Anda di halaman 1dari 31

JOB 1 Function Logic (AND, NAND function)

I. TUJUAN
Memperkenalkan dasar dasar pemrograman PLC.
Mentransfer ladder diagram function logic ke dalam STL.

II. TEORI DASAR


Programmable Logic Controllers (PLC) merupakan perangkat
elektronik yang berdasarkan logika sehingga dalam pemrogramannya
menggunakan dasar dasar teknik digital, termasuk dalam penyederhanaan
programnya. Kita dapat menggunakan metode aljabar, diagram dan tabelaris.
Ada tiga buah lambing dasar pada ladder diagram yang harus diperhatikan, tiga
lambing tersebut ditunjukkan pada Gambar 1 yaitu:

Gambar 1 : Lambang Dasar pada Ladder Diagram

Kontak Normally Open akan tertutup apabila bernilai 1 sehingga arus akan
mengalir atau aktif, sedangkan Normally Close akan aktif jika bernilai 0. Selain
itu sebagai pemula kita perlu mengenal beberapa operasi dasar dalam
pemrograman PLC yaitu :
OPERASI AND
Seperti pada teori rangkaian logika maka operasi AND ini menyatakan bahwa
keluaran akan berlogika 1 (High) jika semua masukan bernilai 1. Namun jika
salah satu dari masukannya bernilai 0 (LOW) maka keluarannya pasti akan
benilai 0.
OPERASI NAND
Operasi Nand adalah merupakan komplemen dari operasi AND.

III. ALAT DAN BAHAN


Satu set peralatan modul PLC dan console
Kabel penghubung
Lampu pijar
IV. LADDER DIAGRAM

Gambar 2. AND dan NAND Function

Gambar 3. AND dan NAND function 3 input


V. PENGAWATAN PLC
Diagram pengawatan untuk modul Programmable Logic Controllers
(PLC) seperti ditunjukkan oleh gambar 4.

Gambar 4. Pengawatan PLC ABB

VI. LANGKAH PERCOBAAN


1. Membuat pengawatan PLC seperti gambar pengawatan.
2. Membuat statement list untuk AND function.
3. Menghidupkan S1.
4. Memposisikan dari mode switch pada program console pada posisi PROG.
5. Sebelum memulai menekan CLR, ENT, DEL untuk menghapus program
yang sudah ada.
6. Memasukkan program sesuai dengan statement list yang telah dibuat.
7. Posisi PROG. Dipadah ke posisi RUN untuk menjalan program.
8. Menghidupkan saklar S2.
9. Menekan saklar S4, kemudian S5.
10. Menekan saklar S3 untuk mengahiri percobaan.
11. Membuat table pengamatan untuk AND dan NAND function untuk 2 input
dan 3 input.
12. Membuat STL dari AND dan NAND function untuk 2 input dan 3 input.
VII. DATA PERCOBAAN
Gambar 2. AND dan NAND Function
STL AND : STL NAND :
!00 !00
&01 &01
=50 =N50

TABEL KEBENARAN
00 01 50

0 0 Mati Hidup
0 1 Mati Hidup
1 0 Mati Hidup
1 1 Hidup Mati

Gambar 3. AND dan NAND function 3 input


STL AND : STL NAND :
!00 !00
&01 &01
&02 &02
=50 =N50
TABEL KEBENARAN
00 01 02 50

0 0 0 Mati Hidup
0 0 1 Mati Hidup
0 1 0 Mati Hidup
1 0 0 Mati Hidup
1 1 0 Mati Hidup
1 0 1 Mati Hidup
0 1 1 Mati Hidup
1 1 1 Hidup Mati

VIII. ANALISA DATA


Dari hasil data tabel AND yang telah diperoleh dapat dilihat bahwa
keluaran bernilai 1 (Hidup) saat masukan nilai masukan 01 dan 00 bernilai 1.
Sedangkan saat salah satu masukan bernilai 0 maka keluaran bernilai 0
(Mati).Maka hasil ini sudah sesuai dengan teori yang menyatakan Seperti pada
teori rangkaian logika maka operasi AND ini menyatakan bahwa keluaran akan
berlogika 1 (High) jika semua masukan bernilai 1. Namun jika salah satu
dari masukannya bernilai 0 (LOW) maka keluarannya pasti akan benilai 0.
Dari hasil data table NAND yang telah diperoleh dapat dilihat bahwa
keluarannya bernilai berlawanan dengan nilai AND. Jika AND bernilai 1 (Hidup)
maka NAND akan bernilai 0 (Mati). Maka hasil data sudah sesuai dengan teori
yang menyatakan Operasi Nand adalah merupakan komplemen dari operasi
AND.

IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Untuk memprogram PLC kita memerlukan Ladder Diagram dan
STL
2. Hasil yang didapat telah sesuai dengan teori AND maupun NAND,
berarti bahwa Ladder Diagram sudah berhasil ditransfer kedalam
STL.
3. Keluaran AND akan bernilai 1 saat kedua input 1.
4. Keluaran NAND adalah kebalikan dari keluaran AND.
JOB 2 Function Logic (OR, NOR function)
I. TUJUAN
Memperkenalkan dasar dasar pemrograman PLC.
Mentransfer ladder diagram function logic (OR, NOR function) ke dalam
STL.

II. TEORI DASAR


Banyak control yang mengharuskan dilakukannya tindakan tindakan
pengotrolan ketika suatu kombinasi dari kondisi kondisi tertentu
terpenuhi. Hal tersebut tanpa digambarkan dengan sebuah persamaan atau
gerbang gerbang logika.
FUNGSI OR
Sistem gerbang OR pada sebuah diagram tangga diperlihatkan pada
Gambar1. Untuk menghasilkan Output ON (logika 1) maka input A atau
input B (atau keduanya) dalam keadaan ON.

Gambar 1

FUNGSI NOR
Gambar 2 memperlihatkan sebuah diagram tangga untuk sebuah system
berbasis gerbang NOR.
Gambar 2. (a) Gerbang NOR, (b) Diagram tangga untuk gerbang NOR

III. ALAT DAN BAHAN


Satu set peralatan modul PLC dan console
Kabel penghubung
Lampu pijar

IV. LADDER DIAGRAM

Gambar 3. OR dan NOR function


Gambar 4. OR dan NOR function 3 input
V. PENGAWATAN PLC
Diagram pengawatan untuk modul Programmable Logic Controllers
(PLC) seperti ditunjukkan oleh gambar 5.

Gambar 5. Pengawatan PLC ABB

VI. LANGKAH PERCOBAAN


1. Membuat pengawatan PLC seperti gambar pengawatan.
2. Membuat statement list untuk OR function.
3. Menghidupkan S1.
4. Memposisikan dari mode switch pada program console pada posisi PROG.
5. Sebelum memulai menekan CLR, ENT, DEL untuk menghapus program
yang sudah ada.
6. Memasukkan program sesuai dengan statement list yang telah dibuat.
7. Posisi PROG. Dipadah ke posisi RUN untuk menjalan program.
8. Menghidupkan saklar S2.
9. Menekan saklar S4, kemudian S5.
10. Menekan saklar S3 untuk mengahiri percobaan.
11. Membuat table pengamatan untuk OR dan NOR function untuk 2 input
dan 3 input.
12. Membuat STL dari OR dan NOR function untuk 2 input dan 3 input.
VII. DATA PERCOBAAN
(Gambar 3. OR dan NOR function)
STL
STL OR : STL NOR :
!00 !00
/01 /01
=50 =N50

TABEL KEBENARAN
00 01 50

0 0 Mati Hidup
0 1 Hidup Mati
1 0 Hidup Mati
1 1 Hidup Mati

(Gambar 4. OR dan NOR function 3 input)


STL
STL OR : STL NOR :
!00 !00
/01 /01
/02 /02
=50 =N50
TABEL KEBENARAN
00 01 02 50

0 0 0 Mati Hidup
0 0 1 Hidup Mati
0 1 0 Hidup Mati
1 0 0 Hidup Mati
1 1 0 Hidup Mati
1 0 1 Hidup Mati
0 1 1 Hidup Mati
1 1 1 Hidup Mati

VIII. ANALISA DATA


Dari data yang telah diperoleh dari OR dapat dilihat bahwa nilai 50
(keluaran) bernilai Hidup (1) saat salah satu input (00,01, atau 02) bernilai 1.
Maka dapat dikatakan hasil yang didapat telah sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa Bahwa nilai Output akan bernilai satu saat salah satu input
bernilai 1
Dari data yang telah diperoleh dari NOR dapat dilihat bahwa nilai 50 (keluaran)
bernilai Hidup (1) saat nilai keluaran OR (50) bernilai Mati (0). Maka dapat
dikatan bahwa hasil yang didapat telah sesuai dengan teori yang menyatakan
bahwa Operasi NOR adalah merupakan komplemen dari operasi OR.

IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Untuk memprogram PLC kita memerlukan Ladder Diagram dan
STL
2. Hasil yang didapat telah sesuai dengan teori OR maupun NOR,
berarti bahwa Ladder Diagram sudah berhasil ditransfer kedalam
STL.
3. Keluaran OR akan bernilai 1 saat salah satu input 1.
4. Keluaran NOR adalah kebalikan dari keluaran OR.
JOB 3 Kombinasi dan XOR Function Logic
I. TUJUAN
Memperkenalkan dasar dasar pemrograman PLC.
Mentransfer ladder diagram function logic (Kombinasi function dan fungsi
XOR) ke dalam STL.

II. TEORI DASAR


Fungsi kombinasi merupakan fungsi gabungan dari fungsi gerbang
gerbang dasar untuk membentuk suatu fungsi tersendiri. Fungsi dapat
berupa kombinasi gerbang AND, OR dan NOT.
FUNGSI XOR
Sebuah gerbang OR menghasilkan output ketika salah satu atau kedua
inputnya berada dalam kondisi 1. Akan tetapi, pada situasi situasi
tertentu, dibutuhkan sebuah gerbang yang dapat menghasilkan output
ketika salah satu di antara kedua inputnya, tidak keduanya sekaligus,
bernilai 1. Gerbang seperti ini disebut gerbang OR Eksklusif atau XOR.
Salah satu cara untuk mendapatkan gerbang semacam ini adalah dengan
menggabungkan gerbang gerbang NOT, AND, dan OR seperti
Gambar 1.

Gambar 1. (a). Gerbang XOR, (b). Diagram tangga gerbang XOR

III. ALAT DAN BAHAN


Satu set peralatan modul PLC dan console
Kabel penghubung
Lampu pijar
IV. LADDER DIAGRAM

Gambar 2. Gerbang Kombinasi

Gambar 3. Gerbang XOR


V. PENGAWATAN PLC
Diagram pengawatan untuk modul Programmable Logic Controllers
(PLC) seperti ditunjukkan oleh gambar 5.

Gambar 4. Pengawatan PLC ABB

VI. LANGKAH PERCOBAAN


1. Membuat pengawatan PLC seperti gambar pengawatan.
2. Membuat statement list (STL) untuk kombinasi function.
3. Menghidupkan S1.
4. Memposisikan dari mode switch pada program console pada posisi PROG.
5. Sebelum memulai menekan CLR, ENT, DEL untuk menghapus program
yang sudah ada.
6. Memasukkan program sesuai dengan statement list yang telah dibuat.
7. Posisi PROG. Dipadah ke posisi RUN untuk menjalan program.
8. Menghidupkan saklar S2.
9. Menekan saklar S4, kemudian S5.
10. Menekan saklar S3 untuk mengahiri percobaan.
11. Membuat table pengamatan untuk kombinasi dan XOR function untuk 2
input dan 3 input.
VII. DATA PERCOBAAN
(Gambar 2. Gerbang Kombinasi)
STL
STL : STL :
!00 !00
STR N 01
&01
& 02
/02 /STR
=50 =50

TABEL KEBENARAN TABEL KEBENARAN


00 01 02 50 00 01 02 50
0 0 0 Mati 0 0 0 Mati
0 0 1 Hidup 1 0 0 Hidup
0 1 0 Mati 0 1 0 Mati
1 1 0 Hidup 0 0 1 Hidup
0 1 1 Mati
1 0 1 Hidup

Gambar 3. Gerbang XOR


STL
!00
&N01
STR N 00
&01
/STR
=50
TABEL KEBENARAN
00 01 50
0 0 Mati
1 0 Hidup
0 1 Hidup
1 1 Mati

