Anda di halaman 1dari 9

3.

Pengendapan Protein - Larutan protein susu = Uji protein dalam susu Protein mengalami Larutan protein
berwarna putih perubahan kimia dengan susu dan telur
a. Pengendapan protein dengan ammonium
- Larutan protein telur = - Larutan protein susu + ammonium sulfat dapat mengendap
sulfat larutan tidak berwarna (NH4)2SO4 = putih
dengan (NH4)2SO4
- (NH4)2SO4 = larutan - + dikocok = larutan
tidak berwarna berwarna putih dan larut kembali
3-4 mL larutan protein
- Aquades = tidak - Larutan protein keruh + 3 (bersifat
Dimasukkan kedalam tabung reaksi berwarna ml aquades = tidak reversibel )
Ditambahkan 3-4 mL larutan jenuh berwarna
ammonium sulfat - + dikocok = endapan larut,
Tabung dikocok perlahan larutan tidak berwarna
Larutan protein menjadi
NH2
keruh Uji protein dalam putih
telur R NH CO2H + HNO+3 pekat
CN RCHCOOH
2
HNO3
- Larutan protein telur + NH 2 R CN NH2 NH3 +3NO
CO2H + HNO -
pekat
3
Dipindahkan sebanyak 1 mL ke R CN R CN CO2H
(NH4)2SO4 = tidak berwarna CO 2H + HNO3 pekat
dalam tabung reaksi RCHCOOH
- + dikocok = larutan tidak H 3 + NO3-
NH3+ NH
NO3-
Ditambahkan 2-3 mL aquades NH 2
berwarna
Dikocok R CN CO 2H + HNO3 pekatNH R CN CO2H
- + 3 ml aquades = tidak 2
berwarna R NH CO H
Endapan larut/ RCHCOO-+ CN2 2H + HCl pekat
[RCH
- + dikocok = endapan larut, NH2 Pb2+ COO-]Pb2+
-
NH 3 + Cl
larutan jernih larutan tidak berwarna NH2 R CN COR
2H + HCl pekat
NH2
R CN CO2H + HCl pekat CN COOH

NH2 H 3 + Cl-
NH

R CN CO2H + HCl pekat R CN COOH

b. Pengendapan protein dengan asam mineral


Reaksi asam dengan gugus
1. Uji HNO3 pekat amino protein membentuk Pengendapan
Uji dengan larutan susu senyawa garam. larutan protein susu
1 mL Larutan HNO3 pekat - HNO3 pekat + larutan
- HNO3 pekat = larutan dan telur oleh asam
Pengendapan dengan HNO3
tidak berwarna protein (susu) = terbentuk mineral pekat
Dimasukkan ke dalam pada larutan protein bersifat
- Larutan protein susu = dua lapisan, tidak berwarna bersifat reversible,
tabung reaksi irreversibel, sedangkan
larutan berwarna putih dan cincin berwarna putih kecuali HNO3
Tabung dimiringkan Pengendapan dengan HCl
- Larutan protein telur = - + dikocok : berwarna pekat. Hal ini
Ditambahkan 1-1,5 mL pada larutan protein bersifat
larutan tidak berwarna kuninh (++)
larutan protein tetes demi ditandai dengan
- + HNO3 pekat lagi = reversibel
tetes lewat dinding tabung melarutnya
terbentuk endapan berwarna
Tabung ditegakkan kembali endapan
kuning lebih banyak (+++)
kembali dengan
Didiamkan sejenak penambahan HCl
Uji dengan putih telur
- HNO3 pekat + larutan berlebih,
Terdapat cincin putih, protein telur= terbentuk dua sedangkan pada
endapan protein lapisan, tidak berwarna dan penambahan
cincin berwarna putih HNO3 berlebih,
Dikocok - + Dikocok = terbentuk endapan tidak larut.
Ditambah kembali HNO3 endapan berwarna kuning
pekat (+)
- Ditambah HNO3 pekat =
Endapan protein endapan kuning lebih
lebih banyak banyak (++)

Reaksi asam dengan gugus


amino protein membentuk
senyawa garam.
2. Uji HCl pekat
Pengendapan
Uji dengan larutan susu : 1 mL Larutan HCl pekat
larutan protein susu
- HCl pekat + larutan protein dan telur oleh asam
susu = terbentuk 2 lapisan, Dimasukkan ke dalam
- HCl pekat = larutan mineral pekat
tidak berwarna & cincin tabung reaksi
tidak berwarna bersifat reversible,
Tabung dimiringkan
- Larutan protein susu = berwarna putih
- Dikocok = terdapat endapan Ditambahkan
kecuali HNO 1-1,5
3 mL
larutan berwarna
putih larutan protein
pekat. Hal ini tetes demi
putih
- Ditambah HCl pekat = tetes lewat dengan
ditandai dinding tabung
- Larutan protein telur =
endapan larut, larutan Tabung ditegakkan
larutan tidak berwarna melarutnya
berwarna kekuningan jernih kembali
kembali endapan
Didiamkan sejenak
Uji dengan sampel telur :
dengan
- HCl pekat + larutan protein
telur = terbentuk cincin penambahan HCl
Terdapat cincin putih,
berwarna putih berlebih,
endapan protein
- Dikocok = terdapat endapan sedangkan pada
berwarna putih penambahan
Dikocok
- Ditambah HCl pekat = HNO3 berlebih,
Ditambah kembali HCl
larutan tidak berwarna endapan tidak larut
pekat
endapan larut
Endapan protein
lebih banyak

