Anda di halaman 1dari 13

Topik :

Pembuatan sediaan injeksi vitamin B1 dengan konsentrasi 1% sebanyak 5 ampul (@2 ml)
Tujuan :
1. Mempelajari pembuatan sediaan injeksi (ampul) volume kecil
2. Mempelajari cara perhitungan isotonis
3. Melakukan sterilisasi alat dengan pemanasan basah (otoklaf) da pemanasan kering (oven)

I. PRAFORMULASI

1. Tinjauan farmakologi bahan obat


Indikasi
Pencegahan dan pengobatan defisiensi tiamin dengan dosis 2-5 mg/hari dan 5-10 mg tiga
kali sehari untuk pengobatan defisiensi. Dosis lebih besar parenteral dianjurkan untuk
kasus berat akan tetapi respon tidak meningkat dengan dosis lebih dari 30 mg/hari.
Tindakan pencegahan dilakukan pada pasien dengan gangguan absorpsi misalnya pada
diare kronik atau pada keadaan dengan kecepatan metabolisme yang meningkat. Tiamin
berguna untuk pengobatan berbagai neuritis yang disebabkan oleh defisiensi tiamin,
misalnya pada (1) neuritis alkoholik yang terjadi karena sumber kalori hanya alcohol
saja; (2) wanita hamil yang kurang gizi; atau (3) pasien emesis gravidarum pada
trigeminal neuralgia, neuritis yang menyertai anemia, penyakit infeksi dan pemakaian
obat tertentu. Pemberian tiamin kadang-kadang dapat memberikan perbaikan. Tiamin
juga digunakan untuk pengobatan penyakit jantung dan gangguan saluran cerna yang
dasarnya defisiensi tiamin (Farmakologi dan terapi, Ed. 5, hal. 773).
Kontra indikasi
Reaksi hipersensitivitas (Martindale, Ed. 38, hal. 2109).
Kontra indikasi terhadap wanita hamil dan bayi (Martindale, Ed. 36, hal. 1977).
Efek samping
Pemberian iv dosis besar pada pasien yang sensitive dapat menimbulkan reaksi
anafilaktoid dan beberapa diantaranya bersifat fatal (Farmakologi dan terapi, Ed. 5, hal.
773).

1
2. Tinjauan sifat fisikokimia bahan obat
a) Kelarutan
Mudah larut dalam air; larut dalam gliserin; sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam
eter dan dalam benzene (Farmakope Indonesia, Ed. IV, hal. 784).
b) Stabilitas
terhadap cahaya: harus terlindungi dari cahaya (AHFS, hal. 2818).
terhadap suhu: melebur pada suhu 248oC disertai peruraian (Farmakope Indonesia,
Ed. IV, hal. 784), saat penyimpanan tiamin hidroklorida injeksi stabil pada suhu
kurang dari 40oC (15-30oC) dan harus terhindar dari pembekuan (AHFS, hal. 2818)
terhadap pH: tiamin hiroklorida injeksi stabil pada pH 4 (Martindale, Ed. 36, hal.
1976).
terhadap oksigen: harus terlindung dari udara (AHFS, hal. 2818).
c) OTT (Inkompaktibilitas)
Tiamin inkompektibel dengan riboflavin dalam larutan aqueous dan benzil penisilin
(Martindale, Ed. 28, hal. 1639).
Injeksi tiamin inkompektibel dengan injeksi dextrose atau zat aditif yang mengandung
metabisulfit (Martindale, Ed. 28, hal. 1639).
d) Cara penggunaan dan dosis
Pada pengobatan defisiensi tiamin kronis dosis oral 10-25 mg sehari dapat sekali atau
dibagi.
Pada pengobatan defisiensi tiamin parah dosis 300 mg sehari, dan dosis harian yang
lebih tinggi dapat iguakan pada sindrom Wernicke-Korsakoff dengan rute intravena
(Maerrindale, Ed. 36, hal. 1639).
e) Cara sterilisasi bahan
Tiamin HCl dalam bentuk serbuk disterilisasi dengan menggunakan radiasi (Fabad J.
2010), aqua pro injection disterilisasi dengan menggunakan otoklaf suhu 121oC
selama 15 menit (The International Pharmacopoeia, hal. 132), NaCl yang disediakan
saat praktikum sudah steril.