VIII. ANALISA DATA


Dari data Gerbang Kombinasi yang didapatkan dapat dilihat bahwa nilai
kelauaran sudah sesuia dengan Ladder Diagram.
Dari data XOR yang didapat dapat dilihat bahwa jika salah satu input
bernilai 1 maka output akan bernilai 1. Melainkan jika kedua input bernilai satu
maka keluaran akan bernilai 0. Karena dalam LD-nya input XOR memiliki dua
fungsi yang berbeda dalam satu input.
IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Untuk memprogram PLC kita memerlukan Ladder Diagram dan
STL
2. Dari hasil yang didapat maka dapat dikatan bahwa Ladder Diagram
Fungsi Kombinasi telah berhasil ditransfer ke dalam STL.
3. Dari hasil yang didapat maka dapat dikatan bahwa Ladder Diagram
XOR telah berhasil ditransfer ke dalam STL.
JOB 4 Pemrograman PLC (Programmable Logic Controller)
I. TUJUAN
o Mahasiswa dapat mengenal prinsip pemrograman dari PLC
(Programmable Logic Controllers).
o Mahasiswa dapat mentransfer ladder diagram kedalam statement
list (STL).

II. TEORI DASAR


Programmable Logic Controllers (PLC) merupakan suatu
peralatan elektronik yang dioperasikan secara digital. Di dalamnya
terdapat memori (yang dapat deprogram) tempat menyimpan intruksi
intruksi yang penggunaannya berkaitan dengan fungsi pengendalian
tertentu. Di dalamnya terdapat juga rangkaian logika, urutan eksekusi,
perhitungan , selang waktu, dan fungsi aritmatika.
Berdasarkan namanya konsep Programmable Logic Controllers
(PLC) adalah sebagai berikut :
1. Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori
untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah
diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara
aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi
membandingkan , menjumlahkan, mengalikan, membagi,
mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan
mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
Berdasarkan pada standar yang dikeluarkan oleh NEMA (National
Electrical Association) ICS3-1978 Part. ICS3-304, PLC didefinisakan
sebagai berikut :
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah suatu peralatan
elektronik yang bekerja secara digital, memiliki memori yang dapat
deprogram, menyimpan perintah - perintah untuk melakukan fungsi
fungsi khusus, seperti logic, sequencing, timing, counting, dan aritmatic
untuk mengontrol berbagai jenis mesin atau proses melalui analog/digital
input/output modules.

III. ALAT DAN BAHAN


o Satu set peralatan modul PLC dan console
o Kabel penghubung
o Lampu pijar
IV. LANGKAH PERCOBAAN
a. Sebelum melakukan percobaan mempelajari dan meneliti jalur jalur
input/output, tegangan suplai, dan sebagainya dari PLC agar tidak
terjadi kesalahan. Meminta persetujuan instruktur sebelum anda
memulai atau menjalankan rangkaian anda.
b. Percobaan 1.
Merangkai holding contact pada gambar 1 dibawah, buat
Statement List (STL) dan masukkan program yang sudah
ditulis kedalam memori PLC.

Gambar 1. Rangkaian Holding Contact

Memasukan program yang telah ada ke dalam memori PLC


melalui program consolenya.

c. Percobaan 2.
Percobaan ini merupakan penggunaan pemrograman system
start dan stop yang dilengkapi dengan penggunaan timer seperti
gambar 2.
Membuat Statement List (STL) dan memasukan program yang
telah dibuat kedalam memori PLC melalui program
consolenya.
Gambar 2. Rangkaian Start Stop dengan 2 timer

V. DATA PERCOBAAN
Percobaan 1
STL :
!00
/50
=50
!50
=51
!N50
=52

Percobaan 2
STL :
!00
/50
&N01
=50
=T0010
!T00
=51
!NT00
=52

Gambar Diagram Waktu


VI. ANALISA DATA
Percobaan 1
Dapat dilihat bahwa hasil yang didapat dari percobaan 1 LD telah dapat
bekerja sesuai dengan LD-nya setelah PLC deprogram dengan STL yang
telah dibuat berdasarkan LD percobaan 1.
Percobaan 2
Dari gambar diagram waktu percobaan 2, dapat dilihat 51 akan bekerja
10dtk kemudian saat 00 telah ditekan. Itu terjadi karena timer dengan
notasi T00.

VII. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Untuk memprogram PLC kita memerlukan Ladder Diagram dan
STL
2. Dari hasil yang didapat maka dapat dikatan bahwa Ladder Diagram
Percobaan 1 dan Percobaan 2 telah berhasil ditransfer ke dalam
STL.
3. Dalam percobaan 2. Pengoprasian 51 dan 50 dipengaruhi oleh T00
atau Timer.
JOB 5 ON delay, OFF delay function
I. TUJUAN
Mampu membuat timing diagram untuk ON delay, OFF delay function
pada PLC.
Mentransfer ladder diagram ON delay, OFF delay function ke dalam STL.

