa biasanya disebabkan oleh adanya kelainan yang
mendasarinya seperti kelainan darah, infeksi HIV, terapi antibiotik dan steroid.7
2. Acute Athropic Candidiasis
Acute Athropic Candidiasis disebut juga antibiotic sore mouth, biasanya
terletak pada mukosa bukal, palatum, dan bagian dorsal lidah dengan permukaan
tampak sebagai bercak kemerahan.4 Pasien yang menderita kandidiasis ini
mengeluh adanya rasa sakit seperti terbakar.4
3. Denture Stomatitis
Denture stomatitis biasanya terletak di mukosa palatal karena penggunaan
protesa yang tidak beradaptasi dengan baik.1 Tipe I yaitu eritematosa kecil
karena trauma oleh gigi tiruan, tipe II mempengaruhi bagian yang lebih besar
yaitu gigi tiruan yang menutupi mukosa dan tipe III yaitu mukosa granular di
bagian tengah palatum.1
4. Angular Cheilitis
Infeksi campuran bakteri dan jamur Candida yang umumnya dijumpai
pada sudut mulut baik unilateral maupun bilateral.5 Sudut mulut yang terinfeksi
tampak merah dan sakit.,5 Angular cheilitis juga dapat disebabkan oleh defisiensi
vitamin C dan B kompleks, dan OH buruk. 4
5. Median Rhomboid Glossitis
Median Rhomboid Glossitis merupakan bentuk lain dari atrofik
kandidiasis yang tampak sebagai lesi eritematosa pada bagian tengah permukaan
dorsal lidah.1
Diagnosa kandidiasis oral dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa,
pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan histologis
dan mikroskopis dalam sediaan apus yang telah diwarnai atau kultur yang
disiapkan dari lesi klinis yang khas.8 Penatalaksanaan kandidiasis oral yaitu
secara topikal merupakan terapi yang pertama kali dilakukan, terutama pada
kandidiasis pseudomembranosa dan eritematosa.8 Obat antifungal yang sekarang
banyak digunakan adalah nystatin.8

H. DIAGNOSA
Kandidiasis Pseudomembran Akut

I. RENCANA PERAWATAN

FASE I (Etiotropik)

1. Kontrol plak (Edukasi, Motivasi, Instruksi)

2. Scalling dan root planning

3. Obat anti jamur (nystatin tetes 100.000 IU, 4x1-6ml selama 7 hari)

4. Pemeriksaan histopatologi

5. Ektraksi sisa radix : 15, 14, 22, 23, 24, 25, 35, 34, 44

6. Restorasi GIC pada gigi : 18, 17,13, 12, 27, 37, 38, 45.
Restorasi komposit gigi : 11, 21

FASE II (Bedah)
Tidak dilakukan perawatan
FASE III (Restorasi)

Pemasangan GTSL pada RA/RB

FASE IV (Maintenance)

7. Kontrol Plak (Edukasi, Motivasi, Instruksi)

1. Kontrol kandidiasis

J. PEMBAHASAN
Diagnosa pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan
klinis, dan pemeriksaan penunjang. Berdasarkan anamnesa didapatlah informasi
bahwa pasien mengeluh terdapat lapisan berwarna putih pada lidahnya sejak 1
bulan lalu dan tidak ada rasa sakit. Gambaran klinis pada pasien, terdapat lesi
berwarna putih dengan tepi kemerahan di dorsum lidah, menyebar tidak merata
dengan ukuran bervariasi serta hasil pemeriksaan histopatologi setelah
discrapping ulang pada permukaan dorsum lidah sediaan latar belakang kotor
tampak sel-sel epitel supertimal, spora, hypae dan nekrosis. Hal tersebut
menunjukkan kandidiasis pseudomembran akut.
Menurut teori, gambaran klinisnya terlihat sebagai plak mukosa yang
putih atau kuning, seperti cottage cheese yang dapat dihilangkan dan
meninggalkan permukaan yang berwarna merah.5,6 Lokasinya pada mukosa
labial, mukosa bukal, palatum keras, palatum lunak, lidah, jaringan periodontal,
dan orofaring.6
Pada pasien ini, etiologi kandidiasis karena kebersihan mulut yang buruk.
Perawatan yang dilakukan pada pasien ini adalah kontrol plak (Edukasi,
Motivasi, Instruksi), dan pemberian obat antifungal nystatin tetes 100.000 IU,
4x1-6ml selama 7 hari. Pemilihan Nystatin karena umumnya kandidiasis oral
merupakan infeksi lokal, maka pengobatan secara topikal merupakan terapi yang
pertama kali dilakukan, terutama pada kandidiasis pseudomembranous. Pasien
melakukan 3 kali kunjungan untuk kontrol, pada kunjungan 1 plak putih
berkurang, kunjungan ke-2 sudah membaik, dan kunjungan ke-3 sudah tidak ada
keluhan.

Sebelum perawatan Kontrol 1

Kontrol 2 Kontrol 3

K. KESIMPULAN
Kandidiasis pseudomembran akut dapat didiagnosa berdasarkan
anamnesa, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang. Gambaran klinisnya
terlihat sebagai plak mukosa yang putih atau kuning, seperti cottage cheese
yang dapat dihilangkan dan meninggalkan permukaan yang berwarna merah
Pada pasien ini, etiologi kandidiasis karena kebersihan mulut yang buruk.
Perawatan yang dilakukan pada pasien ini adalah kontrol plak (Edukasi,
Motivasi, Instruksi), dan pemberian obat antifungal nystatin tetes 100.000 IU,
4x1-6 ml selama 7 hari.

L. DAFTAR PUSTAKA
1. Greenberg dkk. 2008. Burkets Oral Medicine.11thed. India : BC. Decker Inc.
p.79-84
2. Laskaris, George. 2000. Color Atlas of Oral Diseases in Children and
Adolescents. USA : Thieme. p. 200-6
3. Nasution, M. 2008. Kandidiasis Rongga Mulut. Majalah Kedokteran
Nusantara 41(3): 200-6.
4. Regezi, JA dkk.2003. Oral Pathology Clinical Patologic Correlations.4thed.
USA : Elsevier.p.100-4
5. Cawson, RA. 2002. Cawsons Essentials of Oral Pathology and Oral
Medicine. 7th ed. London: Churchill Livingstone. p. 190.
6. Bruch, JM dan Treister, NS. 2010. Clinical Oral Medicine and Pathology.
Ney York : Humana Press. p. 92-3
7. Lewis, M dan Lamey P.J. 1998. Tinjauan Klinis Penyakit Mulut. Jakarta :
Widya Medika. Hal.40-2
8. Andryani, S. 2010. Kandidiasis Oral pada Pasien Tuberkulosis Paru Akibat
Pemakaian Obat Antibiotik dan Steroid. Medan: USU. Hal. 5-14