2
II. FORMULASI

a. Permasalahan dan penyelesaian


1. Permasalahan: Tiamin HCl tidak stabil terhadap cahaya
Penyelesaian: Sediaan dikemas dalam wadah coklat (ampu coklat)
2. Permasalahan: Sediaan steril tiamin HCl stabil pada pH 4 yang tidak sesuai dengan
pH cairan tubuh yaitu 7,4.
Penyelesaian: ditambahkan NaCl agar pH isotonis dengan pH cairan tubuh.
3. Permasalahan: Tiamin HCl tidak stabil terhadap udara
Penyelesaian: disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara, pembuatannya dialiri
gas inert (N2O2) atau ditambah chelating agent seperti EDTA atau senyawa sitrat.

b. Formula yang akan dibuat

1. Formularium Indonesia hal. 122-123 2. Drug Formulary Manual hal. 312

Thiamin HCl 2,5 % Thiamin HCl 50 mg


NaCl q.s Phenol 0,5 %
EDTA 0,01 % Thioglycerol 0,35 %
Aqua ad 20 ml ( untuk tiap ml)

4. The Art of Compounding Scolvites hal.


3. Formularium Indonesia hal. 122-123 219

Thiamin HCl 1% Thiamin HCl 11,0 g


NaCl 0,65 % Methyl Paraben 1,8 g
Aqua pro injection ad 100 ml Prophyl Paraben 0,2 g
Water pro injection ad 1000 ml

yang digunakan adalah formula nomor 3 tetapi Thiamin HCl 1% dan NaCl yang
digunakan menyesuaikan dengan yang dibutuhkan

3
c. Perhitungan bobot dan dosis
V = ( n + 2) v = ( 5 + 2) x 2,15 = 15,05 ~ 20 ml
Kebutuhan NaCl agar isotonis = 0,9 / 100 x 20 ml = 0,18 g = 180 mg
Dosis Thiamin HCl 1% = 1 / 100 x 20 ml = 0,2 g = 200 mg
Ekivalensi Thiamin HCl 1% dengan NaCl = 0,25
Maka, NaCl yang diperlukan : 0,18 g (0,2 x 0,25) = 0,13 g = 130 mg

d. Tabel bahan
No. Komponen bahan Bobot/volume Fungsi Cara sterilisasi
1. Thiamin HCl 200 mg Bahan aktif Radiasi
2. NaCl 130 mg Pengisotonis Oven 1800C, 30
3. Aqua pro injeksi ad 20 ml Pelarut Autoclave 1210C, 15

e. Cara sterilisai sediaan yang dipilih


Autoclave 1150C selama 30 menit (Farmakope Indonesia, Ed. III, hal. 190).

III. PELAKSANAAN

a. Penyiapan Alat
Cara sterilisasi
No. Nama Alat Ukuran Jumlah Waktu
dan suhu
1. Kaca arloji 5 cm 3 Oven 1800C 30 menit
2. Kaca arloji 8 cm 1 Oven 1800C 30 menit
3. Beaker glass 50 ml 2 Oven 1800C 30 menit
4. Beaker glass 100 ml 2 Oven 1800C 30 menit
5. Erlenmeyer 50 ml 1 Oven 1800C 30 menit
6. Erlenmeyer 100 ml 1 Oven 1800C 30 menit
7. Pengaduk kaca Standard 2 Oven 1800C 30 menit
8. Pinset Standard 4 Oven 1800C 30 menit

4
9. Tara dan wadah Standard 1 Oven 1800C 30 menit
10. Anak timbangan Standard 1 set Oven 1800C 30 menit
11. Sendok porselen / logam Standard 1 / 2 Oven 1800C 30 menit
12. Ampul 2 ml 7 Oven 1800C 30 menit
13. Kantong alat - - - -
2 x Kertas
14. Kantong sampah 1 Oven 1800C 30 menit
A4
15. Corong dan kertas saring 5 ml 2 Autoclave 1150C 30 menit
16. Pipet tetes Panjang 4 Autoclave 1150C 30 menit
17. Pipet tetes Pendek 4 Autoclave 1150C 30 menit
18. Gelas ukur 5 ml 2 Autoclave 1150C 30 menit
19. Gelas ukur 10 ml 2 Autoclave 1150C 30 menit
20. Gelas ukur 25 ml 1 Autoclave 1150C 30 menit
Aqua pro injection dalam
21. 50 ml 1 Autoclave 1210C 15 menit
botol tertutup karet
Sudah steril dengan
22. Spuit injeksi 3 ml 1 -
radiasi

b. Pencucian, Pengeringan, dan Pembungkusan Alat


Pencucian wadah gelas/alat gelas dengan cara Huizinga
1. Sikat dengan larutan tepol
2. Bilas dengan air kran
3. Semprot dengan uap dan tiriskan
4. Bilas dengan aquadem
5. Bilas dengan air suling yang baru dibuat (steril dan bebas pirogen)
6. Keringkan dengan posisi terbalik dalam oven
Pencucian wadah gelas/alat gelas dengan cara Cooper & Gunns
1. Alat/wadah direndam dalam larutan tepol panas, sebaiknya semalam
2. Disikat dengan sikat yang keras
3. Dibilas dengan air kran (panas/dingin) bagian luar dan dalam
4. Dibilas dengan aquadest bebas pirogen yang baru dibuat (3 kali)