Pengendapan terjadi jika


protein dalam bentuk
isoelektrik yang bermuatan
negative dinetralkan dengan
muatan positif dari logam
- menghasilkan garam netral Pengendapan
c. Pengendapan protein dengan logam berat - proteinat yang mengendap.1-1,5larutan protein telur
mL Larutan Protein
1. Uji dengan CuSO4 Uji dengan larutan susu : Sifat pengendapan ini dan susu oleh
- CuSO4 = larutan - Larutan protein susu + Dimasukkan ke dalam
adalah reversible. garam sulfat
berwarna biru CuSO4 = larutan berwarna tabung reaksireversibel
bersifat
- Larutan protein susu = biru muda, keruh (++) Ditambahkan tetes demi
larutan berwarna - Dikocok : terbentuk tetes larutan CuSO4
putih endapan Dikocok
- Larutan protein telur = - Ditambah CuSO4 =
larutan tidak berwarna endapan larut sedikit,
larutan berwarna biru muda Terbentuk endapan/keruh
jernih berwarna biru
- Tetesan : 20 tetes
Ditambahkan kembali
Uji dengan putih telur : larutan CuSO4
- Larutan ptotein telur +
CuSO4 = larutan berwarna Endapan larut
biru muda, keruh (++)
- + dikocok : terbentuk
endapan
- Ditambah CuSO4 = endapan
larut sedikit, larutan
berwarna biru muda jernih
- Tetesan : 20 tetes
2. Uji dengan Pb-asetat Uji dengan larutan susu :
- Pb-asetat = larutan - Larutan protein susu + Pb-
tidak berwarna asetat = larutan berwarna
- Larutan protein susu = putih keruh (++)
larutan berwarna - + dikocok : terbentuk

Terbentuk endapan/keruh

1-1,5 mL Larutan Protein


putih endapan

Dikocok
tetes larutan Pb-asetat
Ditambahkan tetes demi
tabung reaksi
Dimasukkan ke dalam
larutan Pb-asetat
Ditambahkan kembali
- Larutan ptotein telur = - Ditambah Pb-asetat =

Endapan larut

berwarna putih
larutan tidak berwarna endapan sedikit larut,
larutan berwarna putih (+)
- - Tetesan : 20 tetes

Uji dengan putih telur :


- Larutan protein telur + PB-
asetat = larutan berwarna
putih (++)
- + dikocok : terbentuk
endapan
- Ditambah Pb-asetat =
endapan larut
- Tetesan : 20 tetes
3. Uji dengan ZnSO4
1-1,5 mL Larutan Protein
Dimasukkan ke dalam
tabung reaksi
Uji dengan larutan susu : Ditambahkan tetes demi
- ZnSO4 + larutan protein tetes larutan seng
- ZnSO4 = larutan tidak susu = larutan berwarna Dikocok
berwarna putih (++)
- Larutan protein susu = - Tetesan : 7 tetes Terbentuk endapan/keruh
larutan berwarna - Ditambah ZnSO4 = endapan berwarna putih
putih berkurang,
- Larutan protein telur = - Tetesan : 50 tetes Ditambahkan kembali
larutan tidak berwarna larutan seng
Uji dengan putih telur :
- ZnSO4 + larutan protein Endapan larut
telur = larutan putih keruh
(++)
- Tetsan : 3 tetes
- Ditambah ZnSO4 = larutan
tidak berwarna
- Tetesan : 50 tetes
4. Uji dengan FeSO4 Uji dengan larutan susu :
- FeSO4 + larutan protein
susu = endapan orange
kecoklatan
- FeSO4 = larutan - Tetesan : 7 tetes

Terbentuk endapan/keruh

1-1,5 mL Larutan Protein


- Ditambah FeSO4 = endapan

Dikocok
tetes larutan FeSO4
Ditambahkan tetes demi
tabung reaksi
Dimasukkan ke dalam
larutan FeSO4
Ditambahkan kembali
berwarna orange
larut

Endapan larut
kecoklatan

berwarna putih
- Larutan protein susu = - Tetesan : 50 tetes
larutan berwarna
putih Uji dengan putih telur :
- Larutan ptotein telur = FeSO4 + larutan protein
-
larutan berwarna telur = terbentuk endapan
kuning sedikit keruh coklat
- Tetesan : 3 tetes
- Ditambah FeSO4 = larutan
tidak berwarna
- Tetesan : 50 tetes
-
Uji dengan larutan susu :
5. Uji dengan HgSO4 - Larutan protein susu +
HgSO4 = terdapat endapan
putih
- HgSO4 = larutan - Tetesan : 7 tetes
berwarna kuning - Ditambah HgSO4 = endapan

Terbentuk endapan/keruh

1-1,5 mL Larutan Protein


- Larutan protein susu = larut, larutan sedikit keruh

Dikocok
tetes larutan air raksa
Ditambahkan tetes demi
tabung reaksi
Dimasukkan ke dalam
larutan air raksa
Ditambahkan kembali
- Tetesan : 50 tetes

berwarna abu-abu
larutan berwarna

Endapan larut
putih
- Larutan ptotein telur = Uji dengan putih telur :
larutan tidak berwarna - Larutan protein telur +
HgSO4 terdapat endapan
berwarna putih
- Tetesan : 3 tetes
- Ditambah HgSO4 = endapan
larut, larutan tak berwarna
- Tetesan : 20 tetes