II. TEORI DASAR


Programmable Logic Controllers (PLC) mempunyai fungsi sebagai Timer,
sehingga jika diimplementasikan langsung ke system control dapat digunakan.
Fungsi Timer dapat digunakan sebagai waktu tunda on (On Delay) dan tunda off
(off delay). Instruksi timer merupakan instruksi pengurangan dari pewaktu yang
dimiliki nomor timer dan memiliki nilai set (set value) dari 0000 sampai 9999
atau dari 0 sampai dengan 999,9 detik.
Untuk pemrograman timer mempunyai 3 buah kode penomeran yang
sering digunakan pada PLC ABB procontic K200 :

Artinya nomor timer yang digunakan adalah nomor 00 dengan seting waktu
sebesar 10 detik.

III. ALAT DAN BAHAN


Satu set peralatan modul PLC dan console
Kabel penghubung
Lampu pijar

IV. LADDER DIAGRAM


Gambar 1. Diagram Tangga ON/OFF delay

V. PENGAWATAN PLC
Diagram pengawatan untuk modul Programmable Logic Controllers
(PLC) seperti ditunjukkan oleh gambar 2.
Gambar 2. Diagram pengawatan PLC ABB

VI. LANGKAH PERCOBAAN


1. Membuat pengawatan PLC seperti gambar pengawatan.
2. Membuat statement list (STL) untuk ON delay, OFF delay function
3. Menghidupkan S1
4. Posisi dari mode switch pada program console pada posisi PROG.
5. Menekan CLR, ENT, DEL untuk menghapus program yang sudah ada.
6. Memasukkan Program sesuai dengan STL yang telah dibuat.
7. Posisi PROG, dipindahkan ke posisi RUN untuk menjalankan program.
8. Menghidupkan saklar S2
9. Menekan saklar S4 sesuai dengan setiiinggg waktu timer yaitu 10s.
10. Menekan saklar S3 untuk mengahiri percobaan
11. Membuat timing diagram
VII. DATA PERCOBAAN
ON Delay
STL :
!00
=T0010
!T00
=50

Gambar Diagram Waktu

OFF Delay
STL :
!00
STR T00
FUN 03
=50
!N01
=T0010

Gambar Diagram Waktu


VIII. ANALISA DATA
On Delay
Dalam Diagram Waktu dapat dilihat 50 akan beroprasi setelah 10dtk dari
00 ditekan.
OFF Delay
Dalam Diagram Waktu dapat dilihat 50 akan berhenti beroprasi setelah
10dtk dari 00 ditekan.

IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Timing diagram ON dan OFF delay telah berhasil dibuat
2. Dari hasil yang didapat maka dapat dikatan bahwa Ladder Diagram
ON Delay dan OFF Delay telah berhasil ditransfer ke dalam STL.
3. ON Delay waktu hidupnya tertunda.
4. OFF Delay waktu matinya yang tertunda.
JOB 6 ON/OFF delay function dengan 2 timer
I. TUJUAN
Mahasiswa mampu membuat timing diagram untuk ON/OFF delay
function dengan 2 timer pada PLC.
Mahasiswa mampu mentransfer ladder diagram ON/OFF delay function
dengan 2 timer ke dalam statement list (STL).

II. TEORI DASAR


Programmable Logic Controllers (PLC) mempunyai fungsi sebagai Timer,
sehingga jika diimplementasikan langsung ke system control dapat digunakan.
Fungsi Timer dapat digunakan sebagai waktu tunda on (On Delay) dan tunda off
(off delay). Instruksi timer merupakan instruksi pengurangan dari pewaktu yang
dimiliki nomor timer dan memiliki nilai set (set value) dari 0000 sampai 9999
atau dari 0 sampai dengan 999,9 detik.
Untuk pemrograman timer mempunyai 3 buah kode penomeran yang
sering digunakan pada PLC ABB procontic K200 :

Artinya nomor timer yang digunakan adalah nomor 00 dengan seting waktu
sebesar 10 detik.