5
Pengeringan
1. Keringkan dalam oven dalam keadaan terbalik pada suhu 1000C, tidak boleh
terlalu lama kira-kira 15 menit (terutama gelas ukur, bahan yang terbuat dari
karet dan plastic)
2. Untuk menghindari debu dapat ditutup dengan kertas yang tembus uap air
3. Wadah kecil harus benar-benar kering
Pencucian Karet
1. Rendam dalam larutan HCl 2% selama 2 hari
2. Rendam dalam larutan tepol 1% dan Natrium Karbonat 0,5% selama 1 hari
3. Didihkan dalam larutan tersebut selama 15 menit, kemudian bilas dengan
aquadest
4. Ulangi dengan larutan yang baru
5. Ulangi sampai larutan jernih
6. Rendam dalam aquadest (dalam beaker glass yang ditutup kertas perkamen)
dan dicuci dengan autoclave pada suhu 1100C selama 20 menit (1 atau 2 kali)
sampai air rendaman jernih

Tahap-tahap pencucian karet dengan autoklaf pada suhu 1100C selama 20


menit adalah
Waktu pemanasan : Pukul 07.27-07.34 (7 menit)
Waktu pengeluaran udara : Pukul 07.34-07.44 (10 menit)
Waktu menaik : Pukul 07.44-07.46 (2 menit)
Waktu suhu dipertahankan : Pukul 07.46-08.06 (20 menit)
Waktu menurun : Pukul 08.06-08.09 (3 menit)
Waktu pendinginan : Pukul 08.09-08.24 (15 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : Pukul 07.27-08.24 (57 menit)

7. Bilas dengan spiritus ( etanol 70% ) air aa sampai jernih


8. Masukkan kantong-kantong perkamen dan disterilkan dalam autoclave
Catatan : Untuk karet dengan kualitas baik, tahap 1 dan 2 tidak perlu dilakukan

6
Pembungkusan
Masing masing alat dibungkus dalam kantong yang terbuat dari kertas perkamen
dan ditulis alat & kelompok

c. Sterilisasi Alat
C-1. Sterilisasi alat dengan oven pada suhu 180C selama 30 menit
(Kaca Arloji, Beaker Glass, Erlenmeyer, Pengaduk Kaca, Pinset, Tara & Wadah,
Anak Timbangan, Sendok Logam, Ampul, Kantong Sampah)
Tahap-tahap Sterilisasi :
Waktu pemanasan : Pukul 08.05-08.54 (49 menit)
Waktu kesetimbangan : Pukul 08.54-08.54 (0 menit)
Waktu pembinasaan : Pukul 08.54-09.24 (20 menit)
Waktu tambahan jaminan sterilitas : Pukul 09.24-09.24 (0 menit)
Waktu pendinginan : Pukul 09.24-09.39 (15 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : Pukul 08.05-09.39 (65 menit)

C-2. Sterilisasi alat dengan autoclave pada suhu 121C selama 15 menit
(Corong Gelas & Kertas Saring, Pipet Tetes, Gelas Ukur, Aqua pro injection dalam
botol tertutup karet)
Tahap-tahap Sterilisasi :
Waktu pemanasan : Pukul 08.43-08.53 (10 menit)
Waktu pengeluaran udara : Pukul 08.53-09.07 (14 menit)
Waktu menaik : Pukul 09.07-09.19 (12 menit)
Waktu kesetimbangan : Pukul 09.19-09.19 (0 menit)
Waktu pembinasaan : Pukul 09.19-09.34 (15 menit)
Waktu tambahan jaminan sterilitas : Pukul 09.34-09.34 (0 menit)
Waktu menurun : Pukul 09.34-09.43 (9 menit)
Waktu pendinginan : Pukul 09.43-09.48 (5 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : Pukul 04.43-09.48 (65 menit)

