Anda di halaman 1dari 8

PELAYANAN KESEHATAN JIWA TKI

(Jiwa Masyarakat)
Makalah Ini Disusun Untuk Melengkapi Tugas di AKADEMIK KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO Tahun Ajaran 2017/2018

Disusun oleh:
Kelompok 3 (III B)
1. Amanda Debby N. (2015010)
2. Aurina Nur H. (201501053)
3. Duana Wahyu F. (201501059)
4. Eka Widiawati (201501060)
5. Fitri Febriani (201501066)
6. Frilinda Pravitasari (201501068)
7. Hendrik Setiono (201501069)
8. Mareta Diahayu A. (201501078)
9. Rendani Hesty P. (2015010)
10. Taufik Mustakim (2015010)

AKADEMIK KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO
Jl. Ciptomangunkusumo No.82A Ponorogo, Telp: (0352) 461792, Fax: (0352) 462819
Email:office@akperpemkabponorogo.ac.id, Website: akperpemkabponorogo.ac.id
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
Rahmat, Taufik serta Hidayah-Nya kami selaku penulis dapat menyelesaikan makalah
yang bertema Pelayanan Kesehatan Jiwa TKI. Makalah ini diajukan guna memenuhi
tugas mata kuliah Jiwa Masyarakat.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,
sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan demi
semakin baiknya sajian makalah ini.

Semoga makalah ini memberi informasi dan bermanfaat untuk pengembangan


wawasan dan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Ponorogo, 10 Juli 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

COVER

LAMPIRAN FOTO

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i

DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang.................................................................................................. 1

Tujuan Penulisan .............................................................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PENUTUP

Kesimpulan ....................................................................................................... 10

Saran ................................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia masih menyelesaikan masalah di hilir dan
bersifat pasif. Fokus pelayanan pun masih di institusi atau rumah sakit jiwa. Menurut data
hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi orang dengan gangguan jiwa berat adalah 1,7 ( >
400 ribu jiwa). Sedangkan orang dengan gangguan mental emosional (gejala depresi dan
anxietas) pada penduduk umur 15 tahun sebesar 6,0% (>14 juta jiwa). Dan orang dengan
gangguan jiwa (ODGJ) yang pernah dipasung proporsinya sebesar 14,3% atau sekitar 57
ribu kasus. Angka pemasungan di perkotaan 10,7 %, dan angka pemasungan di pedesaan
jumlahnya cukup tinggi yaitu 18,2 %.
1.2. Tujuan

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi

Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara
fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri,
dapat mengatasi tekanan, dan dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan
kontribusi untuk komunitasnya (UU No 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa).

Pengertian TKI menurut Pasal 1 bagian (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004
tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, TKI adalah
setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam
hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.

Pelayanan keperawatan jiwa adalah pelayanan keperawatan profesional didasarkan pada


ilmu perilaku, ilmu keperawatan jiwa pada manusia sepanjang siklus kehidupan dengan
respons psiko-sosial yang maladaptif yang disebabkan oleh gangguan bio-psiko-sosial,
dengan menggunakan diri sendiri dan terapi keperawatan jiwa ( komunikasi terapeutik dan
terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa ) melalui pendekatan proses keperawatan untuk
meningkatkan, mencegah, mempertahankan dan memulihkan masalah kesehatan jiwa klien
(individu, keluarga, kelompok komunitas ).

Dapat disimpulkan pelayanan keperawatan jiwa TKI adalah pelayanan keperawatan


professional pada setiap warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dalam hubungan
kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah yang didasarkan pada ilmu
perilaku, ilmu keperawatan jiwa pada manusia sepanjang siklus kehidupan dengan respons
psiko-sosial yang maladaptive.

2.2. Alasan Pelayanan Kesehatan Jiwa TKI


Untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan jiwa pada calon TKI yang akan
berangkat keluar negri maupun TKI yang berada diluar negri dan menangani masalah

2
kejiwaan yang terjadi pada TKI yang mengalami kekerasan atau tindakan asusila oleh
majikan atau atasannya.

2.3. Jenis Pelayanan Kesehatan Jiwa TKI


Jenis pelayanan kesehatan jiwa meliputi pelayanan non-medik dan pelayanan medik.
Termasuk pelayanan non-medik adalah:
a. Penyuluhan
b. Pelatihan
c. Deteksi dini
d. Konseling
e. Terapi okupasi

Sedangkan yang termasuk pelayanan medik adalah:


a. Penyuluhan
b. Penilaian psikiatrik
c. Deteksi dini
d. Pengobatan dan tindakan medik-psikiatrik
e. Konseling
f. Psikoterapi
g. Rawat inap

3
BAB III

PENUTUP

4
DAFTAR PUSTAKA