III. ALAT DAN BAHAN


Satu set peralatan modul PLC dan console
Kabel penghubung
Lampu pijar

IV. LADDER DIAGRAM


Gambar 1. ON/OFF delay function
V. PENGAWATAN PLC

VI. LANGKAH PERCOBAAN


1. Membuat pengawatan PLC seperti gambar pengawatan.
2. Membuat statement list (STL) untuk ON delay, OFF delay function
dengan 2 timer.
3. Menghidupkan S1
4. Posisi dari mode switch pada program console pada posisi PROG.
5. Menekan CLR, ENT, DEL untuk menghapus program yang sudah ada.
6. Memasukkan Program sesuai dengan STL yang telah dibuat.
7. Posisi PROG, dipindahkan ke posisi RUN untuk menjalankan program.
8. Menghidupkan saklar S2
9. Menekan saklar S4 sesuai dengan setiiinggg waktu timer yaitu 10s.
10. Menekan saklar S3 untuk mengahiri percobaan
11. Membuat timing diagram

VII. DATA PERCOBAAN


ON/OFF DELAY
STL :
!00
=T0103
!51
&N00
=T0207
!T01
/51
&NT02
=50
Diagram Waktu

VIII. ANALISA DATA


Dari diagram waktu yang didapat dapat dapat dilihat bahwa 51 akan
bekerja setelah 2 detik 00 ditekan. Itu karena T01 menunda hidup selama 2
detik. Setelah itu 7 detik kemudian 51 akan berhenti bekerja, itu karena
T02 yang menunda waktu off selama 7 detik.

IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Timing diagram ON dan OFF delay 2 timer telah berhasil dibuat
2. Dari hasil yang didapat maka dapat dikatan bahwa Ladder Diagram
ON Delay dan OFF Delay 2 timer telah berhasil ditransfer ke
dalam STL.
3. ON Delay waktu hidupnya tertunda.
4. OFF Delay waktu matinya yang tertunda.

JOB 7 Kontrol Bintang Segitiga


I. TUJUAN
Mahasiswa mampu membuat timing diagram untuk control bintang
segitiga pada PLC.
Mahasiswa mapu mentransfer ladder diagram bintang segitiga ke dalam
statement list (STL).

II. TEORI DASAR


Pengaturan motor bintang segitiga merupakan salah satu
pengaturan motor induksi agar motor dapat bekerja dengan baik. Pada saat
awal motor dihidupkan, motor berada dalam sambungan segitiga untuk
memperoleh arus start yang kecil. Kemudian setelah motor hidup,
dihubungkan secara segitiga. Pengaturan motor ini dapat dibuat
menggunak PLC.

III. ALAT DAN BAHAN


Satu set peralatan modul PLC dan console
Kabel penghubung
Lampu pijar

IV. LADDER DIAGRAM


Gambar 1. Kontrol Bintang Segita

V. PENGAWATAN PLC
Gambar 2. Diagram Pengawatan

VI. LANGKAH PERCOBAAN


1. Membuat pengawatan PLC seperti gambar pengawatan.
2. Membuat statement list (STL) untuk control bintang-segitiga
3. Menghidupkan S1
4. Posisi dari mode switch pada program console pada posisi PROG.
5. Menekan CLR, ENT, DEL untuk menghapus program yang sudah ada.
6. Memasukkan Program sesuai dengan STL yang telah dibuat.
7. Posisi PROG, dipindahkan ke posisi RUN untuk menjalankan program.
8. Menghidupkan saklar S2
9. Menekan saklar S4 sesuai dengan setiiinggg waktu timer yaitu 10s.
10. Menekan saklar S3 untuk mengahiri percobaan
11. Membuat timing diagram
VII. DATA PERCOBAAN
Kontrol Bintang Segitiga
STL : D D

!00
/50
&N01
=50
!50
=T0102
!NT01
&N52
&50
=51
!T01
&N51
&50
=52

Diagram Waktu

VIII. ANALISA DATA


Dari diagram waktu dari Kontrol Bintang Segitiga dapat dilihat bahwa
51(bintang) dan 50 (sumber utama) akan langsung bekerja, dan 2 detik
kemudian 51(bintang) berhenti bekerja dan 52 (segitiga) akan bekerja. Dan
52 dan 50 akan berhenti bekerja setelah 01 ditekan. Hal ini sudah sesuia
dengan prinsip Kontrol Bintang Segitiga pada umumnya.

IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Timing diagram Kontrol Bintang Segitiga telah berhasil dibuat
2. Dari hasil yang didapat maka dapat dikatan bahwa Ladder Diagram
Kontrol Bintang Segitiga telah berhasil ditransfer ke dalam STL.
3. Perpindahan dari bintang ke segitiga dibantu oleh TIMER (T00).