7
C-3. Sterilisasi pelarut aqua pro injection dengan autoclave 115C selama 30 menit
Tahap-tahap Sterilisasi :
Waktu pemanasan : Pukul 08.43-08.48 (5 menit)
Waktu pengeluaran udara : Pukul 08.48-08.55 (7 menit)
Waktu menaik : Pukul 08.55-09.00 (5 menit)
Waktu kesetimbangan : Pukul 09.00-09.10 (10 menit)
Waktu pembinasaan : Pukul 09.10-09.40 (30 menit)
Waktu tambahan jaminan sterilitas : Pukul 09.40-09.45 (5 menit)
Waktu menurun : Pukul 09.45-09.48 (3 menit)
Waktu pendinginan : Pukul 09.48-10.03 (15 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : Pukul 08.43-10.03 (82 menit)

d. Cara kerja
1. Bersihkan (semprot) meja dengan alkohol 70%, lap dengan kasa steril
2. Nyalakan api spiritus
3. Tara kaca arloji, timbang Thiamin HCl 200 mg (kelarutan dalam air 1 : 1, MD 34th
p.1455)
4. Ukur pelarut aqua pro injection sebanyak 2 ml dengan gelas ukur 10 ml
5. 3 + 4 aduk ad larut di beaker glass 50 ml
6. Tara kaca rloji, timbang NaCl 130 mg (kelarutan NaCl 1 : 3, MD 28, p.635)
7. Diukur aqua pro injection 3 ml dengan gelas ukur 10 ml
8. 6 + 7 aduk ad larut di beaker glass 50 ml
9. 5 + 8 aduk ad homogen di beaker glass 50 ml + aqua pro injection 3 ml
10. Cek pH dengan indikator universal, ambil sedikit dengan pengaduk, kemudian
oleskan pada indikator pH = 4
(Hasil pengamatan pH = 4)
11. 9 dipindah ke gelas ukur 10 ml, ditambah aqua pro injection ad 10 ml
12. 11 disaring dengan membran filter, 0,8m (kertas saring + corong), tampung dalam
erlenmeyer 50 ml
13. Pindahkan ke beaker glass 100 ml

8
14. 13 dimasukkan ke dalam ampul sebanyak 2,15 ml dengan spuit injeksi 3 ml dari
beaker glass 100 ml, masukkan sediaan ke dalam ampul
15. Dorong jarum suntik injeksi lurus sampai dasar ampul supaya tidak ada larutan yang
menempel di dinding ampul, karena pada saat pemanasan untuk menyegel sediaan
dapat terbentuk bintik-bintik hitam (seperti arang) disebabkan karena ada reaksi
pemanasan
16. Ampul ditutup dengan metode pull seal (segel tank)
a. Panaskan leher ampul dengan api bunsen sampai kemerahan
b. Lalu ujung ampul tersebut ditartik dengan pinset hingga mulut ampul tertutup
rapat
17. Lakukan perlakuan 14 16 sampai ampul ke-7
18. Lakukan tes uji kebocoran sekaligus sterilisasi sediaan
a. Letakkan ampul dalam posisi terbalik pada beaker glass yang telah dialasi kasa
steril, lalu tutup mulut beaker glass dengan kertas perkamen 2 rangkap dan diikat
dengan tali
b. Sterilisasi autoclave 1150C selama 30 menit
(Hasil uji = dari 7 ampul yang dibuat 1 ampul bocor)
19. Pilih 1 ampul yang tidak bocor dari 7 ampul yang sudah dibuat
20. Beri etiket, masukkan ke dalam wadah sekunder

e. Sterilisasi Akhir Sediaan


Sterilisasi Akhir Sediaan Injeksi Thiamin HCl 1% dengan autoclave pada suhu 115C
selama 30 menit
Tahap-tahap Sterilisasi :
Waktu pemanasan : Pukul 11.54-12.02 (7 menit)
Waktu pengeluaran udara : Pukul 12.02-12.09 (7 menit)
Waktu menaik : Pukul 12.09-12.13 (4 menit)
Waktu kesetimbangan : Pukul 12.13-12.23 (10 menit)
Waktu pembinasaan : Pukul 12.23-12.53 (30 menit)
Waktu tambahan jaminan sterilitas : Pukul 12.53-12.58 (5 menit)
Waktu menurun : Pukul 12.58-13.01 (3 menit)

9
Waktu pendinginan : Pukul 13.01-13.05 (4 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : Pukul 11.54-13.05 (70 menit)

IV. WADAH

Wadah primer : ampul 2 ml (putih bening) tertutup rapat terlindung cahaya


Wadah sekunder : kemasan luar ampul yang terbuat dari kertas tebal
Wadah sekunder berisi keterangan mengenai,
- Nama Dagang
- Kandungan Bahan Aktif Thiamin HCl
- Indikasi dan Kontra indikasi
- Aturan Pakai
- Isi tiap kemasan sekunder (5 ampul)
- Keterangan steril pada pojok kiri atas kemasan sekunder
- Penanda obat keras pada pojok kanan atas kemasan sekunder
- Keterangan Harus dengan resep dokter pada pojok kanan bawah bagian
belakang kemasan
- Keterangan Simpan di tempat terlindung dari cahaya
- Nomor registrasi, No. Batch, Manufactural date, dan Expiration date
- Nama Pabrik / Industri Farmasi yang memproduksi sediaan

10
V. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
Pembahasan
Pembuatan sediaan injeksi Thiamin HCl dilakukan dalam ruang kelas II dengan
memindahkan peralatan praktikum yang sebelumnya sudah disterilkan ke dalam pass box.
Ruang kelas II (kelas 101-10.000) artinya tiap cubic foot ruangan mengandung partikel 0,5
m maksimak sebanyak 10.000 partikel.
Hasil dari praktikum yang kami lakukan belum memenuhi syarat untuk diproduksi,
karena hasil sediaan yang ada belum memenuhi seluruh persyaratan evaluasi sediaan steril
seperti: uji sterilitas, uji pirogen, uji keseragaman bobot/ volume, uji penyesuaian tonisitas,
maupun penetapan kadar bahan aktif. Evaluasi sediaan steril yang kami lakukan hanya uji
kebocoran, uji kejernihan warna dan uji pH saja. Hal ini menyatakan bahwa sediaan ini
belum layak edar.
Pada pembuatan sediaan steril ini, kami mengalami beberapa hambatan yaitu saat uji
pH sediaan kami belum mencapai pH yang diinginkan untuk sediaan Thiamin HCl yaitu pH
4,00. Hal ini kemungkinan terjadi karena penimbangan kami belum kuantitatif. Selain pH
yang belum sesuai, pada saat akan mengisi cairan Thiamin HCl ke dalam ampul, satu dari
tujuh ampul kami ada yang pecah. Kemudian saat proses penutupan ujung dari ampul dengan
api bunsen dan pinset untuk menutup ujung ampul masih mengalami keragu-raguan sehingga
ada beberapa ujung ampul yang retak dan tidak bisa tertutup dengan baik. Bentuk tutup
ampul sediaan kami juga tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Setelah melakukan uji kebocoran empat dari empat ampul kami yang jadi tidak
mengalami kebocoran. Setelah melakukan uji kebocoran, kami membungkus sampul kami ke
dalam beaker glass. Sediaan dan alat-alat praktikum dipindahkan ke ruang tiga melalui pass
box. Diruang tiga kemudian dilakukan sterilisasi akhir sediaan dengan autoclave pada suhu
115oC selama 30 menit, namun setelah proses sterilisasi akhir sediaan berakhir didapatkan
tiga dari empat ampul yang kami buat bocor pada ujung atasnya hal tersebut mungkin
dikarenakan proses pembakaran tutup ampul yang kurang baik dan didukung dengan
tingginya suhu di dalam autoclave sehingga dinding ampul tidak mampu menahan tekanan
dari dalam autoclave. Lalu ampul yang tidak bocor diberi label dan dimasukkan ke dalam
wadah sekunder yang sudah disediakan sebelumnya. Dari proses awal hingga akhir berakhir
cukup tepat waktu sehingga tidak dibutuhkan tambahan waktu lagi.

11
Kesimpulan
Sediaan Injeksi Thiamin HCl ThiaBe belum layak diproduksi dalam skala industri
karena belum memenuhi seluruh persyaratan kelayakan produksi.
Dari 7 ampul yang diberikan, 1 pecah sebelum proses pengisian cairan injeksi Thiamin
HCl ke dalam ampul. Dari 6 ampul yang sudah diisi dengan Thiamin HCl, hanya 4 ampul
yang bisa tertutup dan lolos uji kebocoran, tetapi setelah proses sterilisasi akhir sediaan, 3
dari 4 ampul mengalami kebocoran. Sehingga hanya tersisa 1 ampul yang sudah tertutup
dengan baik.

12
VI. LABEL DAN BROSUR

13

Anda mungkin juga menyukai